TRUE LOVE (Chapter 2)

TL 

Title : True Love (Chapter 2)

Author  : Jellokey

Main Cast  :

Kim Jong In (Kai EXO-K)

Oh Sehun (Sehun EXO-K)

Luhan (Lu Han EXO-M)

Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

Kang Jeo Rin (OC)

Shin Min Young (OC)

Support Cast  :

Wu Fan (Kris EXO-M)

Park Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

Do Kyungsoo (D.O EXO-K)

Byun Baekhyun (Baekhyun EXO-K)

Kim Min Ra (OC)

Jang Mi Sun (OC)

and others

Length   : Chaptered

Genre  : Romance, Family, School Life

Rating : PG-15

“Apa yang kau lakukan?”

Min Young terkejut melihat orang yang memayunginya.

“Sunbae..”

“Apa yang kau lakukan?” ulang orang itu yang ternyata adalah Sehun.

“Aku sedang menuggu taksi, Sunbae.”

“Pegang ini.” Sehun mengisyarakatkan Min Young untuk memegang payung.

“Ne?”

“Pegang sebentar.” Sehun mengambil jaketnya setelah Min Young Memegang payung.

“Pakai.”

‘Apa ini benar-benar terjadi?’ batinnya.

“Kau kedinginan.” Min Young mengambil jaket itu dan memakainya.

“Khamsahamnida, Sunbae.”

“Kau takkan mem\nemukan taksi kalau menuggu di sini. Ikuti aku.” Sepanjang jalan mereka hanya diam. Sampai Sehun menghentikan langkahnya.

“Lain kali kalau mau mencari taksi kau harus menunggu di sini.”

“Ne,. Khamsahamnida, Sunbae.” Tak lama kemudian ada taksi yang melintas dan Sehun langsung menyetopnya. Lalu Min Young masuk ke dalam taksi.

“Sunbae tidak naik?”

“Ani. Aku naik bus. Jalan, ajjushi.” Kata Sehun pada supir taksi.

Min Young memandangi Sehun dari kaca belakang taksi.

“Ajjushi, tolong  mundur ke tempat tadi.” Min Young membuka kaca jendela begitu taksi berhernti tepat di tempat Sehun.

“Khamsahamnida, Sunbae.” Kata Min Young lalu tersenyum.

“Jalan, Ajjushi.”

‘Ada apa denganku?’ Sehun memegang dada kirinya.

……………

Setiap hari Jeo Rin selalu berangkat dan puang sekolah bersama Suho. Terkaang ia pulang sendiri kalau Suho ada kelas tambahan. Jeo Rin dan Suho juga sering menghabiskan waktu istirahat bersama di taman belakang sekolah yang mereka pikir hanya mereka yang mengetahui tempat itu. Seperti sekarang, Jeo Rin yang hendak menemui Suho menghentikan langkahnya karena ada yang menghalangi jalannya.

“Minggir.” Kata Jeo Rin datar.

“Hoobae yang tidak sopan.” Kata namja itu yang ternyata adalah Kai. Jeo Rin menghela nafas.

“Minggir, Sunbae.”

“Jadi, kau yeojachingunya Kim Suho?” Kai mengamati Jeo Rin lalu melihat nametag Jeo Rin.

“Kang Jeo Rin. Nama yang cantik sama seperti pemiliknya.”

“Bisakah sunbae menyingkir sekarang? Aku buru-buru.”

“Ah.. Kau harus menemui Suho, ya?” tangan Kai bergerak mengelus pipi Jeo Rin yang langsung ditampik Jeo Rin.

“Jangan sentuh aku.” Entah kenapa Jeo Rin merasakan aura tidak enak dari Kai.

“Kau cantik kalau seang marah, tapi akan lebih cantik kalau kau tersenyum.”

“Aku membuang-buang waktuku meladeni orang gia sepertimu. Minggir…”

“Baiklah. Selamat bersenang-senang dengan Suho.” Kata Kai dengan senyum yang tak bias diartikan. ‘Nikmati waktumu yang tersisa dengan Suho, Jeo Rin. Kupastikan tak lama lagi kau akan menjadi milikku.’ Batin Kai.

……………

Sejak hari itu, Kai selalu mengganggu Jeo Rin. Hanya saja ia tidak melakukannya apabila ada Suho. Sekarang, Kai yang sedang bersama Kris dan Chanyeol di cafeteria hanya memandangi Jeo Rin yang sedang menikmati orange juicenya.

“Belakangan ini kau aneh, Kai.” kata Chanyeol.

“Maksudmu?’

“Frekuensi permainanmu berkurang.” Kris menimpali. Kai hanya tersenyum melihat temen-temannya.

“Kalian akan tah setelah melihat ini.” Kai berdiri dan be4rjalan menuju meja Jeo Rin. Chanyeol dan Kris hanya memandangi Kai dari meja mereka seakan sudah tahu apa maksud Kai.

………….

“Kau tidak bersama Suho?” Jeo Rin mendengus kesal ketika mendengar sura yang belakangan ini mengganggunya.

“Bukan urusanmu.”

“Kau cuek sekali.”

“Kau tidak punya kerjaan lain selain menggangguku?” kesabaran Jeo Rin habis.

Misun-ah, ayo kita ke kelas.” Langkah Jeo Rin terhenti karena Kai menahan tangannya.

“Kenapa pergi? Padahal minumanmu belum habis.”

“Karena kau menggangguku. Lepaskan tanganku.”

“Tidak, sebelum duduk di sini menemaniku.”

“Lepas!”

“Lepaskan tangan Jeo Rin!” terdengar suara lain yang membuat Kai melepaskan tangannya.

“Oppa?”

“Dan kuperingatkan jangan pernah kau mendekati Jeo Rin.”

“Aku hanya ingin berkenalan dengan hoobae kita yang canti ini.” Kai tersenyum pada Jeo Rin.

“Kalau begitu aku permisi.” kata Kai lalu menepuk pundak Suho. Suho terdiam di tempat. Ia berpikir kenapa Kai mendekati Jeo Rin.

“Oppa, sudah bel. Ayo, kita ke kelas. Kajja, Misun-ah.”

…….

Sekolah sudah mulai sepi. Begitu bel pilang sekolah berbunyi semua murid langsung bergegas pulang. Tapi tidak dengan Min Young. Ia sedang menunggu seseorang di gerbang sekolah. Bahkan ia menyuruh supirnya untuk tidak menjemputnya.

‘Aku harus mengembalikan jaket Sehun sunbae.’ batinnya. Dan saat itu motor sport Lu Han berhenti di depan Min Young.

“Kau tidak dijemput, Young?” tanya Lu Han begitu membuka helmnya. Sia-sia usahanya menjauhi Min Young karena ia tidak bisa.

“Oppa? Ani, aku tidak dijemput. Kenapa sepertinya oppa menghindariku belakangan ini?”

“Aniyo. Oppa tidak menghindarimu. Ini tahun terakhir oppa, jadi oppa harus fokus untuk ujian akhir.” Jawab Lu Han bohong.

“Oppa, kau tahu beberapa hari yang lalu Kai minta maaf padaku.” ‘Jadi, waktu itu Kai minta maaf? Cara minta maafmu berlebihan, Kai.’ batin Lu Han.

“Lalu?”

“Aku memaafkannya. Rasanya setelah memaafkan Kai kejadian itu seperti tidak pernah ada.”

“Baguslah kalau begitu.”

“Kajja, oppa antar kau pulang.” Min Young melihat ke dalam sekolah, berharap Sehun muncul.

“Kau menunggu seseorang?” Min Young menggelengkan kepalanya.

“Kajja, oppa.”

……………..

Saat ini Min Young sedang berada di perpustakaan. Hanya sesekali ia ke cafetaria bersama Jeo Rin, Min Ra, dan Misun. Alasannya, dia memang suka membaca buku baik novel ataupun yang berkaitan dengan pelajaran dan hanya di perpustakaan dia bisa lebih sering melihat Sehun. Min Young sedang berusaha untuk mengambil buku yang menarik untuk dibacanya. Walaupun dia sudah berjinjit, Min Young tetep tidak bisa untuk mengambil buku itu. Tiba-tiba saja ada tangan lain yang mengambil buku itu. Min Young mandongakkan kepalanya melihat siapa yang mengambil buku itu. Dan saat itu jantung Min Young langsung berdegup kencang. Sehun memberikan buku itu pada Min Young.

“Khamsahamnida, Sunbae.” Sehun mengangguk lalu pergi. Min Young langsung mencari tempat duduk untuk membaca buku. Dan kali ini ia mengambil tempat duduk yang jaraknya dekat dengan Sehun. Min Young membuka bukunya, tapi ia tidak bisa konsentrasi sama sekali. Ia terus mencuri pandang ke arah Sehun.

‘Apa aku mengungkapkan perasaanku sekarang? Tapi ini bukan styleku, mengungkapkan perasaan pada namja. Tapi aku menyukainya. Eoteokhae?’

‘Lupakan gengsimu, Min Young.’ Min Young bergelut bengan batinnya.

‘Tapi bagaimana kalau aku ditolak?’ Min Young manghela napas.

‘Aku harus mencoba. Ditolak atau  tidak, masalah belakang.’ batin Min young. Min Young mengambil kertas dan pena yang ada di atas meja. Ia menulis sesuatu di sana lalu melipat kertas itu.

“Ssst… Sunbae.’ panggil Min Young pelan. Ia langsung menyerahkan kertas itu begitu Sehun menoleh padanya dengan wajah dinginnya. Sehun mengambil kertas itu dan membaca tulisan Min Young.

“Aku menyukaimu, Sunbae.” Sehun mengambil pena, menulis balasan dan menyerahkan kertas itu pada Min Young.

“Lalu?” Itu balasan Sehun. ‘Perasaanku tidak enak.’ batin Min Young. Min Young menghela napas panjang, menulis balasan untuk Sehun.

“Bolehkah aku menjadi yeojachingumu?” Kalau Min Young memperhatikan Sehun saat ini pasti pasti ia bisa melihat senyum Sehun. Ya… saat ini Sehun sedang tersenyum. Sayangnya, Min Young lebih memilih melihat bukunya. Sebenarnya Sehun ingin tertawa. ‘Biasanya orang yang menyatakan perasaannya padaku mengatakan “maukah oppa menjadi namjachinguku?”, tapi yeoja in tidak.’ batin Sehun. ‘Kenapa Sunbae lama sekali? Apa ia sedang mencari kata-kata yang sadis untuk  menolakku?’ batin Min Young gusar. Sehun menyerahkan balasan untuk Min Young.

“Temui aku di atap sekolah setelah bel pulang nanti.” ‘Apa Sunbae mau menolakku?’ Min Young menyerahkan kertas pada Sehun setelah menulis sesuatu di sana.

“Aku akan mengembalikan jaket sunbae nanti.” Sehun tersenyum tapi tidak dilihat Min Young lagi. Ia melipat dan memasukkan kertas itu ke saku blazernya.

………….

Author POV end

 

Sepulang sekolah

 

Sehun POV

Aku tidak menyangka kalau yeoja itu, Shin Min Young menyukai. Aku mengetahui namanya karena ia menarik perhatian namja yang ada di sekolah ini dan ia yeoja yang digosipkan dekat dengan Lu Han. Dia juga menarik perhatianku sejak pertama kali aku melihatnya di perpustakaan. Dibandingkan dengan Lu Han aku tidak ada apa-apanya. Semoga saja gosip itu tidak benar. Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini pada yeoja manapun. Jantungku selalu berdegup kencang setiap melihatnya. Entah apalagi yang kurasakan kalau berada di dekatnya.

“Sunbae..” Aku membalikkan badanku begitu mendengar suaranya. Aku memasang wajah dinginnku yang sebelumnya tersenyum.

“Apa jawaban Sunbae?” tanyanya khawatir.

“Apa kau mengenalku?”

“Ne. Nama sunbae Oh Sehoon, kelas XII-A. Sunbae orang yang berprestasi di sekolah ini. Sunbae sangat populer di kalangan yeoja. ‘Baiklah. Itu sudah cukup.’ batinku.

“Lalu kenapa kau menyukaiku?”

“Apa harus ada alasan untuk menyukai seseorang?” tanyanya.

“Aku hanya ingin tahu kenapa kau menyukaiku.”

“Aku tidak tahu. Pertama kali melihat sunbaeada sesuatu yang berbeda yang tidak pernah kurasakan dengan namja lain. Aku tidak bisa menggambarkan perasaanku begitu melhat sunbae.”

“Hanya itu?” Dia merasakan hal yang sama sepertiku.

“Karena sunbae tampan.” katanya disertai tawa.

“Aku memang tampan.”

“Jadi, apa jawaban sunbae?” Aku berjalan mendekatinya, menyisakan jarak hanya beberapa senti. Aku berdeham dan melihat nametagnya.

“Shin Min Young, jangan berbicara sebelum aku selesai bicara.”

“Aku….” Kulihat Min Young menundukkan kepalanya. Aku mengangkat dagunya agar bisa melihat wajah yang selalu memenuhi kepalaku. Tapi Min Young malah memejamkan matanya. Tanganku beralih mengelus pipinya. Aku pasti sudah gila karena yang kulakukan malah mendekatkan wajahku ke wajahnya dan mencium bibirnya.

“Sun..bae..” katanya terbata dengan pipi merona setelah aku mencium bibirnya.

“Aku menyukaimu. Maukah kau menjadi yeojachinguku?” wajahnya terkejut begitu aku selesai bicara. Detik berikutnya dia memelukku dan aku membalas pelukannya.

“Jadi apa jawabanmu?” Se Hun melepas pelukannya dan menatap mata Min Young.

“Sunbae sudah tahu kalau aku menyukai sunbae. Aku mau jadi yeojachingu sunbae.”

“Aah.. Ini jakrtmu sunbae. Khamsahamnida.” Min Young menyerahkan kantong kertas pada Sehun.

“Untukmu saja.” Sehun memakaikan jaketnya pada Min Young.

“Sebagai tanda kau telah menjadi milikku mulai hari ini.” Lagi-lagi Sehun membuat pipi Min Young merona.

“Sunbae… ucapan Min Young terputus.

“Sekarang kita resmi pacaran, jangan memanggilku sunbae atau panggilan formal lainnya.” Min Young tampak berpikir.

“Sehunnie, oppa?”

“Terserah, asal jangan panggilan formal. Kajja, kita pulang.” Aku berjalan lebih dulu dan Min Young mengikutiku dari belakang.

Sehun POV end

Author POV

Saat hampir mencapai gerbang sekolah Sehun menghentikan langkahnya.

“Ada apa, oppa?” tanya Min Young begitu berada di samping Sehun. Sehun lalu menggenggam tangan Min Young.

“Begini lebih baik. Kau dijemput?”

“aku tidak dijemput, oppa. Aku mau naik bus dengan oppa.”

“kau yakin?”

“Ne. Apa tidak boleh?” Sehun tampak berpikir. Ia yakin Min Young pasti tidak pernah naik bus.

“Oppa?” Min Young menatap penuh harap pada Sehun.

“Baiklah.”

……………….

Sehun menunggu Min Young di gerbang sekolah mereka. Ia tersenyum begitu Min Young sampai sekolah dan berjalan ke arahnya. Mungkin sebentar lagi Min Young akan mengetahui seperti apa namjachingunya.

“Bagaimana tidurmu semalam?”

“Nyenyak, oppa,” Sehun menggenggam tangan Min Young dan berjalan memasuki sekolah.

“Ada apa?” Sehun membalikkan tubuhnya karena Min Young hanya diam di tempat. Min Young melihat tangannya yang digenggam Sehun.

“Biarkan seperti ini. Aku tidak ingin melihat ada namja yang menatapmu dengan tatapan memuja karena sekarang kau milikku, Youngie.” Perkataan Sehun tadi sukses membuat pipi Min Young merona.

“Kajja!” Mereka melanjutkan perjalanan mereka tapi langkah mereka terhenti lagi karena ada yang memanggil Min Young.

“Min Young!”

“Kai!” Sehun menatap tajam pada Kai yang dibalas tatapan tajam juga dari Kai.

“Kenapa kau bisa bersama orang ini?”

“Dia punya nama, Kai. Oh Sehoon namanya.” Min Young menatap sebal pada Kai.

“Terserah. Wae?”

“Itu karena…..”

“Dia yeojachinguku. Kami pacaran>” Sehun memotong ucapan Min Young

“Mwo?”

“Wae? Apa kau berencana mendekati Min Young? Buang jauh-jauh pikiranmu itu. Karena aku tidak akan membuarkan namja manapun mendekati Min Young, apalagi namja sepertimu.” Sehu menarik Min Young meninggalkan Kai.

“Lu Han… Apa dia sudah tahu?” Kai memandangi Min Young yang berjalan dengan Sehun.

……………..

Kabar Sehun dan Min Young yang pacaran sudah menyebar layaknya virus di EXO high School. Sehun yang menolak banyak yeoja berpacaran dengan Min Young yang dikagumi muri namja di EXO High School menjadi hot issue.

“Min Young, apa gosip itu benar?” tanya Min Ra saat mereka baru kelluar dari ruang ganti. Kelas mereka baru sajaselesai pelajaran olahraga.

“Ne, Ra-ya.” jawab Min Young malu-malu.

“Chukkae, Young-ah. Bagaimana bisa kau meluluhkan sunbae dingin itu?” tanya Min Ra antusias.

“Sehun oppa juga menyukaiku. Kau tahu, aku sangat takut ditolak waktu itu.” Tanpa mereka sadari Lu Han mendengar percakapan mereka dari awal. Lu Han memutuskan bolos dari kellasnya begitumendengar gosip itu. Dan kenyataan yang ia dapat adalah gosip itu benar adanya. Lu Han melangkahkan kakinya menuju lapangan basket indoor. Lu Han melampiaskan kemarahannya di sana. Berkali-kali ia mencoba memasukkan basket ke dalam ring tapi selalu gagal.

“Kenapa kau tidak pernah melihatku, Min young? Apa kau tidak bisa mengartikan perhatianku padamu selama ini?”

“Aku menyukaimu..”

“Aku mencintaimu, Min Young….”

“Arrrgh……” Lagi. Bola yang dilempar Lu Han tidak masuk ke dalam ring. Selang beberapa detik kemudian ada bola lain yang masuk ke dalam ring.

“Seharusnya kau mengattakan perasaanmu pada Min Young sebelum ia menjadi  milik orang lain.” Lu Han mengenali suara ini.

“Apa kau mau menertawakanku, Kai?”

“Tidak, Lu Han. Aku hanya ingin kau tahu kalau kau masih punya tempat untuk berbagi. Kau masih punya aku. Aku tahu kalau kau tidak pernah memberitahu kalau kau menyukai Min Young pada Sehun dan Suho.”

Apa Min Young akan menjadi milikku kalau aku mengungkapkan perasaanku pada Min Young sejak awal aku melihatnya?”

“Aku tidak tahu. Tapi aku yakin saat itu dia pasti menerimamu.”

“Apa yang harus kulakukan sekarang? Orang yang menjadi namjachingu Min Young adalah temanku sendiri.”

“Kau mencintai MinYoung?”

“Kau mengenalku, Kai. Dan kau sudah mendengarnya tadi.”

“kalau begitu relakan Min Young dengan Sehun.”

“Mwo?”

“Kau mencintainya kan? Relakan dia, Lu Han.” Lu han berpikir sebentar, detik berikutnya dia tertawa.

“Hahaha…. Aku baru tahu kalu namja playboy sepertimu punya pemikiran seperti itu.” Kai juga ikut tertawa.

“Aku juga punya perasaan.”

“Jadi…. apa kita sudah berteman sperti dulu?” tanya Kai. Ia sangat berharap bisa berteman lagi dengan Lu Han.

“Ne, karena kau sudah memberi saran yang bagus. Aku akan mencobanya.”

“Kenapa kau membolos?” tanya Lu Han.

Seonsangnim yang mengajar sudah tua dan tidak cantik. Membuatku tidak semangat.”

“Dasar..”

…………

Min Young benar-benar keterlaluan. Dia tidak memberitahuku kalau dia sudah jadian dengan Sehun oppa. Aku malah tahu dari murid-murid yang bergosip di kelaskku. Dan saat ditanya ia hanya menampakkan wajah tidak berdosanya. Tapi bagaimana dengan Lu Han oppa? Aku tahu dia menyukai Min Young dari cara dia menatap dan memperlakukan Min Young. Dan sekarang dia meninggalkanku pulang. Padahal aku mau mengajaknya ke mall. Suho oppa masih ada kelas tambahan, satu jam lagi baru pulang. Jeo Rin terus berkata-kata dalam hati. “Aku malas cepat sampai rumah.” Jeo Rin mengambil handphonenya.

To: Suho Oppa

Oppa, aku menunggumu pulang..

“Satu jam. Apa yang bisa kulakukan di sekolah? Aku bukan yeoja seperti Min Young yang tahan membaca buku. Sepertinya berenang ide yang bagus.” Jeo Rin melangkahkan kakinyamenuju kolam renang indoor. Saat ini sekolah sudah sepi. Dan tidak ada murid EXO High School yang mau berenang kecuali di jam pelajaran olahraga.

…………….

@ indoor swimming pool

Jeo Rin langsung berenang begitu ia selesai mengganti baju. Yeoja ini sangat suka berenang. Ia sangat menikmati saat-saat ia berenang seperti ini. Ia merasakan keberadaan orang lain di kolam selain dirinya tapi buru-buru ia tepis. Jeo Rin berhenti di pinggiran kolam, tiba-tiba seseorang muncul di depannya. Mengibaskan rambutnya yang basah.

“Neo!”

“Hai..” Orang itu adalah Kai.

“Kau mengikutiku?”

“Ani, aku hanya ingin berenang.” Kalimat ini jelas sekali Kai berbohong. Ia memang mengikuti Jeo Rin.

“Aku pikir kau memakai bikini.”

“Michisseo. Kau membuat moodku untuk berenang hancur.” Jeo Rin hendak pergi dari tempat itu tapi Kai sudah lebih dulu mengunci tubuh Jeo Rin.

“Walaupun kau memakai pakaian renang tertutup aku tahu kau mempunyai tubuh yang ‘wow’.”

“Kau  mesum!” Kai menyeringai. Satu tangan Kai melingkar di pinggang Jeo Rin, menarik Jeo Rin merapat pada Kai. Jeo Rin membulatkan matanya.

“Ekspresimu benar-benar menggoda, baby.” Bisik Kai di telinga Jeo Rin. Sekuat tenaga Jeo Rin mendorong Kai dan dia berhasil melepaskan diri dari Kai.

“Lupakan hal tadi. Aku tidak ingin kau menganggapku namja yang mesum.”

“Kau memang mesum.”

“Aku ingin menantangmu. Sepertinya kau pandai berenang.” Jeo Rin nampak tertarik dengan tantangan Kai.

“Apa?”

“Berenang bolak-balik kolam ini. Siapa yang tercepat dia pemenangnya.”

“Hanya itu? Baiklah.”

“Tentu saja tidak semudah itu. Yang menang bisa meminta apapun dari yang kalah.”

“Kau mengajakku bertaruh?” Kai menganggukkan kepalanya.

“Kalau aku menang kau harus kencan denganku.”

TBC

23 thoughts on “TRUE LOVE (Chapter 2)

  1. Luhaaaannnn yang sabaaarrr, hahahahaa
    Kai optimis gak mau nyerah…
    Semangaaattt bad boy…
    Sehunnie congratu, semoga langgeng, hihihihi

  2. Anyeong aku readers baru KimLie-a udah comment chap 1 di exo fanfic mau buka partb2 gak bisa di situ nempel gitu thor? -___-
    jd nya ngubek2 deh ‘_’
    Wihh makin keren cerita nya, Haiiss kai jd ngerti soal cinta hehehe..
    pasti kai berubah jd nappeun namj karna ada sesuatu hal deh

  3. Luhan jd Pelampiasan (?) mulu deh, melas banget., kasian jga., pdhal d ‘I Love You, My Little Girl’ itu Luhan lumayan sjahtera (?) lho sma Min Young.,
    Itu si HunYoung enak bgt y jdi coupel.ny,, pngen deh kyak gtu sma si Bias 1-5..
    Satu kata 4 huruf bwt Kkamjong = RESE’.. -_-

    Oh y thor., mian, dlu pas prtama bca FF neo, aq cma jd SiDer .. Soal.ny, dlu ada data (buat comment) yg aq nggak tau ngsi.ny pke’ apaan, sumvah deh aq gak modus koq, aq jjur, pdahal comment yg pngen aq utara.in uda ada, uda aq siapin *ngerti kan ya?*., but now aku udah tobat , soal.ny aq uda tau cra ngisi.ny.! Yey, Sasha tmbah pinter *apa ini? abaikan -_-*😀

  4. Kerasa gampang banget ya cinta nya min young???
    Kenapa luhan bisa gak jodoh ama min young,, KARENA emang fina gak mau luhan jadi ama dia XDD gak keliatan scene Luhan-MinYoung .

    Apa-apaan itu,,, Ide nya Kai ,, nyuruh Luhan nge-lepasin MinYoung,, Sedangkan dirinya sendiri mau ngerebut Jeo Rin dari Suho!!!
    Aiiishh! Kai udah gak waras disini >///<
    Udah Viktor mulu bawaan nya,, bukan Bad Boy lagi ini mah,,, udah Bitch Boy hahahah
    Siapa yang menang yaa lomba renang nyaaa????

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s