MoccaciLOVE ( 1/2 )

moccacilove

 

 

Title : MoccaciLOVE

Author : Heena Park

Length : TwoShoot

Genre : Comedy,Romance

Ratting : PG

Poster by  Ayuieo || Ayri Cafe

 

Main Cast :

-Do Kyungsoo

-Park Hyun Ri

 

Backsong :

-La Cha Ta *f(x)

-White Winter  *Kim Bum Soo feat Lena Park*

 

Cuap-cuap Author  : Helo para readers kece,hehehe…Heena Park kembali hadir menemani hari anda :D Kali ini saya datang dengan sebuah FF yang dikhususkan untuk bang D.O *apacoba* *watdepak* Oh ya,sebenernya ni FF Oneshoot ,tapi karena saya kira terlalu panjang.Akhirnya saya jadiin TwoShoot *plak

 

Disclaimer : FF ini adalah murni milik saya ! Di larang keras melakukan Plagiarsm terhadap FF ini ! Jika melanggar,barbel Agung Hercules melayang huakakakka~.Dan FF ini sudah pernah saya share di http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

 

====>

 

 

 

Dalam Kopi ,Ada Cinta

 

Aneh bukan ? Namun itulah kenyataannya—Pria itu,aku jatuh cinta padanya.Pada kopinya.Bukan,bukan kopi buatannya.Tapi kopi yang ada di kedainya.Moccacino—Aku sangat menyukainya.

Dia,lelaki tampan dengan senyuman yang begitu manis dan menyejukkan hati.Sungguh,menyenangkan bila berlama-lama dengannya.Seolah segala masalah hilang bagitu saja—Tunggu,dahulu awalnya aku berfikir bahwa berlama-lama dengannya adalah suatu bencana.Hahaha,bodoh.

Namun,sekarang aku benar-benar sadar.Segala hal tentangnya—Senyumnya,suaranya,gerakkannya,nafasnya dan semuanya—Aku yakin bahwa dia yang terbaik.

Mr.Moccacino-ku , Do Kyungsoo.

 

 

OoOoO

 

Flashback

 

 

“Terima kasih,jangan lupa datang kembali” Ujar ahjumma di toko roti itu padaku.Aku membungkuk dan meng-iyakan perkataannya.Sungguh perkataan yang sangat familiar yang dikatakan oleh semua penjual.

Aku berjalan di trotoar sembari memainkan plastik kecil bewarnya putih di tanganku.Ku ayunkan plastik kecil bertuliskan Toko Roti yang baru saja ku datangi tadi.Sebenarnya,aku tidak ingin membeli roti namun ku lihat toko roti ahjumma tadi sepi sekali,jadi aku mencoba masuk dan merasakan , apakah rotinya seburuk itu ? Hingga tidak ada yang datang ? Entahlah—

Sepertinya enak jika menyantap roti ini sambil menikmati secangkir moccacino hangat,apakah ada kedai kopi di sekitar sini ? Ku harap ada.Tiba-tiba mataku menangkap sebuah kedai kopi yang terletak di pinggir jalan raya.Tak butuh waktu lama untuk ke sana,aku hanya tinggal menyeberang jalan dan masuk ke dalam kedai tersebut.

Sebuah kedai kecil yang lumayan indah.Tertulis nama K-Coffee di kedai tersebut.Entah apa artinya,bisa saja Korean Coffee,atau-pun yang lainnya.Baiklah Hyun Ri, hentikan pemikiran tak jelas itu.Sama sekali tidak penting membicarakan apa arti dari huruf K pada K-Coffee tersebut.

Lebih baik sekarang aku membuka daftar menu dan mulai pesan.Aku tidak ingin berlama-lama.Akhirnya ku putuskan untuk memesan secangkir moccacino.Hei, bukankah tadi aku ke sini memang untuk membeli itu ? Bodoh sekali.

Tak lama kemudian pesananku-pun datang,oh senangnya bisa meminum moccacino hangat di saat udara sedingin ini.Aku meniup-niup pelan moccacino-ku dan mengeluarkan sebuah roti yang tadi aku beli di toko ahjumma yang tak jauh dari sini.Ku buka bungkus roti itu dan hendak memasukkannya ke dalam moccacino sebelum tiba-tiba seseorang mengambil moccacinoku dan menariknya dengan cepat

Aku terkejut melihat perlakuan orang itu,tak terima aku-pun berdiri dan menanyakan apa maksudnya “Mian,apa maksud anda mengambil moccacino milik saya?”

Orang itu membungkuk “Maaf nona,tapi sepertinya moccacino ini bukan milik anda,seharusnya moccacino ini adalah milik orang yang diseberang sana” Ujar orang itu tak mau kalah.

Aku membuang roti di tanganku ke lantai “Hei tuan ! Kau tidak bisa mengambil ini begitu saja untuk diberikan kepada orang lain.Lagipula ini sudah menjadi milikku sekarang”

“Maaf nona,ini sudah menjadi peraturan di sini bahwa yang pertama memesan harus di dahulukan” Ujar lelaki itu lagi,ia sepertinya tak mau kalah.Lagipula,siapa dia ?

“Tuan,bagaimanapun ini sudah menjadi milikku,lagipula apa susahnya menunggu moccacino baru ? Hah ! dan kau,tuan ini siapa ? Berani sekali berlaku seperti ini kepada saya ? Saya bisa mengadukan tuan pada manager kedai kopi ini”

Orang itu tertawa kecil “Silahkan saja anda adukan”  Ujarnya santai.Hei,apa lelaki ini menantangku ? Baiklah kalau begitu.

Aku segera memanggil salah satu pelayan di sana dan menyuruhnya memanggil manager dari kedai tersebut.Namun,pelayan itu tak bergerak.Ia menatap orang aneh yang membawa moccacinoku tadi.Apa ? Apa maksudnya ? Apa lelaki itu ?

“Manager kedai ini,dia di depan nona” Ujar pelayan itu padaku.

Apa ? Bagaimana mungkin ? Jadi orang aneh ini ? Dia manager kedai kopi ini ? Ah sial !!!! Pantas saja dia tak takut sama sekali ketika aku akan mengancam untuk mengadukannya pada manager kedai ini.Ternyata ialah pemiliknya.

“Jadi ?” Orang itu mendekatkan kepalanya padaku,ia menatapku puas.Seolah-olah ia telah menang dari suatu lomba,argh..menyebalkan.Bisakah aku menjambakknya ? Bisakah aku menendangnya ? Bisakah aku memukulnya ?

“Baiklah nona,anda harus mematuhi peraturan ini.Jadi duduklah dan tunggu moccacino anda yang sebenarnya,dan saya akan mengantarkan moccacino ini pada pemilik yang sebenarnya” Sambungnya lagi lalu pergi.

Apa ? Menunggu lagi ? Awas kau , aku pasti akan membunuhmu! Argh~

Tidak,aku tidak mau menunggu lagi.Lebih baik aku pergi saja.Apa-apaan ini ? Kenapa orang semenyebalkan dia bisa memiliki kedai kopi ini ? Apakah pembeli di sini tidak merasa sebal padanya ? Atau mereka yang telah kebal ? Hah bodoh.

Tidak ada pilihan lain,daripada aku malu dan merasa kesal berada di sini.Lebih baik aku pergi.Lelaki berjabatan manager itu benar-benar membuat moodku hilang.Siapa ? Siapa namanya tadi ? Hah,tidak penting.

Akhirnya aku-pun berjalan pergi.Ku lihat orang aneh tadi menatapku dari jauh sambil menahan senyum di wajahnya.Hei,tak usah kau sembunyikan seperti itu ! Aku tau kau sedang tertawa melihatku kesal seperti ini ! Menyebalkan sekali lelaki itu,jangan sampai aku bertemu dengannya lagi.

Setelah lumayan jauh dari sana,ku rogoh saku-ku dank u ambil ponselku.Tiba-tiba aku teringat bahwa tas-ku masih tertinggal di kedai tadi.Pantas saja rasanya ringan sekali ketika aku berjalan ! Hash bodoh sekali kau Park Hyun Ri.Bagaimana bisa begini ? Aku tidak mungkin kembali ke sana,dan membuatku malu karena bertemu dengan si manager menyebalkan itu.Tidak,tidak,dan tidak.

Huft~ Bagaimana sekarang ? Aku memutar otakku dan tiba-tiba saja ponselku berdering.Ku lihat nama Eun Bi ahjumma tertera di sana,segera ku angkat telepon darinya dan mulai berbicara panjang lebar.

“Yoboseo ahjumma…ne..aku akan segera menuju rumah ahjumma..hanya saja….”

 

Hyun Ri POV END`

 

*****

 

Kyungsoo POV

 

Aku mengamati gadis itu pergi meninggalkan kedai kopiku,sungguh aku ingin tertawa karena ekspresinya begitu lucu.Namun,kasian juga dia.Mungkin dia malu dan aku yakin dia pasti mengutukku di dalam hatinya.

Semakin lama,ia semakin tak terlihat.Ia mulai menghilang dari padanganku.Lucu sekali hari ini,aku belum pernah mendapati pembeli seperti itu sebelumnya.Sangat lucu—

“Tuan..” Tiba-tiba salah seorang pelayanku datang dan membawa sebuah tas lengan wanita bewarna krem. “Ada apa ?” Tanyaku padanya.

“Saya menemukan ini di meja nomor delapan belas.Sepertinya milik nona yang baru saja pergi tadi” Nona yang baru saja pergi ? Apa yang dia maksud? Pasti benar.

“Biar aku yang bawa,kau kembalilah bekerja” Jawabku seraya mengambil tas lengan itu darinya lalu masuk ke dalam ruanganku.Sesampainya di dalam,ku hempaskan tubuhku ke sofa dan kusandarkan pundakku ke sandaran sofa.Ku lihat tas lengan itu sebentar.Apa aku harus membukanya ? Tapi itu tidak sopan.Hei,tak apa.Lagipula aku hanya ingin memastikan apakah ini benar-benar milik gadis yang tadi.

Tak mau berlama-lama akhirnya aku membuka tas lengan itu.Ku lihat ada dompet,sisir,kaca,sapu tangan,beberapa lembar kupon dari sebuah kedai kopi lain , dan sebuah body lotion.Ternyata seperti inilah tas wanita.

Ku ambil dompetnya dan ku cari kartu identitasnya.Oh tidak..ini dia,sungguh.Bolehkah aku tertawa sekarang ? Gadis ini begitu lucu.Ia berfoto di KTP dengan rambut yang ia kucir di atas,sambil memasang senyum yang begitu manis.Ah~ Lucu sekali.

Ku lihat pada kolom nama,Park Hyun Ri—Nama yang bagus.Jadi itu namanya ? Nama si gadis aneh dan lucu tadi ? Tunggu dulu.Dia tadi pergi dengan ekspresi seperti itu.Aku tidak yakin ia akan kembali dan mengambil tas ini jika ia tersadar bahwa tas lengannya tertinggal.Dia pasti tidak sudi menginjakkan kaki ke kedai milikku lagi.Benar,benar bisa ditebak.

Sudahlah,lebih baik ku fikirkan saja ini nanti.Sekarang waktunya untuk bekerja Do Kyungsoo.Ingat,bekerja.Aku mencoba fokus terhadap pekerjaanku.Namun,apa ini ? Mengapa gadis itu masih saja terbayang-bayang olehku ? Bukan,aku tidak jatuh cinta dengannya.Hanya saja ekspresinya yang lucu membuatku terbayang-bayang dan selalu ingin tertawa ketika mengingatnya.Lucu bukan ? Aku tau.

Empat jam berlalu,para karyawanku sudah mulai membereskan kedai kopi ini.Ku ambil mantelku dan tak lupa tas lengan gadis itu lalu beranjak pergi untuk pulang ke rumah.Perjalananku ke rumah memakan waktu sekitar empat puluh menit.Sedikit jauh memang,tapi tak masalah.

Sampai di rumah ku parkirkan mobilku di dalam garasi dan turun.Ku tekan bel pintu berkali-kali karena memang aku tak terlalu suka membawa kunci rumah,hahaha.Lagipula jika aku membawa kunci rumah,bisa-bisa kunci itu hilang.Aku tidak terlalu suka membawa benda-benda kecil seperti itu.

Lama sekali pintu terbuka,kemana mereka semua ? Kenapa sepi sekali ? Haruskah aku mendobrak pintu ini ? Oh tidak,aku takkan membiarkan tubuhku terluka hanya karena tak bisa masuk ke dalam rumahku sendiri.Baiklah,mungkin aku harus mengetuk pintu.Bisa saja bel rumahku rusak sehingga mereka yang berada di dalam rumah tidak mendengarku sama sekali.

Klek…

Seorang gadis muda membukakan pintu,dia memakai piyama dan sandal rumah dengan boneka angry birds di ujungnya.Ia terlihat menguap beberapa kali sambil menutupinya dengan tangannya.Gadis ini?

“Kau..” Ujarku tergagap sambil menunjuk gadis itu

“Eh..kau…” Gadis itu tiba-tiba saja membelalakkan matanya.Matanya terlihat merah,sungguh aku tau bahwa ia sedang mengantuk.

“Ke..kenapa kau ada di sini ?” Tanyaku lagi

“Jadi kau tinggal di sini ? Ah~”

“Eh,kenapa kau malah bertanya balik padaku?”

“Ada apa di luar?” Tiba-tiba suara ammaku terdengar menengahi kami.Benar,tak lama kemudian ammaku ke luar dan menghampiri kami berdua.Dia terlihat sedikit shock melihat Hyun Ri memelototkan matanya kepadaku.

“Hyun Ri,ada apa ?” Tanyanya pada Hyun Ri.Baiklah,kenapa amma harus menyebut nama Hyun Ri dahulu ? Bukankah aku anaknya? Huft

“Mwo ? Aniya..tidak ada apa-apa ahjumma” Jawab Hyun Ri.Benar-benar berbeda dari apa yang ku fikirkan,ku kira Hyun Ri akan menceritakan panjang lebar kejadian tadi sore pada ammaku ternyata tidak.Ia sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda untuk mengatakan itu dan malah mencoba untuk masuk ke dalam rumah.

“Mian ahjumma..Hyun Ri masuk dahulu ne” Ujarnya.Amma mengangguk dan membiarkan Hyun Ri masuk ke dalam rumah.Apakah gadis itu menjauhiku ? Tentu saja.

“Kyungsoo” Amma menyiku lenganku.Aku menatapnya dengan tatapan tak mengerti “Ne ?”

“Gadis tadi,dia anak teman perempuan amma.Dia akan tinggal di sini untuk beberapa minggu,ku harap kau tidak keberatan” Ujar amma padaku.Aku menggeleng “Tentu saja tidak”

“Bagus,kalau begitu besok kau bisa berkenalan dengannya.Kelihatannya ia lelah sekali hari ini” Sambung amma lagi.Aku mengangguk dan masuk ke dalam rumah bersama amma.Ku langkahkan kakiku menaiki tangga,namun amma tiba-tiba saja menyelaku “Kyungsoo,kau mau ke mana ?” Tanya amma padaku.

Aku tak mengerti akan pertanyaannya , tentu saja aku ingin ke kmar.Seolah mengerti apa yang sedang ku fikirkan.Amma tiba-tiba saja kembali berkata “Oh tidak,jangan bilang kau mau ke kamar.Mulai sekarang kau tidur bersama dengan hyungmu karena kamarmu akan dipakai oleh Hyun Ri sampai ia pulang nanti”

“Mwo ?” Aku tak bisa menyembunyikan perasaan kagetku.Apa-apaan ini ? Bagaimana mungkin amma memberikan kamarku pada Hyun Ri ? Hei,di sana banyak barang pribadiku.

“Ta..tapi amma..”

“Sudah,sekarang menuju ke kamar hyungmu dan segeralah mandi.Ku harap dia tidak keberatan berbagi kamar denganmu” Ujar amma kemudian masuk ke dalam kamarnya.Dan aku ? Bagaimana mungkin aku tidur dengan Kyungmin hyung ? Bisa-bisa aku di suruh tidur di bawah.Hah~

Mana mungkin Kyungmin hyung mau berbagi kamar denganku ? Amma benar-benar..arghhh~

 

Kyungsoo POV END

 

OoOoO

 

Hyun Ri POV

Pagi telah menjelang,ku gerakkan tubuhku perlahan dan turun dari ranjang di dalam kamar lelaki menyebalkan kemarin.Hah,penat sekali melihat fotonya yang berada di dalam kamar ini.Merusak pemandangan saja—

Ku ambil handuk dan masuk ke kamar mandi , untuk apa ? Pasti untuk mandi.Mana mungkin aku masuk ke kamar mandi untuk menonton TV.Tak lama aku telah selesai mandi.Lalu aku turun dan berjalan menuju ke dapur.Namun ketika sampai di ruang tamu,aku melihat sesosok penampakkan.Bukan,sebenarnya bukan penampakkan.Tetapi sosok lelaki menyebalkan kemarin.Aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan penampakkan.

Eh,dia tidur dengan lucu.Aku belum pernah melihat lelaki semanis ini sebelumnya , sungguh.Apa ? Apa yang ku katakana tadi ? Hei , Park Hyun Ri berhentilah memikirkan yang tidak-tidak—Ingat dia itu orang yang menyebalkan.

Tiba-tiba mataku mendapati sebuah tas lengan bewarne krem.Benar,itu milikku yang ketinggalan di kedai kopi kemarin.Jadi dia yang membawanya sekarang ? Aku harus segera mengambilnya sebelum ia terbangun dan membuat masalah baru.

Pelan , pelan saja Park Hyun Ri.ambil tas-mu pelan-pelan..sangat pelan..pelan..lebih pelan lagi Park Hyun Ri..

Klep (?)

Yak,ada apa dengan lelaki ini ? Kenapa ia memegang tangannku ? Hash menyusahkan saja.Ku gunakan tangan kiriku untuk mendorong tangan kananku yang digenggam oleh lelaki ini.Namun apa? Dia malah menyeretku ke dalam pelukkannya.Hei,bodoh dia tidur di sofa dan aku bisa terjatuh jika harus berdua dengannya di sofa seperti ini.

Ah~ Dia memelukku dengan erat.Sekurus itukah aku ? Sampai ia menganggapku sebagai guling ? Hah.Aku mencoba memberontak.Namun lelaki ini dalam keadaan tidur seperti ini saja masih tetap bisa memelukku dengan erat.Oh God~

Aku mencoba mengambil remote di meja dengan tanganku sebisanya.Akhirnya remote itu-pun telah berada di genggamanku dan akan segera ku gunakan untuk memukulnya,hahahaha.

Dag!

Lelaki itu terbangun,ia membelalakkan matanya kaget lalu melepaskan pelukkannya begitu saja dan di saat itulah aku merasa tubuhku terbentur ke lantai

“Aw..” Rintihku.

“Kau ? Apa yang kau lakukan padaku ?” Tanyanya

Bodoh,bukankah aku yang seharusnya berkata seperti itu ? Kenapa sekarang terbalik ? Menyebalkan sekali.

“Kyungsoo..” Terdengar suara dari Eun Bi ahjumma,dan lelaki bernama Kyungsoo itu terkaget,ia terpeleset dan jatuh tepat di atas tubuhku.Sial,untung saja dia tidak terlalu berat.Tapi,hei ! Dia berada di atas tubuh perempuan

“Eh,apa yang sedang kalian lakukan ?” Tiba-tiba saja Eun Bi ahjumma dan Kyungmin oppa sudah berada di depan kami.Oh tidak,mereka pasti mengira yang bukan-bukan . Do Kyungsoo !

Lelaki itu cepat bangkit dari tubuhku,aku-pun juga ikut bangkit dan duduk “Ahjumma..oppa..kami,kami tidak melakukan apapun” Ujarku tergagap

“Ne,tadi aku tidak sengaja terpeleset dan mengenainya” Sambung lelaki disampingku.

“Apakah tadi itu mimpi ?” Ujar Eun Bi ahjumma “Aniya amma,itu bukan mimpi” Sahut Kyungmin oppa.Ah~ apa yang sedang mereka fikirkan ?

“Amma..hyung ! berhentilah berfikir yang tidak-tidak” Lelaki itu berkata dengan nada yang lebih tinggi “Sudahlah,aku ingin sarapan dulu” Sambungnya lalu pergi.

Enak sekali dia langsung meninggalkanku begitu saja.Eh tunggu,kenapa tas lenganku juga ikut ia bawa pergi.Hei ! Apa dia mencari masalah denganku?. Aku langsung terbangun dan mengejarnya ke dapur.Sungguh,aku tau bahwa sebenarnya Eun Bi ahjumma dan Kyungmin oppa merasa aneh dengan sikapku dan sikap si lelaki aneh.Biarlah,apa perduliku—Sekarang yang paling penting adalah aku harus segera mengambil tas lenganku.

Lelaki itu berdiri di depan jendela di samping dapur sambil menatap kolam renang,ia menatap tas lenganku.Kenapa dia menatapnya seperti itu ? Jangan-jangan ?

Srekkk

Ku rebut tas lenganku darinya,percayalah padaku sekarang lelaki itu sedang memasang tampang bodoh dan polosnya seolah ia tak tau apa-apa.Lama dia diam akhirnya lelaki itu mulai berkata “Eh kau..”

“Apa ? Apa ? Ini milikku,kau mau protes seperti kemarin ?”

Lelaki itu tertawa hambar mendengar perkataanku.Memang ada yang lucu ? Apa aku salah berkata-kata ? Ku rasa tidak.

“Oh,jadi karena itu kau membenciku ?” Tanyanya geli.Aku terkekeh mendengar pertanyaannya yang sama sekali tidak masuk dalam pembicaraan sebelumnya “Apa ? Aku tidak membencimu” Ujarku “Hanya sedikit merasa kesal padamu” Sambungku dengan intonasi yang sangat pelan.Mungkin ia tidak mendengarnya.

“Apa ?” Dia mendekatkan kepalanya padaku,ku dorong tubuhnya agar menjauh “Jangan mendekatiku” Ujarku dengan bodohnya.Alhasil lelaki itu-pun semakin tertawa—Park Hyun Ri,bodoh sekali kau ini !

Aku menengok dan melihat Eun Bi ahjumma dan Kyungmin oppa mulai memasuki dapur.Segera aku duduk di kursi meja makan dan mengabaikan si lelaki aneh bernama Do Kyungsoo itu.Tak lama kemudian si lelaki aneh itu-pun juga duduk,ia duduk di sampingku.Apa dia sengaja? Hah ?!

 

*****

 

“Eh..aku tidak mau,kenapa kau terus memaksaku” Ujarku pada Kyungsoo yang masih menari-narik tubuhku menujuku ke kedai kopinya.Bodoh sekali lelaki itu,ia menceritakan kejadian kemarin kepada ibunya dan ibunya menyuruhku untuk ikut dengan lelaki ini ke kedai kopi miliknya sebagai permintaan maaf tentang hal yang kemarin telah terjadi.”Aduh,kau ini..Lepaskan tanganku” Rontaku lagi.

Akhirnya lelaki ini melepaskan tanganku di depan meja yang sempat ku dudukki kemarin.Apa dia sengaja ? Mau mempermalukanku lagi ? Aku akan memukulnya kalau sampai ia melakukan itu.

Berbeda dengan apa yang aku fikirkan,tiba-tiba salah satu pelayannya datang dan membawakan segelas moccacino hangat di cangkir yang sama persis dengan kemarin.Apa ini ? Hash~

“Minumlah” Ujarnya padaku,ia mengambil moccacino tersebut dari nampan dan ia berikan padaku.Aku tidak langsung mengambilnya,aku menatapnya sambil menyipitkan mata. “Ayolah,kau takut aku menyampurkan racun di dalamnya? Bukan aku yang membuatnya,jadi jangan khawatir” Sambungnya

Apa ? Jadi jika ia yang membuatnya,ia akan menyampurkan racun di dalamnya? Awas kau Do Kyungsoo !

“Jadi nona,kau mau meminumnya atau akan yang akan memasukkannya ke mulutmu ?”

Aku mengerjap,lelaki ini benar-benar menyebalkan.Segera ku ambil moccacino darinya dan ku sesap perlahan,oh nikmatnya~

“Baiklah,kalau begitu sekarang kau sudah tidak memiliki alasan untuk membenciku bukan ?” Ucapnya lagi.Dia tersenyum dengan manis.Oh God~ Apa yang ku fikirkan ? Manis? Manis? Sudah dua kali aku berkata bahwa dia manis.Apa aku sudah mulai gila ?.Tak ingin pipiku memerah,segera ku alihkan pandanganku darinya “Aku tidak membencimu.Sudah ku bilang,aku hanya sedikit kesal..Sudahlah,aku mau pergi.Aku ingin memotret” Ujarku lalu meninggalkan cangkir kosong di meja.Aku berjalan ke arah jalan raya lalu berhenti dan berbalik kebelakang sebentar “Terimakasih untuk moccacinonya” Ujarku lembut,lalu tersenyum padanya.

Tunggu ? Tersenyum ? Sejak kapan aku tersenyum kepadanya ? Ku pukul-pukul kecil kepalaku.Park Hyun Ri.Kenapa kau sepolos itu ? Kenapa kau tersenyum padanya ? Kau tidak boleh tertarik padanya.Ingat itu.

 

 

Hyun Ri POV END

 

Kyungsoo POV

 

“Aku tidak membencimu.Sudah ku bilang,aku hanya sedikit kesal..Sudahlah,aku mau pergi.Aku ingin memotret” Ujarnya padaku,lucu sekali ekspresinya.Ia terlihat salah tingkah,bibirnya ia manyunkan seperti anak kecil lalu menaruh cangkir dan beranjak pergi.

Aku hanya melihatnya berjalan menjauhiku.Tiba-tiba ia berbalik—Caranya berbalik seolah ia ragu.Mungkin dia sedang sedikit berfikir saat itu.Namun akhirnya ia lakukan juga.Dia tersenyum,cantik sekali,lalu berkata “Terimakasih untuk moccacinonya” Senyumnya,rasanya aku ingin terbang sekarang.Gadis ini tersenyum dengan begitu manis.

Tak lama,ia lalu berbalik dan benar-benar berjalan pergi dan aku ? Aku-pun juga masuk ke dalam ruanganku di kedai ini.K-Coffee.Kalian tau ? K-Coffee itu berarti Kyungsoo Coffee.Sangat mudah di tebak bukan ?

Ku hempaskan tubuhku di kursi,dan ku buka laptopku.Ku cari nama gadis itu di internet.Rupannya ia cukup terkenal sebagai seorang photographer.Beberapa karyanya terlihat muncul di google.Ku amati sebuah foto.Seorang gadis sedang duduk di antara lebatnya rumput ilalang.Foto itu di ambil dari samping bawah,dan sang gadis sedang mendongak menatap langit yang berawan.Di saat itulah aku sadar,bahwa dia memotret dirinya sendiri.Sungguh indah,ia memang sangat berbakat.

Namun,tak berangsur lama aku mengamati karya-karyanya.Teringat bahwa aku harus fokus terhadap pekerjaan.Akhirnya ku tutup jendela internetku dan mulai mengerjakan hal lainnya.

Ku lihat dari jendela malam telah datang,ku tengok jam di dinding yang ternyata telah mengarah pada pukul 21 KST.Sudah malam,waktunya aku untuk pulang.Sebenarnya , hari ini aku harus lembur tapi tiba-tiba saja rasanya aku malas.

Drrttt..

Ponselku bergetar,ku amati sebentar dan segera ku sahut ponselku itu.Ku tekan tombol terima dan taruh di telinga “Yoboseo” Ujarku dengan nada agak heran.Tumben sekali amma menelfonku malam-malam begini.

“Kyungsoo~ah…kau di mana ?” Jawab amma dengan nada yang terdengar bingung.Aku memandangi sekitar dan menjawab “Di Kedai,bukan tapi di ruanganku yang berada di kedai,wae amma?”

“Hyun Ri…Dia belum pulang ! Amma sudah coba menghubunginya,tapi ternyata ponselnya tertinggal di kamar.Amma takut dia tersesat,ini adalah pertama kalinya dia ke Seoul” Gumam amma dengan nada serius.Benar,Hyun Ri baru pertama kali datang ke Seoul.Sebelumnya gadis itu tinggal di Paris,dan ia ke Seoul adalah untuk memotret.Seperti tadi yang ku katakana,ia adalah seorang photographer.

“Mwo ? Baiklah,biar aku yang mencari Hyun Ri” Jawabku khawatir.Hash..gadis itu ada-ada saja,kemana dia ? Kenapa malam-malam seperti ini belum pulang ?

Setelah ku tutup telfon dari amma,segera ku ambil mantelku dan aku berjalan menuju ke mobil.Ku tancap gas dan ku jalankan mobilku tanpa arah,karena Hyun Ri bisa berada di mana saja,atau jangan-jangan dia telah tersesat sampai ke luar kota ? Ya Tuhan..

 

Kyungsoo POV END

 

*****

 

Hyun Ri POV

 

Oh God..di mana aku sekarang ? Bodoh kau Park Hyun Ri,bagaimana bisa kau tersesat sampai ke tempat ini ? Lagipula,bagaimana jika aku sudah berada di luar Seoul ? Ponsel ? Oh tidak,aku lupa membawa ponsel..Ya Tuhan..

Aku berjongkok di pinggir jalan sambil menutup mukaku dengan kedua telapak tanganku,aku menangis terisak seperti anak kecil yang hilang dari rumah.Bedanya,aku tersesat dan anak kecil itu hilang.Ah sudahlah—Jalanan sangat sepi,tidak ada kendaraan yang melintas sama sekali.Bagaimana caranya aku bisa pulang sekarang ? Aku sama sekali tak tau arah jalan menuju rumah ahjumma.

Puk..

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.Sungguh,jantungku sekarang berdebar lebih cepat.Bagaimana jika dia orang jahat ? Bagaimana jika dia hantu ? Bagaimana jika dia ?

“Park Hyun Ri ?”

Suara itu ? Aku melepaskan kedua telapak tanganku dari wajahku,ku lihat seorang lelaki sedang berdiri di sampingku sambil memasang wajah bingung.Lelaki itu ?

“Kyungsoo oppa” Ujarku ,aku berdiri dan memeluk lelaki itu sambil menangis tersedu-sedu.Aku tidak tau lagi harus berkata apa.Yang aku tau sekarang hanyalah,dia datang dan dia menyelamatkanku

 

Hyun Ri POV END

 

Kyungsoo POV

 

Deg!

Jantungku berbedar dengan kencang begitu gadis itu memelukku,ia menangis dalam pelukanku.Aku bisa merasakan rasa lega di dadanya setelah bertemu denganku—Bukan,bukan seperti itu.Maksudku setelah bertemu dengan orang yang ia kenal di Seoul.

Aku tak tau harus melakukan apa sekarang,mungkin lebih baik aku membalas pelukkannya dan membiarkan dia merasa lebih tenang sedikit.Ya,begitu lebih baik.

Setelah ku rasa ia cukup tenang,ku longgarkan pelukkanku dan bertanya padanya “Kau baik-baik saja ? Apa ada yang terluka?”

Dia menggeleng dan masih menangis seperti anak kecil “Tidak..aku tidak apa-apa” Jawabnya manja.Aku mengerti rasa takut dalam dirinya.Bagaimanapun ia adalah seorang perempuan,aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika hal ini terjadi lagi padanya.

Hei tunggu,kenapa aku harus menyalahkan diriku sendiri ? Memang dia siapaku ? Kekasihku ? Ibuku ? Tentu saja bukan.Tapi,tadi dia memanggilku oppa.Hahaha,kejadian ini ternyata sedikit menguntungkan juga bagiku.

“Bisakah kita pulang sekarang?” Tanya Hyun Ri,aku mengangguk dan melepas mantelku kemudian ku pakaikan ke tubuhnya.Aku tau dia pasti sangat kedinginan.Lalu kami masuk ke dalam mobil dan pulang.

 

Kyungsoo POV END

 

TO BE CONTINUED

One thought on “MoccaciLOVE ( 1/2 )

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s