[FREELANCE] The Different Love

Author : Ghittaahyo (@Ghittaahyo)

Primary Cast :

–   Kim Min Seok or Xiumin

–   Lee Ilayri (Official Female Cast)

Genre : romance

Lenght : Oneshoot

Rating : PG-13

Writer Note : annyeong chingudeul, Author yang masih pemula ini mau nguji FF yang baru dibikin secara singkat. Terus, ini FF Author yang pertama kali yang pake EXO-M’s member sebagai cast nya >< sebenernya Author sering banget bikin FF tapi, malu buat ngepost.. takut jelek soalnya. Yaudah, happy reading… don’t be silent Readers jebal.. jangan lupa maen-maen ke site ku ghitta88.wordpress.com

Xiumin duduk di bangkunya, seperti biasa, bangku sebelahnya kosong tak tertempati. Karena Xiumin termasuk orang yang disegani di sekolahan. Jadi, banyak yang takut untuk duduk bersamanya. Tak hanya populer karena kekayaan nya, ia juga mempunyai ketampanan yang patut diacungi jempol. Mukanya juga yang baby face, membuatnya sangat-sangat populer di sekolahan. Oke, back to Xiumin. Ia mendengar pembicaraan kedua yeoja yang duduk di belakangnya yang sedang (tak lain tak bukan) bergossip tentang anak baru dari Cina. Mereka mengatakan bahwa anak baru tersebut culun dan gak ada cantik-cantiknya.

Xiumin yang sudah panas mendengar ocehan dari yeoja yang dibelakangnya langsung memukul meja yeoja tersebut.

“hei! kalian tau darimana?” tanya Xiumin dengan nada tinggi

“aa..ann..anniyo..” jawab kedua itu bersamaan. Xiumin mendengus kesal dan memasang headphonenya

“dia kenapa? jangan-jangan dia sudah kenal dengan anak baru itu..” komentar yeoja yang satu

“ah andwae.. Xiumin oppa milik ku” sahut yeoja yang lain dengan manja.

Pelajaran dimulai, sonsengnim pun sudah tiba membawa yeoja berwajah orential Cina dengan rambut hitam kelam dan tubuhnya setara dengan Xiumin, mungkin agak pendek. Xiumin menatap anak itu lekat-lekat, perhatian nya tertarik pada sosok yeoja itu. tapi, agar tetep stay cool, dia mencoba menyembunyikan ketertarikan nya pada yeoja tersebut.

Lee sonsengnim mempersilahkan yeoja itu memperkenalkan dirinya.

“annyeonghasseyo, nan Eroumi Ilayri. As my korean name is Ilayri Lee. Bangapta” salam Layri sambil membungkuk 90o

“wo hen hao!” seru Xiumin. Seisi kelas menatapnya aneh, tak biasanya ia menaruh banyak perhatian pada anak baru, apalagi yeoja. Lee sonsengnim berdehem untuk memecahkan suasana lalu menyuruh Layri untuk duduk di sebelah Xiumin.

Saat Layri duduk, ia tersenyum tipis pada Xiumin. Xiumin membalas tersenyum kecut.

“ehm, can i know your name?” tanya Layri pada Xiumin, Xiumin menatap Layri aneh, ia tak pernah menemukan yeoja seberani Layri yang berani menanyakan nama Xiumin secara langsung padanya. Xiumin berdehem sedikit “naneun Kim Min Seok, but call me Xiumin.”

“Xiumin? Like a Chinese name..” komentar Layri

“is that true? Wow..” Layri mengangguk dan mengambil buku catatan dalam tasnya

~~

Bel Berbunyi.

Xiumin beranjak dari bangkunya menuju kantin. Ia sedang sendirian, karena Luhan sakit, ia menjadi tak mempunyai teman untuk pergi ke kantin. Setelah antri mengambil menu makan siang, bola matanya mencari-cari bangku yang kosong untuk ditempati. Nihil. Tak ada bangku tersisa, mata Xiumin mendapati ada bangku yang terisi hanya satu orang, jadi fix dia duduk di bangku itu.

“excuse, can i shit here?” tanya Xiumin. Yeoja yang duduk di bangku tersebut menoleh dan melemparkan senyum ke Xiumin “hehe, ne” jawabnya

“layri ah” ujar Xiumin pelan “ehem, pergilah dari sini!” perintah Xiumin dengan suara meninggi. Mata Layri membulat “kenapa aku harus pergi?” tanya Layri, bingung.

“pergi saja dari bangku ini, aku tak biasa berbagi dengan seseorang, apalagi dengan yeoja.” Jawab Xiumin datar. Layri menepuk meja kantin keras, matanya menatap Xiumin lekat-lekat “memangnya kau siapa? popular namja? Jadi aku harus ikut sama kau gitu?” suara Layri meninggi, matanya juga mebanyala.

“stay calm. Sudah lah, bawel amat kau ini,” Xiumin menenangkan Layri dengan cara yang salah. “mwo? bawel? Bukankah kau yang bawel?” tanya Layri geram, dan pergi begitu saja. Xiumin menatap Layri seperti ia tak peduli apa yang sedang dikerjakan oleh Layri

“yeoja songong.” Komentar Xiumin pelan. Xiumin melahap makan siangnya, ia selalu memikirkan Layri saat dia tadi marah. Dan terkadang, Xiumin tertawa sendiri akan tindakan bodoh Layri.

Xiumin duduk di bangkunya, bangkunya yang tadi pagi sudah terisi kosong kembali. Gelisah pun menyelimuti benaknya sekarang.

“Layri eoddiseo?” gumam Xiumin dalam hati, ia mengkhawatirkan Layri sekarang. Xiumin menenggelamkan kepalanya di meja kelas. Yeoja yang tadi dibentaknya sekarang ia sukai masa.

~~

Layri tertidur di bangku taman sekolah yang lagi kosong-kosongnya. Karena terlalu enjoy di bangku ini sambil melamun, Layri jadi tertidur pulas keenakan (?)

Seseorang menggoyang-goyangkan badan Layri, membuat Layri terbangun

Layri menguap dan mengejap-ngejapkan mata sipitnya “hoamm.. wae?” tanya layri enteng, “irumi mwoyeyo?” tanya Layri terkejut

“nan Kim Jong Hyun, you are?” tanya Jonghyun balik. Layri agak terkejut melihat muka Jonghyun yang agak kayak dinosaurus “Lee Ilayri, panggil ayri atu Layri” sapa Layri

“airy, nama mu seperti peri..” komentar Jonghyun

Lairy membagi tempat duduk bangku taman dengan Jonghyun yang baru dikenalnya. Jonghyun menurut Lairy adalah chingu baik. Lagipula, Jonghyun juga tampan, tak seperti Xiumin yang hanya tampan tapi sedingin es balokan

“kau kenal Xiumin?” tanya Layri tiba-tiba

“Xiumin? Kenal, dia adalah anak pendiri sekolah ini, nama nya adalah Kim Min Seok kalau tidak salah” Jonghyun mengingat-ingat

“sepertinya dia terkenal sekali, kaya pula.” Komentar Layri pelan

“iya, aku masih heran. Orang sepopuler dia masih belum punya pacar” sahut Jonghyun diikuti tertawaan darinya

“eh, wae? wae kau tertawa?” tanya Layri tidak connect

“aigoo.. lupakan.”

Lairy mengambil tasnya di kelas dan melangkah keluar sekolah, waktu di lobby dia bertemu dengan Xiumin lagi, dan membuatnya agak tak enak hati. Dalam hati, Lairy ingin sekali menghindari Xiumin, tapi kenapa dia selalu dipertemukan oleh Xiumin

“argh.. dia lagi..” ujar Lairy dalam hati saat bertemu Xiumin. Terlihat, Xiumin melambai-lambaikan tanganya ke arah Lairy dan tersenyum lebar saat melihat Lairy.

“Lairy!” seru Xiumin, membuat hati Lairy tergoyah, ia membalikan badanya dan memasang wajah jutek pada Xiumin “wae?” tanya Lairy menjadi dingin

“gwenchanayo? Mianne tentang yang dikantin tadi..” Xiumin meminta maaf, ia menundukan kepalanya.

Lairy menelan ludah, Xiumin berubah 180o sejak tadi di kantin, apa yang membuatnya berubah.

“ah, ye, gwenchana, gamsa udah mau memperhatikan..” jawab Layri sambil tersenyum tipis. Xiumin menghela nafas lega, ia menggandeng tangan Lairy. Tanpa sengaja pipi Lairy menjadi merah, tapi, karena ia masih bisa berpikir ia melepaskan gandengan Xiumin

“mian, aku ada janji.” Jelas Lairy langsung pergi meninggalkan Xiumin begitu saja. Xiumin mengerutkan bibirnya, Layri tampak aneh sekarang, dan membuatnya semakin penasaran. Xiumin mengangkat bahunya dan melangkah lebar kearah parkiran mobilnya.

‘drrtt…drrttt..’

Ponsel Xiumin bergetar, Xiumin menyambar ponselnya dan melihat layar ponselnya dengan seksama. Ada missed  call  dari Chen, teman Xiumin yang dari China. Tanpa berpikir panjang Xiumin menelpon balik Chen

“what?” tanpa menyapa, Xiumin langsung to the point

“tidak, aku hanya iseng menelponmu, seketika aku merindukan mu masa..” jawab Chen

Xiumin mendengus kesal, dan segera menutup telpon nya. Chen tetap saja Chen, ia masih kekanak-kanakan. Xiumin mengegas mobilnya dan bersiap-siap untuk menjalankan mobilnya.

Di perjalanan, ia tak henti-hentinya memikirkan Lairy. Pikiran nya sedang kacau dengan masalah-masalah mantannya dan ditambah lagi pikiran tentang Lairy. Ia melihat jam tanganya, sudah pukul 5 sore.

“sudah jam segini, tak biasanya sekolah sampai jam segini” gumam Xiumin, ia memfokuskan pandangan nya ke jalan lagi dan tiba-tiba…

‘sreeeeett….’ Xiumin mengerem mendadak, ada seorang yeoja pejalan kaki yang melintas tanpa diketahui Xiumin, bisa dibilang Xiumin hampir saja menabrak seorang yeoja. Xiumin keluar dari mobil sportnya untuk mengecek yeoja yang tadi hampir saja ia tabrak tidak apa-apa. saat melihat wajah yeoja itu, Xiumin melongo cengo, ia hampir saja menabrak Layri.

“layri? Layri??” Xiumin menggoyang-goyangkan badan Layri, tanpa pikir panjang ia membopong Layri masuk ke mobilnya.

Xiumin ingin mengantar Layri pulang, tapi, ia tak tau dimana Layri tinggal. Setelah ia lelah mencari alamat di ponsel Layri, ia berpikir untuk membawa Layri ke apartement keluarganya, karena tak mungkin bila Layri dibawa ke rumahnya.

@Xiumin’s Apartement

Xiumin memerintahkan pesuruh-pesuruhnya untuk membopong Layri ke kamar apartement yang kosong. Xiumin juga sudah berhasil mendapatkan telepon Orang Tua Layri. Tapi, Orang tua Layri berkata Layri disana tinggal sendiri disebuah apartement, jadi lebih baik bila Layri tinggal di apartement Xiumin dulu. Xiumin hanya bisa menuruti perkataan orang tua Layri, karena tak ada pilihan lain selain itu.

~~

Layri mengejap-ngejapkan matanya, matahari pagi sudah tampak, meskipun sedikit. Layri mengucek-ngucek matanya, agak sedikit heran, kenapa ia bisa tidur di tempat yang asing begini.

“aaaa!! Aku dimana?” teriak Layri tak tau malu, Xiumin membuka pintu panik, dia mengangkat alisnya “waeyo?” tanya Xiumin, Layri menunjuk-nunjuk muka Xiumin penuh dendam

“nan.. naneun eoddiseo?”

“kau ada di apartementku, kemarin, ehmm, kau kutabrak” jawab Xiumin pelan

“mwo? tabrak? Jadi, aku disini karena kau? Cih.. jangan-jangan kau sudah mengapa-apain aku?!” mata Layri berbinar-binar marah

“whoops.. calm down, aku bukan tipe namja seperti itu,” bantah Xiumin, Layri melihat-lihat sekitar, ia seperti sedang berpikir, “lalu? siapa yang menggantikan aku baju?” tanya Layri tak mau kalah

“pelayan disini” jawab Xiumin singkat, Layri mangut-mangut mempercayai ucapan Xiumin. Ia lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi.

Xiumin pagi-pagi sudah ke apartement ini untuk menjaga Layri agar tak ada sesuatu yang terjadi padanya. Entah kenapa, Xiumin menjadi agak gemas dengan Layri dan menaruh perhatian yang banyak pada Layri. Xiumin juga sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan sarapan untuk Layri.

Layri turun dan duduk di meja makan dimana Xiumin juga duduk, Layri melihat-lihat sekitarnya dengan takjub.

“kenapa kau bisa disini? Apa ini milikmu?” tanya Layri yang masih takjub

“ne” jawab Xiumin singkat, “woow.. bila aku mempunyai namja sekaya raya kau, mungkin aku tak akan menempati apartement kumuh itu lagi..” komentar Layri sekalian curcol ke Xiumin.

Xiumin yang sedang miinum pun tersedak saat mendengar Layri berkata seperti itu, “bisakah kau mengulanginya” pinta Xiumin, Layri menggeleng lemah “itu adalah perkataan yang memalukan, aku tak mau mengulanginya lagi.” elak Layri

“memalukan? Sepertinya, aku tadi mendengar beberapa perkataanmu, dan aku mendengar apartement kumuh, apa maksutmu?” tanya Xiumin

“anniya.. jangan bicara tentang itu lagi!” suara Layri meninggi dan membuat Xiumin diam. Aneh, tak biasanya ia menuruti kemauan seseorang, apalagi yeoja.

“Layri ah.. aku benci mengatakan ini, tapi sepertinya aku harus mengatakan ini secepatnya agar aku tidak sakit hati.” Jelas Xiumin di tengah-tengah sarapan

Layri menatap Xiumin serius, sekarang titik mata Layri hanya Xiumin seorang. apa

“Layri ah, nan choaeyo..” lanjut Xiumin pelan, sepelan-pelanya. Layri melotot, tak mungkin, si Dingin Xiumin menyukainya, sangat mustahil

“jjinja?” tanya Layri tak percaya, Xiumin mengangguk yakin. Layri menunduk untuk berpikir sejenak.

“tapi, apakah kita bisa bersama? Sepertinya, kita sangat jauh berbeda..” jelas Layri.

“berbeda? Apa perbedaan kita?” tanya Xiumin heran

“kau.. adalah anak orang kaya, sedangkan aku adalah pecundang yang sangat beruntung dapat bertemu denganmu.” ujar Layri, tak terasa matanya berkaca-kaca. “see? Lihatlah, aku saja menangis saat berkata seperti itu…” lanjut layri diikuti tertawaanya

“Layri ah, aku tak mengerti, aku menyukaimu apa adanya..” jawab Xiumin seraya mendekati Layri dan memeluk Layri. Layri mematung, sekujur tubuhnya terasa kaku karena dipeluk Xiumin.

“Saranghae Lee Ilayri..” bisik Xiumin

~~~~~THE DIFFERENT LOVE~~~~
ghitta88.wordpress.com

2 thoughts on “[FREELANCE] The Different Love

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s