Iam Not Crazy!

15041aaaaaaaaaaa

Author : Intaaany

Tittle : Iam Not Crazy!

Length : Ficlet

Genre : Teenager, friendship, supranatural, fantasy.

Casts :

–          Xi Lu Han

–          Kim Hyun Ri (OC)

Disclaimer : All of this fanfic is belong to me. Luhan is belong to God, His family, SMEnt, and me.

A/N : Hai, saya author baru di sini. Mohon bantuannya *bow* Ini adalah postingan pertama saya .-. FF ini juga udah pernah saya publish di http://www.exofanfictionindonesia.wordpress.com dan blog saya pribadi hehehe. Saya paling suka bikin FF dengan genre supranatural, atau angst gitulah #gak ada yang nanya. Kalo begitu, selamat membaca :3

Intaaany present!

 

Happy Reading~ ^^

 

•••

“Please believe me! Iam not crazy, iam sure”

 

“Selamat datang Dokter Luhan, semoga anda nyaman bekerja di rumah sakit ini, selamat bekerja” ujar kepala rumah sakit ini kepadaku.

“Terimakasih, dok” jawabku sambil tersenyum.

Ya, hari ini aku dipindah tugaskan dari China ke Korea Selatan. Aku adalah seorang dokter yang dianggap sudah profesional. Percayalah, aku tidak seprofesional yang mereka katakan. Mungkin itu karena aku masih muda dan lebih sabar, mungkin. Aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah sakit ini. Hanya ingin mengenal rumah sakit ini. Ya, begitulah.

Pasien-pasien di sini terdiri dari segala usia. Mulai dari anak-anak, remaja, atau bahkan orang dewasa sekali pun. Semuanya memakai pakaian yang sama, pakaian khas rumah sakit berwarna biru kelam. Suara teriakan, tertawa, atau bahkan menangis sangat jelas terdengar di sini. Tentu saja, ini adalah rumah sakit jiwa. Semua pasien di sini adalah pasien yang dianggap mengalami gangguan kejiwaan.

Karena rasa ingin tahu, aku pun pergi ke ruang dokumen. Hanya ingin mengenal nama-nama pasien yang ada di sini selama aku ditugaskan di sini. Karena itu akan mempermudah akses praktekku. Semacam mempermudah pendekatan pada pasien. Sedikit aneh ketika melihat ada satu nama yang di beri stabile berwarna merah. Kim Hyun Ri. Seorang…….. Gadis? Dia seusia denganku. Kenapa dari ratusan pasien di sini hanya namanya yang di beri stabilo? Rasa keingin tahuanku muncul. Aku pun berniat untuk mengunjungi kamar 204 tempat pasien bernama Kim Hyun Ri dirawat.

Betapa terkejutnya aku ketika mendapati pasien ini dipasung, kedua tangannya diikat, dan kamar yang jauh dari kata layak. Serangga seperti kecoa, tikus, dan yang lainnya ikut menjadi penghuni kamar ini. Aneh.

“Halo, Hyunri-ssi” ucapku.

Hening.

Tak ada jawaban.

Dia hanya diam, dan terus menundukkan kepalanya.

Suara isakkan terdengar, apakah…….. Ia menangis?

“Pergilah” ucapnya di sela-sela isakannya.

“Kenapa aku harus pergi?” tanyaku.

“Kau tidak lihat kalau aku dipasung? Bahkan tanganku diikat, itu tandanya aku berbahaya, Luhan-ssi” tunggu dulu. Dia tahu namaku? Dari mana?

“Kau tahu namaku?” tanyaku tidak mengerti.

Belum sempat ia menjawab. Seorang office boy datang menghampiriku. Ia menarik lenganku sedikit kasar. Aku hanya menatapnya dengan tatapan “ada apa?”

 

“Seharusnya kau tidak perlu mendekati gadis itu, dok” ujarnya. Aku tidak perlu mendekati Hyunri? Mengapa? Bukankah dia salah satu pasien di sini juga? “Kau tahu mengapa namanya diberi stabilo? Itu karena menurut kedua orangtuanya, dia berbahaya, dan itu juga sebabnya mengapa ia dipasung dan diikat”.

Aku mengangguk tanda mengerti. Jadi, itukah alasannya? Office boy itu pun berlalu meninggalkanku yang masih terpaku di depan kamar Hyunri. Aku masih penasaran, dari mana Hyunri tahu bahwa namaku adalah Luhan? Padahal kami belum pernah bertemu sebelumnya, iyakan?

**

Hari ini, aku berniat untuk mengunjungi pasien bernama Hyunri lagi. Bagaimanapun juga, aku masih penasaran pada sosoknya. Dari mana ia mengetahui namaku?

“Selamat pagi Hyunri” ujarku sambil tersenyum. Ia hanya menengadahkan kepalanya sesaat, kemudian menunduk kembali. Ia kembali terisak. Sedikit sakit melihatnya seperti itu. Aku yakin ia merasa tersiksa. Bagaimana bisa pihak rumah sakit ini membiarkannya dipasung dan diikat seperti itu?

“Ada apa lagi?” tanyanya tanpa merubah posisinya sedikit pun.

“Aku tahu kau tidak gila, iya kan?” tanyaku.

“Tebakan beruntung, Dokter Luhan, mereka hanya menganggapku gila, padahal kenyataannya aku masih waras, aku masih bisa berfikir jernih seperti kalian, dan bahkan aku tahu cara menghitung secara matematika” jelasnya. Aku menatapnya tidak percaya. Dugaanku benar, kan?

“Lalu bagaimana kau bisa berada di sini?” tanyaku lagi.

Ia menghela nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya mengangkat kepalanya. “Orangtuaku beranggapan bahwa aku gila, padahal yang sebenarnya aku normal, aku masih berada ditahap orang waras, tes psikotes pun mengatakan bahwa aku masih waras, namun, aku memiliki kelebihan, aku dapat berbicara dengan benda kasat mata, kau tahu angin? Aku dapat berbicara dengan angin, dan angin itulah yang kemarin membisikkanku namamu, Luhan, aku tak memiliki teman, karena mereka juga menganggapku bahwa aku adalah orang gila yang suka berbicara sendiri, bahkan terkadang aku bisa tertawa sendiri, atau pun menangis sendiri, itu disebabkan oleh angin, sahabatku” jelasnya panjang lebar.

Sedikit terssentuh mendengar perkataannya. Bagaimana bisa kedua orangtuanya tidak ingin mendengarkan penjelasan anaknya terlebih dahulu?

“Aku memercayaimu, Hyunri” ucapku. Aku pun mengelus-elus surai hitam miliknya. “Aku akan melepaskan pasung dan ikatanmu”.

Aku pun melepaskan pasung dan ikatannya. Kemudian menggandeng tangannya keluar dari kamar atau lebih tepatnya neraka kecil baginya. Sedikit banyak ia berbicara padaku. Ia menceritakan banyak hal padaku. Ia merupakan sosok yang ceria. Ia hanya tertekan.

••

Sudah dua bulan aku menjadi dokter jiwa di Korea Selatan, dan sudah dua bulan pula Hyunri kembali ke dunia nyata. Aku dan dia menjadi dekat. Entah kenapa aku hanya ingin melindunginya. Karena melihatnya tersakiti, mengiris hatiku juga. Aku paham dengan sikapnya yang terkadang berbicara sendiri, karena itu pasti sahabatnya. Angin.

Tidak semua yang terlihat adalah yang baik

Karena terkadang, sesuatu yang tidak terlihat bisa lebih baik

 

 

-END-

5 thoughts on “Iam Not Crazy!

    • haha iya temennya angin :3 aku juga ngebayangin Luhan pake baju dokter jd senyum2 sendiri hahah :3 ini ada sequelnya sih tapi belum selesai .-. soalnya sequelnya menceritakan kisah cinta segitiga;; agak ribet wkkwk T^T

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s