[FREELANCE] Dark Angel (Chapter 1)

black-wings kaihun

Title : Dark Angel (Chapter 1)

Type : multi chapter

Author : thadel (RJ)ß jangan di hiraukan

Main cast :

  • Sehun as human
  • Kai / Jongin as dark angel

Other cast :

  • Tao as kai friends/devil
  • Kris as Leader of devil
  • Luhan as Sehun’s best friend

Dan tokoh berkembang seiring waktu –v

Rating : T or more /?

Pairing : Kaihun/hunkai/sekai

Genre : Yaoi, fantasy

Descalimer: kai milik sehun, sehun milik kai, kaihun milik kita semua /? Tapi cerita ini milik gue /? Tapi terinspirasi dari beberapa film serta ff lainnya. Gue nulis ini karena gak tau kenapa gue suka banyangin kai dengan sayap hitam /?

Dan menurut gue kaihun itu anugrah muahaha xD

So check this out —-> Sehun pov:

Ini menyakitkan. Rasa sesak di dada ini tak kunjung hilang. Perasaan ini membuatku frustasi. Aku benar-benar seperti anak anjing yang dibuang. Tak berayah dan beribu. Kehidupanku juga terlalu menyakitkan untuk di kenang. Untuk apa aku hidup di dunia bodoh ini? Kau tau oh sehun kau sangat kasihan. Uang tak punya, keluarga pun meninggakanmu. Oh sehun. . . .  untuk apa kau masih disini?

Eomma… kenapa kau tidak membawaku bersamamu dulu? Kenapa kau membuat aku sendirian? Appa kau juga mengapa lari dengan wanita lain dan menelantarkanku di jalan? Jika bukan karena kecelakaan itu. Aku.. oh sehun tidak berdiri disini sekarang. Memutuskan mengakhiri semua kehidupan bodoh ini.

Author pov:

Seorang namja berkulit putih tengah berdiri di atap gedung seoul yang cukup tinggi. Air mata jatuh berderai mengalir bak sungai di pipi mulusnya itu. Perasaannya perih tak tertahan. Semua guncangan membuatnya ingin mengakhiri semuanya.

Kaki nya bergetar hebat mulai maju menjauh dari daratan ia berpijak. Langkahnya semakin berat namun rasa sakit di dada dan kepalanya tak mengurungkan niatnya. Namja berkulit putih itu pun perlahan menutup mata indahnya dan air mata terus berjatuhan menghias pipi pucatnya yang semakin pucat karena ketakutan besar pada dirinya.

Tap

Tap

Tap

Tinggal satu langkah lagi menuju kematian. Sehun semakin bergetar, namun ia tetap melangkahkan kakinya namun belum sempat terjatuh.

“kenapa kau mau mati, namja cantik?” suara terdengar di telinga sehun. Suara yang dingin namun hangat. Terdengar aneh memang. Tapi suara itu menghentikan langkah sehun yang terakhir.

Sehun membuka, namun tak ada satu orang pun disana.

Ia berpikir itu hanya halusinasi saja

Ia kembali memejamkan matanya dan bersiap melancarkan aksinya yang tengah tertunda.

“hei apa kau bodoh?” suara itu mendelusup masuk lagi ke dalam gendang telinga sehun

“Diam! Aku mau mati” kali ini sehun menyahut

“Manusia bodoh!” sehun tetap melangkahkan kaki nya dan terjatuh seketika dari gedung berlantai 13 itu.

“hmm merepotkan” ia mendengar gumaman seorang namja lagi saat ia terjatuh. Namja itu menutup matanya dan memeluknya dari belakang.

“kau siapa?”

“tidak perlu tahu. Tidurlah!” sekejap rasa kantuk menyerang ribuan saraf mata sehun. Dan ia terlelap

.

.

.

.

.

.

Sehun mengusap matanya terbangun dari tidurnya. Kepalanya pusing tak tertahan. Rasa bingung menyelimutinya. ‘kenapa aku berada disini? Harusnya aku sudah mati’ batin sehun. ia memandang sekeliling dan benar. Ia di atap gedung itu. Tertidur di tepi atap gedung itu. Ribuan pertanyaan merasuki jutaan syaraf otaknya.

“Apa aku bermimpi?” ia pandangannya mulai menjelas

“Ya bodoh. Kau tidur lama sekali. Suara itu di kenal sehun. Ia agak terkaget kaget melihat sosok namja tinggi berkulit kecoklatan itu. Sungguh tampan. Pahatan hidungnya, matanya nya bahkan garis mukanya terpahat indah. Satu kata di benak sehun ‘SEMPURNA’

“Apa? Aku tertidur?”

“Yap. Sudah sana pulang anjing kecil” namja itu tersyum. Seyumannya hangat, tapi rasa dingin mendelusup di sela sela kulit sehun.

“hei kau dengar tidak?”

Sehun tersentak dari lamunannya “hmmm ne. apa aku hanya bermimpi? Harusnya aku sudah” “jangan dipikirkan pulang sana oh sehun!”

Dari mana ia tau nama sehun? Ini membuat sehun semakin pusing

“Yasudah kalo tidak mau pulang. Aku yang pergi” namja berkulit kecoklatan itu beranjak pergi dan meninggalkan sehun

“Ahh maaf, siapa namamu?” sehun menatap punggung namja itu yang beranjak menjauh

“jongin, Kim jongin. Jangan berfikir untuk mati lagi, sehun!” ia melambaikan tangannya tanpa menoleh. Dan akhirnya menghilang seiring langkahnya yang terus menjauh.

‘Apa itu? Jadi aku benar-benar mau bunuh diri tadi? Tapi kenapa aku tertidur di sini?’ kepala sehun kembali sakit. Ia memutuskan untung pulang seperti kata jongin. Yang sepertinya ia mulai menyukai namja tampan itu

.

.

.

.

.

“Hei kawan sejak kapan kau berubah?” sesosok mahluk tampan bertengger di antara gedung-gedung pencakar langit di seoul. Membentangkan sayapnya yang hitam legam, menebar aura kelam di sekitarnya.

“Aku tidak berubah”

“Mengakulah, manusia bodoh itu mengubahmu” namja berkantung mata agak tebal nan dingin itu meledek kawannya

“Tidak!”

“Kalau begitu kenapa membiarkannya hidup? Ini jadwalnya untuk mati”

Namja yang satunya tidak mejawab.

“hei kai, jangan abaikan aku!” terdengar tao agak terkekeh.

“aku juga tidak tahu, dan berhenti bertanya” mata merahnya menyalak, sayap hitam kai muali membentang menakjubkan. Dalam hitungan detik ia terbang dan lenyap dari pandangan tao.

“Cih kai bodoh, ia akan menerima ganjaran dari kris” tao bergumam pasrah

.

.

.

.

.

Sehun kembali masuk kerja. Walau agak kecewa karena aksi lompat tinggi (dari gedung) nya gagal sudah, namun disela-sela kekecewaannya itu tersirat rasa senang bertemu dengan jongin. Sedari tadi ia mengepel lantai, ia hanya memikirkan wajah jongin yang terus menerus berkelibat dibenaknya. Ia ingin bertemu dengan namja itu lagi. Ia merindukannya

This is my first time to see you, to meet you

But you already stole my heart and atetion

Jongin-ah

You just too good

 

“sehunnie… sehun … THEHUN!!!!” luhan berteriak tepat disamping telinga sehun.

“hum? Eh apa hyung?”

“aku dari tadi memanggilmu, kau sedang melamunkan apa heum? Apa kau tidak lihat itu lantainya jadi basah tauu” luhan mengomel tak henti-henti membuat telinga sehun sakit.

“Ah tidak, hyung kepo ah” sehun menutup telinganya dengan headset dan mulai mengepel lantai kembali. Ia tidak ingin mendengar celotehan hyungnya yang bawel itu.

Ya, hanya luhan yang tersisa baginya di bumi ini. Ia hanya sendiri, sendirian. . . . kalau saja ibunya tak mengalami kecelakaan, sehun tak semenderita ini.

“oh iya sehunnie, kau boleh pulang sekarang, hari ini pulang cepat” luhan bergumam

“mwo? Chinja?” sehun melepas headset yang dipakainya dan menatap luhan dengan tatapan penuh harap

“huh kalo ini saja mau dengar” luhan cemberut kesal “Ia sehunnie. Bos sedang baik hati” sambungnya

“chinja?? Yey” sehun melompat senang dan memeluk luhan sekilas, mecopot celemeknya dan pergi keluar secepat mungkin. Dalam batinnya ia hanya ingin melihatnya, melihat jongin. Jongin yang ingin ia tanyai ribuan pertanyaan, jongin yang tampan, jongin yang begitu gagah.

.

.

.

.

Sehu berlari menuju gedung saat ia bertememu jongin dulu. Ia berharap banyak dari itu.

Sudah sekitar 2 jam sehun menunggu tapi tak ada tanda-tanda batang hidung jongin. Ahhh tentu saja ia tak ada, untuk apa seseorang datang keatap gedung sebegitu sering?

Sehun memainkan kakinya sambil mempoutkan bibirnya, bosan. Ia masih bingung mengapa ia bisa tertidur saat itu. Dan suara namja itu sama dengan orang yang menyelamatkannya di mimpi. “aah..” sehun mengacak-acak rambutnya frustasi.

3 jam menunggu akhirnya sehun berdiri dan beranjak pulang

“Apa kau menungguku?” suara itu datang lagi, suara jongin? Ya itu jongin berdiri di belakang sehun. Tapi kapan ia datang?

“Kau merindukanku heum?” namja itu berbisik di telinga sehun

“Ahh itu tidak” muka sehun memerah merasakan hembusan nafas hangat di telinganya.

“Tidak perlu bohong” jongin mendekat dan memeluk tubuh sehun dari belakang

“ Aku tidak berbohong” bibir sehun bergetar karena tegang. Ia merasakan tubuh jongin yang dingin, namun nyaman.

“Hahaha. . .  bodoh” jongin mengacak-acak rambut sehun

Keduanya terdiam falam keheningan sampai sehun amgakat bicara memecah keheningan

“Apa aku benar-benar tertidur waktu itu? Tapi kenapa aku mendengar suara mu?” sehun berbalik menatap mata jongin langsung.

Aish manusia ini, beraninya ia menatap mataku langsung. Apa dia tidak tersiksa oleh kegelapanku?

Hmm boleh juga bocah ini

“Ia, kau mengigau terus, jadi aku mengajak mu bicara, kau lucu sekali”

“Benarkah jadi begitu?” sehun mengangguk pasrah mendapati jawaban yang tak begitu memuaskannya.

Kai pov :

Namja ini sungguh sudah mencuri perhatianku, apa hatinya sesakit itu hingga ia tahan menatap mataku? Tapi ia begitu polos dan mudah percaya. Ama tao benar? Ia telah merubahku menjadi sesuatu yang lain? Tapi aku iblis, tak akan pernah berubah menjadi malaikat, tugasku mengambil nyawa, bukan melindunginya serta menghukum mahluk-mahluk bersalah di bumi dengan mencabut nyawanya dengan penuh kesakitan. Ini pekerjaan menjijikan. Memuakan! Aku tak suka. Tapi ini lah aku, terlahir dengan saying kelam dan mata berwarna kemarahan, belum lagi rasa nafsu yang lebih maju dari pada akal.

Tapi …. Demi dia

Oh sehun

Aku melanggar jadwalku dan menyelamatkannya.

Apa ini? Apa benar aku berubah?

Entahlah tapi aku meyukai perubahan ini

“jadi kau sudah sadar heum? Kau membuat kesalahan kai. Dan apa itu? Kin jongin? Ha menggelakan, kenapa kau memakai nama konyol itu. Temui aku sekarang!” bisikan memekakan telinga sampai di telingaku. Ahhh kris bodoh itu lagi-lagi menyuruh-nyuruhku. Aku pasti kena hantam olehnya

“Sehunnie, cepat pulang sana! Aku juga ada urusan”

“Tapi kita baru bertemu” sehun mempoutkan bibirnya itu, akhh keimutannya membunuh semua saraf ku.

“hentikan itu, dan pulanglah”

“baik kalo jongin bialng begitu” namja berkulit putih itu melepas peluknya dan pergi sambil melambai. Dia indah. Begitu indah namunn rapuh.

Aku …

Aku inigin mejaga sehun…

Aku ingin menggantikan semua yang meninggalkan sehun . . .

Tapi…

He is a human and I?

I just a devil

Dark devil

Cold devil

I’m not suits with him

Kai pov end

Sosok itu membentangkan sayapnya lagi, menjetnikan jari dan berpindah menghilang mengahadap sang leader.

**TBC**

FF fantasy pertama nih, sorry typo bertebaran yak xD thanks yang baca. Moga tambah cantik atau ganteng /?

7 thoughts on “[FREELANCE] Dark Angel (Chapter 1)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s