[One Shot] Hate That I Love You

hate that i love you

Title                 : Hate That I Love You.

Author             : Popoy

Main Cast        : Oh Sehun | Shin HyeJu

Support Cast   : Find out by yourself.

Length             : One shoot.

Rating             : PG13+

Genre              : Romance, Angst, Family, Marriage Life.

Author’s Note : [ati-ati] typo is seni, gaje is kreatip, lebay is aktip! (?)

Author’s P.O.V

Seorang yeoja sedang berjongkok tepat di hadapan seorang namja yang tengah terlelap tidur. Yeoja itu seakan-akan sangat mengagumi wajah malaikat yang dimiliki oleh namja itu—yang lebih tepatnya adalah suaminya.

Walaupun sudah berstatus sebagai seorang istri Oh Sehun, Shin Hyeju masih gemar mengamati detail wajah suami kesayangannya itu. Karena entah mengapa, Oh Sehun sepertinya sangat membenci gadis bernama Hyeju tersebut.

Oh baiklah, mari kujelaskan mengapa seorang Sehun membenci Hyeju. Awal mula nya karena perjodohan. Suatu tradisi kolot yang sepertinya sudah ditinggalkan oleh manusia berabad-abad lalu. Namun tidak untuk keluarga Oh dan keluarga Shin. Mereka kekeuh menikahkan anak mereka.

Shin Hyeju yang notabenenya menyukai Sehun pastilah senang akan kabar perjodohan itu. Namun, tidak dengan Sehun. Selama sekitar 2 bulan lebih menikah, rumah tangga mereka flat alias tak berwarna. Jika diibaratkan, kehidupan rumah tangga mereka berdua bagaikan kertas usang yang terombang-ambing tak tentu arah.

-Popoy’s-

Sudah lebih dari satu jam Hyeju memandangi wajah suaminya itu. Kebiasaan yang aneh. Biasanya Hyeju akan bangun pagi-pagi sekali untuk membereskan rumah nya, lalu menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Sehun—walaupun ia tak berjanji akankah Sehun memakan makanan itu atau tidak. Dan setelah itu, ia akan berjongkok seperti orang bodoh sambil memandangi wajah Sehun tanpa bosan.

Oh Tuhan, dia begitu sempurna…Terimakasih telah membuatnya berada di sisiku walaupun aku tahu betapa bencinya dia padaku. Gumam Hyeju dalam hati. Senyuman kecut terpancar dari bibir mungilnya.

Ting-Tong-Ting-Tong.

Hyeju sedikit tersentak mendengar suara bel yang terdengar nyaring sekali. Dengan cepat ia turun ke lantai bawah untuk memastikan siapa yang datang dipagi hari seperti ini.

Cklek

Hyeju sedikit terkejut melihat Shin Nara—kakak kandungnya—yang sedang berdiri tepat di depan rumah Hyeju dan Sehun.

A-Aigoo. Nara unni? Kau sedang apa kemari?” Tanya Hyeju sambil mengawasi sekeliling.

Sontak Nara langsung memukul pelan kepala adik semata wayangnya itu. “Aku kemari karena ingin mengabarkan sesuatu hal yang penting padamu. Ayo cepat masuk” Tanpa permisi, Nara langsung menerobos masuk ke dalam rumah.

Hyeju hanya bisa mendengus kesal melihat perilaku tidak sopan kakaknya itu.

“Hey, kemana suamimu?” Tanya Nara sembari duduk di atas sofa empuk ruang tamu rumah Hyeju dan Sehun.

Hyeju melirik lantai dua, tepatnya pintu kamarnya dengan Sehun. “Semalam dia lembur, mungkin dia kelelahan jadinya ia bangun siang. Lagipula aku tidak terlalu mempermasalahkannya, ini kan hari minggu” jelas Hyeju panjang lebar yang hanya disambut anggukan kecil Nara.

“Oh iya, ada apa kau kemari Unni?” Tanya Hyeju.

Nara tiba-tiba tersenyum penuh arti. Ia pun merogoh tas nya. Enath apa yang ia cari.

Hyeju yang duduk tepat di samping Nara hanya bisa menaikkan alisnya bingung.

Sepersekian detik kemudian, Nara mengeluarkan sebuah amplop putih yang Hyeju belum tahu isinya. “Apa itu?” Tanya Hyeju pensaran.

Nara memberikan amplop itu pada Hyeju. “Itu adalah tiket liburan ke Pulau Jeju. Aku juga sudah menyiapkan sebuah penginapan untukmu. Apalagi bulan madumu ke Bali 2 balun itu gagal sepertinya” Ujar Nara.

Hyeju hanya bisa tersenyum kecil. “Bagaimana bisa berhasil, jika selama di Bali aku sakit. Dasar pabo ujarnya dalam hati.

Nara melirik jam tangannya sekilas. “Hey, Hyeju. Aku pulang dulu ne. Aku ingin mengunjungi Eomma dulu. Dah, Annyeong!” Nara pun dengan tergesa-gesa keluar dari rumah.

Sedangkan Hyeju hanya bisa memandang amplop itu dengan tatapan nanar.

Tiba-tiba Sehun dengan rambut yang sedikit basah datang menuruni tangga. Tubuh Hyeju sontak saja membeku melihat betapa tampannya suaminya itu.

“Siapa tadi?” Tanya Sehun dengan nada datar—dan terkesan sangat dingin itu.

Hyeju langsung terbuyar akan kekagumannya terhadap Sehun. “Ah ta-tadi itu Nara unni. Ia memberikan ini padaku.” Hyeju memberikan amplop itu pada Sehun.

Dengan segera Sehun membuka amplop itu. Sehun membaca dengan seksama apa yang berada di dalam amplop itu.

Melihat wajah Sehun yang semakin dingin, Hyeju langsung angkat bicara. “E-Eum, Jika kau tidak berminat untuk kesana, aku akan kesana bersama dengan Bomi.”

Sehun mengangkat kepalanya menghadap Hyeju. Lalu dengan kasar melemparkan amplop itu ke arah Hyeju. “Aku akan kesana.” Jawabnya singkat lalu berlalu menuju ke meja makan.

Sudut bibir Hyeju terangkat membentuk sebuah senyuman. Ia pun memungut kembali amplop yang berserakan di lantai lalu ia simpan baik-baik.

Hyeju menghampiri Sehun yang ternyata sedang makan di ruang makan. Ada rasa senang di diri Hyeju melihat Sehun yang dengan lahap memakan masakannya.

“Ah, sebaiknya aku tidak mengganggunya.” Gumam Hyeju kemudian ia pun beranjak menuju ke lantai atas untuk menyiapkan perlengkapannya berlibur di Jeju.

Hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menyiapkan perlengkapan berliburnya. Dan kebetulan sekali Sehun masuk ke dalam kamar dan ia pun melihat Hyeju sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.

“Menyingkir dari sini. Jangan pernah sekali-kali kau menyentuh barang ku.” ujar Sehun dingin namun sangat cukup untuk membuat Hyeju terdiam di tempat. Ia bahkan merasakan ada bom yang membuat kepala nya pecah, atau jutaan pedang menusuk-nusuk hatinya tanpa rasa ampun.

Hyeju mundur beberapa langkah. “Maafkan aku.” Hyeju menunduk menandakan ia sungguh menyesal. “Aku berjanji tidak akan menyentuh barang mu lagi, Sehun-ah.” Hyeju berbicara dengan nada bergetar.

Sehun sedikit kaget dengan reaksi Hyeju. Namun ia menutupinya dengan act like icy prince.

Hyeju merasa udara disekitarnya pergi menjauhinya. Ia pun dengan langkah cepat langsung menuju ke kamar mandi, karena ia merasa sudah tak tak kuat menahan butiran bening dari pelupuk matanya.

Author’s P.O.V End

 

Hyeju’s P.O.V

 

Aku mengadapkan diri tepat di depan cermin ukuran 50 cm yang berada di kamar mandi. Aku berusaha tegar. Ia kembali mengingat-ingat ucapan sahabat ku Bomi ketika aku tengah lelah mengejar seorang Oh Sehun. “Cinta itu perlu pengorbanan. Jika tidak ada pengorbanan, bukan cinta namanya”

Ya, aku harus berkorban dan berjuang. Karena aku yakin aku pasti bisa meluluhkan seorang Oh Sehun. Aku tak mau menyesali ini, walaupun Sehun membenciku, aku akan tetap berjuang membuatnya jatuh cinta padaku. Karena aku yakin semuanya akan indah pada waktunya.

Aku mencuci wajahku dengan air. Mencoba menghilangkan bekas-bekas tangisku tadi.

Ayo Shin Hyeju, fighting!

Aku pun langsung mengambil koperku dan turun ke bawah. Karena aku yakin Sehun sudah ada di bawah.

Dan benar sekali, ia tengah berdiri dengan kopernya. Astaga, Tuhan, tolong aku. Mengapa Kau ciptakan makhluk se-sempurna ini?

“Cepatlah!” Teriaknya dengan pandangan sinisnya yang selalu kubalas dengan pandangan takut. Karena setiap dia membentakku, aku selalu menundukkan wajahku. Aku takut jika aku menangis di depannya.

Aku menarik koperku dengan cepat, untunglah aku hanya membawa beberapa potong baju.

Taxi yang akan membawa kami ke bandara-pun datang. Aku menaruh barang ku ke dalam bagasi mobil, begitu juga dengan Sehun.

Lalu, tanpa basa-basi aku dan Sehun masuk ke dalam mobil. Selama di mobil? Hening. Tak ada yang berani membuka obrolan. Sehun sedang sibuk dengan gadged nya. Sedangkan aku? Hanya bisa menghadap ke-arah jendela dengan bosan.

“Tuan, Nona~ Ini sudah sampai.” Ujar supir.

Aku mengangguk lalu tersenyum sekilas pada supir itu menandakan terimakasihku padanya.

Setelah Sehun memberikan beberapa lembar uang won pada supir itu, aku dan Sehun segera masuk ke dalam pesawat, karena pesawat akan lepas landas 10 menit lagi.

Selama di pesawat aku terdiam, mengantuk. Ya, sangat mengantuk. Meskipun penerbangan hanya sebentar, namun itu membuatku mengantuk.

Aku mencoba tidur dan…

Duk

Keningku terantuk kaca jendela pesawat. Aish, menyebalkan.

Kulirik sekilas Sehun. Ia tertidur pulas. Aigoo, dia sungguh tampan.

Setidaknya aku tidak perlu tidur selama di peswat. Memandangi wajah Sehun-pun aku sangat senang. Sungguh!

Tadaaaa! Sampailah aku di Pulau Jeju. Aku memasang sunglass ku. Begitu juga dengan Sehun.

“Cepatlah sedikit.” Perintah Sehun.

Aku mengangguk lalu mengikutinya naik taxi. Selama perjalanan, aku sesekali mengirim pesan singkat kepada Bomi, sahabatku. Aku harus menceritakan ini  padanya nanti jika sudah kembali ke Seoul.

To : Bomi-ya~

Hey Bomi, Kau tahu aku sedang ada dimana sekarang, huh?
Percaya atau tidak, aku sedang berada di Pulau Jeju. Tentunya bersama Sehun.
Tolong jangan balas pesan ini, Karena aku tidak mau kau mengganggu liburanku. Kkk~

Send!

Aku menutup layar ponsel flip ku itu. Dan kulirik Sehun sebentar. Sepertinya ia sedang menikmati pemandangan alam Pulau Jeju yang indah ini.

30 menit perjalanan terbayarkan sudah ketika kami menginjakkan sebuah cottage yang saaaaangat indah. Walaupun ukurannya tidak bisa dibilang besar, namun lokasi dan pemandangannnya sungguh indah.

Aigooo~ Sepertinya aku harus berterimakasih pada Unni ku yang satu itu!

Aku masuk ke dalam kamar nya. Begitu juga dengan Sehun.

Sehun terlihat sangat kelelahan. Aku jadi tak tega menganggunya.

Aku membuka koper ku, lalu mengambil sebuah short dress berwarna putih yang kubeli di Bali 2 bulan lalu. Aku pun memasuki kamar mandi.

Untuk kesekian kalinya aku mengangumi cottage ini. “Ini indah, ani-ani, sangat indah!” aku menggumam tidak jelas sambil melihat-lihat interior kamar mandi ini.

Aish, Sebaiknya aku harus segera mandi dan mengganti pakaian ku.

Hyeju’s P.O.V End

 

Sehun’s P.O.V

Sore berganti malam. Kini saat nya memjamkan mata. Aigoo, aku membenci perasaan ini.

Apa aku bersikap sangat kasar pada Hyeju? Ah tapi jika aku bersikap baik padanya, aku pasti akan kehilangan kendali.

Aku benci perasaan ini.

Srrrk

Kulirik kesamping—kearah hyeju—yang baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya yang masih basah itu malah membuatnya terkesan….errr? Sexy?

Aish, Sehun. Hilangkan pikiran kotormu itu.

Aku membalikkan tubuhku. Berusaha menghindarinya—menhindari kontak dengan Hyeju—.

“Sehun-ah, apa kau sudah makan?” Tanya Hyeju dengan suara yang sangat lembut. Aku terdiam. Sedikit lama.

“Aku lapar.” Aku langsung beranjak dari kasur lalu keluar dari kamar ini tanpa memperdulikan Hyeju yang entah pandangan apa yang ia lontarkan padaku saat ini.

Aku berjalan menuju café yang berada dekat dengan cottage ini berada. Aku memasuki café itu. Kulihat sedang live music disana. Tapi aku tak menghiraukannya.

Seorang pelayan yeoja mendekatiku. “Mau pesan apa Tuan?” tanyanya dengan senyuman ramah.

“4 Botol soju.” Jawabku tanpa berfikir apa efek samping yang akan ditimbulkannya nanti.

Sambil menunggu pelayan itu datang, aku melihat dan sedikit menikmati penampilan dari band indie yang tengah tampil tepat di tengah-tengah café.

“Ini pesanan anda Tuan.” Pelayan itu menaruh 4 botol soju di meja ku. aku yang entah kesetanan apa, langsung menyeruput soju itu bahkan seperti aku meminum air mineral biasa.

Kini sudah 3 botol yang kuhabiskan, entah sudah jam berapa ini. Kepalaku pening. Tiba-tiba seorang pelayan membangunkanku.

“Tuan, café sudah hendak tutup. Silahkan keluar” ujarnya.

Aku langsung berdiri menaruh beberapa lembar uang won di meja lalu berjalan dengan tergopoh-gopoh. Meskipun aku tahu nantinya mungkin saja aku akan terjatuh dan pingsan di tengah jalan sampai pagi.

Sehun’s P.O.V End

 

Hyeju’s P.O.V

Sudah beberapa jam yang lalu Sehun keluar dan belum juga kembali ke cottage. Aku semakin khawatir dengannya.

Akhirnya, dengan tekat bulat, aku segera mengambil jaket ku dan keluar dari cottage.

Betapa kagetnya aku ketika melihat Sehun berada di depan pintu dengan sempoyongan. Dengan cepat aku membantunya masuk.

Kuletakkan tubuhnya di atas ranjang. Kubuka sepatunya, jaket dan juga beberapa kancing bajunya.

Kucium bau soju keluar menyeruak dari mulutnya. Astaga, dia mabuk? Mianhae Sehun.

Nah, sudah. Aku hendak pergi menuju kamar mandi, namun tiba-tiba kurasakan tangan Sehun menarik lenganku. “Diamlah disini sebentar.” Ujar nya yang masih menutup matanya. Aku tersenyum sekilas.

“Aku akan kembali, Sehun-ah. Kau pasti mabuk.” Aku bergumam pelan namun ia masih tidak mau melepaskan genggamannya. Ia malah menarikku ke atas tubuhnya.

Dengan cekatan ia mencium bibirku. Aku kaget, senang, dan juga bingung. Perasaan campur aduk ini tiba-tiba saja keluar dari hatiku.

Sehun melumat kasar bibirku. Mencoba masuk ke dalam mulutku. Namun aku masih terdiam. Karena aku tak kunjung membuka mulut, ia pun langsung menggigit kecil bibirku dan sontak aku membuka sedikit mulutku.

Ia mengabsen satu-satu isi dari mulutku.

Aku terdiam, antara melayang dan juga bingung.

Tanpa basa-basi, tangan Sehun masuk ke dalam baju ku. ia mengelus pelan punggungku. Kini seakan aku tengah terbang bersama dengan kupu-kupu di surga.

Dan setelah itu, semuanya bermula….

[Imajinasiin sendiri yah, entar full versionnya bakalan keluar(?) xD]

 

Author’s P.O.V

 

Pagi-pagi sekali Hyeju sudah bangun. Ia sudah rapi dengan bajunya. Ia duduk di depan cottage dengan senyum masih mengembang di bibirnya. Ia menunggu Sehun yang masih berada di dalam. Hari ini mereka akan jalan-jalan ke pantai.

Klek

Sehun keluar dalam cottage. Dengan penampilan menawannya—selalu.

Sehun berjalan mendekati Hyeju. “Tolong lupakan yang semalam. Yang semalam hanya karena aku mabuk.” Ujar nya pada Hyeju.

Jleb. Hanya 2 kalimat. Namun itu sudah dapat membuat sisa hati Hyeju yang sudah tak tersisa itu semakin miris merana. Ia bahkan merasakan hatinya kini sudah tak berbentuk lagi.

Sehun segera pergi tanpa melirik Hyeju sama-sekali. Hyeju terdiam.

“Kau… Kau jahat, Sehun-ah” Dor. Apakah ini adalah titik terakhir dari perjuangan seorang Hyeju? Apakah Hyeju kini benar-benar marah pada Sehun?

Hyeju mencoba tegar. Jika ada penghargaan untuk yeoja paling tegar, pasti Hyeju-lah pemenangnya. Ia sudah disakiti banyak hal oleh Sehun. Namun ia masih terus tersenyum. Ia bersandiwara di depan orangtuanya dan mertuanya. Berbicara seolah-olah tak ada hal yang disembunyikan. Namun dibalik itu semua, Hyeju sangatlah rapuh—sangat sangat rapuh.

Di pantai, Hyeju berjalan jauh di belakang Sehun. Manik matanya terlihat berusaha keras menahan buliran air bening itu turun dari mata indahnya.

Siang hari yang panas ini, ia mencoba menenangkan diri. Ia berhenti di salah satu pondok kecil. Ia duduk tanpa memperdulikan Sehun yang terus saja berjalan lurus kedepan tanpa memperdulikannya.

Tiba-tiba,

“Hey, Hye-Hyeju?” Sapa seseorang. Ya, seorang namja.

Hyeju yang merasa namanya dipanggil langsung terbuyarkan dari lamunan nya. Hyeju memicingkan matanya mencoba mengingat siapa yang kini berada di hadapannya. “Err—? Myung—Myungsoo bukan?” Tanya Hyeju memastikan.

Namja itu mengangguk. Lalu dengan cepat namja bernama Myungsoo itu duduk di samping Hyeju.

Mereka berbincang-bincang dengan serunya. Bahkan Hyeju tak menyadari bahwa masalah yang dihadapinya masih banyak.

Ternyata Myungsoo adalah teman SMA Hyeju.

Mereka berbincang-bincang sampai sore. Mereka tak menyadari bahwa ada sepasang mata tengah mengawasi mereka.

Author’s P.O.V End

 

Sehun’s P.O.V

Aku duduk di pinggir pantai. Entahlah dimana yeoja bernama Hyeju itu berada. Aku penasaran. Sejak tadi ia menghilang. Apa dia berada di cottage? Seharusnya aku menghampirinya saja.

Aku berdiri. Membersihkan sisa pasir yang berada di celana berwarna hitam ku itu.

Deg.

Aku melihat Hyeju. Ya, tapi dia tidak sendirian. Dia bersama dengan seorang namja. Siapa dia?

Aku melihat mereka bersenda gurau. Aku bahkan tidak pernah melihat Hyeju tertawa lepas di hadapanku. Mengapa harus seperti ini? Kini aku melihat istriku sendiri tertawa lepas dengan namja lain.

Entah mengapa jantungku merasa terbakar sekarang. Haruskah aku menghampiri mereka sekarang? Ya. Harus.

Brak.

Aku datang dengan tatapan sinis. Terutama pada namja itu.

Tanpa aba-aba aku langsung memberikan pukulan mentah padanya.

Bug.

Hyeju terlihat sangat kaget melihaku memukuli namja brings*k ini tanpa ampun.

Sehun’s P.O.V End

 

Author’s P.O.V

Hyeju kaget melihat Sehun yang begitu nafsunya memukuli Myungsoo. Ia langsung menarik lengan Sehun dan syukurlah itu berhasil.

“Stop!” Teriak Hyeju kemudian menarik Sehun dan mengintruksi Sehun untuk tidak memukul temannya itu.

Dengan lemah Myungsoo bangun. Wajahnya lebam. Dasar pun keluar dari sudut bibirnya.

Myungsoo mengeluarkan seringaiannya. “Jadi ini suami brengsekmu itu ya Hyeju-ya? Cih, seharusnya kau menikah denganku bukan dengannya. Bukankah aku adalah cinta pertamamu?” Myungsoo sepertinya hendak membuat Sehun marah lagi.

Rahang Sehun mengeras, wajahnya memerah. Nafasnya masih tersenggal-senggal. Sedangkan Hyeju membulatkan matanya kaget. “M-Mwo? Myungsoo-ya, sudahlah jangan begini. Em, Sehun-ya, aku akan mengobati lukanya dulu ya” Ujar Hyeju namun karena emosi, Sehun langsung mengeret Hyeju kembali menuju cottage.

Hyeju mencoba melepaskan genggaman tangan Sehun yang begitu keras. “Se-Sehun, Tolong lepaskan tangannmu itu” mohon Hyeju dengan nada memelas.

Namun Sehun yang masih terbakar emosi dan juga…cemburu? Ia tak mau melepaskan tangan nya dari lengan Hyeju.

Brak

Sehun menutup pintu dengan kasar. Ia melepaskan genggaman tangannya pada Hyeju. Hyeju terdiam. Ia marah dan juga kesal pada Sehun.

Dengan memberanikan diri, Hyeju berdiri dan menatap Sehun dalam penuh arti.

“Tidak bisakah kau sopan sedikit terhadapnya hah? Apa kau tak tahu tata karma Oh Sehun-ssi? Apa kau tak menggunakan otak genius mu hah? Dasar pabo!!” Teriak Hyeju dengan emosi.

Sehun tercengang dengan apa yang Hyeju barusan katakana. Ia tak menyangka bahwa inilah Hyeju ketika ia marah. Ia menyeseal. Ya, Sehun menyesal. Tapi menyesal untuk apa? Jawabannya adalah menyesal untuk segala-galanya yang telah ia perbuat kepada Hyeju.

“Kenapa? Kenapa kau membelanya? Apa benar kau ingin menikahinya hah? Apa kau menyesal kau menikah denganku?” Balas Sehun geram.

Hyeju terdiam sebentar “Kau fikir aku apa hah? Aku bukan wanita seperti itu. Aku tidak pernah menyesal menikah denganmu. Sama sekali tak menyesal. Hanya saja baru kali ini aku kecewa terhadapmu. Aku bertahan karena aku mencintaimu. Tapi kini kau menghancurkan semuanya. Semua kepercayaan dan juga semangat ku untuk terus menjadikanmu yang paling utama dan menjadikanmu teman hidupku.” Hyeju terdiam sebentar. Lalu melanjutkan kata-katanya

“Apa pernah kau berfikir tentang perasaan ku? Apa pernah kau mengerti perasaan ku? Kau tidak pernah! Aku berusaha bertahan denganmu. Aku berusaha mempertahankanmu. Tapi dirimu seolah membiarkanku begitu saja. Dan seolah membuatku menjadi Hyeju si sampah.” Hyeju kemudian terduduk lemah di lantai.

Sedangkan Sehun terdiam mendengar apa saja yang Hyeju ungkapkan padanya. Setiap kata dan kalimatnya menimbulkan satu pedang menancap di lubuk hatinya. Haruskah ia mengaku? Akankah ia mengakui semuanya?

Sehun terduduk. Melihat Hyeju yang menunduk dengan pundak bergetar.

Sehun mencoba berbicara namun langsung dipotong oleh Hyeju. “Besok kita kembali ke Seoul. Akan kuurus perceraian kita.” Ujarnya dingin.

Ya, dua kata yang akan membuat dunia Sehun berubah. Dua kata yang meluncur begitu saja dari bibir indah Hyeju. Dua kata yang tak pernah Sehun bayangkan sebelumnya. Sehun terdiam, rasanya ia ingin mati saja sekarang.

“Tapi, apa kau tak ingat malam itu? Bagaimana jika kau hamil?” Tanya Sehun dengan nada nelangsa—berbeda dari biasanya.

Hyeju berdiri dari duduknya lalu tersenyum meremehkan. “Kau bilang aku harus melupakan itu Tuan Oh Sehun. Tenang saja, aku sudah lupa. Lagi pula jika nanti anak ini sudah berada di dunia dia akan segera mempunyai figur seorang ayah yang lebih bertanggung jawab”Ujar Hyeju dengan penuh penekanan di setiap kata-nya. Kemudian dengan langkah cepat ia segera masuk dengan kamar mandi. Untuk apa lagi jika bukan untuk menangis? Hyeju bukanlah gadis yang selalu tegar jika sudah dalam kondisi seperti ini.

Sedangkan Sehun terduduk di kasur dengan pandangan kosong. Ia mencoba menelan kata-kata menyakitkan yang keluar mulus dari bibir Hyeju.

Sebuah pengakuan yang membuat dada Sehun terasa sesak bagaikan ada yang menghimpitnya dengan keras.

Hyeju baru terbangun dari tidur nyenyaknya. Matanya sembab akibat ia menangis semalaman. Ia lihat Sehun sudah tidak ada di kamar itu.

Lalu ia menemukan sebuah paper note yang berisi pesan dari Sehun.

“Oh Hyeju, jika kau masih menyayangiku, pergi dan temui aku di pantai. Kumohon kemarilah”

Deg.

Hyeju kembali dipusingkan dengan notes dari Sehun. Haruskah ia datang? Dia membaca kembali paper note itu. Oh–Oh Hyeju?

Hyeju tak dapat membohongi perasaannya sendiri walau semalam ia juga sangat tidak rela untuk melayangkan gugatan cerai pada Sehun.

Dengan cepat, ia mencuci wajah dan gosok gigi. Dan segera mencari Sehun di pesisir pantai.

Sedangkan Sehun tengah berdiri menghadap pantai. Ia menoleh ke samping. Tepat! Ia lihat, seorang gadis berambut panjang berjalan menghampirinya dengan wajah yang di tundukkan kebawah.

Jantungnya serasa ingin meledak sekarang. “Aku yakin ia masih menyayangiku

Dengan senyuman manisnya—yang tak biasa ia tunjukkan—Sehun berjalan ke arah Hyeju.

Ia tangkupkan tangan besarnya ke wajah mungil Hyeju. Hyeju kaget mendapati sikap Sehun yang lain dari biasanya.

Tanpa basa-basi lagi Sehun langsung memeluk Hyeju. Hyeju kaget melihat perilaku Sehun.

Mianhae, Hyeju—Oh Hyeju.” Ujar Sehun

Hyeju tak dapat menahan senyumnya–dan juga tangisnya “Untuk?” tanyanya kemudian melepaskan pelukannya. Namun tangan Sehun erat menggenggam tengan Hyeju.

“Semuanya.” Jawabnya singkat namun penuh makna.

Hyeju tersenyum tipis sembari menahan air mata keluar lagi dari pelupuk matanya. “Ne, aku mengerti.”

“Dan maaf telah membohongimu” Ujarnya.

“Eoh? Bohong tentang apa?” Tanya Hyeju bingung

“Aku berbohong tidak mencintaimu.” Hyeju terkesiap dengan jawaban Sehun.

“Maksudmu? Kau mencintaku? Lalu? Kenapa kau menjauhi ku seolah olah kau memebenciku?” tanya Hyeju

I Hate when I know that I too much love you. Aku menjauhimu karena aku tak bisa mengendalikan diriku saat dekat dengamu. Aku tahu bahwa kau selalu memperhatikanku ketika kau belum bangun di pagi hari. Aku tidak bangun karena aku ingin kau terus memperhatikanku, dan asal kau tahu… soal malam itu, aku sadar jika aku telah melakukannya. Maaf telah berbohong sebegitu jauh padamu” Sehun tertunduk namun ia terus menggenggam tangan Hyeju. “Aku sangat sadar malam itu. Maaf telah menyakitimu… menyakitimu sedalam ini”

Hyeju terdiam. Lama sekali terdiam….

Namun kemudian… “Kau jahat Sehun-ah! Kau jahat! Kau tidak tahu betapa sedihnya aku saat kau bilang kau melakukannya hanya karena kau mabuk. Sebenarnya A-Aku takut sekali ketika aku mengatakan akan bercerai denganmu semalam.” Hyeju memukul-mukul pelan perut sehun sambil menangis.

Dengan cepat Sehun memeluk Hyeju. “Mianhae. Aku mau kita besarkan anak kita bersama, dan maaf karena melukai temanmu. Aku hanya…. Cemburu. Kau tahu? Aku ingin anak ku tumbuh bersama ku. Yang pantas bersamamu hanya diriku.” ujar Sehun masih memeluk lembut Hyeju.

Hyeju mendongakkan kepalanya menatap Sehun Intens

“You must got a punishment!” Ujar Hyeju sambil menghapus air matanya lalu tersenyum mencurigakan.

Sehun menatap Hyeju dengan tatapan bingung.

Sedetik kemudian Hyeju langsung mendorok Sehun ke pantai hingga Sehun basah kuyup.

Sehun yang tak mau kalah pun langsung menarik Hyeju masuk ke dalam air.

“Ya! Kau berani padaku huh Tuan Oh?! You must got more punishment!” ujar Hyeju pada Sehun

Sehun tersenyum lalu mendekatkan tubuhnya pada Hyeju “I’ll take my punishment tonight” ujar Sehun dengan pelan dan sesekali menggigit kecil telinga Hyeju.

Ya! Nappeun namja eoh!”

Hyeju semakin gencar membasahi Sehun dengan air.

“Semuanya akan indah pada waktunya” – Shin Hyeju [Hate that I Love You.

[]End[]

 

 Halohalooooooooo~ Popoy disiniiii!!!!

Ini adalah ff pertama alias ff comeback dari popoy setelah popoy hiatus sekian abad /?

Dan kalian tau ga? Popoy bikin ff ini dengan ngebut karena takut batere NB abis. maklum pas lagi buat ff eh PLN nya nakal (?) -_- jadinya popoy bikin ff dalam keheningan malam dan merana dalam kegelapan (?) [readers: author lebay-_-]

Hehe, maklum lah, author masi kecil unyu munyu labil. (?)

Kalau kalian mendukung Couple HyeHun (?) terus melahirkan karya-karya nya, tolong RCL ya! READ COMMENT LIKE!

Oh iya, adakah disini yang bias nya KAI? Kalau ada angkat tangan(?) ya, soalnya bakalan Popoy bikinin ff main cast nya Kai

Thankiesssss

67 thoughts on “[One Shot] Hate That I Love You

  1. waaah….. endingnya bikin terharu thor T_T *elap ingus*
    ternyata selama ini sehun cinta sama hyeju,tapi kenapa nggak bilang dr awal sih
    oh iya thor masih banyak typo
    keep writing and hwaiting ^^

  2. Prokprokprok :v
    Ffnya daebak euyy ,,, apalagi pas thehun ngungkapin/? Perasaannya.. Malahan gw yg dagdigdug/? Sendiri :v dan bangapta ya buat author maupun readers.. Aku readers baru disini😀 *tunduk 90derajat

  3. huaa jadi si sehun sudah menyukai hyeju udah lama toh,,
    dan cinta nya hyeju tidak bertepuk sebelah tangan…
    hah,, happy ending…
    bikin sequel nya donk…
    keep writing🙂

  4. Pas baca kata2 yg sehun ucap sumpah itu nyelekit pake bgt..
    apalagi pas dia ngelempar amplop putih ke arah hyeju..
    Tapi hyeju tetep senyum.
    Bayangin aja 2 bulan ngadepin suami kaya gitu. aku belum tentu sanggup..

  5. aaaa…. sehunnyaa gemesin banget disini duuhhh >< jaim banget,, minta diremeet/? -,,-
    nice banget thor, kata2nya bagus🙂
    apa nya yg kurang yah ._. aaa… agak kecepetan gtu thor ._. /? maksutnya, maunya dialog pas sblum ke pulau jeju rada dibanyakin lgi :3 tpi gapapa sih :3 semuanya uda ketutupan sma kelebihan nya :3 /?apedah
    keep writing dear🙂 fighting! ^^)9

  6. my favorite line~ “Aku tidak pernah menyesal menikah denganmu. Sama sekali tak menyesal. Hanya saja baru kali ini aku kecewa terhadapmu. Aku bertahan karena aku mencintaimu.” hehehe

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s