[FREELANCE] DON’T JUDGE ME (Chapter 4A)

Poster 4A - Don't Judge Me

Title
Don’t Judge Me

Author
Voldamin-chan

Length
Chaptered

Rating
PG-15

Genre
Romance

Cast
Kim Taeyeon

Lay (Zhang Yixing)

Kim Minseok

Other Cast
EXO and Girls’ Generation

Disclaimer
This story is mine, pure from my own imagination and all cast is belong to their own but all my biased ^^

Recomendded Backsound
BoA – Distrubance

Kim Bum Soo feat. SNSD Taeyeon – Different

 

Author Note

Don’t forget to RCL and enjoy the story

 

-Don’t Judge Me-

 

Sore hari seperti ini, ruang latihan kelas dance kampus selalu mempunyai penghuni tetap. Disana tiga namja masih serius dengan beberapa gerakan dance yang rumit, setidaknya itu terlihat dari berapa kali mereka mengulang gerakan yang sama dan berhenti ditengah-tengah musik yang masih menggema di ruangan ini. Untuk ketiga kalinya musik yang sama diputar kembali dan mereka bertiga melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Namun tidak sampai 5 menit musik itu bersenandung, dua namja memutuskan menyerah lebih dulu dan berhenti, mereka berdua merasa sudah kelelahan.

 

Hyung, istirahatlah dulu. Kau tidak lelah terus-terusan seperti itu?” seru namja jangkung yang duduk bersandar di dinding kaca, tepat menghadap seorang namja yang masih bertahan meliuk-liukkan tubuhnya dengan iringan musik. Tetapi tak ada tanggapan atau reaksi apapun dari lawan bicara di depannya. Dia malah tampak serius dengan dunianya sendiri. Namja jangkung ini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat hyung-nya yang sama sekali tak bisa dibujuk ini.

 

Karena tak ada respon apapun dari seseorang yang sebut sebagai ‘hyung’ ini, maka seorang lagi namja disebelahnya yang masih tak bergerak dari tempatnya, tepatnya berbaring di atas lantai ruang latihan ini mengambil alih membujuk hyungnya untuk berhenti sejenak dari kesibukannya. “Minseok-hyung, istirahatlah dulu. Deadline kita kan masih 3 bulan lagi, tidak perlu terburu-buru.”

 

Tepat di alunan musik terakhir, Minseok melakukan gerakan dance penutup. Setelah itu tidak terdengar lagi musik di ruangan ini, hanya terdengar dengusan nafas berat dari Minseok. Minseok langsung duduk bersimpuh di lantai sebelum akhirnya ia merebahkan tubuhnya di atas lantai. Minseok menggunakan handuk yang tergeletak disebelahnya untuk menutupi wajahnya. Keringat masih deras menghiasi tubuh Minseok, sampai-sampai kaos yang dipakainya sekarang basah dipenuhi oleh keringat. Namja jangkung disebelahnya menyodorkan sebotol air mineral dan meletakkannya di atas tangan Minseok yang terlentang bebas di atas lantai.

 

“Thanks, Kris.” Minseok bangkit untuk duduk dan meneguk penuh sebotol air mineral yang diberikan Kris. Menyusul Minseok, Kris dan Suho yang tadi masih berbaring, dua namja ini juga meneguk habis air mineral mereka masing-masing.

 

“Minseok-hyung, kudengar Taeyeon-noona sedang ada proyek ya? Akhir-akhir ini, aku jarang melihat Jessica-noona bersama Taeyeon-noona.”

 

“Ah, iya. Kau benar Suho~ya. Bicara soal Taeyeon-noona, belakangan ini aku melihatnya selalu berdua dengan seorang namja. Sepertinya namja itu anak baru, aku tidak pernah melihatnya sebelum ini. Kau sudah tahu hal ini, hyung?” Kris mendapat respon anggukan dari Suho yang berarti dia sependapat dengan namja jangkung itu.

 

Minseok dengan cepat bangkit untuk mengambil tas dan merapikan beberapa barangnya yang masih berceceran di lantai. “Dia memang anak baru, namanya Zhang Yixing. Katanya keponakan dari Lee-saem, beliau yang menyuruh Taeyeon untuk bekerja sama menyusun konsep proyek festival akhir tahun ini bersamanya. Kalau tidak salah sudah seminggu ini mereka mulai mengerjakan proyek itu, jadi ya wajar kalau Sooyeon jarang bertemu dengan Taeyeon, mungkin hanya bertemu saat Taeyeon mengajar ditempatnya saja. Kenapa tiba-tiba kalian bicara soal Taeyeon, tumben sekali.”

 

“Aish~ kita berdua ini peduli padamu, Hyung. Hyung, sampai kapan kau akan terus bertahan seperti ini? Kenapa kau tidak katakan saja pada Taeyeon-noona?”

 

“Iya, kita sudah bosan melihatmu terus seperti ini, Hyung. Peduli padanya, tapi hyung tidak pernah mengatakan yang sebenarnya pada noona. Dia tidak akan sadar sebelum kau mengatakan secara terang-terangan padanya, hyung.”

 

Minseok gerah dengan omelah kedua adik kelasnya sekaligus sahabatnya ini. Telinga Minseok sudah bosan dan mati rasa mendengar celotehan nasihat dari kedua orang itu. Sesungguhnya apa yang dikatakan Kris dan Suho tidak ada yang salah. Hanya saja Minseok merasa tidak ingin mengatakannya sekarang. Tidak ingin merusak keakraban yang sudah sangat dalam antara Taeyeon dengan dirinya. Minseok hanya berpikir, masih belum saatnya. Kapan saat yang tepat itu akan datang, Minseok juga tak yakin. Entahlah, keberanian ataukah kesempatan yang menjadi alasan utama Minseok untuk tetap tutup mulut sekian lama dihadapan Taeyeon.

 

“Sudahlah, tak perlu repot mengurusiku. Urusi saja Jessica kalian. Memang sampai kapan kalian bedua terus-terusan mengekor dibelakangnya. Sampai kapan Jessica bisa memilih satu diantara kalian berdua yang masih ingusan seperti ini? Ck, sudahlah aku pulang dulu. Kita lanjutkan latihannya besok.” Minseok balik menghujam dengan topik yang sangat sensitif bagi mereka berdua.

 

“YA! Minseok hyung! Setidaknya kita berdua sudah bisa terus terang pada Jessica-noona. Jangan sampai kesalahanmu terulang lagi, hyung! MINSEOK HYUNG!”

 

“Ck. Suho-ya. Sudahlah percuma saja, Minseok hyung memang keras kepala. Dia baru akan sadar kalau sudah kehilangan Taeyeon-noona seperti waktu itu. Hah~”

 

Minseok sudah tak tampak lagi di ruangan dance itu. Teriakan Suho tak digubris olehnya. Kris dan Suho hanya bisa menghela napas melihat sikap hyung-nya yang satu ini. Mereka berdua sudah kehabisan kata-kata untuk menghadapi Minseok yang begitu keras kepala tidak mau mendengar saran orang lain. Tidak hanya peduli, mereka berdua sudah lelah melihat begitu banyak pengorbanan Minseok yang tak kasat mata bagi Taeyeon dan Minseok tidak berusaha melakukan apa-apa untuk hal itu. Siapa yang tidak heran melihat kedekatan Minseok dan Taeyeon, tapi tak ada satu benang pun yang bisa menghubungkan mereka berdua. Bukan hanya dalam hitungan jam, tapi dalam hitungan tahun Minseok tak punya inisiatif untuk memulai merajut benang itu.

 

-Don’t Judge Me-

 

Minseok berjalan menyusuri koridor utama kampus, menjauh dari ruang latihan dance. Dengan balutan jaket khas baseball dan tas ransel yang kini bersandar di punggungnya, Minseok yang awalanya hendak menuju area parkir kini beralih berjalan ke arah ruang perpustakaan utama kampus ini. Minseok hanya ingin melihat apakah Taeyeon masih ada disana berkutat dengan beberapa buku kesayangannya. Sudah seminggu ini Minseok tidak bertemu muka dengan Taeyeon, mungkin hanya berpapasan atau saling menyapa secara singkat saja. Nyatanya Taeyeon benar-benar sibuk. Meskipun Minseok rutin datang setiap pagi ke apartemen Taeyeon, lebih sering Minseok dapati Taeyeon sudah tak ada di apartemennya atau masih tidur terlelap dengan begitu banyak kertas berserakan di kamarnya. Mungkin hanya lewat telepon saja Minseok bisa tahu bagaimana keadaan Taeyeon. Minseok hanya takut jika Taeyeon pulang terlalu malam dan kejadian itu terulang lagi. Hanya membayangkannya saja, Minseok sudah khawatir bukan main. Itu adalah salah satu kesalahan yang tidak akan pernah Minseok lakukan lagi.

 

“Maaf, permisi. Seohyun-ssi, apa Taeyeon masih ada di dalam?” Minseok masuk ke dalam perpustakaan dan menemukan seorang yeoja mengenakan kacamata dengan rambut panjangnya yang terurai indah, atau lebih dikenal dengan nama Seohyun, terlihat sibuk dengan komputer dan beberapa tumpukan buku di mejanya. Minseok memang tidak terlalu baik mengenal Seohyun seperti Taeyeon atau sahabatnya, tetapi bisa dibilang Seohyun adalah salah satu juniornya yang juga mahasiswa teladan di kampus ini jadi bisa dipastikan semua orang mengenal yeoja bernama Seohyun ini termasuk Minseok. Seohyun juga menjadi salah satu penjaga perpustakaan di kampus ini, otomatis Minseok selalu bertemu dengannya ketika mengantar Taeyeon ke perpustakaan ini. Well, begitulah Minseok tahu soal Seohyun dan sebaliknya.

 

Sejenak Seohyun berhenti dari aktivitasnya dan menoleh ke sumber suara di belakangnya. “Oh~ Minseok-oppa. Taeyeon-eonni sudah keluar sejak siang tadi. Kau tidak bersamanya?”

 

“Hmm.. Aku belum bertemu dengannya hari ini, kupikir Taeyeon masih ada disini. Maaf mengganggu kesibukanmu, Seohyun-ssi. Kalau begitu aku permisi dulu. Annyeong.” Seohyun hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan kepada Minseok yang sekarang sudah perlahan menjauh dari ruangan itu.

 

Hah~ Ada dimana Taeyeon sekarang? Tumben dia sudah keluar dari sana, padahal biasanya sampai sore dia masih belum mau angkat kaki dari perpustakaan.

 

Sepanjang koridor Minseok terus berguman sendiri, apalagi kalau bukan soal keberadaan Taeyeon yang masih menjadi misteri baginya hari ini. Meskipun akhir-akhir ini dia jarang melihat Taeyeon atau bersamanya, setidaknya Minseok harus bertemu Taeyeon walaupun hanya ucapan salam singkat 1 detik atau sekedar melihatnya dari jauh untuk memastikan dia baik-baik saja. Ini sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan oleh Minseok.

 

Minseok terus berjalan menelusuri koridor dan kelas-kelas yang ada di kampus ini terutama kelas vokal, kelas Taeyeon. Mungkin saja dia bisa menemukan Taeyeon disana. Dan hasilnya nihil, tak ada seorang pun di dalam sana. Ternyata tidak seperti yang diharapakan Minseok bisa menemukan Taeyeon dikelasnya. Jalan terakhir yang bisa Minseok lakukan adalah menelpon Taeyeon.

 

Baru saja Minseok mengeluarkan handphone-nya, terdengar suara dentingan gitar tak jauh dari tempatnya sekarang. Tak jauh dari kelas vokal, disana ada ruang dosen jurusan musik dan sepertinya suara itu berasal dari sana. Perlahan Minseok melangkah mendekat ke ruang dosen. Makin lama suara dentingan gitar semakin terdengar jelas dan sekarang ia bisa mengenali suara merdu seseorang di dalam sana.

 

I’m sorry, I’m sorry, I seek separation ~ ♪

Because your cruel words have inflicted wounds ~ ♪

My once-loving heart cannot recognize you ~ ♪

It tells me to stop, let’s break up ~ ♪

 

Ya. Kim Taeyeon, suara indah miliknya yang sangat Minseok kenal. Tetapi, Taeyeon tidak sendirian disana. Terdengar lantunan merdu suara seorang namja asing di dalam sana.
I’m sorry, so sorry, I seek her ~♫

Things I couldn’t do for her deafen me ~♫

I fear that if the memories are lost ~♫

I will be lost, too, so I say I’m sorry ~♫
Seorang namja disana sedang memainkan gitar di pangkuannya. Minseok bisa melihatnya diantara celah pintu ruangan dosen yang tak sepenuhnya tertutup itu. Taeyeon juga terlihat sedang memainkan gitar kesayangannya disana, gitar pemberian seseorang yang berharga bagi Taeyeon dengan logo kupu-kupu terukir disana. Taeyeon memainkan gitar diatas sofa sedangkan namja itu duduk bersimpuh di lantai tak lepas dari permainan gitarnya. Bisa  Minseok simpulkan namja dengan lesung pipi disana adalah Zhang Yixing. Ya, selain dia, Kris, dan Suho yang dekat dengannya sekarang ini adalah seorang namja bernama Yixing itu. Zhang Yixing, seorang mahasiswa baru pindahan dari Cina yang ditugaskan mendampingi Taeyeon untuk proyek seni Lee-saem. Lebih tepatnya keponakan dari Lee songsaengnim.

 

Satu hal yang membuat Minseok penasaran dan terus bergemuruh di pikirannya. Selama ini Taeyeon tidak pernah mau diminta tampil berdua seperti ini karena dia tahu, dia tidak akan pernah bisa menjiwai lagu duet seperti ini kecuali dengan dia. Hanya dia yang bisa membuat Taeyeon menunjukkan emosinya. Tapi, mungkin saja namja bernama Zhang Yixing ini memang benar-benar jenius seperti gosip yang beredar sehingga bisa mematahkan pantangan Taeyeon seperti sekarang ini, yang menjadikannya alasan kenapa namja ini sangat direkomendasikan oleh Lee-saem yang perfeksionis itu meskipun notabene dia adalah keponakan dari Lee-saem.

 

Mereka berdua terlihat serasi, duet yang terlihat sempurna meskipun hanya latihan seperti saat ini. Minseok bisa merasakan mereka berdua memiliki chemistry dalam menjiwai lagu yang mereka lantunkan berdua. Setidaknya hal itu terbukti dari apa yang Minseok dengar sekarang, mereka berdua terdengar sangat harmonis disetiap lirik yang mereka nyanyikan. Tidak salah Lee-saem menunjuk mereka berdua untuk hal ini. Fakta yang harus Minseok terima, meskipun disisi lain Minseok kurang suka berada dalam situasi seperti ini. Seakan Taeyeon akan menjauh darinya, seperti yang terjadi 2 tahun yang lalu.

 

Ada sesuatu yang menarik perhatian Minseok. Namja itu, Yixing, selama mereka berdua memainkan gitarnya, dia terus menatap Taeyeon tanpa sedetik pun matanya lepas dari yeoja di depannya. Sebaliknya Taeyeon yang sedang serius dengan gitarnya, juga beberapa kali bertemu muka dengan Yixing dan memberinya senyuman yang belum pernah Minseok lihat selama ini. Ah tidak! Minseok pernah melihatnya sebelum ini. Seperti Deja Vu, dulu Taeyeon pernah tersenyum seperti saat bersama dengan dia. Ya, Minseok tidak pernah salah soal kebiasaan Kim Taeyeon.

 

Taeyeon terlihat menikmati apa yang dilakukannya sekarang. Minseok tahu betul setulus apa senyuman yang diberikan oleh seorang Kim Taeyeon ketika dia merasa bahagia atau nyaman. Dan Minseok melihatnya hari ini, sekarang, pemandangan yang ada di depan matanya. Setidaknya dia tahu yeoja itu baik-baik saja dan kekhawatirannya yang berlebihan sudah tidak diperlukan lagi saat ini. Tak ingin mengganggu yeoja ini, Minseok berjalan menjauh dari tempat Taeyeon berada sekarang. Biarlah yeoja yang sangat ia sayangi itu menikmati kesibukannya sekarang.

 

Setelah dipastikan agak jauh dari kelas vokal, Minseok merogoh saku kanan jaketnya untuk mengambil handphone-nya. Segera ia tekan speed dial pada tombol 7.

 

Yeoboseyo, Minseok~a?” seseorang disebrang sana langsung menjawab panggilan Minseok.

 

“Hmm.. Taeyeon~a, sepertinya hari ini aku harus pulang dulu, aku ada keperluan sebentar. Kau sekarang ada dimana? Aku tadi mencarimu di perpustakaan.”

 

Ah~ Maaf. Aku lupa memberitahumu, aku masih ada di ruangan Lee-saem. Tidak apa-apa, pulanglah dulu. Aku dan Lay, ah maksudku Yixing masih ingin menyelesaikan beberapa lagu.

 

“Baiklah, hubungi aku saja kalau sudah selesai. Nanti akan kujemput.”

 

Oke nanti akan kuhubungi.. Hmm, sebentar Minseok-a.. Apa? Ah~ begitu? Baiklah. Minseok-a? Nanti kau tak perlu repot menjemputku, katanya Yixing yang akan mengantarku pulang. Tidak perlu mengkhawatirkanku, selesaikan dulu keperluanmu.”

 

“Begitu? Oke, hati-hati nanti pulangnya. Sampaikan terima kasihku pada Yixing yang sudah repot mau mengantarmu pulang.”

 

Haha~ Yixing bilang ‘sama-sama’. Kau juga hati-hati di jalan dan ingat jangan terlalu ngebut dengan motormu, Minseok-a.

 

“Iya, iya aku tahu. Annyeong.”

 

Annyeong.”

 

KLIK.

 

“Hahhh~” Minseok mengambil napas panjang setelah memutus sambungan teleponnya dengan Taeyeon. Minseok bergegas meninggalkan kampus.

 

Sepertinya dia akan pulang malam lagi, nanti aku akan mampir apartemennya sebentar untuk membuatkan beberapa makanan. Aku yakin Taeyeon pasti malas untuk masak kalau sudah malam.

 

What perfects me,

What makes me live,

What makes me smile,

It’s only one reason,

Having you.

-Don’t Judge Me-

TO BE CONTINUED~

 

 

♪ Huwaaa~ Huwaaa~

Maaf bagi yang menunggu FF ini baru bisa muncul sekarang (itu sih kalo ada yang nunggu #author amatiran yang pede banget) T^T

Jujur gara-gara kerjaan banyak yang bikin stress, sempet membuat ide macet buat FF ini, sampe-sampe FF yang satunya juga ga terurus, malah nyantai baca FF milik author laen (buat penghilang stress sih -__-;), biasa author amatiran idenya sukanya ngredit (>_<)?

Oh, iya lagu duet yang dinyanyiin Taeyeon ama Lay di FF ini, aku ambil dari lagunya Kim Bum Soo yang aslinya juga kolaborasi ama Taeyeon judulnya “Different”, sumpah lagu ini mellow banget~ entah bayangin Tae ama Lay nyanyiin lagu beginian pas atau ga, yah anggap aja pas #authorAmatiranSukanyaMaksa -__-;

Anyway, jangan lupa RCL… Segala komen ane bales pake dimple-nya Lay deh^^

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s