[FREELANCE] Beautiful Target (Chapter 2)

Beautiful Target (Chapter 2)

Author : @ghinaga

Main Cast :

Park Chanyeol (Exo-K)
Lee Hae Yoon (OC)

Support Cast : All member Exo-K

Length : Multi-Chapter

Genre : Romance, Friendship

Rating : Teen

“..apa maksudmu ?” tanya Hae Yoon. Suaranya agak bergetar, ia tak menyangka Chan Yeol akan berkata seperti itu.

Chan Yeol terdiam, ia baru sadar. Tadi ia telah menyatakan perasaannya pada Hae Yoon. “bagaimana ini ??”

“kau..”

“aku hanya bercanda..” potong Chan Yeol. Ekspresi wajahnya berubah secepat kilat. Ia menyelipkan tawa dalam kalimatnya agar Hae Yoon tak mencurigainya.

Hae Yoon menghela napas lega. Ia tak tahu bagaimana harus menyikapi Chan Yeol jika ‘pelatihan’ itu benar-benar Chan Yeol minta.

“tapi, sepertinya bagus juga..” tambah Chan Yeol. Nalarnya bekerja, seandainya Hae Yoon mengiyakan pelatihan itu dan menjadi kekasih Chan Yeol walau hanya berakting, itu merupakan keajaiban untuk Chan Yeol.

“apa harus ?”

“kalau iya, apa kau mau ?”

“demi pekerjaan, akan ku lakukan segalanya.”

*

Chan Yeol sedang memilih baju apa yang akan ia kenakan saat kencan pertamanya denga Hae Yoon, ya.. walau ini hanya pura-pura.

Baek Hyun memperhatikan Chan Yeol yang sedang sibuk memilih pakaian, sementara ia sedang membaca majalah di kasurnya.

“mau kemana ??” tanya Baek Hyun yang berhenti membaca majalah karena terganggu dengan aktivitas Chan Yeol.

“kesuatu tempat.”

“jangan bilang kau berkencan ??”

“hei, bagaimana dengan baju ini ? apa aku terlihat keren ??” sela Chan Yeol mengalihkan pembicaraan.

“kau belum menjawab pertanyaanku..”

Chan Yeol segera merapikan pakaiannya tanpa menanggapi Baek Hyun. Sebelum Baek Hyun bisa bertanya lagi, Chan Yeol sudah mengatakan, “aku pergi, mungkin akan pulang terlambat.”

Baek Hyun hanya melihat pintu yang telah tertutup. Pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dibenaknya. Tapi, yasudahlah.. biarkan Chan Yeol bahagia.

**

Chan Yeol memarkirkan mobilnya. Ia turun dari mobil dengan tergesa-gesa sambil memastikan jam. Ia terlambat selama 10 menit.

Ia sedikit berlari, kekhawatiran nampak jelas diwajahnya. Apa Hae Yoon masih menunggunya ?

Seorang yeoja telah menunggu tepat ditepi sungai. Ia sedang memandang jauh. Chan Yeol merasa lega. Yeoja yang mengenakan jaket kulit warna coklat, dengan mini dress pink rose dan stocking coklat gelap yang dipadukan dengan knit berwarna krem serta boots coklat itu masih menunggunya. Yeoja itu benar-benar menikmati musim gugur, dan itu sangat cocok untuknya.

Chan Yeol mengatur napasnya, ia berjalan dengan tenang menghampiri Hae Yoon. Dengan mantap ia memegang pundak Hae Yoon. Hae Yoon pun menoleh, lalu tersenyum manis pada Chan Yeol.

Jantungnya berdegup cepat. “kenapa ia bisa secantik ini ??”

“Baiklah, kita mulai darimana ??” tanya Hae Yoon dengan lembut. Pertanyaannya membuat Chan Yeol tersadar.

“ah ? bagaimana kalau kita ikuti naskah ?”

“kau yakin ??”

Chan Yeol mengangguk mantap. Hae Yoon hanya bisa menuruti Chan Yeol. Ia kira Chan Yeol tidak akan mengikuti nasakah, karena pada cerita itu Hae Yoon adalah yeoja yang dengan terpaksa berada disamping Yeol. Sedang Chan Yeol, berperan sebagai seorang namja yang berhati baik, romantis, dan tulus mencintai si tokoh wanita.

Adegan ini dimulai dari Ji Hye, yang diperankan sementara oleh Hae Yoon, dan Chan Yeol yang memerankan dirinya sendiri sedang melihat-lihat keindahan sungai han.

“sebelum berakting. Aku minta kau melakukan segalanya dengan natural. Anggaplah aku ini memang kekasihmu. O, ya kurasa akan lebih baik kalau kita tidak mengikuti dialog yang ada dinasakah, hanya mengikuti watak tokoh dan beberapa situasi yang ada.”

“tentu aku akan melakukan semuanya dengan tulus. Aku akan menganggapmu sebagai kekasihku, bahkan aku akan menjadikan mu kekasihku..”

“aku akan berusaha keras memainkan peranku dengan baik. Jadi, mari kita mulai..”

Chan Yeol berjalan menyusuri tepi sungai han sambil menggenggam tangan Ji Hye yang sedang diperankan oleh Hae Yoon. Sebenarnya mereka masih agak canggung dengan peran masing-masing, tapi yang ada dipikiran Hae Yoon hanya, ‘ini demi pekerjaan. Tidak lebih’ sementara Chan Yeol menikmati keadaan.

Mereka sudah berjalan cukup jauh, hingga pada akhirnya Chan Yeol menghentikan langkahnya lalu melepas genggamannya. Tentunya Hae Yoon bertanya-tanya. Ia menatap Chan Yeol seolah mencari jawaban atas tindakannya.

“aku bosan. Bagaimana kalau kita makan ?” kata Chan Yeol pada akhirnya. Nada bicaranya sangat lembut, sepertinya akting Chan Yeol membaik atau ini bukan akting ??

Hae Yoon hanya menganggukan kepalanya. Karena, jika tokoh Ji Hye ditanya seperti itu pasti responnya hanya menganggukan kepala seperti yang Hae Yoon praktekkan.

***

Suasana semakin membaik. Mereka mulai tak canggung memerankan tokoh masing-masing. Hae Yoon juga sudah larut dengan perannya sebagai Ji Hye, yeoja yang merasa kasihan pada Chan Yeol, makanya ia mau diajak jalan bersama Chan Yeol dan melakukan aktivitas seperti sepasang kekasih, walau selama ini tak ada ketulusan dari hatinya tak ada kasih sayang atau cinta untuk Chan Yeol dari lubuk hatinya. Padahal Chan Yeol sangat menyayangi Ji Hye dan tulus mencintainya. Begitulah kira-kira penggambaran tokoh Ji Hye dan Chan Yeol dalam mini drama itu.

Kini mereka sedang jalan-jalan didaerah Myungdong. Hae Yoon melihat penjual gulali, ia segera menghampiri penjual itu dan membeli satu gulali.

“kau mau ?” tanya Hae Yoon sambil menyodorkan gulali.

Chan Yeol hanya menggeleng sambil tersenyum lembut. “kau saja..”

Mereka pun meninggalkan stand penjual itu. Langkah kaki mereka sama, walau tak disengaja mereka berjalan sejajar seperti sepasang kekasih sungguhan.

Chan Yeol terus memandang lurus. Hae Yoon mulai bosan karena dirinya tak diperhatikan, ia pun mulai menggoda Chan Yeol dengan menyodorkan gulali tepat didepan mulutnya.

Saat Chan Yeol akan memakan gulali itu Hae Yoon segera menariknya kembali. Lalu, tersenyum. Chan Yeol hanya memandang Hae Yoon yang terlihat puas menggoda Chan Yeol. Hae Yoon kembali menyodorkan gulali, dan lagi-lagi saat Chan Yeol akan memakannya Hae Yoon menariknya. Chan Yeol mulai kesal, ia memasang wajah cemberut lalu berjalan mendahului Hae Yoon.

Hae Yoon yang merasa ditinggalkan segera menyusul Chan Yeol, lalu menyodorkan gulali sambil tetap berjalan seirama. “ayolah..” bujuk Hae Yoon.

Melihat raut wajah Hae Yoon, Chan Yeol pun memakan gulali itu. Tapi, dengan wajah isengnya, lagi-lagi Hae Yoon menarik gulali dan membuat Chan Yeol menghela napas. Hae Yoon tertawa puas. Tak tahan melihat sikap Hae Yoon, Chan Yeol berusaha merebut gulali yang ada digenggaman Hae Yoon. Hae Yoon berusaha menghindari Chan Yeol dan melindungi gulalinya. Hingga Chan Yeol menyerah dan Hae Yoon tertawa puas.

****

Hari yang indah. Itulah kesan yang ada dihati Chan Yeol untuk hari ini. Ia sedang senyum-senyum sendiri sambil merebahkan tubuhnya dikasur. Baek Hyun baru saja memasuki kamar mereka. Ia tercengang melihat Chan Yeol yang sedang senyum-senyum sendiri sambil menatap atap kamar mereka.

“Chan Yeol-ah. Apa yang kau lakukan ??” tanya Baek Hyun sambil menutup pintu kamar. Ia mulai menghampiri Chan Yeol lalu duduk disampingnya.

“kau tahu ? hari ini sangat luar biasa..” jawab Chan Yeol sambil memeluk bantal dengan erat.

“apa yang terjadi ? ayo ceritakan..”

Chan Yeol melirik Baek Hyun. “suatu saat kau akan tahu. Tapi, sekarang bukan waktu yang tepat..” jawab Chan Yeol.

“huh. Sejak kapan kau memiliki rahasia ?? aku merasa curiga..”

Seseorang membuka pintu kamar mereka. Ternyata Suho.

“cepat keluar. Ada manager, katanya ada yang ingin dibicarakan..” perintah Suho lalu meninggalkan kamar mereka.

Chan Yeol dan Baek Hyun segera keluar dari kamar dan ikut berkumpul bersama yang lain.

Manager : “ada yang ingin kubicarakan..”

Suho : “apa itu ? kami sudah berkumpul semua.”

Manager : “soal mini drama kalian..”

Chan Yeol : “ada apa dengan mini drama kami ??”

Manager : “syuting akan ditunda untuk sementara..”

Chan Yeol, Kai, Baek Hyun : “mwo ?!”

Manager : “mini drama kalian akan dihentikan untuk sementara proses pengambilan gambarnya. Karena, Sutradara Lee harus melakukan promo untuk film terbarunya yang akan dirilis hari Minggu ini.”

Kai : “Sutradara Lee harus melakukan promo ?? lalu, bagaimana kelanjutan mini drama kami ?”

Manager : “tidak akan lama, kok. Sutradara Lee hanya mengambil cuti 3 hari untuk melakukan promo. Kita harus memberikan dia waktu, karena tak hanya di Korea promo juga berlangsung di Negara-negara lain yang terlibat dalam film ini.”

Exo : “whoaaa..”

D.O : “jadi, selama 3 hari ini apa kami boleh beristirahat ??”

Manager : “ya.”

Semua anak-anak Exo bersorak bahagia, sudah lama mereka tidak merasakan liburan.

Manager : “tapi, ingat.. kalian tidak boleh lupa latihan.”

Exo : “algeseumnida !”

TBC..

A/N : okay, what do you think about this ff, hm ? I hope you like it.. hehe, so I’ll waiting for your comment. See you next chapter ! ^^

One thought on “[FREELANCE] Beautiful Target (Chapter 2)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s