TRUE LOVE (Chapter 9)

TL2

TRUE LOVE

                           

Tittle                : True Love (Chapter 9)

Author             : Jellokey

Main Cast        :

Kim Jong In (Kai EXO-K)

Oh Sehoon (Sehun EXO-K)

Luhan (Lu Han EXO-M)

Kim Joon Myun (Suho EXO-K)

Kang Jeo Rin (OC)

Shin Min Young (OC)

Support Cast   :

Wu Fan (Kris EXO-M)

Park Chanyeol (Chanyeol EXO-K)

Kim Min Ra (OC)

Jang Mi Sun (OC)

and others

Length             : Chaptered

Genre              : Romance, Family, School Life

Rating             : PG-17

Kai punya kejutan kecil :) Happy reading. Like dan comment sangat disukai ^^

“Karena itu eomma memutuskan memindahkanmu ke New York.” Kai langsung terkejut mendengar kata-kata Nyonya Kang.

“Semua terserah padamu, sayang. Tapi eomma berharap kau mau pindah ke New York, karena menurut eomma itu yang terbaik.”

“Kenapa pindah, ahjumma? Itu akan membuat orang berpikiran kalau musibah yang menimpa Jeo Rin benar.”

“Apa kau punya jalan lain, Kai?” tanya Nyonya Kang.

“Jeo Rin tetap di Seoul. Kita mencar bukti kalau Jeo Rin memang dijebak.” ‘Jeo Rin tidak boleh pergi dari Seoul. Dia tidak boleh pergi dariku.’ Batin Kai.

“Bagaimana pendapatmu, nak?” Nyonya Kang menatap Jeo Rin.

“Aku mau pindah, eomma.”

“Baby…”

“Kau tidak mau mencoba ide Kai?”

“Ani. Menurutku itu tidak berpengaruh.”

“Baiklah. Kalau begitu eomma akan mengurus kepindahanmu. Eomma ke kamar dulu.” Nyonya Kang meninggalkan Kai dan Jeo Rin di ruang makan. Mereka hanya diam. Sampai akhirnya Jeo Rin memutuskan pergi ke kamarnya.

——————————

Kai masuk ke kamar Jeo Rin. Tapi ia tidak meihat Jeo Rin di mana pun. Pintu balkon kamr Jeo Rin terbuka, Kai pun berjalan ke sana. Ia mendapati Jeo Tin berdiri, kedua tangannya bertumpu pada besi pembatas.

“Kenapa kau lebih memilih pindah daripada tinggal di sini?” Kai memeluk Jeo Ri dari belakang.

“Jongin-ah..”

“Wae? Apa karena Suho?”

“Ani. Aku hanya ingin semua normal seperti dulu.”

“Mianhae. Tinggallah di sini. Aku akan mengakui semuanya. Aku akan mengakui kalau aku yang menjebakmu.”

“Itu tidak memberi pengaruh, Jongin-ah. Aku sudah tidak peduli pandangan siswa di sekolah tentangku.” Jeo Rin membalikkan tubuhnya.

“Wae?” ia menatap Kai.

“Baru beberapa hari kau bisa menerimaku, kau pergi.” Jeo Rin terkekeh.

“Walaupun aku pergi, kau tetap di kelilingi banyak yeoja.”

“Aku tidak peduli dengan mereka. Hanya kau yeojaku.”

“Aku bukan yeojamu.”

“Tapi kau jodohku. Walaupun kau tidak megakui, kau tetap yeojaku.”

“Tujuanku pindah bukan hanya untuk mencari suasana baru…” Kai menunggu lanjutan kata-kata Jeo Rin.

“Aku akan membuka hatiku untukmu kalau kau benar-benar berubah.”

“Kau lihat beberapa hari ini aku mengabaikan yeoja-yeoja yang mendekatiku. Aku sudah berubah, Rin-ah.” Jeo Rin tersenyum.

“Masih beberapa hari, Jongin-ah. Kau bisa saja kembali seperti dulu.”

“Bagaimana aku bisa berubah kalau kau tidak di sini?”

“Itu tujuanku. Kau berubah bukan karena ada aku di sini. Aku ingin kau berubah karena keinginanmu sendiri.”

“Aku tidak bisa kalau kau tidak di sini.”

“Tuh, kan. Kau mau berubah karena ada aku di sini. Terserah padamu, Jongin-ah. Aku tidak mau dijodohkan dengan namja yang suka main yeoja.” Jeo Rin melepas tangan Kai yang melingkar di pinggangnya lalu masuk ke kamar. Kai terdiam.

“Aku bisa mengabaikan yeoja yang mendekatiku karena ada Jeo Rin di sini. Kalau dia pindah bagaimana aku bisa berubah? Apa aku ikut pindah saja?” Kai mengacak rambutnya frustasi.

“Baby…” Kai merebahkan dirinya menghadap Jeo Rin yang sudah memejamkan mata.

“Rin-ah…” Kai memanggil Jeo Rin lagi.

“Jangan ganggu tidurku, Kai.” Kata Jeo Rin masih dengan memejamkan matanya. Kai langsung memeluk Jeo Rin.

“Jangan panggil aku Kai.”

“Mianhae. Aku lupa.” Jeo Rin membuka matanya dan menatap Kai.

“Jangan pindah. Jebal..” Mohon Kai.

“Keputusanku tidak akan berubah. Aku akan tetap pindah, Jongin-ah.”

“Kalau begitu aku akan tetap jadi Jongin yang playboy.” Ancam Kai yang malah membuat Kai tertawa.

“Terserah padamu, Jongin-ah. Aku tidak peduli. Itu malah bagus untukku. Aku bisa dengan mudah meminta pada eomma untuk membatalkan perjodohan ini.” Jeo Rin membalikkan badannya membelakangi Kai. Lagi. Kai tidak berhasil membujuk Jeo Rin.

—————————

“Kau mau ke mana?” tanya Jeo Rin bingung melihat Kai membawa koper.

“Aku mau pulang.” Jawab Kai cuek.

“Oh….” ‘Hanya “oh”? dia tidak mencegahku?” batin Kai. Kai menarik kopernya menuju mobil. Memasukkan koper ke bagasi. Lalu masuk ke mobil tanpa melihat Jeo Rin *merajuk ceritanya*

“Hati-hati di jalan.” Jeo Rin melambaikan tangannya.

—————————–

Apalagi yang harus kulakukan untuk membuat Jeo Rin tidak pindah? Jeo Rin bahkan tidak mencegahku tadi. Apa yang kau harapkan, Kai? Tentu saja dia tidak mencegahmu. Dan bodohya aku malah pura-pura tidak peduli padanya. Ke mana aku sekarang? Aku malas pulang ke rumah. Lebih baik aku ke apartemen Kris. Aku menekan bel apartemen Kris begitu sampai. Tk lama pintu terbuka.

“Kai?” mungkin Kris bingung melihatku membawa koper.

“Aku mau menginap di sini selama beberapa hari.” Aku langsung masuk ke apartemen Kris. Lalu duduk di sofa ruang tamu Kris. Kris berjalan menuju dapur. Ia kembali dengan membawa dua kaleng coke, memberikan satu kaleng padaku.

“Tidak biasanya kau menginap membawa koper.” Kata Kris lalu meminum coke-nya. Aku juga meminum coke.

“Aku baru pulang dari rumah Jeo Rin.” Kris menatapku bingung.

“Aku menginap di rumahnya.”

“Bagaimana bisa? Dia kan sangat membencimu. Lagipula kalian tidak akrab.”

“Yeoja yang dijodohkan denganku adalah Jeo Rin.”

“Uhuk!” Kris terkejut.

“Jangan beritahu siapa-siapa. Chanyeol juga jangan.”

“Jeo Rin menerima perjodohan ini?” tanya Kris setelah menenangkan dirinya.

“Ne. Awalnya dia menolak. Tapi setelah Kang ahjumma bicara, dia tidak menolak lagi.”

“Kau beruntung sekali, Kai. Dijodohkan dengan yeoja yang kau sukai.”

“Aku mencintainya.”

“Yang jelas kau benar-benar beruntung.”

“Kau tidak ke club?”

“Ani. Wae? Kau mau ke club?”

“Aku juga tidak. Bagaiman dengan Misun?”

“Dia tidak mempedulikanku. Tahu begini aku tidak akan mengungkapkan perasaanku. Padahal aku mau berubah untuknya.”

“Jangan menyerah. Dia pasti akan melihatmu.”

“Kapan? Sebentar lagi kita akan lulus. Setelah lulus aku akn kembali ke Canada.”

“Mwo? Kau jga mau pindah? Kalian benar-benar keterlaluan. Kau pergi, Jeo Rin juga pergi.” Kenapa mereka pergi meninggalkanku?

“Apa maksudmu, Kai?”

“Jeo Rin akan pindah ke New York karena masalah foto itu. Aku sudah membujuknya, tapi dia tetap kukuh untuk pindah.” Aku mengacak rambutku frustasi.

“Sepertinya kalian sudah cukup dekat. Tapi kenapa di sekolah kalian seperti tidak saling kenal?”

“Dia tidak ingin orang-orang tahu kalau kami dijodohkan.”

“Jadi, apa masalahnya kalau Jeo Rin pindah? Toh kalian sudah dijodohkan. Kau takut dia dekat dengan namja di sana?”
“Aissh.. Kris, aku bisa gila kalau dia tidak ada di sini. Masalah namja juga. Kau tahu, orang Western seleranya Asia sekarang.”
“Sudahlah. Setelah lulus nanti, kau bisa kuliah di New York.” ‘Tiga bulan lagi. Apa aku bisa bertahan selama itu?’

——————————

Kali ini Kai pura-pura tidak mempedulikan Jeo Rin. Biasanya Kai dan Jeo Rin selalu pulang bersama, sekarang tidak. Tapi tetap saja, itu tidak akan berpengaruh pada Jeo Rin. Sampai pada suatu hari Kai menarik Jeo Rin yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.
“Ikut aku!”
“Lepas, Kai!” Jeo Rin berusaha melepas tangan Kai. Dia tidak mau teman-temannya tahu kalau dia dijodohkan dengan Kai. Mendengar Jeo Rin yang memanggilnya Kai, Kai semakin mengeratkan pegangannya di tangan Jeo Rin dan menariknya membuat Jeo Rin mengikuti langkah Kai. Tapi tertahan karena Misun menahan tangan Jeo Rin yang satunya.
“Ya! Nappeun namja! Lepaskan Jeo Rin!”
“Aku tidak berurusan denganmu. Lebih baik kau pikirkan Kris sebelum kau menyesal.” Kata-kata Kai membuat Misun melepaskan tangannya. Kai kembali menarik Jeo Rin. Entah mau dibawa ke mana Jeo Rin.
“Lepas, Kai!” Kai tidak peduli. Ia terus menarik Jeo Rin ke tempat yang sepi.
“Lepas! Tanganku sakit!” Langkah Kai terhenti karena ada orang yang menahan Jeo Rin.
“Lepaskan Jeo Rin!”
“Oppa…”
“Jangan ikut campur. Kau sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Jeo Rin.” Kai menatap Suho sinis.
“Aku memang tidak punya hubungan lagi dengan Jeo Rin. Tapi melihatmu memaksa Jeo Rin aku tidak bisa.” Kai melepaskan tangan Jeo Rin. Suho langsung memeluk Jeo Rin. Dia tidak bisa membohongi dirinya kalau dia masih mencintai Jeo Rin.
“Kau masih peduli dengan yeoja yang mengkhianatimu?” Kai menyeringai. Jeo Rin menatapnya tajam.
“Pikirkan itu!” Kai pergi meninggalkan Suho dan Jeo Rin. Suho hendak melepas pelukannya tapi Jeo Rin langsung memeluknya erat.
“Gomawo, oppa. Oppa masih peduli padaku. Walaupun oppa tidak percaya padaku, aku akan tetap mengatakan ini. Aku tidak pernah mengkhianati oppa. Kejadian itu aku dijebak. Saranghae…” Jeo Rin melepas pelukannya. Suho pergi meninggalkan Jeo Rin. Ia bingung mana yang harus ia percaya. Jeo Rin atau Kai dan foto-foto itu. Tapi foto itu telah membuktikan semuanya. Suho tetap pada pendiriannya.

———————————-

“Kai, handphonemu bunyi. Ada pesan dari ‘My Girl’.” kata Kris pada Kai yang baru keluar dari kamar mandi dengan memakai jeans sambil mengeringkan rambutnya. Ia mengambil handphonenya di meja kecil samping tempat tidur Kris, lalu membuka pesan dari Jeo Rin.

From: My Girl.
Aku berangkat ke New York hari ini, 09.00 am.

“Jam berapa sekarang?”
“Eungg.. Lihat sendiri.” Kris setengah sadar. Kai membulatkan matanya. 08.30 am. Dengan cepat kai mengambil kemeja biru dan kunci mobil. Ia memakai kemejanya asal. Yang ada di pikirannya sekarang adalah Jeo Rin.

——————————

“Baik-baik di New York, sayang. Eomma akan sering mengunjungimu.” Nyonya Kang memeluk putrinya. Hanya Nyonya Kang yang mengantar Jeo Rin ke airport.
“Kau tidak memberitahu teman-temanmu?”
“Ani. Bisa-bisa aku tidak jadi pindah karena mereka.”
“Kai?”
“Aku sudah memberitahunya tadi, eomma.”
“Kenapa dia belum datang?”
“Molla.” Suara speaker keberangkatan menyadarkan Jeo Rin. Jeo Rin memeluk Nyonya Kang lagi.
“Aku pergi, eomma.” Jeo Rin membalikkan badannya.
“Rin-ah..” suara seseorang membuat Jeo Rin berbalik lagi. Ketika berbalik ia langsung dipeluk Kai.
“Cepatlah kembali.” Jeo Rin balas memeluk Kai.
“Ne. Ingat kata-kataku. Aku tidak mau saat pulang nanti tetap menjumpai Jongin yang sama. Kau harus berubah.” Kai mencium bibir Jeo Rin.
“Dasar anak muda.” Kata Nyonya Kang yang melihat adegan romantis Kai. Jeo Rin mendorong tubuh Kai tapi Kai malah menahan tengkuknya. Memperdalam ciuman mereka. Ciuman terakhir sampai Jeo Rin kembali.
“Saranghae. Aku mau saat kau pulang, kau membalas kata cintaku.”
“Kita lihat nanti.” Jeo Rin tersenyum. Kai memeluk Jeo Rin erat.
“Kau tidak bermaksud membatalkan keberangkatanku kan?” Jeo Rin mengelus punggung Kai. Ia mendorong tubuh Kai pelan.
“Aku pergi.” Kai terus memandangi Jeo Rin sampai tidak terlihat. Nyonya Kang menepuk pundak Kai.
“Bersabarlah, nak. Saat Jeo Rin kembali, kalian akan langsung bertunangan.”
“Ne, ahjumma.”
“Sajangnim, Tuan Lee sudah menunggu anda di kantor.” Kai langsung melihat pemilik suara itu. Raut wajah sedihnya langsung berubah melihat yeoja yang menurutnya ‘fantastic baby’.
“Ahjumma harus ke kantor, Kai.”
“Ne, ahjumma.” Kai kembali memasang mimik wajahnya saat ditinggal Jeo Rin pergi. Yeoja itu yang ternyata sekretaris Nyonya tersenyum pada Kai sebelum berbalik mengikuti Nyonya Kang.
“Suit…” Kai bersiul.
“Sexy.. Kalau hanya bermain-main tidak apa kan? Lagipula Jeo Rin tidak ada di sini, dia tidak akan tahu. Saat Jeo Rin kembali nanti baru aku berubah.” Kai tersenyum miring.

———————–

“Kau benar-benar tega, Jeo Rin-ah.” ucap Min Young setelah mendengar sahutan dari Jeo Rin. Begitu sampai di sekolah, Min Young dikejutkan kabar Jeo Rin yang pindah ke New York oleh Misun.
“Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau kau pindah?” Min Young menspeakerkan handphonenya. Saat ini ia sedang berada di cafetaria bersama Sehun, Lu Han, Suho, Min Ra, Misun, dan Eun Na.
“Kalau aku memberitahu kalian, aku pasti tidak jadi pindah.”
“Kenapa kau pindah? Apa karena masalah itu?”
“Ani. Aku tidak peduli lagi dengan itu. Kau tahu sendiri kalau aku dijebak. Aku hanya ingin membuka lembaran baru. Memulai semuanya dari awal.” Mendengar itu, Suho merasa seperti dihujam beribu pisau tepat di hatinya. Itu berarti Jeo Rin mau melupakannya. Eun Na yang berada di samping Suho berusaha untuk menahan kesenangannya. Tidak ada lagi yang menghalanginya untuk mendapatkan Suho.
“Bagaimana di sana?” tanya Min Young.
“Aku mulai bersekolah besok. Semoga aku bisa mendapatkan teman seperti kalian.”
“Jangan lupakan kami, Jeo Rin-ah.” kata Min Ra.
“Ne, Ra-ya. Young-ah, kau menspeakerkan handphonemu?”
“Ne.”
“Aku akan menghajarmu begitu kau kembali, Jeo Rin-ah.” ujar Misun.
“Kalau begitu aku tidak akan kembali.” Jeo Rin terkekeh.
“Apa maksudmu?” Kompak Min Young, Misun, Min Ra.
“Ya! Tidak usah barengan begitu. Aku tidak berencana untuk kembali dalam waktu dekat ini. Kalian tahu kan kalau aku menghabiskan masa kecilku di sini. Aku senang bisa kembali ke New York.” Eun Na semakin melayang mendengar kata-kata Jeo Rin.
“Jaga dirimu baik-baik, Jeo Rin-ah. Bagaimana dengan…” Min Young terdiam. Ia lupa kalau ada Suho yang mendengar percakapan mereka.
“Dengan?” tanya Jeo Rin sama dengan orang-orang yang ada bersama Min Young, tapi mereka hanya menampakkan wajah bingung mereka.
“Lupakan. Nanti aku meneleponmu lagi, Jeo Rin-ah. Bye..”
“Annyeong. Hehe..”
“Apa yang mau kau katakan tadi?” Misun penasaran.
“Aku lupa.” Sehun yang menangkap ada yang aneh pada Min Young langsung menatap yeojanya.

————————–

“Eun Na..” panggil Kai.
“Kai?” Eun Na menghentikan langkahnya.
“Aku baru tahu kalau Jeo Rin pindah ke New York.” kata Eun Na begitu Kai berdiri di hadapannya.
“Beritahu pada Suho kalau Jeo Rin memang dijebak.” ucap Kai to the point.
“Apa maksudmu?”
“Salah satu alasan Jeo Rin pindah adalah foto itu. Terserah bagaimana cara kau menyampaikan pada Suho.”
“Kau merasa dirugikan karena foto itu?”
“Ani. Aku hanya ingin membersihkan nama yeojaku. Dia milikku sekarang.”
“Aku tidak mau.”
“Baiklah. Biar aku yang mengatakan pada Suho. Aku juga akan mengatakan padanya kalau kau membantuku menjebak Jeo Rin.” Kai berjalan melewati Eun Na menuju pintu kelas.

————————–

Kai duduk di samping Chanyeol setelah menepuk pundak Chanyeol. Ia lalu memesan wine pada bartender.
“Ada angin apa kau kembali ke club? Apa karena Jeo Rin pindah?”
“Ani. Hanya ingin bersenang-senang.” kata Kai setelah meneguk winenya.
“Ck.. See? Apa yang kau dapatkan dari L.O.V.E? Saat kau mencintai yeoja, yeoja itu malah pergi.” Chanyeol tersenyum sinis. Kai tidak mempedulikan Chanyeol. Ia melihat ke lantai dansa. Matanya menangkap sosok yeoja yang ia temui di bandara. Kai langsung turun ke lantai dansa.
“Dasar. Katanya mau berubah.”

“Hai..” Kai menghampiri yeoja yang terus menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik.
“Kau sekretaris Kang ahjumma?” tanya Kai basa-basi.
“Ne.” jawab yeoja itu singkat.
“Kenapa bisa berada di sini? Setahuku ahjumma selalu pulang larut malam.”
“Sajangnim sedang di New York mengunjungi putrinya.” Setelah mengatakan itu, ia pergi meninggalkan lantai dansa untuk mengangkat telepon dan tidak kembali lagi. Chanyeol yang melihat gelagat Kai, mengirim pesan pada Kris.

To: Kris
Selera Kai noona sekarang.

———————-

“Chagiya, apa kau menyembunyikan sesuatu?” tanya Sehun pada Min Young. Mereka sedang berjalan menuju halte bus.
“Maksud oppa?”
“Yang mau kau tanyakan pada Jeo Rin waktu itu. Aku tahu kau menyembunyikan sesuatu dari kami.”
“Eem.. Itu. Oppa jangan memberitahu pada siapa-siapa ya.”
“Ne.”
“Sebenarnya Jeo Rin dijodohkan.” Tanpa mereka sadari seseorang mengikuti mereka sejak dari sekolah. ‘Jeo Rin dijodohkan?’ batin Suho. Ia mengikuti Min Young dan Sehun setiap hari karena penasaran dengan kalimat Min Young waktu itu.

—————————-

‘My Girl calling..’

Kai baru menghentikan mobilnya di salah satu club malam di Seoul saat Jeo Rin meneleponnya.
“Yeoboseyo, baby..” Selama satu minggu ini, Kai tidak menelepon Jeo Rin karena sibuk. *Sibuk dengan yeoja maksudnya*

“Yeoboseyo, Jongin-ah.. Bagaimana kabarmu?”
“Kau mau jawaban bohong atau jujur?”
“Eum.. Dua-duanya.”
“Aku baik itu versi bohongnya. Kalau jujur, aku seperti orang gila yang merindukanmu di sini. Ingin rasanya aku menyusulmu dan memelukmu setiap hari.” Jeo Rin terkekeh.
“Aku sedang dekat dengan seorang namja di sini.” Ekspresi Kai langsung berubah.
“Baby, kau mengujiku? Kau masih sebentar di sana.”
“Bahkan di hari pertama aku sudah didekati banyak namja.”
“Sepertinya aku harus meminta pada ahjumma agar aku bisa menikahimu besok.”
“Aku bercanda. Kau di mana sekarang?”
“Aku.. Di rumah.” Jawab Kai sedikit gugup.
“Jeongmal? Tapi kenapa ribut? Kau di club kan?”
“Ne.. A.. Ani.” Kai merutuki dirinya yang tidak bisa bohong pada Jeo Rin.
“Tidak apa-apa kalau kau mau ke club.”
“Aku tidak di club, baby. Masih di parkiran.” ucap Kai jujur.
“Kalau begitu selamat bersenang-senang, Jong…”
“Aku pulang..” Ujar Kai pelan.
“Mwo?”
“Aku tidak jadi ke club.”
“Waeyo?”
“Aku janji padamu akan berubah.”
“Aku tidak pernah memimtamu untuk berjanji padaku. Kau bebas melakukan apa pun yang kau mau.”
“Ani. Aku akan membuktikan padamu kalau aku bisa berubah.” Perkataan Kai membuat Jeo Rin tersenyum di seberang sana.
“Aku akan meneleponmu lagi nanti. Hati-hati di jalan.”
“Ne. Saranghae, baby..” Sambungan terputus.
“Hidupku benar-benar berat tanpamu di sini, baby.” Kai mendesah berat.

————————–

“Youngie, apa kau bahagia bersamaku?” tanya Sehun. Saat ini Sehun dan Min Young sedang tiduran di rumput, di sebuah bukit yang memperlihatkan kota Seoul. Min Young memiringkan tubuhnya menatap Sehun bingung.
‘Kenapa kau berkata seperti itu, Hunnie? Jangan bilang oppa mempermasalahkan status sosial lagi.” Sehun terdiam.
“Aku bahagia denganmu. Sangat bahagia. Jangan pernah mempermasalahkannya lagi, eo?”
“Mianhae..” Sehun menghadap Min Young.
“Aku hanya takut kau meninggalkanku.”
“Kenapa berpikir seperti itu?”
“Entahlah. Perasaanku tidak enak.” Min Young mendudukkan dirinya.
“Aku takkan melakukan itu karena aku membutuhkanmu, oppa.” Sehun memposisikan kepalanya di pangkuan Min Young. Min Young mengelus rambut Sehun.
“Oppa kuliah di mana setelah lulus?”
“SNU. Aku akan berusaha keras mendapatkan beasiswa untuk kuliah di sana. Setelah selesai kuliah, aku akan bekerja di perusahaan ternama. Mengumpulkan uang yang banyak untuk melamarmu.”
“Oppa sudah berpikir sejauh itu?”
“Bahkan aku sudah membayangkan mempunyai anak-anak yang cantik dan tampan darimu. Aku yakin kau jodohku, Youngie.”
“Kalau oppa yakin aku jodoh oppa, jangan pernah punya pikiran seperti tadi lagi.”
“Ne, chagiya.” Sehun mendudukkan dirinya, lalu mengecup bibir Min Young.
“Sudah sore. Ayo pulang.” Min Young menganggukkan kepalanya.

————————————

Saat berjalan di trotoar, sebuah mobil mewah yang baru saja melintas, mundur lagi ke posisi Sehun dan Min Young. Seorang wanita berusia empat puluhan keluar dari mobil itu.
“Eomma?!”
“Masuk, Min Young.” perintah Nyonya Shin.
“Shirreo. Aku mau pulang dengan Sehun oppa.”
“Jangan jadi anak pembangkang, Min Young. Eomma sudah memperingatkanmu untuk tidak berhubungan dengan anak miskin ini lagi.”
“Eomma..”
“Saya akan mengantar Min Young sampai di rumah dengan selamat, ahjumma.” kata Sehun yang tidak dipedulikan oleh Nyonya Shin.
“Kau mau eomma pindahkan seperti Jeo Rin, Min Young?” Min Young mengeratkan genggamanya pada tangan Sehun.
“Shirreoyo. Aku mau pulang dengan Sehun oppa.”
“Hae Won, tarik Min Young.” suruh Nyonya Shin pada supirnya.
“Jeosonghaeyo, nona.” Supir Nyonya Shin menarik Min Young untuk masuk ke mobil. Sehun tetap mempertahankan Min Young. Entah bagaimana caranya, supir Nyonya Shin berhasil menarik Min Young masuk ke dalam mobil.
“Jangan pernah dekati putriku lagi.” Ancam Nyonya Shin lalu masuk ke dalam mobil.
“Apa materi selalu berada di atas segalanya?” Sehun menendang udara kosong.
“Aku tidak akan menyerah hanya karena hal ini.” Tak jauh dari tempat Sehun berada, seseorang mengawasinya dari dalam limosin.

TBC…

10 thoughts on “TRUE LOVE (Chapter 9)

  1. Jeorin tidak percaya banget sama Kai, curiga-curiga gitu. tapi perlu juga sih,, hehehe memngingat Kai yang… errr… hahahaha. baru ditinggal sebentar sudah berulah😀
    dan Sehun,,, andai ny Shin bukan calon mertua Sehun, udah tabakar rame-rame. cih!

  2. Waduh kayakx bkal ada masalah lagi,setelah kai sma jeo rin skrang sehun sma min young. Omo igo jeongmal daebal.. Next chapt thor🙂

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s