[Songfic] Consolation

consolation

Consolation

by

ellenmchle

Main Cast : EXO-K’s Kai – Kim Jongin & Miss A’s Suzy – Bae Suzy || Support Cast : – || Genre : Sad, Hurt & Friendship || Rating : PG-15 || Length : Oneshot || Type : Songfic || Disclaimer : Inspired by “Consolation” – 2AM from One Spring Day album (2013) || Credit Poster : pearlshafirablue

= Backsound =

| Consolation by 2AM |

===================

 

Matahari di hari pertama musim semi  tahun ini terlihat akan segera menghilang dari jangkauan mata seorang gadis yang masih betah duduk di pinggir kasur seraya menatap luasnya langit dari balik jendela kamarnya. Dengan raut wajah yang datar, kedua bola mata yang memberikan tatapan kosong begitu saja, gadis itu menahan sekuat tenaganya untuk tidak menutup kedua matanya. Bukan, bukan tidak ingin terlelap dalam tidur yang ia maksud, ia hanya tidak ingin memperparah keadaannya sendiri yang sudah cukup menyedihkan di mata orang lain, ia juga tidak ingin membuat orang-orang di sekitarnya semakin mengkhawatirkannya apalagi sampai menunjukkan belas kasihan pada dirinya. Jika saja ia bisa merubah takdir, ia akan merelakan semua yang ia miliki sekarang untuk merubahnya. Namun sayangnya ia tidak akan pernah bisa mendapatkan kesempatan untuk itu, ia tidak akan pernah bisa merubah semua yang sudah terjadi, tidak ada satupun makhluk hidup di dunia ini yang bisa merubah garis hidup seseorang yang sudah di takdirkan oleh Sang Pencipta. Bulir-bulir air mata yang sudah bergenangan di kedua kelopak mata gadis itu sedari tadi terpaksa harus mengalir keluar begitu saja membasahi kedua pipinya yang terlihat begitu kering. Sulit bagi dirinya untuk menepis kenyataan bahwa dirinya kini sudah tidak akan pernah bisa bertemu dengan pemuda itu lagi, pemuda yang sangat dirindukannya yang kini telah menetap  di suatu tempat yang tidak akan pernah bisa terjangkau oleh dirinya.

What will your thin and hallowed face say?
It pains me – I know, I know how you feel
You can’t forget the person who left you
So even though I don’t mean it, I console you


Di balik pintu kamar bernuansa peach yang terbuka tidak terlalu lebar itu seorang pemuda memperhatikan si pemilik kamar dalam keheningannya. Entah sudah ke berapa kalinya ia harus dihadapkan dengan pemandangan seperti itu, ia benar-benar sudah muak dengan semua ini, ingin rasanya ia berteriak pada gadis itu untuk segera menatap ke depan dan melanjutkan kehidupannya, melupakan semua kejadian yang sudah pernah terjadi. Sayangnya dirinya tak mempunyai keberanian untuk itu, Ya,  ia tidak akan pernah bisa berteriak pada gadis itu, apa yang bisa dilakukannya  hanya menjadi seorang penghibur, menghibur dengan kata-kata dan perlakuannya meskipun dirinya benci kenapa ia tidak pernah bisa tegas akan hal yang ia yakini tidak salah.

Pemuda itu menarik ganggang pintu di hadapannya guna memperlebar ruang untuk dirinya masuk ke dalam kamar itu. Jika dulu ia bisa membanting pintu kamar gadis itu begitu saja dan berjalan dengan langkah berat kini ia harus mengkondisikan dirinya berbeda dari diri aslinya, menutup kembali pintu itu dengan pelan serta berjalan dengan langkah yang pelan juga agar tidak mengejutkan si pemilik kamar.

Walaupun gadis itu dapat mendengar dengan jelas pintu kamarnya terbuka dan suara langkah seseorang terdengar berjalan menuju ke arahnya ia tidak berniat sama sekali untuk memalingkan wajahnya menyambut kehadiran sosok itu. Ia malah berharap tidak ada satupun orang yang melihatnya dengan keadaan seperti sekarang ini. Ia benci harus dikasihini, ia benci keadaan ini.

Pemuda itu akhirnya sampai di pinggir kasur di mana gadis itu terduduk dengan posisi tegak dan kedua tangan yang ia biarkan jatuh begitu saja di atas kasur. “Kau tidak masuk sekolah hari ini?”, tanya pemuda itu memecah keheningan di antara keduanya. “Sepertinya kau lupa dengan janjimu ingin membawakanku bekal di hari pertama musim semi ini. Aku datang menagihnya, Bae Suzy!”, lanjutnya begitu melihat tak ada respon apapun dari si gadis. “Jongin…”, panggil gadis itu mulai memalingkan wajahnya ke arah kirinya di mana pemuda yang baru saja hadir di kamarnya terduduk. “Boleh ku pinjam sebentar?”. Sedetik kemudian pemuda bernama lengkap Kim Jongin itu membalikkan badannya, membiarkan punggungnya berhadapan langsung dengan gadis itu, tanpa suatu keraguan kini gadis itu menyandarkan kepalanya tepat di pundak kanan pemuda itu, membiarkan air matanya jatuh dengan bebas membasahi pipi, hidung, bibir serta spreinya. Gadis itu benci sekali jika seseorang harus melihatnya menangis maka dari itu Jongin pernah berjanji untuk tidak melihatnya menangis walaupun hal itu sudah sering dilakukannya secara diam-diam di belakang gadis itu.

Just forget about him more and more
As if everything is just an old story
You just need to ache as much as you loved

“Semua ini hanya butuh waktu, Suzy-ah”, ucap Jongin berusaha menghibur gadis yang masih tenggelam dalam tangisannya itu. “Kau pasti bisa kembali menjadi Suzy yang dulu. Kau pasti bisa melupakannya. Kau pasti bisa melakukannya.”, yakinnya. “Kau tahu ini tepat satu tahun-“, Suzy yang masih ingin melanjutkan kata-katanya itu segera dihentikan Jongin, “Aku tahu..”. Jongin benci keadaan ini, ia benci jika telinganya harus terus menerus mendengar nama pemuda itu terucap keluar begitu saja dari mulut Suzy, sahabatnya.

But it gets more and more tiring
Your pain, your heart
I know, I know, I know everything but I am right here in front of you

Tidakkah ia merasa lelah dengan semua ini? Semua penderitaan ini dan juga hatinya? Aku tahu, aku tahu semua yang ia rasakan tapi tidak bisakah ia melihatku yang berada di hadapannya sekarang? Aku selalu berada di sisinya bahkan sejak kami masih belum mengenal apa arti kehidupan, apa arti perjuangan, apa arti cinta sejati. 12 tahun kami tumbuh bersama, melewati saat-saat senang maupun sedih bersama, tidak bisakah ia menganggapku lebih dari seorang sahabat? – Gumam Jongin dalam hati masih berusaha menahan egonya.

 

I try to smile and make funny jokes
And I hate myself for doing this but
If only you can forget him, I will press down my feelings
It probably won’t work but I console you

 

Bunyi bel tanda kelas terakhir hari ini sudah berakhir membuat murid-murid sekolah itu dengan semangatnya segera memasukkan semua perlengkapan mereka ke dalam tas masing-masing dan segera beranjak dari bangku yang seakan-akan akan segera menerkam mereka jika dalam hitungan menit mereka masih belum meninggalkannya. Mungkin kebanyakan murid akan melakukan hal demikian, namun tidak dengan Suzy, gadis yang selalu membiarkan rambut hitam panjangnya terurai sempurna yang semakin membuat kaum adam terpesona akan kecantikannya itu lebih memilih untuk tetap duduk di bangkunya. Tangannya mulai tergerak begitu suasana kelas mulai semakin sepi, dengan pelan ia meraih buku pelajaran serta beberapa perlengkapan lain di hadapannya dan mulai memasukkannya satu persatu ke dalam tas berwarna coklat tua itu. Setelah memastikan tidak ada lagi yang tersisa di mejanya, Suzy mengeluarkan sepasang boneka beruang berukuran tidak lebih tinggi dari sebuah pen atau pensil yang belum diraut, tepat di bagian depan baju berwarna merah muda yang dikenakan boneka beruang berpita merah di telingannya itu tersablon huruf S dan huruf M di boneka beruang satunya yang memakai baju dengan warna hitam. Tentu saja S untuk Suzy dan M ? Myungsoo, Kim Myungsoo begitulah nama pemuda yang berhasil merebut hati Suzy saat usianya menginjak 16 tahun, Kim Myungsoo sangat menyukai warna hitam – hal itulah yang pertama kali Suzy ketahui mengenai diri pemuda itu. Semua kenangan yang pernah mereka ukir bersama di masa lalu seakan-akan diputar kembali layaknya rekaman video di dalam memori Suzy jika ia melihat sepasang boneka beruang itu. Bukan hanya kenangan indah, kenyataan pahit bahwa Kim Myungsoo, pemuda yang begitu dicintainya harus rela kehilangan hidupnya di usia yang masih begitu muda hanya karena kebodohan Suzy yang begitu mudah termakan omongan orang lain yang pada kenyataannya tidak dapat dibuktikan kebenarannya  juga ikut berputar-putar dalam memori Suzy.

“Aku akan meninggalkanmu sekarang juga jika kau masih belum berniat untuk beranjak dari  bangku kesayanganmu itu, Nona Bae.”, ucap Jongin ketika sampai di ruang kelas 3-B dan menemukan gadis yang dicarinya masih dalam posisi layaknya sedang menunggu guru datang untuk memulai kelas selanjutnya. Mengerti apa yang dimaksud Jongin, Suzy segera memasukkan kembali sepasang boneka beruang itu ke dalam tasnya dan kemudian menutupnya serapat mungkin. Akhirnya Suzy beranjak dari bangkunya dan segera menghampiri Jongin yang sudah menunggunya di luar ruang kelas. “Sudah selesai?”, tanya Jongin memastikan apakah Suzy sudah selesai dengan kesibukannya di dalam ruang kelas tadi. “Eum..”.

Kedua orang itu berjalan beriringan melewati jalanan kota Seoul dalam keheningan, Jongin terlihat berpikir keras akan apa yang hendak dikatakannya selama perjalanan mereka menuju halte busway, jika dulu ia bisa berbicara blak-blakan dengan Suzy sekarang ia malah harus menjaga setiap perkataannya agar tidak merusak suasana apalagi membuat Suzy merasa risih. Satu yang sangat Jongin benci adalah kenapa ia harus dihadapkan dengan Suzy yang berubah 180 derajat seperti ini, dia sangat menginginkan Suzy yang dulu kembali, Suzy yang periang, Suzy yang selalu tidak bisa menghentikan celotehannya saat bersama dirinya, Suzy yang selalu tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak memamerkan deretan gigi indahnya di hadapannya. Tidak bisa seperti ini! – teriak Jongin dalam hatinya. “Hey, Bodoh! Tidak bisakah kau memulai pembicaraan duluan?”, akhirnya Jongin mengeluar kata-kata itu lagi setelah 1 tahun terakhir ini berusaha menahannya. Hey, Bodoh – Satu-satunya panggilan kesayangan teraneh yang pernah ada di dunia ini, hanya seorang Kim Jongin yang berhak memanggil seorang Bae Suzy dengan sebutan seperti itu karena jika ada orang lain yang menyebutkannya, Suzy pasti akan segera menangis dalam diamnya apalagi jika ucapan itu harus Suzy dengarkan dari mulut orang tua dan guru-gurunya.

Langkah kaki Suzy terhenti begitu saja setelah mendengar ucapan Jongin beberapa detik yang lalu. Jongin yang sudah terlanjur melangkahkan kakinya ke depan tanpa menyadari Suzy yang terdiam di belakangnya itu akhirnya menoleh ke belakang, menemukan sosok seorang gadis yang begitu rapuh layaknya sebuah benda yang sudah terlanjur retak dan jika tidak dijaga baik-baik akan segera hancur menjadi kepingan-kepingan yang tidak berwujud. Jongin menatap sosok itu dengan sedih, ingin sekali dirinya menarik gadis itu ke dalam pelukannya, menjadikan dirinya tempat berbagi bagi gadis itu, tapi kenapa? Kenapa gadis itu tidak pernah mau membagi sedikit saja penderitaannya bersama Jongin?

“Oo.. Tadi itu.. Tadi itu aku hanya mengungkapkan kekesalanku pada laki-laki dan perempuan yang sedang duduk berduaan di sana, ya di sana.. kau lihat kan? Mereka itu pasti saling menyukai tapi kenapa laki-laki itu bodoh sekali tidak bisa memulai pembicaraan! Tidak mungkin kan gadis itu yang duluan mengungkapkannya.”, bohong Jongin seraya menunjuk ke arah sebrang jalan yang memang terlihat dua orang yang sedang duduk bersama di sebuah kursi panjang. “Laki-laki itu pasti tidak punya nyali! Dia pasti hanya memikirkan yang terburuk yang akan terjadi, dasar laki-laki bodoh! Oh, Suzy-ah, aku tahu! mungkin laki-laki itu takut ditolak karena badannya yang terlihat sedikit seperti babi? Hahaha.. Sungguh menyedihkan.”, gurau Jongin berusaha mengendalikan situasi di antara mereka.

Namun sepertinya hal itu tidak terlalu berpengaruh bagi Suzy yang masih menatap ke arah yang di maksud Jongin dengan raut wajah yang datar. Ya, mungkin jika Jongin berhadapan dengan Suzy yang dulu sekarang keduanya pasti sedang bersaing untuk menjelek-jelekkan laki-laki itu sepuasnya seraya tertawa terbahak-bahak di tengah keramaian yang membuat diri mereka akan terlihat seperti anak sekolahan yang sedikit mengalami gangguan jiwa. Suzy segera mengakhiri kegiatannya menatap kedua orang di sebrang jalan itu dan kemudian mengalihkan pandangannya pada Jongin yang terlihat masih memaksakan diri untuk tertawa dan menggangap candaannya itu cukup lucu. “Aku pulang duluan.”, ucap Suzy kemudian menggerakkan kakinya melangkah menjauhi Jongin.

It’s me, who is in front of you
Look at me

He can’t be forgotten that easily
I know, I know, I know everything but I am right here in front of you

 

3 tahun kemudian…

Gadis dalam balutan mini dress berwarna putih yang dipadukan dengan cardigan biru muda bermotif pita itu tampak keluar dari sebuah mobil pribadi dengan sebuket bunga di tangan kanannya. Ia melangkahkan kakinya dengan penuh keyakinan menuju sebuah tempat. Setelah beberapa menit membiarkan alas kakinya menginjak rerumputan yang berada di sekitarnya itu akhirnya seulas senyuman terukir di wajahnya begitu menemukan apa yang dicarinya kini telah muncul di depan matanya. “Bagaimana kabarmu?”, ucap gadis itu masih dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Gadis itu kemudian sedikit membungkukkan badannya dan meletakkan sebuket bunga yang ia bawa tepat di atas batu nisan bertuliskan nama seseorang dengan marga Kim. “Aku benci harus terus tersenyum seperti ini, kau tahu? Jika bukan karenamu aku tidak akan seperti ini.”, lanjut gadis itu. “Tapi aku juga tidak akan pernah mau menangis di hadapanmu. Kau tenang saja. Hmm, Lalu, apa kau sudah bertanya pada-Nya mengapa Ia selalu mengambil orang-orang yang ku cintai di dunia ini? Kalau kau sudah tahu jawabannya kau harus segera memberitahuku, Mengerti?”, gadis itu mengentikan sejenak kegiatannya. “Terima kasih sudah memberitahuku betapa pentingnya arti sebuah kehidupan, Kim Jongin. Dan terima kasih juga sudah bersedia menghiburku sejak detik pertama kita bertemu. Aku tidak akan melupakannya.”, itulah kata perpisahan sebelum Suzy harus meninggalkan Seoul, meninggalkan kota dimana semua kenangan telah terukir bersama orang-orang yang dicintainya. Setelah merasa cukup dan sebelum air matanya harus menetes membasahi wajahnya lagi Suzy pun melangkah pergi meninggalkan tempat pemakaman itu dimana nama seorang Kim Jongin terukir di salah satu batu nisan di sana. Ya, 1 tahun yang lalu Suzy kembali harus menerima kenyataan pahit bahwa Kim Jongin sahabatnya juga harus ikut meninggalkannya.

-Flashback-

Seorang gadis kecil berusia sekitar 8 tahun itu tampak sedang asyik dengan kegiatan menggambarnya di atas selembar kertas berwarna merah muda. “Apa yang sedang kau lakukan, Suzy-ah”, tanya seorang wanita yang tak lain adalah ibu dari gadis kecil itu. “Kau menggambar Putri dan Pangeran?”, tanyanya lagi setelah berhasil melihat dengan jelas hasil gambaran anaknya itu. “Ya, eomma”, jawab gadis itu masih sibuk mewarnai gambar mahkota di kepala sang putri yang digambarnya itu. “Apa sang putri ini Suzy?”, tanya wanita itu seraya menunjuk gambar putri di kertas itu. “Tentu saja, eomma”, “Kalau begitu, siapa sang pangeran yang beruntung itu?”, “Jongin, Kim Jongin”, jawab si kecil Suzy tanpa suatu keraguan. “Apa Jongin mengetahuinya?”, wanita itu tampak sangat penasaran dengan kisah cinta buah hatinya yang baru berusia 8 tahun itu. “Tidak, dia tidak akan pernah mengetahuinya.”, “Kenapa begitu?Jongin berhak mengetahuinya kan?”, “Jongin, dia hanya menyukai Soojung..”

 -Flashback END-

END

Makasih sebelumnya buat yang uda mau baca sampai huruf-huruf  E.N.D muncul..kkk. Aku sadar FF ini banyak banget kekurangannya, jadi komentar mau itu berupa kritikan, masukan ataupun pujian *semoga ada* sangat aku nantikan ^^ komentar apapun itu yang penting bisa memperbaiki cara penulisanku akan sangat aku hargai.

17 thoughts on “[Songfic] Consolation

  1. hwaaa knapa jongin meninggal thor..?
    aku sedih bnget sungguh, gak nyangka endingnya bakal gini gak kebaca bner endingnya wahh keren deh alur ceritannya..
    gak kebayang deh wajah polos suzy waktu nyebut pangeran itu kong in

    di tunggu ff suzy exo lainnya ya

  2. huaa thor… kenapa suzy ditinggal meninggal sama semua org yg dicintainya… kasian dia nanti sma siapa?
    bagus thor ceritanya… tp nyesek TT TT

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s