[FREELANCE] You Can’t Disappear From Me (Chapter 1)

You cant Disappear From Me FINAL

Title : You Can’t Disappear From Me (CHAPTER 1)

Author :  Hyuuga Ace (@dioxing_0307)

Genre : Romance, Drama, School Life

Rating : G

Length : Chaptered

Main Cast :

  • Oh Yubin (OC)
  • Kim Jongin – Kai
  • Park Chanyeol
  • Kwon Yura (OC)

Other cast : FIND IT… kekekeke~

Author’s note :

Annyeong, bangapseumnida. ini pertama kalinya aku nulis FF dengan main cast EXO, maafkan segala kegajean cerita author, typo, Huhuhu… Karena itu comment dari para readers sangat membantu, huehehe. Saran dan kritik sangat dibutuhkan. Udahlah segini ajah cuap- cuap ga jelas dari author.

HAPPY READING ALL…

_______

Cinta yang tersesat, cinta yang akan menguras banyak air mata jika dipertahankan, cinta yang mungkin hanya sepihak. Bukankah harusku hapus dalam-dalam perasaan ini agar aku tidak merasa sakit lagi? Ya, aku harus. Namun bagaimana jika…

YOU CAN’T DISAPPEAR FROM ME?

_______

-Yoo Bin PoV-
“Bukankah itu Jongin? Omonaaa dia ganti rambut hari ini? KYAAAA”

Nama itu lagi.

“Kai ssi, nomuna joahae!”

Panggilan itu lagi.

“Kai, hari ini jalan bareng noona yaah?”

“Kai.. Kai… Kai..”

Huh. CUKUP! Kulangkahkan kakiku menjauhi tempat siswi SMA “Yo Su” ini bergerombol menyambut pangeran sekolah ini? Cih. Apa aku bilang tadi? Pangeran? Geli sekali.. Aku geli memikirkannya, namun hal itu tidak bisa dipungkiri, dia memanglah seorang pangeran, anak pemilik sekolah ini, tentu saja kaya raya, dia tidak perlu belajar, tapi itu sudah cukup membuat nilainya selalu perfect, dia terlalu pintar. Memiliki D.O, Sehun, Luhan, Lay sebagai teman yang selalu disekelilingnya. Tampan? Ya harus kuakui, dia teramat tampan. Apalagi yang membuatnya kelihatan bukan seperti pangeran? Dimataku karena dia adalah Kai, dia bukan pangeranku.

Kulirikan bola mataku sejenak ke arah gerombolan itu sekali lagi, dan benar saja, seperti biasa, bola matanya sedang mencari keberadaanku, dan ketika bola mata kami bertemu, Kai tersenyum padaku. Senyum yang membuat jantungku hampir meledak, senyum yang dengan sangat bodohnya membuatku berharap -lagi?- namun senyum yang kutahu tanpa makna di dalamnya, ingatlah Yubin dia hanya menertawakanmu. Dialah pemilik senyum menjengkelkan itu, Kai, orang yang ku benci..

Dan orang yang sudah membuatku gila, karena dengan gilanya aku dapat mengakui bahwa aku sangat menyukainya.

Kupalingkan wajahku kembali ke depan, dan melangkah pergi.. Memasuki kelasku, dan duduk di bangku itu lagi. Dan bangku di mana lagi- lagi ia duduk di depanku. Kai.

_____

“Annyeong Yubin chagi…” Sapa seseorang ketika aku duduk di bangkuku.

“Chanyeol-ah! Nomuna bogoshippo, liburan kemarin kau seenaknya saja pergi ke Jeju dan tidak mengajakku dan Yura! Tahukah kau kami berdua sangat bosan menunggumu pulang?” Tanyaku manja. Dia sahabatku dan Yura dari TK, dan karena hanya aku dan Chanyeol yang sekelas sekarang, dia sudah pasti menghampiriku dulu sebelum ke kelas Yura untuk berceloteh mengenai liburannya. Dasar menyebalkan.

“Kau harus merindukanku. Akhirnya kau melakukan hal yang benar, dan.. Ya! Sudah berapa kali kubilang, panggil aku Yeollie si keren, bukankah begitu chagi?” Poutnya lucu. Hahaha.. Dasar gila.

“Sudah berapa kali juga kubilang, bahwa denganmu memanggilku chagi itu membuatku ingin segera pergi ke toilet dan mengeluarkan sarapan pagiku tadi?” Jawabku malas dan asal- asalan sembari mengeluarkan buku pelajaran jam pertamaku hari ini setelah libur musim dingin yang lalu. O-oh biologi. How a nice one!

“Chagi, jangan marah, ne? Aku hanya menyayangimu.. Kekeke..”

“Kau bukan pacarku, jadi jangan macam- macam” jawabku malas.

“Lalu kau ingin menjadi yeoja chingu siapa? Kai? Lebih baik kau berhenti chagi..” Suaranya memberat. Dan seketika, hanya dengan mendengar namanya saja membuatku merasa ada dentuman keras dalam dadaku.

“Ah, mian mian… Aku lupa nama itu terlarang untukmu. By the way, aku belikan sedikit oleh- oleh untukmu.. Hanya untukmu. Yura tidak ku belikan loh..”

“Kau jahat Yeol-ah, dia bisa mengamuk dan mulai mencubitimu dengan ganas.” Ujarku sambil mengubah ekspresi wajahku.

“Biarkan saja. TA-DA, lihat ini!” Chanyeol mengeluarkan sesuatu yang mengkilap, kalung? Ya. Dan WAAAAA!!!!

“NOMUNA YEPPO, CHANYEOL-AH!!!” Jeritku histeris.

“Kau tahu ini hanya ditemukan di Jeju, kalung dengan bandul berbentuk bunga tulip ungu favouritemu.”

“Chanyeol-ah!! Neo jinjja! Kau benar- benar teman terbaikku.” Luapan bahagiaku ketika melihat indahnya kalung itu, sehingga tidak sadar aku kini sedang memeluknya bahagia.

“Chingu?” Dia berbisik pelan tepat ditelingaku.

“Apakah kalian sudah resmi berpacaran sekarang? Jangan bermesraan disini, bodoh.”

Suara itu… Kulepas pelukanku, dan segera menatapnya dingin.

“Mau apa lagi kau?! Pergi sana.. Aku sangaat sangaat bosan melihatmu.”

“Jangan dilihat? Tidak bisakah?” Dimana tampannya senyumannya tadi pagi? Hilang begitu saja? Sekarang dia memulai tingkah menyebalkannya lagi dan hanya padaku ia melakukan itu.

Tidak. Bodoh. Karena aku selalu melihatmu, bahkan dalam radius 500 meter jauhnya pun aku masih dapat melihatmu. Sesalku dalam hati.

“BISA, asal kau tidak muncul di hadapanku!!” Ucapku kebalikan kata hatiku.

“Bukankah aku harus muncul setiap hari di hadapanmu? Aku duduk di depanmu, kau ingat? Sudah berapa lama yah? 2 tahun?” Si bodoh ini, masih ingat saja.

“Kalau begitu pindah saja sana! Agar aku tidak dapat melihatmu!!” Teriakku padanya.

“Shirreo. Bagaimana denganmu? Kau tidak mau pindah kan? Lebih baik tidak karena aku tidak ingin kau pindah dari tempat dudukmu, walau kau berisik, duduk di depanmu sangat menyenangkan! Hiburan untukku.” Kata- kata yang sangat tidak berarti itu kembali terucap, dan air mata mulai menggenang di pelupuk mataku. Perlu diketahui, julukanku saat SD ada miss cengeng sedunia. Aku begitu cengeng.

“Kai, bisakah kau berhenti? Kau itu sangat menyebalkan baginya.” Tangan besar Chanyeol, mendorong tubuhku ke belakangnya, sehingga air mataku yang jatuh itu tidak sempat terlihat oleh Kai lagi, seperti sebelumnya.

“Memang, tapi bukankah tadi aku mengatakan hal baik? Aku tidak ingin dia pindah dari tempat duduk itu.”

Bagaimana caranya aku bisa melupakannya jika dia terus saja menahanku di tempat itu? Di tempat di mana aku selalu melihatnya. Tangisku dalam hati. Kuhapus air mataku, dan kembali menghampiri kursiku. Mengambil tas dan bukuku.

“Yeol-ah, kursi di depanmu kosong kan? Eunji dipindahkan ke kelas sebelah sebulan yang lalu, bolehkah aku duduk disitu?” Tanyaku pada sahabatku yang masih saja menatap Kai dingin.

“Ne, tentu saja kau boleh.” Jawabnya cepat.

“O-ohh aku mengerti sekarang, kau ingin lebih dekat dengan pacarmu yah? Kau benar- benar menyukainya? Bukankah setahun yang lalu kau mengutarakan perasaanmu padaku. Jadi kau sudah melupakanku? Oh sayang sekali. Padahal aku mulai-”

“CUKUP KAI! Kau tidak akan pernah menyukaiku, aku tahu. Maka dari itu berbuat baiklah padaku, walau hanya sedikit, aku ingin pindah dari bangku itu.”

DIA BUKANLAH PANGERAN…

________

-Kai PoV-
Aku merasa hatiku dihantam oleh batu besar ketika dia mengatakannya. Diluar tampangku yang menyebalkan ini, aku remuk. Yeoja ini, yeoja polos yang 2 tahun lalu dipindahkan seongsaengnim dan duduk di belakangku. Yeoja yang teramat manis ketika dia marah, bahkan mungkin kau tidak percaya, ketika dia menangis dia terlihat sangat cantik. Tapi aku tidak suka melihatnya menangis, terutama karena diriku.

Aku yakin aku sudah menyukainya sejak percakapan pertama kami waktu itu..

Aku tidak bisa menyukainya, itu permasalahannya. Aku sudah dijodohkan sejak kecil dengan yeoja teman appa yang memang sangat cantik, namun tetap saja aku tidak menyukainya, tapi kami suatu saat pasti akan menikah. Aku hanya tidak ingin memberinya terlalu banyak harapan. Makadari itu aku bersifat menyebalkan dan terkesan mempermainkan perasaanya ini.

Agar dia melupakanku, dan membenciku.

 Seems like i am bad guy right?

Tapi semakin lama melihatnya bersama Chanyeol, yang dengan sangat jelas dia sangat menyukai Yubin-Yubin terlalu bodoh untuk menyadari itu karena bagaimanapun mereka sudah berteman sejak TK- itu membuatku ikut terluka juga.

Hanya saja aku tidak punya kesempatan untuk mengatakan itu.

“Kesannya, aku mengekangmu.. Padahal kita berjodoh karena tiap kali ada perpindahan bangku, kau selalu terpilih duduk di belakangku. Banyak orang yang ingin posisimu, kau tahu?”

“Jongin-ah, seongsaengnim sudah berjalan kemari, duduklah.. Kau tidak ingin songsaengnim mengetahui keributan ini, kan?” Bisik Sehun di sampingku.

“Aku membuat keributan?” Tanyaku polos padanya.

“YA! Lihat semua mata terarah pada kau, Yubin, dan Chanyeol.” Jawab Sehun geram.

Aku menatap sekelilingku dan.. Ya, Sehun benar. Yeoja itu, aku mempermalukannya lagi dengan perkataanku. Dia pasti sudah sangat membenciku. Kalau bukan karena air mata itu aku sudah yakin.. Tapi ketika lagi- lagi dia menangis karenaku aku kembali tersadar bahwa ia masih menyukaiku seperti dulu.

Yahhh sudahlah.. Usahaku untuk membuatnya membenciku sudah cukup sampai sini.

____
Seongsaengnim masuk ke kelas, seperti biasa guru biologi yang juga wali kelasku ini terlihat menyebalkan dengan mikroskop di tangannya.

“Annyeonghaseyo haksengdeul. Ahh, Yubin-ah? Kau pindah kursi? Sudah ada izin dari orang tua?” Lihat! Betapa menyebalkannya dia, pindah tempat duduk pun harus memakai surat orang tua, layaknya kita semua masih duduk si bangku SMP. Atau malah SD?

“Mianhae, sosaengnim, besok aku akan membawanya.. Duduk disini lebih menyenangkan. Aku bisa melihat wajah rupawan saem lebih dekat..” Rayunya lucu. Dia begitu lucu hingga membuat jantungku bekerja tidak normal…. U-uh.

“Jangan lupa surat izin, dan alasan yang lebih normal.”

“Hahaha.. Saem kau Daebak!” Dia mengacungkan kedua jempolnya. Lagi lagi kukatakan bahwa dia lucu..

“Yahh.. Saatnya memulai pelajaran, buka halam 221, kita akan belajar mengenai jaringan tumbuhan dengan mikroskop ini!”

Huhh..

______
-Author PoV-
“Chanyeol kau menyebalkan! Bagaimana bisa kau tidak membelikanku oleh- oleh?! Mau mati kau hah?” Yura berkata dengan garangnya saat mereka bertiga berkumpul di kantin saat istirahat pertama.

“Heh singa garang! Jangan mulai mencubitiku lagi.” Jerit Chanyeol terkesiap ketika melihat Yura sudah mengangkat tangannya. Chanyeol sangat takut dengan cubitan Yura yang sempat membuat sekujur lengannya biru- biru bahkan berdarah. Itulah kehebatan jari- jari Yura, dan jangan lupakan faktor kukunya juga..

“Yubin-ahh.. Kau lihat? Dia itu pilih kasih.”

“Heh, jangan marah dong.. Mau makan seafood? Chanyeol yang keren ini membawa banyak sekali seafood dari Jeju, dan dengan sebuah kehormatan mengajak Yubin chagi dan Yura si singa garang untuk makan ke rumahku. Bagaimana? Makan gratis lho..”

“Aku ikut! Itu favouritku! Seafood!!” Yura berteriak tepat di telinga Yubin ketika mendengar kata seafood, makanan favoritenya.

“Yura! Makin lama kau makin mirip singa garang!!”

“Ehh mianhae Yubin chagi..” Ujarnya lucu.

“Ya bodoh! Itu panggilan sayangku untuknya, kau jangan ikut- ikutan” Chanyeol protes di sisinya.

Beginilah mereka, 3 orang suka ribut semenjak TK, ribut tiada akhirnya. Terutama karena ada Yeol dan Yura. Mereka selalu saja bikin ribut, dan walaupun Yubin bukan karakter pendiam tapi dia pasti akan lebih diam ketika bersama mereka berdua.

“Yeol-ah, mianhae.. Aku tidak bisa ikut. Aku ada sedikit keperluan. Kau tahu hari ini juga aku mulai kerja sampingan di kafe?” Ujarnya menyesal

“Ah matta! Aku lupa, Yubin-ah Hwaiting ne!! Aku mendukungmu dari rumah Chanyeol.”

“Dasar bodoh.” Dengus Chanyeol  sambil menggeleng- gelengkan kepalanya.

“Setelah makan seafood aku janji akan mampir ke kafe itu.. Kami akan mendukung hari pertama kerja sampinganmu! Betul kan, Yeol?”

“Of course!”

Hahaha.. Dan mereka pun tertawa bersama tanpa menyadari ada sepasang mata menatap Yubin dari kejauhan sembari tersenyum. Dia senang melihat Yubin tertawa, semua ekspresi Yubin, orang itu selalu suka.
___

Kai PoV
“Kai kau juga tersiksa..” Luhan Hyung berkata disampingku.

“Apa yang bisa kulakukan kalau begitu Hyung?”

“Ikutilah kata hatimu..”

“Melawan abeoji? bukankah itu hal mustahil, Saera adalah kesayangannya. Lagipula aku sudah begitu jahat padanya, ketika aku menolaknya, ketika dia menangis di hadapanku saat itu, aku tahu aku sangat menyakitinya. Jelas saja aku tidak punya hak mengatakan bahwa aku juga menyukainya.” Jawabku tercekat, mengingat kejadian itu lagi..

FLASHBACK
“Kai, aku menyukaimu.” Ujarnya gemetar, saat kami berdua mendapat tugas membereskan bola basket di lapangan basket indoor sekolah kami. Hanya ada kami berdua saat itu. Tentu saja.

“Iya iyaa aku tahu ini memalukan, tapi aku memang menyukaimu mungkin sejak duduk di belakangmu. Yura menyuruhku mengatakan hal ini sebelum terlambat..” katanya sambil menunduk, aku begitu ingat ketika pipinya merona ketika mengatakannya. Hatiku goyah. Namun..

“Kau terlambat…” Ujarku dingin

“M.. Mwo?!”

“Jangan menyukaiku, karena aku tidak menyukaimu.. Selama ini aku hanya menganggapmu hiburan, tingkah kikukmu, tingkah bodohmu, itu membuatku tertawa, makadari itu aku senang berbicara denganmu. Tapi jangan salah paham, aku sama sekali tidak menyukaimu. Aku menganggapmu badut, kau tahu? Menghiburku ketika aku bosan. Kurang lebih seperti itu.”

Aku sangat kejam. Kejam. Sangat kejam.

Aku memandangnya dengan berusaha mengeluarkan tatapan malas, padahal jauh di dalam hatiku ada sesuatu yang memaksaku memeluknya ketika kulihat matanya mulai terbelalak dan mengeluarkan cairan bening. Dia menangis. Terlebih, menangis karena aku.

“Eohh.. Arrasseo.. Aku badut, ne? Besok- besok jangan lupa suruh aku memakai kostum badut dengan hidung merahnya..” Suaranya bagaikan bisikan angin, tertahan dengan air matanya. Aku merasa hancur sangat hancur. Dan aku mulai berani menyerukan kata ini dalam hatiku.

Bencilah aku, Yubin..

“Kalau perlu. Lakukanlah.” Dia menatapku tidak percaya.

“Kau jahat ternyata.. Aku baru tahu..” Ujarnya sambil menangis dan menatapku dalam.

“Kau baru tahu?” Hatiku, hatiku kenapa bisa sesakit ini?

“Ya, dan terima kasih karena telah menunjukannya padaku. Terima kasih.” Ia memaksa dirinya tersenyum ketika matanya masih terus menangis..

“Aku pergi..”

Jangan pergi..

Aku merasa sangat buruk. Aku sangat kejam. Jangan tersenyum padaku seolah- olah aku sudah memberikanmu sebatang lollipop, Yubin. Aku memberikanmu luka.

Terima kasih karena menyukaiku juga, dan maafkan aku karena inilah aku.. Yang tidak bisa mengatakan bahwa aku juga menyukaimu, melainkan memberikanmu mimpi buruk.

Maaf.

TBC

13 thoughts on “[FREELANCE] You Can’t Disappear From Me (Chapter 1)

  1. Flashbackny Kai sukses bikin nangis😉
    Di sarankan, coba baca ff ini sambil dengerin baby don’t cry *top abis
    Pas bagian flashbacknya langsung nangis *hiks
    Bagian favorit : flashback Kai *pletak
    GOOD JOB *thumbs up*

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s