MoccaciLOVE (2/2)

moccacilove

 

 

Title : MoccaciLOVE

Author : Heena Park

Length : TwoShoot

Genre : Comedy,Romance

Ratting : PG

Poster by  Ayuieo || Ayri Cafe

 

Main Cast :

-Do Kyungsoo

-Park Hyun Ri

 

Backsong :

-La Cha Ta *f(x)

-White Winter  *Kim Bum Soo feat Lena Park*

 

Cuap-cuap Author  : Helo para readers kece,hehehe…Heena Park kembali hadir menemani hari anda :D Kali ini saya datang dengan sebuah FF yang dikhususkan untuk bang D.O *apacoba* *watdepak* Oh ya,sebenernya ni FF Oneshoot ,tapi karena saya kira terlalu panjang.Akhirnya saya jadiin TwoShoot *plak

 

Disclaimer : FF ini adalah murni milik saya ! Di larang keras melakukan Plagiarsm terhadap FF ini ! Jika melanggar,barbel Agung Hercules melayang huakakakka~.Dan FF ini sudah pernah saya share di http://exofanfictionindonesia.wordpress.com/

 

 

====>

 

 

 

Author POV

 

Jam menunujukkan pukul 08.00 KST.Hyun Ri terbangun dari tidurnya,ia mengamati sekitar sebentar lalu mengalihkan pandangan pada dirinya sendiri.Gadis itu mengerjap tak percaya—Bagaimana mungkin ia masih menggunakan mantel Kyungsoo ? Jadi kemarin malam—Setelah ia sampai di rumah,tidak.Dia bahkan tidak sadar kalau telah sampai di rumah.Yang ia ingat adalah,terakhir kali ia sedang berada di mobil dan entahlah—

Apa Kyungsoo yang telah menggendongnya ke kamar ?

Hyun Ri menggeleng pelan,dia bangkit dan mandi kemudian menuju ke dapur untuk sarapan,sepertinya hari ini ia harus memotret lagi.Namun , kali ini ia sudah menge-check ponselnya agar tak ketinggalan seperti kemarin.

Sungguh,kemarin gadis itu benar-benar sangat takut dan bingung.Namun,untung saja di saat-saat terakhir—Saat-saat ia mulai putus asa tepatnya,ternyata Kyungsoo muncul dan membawanya kembali ke rumah.

Hyun Ri berjalan ke dapur,ia menggunakan celana jeans  panjang,sebuah kaos bewarna biru muda,sebuah syal bewarna pink,dan tas lengan yang biasa ia gunakan.Tak lupa kamera menggantung di lehernya.Gadis itu tersenyum kepada Eun Bi dan Kyungmin yang sedang asik menyantap sarapan.

Hyun Ri mengambil roti dan mengolesinya dengan selai.Ia merasa aneh pagi ini,rasanya tidak lengkap.Tiba-tiba saja ia teringat kepada Kyungsoo.Benar,lelaki itu tidak ada.

Hyun Ri mengkerutkan keningnya “Ahjumma,di mana Kyungsoo oppa ?” Tanyanya penasaran.Eun Bi tersenyum kecil “Dia berada di halaman belakang,mungkin sedang member makan ikan.Kalau kau ingin menemuinya,temui saja.Tapi habiskan dulu sarapanmu sayang” Ujar Eun Bi.

 

Author POV END

 

Hyun Ri POV

 

Di halaman belakang ? Baiklah,aku akan menghampirinya.Segera ku habiskan sarapanku dan berdiri untuk pergi menemui Kyungsoo.

“Hyun Ri~ah..” Tiba-tiba saja Eun Bi ahjumma memanggilku,aku menengok dan menaikkan alis “Ne ahjumma?”

Eun Bi ahjumma menyunggingkan senyum penuh misteri sambil berkata “Dia lelaki yang baik dan menyenangkan,percayalah” Ujarnya.Aku menaikkan alis tanda memerlukan penjelasan,namun sepertinya Eun Bi ahjumma tidak ingin berkata-kata lagi.Akhirnya akupun pergi ke halaman belakang.

Ku lihat seorang lelaki sedang melempar makanan ikan ke dalam kolam.Lelaki itu menggunakan kaos bewarna abu-abu dan celana jeans panjang.Tumben sekali,apa dia tidak ke kedai ?—Aku menghampirinya dan berdiri di sampingnya.

“Tidak ke kedai ?” Tanyaku mengawali pembicaraan.Lelaki itu menengok,ia memasukkan tangannya ke dalam saku  “Tidak,aku sedang malas ke kedai” Jawabnya sambil memandangi sekitar

“Eh ? Kau tidak takut jika terjadi sesuatu di sana?”

“Tidak,aku yakin karyawanku bisa mengatasinya”

“Baiklah”

“Ngomong-ngomong,tumben sekali kau mau berbicara denganku.Apa ada sesuatu?”

“Eh,tidak..Aku..Aku hanya ingin minta maaf soal beberapa hari yang lalu,maksudku saat aku ..eh” Lelaki itu menarikku dan merangkulku “Lupakan saja,lagipula itu hanya masa lalu bukan ? Ngomong-ngomong kau mau pergi memotret?” Tanya Kyungsoo padaku.

Aku mengangguk “ Ne,wae?”

“Boleh aku ikut?”

Aku memiringkan kepalaku mendengar pertanyaannya.Apakah kejadian kemarin membuatnya takut membiarkan aku keluar sendiri? Atu dia disuruh ibunya ?

“Aku tidak di suruh oleh amma,aku hanya ingin melihatmu memotret” Ujar Kyungsoo seolah ia bisa membaca fikiranku “Jadi bagaimana?”

Tidak ada pilihan lain,aku mengangguk dan pergi bersamanya.

Kami pergi menggunakan mobil Kyungsoo.Ia bertanya padaku ingin pergi ke mana,dan dengan cepat aku menjawab bahwa ingin pergi ke Namsan Tower,ku fikir memotret di sana pasti sangat indah bukan? Tapi dia berkata bahwa Lebih indah pemandangan di sana jika malam hari.

Baiklah,tak apa.Aku akan menunggu sampai malam untuk melihat keindahannya,dan sekarang ? Hei,dia mengajakku menuju kedainya.Apakah ia akan menraktirku secangkir Moccacino lagi ?

“Baiklah nona,sepertinya secangkir moccacino cocok untukmu” Ujar Kyungsoo.Aku tertawa kecil,sepertinya ia telah tau bahwa aku sangat menyukai moccacino.Ia mengarahkan matanya ke samping dan aku mengikutinya.Ku lihat seorang pelayan telah berdiri di samping kami sambil membawa dua cangkir Moccacino,hmmm..yummy

Ia mengambil ke-dua cangkir moccacino tersebut dan ia berikan satu untukku,aku menghirup sebentar aroma moccacinonya,sungguh menggoda.Sungguh,ini adalah moccacino paling enak yang pernah aku minum,selain itu—Di sini juga adalah Kedai Kopi terbaik yang pernah ku datangi,suasanya,lingkungannya,pelayannya,dan…managernya.

Eh ? Apa ? Manager ? Tidak,tidak..Apa-apaan kau ini Park Hyun Ri ? Jangan berfikir yang tidak-tidak.Berhenti berkhayal.

“Kau tidak apa-apa ?”

Aku mengerjap mendengar pertanyaan Kyungsoo.Sepertinya ia merasa heran karena aku sempat melamun dan menggeleng beberapa kali.

“Eh,aniya..aku baik-baik saja” Ujarku cepat.Ia tersenyum padaku

Hei ! Jangan tersenyum,kau ingin membuatku mati beku di sini ? Kau tak tau betapa merahnya pipiku jika kau tersenyum seperti itu bukan ? Sudah,hentikan omong kosong ini Park Hyun Ri.Sekarang,minum moccacinomu dan jangan pandang lelaki itu,Ok.

Tak lama kemudian,Kyungsoo mengajakku pergi ke sebuah Taman.Beberapa anak kecil terlihat bermain di sana.Walaupun udara sangat dingin,tapi tak masalah.Mereka terlihat sangat gembira.

“Pemandangan yang indah,anak-anak kecil itu—Kau mau memotret mereka?” Tanya Kyungsoo tiba-tiba.Bodoh,aku baru menyadarinya.Ini sebuah pemandangan yang indah,kenapa aku tidak memotretnya sejak tadi ? Ku angkat kameraku dan mulai memotret sekumpulan anak kecil yang sedang bermain itu.Lalu terlihat seorang kakek dan nenek yang sedang duduk berdua di bangku Taman.

Aku memandang Kyungsoo,dia tersenyum kepadaku.Apa dia tau yang ku maksud ?

Tiba-tiba saja Kyungsoo menarik tanganku menghampiri pasangan lanjut usia tersebut.Ia membungkuk member salam di depan kedua orang tadi dan aku mengikutinya.Ia berkata pada pasangan tersebut,apakah mereka mau di foto? Dan mereka bersedia.

Aku berjalan agak menjauh dari mereka dan mulai memotret,awalnya aku hanya memotret pasangan tersebut,namun tiba-tiba muncul ide di otakku.Ide yang sedikit gila,namun sepertinya menyenangkan.

Aku meminta tolong,seseorang yang sedang berjalan di belakangku—Benar,aku meminta ia untuk memotretku dan pasangan tadi,tentu saja aku juga mengajak Kyungsoo.

Aku dan Kyungsoo berdiri di belakang pasangan tadi.Mereka masih duduk di bangku taman sambil tertawa bersama,sedangkan aku dan Kyungsoo membentuk tangan kami membentuk huruf V dan tersenyum lebar..

Chesse…

Satu foto bersama telah diambil.Walaupun hasilnya tidak sebagus potret’an photographer professional,tapi fot ini sungguh istimewa—Seolah-olah kami benar-benar hanyut di dalamnya,tersenyum begitu manis dan tanpa beban.Ini gila,tapi aku sangat menyukainya.

Setelah itu,Kyungsoo mengajakku untuk berbelanja di Myeong-dong,dan sekali lagi.Aku menemukan banyak sekali objek untuk di potret.Kegiatan jual-beli,orang-orang yang melintas,dan hal lainnya.Ini sungguh menyenangkan,sangat menyenangkan.

Kami berjalan-jalan dan mampir di beberapa toko di sana,Kyungsoo menggandeng tanganku.Ia bilang,agar aku tidak hilang , hehe,lucu sekali.Tapi aku menyukai ini.Caranya memperlakukanku,caranya tersenyum,aku menyukai itu.

Kami berlari kecil,seperti anak-anak yang sangat bahagia.Ia tersenyum begitu lebar padaku.Kami membeli kue beras,meminum soda,memotret diri sendiri,dan satu lagi—Ini adalah bagian terindah yang aku suka.Ia memberikanku sebuah gelang berbentuk cangkir kopi.Dia benar-benar..argghh~ Aku tak bisa mengungkapkannya.

Finally,akhirnya kami pergi ke Namsan Tower.Sekali lagi,ia menggandeng tanganku.Bolehkah aku terbang sekarang ?

Saat sedang berjalan,Kyungsoo menarikku ke suatu tempat.Tidak,kami masih berada di arena Namsan Tower.Dia mengajakku mendekat dengan para musisi yang disewa oleh direktur untuk bernyanyi di sana.Kyungsoo melepaskan genggaman tangannya dari tanganku dan berjalan lebih dekat dengan mereka.Ia berbicara dengan mereka,entah apa yang mereka bicarakan.Tapi tiba-tiba orang yang duduk di bangku vocal itu berdiri dan digantikan oleh Kyungsoo.

Sang gitaris mulai memtik gitarnya,dan apa ini ? Kyungsoo ? Lelaki itu bernyanyi ? Benarkah ?

“This song,is specially from Park Hyun Ri..Enjoy this song,girl

Aku membelalakkan mataku begitu Kyungsoo mengucapkan kalimat tadi,bagaimana mungkin ? Kyungsoo ? Bernyanyi? Special untukku ? Aku ? Park Hyun Ri ? Apakah ini mimpi ? Cepat bangunkan aku sebelum aku benar-benar bisa jatuh cinta padanya.

 

geu rae yo geu dae ma eum, na eh geh da ga wa joo gil ba rae yo

geu dae ae seul peun ,noon bit sok eh nae ga deul uh ga gil ba rae yo

an dae get jyo nae mam eul, geu rut geh swip geh bat ah jool soon up get jyo

ha ji man geu dae moon eul yul go nal bat ah joo gil ba rae yo

mant eun nal deul eul geu dael wi hae ,po gi hal soo it suh yo

so joong han gun geu dae ha na bboon in gul ee hae hal soo it na yo

soo mant eun nae sa ram ee byul dae uh geu dae gyut eh ji kyuh jool ggeh yo

po geun han bam geu dae wa ham ggeh jam deul go ship eun de

boo jok han geh mant ji man mo deun gul geu dae eh geh deu ril teh ni

nae sa rang boo di nae jak eun ggoom eul bat ah joo gil ba rae yo

mant eun nal deul eul geu dael wi hae po gi hal soo it suh yo

so joong han gun geu dae ha na bboon in gul ee hae hal soo it na yo

soo mant eun nae sa ram ee byul dae uh geu dae gyut eh ji kyuh jool ggeh yo

po geun han bam geu dae wa ham ggeh jam deul go ship eun de

boo jok han geh mant ji man mo deun gul geu dae eh geh deu ril teh ni

nae sa rang boo di nae jak eun ggoom eul bat ah joo gil ba rae yo

go ma wuh yo nae mam eul bat ah joon geu dael wi hae nan sal ggeh yo

geu dae mo seup ee bit ba rae jyuh do geu dael sa rang hal ggeh yo

geu dael sa rang hal ggeh yo geu dael sa rang hal ggeh yo

 

Confession By KangTa

 

Lelaki ini,ia membuat pengunjung berkumpul dan mendengarkannya bernyanyi,sungguh—Aku belum pernah merasa sebahagia ini sebelumnya.Aku ingin menangis,aku begitu bahagia.Aku merasa sangat dihargai olehnya.Dia benar-benar baik dan sopan,Oh God

Dia berdiri dan membungkuk begitu mendengar para pengunjung bertepuk tangan,dan aku ? Hei jangan bercanda.Sekarang yang bisa kulakukan hanya takjub,takjub,dan takjub.Kyungsoo berjalan menghampiriku.Ia tersenyum padaku dan berkata “Kau menyukainya?”

Aku menutup mulutku,lalu melompat melingkarkan lengaku di lehernya.Ia sedikit terkejut,namun ia cepat beradaptasi.Ia memegang punggungku dan membalasa pelukkanku “Bodoh,kau hampir saja membuatku menangis Kyunsoo”

“Menangis ? Apakah penampilanku jelek ?”

Bodoh sekali lelaki ini , aku melonggarkan pelukkanku “Bukan,bukan jelek..Kau tau ? Penampilanmu tadi,adalah penampilan bernyanyi terindah yang pernah ku lihat..dan aku sangat,sangat,sangat,menyukainya”

Kyungsoo tertawa “Aku tau,sepertinya para pengunjung memandangi kita.Bagaimana kalau kita cepat naik ke menara sebelum ini menjadi heboh” Ujarnya sambil mengacak-acak pelan rambutku.Aku membalas perkatannya dengan mengangguk

Kami mulai naik ke Namsan Tower,saat ini masih sore.Rencananya kami akan melihat matahari terbenam dari Namsan Tower,bukankah itu hal yang indah?

Sebentar lagi,matahari akan segera terbenam.Kyungsoo berdiri di pinggiran Tower sambil menyandar melihat matahari.Ku langkahkan mundur kakiku beberapa langkah,ku angkat kameraku dank u potret dia diam-diam.Ku harap dia tidak keberatan,aku hanya ingin menyimpan foto ini sebagai kenang-kenangan.Itu saja.

 

OoOoO

 

Dua minggu berlalu,hari ini aku harus kembali ke Paris.Memulai kehidupan lamaku,tanpa Kyungsoo di sampingku tentunya—Mengapa waktu terasa begitu cepat saat aku bersamanya ? Apakah ada yang salah dengan waktu ? Kenapa seperti ini?

Aku memakai sweater bewarna krem,topi bewarna hitam,celana jeans bewarna abu-abu,dan kaca mata.Aku berjalan menuruni tangga,ku lihat Kyungsoo,Kyungmin oppa,dan Eun Bi ahjumma sudah bersiap mengantarku ke Bandara.

Kyungsoo menghampiriku,ia membantuku membawa koperku yang sebenarnya tidak terlalu besar dan memasukkannya ke bagasi mobil.Aku duduk di kursi belakang bersama Kyungsoo , Kyungmin menyertir san Eun Bi ahjumma duduk di sampingnya.Keadaan di mobil sedikit canggung,bukan,bukan semuanya.Hanya antara aku dan Kyungsoo saja.

Satu jam berlalu,kami telah sampai di Bandara,ternyata pesawat tujuan Paris sudah mendarat di Bandara.Mereka mengantarkanku sampai ke pintu masuk.Aku memeluk Eun Bi ahjumma dan juga Kyungmin oppa,bagaimanapun mereka sudah sangat membantuku dua minggu ini.

Tiba-tiba Kyungmin oppa dan Eun Bi ahjumma meninggalkan aku dan Kyungsoo.Apa yang sedang ada difikiran mereka ? Aneh sekali—

Ku lihat Eun Bi ahjumma dan Kyungmin oppa telah menghilang,sedangkan Kyungsoo masih terpatung di depanku.Entah,apa yang harus ku lakukan sekarang.

Aku juga terdiam,aku hanya mengamatinya.Tiba-tiba lelaki itu menarikku dalam pelukkannya,ia memeluk tubuhku begitu erat,seolah mengatakan “Jangan pergi,kumohon”.Tanganku menjadi kaku,sungguh.Aku tidak pernah merasa kaku seperti ini sebelumnya.

Ku pejamkan mataku,aku hanya ingin merasakan pelukkan ini,merasakan hangatnya,merasakan sesuatu yang seolah melengkapi hidupku.Kyungsoo mendekatkan bibirnya ke telingaku,aku bisa mendengarkan deru nafasnya yang tak teratur itu.Degub jantungnya jang begitu kencang,namun tubuhnya terlihat lemah.

Ia membuka mulutnya,dengan perlaha berkata “Berjanjilah padaku,bahwa kau akan tetap seperti ini,selamanya”

Aku menyipitkan mataku,aku tak mengerti apa yang ia katakan.Namun belum sempat aku bertanya,pemberitahuan bahwa pesawat tujuan Paris akan segera berangkat telah terdengar.Kyungsoo mendorong pelan tubuhku untuk masuk,dan terakhir kali.Biarlah aku menatapnya,sebentar saja.

Selamat Tinggal,Do Kyungsoo

 

OoOoO

 

Paris,aku sudah tiba di tempat itu.Rasanya rindu sekali pada kota ini,sudah dua minggu aku tidak berada di sini.Sampai di rumah,mom sedang berdiri di depan pintu dan sepertinya sedang menunggu kedatanganku.Ia tersenyum lebar ketika melihatku datang bersama taksi.

Aku keluar dari taksi dan seketika mom dengan cepat memelukku dan aku menenggelamkan diriku dalam rasa hangat pelukkan itu.

“Selamat datang kembali di rumah,bagaimana perjalanmu sayang?” Ujar mom padaku—Aku tersenyum kecil “Menyenangkan”

Mom mengelus rambutku dan mengajakku masuk ke dalam rumah,kami berbincang-bincang kecil hingga akhirnya mom menyebut-nyebut soal Eun Bi ahjumma dan keluarganya “Apakah kau diterima dengan baik di Korea?”

Aku mengangguk “Sangat baik,aku menyukai mereka semua” . Tiba-tiba ponselku bergetar,ku rogoh saku ku dan ku keluarkan benda kecil itu.Kyungsoo ? Dia mengirim pesan untukku? Dengan cepat aku berkata pada mom bahwa aku ingin segera istirahat.

Sampai di kamar,segera ku buka pesan ini.

“Sudah sampai?” Pesan Kyungsoo untukku

“Tentu saja,jangan khawatir aku sampai dengan selamat”

“Aku tau”

“Lalu ?”

“Tidak,ngomong-ngomong kapan kau akan ke Seoul?”

“Kau bercanda ? Entahlah,aku tak tau..Apa kau sudah mulai merindukanku?”

“Mungkin”

“Eh ?”

“Sudah,lupakan,sana kau tidur”

Lelaki itu,hobby sekali ia mengalihkan pembicaraan.Tapi tak apalah,memang aku harus segera tidur.Toh,aku juga sudah kelelahan karena perjalanan panjangku dari Korea sampai ke Paris.

*****

 

Hari-hari setelah kembali ke Paris ku lalui seperti biasa,seolah kehidupan hanya abu-abu.Sepi sekali jika tidak ada lelaki itu.Hei ! Park Hyun Ri , kau merindukannya ? Oh tidak..

Tapi,ku fikir merindukannya juga tak terlalu buruk.Lagipula,sudah hampir satu tahun aku tidak bertemu dengannya,dan dia juga sepertinya sedang sibuk,dia sangat jarang menghubungiku.Menyedihkan sekali bukan ? Aku tau.

“Hyun Ri~ah” Aku mendengar sebuah suara memanggilku,ternyata mom.Dia masuk ke dalam kamarku dan duduk di sampingku “Apa yang sedang kau fikirkan dear ?” Sambung mom padaku.

“Aniya,tidak ada yang aku fikirkan mom” Jawabku

“Benarkah ? Sebenarnya mom ke sini ingin menawarkan sesuatu kepadamu”

“Apa?”

“Kau masih ingat bukan rumah nenekmu di Korea ? Mom fikir,kau mau menempati rumah nenekmu di sana..Tapi,jika kau tak mau..”

“Mwo ? Ah aku mau tinggal di sana,ku fikir aku sangat menyukai Korea.Aku menyukai Negara Kelahiranku dan Negara tempat ayah dilahirkan”

Mom memelukku “Mom tahu,mom akan siapkan segalanya dear~” Ujar mom,lalu keluar dari kamarku.

Benarkah ? Benarkah mom akan membiarkan aku tinggal di Korea ? Aku memang lahir di Korea,dan dad juga berasal dari Korea,namun semenjak dad meninggal , mom mengajakku pindah ke Paris,benar.Mom berasal dari Paris dan Eun Bi ahjumma,dia adalah tetangga mom waktu di Korea.

Dua hari berlalu,hari ini aku akan pergi ke Korea.Apakah ini hanya mimpi ? Ku harap tidak ! Hei, Kyungsoo oh tidak,maksudku Korea aku akan segera datang !

 

Hyun Ri POV END

 

OoOoO

 

Kyungsoo POV

 

Hari apa sekarang ? Hari kerja ? Oh God..rasanya malas sekali aku bekerja hari ini.Ini hari Ulang Tahunku,tapi semua terasa biasa saja dan gadis itu juga tak pernah muncul di depanku.Apa dia tak tau ? Sebenarnya aku merindukannya.Sangat merindukannya,baiklah ini adalah pengakuan terlarang.

Sudahlah Do Kyungsoo,mungkin memang lebih baik kau pergi ke Kedai,siapa tahu kau bisa menemukan hiburan di sana .Apa hiburan ? Hiburan macam apa yang ada di sana ? Tidak ada sama sekali bukan.

Ku parkirkan mobilku di tempat biasa,lalu berkeliling Kedai yang sebenarnya tak terlalu besar ini.Tiba-tiba salah satu karyawanku menghampiriku,ia berkata bahwa terjadi kesalahan dalam memberikan kopi seperti yang pernah terjadi pada..Oh berhentilah memikirkannya Do Kyungsoo.

Karyawanku menunjuk seorang pria di meja nomor dua puluh tiga—Pria dewasa yang sepertinya berusia akhir dua puluhan.Aku berjalan menghampirinya dan membungkuk sopan.

“Mian tuan,sepertinya ini bukan kopi anda,kopi ini milik seorang gadis yang sedang berada di dekat bunga itu” Ujarku padanya.Ia mengelak “Maaf,tapi pelayan tadi sudah memberikan ini padaku,anda siapa?”

“Saya manager di sini,jadi saya mohon agar anda bersedia memberikan kopi itu pada gadis yang di sana”

“Tidak,ini sudah menjadi milik saya”

“Tapi tuan..”

“Tuan,ini sudah menjadi peraturan di sini bahwa yang pertama memesan harus di dahulukan.” Tiba-tiba sebuah suara menyela perkataanku,aku mengetahui suara ini.Aku mengenalnya,sungguh—

“Tuan,lebih baik kau mengikuti kata pria ini saja,kau tau ? Dulu aku pernah dipermalukan karena kejadian ini,sungguh” Sambung gadis itu.Ia lalu tersenyum dan mengambil secangkir kopi yang berada di depan lelaki tadi,dan lelaki tadi sama sekali tak berkutik.

Gadis itu menengok padaku “Jadi,siapa pemilik kopi ini?” Tanyanya,aku terdiam.Sungguh,apakah ini benar-benar terjadi ? Apakah dia benar-benar datang ?

“Tidak…Han In,kemari !” Teriakku pada salah satu karyawan yang sedang berada tak jauh dariku,ia menghampiriku dan gadis ini “Tolong berikan ini pada nona di dekat bunga itu” Ujarku,ia mengangguk mengerti—dan sekarang ? Aku menarik tangan gadis di sampingku dan mengajaknya masuk ke dalam ruanganku.

“Aduh..kenapa kebiasaanmu sama sekali tak berubah eoh?” Rontanya agar aku melepaskan pegangan,aku tidak menjawabnya.Aku dan dia berhenti di balik pintu,dengan cepat ku tarik tubuhnya agar tenggelam dalam pelukkanku.

“Bodoh,aku sangat merindukanmu,kau tau itu?” Aku masih memeluknya,bahkan aku membelai rambutnya yang panjang terurai.Gadis ini,kenapa dia baru datang ?

“Aku tahu,makanya aku datang untuk menemuimu” Jawabnya sambil bergurau.Aku mencubit hidungnya yang mancung dengan pelan dan kembali memeluknya.Hei,Do Kyungsoo kenapa kau tidak bisa mengontrol dirimu sendiri?

“Aku akan tinggal di Korea” Ucapnya tiba-tiba,ku longgarkan pelukkan kami dan ku sipitkan mataku “Kau?”

“Ne,mom memperbolehkanku untuk tinggal di rumah nenekku—Rumah itu kosong,karena nenekku-pun tinggal di Paris bersama mom,kau mau mengantarku ke sana?” Jawabnya.

“Aku ? Tentu saja” Ujarku senang.Apa yang tidak untukmu Park Hyun Ri ?

Segera ku ambil mobilku,aku tak ingin membuatnya menunggu terlalu lama.Gadis itu berdiri di depan Kedai,ia tersenyum lebar.Sepertinya ia juga sedang bahagia sepertiku,sungguh—

Aku melihatnya masuk ke dalam mobilku,lucu sekali.Tingkahnya masih sama seperti tahun lalu,sama sekali tak berubah,seperti yang ku harapkan.Hyun Ri menunjukkan jalan menuju rumah neneknya padaku.Lumayan jauh,butuh waktu sekitar empat puluh menit untuk sampai di sana.Sebuah rumah dengan halaman yang besar,bunga-bunga yang menghiasi sekitarnya,dan sebuah kolam ikan di samping rumah,indah sekali—

Ia berjalan keluar dari mobil,sungguh,gadis itu menggandeng tanganku untuk berjalan bersamanya.Kami berdiri di samping kolam,air mancur terlihat indah mengairi kolam tersebut,beberapa ikan mas berenang dengan indah di dalamnya.Bukankah ini tempat yang sempurna untuk hidup bersamanya ?

Hei,Do Kyungsoo apalagi yang kau fikirkan ? Berhentilah berfikir yang tidak-tidak .

“Bukankah ini tempat yang indah” Celetuknya tiba-tiba padaku.Aku mengangguk dan menaikkan tanganku merangkulnya “Ini akan jadi lebih indah,jika kita hidup bersama” Bodoh Do Kyungsoo,apa yang kau katakan?

“Eh ?”

“Mwo ?” Tanyaku seolah tak mengerti.Hyun Ri memegang keningku “Kau sakit ? Tidak..kau tidak panas,apa ada yang..?”

Chupp~

Bodoh Do Kyungsoo,kau kelepasan lagi ! Hei,kenapa kau tidak bisa mengontrol dirimu sendiri ? Ah,bodoh..

“Mian..” Ujarku padanya.Ia masih terlihat kaget karena aku tiba-tiba mengecup bibirnya.Kyungsoo kau benar-benar bodoh !

“..Gwe..chan..na” Ujarnya sedikit kaku,apa dia sedang salah tingkah ? Mungkinkan dia ? . Mungkin sekarang adalah saat yang baik,ya benar.Sekarang.

Aku menunduk di depannya,ku genggam salah satu tangannya bagaikan pangeran yang ingin melamar sang putri.Sepertinya ini terlalu ku dramatisir,tapi tak apalah.

“Hyun Ri~ah..mungkin ini bukan saat yang tepat,maksudku…aku sama sekali tak mempersiapkan apapun….aku hanya berada di depanmu dengan tangan kosong”

Hyun Ri mengkerutkan keningnya,aku tau ia ingin agar aku segera melanjutkan perkataanku.Baiklah,Do Kyungsoo.Jangan jadi pengecut.

“Sekarang,aku,Do Kyungsoo…yang sedang berada di depanmu ini,tanpa membawa hadiah apapun untukmu,tanpa setangkai bunga mawar atau sebatang coklat..Hanya ditemani oleh segumpal keberanian yang tiba-tiba saja datang dan menyeruak dalam tubuhku,membuatku berani untuk bertanya … … Maukah kau menjadi kekasihku ?”

Bagus Do Kyungsoo,kau berhasil mengatakannya.Kau hebat Do Kyungsoo,sangat hebat . Hyun Ri membelalakkan matanya begitu mendengar pertanyaanku.Pipinya memerah seperti tomat,aku tau.Saat ini jantungnya pasti sedang melompat tak karuan di dalam sana.

Tiba-tiba saja gadis itu menitikkan air mata,ia menutup mulutnya dengan tangan kananya dan terisak pelan.Apa aku salah ?

Aku berdiri dan memeluknya,seharusnya tadi aku tidak mengatakannya.Apa dia shock ?

“Hyun Ri~ah…mianhae jika kata-kataku..”

“Sssttt” Hyun Ri meletakkan jari telunjuknya di bibirku,ia masih menangis namun perlahan ia tersenyum “Bodoh,kau tidak bersalah..Tidakkah kau mengerti bahwa aku sedang menangis karena terharu ? Kau tau betapa bahagianya aku saat ini?”

“Ja..jadi ?”

“Aku mencintaimu Do Kyungsoo,sangat mencintaimu..dan alasanku kembali ke Korea,salah satunya adalah kau”

Gadis ini ? Dia..bolehkah aku memeluknya sekarang ? Ya,boleh..aku pasti boleh memeluknya—Ku tarik kembali tubuhnya dalam pelukkanku.Aku memeluknya begitu erat.Se-erat cintaku padanya.Park Hyun Ri.Kekasihku—

“Oh ne, oppa..Saengil Chukkae hamnida” Ujar Hyun Ri padaku lalu mengecupku,gadis ini nakal sekali kekekek~.

 

Kyungsoo POV END

 

 

Flashback END

 

 

 

END

One thought on “MoccaciLOVE (2/2)

  1. Suka bgd ama crta ini, berapa kali dibaca, ringan critanya, tp suka bangeeettt~
    Lanjutin dong, jgn one shoot gini, juseyo~
    >/\<

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s