[FREELANCE] (LightHeaven’s STORY) WHITE DAY

tumblr_mb7jl942CP1qcjeqno1_500

(LightHeaven’s STORY) WHITE DAY

Author :: Seara Sangheera

Cast :: Byun Baekhyun of EXO-K, Hwang Sera (OC)

Suport Cast :: Rest Member Of EXO-K, Daeryong of Tasty as Hwang Yuki and

Soryong of Tasty as Hwang Haru

Genre :: Romance

Lenght :: Oneshoot

Rating :: General

::Author POV::

Pagi hari yang damai didorm EXO.

Suho yang pertama bangun, melangkah kedapur dan mengambil sebotol air dingin dari kulkas lalu meminumnya langsung dari botol. Chanyeol yang kedua bangun, menguap lebar-lebar lalu merebahkan tubuhnya lagi disofa. Member lain?? Tentu saja mereka masih nyaman didalam buaian mimpi mereka.

Pagi yang tenang hari itu, terganggu oleh suara bel dorm mereka. Whatt?? Siapa yang datang sepagi ini? Jangan-jangan PD reality show yang ingin merekam EXO Wake up time. Tapi mereka kan tidak ikut reality show apapun akhir-akhir ini. Boro-boro reality show, jadwal latihan saja sudah mampu membuat nyawa mereka putus-nyambung.

Suho dan Chanyeol berpandangan. Siapa yang akan membuka pintu?? Pintu dorm lebih dekat 10 langkah ke Chanyeol daripada Suho. Sempoyongan, Chanyeol beranjak kepintu dan membukanya.

“Ohayou gozaimasu, Chan!!”

Sapaan Jepang yang khas, senyum lebar dan wajah cantik yang sangat familiar menyembul dari balik pintu. Mata ngantuk Chanyeol langsung terbuka lebar.

“Sera-chan!! Ngapain kau pagi-pagi kesini??”

“Aighooo, langsung to the point ya?? Paling gak jawab dulu ucapan selamat pagiku, Chann…”

Chanyeol nyengir. Dia terlalu kaget sampai lupa membalas salam. Pagi-pagi Sera kesini, itu kejutan.

“Baekhyun belum bangun??”tanya Sera sambil masuk kedalam dorm. Chanyeol menutup pintu dibelakang Sera dan mengikuti gadis itu.

“Eo, masih terlalu pagi untuk dia bangun…”

“Eeeh, kebiasaan. Kalau begitu rejekinya bisa dipatok ayam. Ohayou, Joonmyun-kuunn…”sapa Sera saat melihat Suho didapur. “Hai, Hunnie!!” Kali ini dia menyapa Sehun yang baru keluar kamar dengan mata yang masih menempel.

“Noona… kenapa datang pagi-pagi??”Sehun mengucek matanya dan terseok-seok menghampiri Sera. “Anyyeong Haseyo!” Anak manis. Dalam keadaan setengah sadarpun dia masih ingat sopan santun^_^

“Annyeong haseyooo.. aku kesini karena ada urusan”jawab Sera sambil menepuk bahu Sehun.

“Dengan Baekhyun hyung??”

“Sepenting itu sampai datang sepagi ini??” Chanyeol yang sudah berada didapur ikut bertanya.

“Eo. Aku kan orang sibuk. Baekhyun juga. Jadi aku harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya…”

“Ya gak sepagi ini juga, noonaa…”

Sera nyengir.

“Aku langsung masuk kekamar ya Chan…”

“Eo! Lakukan sesukamu!”

Dengan langkah ringan, Sera menuju kamar Baekhyun. Tidak perlu tanya dimana posisi kamar itu, karena dia sudah hapal mati dengan ruangan-ruangan di dorm berisi enam jiwa tersebut. Ini bukan pertama kalinya Sera datang ketempat ini.

“Aighooo… Tidurnya masih saja berantakan. Baekkie, Ireonaaa!!” Sera berteriak dikuping Baekhyun berusaha membangunkan pria imut bersuara emas itu. Baekhyun mengerang pelan. “Byun Baekhyunnn~~”

“Asssh, Suho hyung jeballl…”gumam Baekhyun sambil mendorong-dorong tubuh orang didekatnya. Matanya masih saja lengket melekat. Sera geram.

“YA! Siapa yang kau panggil Suho hah?! Ireona!!” Dengan kejamnya Sera memukulkan bantal ketubuh Baekhyun secara bertubi-tubi. Mau tak mau Baekhyun membuka mata karena sakit yang melanda tubuhnya. Kalau fans EXO tau, member EXO tercinta mereka diperlakukan seperti itu oleh seorang Hwang Sera bisa-bisa hidup Sera akan berakhir di aliran Sungai Han.

“Ya! Ya! Apa-apaan… Ya!! Sera!!”teriak Baekhyun sambil sibuk menghalau bantal yang menghantam tubuhnya.

Suho, Chanyeol dan Sehun yang sedang ngopi dengan nikmat didapur hanya menggeleng-geleng pelan mendengar keributan dikamar Baekyeol.

“Yatta! Kau bangun juga akhirnya!”

“YAA!! Berhenti membangunkanku dengan cara brutal seperti itu! Aku kan pacarmu!”

Sera mengedikkan bahunya tidak peduli. Memangnya kenapa kalau kau pacarku?

“Kenapa kau kesini pagi-pagi, huh?”

Pertanyaan ketiga pagi ini. Sera langsung pasang tampang memelas andalannya. “Gomeeen. Karena aku sibuk hari ini, ada praktikum dan sebagainya dikampus. Kau bisa menyerahkan hadiahnya padaku sekarang, Baekkie. Jeongmal mianhae, karena aku tidak bisa dating denganmu hari ini. Padahal kemarin kau bilang ingin merayakannya…”

“Ne?”

“Aaah, Jebal, maafkan aku. Tahun depan pasti!! Oke?”

“Sera, kau bicara apa sih? Memangnya kita ada janji ya hari ini?” Baekhyun melihat kalender yang tergantung disamping lemari baju. Tanda merah menyala melingkari angka 14 dibulan Maret hari Kamis. Hari ini…

Wajah pria itu berubah pias.

“Jangan bilang kalau kau lupa hari apa ini…”desis Sera sambil memegangi kerah piyama Baekhyun.

“Eungg…” Baekhyun membuang muka. Tidak berani menatap sorot mata penuh amarah Sera. Gadis ini 100 kali lebih menakutkan daripada Kris saat dia marah.

“Jangan bilang kau tidak menyiapkan apa-apa untukku…”

Glek.

Baekhyun menelan ludah dengan susah.

“Oiya, ini kan White Day ya??” Chanyeol meletakkan gelas kopi susunya. Suho, Sehun dan Kyungsoo yang baru saja ikut bergabung ke meja makan saling bertatapan.

“Perasaan Baekhyun tidak membeli apapun kemarin. Bukannya seharian dia bersamamu ya, Yeollie?”Suho mendadak khawatir.

“Ahhh, iya. Aku juga tidak melihat kado atau apapun yang baru dikamar…”

“Ck, pasti Baekhyun hyung lupa…”Kyungsoo dengan kalem menyesap susu coklat hangatnya.

Sehun geleng-geleng. “Baekhyun hyung dalam masalah…”

“YAAA!!!! PACAR MACAM APA KAU INI HAH?!”

Teriakan menggelegar terdengar dari arah kamar Baekyeol. Kyungsoo sampai menyemburkan susu coklat dimulutnya saking kagetnya. Chanyeol meringis. Kai tersentak bangun dari tidurnya.

Pagi yang damai didorm EXO tinggal kenangan…

“Joonmyun-kun, coffee!!”

“Ara… ara…”

“Noona, mau sarapan disini sekalian??”

“Aku mau nasi goreng kimchi, hyung!”

“Ne, Kyungsoo-ah. Maaf ya merepotkan?”

“Kau sopan sekali dengan Kyungsoo. Kenapa denganku tidak??”

“Memangnya ada untungnya bersikap sopan padamu??”

“Ya! Dasar kau ini!!”

Sera menjulurkan lidahnya. Suho tertawa dan mengucek gemas rambut  gadis yang sudah menjadi kawannya selama beberapa tahun ini. Sementara itu, sepasang mata menatap mereka dengan pandangan jengkel yang tak tertahankan. Baekhyun manyun semanyun-manyunnya disofa ruang tamu. Kepalanya nyut-nyutan. Barusan Sera menjambak rambutnya dengan membabi buta. Sungguh mengherankan bagaimana seorang Hwang Sera yang memiliki senyum semanis itu bisa bertindak tidak manusiawi seperti tadi.

“Ckckck, sungguh malang nasib hyung. Punya pacar monster.” Kata Kai sadis. Dia masih kesal karena Baekhyun dan Sera telah mengganggu tidurnya tadi. Baekhyun menatap Kai yang duduk didepannya, matanya menyiratkan ungkapan persetujuan yang sulit dikatakan.

“Ya!! Apa kau bilang tadi Jongin-ah?!” Ternyata Sera dengar.

“Noona tidak salah dengar kok. Apa yang kukatakan tepat seperti apa yang noona dengar,”jawab Kai dengan cool-nya. Dia bangkit lalu dengan langkah disantai-santaikan kembali masuk kekamarnya. Sebenarnya anak itu takut juga akan kemarahan Sera. Selama masa trainee dulu tidak jarang Kai kena pukul Sera gara-gara ngomong sembarangan.

Kai, Suho dan Sera memang telah berteman sejak mereka sama-sama menjadi trainee di SMEnt. Jauh sebelum EXO lahir, jauh sebelum Baekhyun gabung di SMEnt. Namun karena suatu alasan, Sera gagal debut dan akhirnya ia kembali menjadi pelajar biasa.

“Aish, anak itu…”desis Sera. Ia menatap kesal pintu kamar Kai yang tertutup, lalu tanpa sengaja matanya bertatapan dengan mata Baekhyun. “Mwo???”semburnya.

“Mianhae, A-chann…”

“Kupikir kau ingin kita serius berpacaran. Tapi sejak awal sepertinya hanya aku yang berusaha. Napeun!”

Baekhyun mendesah pelan. Sera memang pantas marah. Seperti yang Sera bilang, Baekhyun lah yang menginginkan persahabatan yang sudah mereka jalin begitu kuat sejak kecil bertransformasi menjadi pacaran. Tidak ada ungkapan cinta. Hanya komitmen. Perjanjian kalau mereka akan menjadi pacar yang baik satu sama lain.

Valentine kemarin Sera membuktikan komitmennya. Walaupun Baekhyun sempat kesal karena Sera membatalkan janji nge-date mereka karena alasan yang sungguh menyebalkan—ada fan gathering dengan VIP Jepang—, Sera yang seorang fans Bigbang sejati itu, rela malam-malam datang kedorm EXO. Mengabaikan betapa lelah dan dinginnya hari itu, ia datang untuk menyerahkan sekotak coklat buatan tangan.

“Aku kan bilang kita tidak jadi ngdate, bukan berarti tidak ada coklat untukmu.”

Baekhyun begitu terharu hari itu. Walaupun Sera dengan polosnya mengaku kalau coklat buatan tangan itu bukan buatan tangannya tapi ibunya dan dia hanya berkontribusi mencetak dan menghias, rasa senang tidak luntur secuil pun dari hati Baekhyun. Ucapan cinta memang tak pernah keluar sekalipun dari bibir pacarnya, tapi Baekhyun tahu ada harapan disana. Harapan suatu hari perasaannya akan berbalas. Harapan kalau cintanya akan dibalas oleh Sera.

Tapi sebelum itu terjadi, Baekhyun malah dengan bodohnya lupa membalas Sera saat White Day.

Baekhyun mengeluh dalam hati. Rasanya ia ingin lompat saja dari gedung apartemennya ini dan hancur berkeping-keping.

“Sudah, jangan lesu begitu. Nanti kita sempatkan cari hadiah buat Sera, eo?”Chanyeol merangkul bahu Baekhyun, berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.

Baekhyun mengangguk, walaupun tetap saja ia merasa kalau kado itu telah terlambat. Seharusnya hari ini, dia menemui Sera dengan kado ditangan. Membuat sedikit kejutan manis. Bukan seperti ini.

Tapi, tunggu dulu. Sera marah?

Bukankah itu berarti dia begitu mengharapkan hari ini akan lebih istimewa?

“Soo-kun, makasih sarapannya!!”

Baekhyun dan Chanyeol menoleh kesumber suara yang berada diruang makan.

“Noona mau pergi sekarang?”

“Eo, Hunnie!”

“Jangan terlalu keras belajar, nanti otak kacang noona bisa semakin mengkerut…” Kai iseng berteriak dari dalam kamar.

“Yaa~ Kau benar-benar cari mati ya kaiii…”balas Sera, anehnya ia tersenyum sambil mengatakan hal itu. Sepedas apapun kata-kata Kai padanya, Sera tahu anak itu sebenaranya sangat peduli pada Sera.

Tapi seketika senyumnya menghilang saat lagi-lagi matanya tak sengaja bertatapan dengan Baekhyun.

“Aku pergi.”

“Hati-hati dijalan, Sera-chan…”Chanyeol melambai-lambai. Sera tersenyum.

Baekhyun buru-buru bangkit berdiri saat Sera berjalan menuju pintu. Ia berlari kearah tempat kunci mobil Suho biasa diletakkan lalu meraih tangan Sera, menahannya.

“Aku antar…”

“Tidak usah.”

“Jangan membantah, jebal!”

“Byun Baekhyun, satu jam lagi kita ada jadwal!”Suho mengingatkan.

“Aku tidak akan lama, hyung…”

Sera menghela napas dalam dan menghembuskannya pelan.

“Jangan salah paham, aku tidak marah, hanya sedikit kesal. Benar-benar sedikit. Memalukan sekali kalau aku marah hanya gara-gara tidak diberi hadiah…”

Baekhyun tertegun. “Begitu ya? Padahal aku senang kau marah…”

“Kau senang?”

“Eo. Dengan begitu berarti kau benar-benar menganggap hari ini adalah hari yang spesial untukmu. Walaupun pada akhirnya aku menghancurkannya.”

“Aduh, jangan berlebihan. Tahun depan kita bisa merayakannya kok, mungkin aku akan mengingatkanmu satu hari sebelum hari H. Yah, semoga saja tahun depan kau tidak terlalu sibuk ya? EXO pastinya kan akan lebih banyak kegiatan daripada sekarang.”

“Sera-chan, aku…”

“Kata Joonmyun, tidak semua pasangan merayakan White Day, jadi kita juga tidak perlu seserius itu ya? Maaf aku tadi menjambakmu, hoho…”

Baekhyun terdiam. Salah. Tidak begini seharusnya…

“Ya! Makasih yaa, sudah mengantarku kekampus! Aku masuk dulu, Bye Baekkie!” Sera keluar dari mobil. Melambai dari luar dan melangkah pergi. Meninggalkan Baekhyun yang bingung memikirkan sesuatu yang salah ini.

White Day adalah hari yang istimewa, dimana seorang pria membalas perasaan yang diungkapkan seorang gadis saat Valentine. Satu bulan tenggang waktu yang mendebarkan akhirnya terlewati. Coklat yang berbentuk aneh dengan hiasan yang tidak rapi masih tersimpan dilemari es. Setiap hari tidak habis dipandangi. Hari ini, sudah sepantasnya Sera marah dan sepantasnya Baekhyun malu karena kebodohannya.

Lagi lagi, hari ini perasaan yang sebenarnya tak terungkap.

Sera mencomot keripik kentang dari tangan Yuki, kakaknya. Matanya terus tertuju pada laporan praktikum yang sedang ia kerjakan. Laporan itu sebenarnya baru dikumpulkan seminggu lagi, tapi Sera sedang ingin mengerjakannya. Ia tadi akhirnya tidak hadir dirapat BEM, ia sedang tidak selera lama-lama dikampus dan mendengar perdebatan ngalor-ngidul yang meninggikan tensi. Akhirnya dia pulang tepat waktu dan setelah makan malam sudah sibuk berkutat dengan laptopnya dikamar.

Keripik dimulut Sera habis tertelan, kali ini Yuki dengan baik hati menyuplai alias menyuapkan keripiknya kemulut Sera.

“Sera-chan, apa yang sebenarnya kau lakukan?”

“Menurutmu aku ini sedang apa, oneechan?”

“Kau sedang kesal dan melampiaskanny pada otakmu. Sejak kapan kau rajin mengerjakan tugasmu seperti ini? Kau tidak kencan dengan Baekhyun? Ini kan White Day.”

“Dia sibuk. Aku juga.”

“Kalian lagi ada masalah?”

“Hwang Yuki, urus urusanmu sendiri saja ya? Jangan ganggu aku.”

“Bagaimana ya? Sekarang pacarmu itu sedang meminta saran padaku.” Yuki membaca pesan diponselnya. “’Apa dia terlihat kesal, hyung? Apakah tidak apa-apa kalau aku menemui dia sekarang?’”

Sera mengalihkan tatapannya dari layar laptop. “Baekhyun?”

“Iyalah, siapa lagi pacarmu kalau bukan dia. Baekhyun bilang dia sudah diluar tapi takut masuk kedalam untuk menemuimu. Pantas saja, ada singa jutek disini.”

Sera tidak mendengarkan kata-kata Yuki. Dia sudah berdiri disamping jendela, mengamati keluar dan melihat mobil hitam metalik yang sangat dikenalinya diluar.

“Kenapa dia kesini malam-malam begini? Ck, dasar menyusahkan,”gerutu Sera. Tapi diam-diam didalam hatinya ia merasa senang. Langkah kaki cepatnya membuktikan hal itu. Yuki yang sudah seumur hidup satu atap dengan adik satu-satunya itu tersenyum melihat tingkah Sera.

“Dasar! Apa sulitnya jujur pada perasaan sendiri, Sera-chan,”gumam Yuki.

“Yuki-kun, kenapa ngomong sendiri?”kata seseorang yang memiliki wajah yang sangat persis dengan Yuki. Bagai pinang dibelah dua. Uh, salah, mereka memang pinang dibelah dua.

“Iee. Adik kita benar-benar lucu ya, Haru?”

Haru, kembaran Yuki itu menelengkan kepalanya tidak mengerti. Sejak kapan singa kecil dirumah mereka itu lucu?

Tok. Tok. Tok.

Baekhyun tersentak kaget saat seseorang mengetuk jendela pintu mobilnya. Ia menoleh dan mendapati Sera menatapnya dari luar. Kenapa dia tahu?? Ahhh, ini pasti kerjaan Yuki. Dasar! Seharusnya memang minta pendapat Haru hyung saja ya?

“Apa yang kau lakukan?”tanya Sera. Baekhyun telah berdiri dihadapannya sekarang. Kening Baekhyun nampak mengeryit sedikit. Lalu tiba-tiba dia membuka treanch coat hangatnya dan menyampirkannya ketubuh gadis keturunan Korea-Jepang itu.

“Kau ini? Apa tidak merasa dingin??”

Sera memandangi treanch coat yang kini menyelubungi tubuhnya. Hangat dan bau tubuh Baekhyun. Pipinya memanas.

“Waeyo? Bau ya?? Hehe, aku tadi selesai latihan langsung kesini…”

Sera hanya menggeleng. “Aku sudah biasa dengan bau keringatmu,”katanya datar. “Ada perlu apa?”

“Emmm, sebenarnya… Ini.” Baekhyun merogoh saku treanch coat yang dipakaikannya tadi pada Sera. Mengeluarkan sesuatu dari sana  yang membuat Sera membulatkan matanya.

“Dulu saat kita masih kecil, kita pernah membeli kalung murahan di pasar malam, kau ingat? Kau bilang saat besar nanti seseorang akan membelikanmu kalung yang lebih indah, seperti yang dipunyai mamamu. Karena itu aku membelikanmu ini…”

“Baekkie…”

“Ahh, sebenarnya ini kalung couple. Seperti yang kita beli dulu. Kau bintang dan aku bulan. Sayangnya aku tidak mungkin memakainya, miann.. Tapi aku berharap kau mau memakainya terus, setiap hari.”

“Baekhyun, kau tidak perlu. Sungguh. Lagipula kita kan berpacaran hanya karena…”

“Aku sunguh-sungguh…”potong Baekhyun. “Aku tidak peduli kau menganggap hubungan kita ini apa. Apakah hanya permainan seperti yang biasa kita lakukan dulu? Atau hanya hubungan yang terjalin karena kita sama-sama kesepian dan akan berakhir kapan pun kita mau? Aku tidak peduli. “

“Ya! Tentu saja aku tidak menganggap ini main-main, Baekkie…”

“Karena itu aku ingin melakukannya dengan benar. Saat pacarmu lupa kalau hari ini White Day, kau memang sudah sewajarnya menjambak rambutku seperti tadi. Dan sekarang seharusnya kau diam merajuk dirumah,biar aku saja yang datang memohon maaf darimu. Mana boleh kau memaafkanku semudah itu, ini White Day pertama kita sebagai pacar, Sera-chan.”

Tawa Sera pecah. “Kau terlalu banyak menonton drama korea, Baekkie. Kita kan sudah bersahabat lama, jadi—“

“Kita pacaran sekarang!! Kenapa kau tidak bisa memeperlakukanku sama seperti pacarmu dulu. Aku tahu kau tidak punya perasaan apapun padaku, tapi tolong…”Baekhyun terdiam. Ia menggigit bibirnya karena keceplosan menyinggung sesuatu yang sensitif bagi Sera.“Maaf, aku terlalu emosi…”

Sera menunduk,”Mungkin kau terlalu lelah…”

“Ya…”

Hening. Suasana canggung meliputi mereka berdua. Baekhyun mengeluh dalam hati, tidak seharusnya ia menyinggung-nyinggung orang itu lagi. Sera pernah berpacaran cukup lama dengan seseorang, dan Baekhyun yakin orang itu masih ada dihati Sera. Dia masih menjadi rival Baekhyun bahkan setelah hubungannya dan Sera berakhir.

“Kau tidak mau memakaikan kalung itu padaku?”tanya Sera tiba-tiba.

“Oh, nee…” Baekhyun memakaikan kalung itu keleher Sera. Ia bersyukur sekali memilih kalung itu, karena kalung itu sangat cocok dipakai Sera. Sederhana namun memikat.

“Arigatou…”

“E-eo…” Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Bingung menghadapi situasi yang canggung ini. “K-kalau begitu, aku pulang…”

“Eh? Kau tidak mau menciumku?”

“M-mwo?”

“Aku kan pacarmu, kau tidak mau menciumku? Ya! Kenapa menatapku seperti itu? Aku serius.”

“Nanti aku ditampar…”

“Tidak akan!!”

“Boleh beneran?”

“Eo! Kalau kau tidak mau ya sudah…”Sera berbalik hendak pergi tapi tangannya buru-buru ditahan oleh Baekhyun. Tangan Baekhyun terlalu kuat menarik lengan Sera, hingga membuat gadis itu terhuyung, Baekhyun reflek memegang pinggang Sera. Semuanya berjalan cepat, saat sadar, wajah mereka hanya tinggal berjarak beberapa centimeter saja.

Jantung Sera berdegup kencang saat melihat wajah Baekhyun yang begitu dekat dengannya. Efeknya ternyata sangat diluar dugaan. Dia gugup luar biasa dan wajahnya langsung memanas seketika. Apalagi saat wajah Baekhyun mendekat kearahnya. Ini bukan ciuman pertama mereka dan Sera sering sekali dibayang-bayangi wajah Baekhyun yang mendekat kewajahnya seperti saat SMP dulu. Tapi, ini nyata. Nafas hangat Baekhyun sunguh-sungguh terasa menyapu wajahnya. Tubuhnya menegang saat bibir Baekhyun tinggal satu centimeter lagi kebibirnya.

Tapi, hanya sampai disitu.

Bibir Baekhyun perlahan menyusuri wajah Sera naik kekeningnya dan mengecup hangat disana. Sera terhenyak.

“Jangan terlalu memaksakan diri, A-chann. Kita pelan-pelan saja, hm?”

Sera mengangguk pelan. Masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Rasanya seperti ada yang salah.

“Ja! Aku pergi ya? Nanti sesampainya aku didorm, aku telpon.”

“Ne…”

Sera masih berdiri ditempatnya walau mobil Baekhyun sudah melaju pergi dan menghilang ditikungan. Salju perlahan melayang turun. Sera merapatkan treanch coat yang ia pakai.

“Wangi Baekhyun…”

White Day Sera dan Baekhyun mungkin tidak sewajar dan semanis pasangan lain. Baekhyun yang terlalu bingung untuk mengungkapkan perasaannya dan Sera yang terlalu bingung dengan arti perasaannya. Mereka kenal dan bersahabat sejak kecil. Tapi saat perasaan berubah, perkenalan dan persahabatan itu ter-rewind kembali. Mereka menghadapi kesulitan lagi memahami satu sama lain.

White Day bagi Sera dan Baekhyun adalah sebuah pertanyaan. Apakah mereka saling mencintai? Ataukah hanya rasa sayang sebagai sahabat dan kebutuhan untuk saling mengisi? Apakah suatu saat semua bisa tersampaikan dengan jelas dan tidak salah arah? Atau akhirnya akan berakhir seperti ini saja tanpa tahu perasaan masing-masing karena saling menahan diri?

Semua pertanyaan itu suatu hari lagi mungkin akan terjawab.

Jadi minna, White Day bagi anda sekalian itu seperti apa ya??

^_^

 

END

Kenapa ep-epnya jadi seperti ini yak?? Aku juga bingung…huhuhu T^T

Maaf kalau gaje en gak jelas arah juntrungan ceritanya, ini pertama kalinya aku iseng ngirim ep-ep memalukanku kewp.

Mohon kritik dan sarannya ya…

^_^

Sekuel??

Mmmm, kalo ada yang minta, maybe akan aku kirim kesini.

Terima kasih buat admin yang udah nge-post ep-epQ..

Sayonara~

 

 

 

4 thoughts on “[FREELANCE] (LightHeaven’s STORY) WHITE DAY

  1. Seriously…. Aku suka banget LightHeaven’s story ini…
    Alurnya ngalir banget ><
    baekhyun tingkahnya sama seperti senpai2 di komik jepang sana..
    berhubung aku bacanya mundur dan (sepertinya) random, jadi masih nebak2 mantan sera yang masih bikin jedag jedug itu siapa.. Changmin kah??

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s