[FREELANCE] (LightHeaven’s STORY) The Reason Why

tumblr_m6llf9jytj1rusej8o1_500

(LightHeaven’s STORY) The Reason Why

Author :: Seara Sangheera

Cast :: Byun Baekhyun of EXO-K, Hwang Sera (OC)

Cameo :: Kai of EXO-K

Genre :: Romance

Lenght :: Oneshoot

::Baekhyun POV::

Selama 3 bulan berpacaran dengan Sera. Aku menyimpulkan 3 kemungkinan kenapa Sera mau berpacaran denganku.

Pertama, karena dia nyaman saat bersamaku.

Gadis itu, saking ‘nyaman’nya saat bersamaku dia sepertinya lupa kalau aku ini laki-laki biasa. Ini sebuah contoh ya, kenapa aku bisa bilang begitu.

Kalau tidak salah kejadian ini sekitar satu-dua bulan yang lalu, saat itu aku sedang tiduran dikamar. Membaca komik lewat i-pad. Tiba-tiba Sera masuk kekamarku dan merebahkan tubuhnya disampingku. Memelukku erat dan sukses membuat jantungku hampir lepas dari sarangnya.

“Y-ya!! Sera! Apa yang kau lakukan??”ujarku panik. Sudah sejak lama sekali tidak ada kontak fisik antara aku dan Sera. Euh, bisa dibilang sejak aku tahu aku jatuh cinta padanya. Menyentuh Sera bisa membuat jantung dan otakku berhenti beroperasi, itu bahaya.

“Kalau Yuki-Haru mencariku, jangan bilang aku disini! Ara?”bisiknya.

“Wae??”

“Pokoknya jangan bilang! Dan malam ini aku akan tidur bersamamu, tidak boleh menolak!”

“Y-ya! Apa kata member lain kalau kau sampai…”

“Mereka setuju kok,”Sera mendongak menatapku. “Chan bahkan bilang akan pindah dan tidur bersama Joonmyun. Padahal tidak apa-apa kalau tidur disini, kan kamarnya dua. Kai tadi bahkan mau merelakan kasur queen-sizenya buat kita.”

“Ehhh??”

Aku tahu wajahku pasti sudah memeraaaaah seperti kepiting rebus. Tapi Sera sepertinya terlalu rabun untuk melihatnya. Ukh, bagaimana mungkin ada gadis yang tingkat kepekaannya nol besar seperti itu?

Hari itu Sera diusir dari rumah gara-gara selama 3 hari tidak pulang dan bolos kekampus untuk pergi kerumah crayon G-Dragon. Handphone-nya mati karena tidak dicharge. Membuat Appanya yang galak itu cemas setengah mati. Saat aku bilang, kalau mungkin penyakit ‘Sasaeng’nya Sera kumat lagi, appa Sera langsung menutup rumah mereka rapat-rapat untuk Sera. Jadi saat Sera pulang, Okasannya menangis karena tidak berani membukakan pintu dan appanya berteriak mengusirnya. Setelah itu, aku terpaksa berbagi kamar dengan Sera selama 2 hari, sampai Yuki-Haru menyeretnya pulang.

Bukan suatu rahasia sebenarnya kalau kami pernah tidur bersama, tapi itu sudah bertahun-tahun-tahun yang lalu. Aku kadang heran kenapa Sera tidak berubah sama sekali. Apa dia masih menganggap aku bocah kecil seperti yang tidur bersamanya 10 tahun yang lalu?

Bukan hanya itu saja, Sera pernah melakukan hal yang amat sangat terlalu sembrono. Itu malam minggu, aku datang kerumahnya untuk menjemputnya pergi karaoke bersama teman-teman 92liners.

“Ya!! Kau belum mandi?!”semburku saat melihatnya tiduran santai sambil membaca komik dikasurnya. Rambutnya acak-acakan dengan piyama masih melekat ditubuhnya.

“Eo? Memangnya jam berapa ini?”tanyanya tanpa dosa.

“Ini sudah jam 7, Sera-chan. Cepat mandi sana!”

“Aku sudah mandi kok. Tadi Cuma belum sisiran…”kata Sera sambil beranjak dari kasurnya. “Ei, ini komiknya bagus.”

“Jincha? Series ya?”

“Eo.”

“Sepertinya seru. Gambarnya bagus. Hoho, karakter ceweknya cantik…”

“Iyaa kaann, karakter cowoknya juga tampan. Mirip Luhan Gege…aighooo.”

“Berarti mirip aku juga dong. Kan aku sebelas-dua belas dengan Luhan hyung.”

“Sehun bakal nangis lagi kalau denger omonganmu sekarang, baekkii. Lagipula sebelas-dua belas tuh gak ada mirip-miripnya kali.”

“Ck, sekali-kali setujuin ajalah apa yang aku omong. Gak suka ya liat orang seneng? A-chan, ini nomer 7, nomer 1’nya mana?”

“Dikasur gak ada? Tadi abis kubaca kayaknya kutaroh gitu aja dikasur.”

“Gak ada tuh, a-… “Kalimatku terhenti seketika. Mulutku mangap. Mataku nyaris keluar dari rongganya. ”Ya!! Sera! Apa yang kau lakukan?!”

Sera menoleh dengan tampang polos. Baju piyamanya sudah terangkat separuh. Celananya sudah ganti dengan celana jeans. Astaga, jadi selagi dia mengobrol denganku, dia sedang berganti baju? Didepan lemari, lima langkah dari tempatku duduk?

“Wae? Aku sedang ganti baju.”

See?

Sera memang ‘nyaman’ sekali denganku.

Lalu yang Kedua, dia butuh alasan untuk tidak merayakan Black Day dengan teman-teman sekampusnya.

“Mereka konyol. Kurang kerjaan,”gerutu Sera setahun yang lalu.

Black Day adalah hari untuk para jombloers. Pada hari itu, mereka akan makan mie china hitam dan meratapi nasib mereka. Dua tahun lalu, saat ia masih menjadi mahasiswa baru di Universitas Seoul, ia mendapat ajakan dari sunbae dan teman-temannya untuk ikut merayakan Black Day. Dia kira, mereka hanya akan makan-makan di restoran China, tapi ternyata setelah itu mereka melanjutkan pesta ke noraebang dan teman-temannya mabuk sampai Sera terpaksa harus mengantar mereka pulang. Bahkan ia harus melihat temannya muntah didepannya. Sera benci alkohol, tapi dia lebih benci lagi pada orang yang mabuk.

Setelah itu, dia berjanji untuk tidak ikut tahun depannya, walaupun sunbae dan teman-temannya menyeretnya dengan kejam.  Tapi ternyata, dia melanggar janjinya sendiri dan akhirnya mengalami hal yang sama seperti yang ia alami setaun sebelumnya.

Kali ini dia pasti benar-benar kapok. Jadi saat kata ‘Bagaimana kalau kita pacaran’ keluar dari mulutku, gadis itu pasti merasa seolah menemukan seberkas cahaya didalam perut goa yang gelap.

Yang Ketiga, ahhh.. sebenarnya ini sulit sekali aku akui. Sera-chan sepertinya butuh pelarian.

Mungkin kau sudah dengar cerita, kalau sebelum denganku dia pernah berpacaran lama dengan seseorang. Laki-laki itu adalah sunbaenya saat trainee di-SM, yang berarti juga sunbaeku saat ini. Aku tidak akan menyebut ‘merk’, cobalah menerka-nerka sendiri siapa pria itu. Saat berpacaran dengan Sera, ia sudah menjadi artis terkenal. Aku ingat, saat Sera bilang kalau dia berpacaran dengan orang itu, aku seperti kehilangan jiwaku. Bagaimanalah bisa seorang Byun Baekhyun dibandingkan dengan orang itu? Bagaimanalah seorang vokalis band sekolahan bisa dibandingkan dengan member boyband yang disebut-sebut sebagai harga dirinya Asia? Semenjak itu, aku berpacaran dengan banyak wanita. Berusaha mencari pelarian. Karena itu aku bisa tahu apa yang Sera rasakan.

Beberapa hari yang lalu, pria itu bicara direality show. Dia bilang kalau dia pernah jatuh cinta dengan beberapa gadis lain sementara ia masih memiliki pacar. Walaupun hubungannya dengan gadis lain itu tidak berkembang serius, tapi tetap saja ia mengkhianati perasaan pacarnya kan? Saat aku  mendengarnya bicara seperti itu, aku sejenak shock. Seumur-umur Sera tidak pernah mau menceritakan masalahnya dengan orang itu saat mereka berpacaran, bahkan saat putus pun, dia tidak memberitahuku alasannya. Tapi jika pacar yang disebut orang itu maksudnya adalah Sera, aku benar-benar tidak akan memaafkan laki-laki itu. Sera memang gadis serampangan yang egois, tapi dia adalah gadis yang sangat setia jika sudah berkomitmen dengan seseorang.

Tapi walau sudah 3 tahun sejak hubungan mereka usai, Sera-chan nampaknya masih sulit melupakan laki-laki itu. Pernah suatu kali aku memergokinya memandangi MV orang itu dengan tatapan yang membuat hatiku perih. Sera juga tidak pernah mau datang ke Backstage Smtown, sampai kemarin Amber memaksanya…

“Ngapain kau datang kalau kau tidak mau menemuiku!!”marah Amber saat Sera lagi-lagi menolak datang ke Backstage. Aku yang ada disamping Amber hanya diam mendengarkan dia bicara dengan Sera lewat telepon. “Kau tidak pengen bertemu dengan Victoria unnie, Donghae oppa, Sungmin oppa, Jessica unnie dan lainnya, huh? Mereka merindukanmu!! Kapan? Sudah lama sekali kita tidak kumpul bareng-bareng. Ya! Kapan lagi kau bertemu teman-temanmu? Kau sudah menolak ajakanku berkali-kali, Sera. Memangnya ada apa sih di backstage?? Kau mau ke Backstage YG, tapi kenapa kau tidak mau kebackstage SM. Kau masih sakit hati dengan kamii?”

Aku menoleh cepat. Astaga, Amber mulai keterlaluan. Aku buru-buru merebut ponsel dari tangan Amber. “Pulang saja kalau kau tidak mau kesini,”kataku.

“YA!!”Amber ngamuk.

Aku mendengar Sera menghela napas, lalu ia bilang, “Aku kesana…” Tut. Tut. Tut.

“Ya! Sera-chan…”

Saat itu aku benar-benar ingin memukul kepala Amber. Bisa-bisanya ia mendeklarasikan dirinya sebagai sahabat Sera, tapi malah menyudutkannya seperti itu. Tapi ternyata saat itu, hatiku-lah yang dipukul keras oleh Sera. Ia benar-benar datang ke Backstage Smtown, disambut gegap gempita oleh orang-orang yang mengenalnya baik saat dia trainee. Aku dengar, Sera-chan dulu sangat populer diantara trainee-trainee lain karena dia bersahabat dekat dengan artis-artis SM, seperti Jaejoong JYJ dan Jessica SNSD. Dan aku melihatnya sekarang. Ia seperti berada ditengah-tengah keluarga yang seharusnya ia miliki. Sera bahkan menangis saat itu. Aku tidak sanggup melihatnya.

Tapi semuanya berubah saat orang itu datang. Baru pertama kali ini aku melihat Sera yang begitu salah tingkah. Dia bahkan tidak benar-benar memandang laki-laki itu saat berbicara basa-basi dengannya. Sebegitu dalamkah bekas luka yang orang itu tinggalkan pada Sera? Sampai Sera sulit sekali melihat wajah dan mendengar suara laki-laki itu.

Aku tidak apa-apa jika memang hanya dianggap sebagai tempat pelariannya, setidaknya aku akan melindunginya dari perasaan sakit. Tapi jika seperti ini, aku mungkin tidak akan bisa menyelamatkan hatiku sendiri.

Itu 3 hal yang aku simpulkan dari pengalamanku bersama gadis itu. Tidak romantis ya? Ya memang begitulah. Mau bagaimana lagi? Kami pacaran bukan dengan cara yang benar, jadi mungkin kisah romantis hanya akan jadi impian. Walau tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Suatu hari nanti, aku akan membuat Hwang Sera hanya mempunyai satu alasan kenapa ia mau berpacaran dengan seorang Byun Baekhyun, yaitu karena dia mencintaiku.

::Author POV::

“Ya! Kau sedang apa?”

Baekhyun buru-buru menutup laptopnya. Jantungnya nyaris copot karena tiba-tiba suara Sera muncul dibelakangnya. Aigho, bisa gawat kalau Sera membaca apa yang ia tulis tadi. Ia menyandarkan punggungnya kesofa dan mendongak kearah Sera yang berdiri dibelakangnya. “Ani. Aku tidak sedang melakukan apa-apa…”katanya berusaha nampak seinosen mungkin.

Sera yang menyandarkan depan tubuhnya kepunggung sofa, menatap Baekhyun dengan tampang curiga. Tapi dia tidak berminat untuk bertanya lagi, ada hal lain yang lebih mengganggunya. “Kenapa Joonmyun dan Soo-kun lama sekali belanjanya? Aku dan Kai sudah kelaparan.”

“Mana kutahu. Suruh saja Kai sms Kyungsoo…”

“Sudah, tapi tidak dibalas…”

“Mau kubuatkan ramyun?”

“Tapi nanti aku jadi gak selera makan karena udah kenyang…”Sera menaruh dagunya disofa. Memiringkan kepalanya menatap Baekhyun. Baekhyun balas menatap gadis itu.

“Wae?”

Sera beringsut lalu memeluk leher Baekhyun membuat pria itu kaget setengah mati dan membeku seketika. “Y-ya! Ada apa?”tanya Baekhyun gugup.

“Kau tahu tidak Baekkie, alasan sebenarnya kenapa aku mau berpacaran denganmu?”

Astaga! Jangan-jangan Sera tadi membaca tulisannya? Baekhyun kan tidak tahu sudah berapa lama Sera berdiri dibelakangnya sampai akhirnya gadis itu menegurnya tadi.

“Kau pasti tidak tahu,”lanjut Sera. “Ada 1 hal dan kau pasti akan suka mendengarnya.”

Jantung Baekhyun berdegup kencang. “Mwo?”

“Kau penasaran?”Sera jahil menggoda.

Kali ini Baekhyun terlalu penasaran untuk memperdulikan godaan Sera, ia mengangguk cepat.

“Karena kau adalah satu-satunya laki-laki yang bisa kupercaya. Aku tahu aku akan bahagia jika bersamamu.”

Baekhyun tertegun. Kata-kata itu begitu tulus keluar dari bibir Sera. Baekhyun jadi merasa bersalah karena menuliskan 3 hal konyol tadi. Sera yang polos itu, menganggap Baekhyun sebagai kunci untuk meraih kebahagiaan.

“Apa alasanku itu cukup?”

“Eo. Untuk saat ini itu cukup.”

“Yatta! Aku tahu kau akan bilang begitu. Lalu bagaimana denganmu? Apa alasanmu mau berpacaran denganku, hm?”

Baekhyun memandang lekat kearah Sera yang menyandarkan kepalanya dengan nyaman kebahu Baekhyun. Sera tersenyum, nampak tidak terganggu sama sekali dengan wajah Baekhyun yang begitu dekat dengan wajahnya. Berbeda 180 derajat dengan Baekhyun yang jantungnya sudah belingsatan sejak tadi.

Baekhyun menghela napas. Alasan Baekhyun dari dulu juga Cuma satu dan tidak pernah berubah sekalipun.

“Aku sendiri heran kenapa mau berpacaran denganmu. Kau bahkan tidak punya daya tarik seksual.”Baekhyun menggeleng pelan. Pura-pura prihatin pada dirinya sendiri.

“Maksudmu?”

“Dari semua pacarku, hanya kamu yang berbeda.”

Sera mengeryitkan dahinya tidak mengerti. Mereka berpandangan sejenak, lalu perlahan tatapan Baekhyun turun ke dada Sera. Baekhyun menghela napas prihatin. Sera mengikuti arah pandang Baekhyun, saat itu juga ia mengerti.

Buakk!

“Aww!!”Pukulan Sera mendarat keras dikepala Baekhyun.

“Dasar! Memangnya kenapa kalau dadaku rata, hah?!!”

“Itu masalah tahu! Asssh, sakit…”

“Dasar yadong! Apanya yang masalah?!”

“Semua laki-laki kan butuh itu…  ya kan Kaii?”

Kai yang ternyata melihat pertengkaran dua couple tak jelas itu mengangguk setuju. “Baekhyun hyung bisa selingkuh kalau noona tidak memperbaiki dada noona…”

“Ya!! Dasar kalian berdua sama saja!! Mata keranjang!! Hentai! Yadong!! Baka!!”Sera kesal. Langsung angkat kaki mencari perlindungan pada Chanyeol yang sedang main game dikamar.

Setelah Sera menghilang dari pandangan, Kai menghampiri Baekhyun dan duduk disampingnya. “Bilang saja kalau hyung suka pada Sera noona. Apa susahnya sih? Pake bawa-bawa dada rata segala buat ngeles…”

“Tapi emang itu penting kan?”Baekhyun tersenyum jahil.

Kai nyengir. “Iya sih, hehe…”

“Kai, mungkin benar kata Yeolli dulu, aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan perasaanku pada Sera. Kepalaku ini terlalu penuh dengan pertimbangan-pertimbangan, tapi tidak pernah ada action-nya.”

“Ck, menyiksa diri sendiri itu tidak baik, hyung…”

“Aku tau. Seandainya kami tidak bersahabat lama mungkin ini akan lebih mudah. Aku terlalu takut jika suatu hari dia menjauh dariku. Melihat karakternya, dia pasti akan sangat bersalah jika tidak bisa membalas perasaanku dan memilih  untuk menjauh. Aku belum siap dengan kemungkinan itu…”

“Hyung…”

“Eo?”

“Kalau sudah berbicara tentang Sera noona, kau seperti bukan Byun Baekhyun yang kukenal.”

“Kekeke, benarkah? Apa aku terlihat keren?”

“Eo. Cinta ternyata bisa membuat seseorang terlihat begitu berbeda. Itu yang membuatku selalu iri dengan kalian berdua…”

Baekhyun tersenyum dan mengucek kepala dongsaengnya itu. “Kalau begitu, bantu aku mendapatkan cinta Sera, eo? Setelah itu kau pasti akan melihat hal yang lebih menakjubkan lagi.”

“Oke. Sebagai bayarannya aku minta setengah gaji hyung ya?”

“Ya! Dasar kau ini!!”

END?

 

Yak!! Galau lagiii…

Kapan ya EXO comeback sodara-sodara?? Itu pertanyaan yang benar-benar sangat amat menganggu saya akhir-akhir ini. Hampir setaon, dan tidak ada lagu baru. Bikin kesel gak sih?! Tapi anehnya, kok bias-bisanya saya masih setia menunggu mereka(=_=!!).

Sudahh… sudahhh…

Kok jadi curcol…

Ditunggu komennya ya??

Arigatouuu~

4 thoughts on “[FREELANCE] (LightHeaven’s STORY) The Reason Why

  1. Keren ceritany! Tapi kalo bs bhs jepangnya dikurangin hehe ga ngerti soalnya (ini saran doang loh kalo ga jg gpp hehe)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s