[FREELANCE] Sunday Morning

Sunday Morning

Sunday Morning

Author : ghivorhythm (@ghinaga)

Cast : Suho / Kim Joon Myeon (Exo-K) and You | Length : Vignette | Genre : Fluff | Rating : PG

= Summary =

Setiap Minggu pagi dia akan datang, mengetuk pintu rumahku dan memberikan senyuman, berharap dia bisa masuk ke dalam dan menikmati hari Minggu bersamaku

 

a/n: hello, bertemu lagi dengan author yang satu ini >< pada akhirnya saya bisa comeback juga hahaha. Duh, maafkan author berlebihan. Dan ini vignette !!! jeng-jeng-jeng, udah ahh.. Happy reading ^^

 

= S.U.N.D.A.Y M.O.R.N.I.N.G =

Semua ini berawal ketika aku menerimanya sebagai namjachingu-ku. Sejak saat itu sebuah kebiasaan pun muncul. Setiap pagi di hari Minggu, aku akan mendengar suara ketukan pintu di apartmentku.

Orang iseng ? bukan. Dia bukanlah orang iseng, tapi dia adalah namjachingu-ku, Kim Jeon Myeon.

Bermula dari kebiasaan seperti itu, kami pun telah membuat banyak kenangan di Minggu pagi. Makanya aku sangat menyukai hari Minggu. Hari dimana aku bisa bersantai, bermalas-malasan, dan mewarnai hari bersama Kim Joon Myeon.

 

Pagi ini pun begitu.

 

Masih dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhku, tapi tidak dengan wajahku, suara ketukan pintu terdengar. Kuraih ponselku untuk memastikan jam, ini masih jam 5:30 pagi.

Aku menghela napas kecewa, jujur saja aku berharap dia bisa menunggu 30 menit lagi memberiku waktu untuk melanjutkan tidur. Tapi, tidak. Aku tidak bisa begitu. Dia pasti lelah dengan rutinitasnya yang cukup membuatnya kurang tidur, sama sepertiku, jadi aku tak boleh egois.

Perlahan aku pun bangkit, berjalan gontai keluar dari kamar, melalui ruang tengah hingga akhirnya sampai di depan pintu. Aku tahu siapa yang ada di luar sana, menanti diriku membukakan pintu untuknya. Jadi, kuptuskan untuk memasang wajah penuh senyuman.

 

Kubuka pintu itu

 

“Pagi.” wajah yang tertunduk itu pun terangkat, menatapku seakan lama tak berjumpa. “kau baik-baik saja ?”

Dia hanya tersenyum. Sepertinya tenaganya telah habis. “ayo masuk, akan ku buatkan sup.”

Aku meraih tangannya, menggandengnya dengan hangat. Telapak tangannya terasa dingin. Apa dia sakit ?

Aku tak ingin menunjukkan rasa lelah yang menggelayutiku, karena aku tak mau dia juga merasakannya. Rasanya aku ingin menghapus semua kata ‘lelah’ agar dia bisa tersenyum lagi.

“tanganmu dingin. Apa kau sakit ?”

“tidak.” ia berjalan menuju sofa yang ada di ruang tengah, sedang aku sibuk menyiapkan sup untuknya. Dapur dan ruang tengah apatementku terhubung, hanya dibatasi dengan mini bar yang biasa kami pakai untuk bersantai sambil melihat keluar jendela besar yang menyajikan pemandangan indah.

“sepertinya kau butuh tidur.” Aku masih sibuk dengan aktivitas memasakku, jadi aku tak bisa duduk di sampingnya dan menjadi tempat melepas lelah untuknya. “tidurlah di kamarku, nanti kalau supnya sudah matang aku akan membangunkanmu.”

Kurasakan sepasang lengan memeluk pinggangku, aku tahu milik siapa lengan itu, jadi kubiarkan saja. Dagunya mendarat dengan sempurna di bahuku, membuatku bisa merasakan setiap hembusan napasnya.

“aku merindukanmu.” bisiknya tepat ditelingaku.

“hanya 2 hari tak bertemu kau merindukanku ?”

“bukan merindukanmu, tapi sangat merindukanmu.”

Dia semakin mengeratkan pelukkannya, “semanja inikah leader Exo-K ? kalau member yang lain tahu apa yang akan mereka lakukan, ya ?” aku berusaha mengajaknya bercanda, berharap itu bisa mengembalikan mood­-nya.

leader juga butuh perhatian,” dia menelusupkan wajahnya diantara rambutku seolah dia bisa mendapatkan oksigen dari sana.

“Suho ! geli..” dia tidak menghiraukan ucapanku, dia terus berada di posisi itu membuatku terus merasakan aliran listrik yang dia ciptakan. “aku belum mandi tahu.”

“aku suka itu.” akhirnya dia menghentikannya, kini ia kembali mendaratkan dagunya di bahuku sambil tersenyum.

“apa ?” aku bertanya padanya dengan setengah menahan tertawa, jawabannya benar-benar membuatku gila. Membuatku semakin terjatuh dengan pria bernama Kim Joon Myeon.

 

= S.U.N.D.A.Y M.O.R.N.I.N.G =

 

Setelah menghabiskan sup yang ku buat, ia pun tertidur di sofa putih yang ada di ruang tengah. Aku hanya bisa menatapnya sambil tersenyum, aku tak mau mengganggu waktu istirahatnya, lagipula aku harus membereskan dapur yang cukup berantakan karena ulah Joon Myeon tadi.

Mangkuk terakhir yang harus ku cuci, aku sangat bersemangat, karena setelah ini aku bisa pergi ke kamar mandi dan menikmati bath tub yang dipenuhi busa dan kelopak bungan mawar.

Selesai. Aku menghela napas penuh kemenangan. Sepertinya ini terlalu berlebihan, tapi baiklah ini wajar perjuanganku begitu berat. Sekarang saatnya mandi..

 

Perlahan kulangkahkan kakiku menuju kamar, aku tak mau gerak-gerikku membangunkan malaikatku yang sedang tertidur di sofa itu. Setelah sukses sampai ke kamar tanpa membangunkan Joon Myeon, aku pun segera berendam di bath tub, rasanya hidupku kembali.

Hampir 15 menit aku berendam, sepertinya sudah saatnya aku menyudahi ritual ini. Mungkin saja Joon Myeon ingin pergi ke suatu tempat bersamaku, kan ?

 

Setelah mengenakan dress selutut berwarna pink soft yang Joon Myeon sukai, aku pun keluar dari kamarku.

“kemana saja ??” tanyanya padaku sambil mengerucutkan bibirnya. Aku cukup terkejut, karena saat aku membuka pintu yang kulihat pertama kali adalah wajahnya yang sedang kesal.

“tentu saja mandi.” aku pun menutup pintu kamarku, “tidak mungkin ‘kan kalau kau ikut mandi bersama ku ??”

“tapi aku mau ikut !” jawaban yang tak pernah kuduga. Aku hanya tertawa mendengar jawaban seorang Kim Joon Myeon si leader Exo-K itu.

“sudah, lain kali saja, ya ?” aku membujuknya ditengah tawa lalu menggenggam kedua tangannya berharap kerucut di bibirnya segera menghilang. “kita ‘kan masih bisa melakukan hal lain..”

Dia menghela napas kecewa dan itu membuatnya terlihat seperti anak kecil yang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan mainannya.

“bagaimana kalau kita pergi ke taman ?”

Dia menggelengkan kepalanya, “fans dimana-mana, aku tidak mau kau terluka.”

“hm, lalu apa yang ingin kau lakukan ?”

Dia terdiam untuk sesaat, tapi tidak dengan otaknya yang terus berpikir hal apa yang ingin dia lakukan bersamaku. Aku masih sabar menunggunya, melihatnya berpikir dengan tingkah seperti anak kecil sangat lucu.

“ah !” semua perhatianku teralih, “kita main game saja ! yang menang mendapat ciuman dari yang kalah.”

Lagi-lagi aku tertawa. Ide macam apa itu ? inikah caranya meminta sebuah ciuman dariku ?

“tidak, tidak, aku tidak setuju.” Aku berjalan melaluinya, kemudia duduk di sofa putih yang panjang itu.

Dia segera mengambil posisi tepat disampingku, “ayolah. Kuarasa itu bukan ide yang buruk.” dia terus membujukku dan aku tak menghiraukannya, hanya menahan tawa karena tingkahnya yang begitu manja.

Sepertinya dia kelelahan karena membujukku, dia pun hanya diam dalam posisi itu sambil menatapku. Aku pun menaruh majalah yang sedaritadi ku baca sambil mendengar segala bujuk rayunya, lalu ku ambil bantal kecil dan ku taruh tepat di atas kedua pahaku.

“kau lelah ?” aku menepuk-nepuk bantal itu, menawarkan dirinya untuk tidur disana. Dan seperti perkiraanku dengan cepat dia sudah mendaratkan kepalanya di bantal itu.

Aku membelai lembut rambutnya sambil tersenyum, “setampan itukah aku ?” tanyanya. Tak ada yang bisa kukatakan, karena jujur saja di mataku dia adalah pria tertampan yang pernah kutemui.

“iya.” jawaban singkat yang ampuh membuatnya tersenyum lebar hingga ingin merobek mulutnya sendiri.

“wah, bagaimana ini ? tapi, bagiku kau bukanlah yeoja tercantik—”

Aku mengerutkan dahiku, dengan segera kutarik bantal yang sedaritadi menyangga kepalanya dan mendorongnya hingga jatuh.

“aduh, kau ini kenapa, sih ?” ia mengelus-elus lengan dan kakinya, “sakit tahu.”

Pada awalnya aku tak peduli, tapi lama-kelamaan wajahnya menunjukkan jika ia serius dengan ucapannya.

“sesakit itukah ?” tanyaku sambil mendekatinya.

“aku ‘kan belum selesai bicara,” dia menundukkan kepalanya kini ia berusaha memberi penjelasan padaku, “mungkin kau memang bukan yeoja tercantik, tapi kau adalah satu-satunya yeoja yang membuatku selalu ingin bersamamu, memilikimu, dan melindungimu.”

Perasaan lega. Aku memandangnya penuh kehangatan. Inilah alasan mengapa aku jatuh kedalam lubang bernama ‘cinta’ yang dibuat oleh Kim Joon Myeon.

“apa sakit ?” aku berusaha menyentuh lengannya, tapi ia menghindarinya, “mau ke dokter ?”

Dia hanya menggeleng.

Aku pun bangkit, “kalau terjadi sesuatu padamu nanti aku bisa dituntut tahu, ayo ke dokter !”

“tidak usah !” dia mendongakan kepalanya dan dengan perlahan ia pun bangkit, “tidak usah ke dokter.”

“sepertinya itu sakit, lebih baik kita cek saja ke dokter.”

“asalkan kau memberiku semua perhatianmu, memelukku, dan..” dia menunjuk bibirnya, “rasa sakitnya akan menghilang.”

Jadi, dia masih bisa bercanda ??

“YAAA !! Kim Joon Myeon !!”

Baiklah, Sunday Morning kali ini berakhir dengan perang bantal. Tapi, aku selalu menyukainya. Tiap momen yang tercipta, semua itu selalu berbeda. Dia. Namja itu. kim Joon Myeon. Hanya dia yang selalu memenuhi memoriku dengan hal-hal yang kami buat bersama.

 

Itulah kisahku tentang Sunday Morning. Bagaimana dengan Sunday Morning kalian ? aku berharap kalian juga memiliki momen istimewa tentang pagi di hari Minggu.

 

= S.U.N.D.A.Y M.O.R.N.I.N.G =

 

a/n : author muncul lagi. Bagaimana ? ga tau kenapa tiba-tiba dapet ide macam ini, bikinnya pun cuma 2 jam. Oh, ya don’t forget to leave your comment or like this FF guys ^^

7 thoughts on “[FREELANCE] Sunday Morning

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s