[FREELANCE] VAMPIRE’S DEN (Chapter 4)

Title                : VAMPIRE’S DEN

Genre             : Romance, Fantasy, a lil’ bit action.

Author           : Beryl

Length            : Multi-chapter

Rated              : Teen

Main cast       : Exo M Kris, f(x) Luna, Exo K Chanyeol.

Another cast  : Exo K Baekhyun, Exo K Sehun, Exo K Kai, 2ne1 Sandara.

Anyeong~ readers! Sekarang vampire’s den masuk chapter empat! *tebar bunga*. Niat nya author mau bikin FF ini semakin menegangkan, tapi gak tau deh hasil akhirnya jadi gimana. Jadi author minta kritik dan saran dari para readers setelah baca FF ini, ya! ^^ *bow*. Sebelumnya, author minta maaf kalau adegan action disini rada (sangat) gaje, maklum author belajar dari sinetron laga indosiar #dijitakin 12 EXO member.

Selain itu chapt. 4 ini juga agak lebih panjang dari chapter – chapter sebelumnya, jadi mohon readers harus sabar bacanya, ya! Kekeke.

Well then, Happy reading~

VAMPIRE’S DEN (chapter four)

Ciuman Kris tadi hampir membuat Luna terhanyut, membuat denyut jantung Luna meningkat seketika dan suhu tubuhnya menanjak.

Dasar Kris lelaki gila! Vampir gila!

Dengan sedikit mendesis Luna mengusap kasar bibirnya yang baru saja di invasi oleh Kris, berusaha mengumpulkan kembali pertahanan dirinya yang entah bagaimana selalu menghilang bagaikan siluman air tiap kali Kris menyentuhnya. Mungkin sebelumnya Luna masih bisa menolerir ejekan – ejekan Kris, tapi sekarang permainan lelaki itu sudah keterlaluan.

Kris tampak diam saja menghadap kearah berlawanan, sikap bungkamnya membuat Luna sedikit waspada. Lelaki itu sama sekali tidak menoleh ketika Luna berjalan melewatinya.

“Kau sudah selesai denganku sekarang, vampir gila?” Luna menekankan telunjuknya kejubah Kris, “aku mungkin sekarang sedang berlindung disarangmu, tapi bukan berarti kau bisa memperlakukanku sesuka hati. Kalau kau ingin bersenang – senang, cari wanita lain!”

Secara mengejutkan Kris tidak menjawab perkataan Luna, vampir itu bergerak cepat menjauhinya seolah Luna adalah binatang menjijikan. Apa? sekarang dia mau berlagak tersinggung? Yang seharusnya tersinggung adalah Luna!

Dengan jengkel Luna mengentak – entakan kakinya berjalan kearah tangga. Tangannya menyenggol sebuah guci giok yang harganya pasti sangat mahal hingga jatuh kelantai dan pecah, tapi dia tidak peduli, lagipula Kris sepertinya tidak mempermasalahkannya karena vampir itu tidak protes sama sekali. Luna akan keluar, berjemur dalam paparan sinar matahari, dengan begitu Kris tidak akan bisa mengikutinya. Berdekatan dengan Kris membuat akal sehat Luna berhamburan, Luna berdecak kesal.

Saat Luna sampai dilantai atas dia baru sadar kalau hari sudah memasuki senja, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Perasaan Luna langsung gelisah, sebentar lagi Chanyeol dan kawanannya akan datang. Bagaiman kira – kira ekspresi Chanyeol saat melihatnya nanti? Apakah Alpha male nya itu akan marah? Atau malah bersikap dingin? Jujur saja Luna jarang sekali melihat Chanyeol marah, dia tipe lelaki bijak yang benci kekerasan, wajar saja dia terpilih sebagai ketua. Pasti para tetua yang menyuruh Chanyeol menantang Kris untuk bertempur, karena Luna tahu selama musuhnya masih bisa diajak bernegosiasi Chanyeol tidak akan membahayakan kawan – kawannya.

Luna kemudian berjongkok sambil memeluk lutut didekat sebatang pohon, cahaya terakhir matahari yang berwarna jingga menimpa gubuk kayu tempat sarang mewah Kris terkubur membuat gedung reyot itu terlihat lebih angker dari pada biasanya, tirai – tirai cahaya yang berkilauan mengiringi gerak indah tarian para roh peri yang dengan riang tengah meyambut kedatangan bulan purnama, sang dewa malam. Namun seindah apapun tarian yang dilakukan peri – peri itu tidak mampu membuat Luna tersenyum.

Dengan gemetar Luna menggigit bibirnya sendiri, masih bisa merasakan sensasi hangat saat Kris menempelkan bibirnya di bibir Luna. tak bisa disangkal, rasanya lembut, melambungkan. Luna menggigit bibirnya lebih keras agar sensasi itu hilang.

Bagi Kris mungkin itu hanya sebuah ciuman, tapi hanya dengan mengingatnya saja berhasil membuat seluruh tubuh Luna memanas tak terkendali. Sial, sebenarnya untuk apa Kris menciumnya?

Luna menggosok – gosok sepanjang pergelangan tangannya perlahan, berusaha menghilangkan perasaan aneh yang menjalar dari perut hingga kerongga dada nya. Luna mungkin tidak terlalu berpengalaman soal lelaki karena statusnya sebagai calon pasangan Chanyeol, tapi sebagai seorang wanita Luna yakin hal – hal seperti ciuman hanya boleh dilakukan oleh orang yang benar – benar memiliki hatinya, itu yang diajarkan para tetua. Werewolf adalah mahluk monogami dan setia, berbeda dengan vampir yang dingin, Luna bergidik. Selama dua hari ini Luna tidak menolak sentuhan – sentuhan kecil Kris karena dia butuh perlindungan vampir itu.

Kau sedang berbohong pada siapa, Luna? tiba – tiba sisi liar Luna berbisik,

Kau tidak mungkin menghindari pria itu hanya karena kau sedang bersembunyi dibalik punggungnya. Kau bukan wanita lemah.

Yah, ok. Lebih baik akui saja. Kris memang luar biasa tampan, dan itu membuat Luna kesal setengah mati.

Dan Chanyeol tidak cukup tampan bagi mu?

Demi tuhan, bukan begitu! Kalau ada wanita yang berani bilang Chanyeol tidak cukup tampan, Luna akan menjambaki rambut wanita itu.

Lalu?

Luna menggeram rendah, kenapa pikirannya sendiri tidak bisa diam? Luna ingin membenturkan kepalanya ke pohon kelapa terdekat.

Karena kesal tangan jahil Luna mulai beraksi, tanpa suara dia memungut beberapa batu kerikil, lalu melempar kerikil – kerikil tersebut kearah para peri mungil yang sedang menari melayang – melayang beberapa senti diatas tanah. Tentu saja meleset, kaum peri dianugerahi refleks terbaik didunia, seperti lalat.

Luna menjulurkan tangannya lagi kebawah untuk mengambil beberapa kerikil lagi ketika dia menyadari peri – peri itu ternyata tidak ketakutan karena lemparannya. Para peri itu terbang berhamburan, menyuruh peri – peri wanita yang kebanyakan berambut biru keperakan untuk bersembunyi dibalik kelopak – kelopak bunga.

Luna mengernyit heran. Dia menegakan tubuhnya dan tiba – tiba saja seluruh indra Luna menangkap aura berat diudara. Aura werewolf, dari jarak sekitar lima kilometer dari tempatnya berada sekarang. Bulu kuduk Luna meremang, cepat sekali mereka datang! Jika aura werewolf bisa terasa dari jarak sejauh ini berarti jumlah mereka banyak.

“Mereka datang…”

Tiba – tiba saja suara berat Kris terdengar tepat dibalik punggung Luna, Luna berbalik cepat.

Sial, dia tidak siap. Tidak siap melihat Kris berdiri tepat dibelakangnya, menampilkan ekspresi kokoh yang dingin seolah lelaki itu tidak punya hati, menatapnya tepat dimata.

Tidak ada apa – apa dalam tatapan Kris, hanya sorotan mata dingin yang membekukan dan kejam, tapi tubuh Luna rasanya meleleh disergap sensasi panas yang mendadak merajai tubuhnya. Kris sudah berganti pakaian mengenakan jubah hitam baru dengan kemeja sutra biru gelap dibaliknya, kakinya dibalut jeans dan sepatu boots tinggi dengan belati – belati perak terselip.

Sementara ekspresi Kris terlihat seperti seorang petarung sejati, ekspresi Luna mungkin terlihat seperti anak sekolahan, berusaha matian – matian menyembunyikan rona di wajahnya. Ini benar – benar tidak adil! Pria ini tidak tahu apa yang sudah dilakukannya pada Luna.

“Sebenarnya kau mau pergi bertarung atau menghadiri jamuan makan malam orang – orang kaya?” kata Luna mengejek melihat rambut berkilau Kris yang tertata sempurna.

“Kau tidak akan pernah mengerti gayaku,”

“Bulan belum lagi muncul, Kris,”

“Tapi matahari sudah terbenam,”

Luna menarik nafas pelan, mencoba membersihkan kepalanya dari hal – hal yang tidak perlu.

“Masih ada kesempatan, aku bisa bicara pada Chanyeol dan semua ini tidak perlu terjadi,”

“Kukira perdebatan kita soal itu sudah selesai, Mungil,” Kris bergerak pelan mendahului Luna, “aku tidak akan mundur, apalagi setelah dia membawa masuk anak buah sebanyak ini ke teritori ku. Ada atau tidak ada kau, Alpha male mu itu sudah melanggar batas wilayah,”

Luna meringis memandang punggung bidang Kris, pertempuran ini benar – benar akan terjadi. Semua ini salahnya, benar – benar salahnya.

“Kris, aku…”

“Apa? Kau ingin menunggu saja disini?”

Luna tersentak kaget.

“Aku? Menunggu seperti seorang pengecut? Tidak akan pernah!”

Kris terkekeh pelan, menampilkan deretan rapi giginya yang seputih mutiara. Taring Kris tidak tampak, entah kenapa hal itu membuat Luna agak kecewa.

“Jadi kau mau ikut?”

“Tentu saja!”

“Bagaimana caramu akan ikut?”

“Aku akan ikut berlari bersama mu,”

Kris terkekeh lagi. Ekspresi tenang Kris membuat Luna jengkel setengah mati, seolah Kris sedang menjaga jarak darinya.

“Meskipun aku akui werewolf bisa berlari dengan sangat cepat,” kata Kris sambil memperhatikan para peri yang masih sibuk menyelamatkan diri diantara semak – semak, “aku tidak ingin menunggui wanita yang tidak mau bertemu dengan calon pasangannya,”

“Kris, kau tidak mungkin meninggalkan ku disini,”

“Memang tidak, aku hanya tidak ingin kau sengaja berulah supaya aku tidak bisa sampai kemedan pertempuran,”

Rahang Luna menegang, dirinya memang berharap kalau semua kejadian selama dua hari ini hanya khayalannya belaka. Dia ingin hari ini terjadi sesuatu yang bisa membatalkan pertempuran. Kebakaran hutan misalnya, tanah longsor, atau iblis Troll buas yang mengamuk.

Belum sempat Luna mengatakan apa – apa lagi, tiba – tiba Kris sudah berdiri terlalu dekat dihadapannya, menyelubungi Luna dengan aroma tubuhnya yang memabukan. Dengan terlatih lengan – lengan ramping pria itu merangkul pinggang Luna dan mengangkatnya keatas bahu. Luna menahan nafas terkejut, sekarang vampir itu sudah memanggulnya.

“Kris!!” Luna memaki kasar, “apa yang kau lakukan, vampir! Turunkan aku!”

“Kalau kau memang mau ikut, jangan protes!” bentak Kris.

Dan vampir sombong itupun melesat berlari bersama angin.

***

Kris menelan suara tawa yang hampir keluar dari mulutnya karena berhasil menaklukan werewolf keras kepala yang telah sangat mengganggu pikirannya ini. Dengan perasaan puas Kris memeluk pinggang Luna dengan lebih erat supaya gadis itu tidak jatuh ketika dia berlari melewati pepohonan.

Sebisa mungkin Kris tidak membiarkan wangi kulit Luna membuyarkan konsentrasinya, gadis ini membuatnya frustasi. Sial, seharusnya Kris tidak usah menciumnya, tidak usah menuruti rasa penasarannya dan tidak usah mendekati gadis ini sama sekali. Gadis ini wabah. Sekarang Kris harus menelan penyesalan, tubuhnya tidak bisa menoleransi ciuman itu. Baru beberapa menit Luna meninggalkannya dan Kris sudah rindu menyentuh gadis itu lagi, merasakan kulit dan wangi darahnya lagi. Kris menggeram. Dia tidak tahu apa yang salah, Kris belum pernah merasa se–addict ini pada seorang wanita. Sekarang bagaimana dia akan mengatasi masalahnya ini?

Tapi reaksi Luna setelah ciuman mereka membuat Kris benar – benar jengkel. Walaupun selama ini Kris tidak pernah ditolak oleh wanita manapun, reaksi Luna bahkan lebih buruk daripada penolakan. Luna membuat Kris seolah – seolah sudah memaksanya untuk menyerahkan diri, padahal tidak perlu latihan seribu tahun untuk mengetahui kalau Luna juga menginginkannya. Kenapa gadis itu tidak bisa jujur dan ikut saja menikmati keadaan?

“Turunkan aku, Kris! Sekarang!”

Luna melayangkan tendangan dan pukulan yang bisa saja mematahkan rusuk – rusuknya kalau Kris hanya manusia biasa.

“Diam, Luna. Kau pasti tidak ingin jatuh,”

“Kalau begitu turun kan aku!”

“Kalau aku menurunkan mu, apa kau akan bertranformasi menjadi serigala?”

“Ya,”

“Tidak. kawanan mu akan menganggap itu sebagai pengkhianatan,” Kris menggeser sedikit tubuh Luna di bahunya, “lebih baik sekarang kau diam saja sampai kita tiba ditempat pertemuan,”

Tiba – tiba Luna menyarangkan sebuah tendangan mematikan di dada Kris, lalu gadis itupun terdiam kaku. Sekali lagi Kris menahan tawanya, dia tahu Luna lebih baik mati daripada harus menurut, tapi yang dikatakan Kris memang benar.

“Sebenarnya kenapa kau kabur dari Chanyeol?” tanya Kris saat Luna ternyata terus saja diam seperti sekarung kentang.

Luna tidak menjawab,

“Apa dia punya wanita lain?”

“Werewolf adalah mahluk setia,” Luna menyahut,

“Lalu kenapa?”

“Kenapa kau tiba – tiba menanyakan hal ini?”

“Anggap saja aku butuh motivasi lebih untuk melawan Chanyeol,”

“Huh!” Luna terdengar mencibir, “vampir sepertimu tidak butuh hal seperti itu,”

“Jawab saja pertanyaanku, mungil,”

Luna terdiam lagi selama beberapa saat.

“Aku tidak mencintainya…” gadis itu berbisik lirih,

Kris mendesah dalam. Dia akui alasannya menerima tantangan Chanyeol sebagian karena rasa penasarannya sendiri. Kris ingin tahu alasan sebenarnya Luna kabur dari calon pasangannya, tidak banyak wanita yang mampu menolak seorang Alpha male. Dan Kris ingin tahu apa yang akan dilakukan Chanyeol jika were itu berhasil mendapatkan Luna kembali.

Mendengar Luna tidak mencintai tunangan nya itu entah kenapa membuat Kris merasa sudah memenangkan setengah pertempuran ini, setidak nya Luna tidak akan menyerangnya dari belakang saat bertempur nanti.

***

Setelah beberapa kali gerakan menikung yang lebih berbahaya daripada lomba rally internasional, akhirnya Kris menurunkan Luna dari gendongannya. Jika vampir ini bisa berlari sejauh lima kilo meter dalam waktu lima belas menit, berarti dia tidak akan pernah membutuhkan portal.

Luna menekan perutnya yang mual, dia tidak pernah naik apapun yang lebih cepat daripada wahana halilintar.

Tanah lapang yang dimaksud Chanyeol ternyata adalah sebuah padang rumput luas yang dipenuhi dengan rumpun – rumpun indah bunga daffodil, di salah satu ujung padang rumput terdapat air terjun kecil yang suara airnya bergemiricik nyaring menimpa bebatuan dibawahnya, membentuk sebuah kolam dangkal. Sayang sekali, tempat indah ini sebentar lagi akan berubah berantakan.

Hening. Aura dan bau werewolf terasa sangat kental diudara, tapi tidak terlihat satu sosok pun selain Kris didepan Luna.

“Vampir,”

Tiba – tiba suara Chanyeol terdengar menggema dari balik pepohonan, membuat bulu kuduk Luna merinding seketika.

“Bukankah aku sudah memperingatkanmu untuk membawa serta anggota klan mu?”

Kris terlihat sangat waspada, dengan hati – hati vampir itu mencabut sekitar empat belati perak dari sepatu boots nya.

“Aku tidak butuh mereka untuk menghadapi kalian,” kata Kris dengan suara tegas,

Samar – samar dari jajaran pohon disebelah air terjun sosok Chanyeol yang tinggi semampai muncul, dia sendirian, sepertinya dia menyuruh anggota kawanan yang lain untuk tetap diam ditempat.

Chanyeol tersenyum simpul, Luna memutar kedua matanya lelah. Sudah cukup Luna melihat Kris seolah hendak pergi fashion show di Paris, sekarang dia harus melihat Chanyeol datang ke medan pertempuran mengenakan jas Armani dan sepatu kulit Italia. Luna tidak mengerti kedua lelaki ini, sebenarnya mereka mau bertempur atau pamer kekayaan?

Meskipun wajahnya hanya sedikit menunjukan ekspresi, aliran kekuatan panas Chanyeol bertabrakan dengan pusaran kekuatan Kris yang dingin, mencipatakan gelombang badai di udara yang membuat sekujur tubuh Luna menggigil.

“Luna…” tatapan Chanyeol menghujam Luna tajam.

Luna menahan desakan untuk menghampiri Master nya itu dan membungkuk, perasaan takut dan bersalah berkumpul di benaknya.

“Hey, Sekarang bukan waktunya bernostalgia, were.” Sentak Kris,

Chanyeol beralih cepat menatap Kris, “Kuberi kau satu kesempatan, Vampir. Berikan gadis itu padaku dan aku akan membiarkan masalah ini selesai tanpa pertarungan apapun,”

“Murah hati sekali. Tapi aku tidak datang untuk tawar menawar, kau sudah melanggar batas wilayahku,”

Raut enggan sempat muncul diwajah tampan Chanyeol,

“Kau tidak memberiku pilihan,” gumamnya,

Dan dengan kata – kata tersebut kedua lelaki itu pun langsung melesat bersamaan saling menyerang. Luna menahan teriakan, tidak menyangka mereka akan secepat itu masuk kepertarungan, tapi mungkin taring mereka memang sudah terlalu gatal untuk mencabik satu sama lain.

Sedetik lalu mereka berada disisi berlawanan, detik berikutnya mereka sudah saling berhadapan di tengah padang rumput. Tinju kokoh Kris menghantam pergelangan tangan Chanyeol, membuat jam rolex bersepuh emas nya pecah. Setelah itu Chanyeol melentingkan kaki kirinya dan menendang Kris tepat diperut.

Luna benar – benar tidak bisa melihat pertarungan mereka, mereka bergerak terlalu cepat.

Tiba – tiba saja Chanyeol sudah mencengkram leher Kris dari belakang, menguncinya erat – erat,

“Teryata kau lambat, were!” erang Kris dengan suara tersendat,

“Aku belum bertransformasi, vampir,”

Dengan cekatan Kris mengeluarkan belati peraknya dari balik lengan baju dan menancapkannya cepat di tangan Chanyeol,

“Aargh!” Chanyeol melepaskan cengkramannya,

Kris menyusul dengan hantaman siku kerusuk Chanyeol, lalu vampir itu mencengkram tengkuknya dan membanting tubuh Chanyeol ke tanah. Posisi mereka jadi tidak jelas, mereka jatuh saling bertumpuk.

Luna bisa merasakan geraman anggota kawanannya yang lain dari balik pepohonan, amarah panas berputar – putar diudara, membuat nafanya terasa sesak. Tapi bahkan Luna tidak berdaya menghentikan pertarungan kedua lelaki itu.

***

Tatapan tajam Kris terfokus memperhatikan Chanyeol yang kini tengah meludahkan darah dari mulutnya, were itu tidak kelihatan lelah sama sekali, dengan mantap dia kembali memasang kuda – kuda menyerang.

Kris berjengit, Kris bisa merasakan were dihadapannya ini memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi dia menahannya. Seolah dia tidak benar – benar ingin bertarung dengan Kris dan hanya sedang mencoba – coba kekuatan diantara mereka.

Kris terdiam, berusaha mengukur kekuatan sebenarnya Alpha male itu.

“Jangan melamun, vampir,” ejek Chanyeol melihat Kris tidak bergerak,

“Aku tidak akan melamun kalau kau tidak begitu lemah,” sahut Kris, berusaha memprovokasi were tersebut.

Anehnya Chanyeol tampak tidak terpancing sama sekali, ekspresinya tetap tenang, seolah pertarungan ini ada dalam kendalinya.

“Apa gertakan mu hanya seperti itu saja?” tanya Chanyeol sambil memiringkan kepalanya kesatu sisi, Kris menggeram.

“Dia benar – benar bermental pemimpin,” pikir Kris ketika menyadari Chanyeol sengaja bersikap seperti itu agar anggota kawanannya yang lain tetap tenang menonton dibelakang.

Kris mendorong Chanyeol kearah berlawanan, Chanyeol terguling, bahunya membentur sebatang pohon dengan keras. Kris mengangkat kakinya lagi, hanya saja kali ini Chanyeol berhasil mengantisipasinya. Dia menahan tendangan Kris dan mendorongnya jauh kebelakang, kemudian were itu bangkit dan balik melawan. Mereka saling hantam, saling melukai.

Sekejap kemudian Chanyeol sudah maju mendorongkan tinjunya lagi ke wajah Kris, dengan refleks yang sudah terlatih Kris masih sempat menghindar dan melayangkan belati nya ke bahu Chanyeol. Chanyeol tidak mundur, alih – alih dia berusaha menarik belati itu dan membalikan benda tajam tersebut kembali ke tubuh Kris.

Muncul sobekan melintang di kulit perut Kris, tidak dalam tapi cukup menghalangi gerakannya. Kris meringis kecil.

Chanyeol berusaha membuat Kris melepaskan belati – belatinya dengan cara menahan tangan Kris yang menggenggam belati dengan kedua belah tangannya, sebuah gerakan yang salah, karena kini area perut Chanyeol tidak terlindung. Melihat kesempatan tersebut Kris melempar belatinya menghujam tepat ke ulu hati Chanyeol. Were itu menahan geraman marah, darah segar menyembur deras dari balik jas nya.

“Chanyeol!!”

Kris bisa mendengar Luna menjerit nyaring di sisi lain padang rumput, dan tiba – tiba saja tubuh Kris limbung oleh sebuah hantaman keras dari arah samping. Kris berguling – guling di tanah dan ketika dia membuka mata, seekor serigala berbulu kelabu tengah menjulang menahan tubuhnya kencang.

Kris mengerjap terkejut, ini adalah werewolf yang dihadapinya tadi siang.

“Baekhyun, jangan…”

Kris mendengar Chanyeol mengerang sambil menahan darah yang terus keluar dari perutnya.

Werewolf kelabu itu mendesis marah lalu mengarahkan taringnya yang runcing ke dada Kris, Kris melayangkan sebuah tonjokan keras ke moncong were bernama Baekhyun itu. Baekhyun terlempar mundur tapi tidak terjatuh.

Dengan kecepatan luar biasa Baekhyun kembali menerjang Kedepan, cakarnya berhasil merobek punggung Kris. Kris sempat kewalahan menghadapi kemarahan were itu sampai kemudian dia menyadari bahwa luka yang sempat ditorehkan olehnya di dada were tersebut tadi siang belum sembuh dan masih menganga, were ini belum bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya.

“Baekhyun, kembali kepasukan!” seru Chanyeol masih berusaha memulihkan diri,

Tapi Baekhyun sepertinya tidak menggubris perkataan ketuanya dan terus memberondong Kris dengan serang – serangan yang berhasil membuat Kris terengah – engah.

“Sial,” geram Kris, were yang satu ini tidak lebih lemah dari pada Alpha nya.

Baekhyun membanting Kris dengan berat tubuhnya, membuat Kris kehilangan keseimbangan selama beberapa saat, tapi were itu berkeringat sangat banyak dan nafasnya tidak teratur. Lukanya pasti masih terasa sakit.

Karena ingin menghentikan pertarungan yang bisa membahayakan nyawa dan harga dirinya, Kris akhirnya mengangkat tinjunya, mengecoh Baekhyun dengan mengarahkannya kekepala were itu. Namun saat Baekhyun memalingkan kepalanya, Kris menghantam luka Baekhyun menggunakan lutut. Baekhyun mendengking nyaring, matanya terbelalak tidak percaya. Kris bisa merasakan beberapa tulang yang patah dan bunyi gemeretak yang memuaskan sebelum akhirnya secara perlahan were itu ambruk ke tanah, tak sadarkan diri.

“Baekhyun!!” seru Chanyeol,

Kris menghembuskan nafas puas.

Saat Kris menggeser tubuh Baekhyun kesamping tiba – tiba dia merasakan sesuatu di udara, aliran kekuatan Chanyeol yang membesar. Kris berbalik seketika dan melihat Alpha male itu sudah bertransformasi menjadi serigala, memamerkan bulu coklat cemerlang yang berkilauan di bawah sinar bulan. Ukuran tubuh Chanyeol dua kali lipat lebih besar dari pada Baekhyun, matanya yang berwarna keemasan berkilat penuh amarah.

“Menyingkir kau dari anggota kawanan ku, mayat hidup,” desis Chanyeol dengan suara rendah.

Tapi berkebalikan dengan perkataan Chanyeol, were – were lain sepertinya menganggap transformasi Chanyeol sebagai genderang perang. Satu persatu mereka mulai menampakan diri dari balik pepohonan, jumlah mereka puluhan, mengepung padang rumput itu dari berbagai sisi. Kris bergerak gelisah, memperhatikan para serigala tersebut dengan seksama. Dia mungkin sendirian, tapi dia tidak takut menghadapi mereka semua. Hanya sedikit hal yang bisa membuat seorang vampir merasa takut, dan werewolf tidak termasuk.

***

“Dasar mayat hidup menjijikan!” maki Chanyeol dalam hati,

Padahal sedikit lagi dirinya hampir bisa membuat vampir itu kewalahan, rencana nya adalah mendesak vampir itu sampai kehabisan tenaga, lalu memaksanya untuk menyerah tanpa syarat. Dengan cara itu dia bisa mengambil calon pasangannya kembali dan anggota kawanannya tidak perlu terlibat.

Tapi bagaimana pun itu hanya sebuah rencana, dia tidak menyangka Baekhyun akan bergerak masuk kepertarungan. Were bodoh, tapi Chanyeol sangat menghargai perbuatan sahabatnya itu. Baekhyun pasti melakukannya karena melihat Chanyeol terluka.

Dengan bertranformasi menjadi serigala luka di perut Chanyeol sembuh dengan cepat, darahnya sudah berhenti mengalir dan luka sayatan itu menutup perlahan – lahan. Kemampuan penyembuhannya memang lebih baik daripada werewolf lain. Sial, dari awal Chanyeol tidak berniat bertransformasi sama sekali, sekarang dia bisa melihat seluruh pasukannya keluar dari tempat persembunyian mereka. Sebenarnya Chanyeol tidak suka sistem keroyokan seperti ini, tapi apa boleh buat.

Chanyeol melirik sekilas kearah Luna yang berada jauh di ujung padang rumput, perasaan Chanyeol bercampur antara khawatir dan bingung. Ada yang aneh dengan gadis itu. Dari raut wajahnya jelas – jelas Luna tidak memihak pada si vampir, bahkan Chanyeol sempat mendengar calon pasangannya itu meneriakan namanya saat dia terhunus belati. Tapi Luna juga tidak berusaha menghalangi atau menyerang vampir itu.

Luna adalah seorang gadis kuat yang selalu cepat mengambil keputusan, tapi kali ini Chanyeol bisa melihat gadis itu bimbang. Chanyeol mengernyitkan alisnya heran, apa yang sudah vampir itu lakukan pada Luna?

“Master, apa perintah mu?”

Tiba – tiba Seorang were dibelakang Chanyeol bertanya sambil memandang penuh kebencian kearah vampir yang kini sedang berdiri tegang di tengah padang rumput.

Dengan kernyitan pedih Chanyeol menatap kembali tubuh Baekhyun yang terkapar beberapa meter di depannya, tubuh sahabatnya itu belum juga bergerak. Pikiran bahwa Baekhyun mungkin sekarang sudah mati merasuk kekepala Chanyeol, membuat amarah nya menggelegak naik.

Kalau benar Baekhyun sampai mati di tangan vampir itu, Chanyeol akan mendendam pada kaum vampir seumur hidup. Dengan tatapan sengit Chanyeol berbalik kearah kawanan were dibelakangnya,

“Serang lintah itu…” perintah Chanyeol tanpa ragu.

***

Luna menggigil, menahan keinginan kuat untuk berlari ketengah padang rumput dan memeriksa tubuh Baekhyun yang tampak terluka sangat parah terkena serangan Kris. Chanyeol pasti sangat murka, dari dulu Chanyeol sangat melindungi sahabat dekatnya itu. Tapi walaupun Luna berusaha menghentikan pertempuran ini sekarang pasti usahanya tidak akan berhasil, Luna meremas – remas kedua tangannya. Sepertinya seluruh werewolf disini sudah lupa akan keberadaan Luna yang merupakan tujuan utama mereka dan berniat menyerang Kris hanya karena dia seorang vampir.

Itu bisa dilihat dari tatapan benci mereka, bahkan beberapa were yang berada di sekitar Luna tidak menoleh kearahnya sama sekali.

Kris tampak berdiri di tengah – tengah padang rumput dengan ketenangan luar biasa, tiga buah belati perak teracung dikedua belah tangannya. Perasaan Luna campur aduk, apa sekarang Luna mengkhawatirkan Kris? Untuk apa? sedikit rasa sakit mungkin akan mengurangi kesombongan vampir itu. Tapi tidak bisa dipungkiri perasaan Luna gusar melihat pertarungan yang tidak seimbang ini.

Pikiran Luna sibuk berputar – putar, dia tidak melihat ketika Chanyeol berbisik serius pada seorang were dibelakangnya.

Beberapa detik kemudian were itupun melolong panjang, disusul oleh lolongan puluhan were yang mengelilingi seluruh padang rumput. Secara refleks Luna menutup telinganya ngeri. Sontak para were itupun berlompatan menerjang Kris bagaikan air bah, Luna berusaha tidak menghentikan were – were bertubuh besar yang melompat tingi melewati kepalanya. Mereka benar – benar akan mengeroyok Kris.

Susah payah Luna berusaha mengintip diantara gelombang werewolf yang tiba – tiba memenuhi padang rumput, Kris melayangkan belatinya kesana kemari, menghalau were yang beterbangan kearahnya. Cipratan darah menodai hamparan bunga daffodil, peri- peri malang yang kebetulan berada disana ikut terlibas. Para were yang terjatuh secepat kilat bangkit kembali untuk menyerang Kris, Luna meringis. Kris mungkin saja kuat, tapi lama – lama dia pasti lelah juga melawan musuh sebanyak itu.

Dengan ragu Luna menggeserkan tubuhnya kesamping dan matanya tiba – tiba bertabrakan langsung dengan tatapan Chanyeol, Luna terkesiap. Chanyeol tampak terengah – engah sambil menatapnya tajam, dengan cepat tubuh Luna serasa ditarik masuk kekedalaman bola mata Chanyeol yang bagaikan emas cair.

“Luna…” panggil Chanyeol lewat bisikan telepati,

Meskipun Chanyeol berada jauh diseberang sana, tatapannya tetap saja terasa menyakitkan.

“Lakukan transformasi sekarang dan bantu kawan – kawan mu melawan vampir itu,”

Tubuh Luna gemetar hebat mendengar perintah Chanyeol, dia belum pernah merasa seragu ini seumur hidupnya. Dengan bingung Luna terus terdiam membalas tatapan mengintimidasi Chanyeol, dia belum pernah menentang perintah Chanyeol sebelumnya, tapi dia tidak mau melukai Kris. Itu sama saja dengan menusuknya dari belakang, padahal vampir itu sudah memberinya tempat berlindung walau hanya sehari.

“Maafkan aku… Master…” jawab Luna hampir tersedak,

Mendadak Luna merasakan sebuah sentuhan dingin di sudut bahunya, Luna sontak berbalik kaget.

“Tak kusangka kau berani melawan perintah Alpha male mu itu,” kata pemilik sentuhan dingin tersebut,

“Sehun!” Luna terbelalak, perasaannya bercampur antara lega, bingung dan takut  melihat vampir yang lebih muda itu,

“Kenapa kau bisa berada disini?!”

“Aku tidak mungkin membiarkan master ku bertarung sendirian,” katanya,

“Master?”

Tanpa menjawab pertanyaan Luna, Sehun berbalik kebelakang dan mengisyaratkan sesuatu dengan tangannya di udara. Setelah itu Luna merasakan angin dingin berdesir, lalu puluhan bayangan hitam tampak berlari menghampiri padang rumput dengan kecepatan penuh. Luna terkesiap ngeri, bayangan – bayangan tersebut menjelma menjadi puluhan vampir dengan belati – belati tajam ditangan mereka.

Vampir – vampir itu dengan kecepatan angin menerobos pepohonan menerjang langsung kearah para werewolf yang sedang mengerubungi Kris. Melemparkan debu – debu kotor kewajah dan baju Luna yang memang sudah dekil.

Suara dengkingan dan teriakan memekakan telinga, ditambah jeritan hewan – hewan malam serta seruan marah iblis – iblis lain yang terburu – buru mengungsi menjauhi padang rumput.

“Memangnya kau tidak tahu kalau Kris seorang ketua Klan?” tanya Sehun setelah para vampir yang dibawanya menambah kegaduhan pertempuran dihadapan mereka,

“Kris tidak bilang!” seru Luna diantara keributan,

“Tidak kah Kris bilang beberapa vampir muda mengabdi padanya? Dia selalu bilang begitu,”

“Dia tidak bilang yang mengabdi padanya adalah prajurit!”

“Seluruh iblis selain peri adalah prajurit,” jawab Sehun.

Dengan perasaan tercabik – cabik Luna menyaksikan vampir – vampir muda itu menyayati anggota kawanannya, Luna ingin menjerit, dirinya benar – benar tidak menginginkan pertempuran ini.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sehun melihat wajah Luna yang semakin kalut,

“Kenapa kau membawa anggota klan mu kemari padahal Kris tidak memintanya?!” Luna balik bertanya dengan sengit,

“Kris itu keras kepala. Sampai dia sekarat pun dia tidak akan minta bantuan pada para anggota klan, dia vampir paling sombong dan arogan yang pernah ku kenal,”

Diam – diam Luna menyetujui dalam hati.

Dengan panik mata Luna mencari – cari Chanyeol lagi, tapi Alpha male nya itu sudah tidak ada di tempat. Chanyeol dan Kris kini sedang bergulat saling menancapkan taring dan cakar dengan buas diantara kubangan tubuh – tubuh yang bergelimpangan di tengah padang rumput. Ya, tuhan Luna tidak pernah membayangkan pelariannya dari perjodohan akan berakhir seperti ini.

“Bukankah sudah terlambat mengkhawatirkan calon pasanganmu sekarang, Luna?” tiba – tiba Sehun berkata disebelahnya,

Luna mendongkak membalas tatapan dingin Sehun,

“Bukannya aku membencimu. Tapi sebagai seorang werewolf, seharusnya sejak awal kau tidak berurusan dengan vampir manapun,”

Luna mengernyit pahit mendengar kebenaran dalam kata – kata Sehun. Sekarang sudah sangat terlambat, dirinya yang bodoh ini benar – benar pembawa bencana.

Untuk sesaat Luna melihat gelombang serangan para vampir muda berhasil mendesak anggota kawanannya hingga kewalahan, Luna juga sempat melihat Chanyeol sedang kesulitan menghalau dua vampir sekaligus sebelum tiba – tiba dua vampir itu terpelanting jauh oleh sebuah kekuatan yang tak kasat mata. Lalu dua vampir lain dibelakangnya juga ikut terpelanting, disusul dengan vampir – vampir lain yang hendak mendekati Chanyeol. Tiba – tiba saja tampak sebuah selubung berwarna hijau melindungi seluruh tubuh Chanyeol.

“Sandara…” bisik Luna,

Dan benar saja Jin cantik itu kini sedang melayang – layang disamping Chanyeol, berkonsentrasi melemparkan kekuatan sihirnya kesana – kemari. Tentu saja Sandara akan menolong masternya itu, dan kebanyakan vampir tidak tahan melawan sihir karena tidak bisa dilihat.

“Sepertinya sudah waktunya bagiku turun tangan,” ujar Sehun,

Segaris senyum kekanak – kanakan tampak muncul diwajahnya yang innocent sebelum vampir tampan itu melesat meninggalkan Luna.

Kini Luna benar – benar sendirian, menahan dorongan tubuhnya untuk masuk kepertempuran. Apa dia harus menolong Kris? Atau menuruti perintah Chanyeol? Atau membunuh dirinya sendiri di tengah padang rumput sana?

Sesaat kemudian terdengar bunyi langkah kaki berat dari arah samping, kemudian Luna melihat beberapa iblis troll datang mendekat sambil menyeret – nyeret tubuh berlendir mereka menghampiri padang rumput. Luna memonyongkan bibirnya mencemooh, troll memang dikenal sangat suka kekerasan, tidak peduli mereka terlibat atau tidak, setiap ada pertempuran pasti iblis berotak kacang itu akan ikut campur.

Luna menyiapkan kedua kakinya. Jika dia tidak bisa bertarung untuk pihak manapun, setidaknya dia bisa membuat pertempuran ini tetap berlangsung adil. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kekuatan para troll itu untuk melawan musuhnya.

Dengan pikiran tersebut Luna pun melesat dengan kekuatan penuh untuk menghadang para troll.

***

“Dasar Sehun bocah tengik!” hardik Kris dalam hati sambil mengacungkan belatinya kearah seorang were yang sudah siap menggigit lehernya.

Kris tidak minta Sehun untuk ikut campur. Tapi bukan hanya datang kemari dengan cara dramatis, anak itu juga membawa serta seluruh anggota klan untuk ikut bertarung. Kris berusaha tidak berteriak pada Sehun, dia tidak suka kekuatannya diragukan seperti ini. Walaupun kedatangan mereka memang sedikit membantu, Kris melirik tajam kearah Chanyeol.

Setelah bertransformasi menjadi serigala kekuatan Alpha male itu secara mengejutkan bertambah dua kali lipat, begitu juga dengan kecepatannya. Hal itu sempat membuat Kris sedikit gentar, sudah lama sekali dia tidak mendapat lawan yang sepadan. Tapi satu hal yang mengganggu, dengus Kris, pikiran Chanyeol tidak sepenuhnya terkonsentrasi pada pertarungan, berkali – kali were itu melompat mundur melindungi tubuh sahabatnya yang masih tergeletak tak sadarkan diri dari serangan vampir lain. Sepertinya Chanyeol tetap berharap kalau Baekhyun masih hidup.

Tentu saja Baekhyun masih hidup, Kris menahan tawa nya, hantaman Kris pada were bertubuh kecil itu mungkin telak tapi tidak mematikan. Tentu saja Kris tidak akan mengatakan hal itu pada Chanyeol, biarkan saja were itu bergulung sendiri dengan kekalutannya.

Kris melumpuhkan were muda dihadapannya dengan mudah, lalu berlari kebelakang Chanyeol.

“Kemari, ketua. Lawan mu disini,” Kris tersenyum angkuh,

Tapi Chanyeol tampak tidak terpengaruh, wajahnya tetap tenang terkendali. Diam – diam Kris merasa salut juga, tidak banyak mahluk berdarah panas yang bisa bersikap setenang itu.

“Menjauh, vamp. Atau aku akan membakar mu!” malah Sandara yang menjawab. Jin cantik itu mengangkat kedua tangannya tinggi – tinggi, siap melontarkan sihirnya kearah Kris.

“Aku kebal terhadap sihir semacam itu,” Jawab Kris,

“Sudah kuduga kau seorang ketua Klan,” gumam Chanyeol lirih, melayangkan tatapan menuduh kearah pasukan Kris yang kini tengah baku hantam dengan anggota kawanannya,

“Tidak sepertimu, aku tidak suka gembar – gembor soal jabatan ku,” Kris mengangkat sebelah alisnya,

Dengan satu hantaman keras Chanyeol merangsek maju mengarahkan kepalan tangannya pada perut Kris, pukulannya terasa mematikan apalagi dibantu oleh dorongan dari sihir Sandara. Kris terpelanting, tapi tidak membiarkan dirinya jatuh ketanah. Dari sudut matanya Kris melihat Luna sekilas tengah berlari cepat ke pinggir padang rumput.

Luna?

Sambil berusaha menghindari serangan Chanyeol Kris mengikuti gerakan tubuh gadis itu, lalu tampaklah sekawanan iblis troll yang entah sejak kapan muncul disana, tengah berjalan lambat menghampiri Luna. Kris menahan amarahnya, apa gadis itu benar – benar mengira dirinya bisa menghajar troll sebanyak itu sendirian?

Meskipun mereka bodoh, troll adalah iblis dengan serangan fisik terkuat yang pernah Kris kenal, dan kulit mereka sangat tebal. Luna bisa mati konyol di tangan para iblis raksasa itu.

Kris akhirnya terpaksa bergerak mundur. Sesuai dugaan, Chanyeol mengikutinya seperti virus.

“Apa sekarang kau berusaha kabur, vampir?” tanya Chanyeol dengan nada mengejek,

Kris tidak menggubrisnya sama sekali, alih – alih dia melihat Luna kini tengah melompat – lompat menyarangkan pukulannya keperut seorang troll bertubuh paling besar. Kris tahu apa yang sedang Luna lakukan, gadis itu sedang mencoba menahan troll – troll tersebut merecoki pertempuran.

“Serang kepalanya, bodoh!” erang Kris dalam hati,

Sekali lagi Chanyeol menendang tubuh Kris sekuat tenaga, karena Kris lengah, tulang rusuknya patah seketika. Tapi hal itu tidak cukup untuk menyakiti Kris, dengan satu hentakan Kris memukul dada Chanyeol, were itu jatuh berlutut.

“Serang kepalanya!!” Kris kini mencoba menyampaikan suaranya pada Luna, tapi usahanya tampak sia – sia. Kenapa troll – troll idiot itu harus datang disaat seperti ini?!

“Sial kau, vampir…” desis Chanyeol menekan area dada nya yang terluka,

Tanpa diduga kini Chanyeol berusaha memiting lengan Kris dari belakang, Kris berteriak marah. Dasar Alpha male bodoh! Apa dia tidak sadar calon pasangannya sedang dalam bahaya!?

Karena terlalu kesal Kris akhirnya memanjangkan kedua taringnya keluar. Dia terpaksa melakukan ini.

Dengan gerakan cepat Kris menarik paksa rambut Chanyeol, membuat kepala were itu mendongkak kebelakang. Kris merasakan urat nadi were itu yang berdenyut – denyut, kemudian tanpa ragu Kris menancapkan taringnya ke leher Chanyeol.

“Aaaaaaarrrrggh!!” Chanyeol berteriak kesakitan.

Rasa darah panas langsung mengalir di sepanjang lidah Kris, masuk ke kerongkongannya. Selain Luna, baru kali ini Kris merasakan darah seorang werewolf, kepala Kris berdenyut merasakan kekuatan Chanyeol ikut mengalir kedalam tubuhnya. Rasanya seperti disuntik endorphin dosis tinggi. Pahit, tapi Kris tidak bisa menghentikan isapannya. Sudah lama sekali sejak dia menyerap kekuatan iblis lain lewat darah, terutama iblis sekuat Chanyeol, dan sekarang dia lupa diri.

“Kris hentikan!” tiba – tiba Sehun terdengar panik dibelakang nya sambil berusaha menarik tubuh Kris, tapi suara temannya itu terdengar sangat jauh sehingga Kris terus saja memperdalam gigitannya, mengoyak daging leher Chanyeol.

“Jangan gila, Kris!” seru Sehun lagi, “kau bisa membawa bencana untuk seluruh ras vampir kalau kau membunuh seorang Alpha sekarang!”

Mendengar perkataan Sehun akhirnya Kris tersentak sadar, dengan cepat dia mencabut kedua taringnya.

Chanyeol tampak sudah tak sadarkan diri, tapi masih hidup, tubuhnya terkulai lemah dilengan Kris. Kris kemudian melayangkan perhatiannya berkeliling, seluruh anggota klan nya yang ada di tempat itu memandangnya nanar, Kris juga dihadapkan pada tatapan mematikan para kawanan werewolf.

Beberapa detik kemudian semua yang ada di hadapan Kris perlahan menggelap, Kris mendongkak terkejut kearah langit, sinar bulan purnama yang merupakan satu – satunya pencahayaan di padang rumput itu tiba – tiba meredup seolah terjadi gerhana bulan dadakan. Tubuh Kris seketika menegang waspada, begitu juga dengan anggota klan nya yang lain. Para werewolf yang melihat hal itu langsung melolong – lolong gelisah, Kris menutup telinganya kesal, menjatuhkan tubuh Chanyeol ketanah. Apa werewolf – werewolf itu tidak bisa diam?

Selama sesaat mata Kris panik mencari – cari  Luna, tapi yang dilihatnya malah kerjapan aliran listrik berwarna biru terang, lalu sesosok tubuh bertudung gelap muncul begitu saja dihadapannya. Kris mengernyit bingung, apa sosok itu baru saja muncul dengan teleportasi?

Dengan langkah – langkah yang bagaikan melayang sosok itu berjalan mendekati Kris, membuat werewolf dan vampir yang ada diantara mereka menyingkir memberi jalan. Kris mengeratkan genggaman pada belatinya.

“Aku sudah memperhatikan pertempuran ini terlalu lama…” ujar sosok itu dengan suara yang merdu namun menggelegar.

Beberapa meter didepan Kris Sehun menatapnya tegas, seolah dia siap bekerja sama menyerang sosok yang tiba – tiba muncul itu jika kesempatan tiba.

“Tindakan mu sudah keterlaluan, vampir.” Katanya,

“Apa maksudmu?” Kris mundur selangkah,

Kris menyadari tidak seorang pun berani mendekati sosok tersebut, aura yang dipancarkannya terlalu gelap.

“Sebagai salah satu ras iblis tercerdas, seharusnya kau tidak merecoki politik iblis lain,” jawab sosok itu,

“Huh! Ini jelas bukan urusanmu. Apa kau anggota werewolf fansclub atau semacamnya?”

“Bukan,” sosok tersebut berhenti melangkah, “tapi aku bisa jadi anggota fansclub iblis manapun yang membutuhkan pertolongan,”

Setelah berkata seperti itu sosok itupun membuka tudung gelap yang menyelubungi wajahnya.

Sosok itu hanya berupa pemuda kecil berkulit gelap yang terlihat seperti seorang prajurit suku Aztec, tubuhnya yang ramping tanpa senjata dan terlihat lemah, tapi Kris tahu pemuda itu tidak bisa diremehkan sama sekali. Siapapun pasti mengenali pemuda itu, dia adalah Kai, salah satu anggota komisi iblis. Salah satu yang paling tersohor karena kekuatan dan kemampuannya berteleportasi.

“Kai…” desis Kris tidak percaya melihat pemuda dihadapannya, “untuk apa anggota komisi datang kemari,”

Kai tersenyum sombong, pandangannya menyapu sekilas kearah iblis – iblis lain yang mengelilinginya, seolah mereka tidak lebih dari anak – anak konyol dimata Kai.

“Pertanyaan mu akan segera terjawab, vampir,” sahut Kai,

Lalu tiba – tiba saja Kai sudah berteleportasi tepat kehadapan Kris dan dalam sekejap pemuda itu meraih tangannya,

“Sekarang ikut aku ke markas,”

Sengatan aliran listrik yang menyakitkan langsung menjalar menyengat tubuh Kris begitu pemuda itu menggenggam erat tangannya. Kris mengerang menahan sakit, tubuhnya serasa terbakar. Rumor yang pernah didengar Kris tentang kekuatan para anggota komisi ternyata tidak berlebihan. Pertanyaannya adalah, kenapa seorang anggota komisi melakukan ini?

Selama sesaat Kris sempat mendengar teriakan Luna yang samar – samar dari kejauhan, Kris tidak berdaya untuk melihat gadis itu, karena kesadarannya tersedot keluar dari kepalanya secepat kilat. Awalnya Kris berusaha melawan, namun dalam detik berikutnya, kegelapan total menelan Kris.

TO BE CONTINUED

31 thoughts on “[FREELANCE] VAMPIRE’S DEN (Chapter 4)

  1. DAEBAK, KECE, OMEGAT!!!!!!
    Oh no oh no~~~ Twilight versi anak EXO ;_;
    Thor kece sumpah, aduh gatau mau ngomong apa lagi. Buruan di post lanjutannya thor. aku bener-bener nungguin loh. Feelnya dapet sekali pake banget. Doh *o*

  2. Yah, aq ketinggalan jauh bgt y?:/
    Aq pikir anggota komisinya itu Luhan, eh trnyata… Kkamjong #abaikan -_-
    Itu terus nasibnya Chanyeol sama Baekhyun gmn? T.T Jgn bkin mereka mati😦

  3. huaaaaa akhirnya ada jugaa😀
    luna enak banget yaa -,-
    hahhh daebakk thorr ..
    lanjutannya jangan lama2 thor entar aku lumutan #plak😀
    nice ff thor ^^b

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s