TRUE LOVE (Chapter 5B)

TRUE LOVE

TRUE LOVE

 

 

Tittle                : True Love (Chapter 5B/ Holiday: Jeo Rin Version)

Author             : Jellokey

Main Cast        : Kim Jong In (Kai EXO-K)

Oh Sehun (Sehun EXO-K)

Luhan (Lu Han EXO-M)

Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

Kang Jeo Rin (OC)

Shin Min Young (OC)

Support Cast   : Wu Fan (Kris EXO-M)

Park Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

Do Kyungsoo (D.O EXO-K)

Byun Baekhyun (Baekhyun EXO-K)

Kim Min Ra (OC)

Jang Mi Sun (OC)

and others

Special Guest  : Choi Jun Hong (Zelo B.A.P)

Jo Youngmin (Youngmin Boyfriend)

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, Family, School Life

Rating             : PG-15

A.N                 : Annyeong ^^. Part lima ini aku bagi jadi dua. Liburan versi Min Youong dan Jeo Rin. Keduanya terjadi di hari yang sama. Di bagian B ini aku bawah berondong Zelo. Wow.. Enjoy it! ^^

Jeo Rin terus mendumel dalam hati. ‘Kenapa eomma tidak mau mebuat surat keterangan?’ batinnya. Tempat tujuan liburan mereka adalah pulau Jeju. Susah payah ia membujuk eommanya, tapi yang ia dapat hanya kata-kata eommanya yang dengan antusias menyuruhnya untuk mengikuti liburan sekolah. Kalau Jeo Rin mau ia bisa bolak-balik Seoul-Jeju setiap hari. Dan karena bangun kesiangan ia hampir ketinggalan pesawat. Dua puluh menit sebelum pesawat take off ia baru sampai. Jeo Rin langsung mencari Mi Sun begitu masuk ke pesawat. (Note: EXO HS punya pesawat sendiri. Hanya ada di ff author jellokey. Peace^^)

“Jeo Rin-ah..”

“Mi Sun kenapa kau duduk dengannya?”

“Mianhae, orang ini langsung menduduki tempatmu tadi. Saat aku mau pindah dia menghalangiku.”

“Sunbae, pindah. Ini tempatku.”

“Aku tidak mau. Aku lebih dulu mendapatkan tempat ini.” kata orang itu yang ternyata adalah Kris.

“Tapi ini tempatku.”

“Aku tidak menemukan keterangan kalau ini tempatmu. Aaa.. Namamu Jeo Rin kan?”

“Jeo Rin..” panggil Chanyeol yang duduk di belakang bangku Kris.

“Duduk di sini saja.” Chanyeol menepuk pangkuannya. Jeo Riin menatap Chanyeol tajam. ‘Kenapa aku harus punya sunbae aneh seperti mereka?’ batin Jeo Rin.

“Sepertinya tadi aku melihat satu bangku yang kosong.” kata Kris.

“Kenapa kau tidak duduk di situ?”

“Benar-benar hoobae yang tidak sopan. Tapi tak apa kalau kau tidak  mau  memanggilku sunbae, panggil namaku. Kris.”

“Kenapa sunbae tidak duduk di tempat yang sunbae bilang?” tanya Jeo Rin kesal.

“Simple. Aku sedang ingin duduk di samping nona cantik ini.” kata Kris ssambil merangkul Mi Sun.

“Yaa… lepaskan tanganmu. Aku tidak mau disentuh namja sepertimu.” Jeo Rin segera meninggalkan Kris dan Mi Sun yang berdebat. Ia segera mencari bangku kosong yang dibilang Kris.

“Chogiyo, bisa geser ke bangku sebelah?” kata Jeo Rin pada seorang namja. Namja itu lalu membuka kacamata hitamnya dan menoleh ke belakang.

“Aku tahu kau pasti ikut, Rin-ah.”

“Neo!”

“Cepat duduk. Kau tidak dengar pesawat mau take off.” Jeo Rin melewati Kai. Duduk dan langsung menoleh ke jendela. Ia yakin mulai detik ini ia pasti sial sampai liburan selesai.

###############

Jeo Rin benar-benar kesal. Selama perjalanan ke Pulau Jeju, Kai menyandarkan kepalanya di bahu Jeo Rin. Berkali-kali ia membangunkan Kai tapi tidak bisa, dan Jeo Rin menyerah. Saat mereka sudah sampai pun Kai masih tidur. Jeo Rin menoleh ke samping kirinya. Ia terpaku melihat wajah tidur Kai. ‘Benar-benar polos. Berbeda sekali dengan wajah yang ia tunjukkan saat di sekolah.’ batin Jeo Rin.

“Bangun, kita sudah sampai.” Kai tudak kunjung bangun. Jeo Rin punya ide. Ia bangkit dari duduknya, membuat Kai terjatuh di bangku yang baru saja ia duduki. Otomatis Kai terbangun.

“kita sudah sampai.”

“Kenapa kau tidak membangunkanku?”

“Aku sudah membangunkanmu tapi kau tak bangun juga.” Jeo Rin melewati Kai, berjalan menuju pintu keluar pesawat.

##############

Jeo Rin tidak melakukan apa-apa begitu sampai di Pulau Jeju. Ia memilih beristirahat daripada jalan-jalan. Murid-murid EXO High School tinggal di mansion EXO High School yang berada tak jauh dari tepi pantai. Panitia liburan membebaskan murid EXO High School melakukan apa saja di Pulau Jeju denngan syarat mereka harus kembali ke mansion jam sepuluh malam. Lewat dari jam itu mereka akan mendapat hukuman. Dan sepertinya di hari kedua murid-murid EXO High School memilih berenang di pantai. Begitu juga Jeo Rin dan Mi Sun. Jeo Rin saat itu mengenakan hotpants dan kaos putih tipis sedangkan Mi Sun hotpants dengan tanktop pinknya.

“Kau tidak berenang?” tanya Mi Sun.

“Ani. Nanti saja.”

“Kalau begitu aku berenang dulu ya.” Jeo Rin langsung memasang headset di telinganya lalu memutar lagu dari iPodnya. Sekarang Jeo Riin sedang duduk di sebuah bangku panjang. ‘Suasana yang menenangkan.’ pikir Jeo Rin. Tapi itu tidak berlangsung lama karena ia mendengar suara teriakan dari yeoja-yeoja yang ada di pantai itu.

“Kyaaa…. Kai oppa….”

“Kris sunbae….”

“Chanyeol oppa….”

Jeo Rin langsung mencari di mana sumber keributan itu. Ia melepas headsetnya kesal. Matanya menangkap tiga sosok namja sedang berjalan di pantai hanya mengenakan celana pendek. Beruntung ia dialihkan oleh seorang namja yang duduk di tepi bangkunya.

“Jeo Rin-ah, nanti malam maukah kau jalan denganku?” tanya namja itu. Kai yang saat itu sedang mencari keberadaan Jeo Rin langsung membulatkan matanya mendapati Jeo Rin sedang duduk dengan seorang namja. ‘Jadi ini yang terjadi kalau Suho tidak ada di samping Jeo Rin? Semua namja berusaha mendekati Jeo Rin. Tapi tidak akan bisa selama ada aku.’ batin Kai. Ia langsung berjalan menuju tempat Jeo Rin.

“Kau tidak bersama kembaranmu?”

“Kembar bukan berarti selalu bersama kan?”

“Kau mau mengajakku ke mana Youngmin-ah?” tanya Jeo Rin pada teman sekelasnya itu.

“Ke mana saja selama itu menyenangkan. Kau mau?”

“Aku…

“Jeo Rin hanya bersamaku selama di sini.” Kai memotong ucapan Jeo Rin.

“Mianhae, sunbae.” Youngmin langsung meninggalkan mereka.

“Kenapa kau selalu menggangguku?”

“Kau tidak berenang, baby?” kata Kai tidak peduli dengan kata-kata Jeo Rin barusan. Ia duduk di tempat yang ditempati Youngmin tadi. Jeo Rin memperhatikan Kai. Ia baru menyadari satu hal saat ini. Warna kulit Kai berbeda dari namja-namja yang pernah ia temui. Lebih tepatnya warna kulitnya tidak seperti kebanyakan warna kulit orang Korea. Gelap. Dan Kai memiliki tubuh yang bagus. ‘Apa yang kau pikirkan Jeo Rin?’ buru-buru Jeo Rin menepis pemikirannya.

“Sepertinya kau sudah menemukan tempat yang cocok untukmu.” Kai menatap Jeo Rin bingung.

“Kau lebih cocok tinggal di pantai daripada di kota.”

“Maksudmu?”

“Warna kulitmu. Kau lebih pantas tinggal di pantai.” Kai tersenyum mendengar ucapan Jeo Rin.

“Ini nilai lebih yang tidak dimiliki namja lain. Aku…. Sexy.” kata Kai dengan penekanan di kata sexy.

“Kau percaya diri sekali.”

“Kau tidak berenang, Rin-ah?” tanya Kai lagi. Jeo Rin langsung memasang headsetnya. Memutar lagu denngan volume maksimal. Mengabaikan Kai. Kai yang merasa di abaikan langsung melepas headset dari telinga Jeo Rin lalu meletakkan iPod Jeo Rin di tepi bangku. Dengan gerakan cepat Kai menggendong Jeo Rin menuju pantai.

“Yaaa… apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” Jeo Rin memukul-mukul dada Kai. Kai langsung melepas gendongannya begitu berada di pantai dengan kedalaman sedadanya. Membuat Jeo Rin tenggelam karena Kai melepas gendongannya tiba-tiba. Kai tersenyum puas karena berhasil membawa Jeo Rin ke pantai.

“Kau benar-benar menyebalkan.” kata Jeo Rin sambil merapikan rambut panjangnya.

“Wow… Baby, kenapa kau tidak melepas kaosmu? Tubuhmu benar-benar indah.” Kai memandang kagum tubuh Jeo Rin. Kaos putih tipis Jeo Rin yang basah mencetak dengan jelas bra hitamnya. Jeo Rin berjalan ke tepi pantai.

“Baby, kau mau ke mana?” ia tidak mempedulikan Kai.

“Jeo Rin, kau benar-benar sexy. Bahkan lebih sexy dari yeoja berbikini itu.” Chanyeol sambil menunjuk seorang yeoja.

“Kau mau berenang denganku? Tapi lebih baik kau singkirkan kaosmu itu.” kata Chanyeol dengan tatapan menggoda. Jeo Rin tidak mempedulikan Chanyeol. Ia mencari Mi Sun. dan ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Kris dan Mi Sun saling menyiram air. ‘Ada apa dengan anak itu? Bukankah ia sangat membenci Kris?’ batin Jeo Rin.

“Lebih baik aku kembali ke mansion.” Baru lima langkah ia berjalan, langkahnya terhenti karena seseorang memanggilnya. Tapi ia melanjutkan langkahnya lagi.

“Jeo Rin..” ‘aku seperti tidak asing dengan suara ini.’ batin Jeo Rin.

“Kang Jeo Rin…” Jeo Rin langsung membalikkan badannya melihat siapa yang memanggilnya.

“Zelo?” ucap Jeo Rin ragu. Orang itu semakin dekat dengan Jeo Rin.

“Kau benar-benar Kang Jeo Rin?”tanya orang itu begitu berhadapan dengan Jeo Rin.

“Zelo… bogoshipo.” Jeo Rin langsung memeluk Zelo.

“Na do.” Zelo balas memeluk Jeo Rin. Kai dan Chanyeol yang sedang dikelilingi banyak yeoja melihat tidak percaya ke arah Jeo Rin. Jeo Rin berpelukan dengan namja. Dan namja itu bukan Suho.

“Siapa namja itu? Sepertinya bukan murid EXO.” kata Chanyeol. ‘Cukup dengan Suho kau membuatku panas, Rin-ah. Sepertinya kau sama dengan Min Young. Tidak peka. Hanya kau yeoja yang kuperlakukan dengan khusus.’ batin Kai.

“Dia benar-benar tidak peka.” kata Kai.

“Dia bukannya tidak peka. Dia tidak peduli padamu, Kai.” kata Chanyeol sambil tertawa. Kai meninggalkan Chanyeol. Ia berjalan menuju Jeo Rin dan namja itu.

“Kau benar-benar berubah, Zelo. Makin tinggi dan tampan. Eumm … tapi suaramu tidak.” Kata Jeo Rin.

“Kau juga makin cantik.” puji Zelo.

“Kalau bisa aku mau suaraku seperti ini terus.”

“Kau kembali ke Seoul?” Zelo adalah teman Jeo Rin saat di Junior High School, tapi saat kelas dua ia pindah ke Jepang mengikuti orang tuanya.

“Ani. Aku hanya berlibur ke sini. Kau, Jeo-ya?”

“Aku juga.”

“Kau masih dengan Suho hyung?”

“Ne.” Zelo menganggukkan kepalanya mengerti.

“Kau mau berenang denganku? Sudah lama kita tidak berenang bersama.” ajak Zelo. Jeo Rin mengangguk. Zelo menarik tangan Jeo Rin menuju pantai tapi langkahnya terhenti karena seseorang menahan tangan Jeo Rin yang satunya.

“Lepaskan tangan Jeo Rin!”

“Kau siapa?” tanya Zelo bingung. ‘Tidak mungkin Suho hyung.’ batinnya. Jeo Rin menghempaskan tangan Kai.

“Jangan pedulikan dia, Jun-ah. Dia orang gila.” Jeo Rin menarik Zelo menuju pantai.

“Aku orang gila? Aku memang tergila-gila padamu, Rin-ah. Dan karena aku gila kau harus menjadi milikku.” Kai mengedarkan pandangannya ke seluruh pantai. Kai tersenyum dengan apa yang ia lihat.

“Ternyata kau juga ikut liburan. Choi Eun Na, kau akan menjadi partner dalam rencanaku. Bersabarlah, baby. Sebentar lagi kau akan menjadi milikku. Tinggal menunggu waktu yang tepat.” Kai menyeringai.

##############

Tiga hari sudah Jeo Rin menemani Zelo di Pulau Jeju. Saat ini Jeo Rin sedang mengantar Zelo ke airport.

“Hubungi aku kalau kau sudah sampai di Jepang.”

“Ne, aku titip salam untuk Suho hyung.” Jeo Rin mengangguk.

“Jeo-ya…” tiba-tiba Zelo mencium bibir Jeo Rin. Sama seperti saat Jeo Rin mengantar Zelo dulu, bedanya Zelo hanya mencium pipi Jeo Rin dan saat itu ia langsung mendapat tonjokan halus dari Suho. Zelo melepas ciumannya. Menatap wajah terkejut Jeo Rin.

“Dulu aku sangat ingin merebut ciuman pertamamu. Tapi aku kalah cepat dengan Suho hyung. Hubungi aku kalau kau sudah tidak dengan Suho hyung lagi. Aku pasti langsung kembali ke Seoul saat itu.” Zelo melambaikan tangannya di depan wajah Jeo Rin karena Jeo Rin mematung dari tadi.

“Kenapa kau menciumku?” Zelo terkekeh.

“Salam perpisahan. Kau ingat apa yang kukatakan tadi kan?” Jeo Rin mencoba mengingat apa yang dikatakan Zelo.

“Yaaa… kau ingin aku putus dengan Joon Myun oppa?”

“Tidak selamanya hubungan kalian mulus, Jeo-ya. Aku hanya menunggu kemungkinan itu. Aku pulang. Jaga dirimu baik-baik.” Jeo Rin terus melihat Zelo sampai Zelo hilang dari pandangannya.

“Apa jadinya kalau Suho tahu kau dicium namja lain?” tiba-tiba Kai berdiri di samping Jeo Rin.

“Neo! Kau mengikutiku?” Kai memang mengikuti Jeo Rin selama Zelo berada di Pulau Jeju.

“Apa Suho akan memukul namja itu sama seperti saat ia tahu aku menciummu di club?”

“Bukan urusanmu. Lagipula Joon Myun oppa mengenal Zelo.” Jeo Rin meninggalkan Kai.

“Sebentar lagi semua yang berhubungan denganmu akan menjadi urusanku, Rin-ah.”

##########

“Aku ingin menawarkan kerja sama denganmu.” Kai menghalangi jalan Eun Na yang baru keluar dari kamarnya.

“Aku tidak tertarik.” Eun Na berjalan melewati Kai tapi ia berhenti begitu mendengar perkataan Kai.

“Rencanaku bisa membuatmu mendapatkan Suho… dan aku mendapatkan Jeo Rin.” Eun Na membalikkan badannya.

“Aku tahu kau menyukai Suho sejak lama.”

“Apa rencanamu?” Kai membisikkan rencananya pada Eun Na.

“Eonje?”

“Besok. Pesta malam terakhir liburan.”

“Baiklah.”

###########

“Jeo Rin.” Eun Na menghampiri Jeo Rin yang sedang sendirian di pesta itu. Pesta itu diadakan di tepi pantai.

“Eun Na eonni.” Sebenarnya dari tadi Jeo Rin mencari Mi Sun tapi ia tidak melihatnya.

“Aku baru tahu kau ikut liburan juga. Aku baru melihatmu sekarang.” Eun Na memberikan segelas minuman pada Jeo Rin. Eun Na adalah sunbae Jeo Rin dan teman Suho di Junior High School.

“Selama ini aku selalu bersama temanku yang kebetulan liburan di Pulau Jeju juga.” Eun Na mengangguk mengerti.

“Aku benar-benar kagum pada hubunganmu dengan Suho. Kalian bertahan sangat lama.” Jeo Rin hanya tersenyum mendengar ucapan Eun Na. ia meminum minuman yang diberikan Eun Na sampai tinggal setengah gelas. Tiba-tiba Jeo Rin merasa kepalanya pusing. Ya, Eun Na mencampurkan obat tidur ke dalam minuman Jeo Rin.

“Kenapa, Jeo Rin?”

“Aku tidak tahu, eonni. Kepalaku tiba-tiba pusing.” kata Jeo Rin lalu meminum habis minumannya. Eun Na yang melihat itu langsung memberi kode pada Kai yang berdiri tidak jauh dari mereka. Kai berjalan mendekati Jeo Rin dan langsung menangkap tubuh Jeo Rin yang pingsan. Kai menggendong Jeo Rin, meninggalkan pesta itu dan berjalan menuju mansion di mana Chanyeol sudah bersiap dengan mobil yang Kai pinjam dari perusahaan appanya yang ada di Pulau Jeju.

“Di mana Kris?”

“Sedang mendekati seorang yeoja. Teman Jeo Rin.”

“Baguslah. Berarti tidak ada yang tahu kalau Jeo Rin menghilang malam ini.” Chanyeol melajukan mobilnya menuju hotel tempat Kai memesan kamar. Kai menyeringai melihat Jeo Rin pingsan. Lebih tepatnya tidur di pangkuannya.

“Kita akan bermain malam ini, baby.” Kai mencium kening Jeo Rin.

“Kau benar-benar ingin memiliki Jeo Rin rupanya. Sampai-sampai kau harus menjebaknya.”

“Aku harus memilii apa yang kuinginkan, Chanyeol. Termasuk Jeo Rin.”

“Apa kau juga meminta pihak sekolah agar kelas kita dan Jeo Rin yang liburan?”

“Ani. Itu murni keputusan sekolah.” Eun Na hanya diam di samping Chanyeol mendengar percakapan mereka.

#############

“Kau di sini saja. Tidak usah ikut ke dalam. Jaga mobil.” kata Kai pada Chanyeol.

“Yaa.. kau piker aku apa? Supirmu? Aku ikut. Aku mau melihat aksimu.”

“Tidak boleh. Ini privasiku. Kalau kau melihatku, aku yakin kau akan menyewa kamar hotel dan mengajak Eun Na bermain.”

“Kau pikir aku yeoja bodoh yang mau dengan namja seperti kalian.” kata Eun Na tidak terima.

“Kau pikir aku tertarik padamu? Kuakui kau cantik. Tapi dadamu tidak.” kata Chanyeol sambil melihat dada Eun Na. Eun Na langsung menyilangkan tangan di dadanya.

“Jangan melihat yeoja dari bodynya saja.” kata Eun Na kesal.

“Sudah selesai bercandanya? Chanyeol, kau tunggu di sini sampai Eun Na kembali. Tenang saja tidak akan lama.”

#############

Jeo Rin terbangun dari tidur panjangnya. Masih dengan memejamkan mata ia hendak menggerakkan tubuhnya ke samping tapi tidak bias karena ia merasakan berat di dadanya.

“Mi Sun, singkirkan tanganmu.” kata Jeo Rin dengan suara seraknya. Ia masih merasa sangat ngantuk. Jeo Rin menyentuh tangan yang ada di dadanya. ‘Tangan Mi Sun tidak sekekar ini. Ini seperti tangan namja.’ pikir Jeo Rin.

“Namja?!?”  Jeo Rin langsung membuka matanya.  Menoleh ke samping dan mendapati Kai sedang tidur sambil memeluk dirinya. Dengan cepat Jeo Rin menyingkirkan tangan Kai dari dadanya. Jeo Rin langsung duduk dan melihat keadaan dirinya. Tubuhnya hanya memakai kemeja Kai. Ia melihat pakaiannya dan kai berserakan di lantai.

“Apa yang terjadi semalam? Apa…”

“Kyaaaa……..” Jeo Rin berteriak    lalu menangis membayangkan apa yang terjadi padanya. Kai terbangun mendengar teriakan Jeo Rin.

“Kau sudah bangun, baby?” tanya Kai lalu mencium tangan Jeo Rin. Jeo Rin menarik selimut menutupi tubuhnya.

“Apa yang kau lakuan padaku?” Kai mendudukkan dirinya.

“Kau tidak ingat? Semalam benar-benar indah.” Kai mengelus pipi Jeo Rin.

“Jangan sentuh aku.” Jeo Rin menampik tangan Kai.

“AKu bahkan sudah menyentuhmu lebih dari ini. Hubungan yang lebih intim.” Jeo Rin menatap marah pada Kai dengan air mata yang mengalir deras.

“Wae? Kau menyesal?” Kai menghapus air mata Jeo Rin.

“Kita melakukannya dalam keadaan sadar, baby.” Kai berakting dengan sangat bagus. Dia benar-benar cocok menjadi aktor.

“Ssst… uljima. Aku akan mempertanggungjawabkan perbuatan kita.” Kai memeluk Jeo Rin sambil menyeringai.

“Kau menghancurkan masa depanku.” Jeo Rin memukul-mukul dada Kai.

“Aku membencimu.” Jeo Rin mendorong tubuh Kai lalu turun dari tempat tidur, mengambil pakaiannya. Berjalan menuju kamar mandi.

“Baby….” Kai memakai boxernya. Tak lama kemudian Jeo in sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai dressnya. Ia melemparkan kasar kemeja ke arah Kai. Jeo Rin menghapus air matanya. Memakai heelsnya lalu berjalan menuju pintu kamar hotel.

“Baby… kau mau ke mana?” Kai menahan tangan Jeo Rin.

“Jangan sentuh aku.” Jeo Rin menghempaskan tangan Kai lalu keluar dari kamar hotel. Kai segera mengambil handphonenya, menelepon Chanyeol.

“Yeoboseyo..”

“Yeoboseyo.. Chanyeol, kau sudah berada di hotel?”

“Sebentar lagi sampai.”

“Aissh.. kan sudah kubilang untuk berada di dekat hotel jam delapan pagi. Jeo Rin sudah keluar. Kau harus menemukannya. Buat seolah-olah kau tidak sengaja bertemu dengannya.”

“Ne. dasar cerewet.” Kai meletakkan handphonenya di tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi mencuci mukanya.

############

“Baby… kau mau pulang bersamaku?” tanya Kai yang melihat Jeo Rin kembali. Jeo Rin tidak mempedulikan Kai. Ia berjalan menuju telepon hotel. Menelepon satu-satunya orang yang bisa menolongnya.

“Yeoboseyo..”

“Yeoboseyo… Mi Sun-ah, bisakah kau menjemputku di hotel yang terdekat dengan mansion?”

“kenapa kau bias ada di sana?”

“Aku menemui temanku semalam. Aku lupa membawa handphone dan dompetku.”

“Ne, tunggu aku.”

############

“Kris, kau duduk denganku.” Chanyeol menahan Kris yang hendak berjalan ke bangku Mi Sun.

“Aku mau duduk dengan Mi Sun.”

“Kita duduk di belakangnya saja. Saat sampai di Seoul aku akan menceritakan cerita spektakuler padamu.” Kris mengikuti Chanyeol. Saat pesawat mau take off Jeo Rin baru duduk di samping Mi Sun.

“Neo  gwenchana, Jeo Rin-ah?” tanya Mi Sun yang melihat Jeo Rin memakai syal.

“Gwenchana, aku hanya tidak enak badan.” Jeo Rin menjadi aneh sejak Mi Sun menjemputnya di hotel. Ia lebih banyak diam.

“Apa yang terjadi kalau Joon Myun oppa mengetahui hal ini? Aku tidak mau dia meninggalkanku.”

TBC…….

20 thoughts on “TRUE LOVE (Chapter 5B)

  1. Kai benar* ngelakuin itu sama jeorin. Jinjja
    Kasian sekali jeorin😦
    Thor bisa gak bikin ff yg Main castnya Luhan oppa. Hehehe jeballl *puppy eyes*

  2. haha, Bang Kai dan komplotannya sama saja. sama-sama mesum😀😀
    “….tapi suaramu tidak” haha apa itu sindiran secara tidak langsung? kekekeke tapi aku suka (y) ff -nya keren! jinjja daebak !!!! (y)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s