[FREELANCE] My Last Request (Chapter 1)

exo-ff2

Title : My Last Request

Author : esyyoung

Main Cast : Huang Zi Tao – Tao Exo-M

Other Cast : Other member Exo-K and Exo-M

Genre : Friendship

Rating : G

Length  : Chaptered

Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME, milik mereka sendiri dan orang tua mereka. Fict ini asli milik author tanpa plagiat dan semacamnya. Jika menemukan fict yang mirip, itu hanya ketidaksengajaan author.

Note : ini hanya fict gaje bin ga jelas yang idenya keluar gitu aja, harap dimaafkan kalau mungkin ada beberapa cast yang out of character, karena aku juga masih belum terbiasa nulis ff yang ber-main cast member EXO. Harap terbiasa dengan typo >,< dan susunan kata acak-acakan amburadul. O’ya, tadinya author mau dibikin genre humor/comedy tapi pas author baca lagi, sama sekali ga bikin ketawa. Ya udah jadinya friendship, tapi author ga tau friendship’nya kerasa apa engga -.- alur lambat, selambat gary siputnya spongebob (lho?)

Ya udh deh, author udh kebanyakan ngomong..

~*~

Malam itu, lebih tepatnya tengah malam, terdengar derap langkah kaki di sebuah lorong apartemen. Suara-suara langkah kaki itu berasal dari kaki enam orang namja yang dari wajahnya terlihat sangat lelah. Ya, mereka adalah Exo-K. Mereka baru selesai mengisi acara music disalah satu stasiun TV.

Akhirnya langkah kaki mereka berhenti di depan sebuah pintu yang bisa diyakini itu pintu dorm mereka.

“cepat buka pintunya, hyung. Aku sudah sangat lelah” rengek sang maknae.

“kau tidak lihat aku sedang membuka pintu ini?” tanya Suho yang memang sedang membuka pintu itu.

Pintu pun terbuka, dan baru saja pintu terbuka enam namja ini sudah disuguhkan penampakan kehadiran dari orang-orang yang sedang duduk santai menikmati beberapa cemilan, tentunya enam namja ini mengenal mereka semua.

“sedang apa kalian disini?” Tanya Suho dengan wajah herannya.

“memangnya kenapa? Tidak boleh?” Tanya salah satu dari mereka yang memiliki wajah paling imut (menurut ku ^^)

“bukan begitu, hanya saja aku pikir…”

“Luhan-gege..”teriak Sehun memotong perkataan Suho. Sehun langsung berhambur pada sang Gege dengan gembiranya.

“hanya saja aku pikir kalian akan lebih lama di China”Suho melanjutkan perkataannya tadi yang terpotong oleh maknaenya. Mereka yang masih di ambang pintu pun masuk dan bergabung bersama member Exo-M yang baru kembali dari China.

“ini sudah tengah malam, kenapa kalian tidak tidur?”Tanya Kyungsoo pada member Exo-M. “kami hanya ingin menyambut kepulangan kalian” jawab Xiumin.

“bukannya terbalik. Harusnya kami yang menyambut kalian” ujar Suho.

“tapi nyatanya yang lebih dulu sampai di dorm ini kami, kan?” kata Chen yang sedang memakan cemilan di hadapannya. Semua member Exo-K hanya mengangguk saja.

“tunggu dulu, dimana Tao?”Tanya Baekhyun yang menyadari kurangnya member Exo-M. “benar, dimana dia?”Tanya Jong In.

“dia sudah pergi tidur di kamar. Akhir-akhir ini ia sering sekali mengeluh cepat lelah” jelas Kris. “Ooh…” ucap member Exo-K serempak.

Karena kesibukan masing-masing grup, mereka jadi jarang sekali bertemu. Exo-M di China, Exo-K di Korea. Tentunya mereka saling merindukan satu sama lain, mereka pun menghabiskan waktu semalaman untuk mengobrol ini-itu. Karena besok juga tidak ada jadwal, mereka tidak terlalu ambil pusing jika besok bangun kesiangan.

~*~

Tao’s POV

Aku membuka mata ku, mengedipkannya beberapa kali untuk menyesuaikan pengliahtanku, huaah, ternyata sudah pagi.

Aku pun bangun dari tempat tidur ku. Aishh, rasanya kepala ku berat sekali. Ada apa dengan kepala ku? Kenapa pusing sekali?

Aku membuka pintu kamar ku dan melihat Kris-gege sudah berpakaian rapih, ku alihkan penglihatan ku pada jam dinding, masih jam 07.30. mau kemana Kris-gege?

“Kris-gege mau kemana?”Tanya ku pada Kris-gege. “eh, kau sudah bangun?”bukannya menjawab pertanyaanku Kris-gege malah balik bertanya, aku hanya mengangguk sebagai jawabannya.

“aku diminta manager untuk datang ke kantor SM” ujar Kris-gege. “Ooh”ucap ku

“mungkin aku akan pulang agak siang” kembali ujar Kris-gege, aku hanya mengangguk saja.

Kris-gege sudah beranjak pergi tapi tiba-tiba langkahnya terhenti.

“ada apa?”Tanya ku heran.

Kris-gege mendekatiku dan terus memperhatikan wajah ku. ada apa dengannya?

“apa kau sakit? Kau terlihat pucat”kata Kris-gege yang masih memperhatikan wajah ku.

“Ah, aku hanya pusing sedikit. Aku tidak apa-apa”ujar ku sekenanya.

“benarkah? Apa kita harus ke rumah sakit?” Tanya Kris-gege.

“lain kali saja”jawab ku. “kau ini, kau harus ke rumah sakit. Periksa kesehatanmu”ujar Kris-gege. Lagi-lagi aku hanya mengangguk.

“jika hari ini kau mau ke rumah sakit, minta antar pada yang lain. Aku tidak mau kau tersesat”kata Kris-gege sambil beranjak pergi. “iya iya”ucap ku malas.

“gege, hati-hati di jalan” kata ku pada Kris-gege, “iya”ucap Kris-gege dan berlalu pergi.

Sekarang aku sendirian, aku harus mencari yang lain. Karena semalam aku sangat lelah dan mengantuk, aku tidur terlebih dahalu dibanding yang lain, jadinya aku tidak sempat bertemu dengan member Exo-K.

Author’s POV

Tao pun mencari member yang lain, saat ia melewati ruang tengah atau ruang TV ia melihat Baekhyun dan Chanyeol yang sedang duduk di sofa sambil menonton TV.

Tidak, duo BaekYeol tidak sedang menonton TV, tapi tertidur di atas sofa dengan TV yang menyala.

“hey..”panggil Tao pada BaekYeol. Yang dipanggil sama sekali tidak menyahut, sepertinya Baekhyun dan Chanyeol masih enggan keluar dari mimpinya.

‘kenapa mereka tidur di sofa? Dan kenapa TV dibiarkan menyala?’ pikir Tao. Tao mengambil remote TV yang ada di dekat Baekhyun dan mematikan TVnya.

Ia segera pergi dari ruang itu dan menuju kamar Suho dan Sehun.

Tao masuk ke kamar tanpa izin, ia melihat Suho masih tertidur pulas, dan tempat tidur Sehun sudah rapih ‘kemana Sehun?’ pikir Tao

“hey.. bangun” ujar Tao pada Suho, kejadian di ruang tengah terjadi kembali, Suho masih enggan meninggalkan mimpinya. ‘kenapa pulas sekali’ batin Tao.

Tao pun pergi menuju kamar Luhan, dan ia mendapati Sehun di kamar itu, ternyata Sehun ‘menginap’ di kamar Luhan.

Keadaan Luhan dan Sehun juga sama, masih terjebak dalam mimpi. “Luhan-gege..bangun lah” ujar Tao sambil menepuk-nepuk lengan Luhan, “engghh..”Luhan hanya menggeliat tidak jelas.

Tao pun beralih ke Sehun “hey.. Sehun”panggil Tao. “apa? Jangan ganggu aku. Pergi kau!!”ujar Sehun dengan mata yang masih menutup, entah mengigau atau sadar.

Tao kaget dengan perkataan Sehun. “ada apa ini? Kenapa mereka tidak mau bangun”gumam Tao lalu pergi dari kamar itu.

Sekarang ia tidak mendatangi kamar lagi, ia pergi ke dapur. Pasti sudah ada Kyungsoo, orang terrajin sedorm, pikirnya.

Dan benar saja disana sudah ada Kyungsoo, ada Lay dan Jong In juga. Mereka bertiga terduduk di kursi makan dengan kepala yang ditelengkupkan pada meja makan.

‘apa mereka semua tertidur’ pikir Tao. Mata tao beralih pada kompor dengan api menyala yang di atasnya ada sebuah panci. Ia mendekati kompor itu dan mendapati kuah sup yang ada di panci hampir mengering, ia pun segera mematikan kompornya dan membangunkan Kyungsoo.

“hey.. masakannya”ujar Tao sambil menepuk pundak Kyungsoo. Karena Tao masih belum lancar berbahasa Korea, ia hanya bicara seadanya, setidaknya Kyungsoo mengerti.

“enghh, apa?” Tanya Kyungsoo sambil mengangkat kepalanya dari meja. “itu..”ucap Tao sambil menunjuk ke arah kompor.

Sontak mata Kyungsoo membuka lebar dan berteriak “MWO? MASAKAN KU.. SUPNYA” Kyungsoo langsung berlari menuju kompor dan melihat keadaan sup yang ia buat.

“aissh, kuah supnya hampir mengering. Ini gara-gara aku ketiduran..aish, aku harus masak yang baru”grutu Kyungsoo. “ada apa ini? Kenapa berisik sekali?”Tanya Jong In yang baru terbangun, Lay juga ikut terbangun.

Tao duduk di hadapan Lay “seisi dorm kecuali Kris-gege masih tertidur, memang apa yang kalian lakukan semalam?”Tanya Tao. “kau bertanya pada ku?”Lay balik bertanya.

“tentu saja. Memangnya dengan siapa lagi? Jika aku bertanya pada Jong In, memangnya dia akan mengerti bahasa Mandarin?” Tanya Tao sedikit kesal sambil melirik sedikit kearah Jong in yang sudah kembali tertidur.

“hehehe.. maafkan aku. Hmm, semalaman kami memang tidak tidur” ujar Lay. “apa yang kalian lakukan?” kembali Tanya Tao.

“kami bersebelas mengobrol semalaman sampai lupa waktu, kira-kira kami tidur sekitar jam 4 pagi” jawab Lay sambil kembali menaruh kepalanya di atas meja.

“apa?”teriak Tao sambil memukul meja dengan keras. Itu membuat Jong In, Lay dan Kyungsoo terlonjak kaget. “ya! kau ini apa-apaan?”bentak Jong in.

Tao sama sekali tidak memperdulikan bentakan Jong in. “kalian mengobrol tanpa diriku? Bersenang-senang tanpa diriku? Kenapa kalian tega sekali membiarkan aku tertidur, aku juga ingin mengobrol bersama yang lainnya”ujar Tao panjang lebar.

“bukan begitu, kau tidur sangat pulas. Kami akan lebih tega jika membangunkan mu” kata Lay menenangkan. “tapi aku akan senang jika dibangunkan, kalian saja yang tidak mengerti”ujar Tao dengan emosi.

“tapi, Tao..”

“aah sudah lah, aku tidak mau mendengarkan mu”kata Tao sambil beranjak pergi meninggalkan dapur.

Kyungsoo dan Jong in hanya melengo saja mendengarkan kata demi kata yang keluar dari mulut Tao dan Lay, tentu saja, Tao dan Lay berbicara menggunakan bahasa Mandarin, sedangkan mereka mana mengerti.

“kenapa dia?”Tanya Jong in..

~*~

Tao’s POV

Rasanya tubuh ku lebih segar, tentu saja, aku baru selesai mandi. Sepertinya tadi aku keterlaluan pada Yixing-gege, aku harus minta maaf.

“aahkk”

Aku terduduk dilantai sambil memegangi kepala ku, kenapa sakit sekali. akhir-akhir ini kepala ku memang sering sakit, tapi aku belum memeriksanya ke dokter. Aku harus ke rumah sakit sekarang, benar kata Kris-gege, aku harus memeriksa kesehatanku.

Aku keluar dari kamar sambil menahan sakit pada kepalaku. Siapa yang harus aku minta antar ke rumah sakit?

Kulihat di ruang tengah. Astaga, kenapa TVnya kembali menyala dan duo BaekYeol ini masih tertidur. Dilihat dari pakaian mereka, sepertinya mereka sudah mandi dan berganti pakaian. Tapi tidak bisakah mereka mencari tempat untuk tidur yang lebih elite, kenapa harus di sofa?

Lebih baik aku pergi ke dapur. Kulihat Kyungsoo-hyung masih memasak, ia harus mengganti sup tadi yang kuahnya mengering, aku tidak mungkin menggangunya. Di meja makan juga masih ada Jong in yang masih tertidur.

“emm, kyungsoo-hyung.. Yixing-gege, emm, dimana?”Tanya ku hati-hati menggunakan bahasa Korea.

Kyungsoo-hyung menoleh pada ku dan menjawab, “sepertinya sedang mandi”

“Chen dan Xiumin?”kembali Tanya ku. “Chen-hyung juga sedang mandi, dan Xiumin-hyung sepertinya masih tidur. Apa kau mengerti?” Tanya Kyungsoo-hyung hati-hati. Aku hanya mengangguk. Tentu saja aku mengerti, ada kata tidur dan mandi, yah, kosa kata bahasa Korea ku sudah semakin bagus, aku pikir begitu.

Aku pergi meninggalkan dapur, sepertinya aku harus pergi ke rumah sakit sendiri. Aku tidak akan tersesat, tinggal katakan tujuanku pada supir taksi dan aku akan sampai di rumah sakit.

Aku masuk ke kamar ku untuk mengambil topi dan kacamata, siapa tahu akan ada yang mengenaliku. Dan tidak lupa aku juga membawa dompet ku, untung saja aku memiliki beberapa lembar uang Won, aku selalu menyediakan uang Won untuk keperluan ku di Korea.

~*~

Saat ini aku sudah berada di depan meja dokter yang tadi memeriksa ku. Harusnya aku berpikir dua kali untuk pergi ke rumah sakit sendirian.

Astaga..aku tidak mengerti apa yang dokter ini katakan. Dokter ini berbicara begitu cepat. Setiap kali dokter menatap ku, aku hanya mengangguk seadanya..aiish, aku memang bodoh.. mana mungkin aku mengerti bahasa Korea dengan cepat.

Akhirnya dokter ini berhenti bicara, sepertinya sudah selesai. Dokter ini benar-benar tidak kembali bicara, ia malah tersenyum padaku, sepertinya benar-benar sudah selesai.

Aku pun berdiri lalu membungkuk sebentar dan tersenyum padanya, ia membalas senyumku, dan aku pergi meninggalkan ruang dokter itu.

Sekarang aku sudah berada di dalam taksi, aku terus memikirkan perkataan dokter tadi. Setidaknya ada beberapa kata yang aku mengerti, seperti kata kelelahan dan darah. Hmm, ada satu kata lagi yang familiar di telingaku yaitu… Leukemia.

Apa aku sakit leukemia? Bukannya leukemia itu kanker darah? Dan umur penderita kanker selalu diprediksi tidak akan lama.

Benarkah itu? Jika benar, berarti sebentar lagi aku akan mati. Tidak, tidak mungkin.

Air mata ku sudah menumpuk di mataku karena aku memikirkan hal itu. Akhirnya setetes air mata membasahi pipi ku, dengan buru-buru aku menghapus air mata ini.

Kurasakan perut ku sakit, hm, tadi pagi aku belum sarapan. aku benar-benar lapar.

“tolong, berhenti”kata ku pada supir taksi saat melewati sebuah kafe. Mobil ini pun berhenti, aku memberikan beberapa lembar uang dan turun dari taksi. Aku berjalan menuju kafe yang tadi ku lihat.

Di dalam kafe ini, aku memilih tempat yang paling pojok, cukup nyaman. Aku memesan satu menu makanan dan minuman.

Saat menunggu pesanan tiba, pikiran ku kembali melayang pada penyakit leukemia. Jika aku benar-benar sakit dan aku akan mati, itu artinya aku akan meninggalkan semuanya. Karir Exo yang sedang menanjak, apakah aku harus meninggalkan semua itu.

Aku bahkan belum memiliki kekasih, kekasih yang akan menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak-anak ku. Ah, bagi ku masalah wanita tidak begitu penting. Saat ini yang penting dalam hidup ku adalah para member Exo yang sudah aku anggap sebagai keluarga ku, apa aku harus meninggalkan mereka? Aku sama sekali tidak bisa membayangkan itu..ya Tuhan, apa umur ku benar-benar sebentar lagi?

Pelayan kafe datang membawakan pesanan ku. Saat melihat makanan yang sudah ada di hadapan ku, rasanya aku jadi tidak nafsu. Aku langsung berdiri dan membayar makanan yang tadi aku pesan, aku sama sekali tidak menyentuh makanan itu. Nafsu makan ku hilang gara-gara memikirkan penyakit leukemia.

Lebih baik aku pulang…

2 thoughts on “[FREELANCE] My Last Request (Chapter 1)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s