I am still a kids

tumblr_static_baekyeol_bw

Title : I am still a kids

Author : Baconyeojachingu

Main cast :

–          Byun Baek Hyun EXO

–          Park Chan Yeol EXO

–          Other EXO’s member

Genre : Maybe brothership, friendship, comedy, absurd (?)

Length : One shot

Rated : G

WHAT’S UP READERDEUL!!!!!!!!!!!! Hahahhahahaha😄, this is my first fanfict that does not involve yeoja😉

Yes, you are right!!! No girl here, it’s just a simple story about our handsome alien EXO, and you must prepare your self because I am sure this story will make you sweatdrop like this -_- or T.T. Yes, I know, my English is bad, but you have to know, I have done my best…😀

Ok, It’s all about my note, Check it out!!!!! Oops I forgot to remind you. NO SIDERS, NO PLAGIATOR, NO BASH. ( If you want to bash me, use English please, hahahahhahahahahahha XD)

Ini saya kesambet apa, nulis pake b.ing gini, hadeuh malu deh, itu grammar nya berantakan!!

HAPPY READING

Author’s POV

“Luhan hyung, tunggu aku~~!!!” seorang namja bersurai merah berlari kecil tampak berusaha menyusul seorang namja imut bersurai sama merah dengannya.

Luhan berhenti sejenak lalu menoleh ke belakang. Ia mendapati Baekhyun-namja yang memanggilnya-berlari kecil ke arahnya. Begitu Baekhyun tepat berada di sebelahnya, Luhan merangkul pundak namja itu. Rambut mereka yang sama berwarna merah membuat mereka terlihat seperti saudara kembar. Tapi catat ya, mereka terlihat kembar jika dilihat dari BELAKANG. #Plak

Mereka berjalan beriringan bersama dengan member EXO yang lain menuju dorm. Mereka baru saja pulang dari SUKIRA dan sekarang berniat istirahat di dorm. Kris terlihat berjalan sambil bercanda ria dengan Tao, Suho yang melatih bahasa Korea Lay, Kai yang merengek pada D.O, Sehun yang berjalan sendiri sambil mendengar lagu, Chen dan Xiumin yang berlatih bahasa Mandarin, dan Chanyeol. Chanyeol sejak tadi hanya diam sambil mengeluarkan aura gelap. Tidak ada yang memperhatikan wajah Chanyeol saat itu. Tampaknya mood rapper yang satu ini sedang tidak baik.

Sesaat setelah Suho membuka pintu dorm, para member EXO segera menghambur masuk. Baekhyun dan Luhan masih saja berangkulan lalu sekarang mereka duduk sambil memperhatikan wajah mereka di cermin. Keduanya dipenuhi gelak tawa dan terlihat akrab, tapi tidak dengan si happy virus. Aura gelap masih jelas terpancar jelas di wajahnya. Berkali-kali ia membuang nafas kasar lalu membuang tubuh jangkungnya ke sofa.

“Kami tidur ya!!” teriak beberapa member lalu mengurangi keramaian di ruang tengah dorm EXO. Kini, ruangan itu hanya diisi oleh Baekhyun, Luhan, Kris, D.O, Suho, dan Chanyeol.

“Hyung, bisa tolong foto kami??” Baekhyun menyodorkan ponselnya ke arah Kris dengan wajah dibuat seimut mungkin, modus.

Kris hanya memasang tampang -_- lalu meraih ponsel Baekhyun dengan setengah hati.

“Hana, dul, set.” Datar, wajah Kris juga masih -_-

“Aaaa~~~ keren sekali hyung!!” pekik Baekhyun memperhatikan fotonya dan Luhan.

Kris hanya memasang wajah -_- sebagi respon namun tiba-tiba..

BRUKK…

Dengan mulusnya bokong Kris berciuman dengan lantai. Kris meringis sambil memegangi bokongnya. Ia menoleh ke belakang tepatnya pada sang pelaku yang menendangnya sedang tidur goyang kaki tanpa rasa bersalah.  Selanjutnya yang terdengar di dalam dorm EXO adalah

BAGH BUGH BAGH BUGH BAGH BUGH…

Dua orang raksasa cungkring sedang bergulat dengan hebohnya. Telinga Kris, sang raksasa naga sudah mengeluarkan asap dengan hidung yang kembang kempis, sementara Chanyeol memelototkan mata bulatnya pada Kris dengan gigi rapinya  yang menggeram.

“Kris, apa kau tidak malu dengan umurmu?” Suho memasang wajah -_- tanpa bermaksud melerai tiang listrik dan tali jemuran itu.

“Ini salahmu!! Dasar!! Berani sekali kau menendang bokongku!!”

“Siapa suruh kau meletakkan bokongmu sembarangan!!”

“Mwo? Sembarangan katamu!!”

BAGH BUGH BAGH BUGH BAGH BUGH BAGH BUGH… Prang.. prang krontang krontang.. (?)

Mata bulat bin besar milik D.O berubah sipit total melihat adegan di bawah umur itu. “Wah, ada variasi gerakan yang baru.” Wajahnya datar tak mengisyaratkan ketertarikan sama sekali.

“Hyung, bagaimana mereka bisa jambak-jambakan dengan rambut sependek itu?”  Baekhyun berbisik pada Luhan disambut gelengan cepat oleh Luhan. Para saksi di TKP masih melongo menatap adegan ‘dramatis’ di hadapan mereka.

“Kau sudah lelah hyung??” D.O masih memasang wajah super malas bertanya saat Chanyeol yang bangkit dari duduknya. Namja bersuara berat itu sepertinya sudah akan bersiap meninggalkan ruang tengah. “Ne, sangaaaaaatttt lelah!!” Chanyeol bergegas lagi sebelum ada orang lain yang ikut berkomentar. Kali ini tubuh tinggi itu berjalan masuk ke kamar tidur Baekyeol.

“Byun Baekhyun, kau tidak akan tidur?” semua mata menatap Chanyeol yang berdiri di ambang pintu kamar dengan tangan kanan memegang knop pintu.

“Eung.. aku dan Luhan hyung..”

BRUKK…

Semua mata membulat termasuk Baekhyun. Belum selesai ucapannya, Chanyeol sudah membanting pintu kuat. Beralih dari pintu, mata semua orang kini memandang ke arah Baekhyun. Dengan cepat, namja berambut merah itu mengedikkan bahunya pertanda tidak tau.

Baiklah, kita tinggalkan dulu ruang tengah dorm EXO, sekarang kita intip dulu apa yang dilakukan happy virus kita di kamarnya. Pasti penasaran kan kenapa sejak tadi happy virus itu bad mood seharian. Check it out ^^

Chanyeol menghempaskan tubuh besarnya ke kasur hingga ia terbaring dengan posisi tengkurap. Untung saja kasur itu masih kuat menampung hempasan tubuh Chanyeol. Kalau roboh, tidak lucu kan? Wajahnya ia lesakkan ke dalam bantal. Sepasang kakinya terus menendang-nendang udara kosong di bawahnya. Nampaknya, rapper kita ini memang sedang sangat kesal. Karena ulah kakinya, selimut yang tadinya begitu rapi jatuh ke lantai dan berubah tak berbentuk.

Ternyata sejak tadi tersangka penyebab Chanyeol kesal begini adalah roommatenya Baekhyun. Kenapa dia begitu kesal? Apa kalian penasaran? Baiklah, simak flashback berikut.

FLASHBACK

@Mcountdown backstage

EXO baru saja menampilkan pertunjukan comeback mereka untuk yang pertama kali di hadapan umum. Chanyeol sudah sangat berusaha bersabar saat di stage tadi, Baekhyun memegang tangan Luhan. Tau kan, untuk membentuk formasi berbentuk pohon itu, Baekhyun dan Luhan harus saling berpegangan. #ini tau kan readerdeul?

Sebenarnya tidak masalah walaupun Baekhyun harus pegang-pegangan dengan Luhan, tapi tentu saja Chanyeol tidak terima kalau akibatnya dia terlantar dan Baekhyun yang semakin akrab dengan Luhan. Bukan maksudnya Chanyeol melarang Baekhyun dekat dengan Luhan atau member EXO yang lain, tapi Chanyeol tidak mau kalau Baekhyun jadi mengabaikannya. Ya, Chanyeol benci diabaikan!

Namun, nampaknya Baekhyun tidak sadar sama sekali. Sejak EXO sebelum sampai selesai tampil, Baekhyun terus menempel pada Luhan. Bercanda ria, bernyanyi, semua yang keluar dari bibir tipisnya hanya tentang Luhan, Luhan, dan Luhan. Ia begitu menyukai posisi mereka saat membentuk formasi pohon dan membicarakannya sepanjang hari. Apalagi rambut mereka yang sama-sama merah, arrrggghhh Chanyeol muak!!

Kekesalan Chanyeol tidak hanya sampai di situ. Seperti yang kita ketahui, setelah EXO menggelar comeback stage di Mcountudown, mereka harus hadir lagi sebagai bintang tamu pada radio recording SUKIRA.

Saat di SUKIRA, Chanyeol mencoba mengambil kesempatan kedua untuk merebut perhatian Baekhyun. Dia sengaja menyisakan satu kursi kosong di sebelahnya untuk diduduki Baekhyun. Bahkan saat si magnae Sehun hendak duduk di sana, ia dengan cepat  menendang bokong Sehun hingga si magnae harus duduk di tempat lain. Namun apa yang didapat Chanyeol? Sudah lelah dia mempertahankan satu kursi kosong untuk Baekhyun, namja penggila eyeline itu langsung memilih duduk di sebelah Luhan tanpa mempertimbangkan sedikit pun untuk duduk di sebelah Chanyeol. Kira-kira begini kronologinya.

“Baekhyun-a, yeogi!!” Chanyeol melambai ke arah Baekhyun saat namja itu terlihat di ambang pintu masuk sambil menepuk-nepuk tempat kosong di sebelahnya. Bersamaan dengan itu Luhan juga memanggil Baekhyun. “My twin!! Di sini~~!!” Luhan tersenyum ke arah Baekhyun sambil menepuk kursi kosong di sampingnya.

Tanpa pikir panjang Baekhyun segera berjalan ke arah Luhan lalu duduk di bangku di sampingnya. Chanyeol melotot kesal dengan wajah sudah kusut. Hingga kursi kosong di sebelah Chanyeol harus diisi oleh Xiumin. Sebenarnya Chanyeol juga tidak keberatan siapa yang mau duduk di sebelahnya, tapi tidak bisakah Baekhyun saja yang duduk di sebelahnya?

Mulai dari situ, kekesalan Chanyeol makin menggebu-gebu. Baekhyun benar-benar tidak peduli sama sekali pada Chanyeol. Ia diabaikan bahkan sampai EXO sudah kembali ke dorm.

FLASHBACK END

Chanyeol tidak peduli bahkan ketika ia mendengar suara pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Ia justru berpura-pura tidur bahkan saat ia merasa tempat tidurnya berderit.

Setelah deritan itu, Chanyeol bisa merasakan ada seseorang yang mendekat ke arahnya. “Kenapa tidak ganti baju dulu Channiee~~!!” suara itu berbisik. Chanyeol terkesiap, namun ia masih kukuh menutup matanya. Ia tau yang sedang berbicara dengannya ini Baekhyun. Tapi, ia masih sedikit ragu untuk membuka mata.

Chanyeol merasakan jemarinya disentuh. “Kkkkkkkkkk~~~ jari-jari Channie panjang sekali..” Baekhyun terkikik sambil mempermainkan jemari Chanyeol.

“Jangan sentuh aku!!” Baekhyun terperangah saat Chanyeol membuka mata lalu menghempaskan tangannya hingga terlepas dari genggaman Baekhyun. Chanyeol berbalik memunggungi Baekhyun.

Baekhyun segera mengambil posisi duduk. Ia mengguncang lengan Chanyeol. “Channie marah? Channie marah sama Baekkie?”

Chanyeol tidak peduli. Dengan kasar, ia menghempaskan tangan Bakehyun lalu kembali tidur. Sementara Baekhyun? Dapat kita lihat sendiri #mana thor, mana? Kedua mata sipit Baekhyun sudah berkaca-kaca. Chanyeol marah padanya. “KYAAAAA~~~ CHANNIE MARAH PADA BAEKKIE HUWWEEEEE~~” Baekhyun meraung-raung keluar dari kamar menghampiri beberapa penghuni dorm yang masih berada di sana.

Semua mata tertuju pada Baekhyun. Kris yang asyik mengelus bokongnya berhenti namun dengan tangan yang masih stay tune di atas permukaan bokong, Suho yang sedang dikerok punggungnya oleh eomma tercinta D.O batal untuk buang angin, Luhan yang sedang sibuk dengan Ipadnya melongo,  dan Kai yang tadinya sudah masuk kamar keluar lagi dan kembali merengek pada D.O sontak menutup mulut ikut memandang Baekhyun yang sedang meraung-raung.

D.O segera berdiri. Ia menggeleng-geleng kuat dan terlihat konyol. “Ada apa denganmu anakku? Siapa yang membuatmu seperti ini? Ayo ceritakan semuanya pada eomma!!” D.O mengguncang-guncang pundak Baekhyun yang masih saja menangis terisak-isak. Tangannya menutupi seluruh permukaan wajahnya. Hiks hiks hiks.. Baekhyun masih saja terisak.

“Makanya kan sudah appa bilang jangan masuk ke kandang buaya!!” Kris hendak meraih kepala Baekhyun hendak disandarkan di dada bidangnya, namun Baekhyun segera menepis, bahkan ia mendaratkan satu hantaman yang cukup keras di dada Kris. “Sejak kapan statusmu jadi appa? Dan lagi, kenapa kau menyebut Channie buaya, tuan naga?”

Mata elang Kris berubah berkaca-kaca “HUWEEEEEEEEE…….. Tao-ya, Baekhyun membentakku!!” dengan bodohnya Kris ikut terisak. Tubuh tingginya berlari menuju kamar  berniat akan mengganggu panda lapar, eh maksudnya panda tidur. Kai menggigit jarinya dengan pose seksi. “Sangat tidak pantas!!” gumamnya pelan. “Lalu apa kau pantas dengan pose itu?” Luhan dan Kai saling tatapan tajam. “HUWEEEEE.. EOMMA!!” akhirnya Kai ikut-ikutan terisak.

D.O memerosotkan tubuh cebolnya  #plak ._.v ke lantai saat merasakan kemejanya kembali ditarik oleh Kai. Kenapa begitu banyak anak asuhnya yang merengek? Apa ini akibat kelelahan bekerja seharian? Memangnya D.O tidak lelah?

“Eomma!! Kau kenapa?” Kai ikut-ikutan mendramatisir keadaan. Ia bergabung dengan D.O duduk di lantai lalu mengguncang-guncang bahu D.O. D.O terasadar. Ia mengarahkan mata bulatnya pada Kai dan sedetik berikutnya ia berdiri. Ia berjalan menuju kamar meninggalkan para member yang masih tersisa di ruang tengah.

“HUWEEEE~~~~-_-“ Jadi siapa lagi yang akan meneruskan ini?” Suho ikut-ikutan merengek sambil menunjukkan punggungnya yang dihiasi goresan-goresan merah.

Luhan mendekati Baekhyun. “Baekhyun-a, sekarang masuklah ke kamarmu. Besok kita bicarakan lagi. “ ucapnya bijaksana. Ya, setidaknya masih ada orang normal di dorm ini. Tunggu dulu.. jadi, apa kalian yakin Luhan itu normal?

Baekhyun menggeleng cepat. Tampaknya, penggila eyeline itu tidak ingin tidur di kamarnya malam ini. “Hyung jangan menangis lagi, biar aku saja yang meneruskannya.” Baekhyun mendekati Suho yang duduk di karpet. Ia meraih uang logam yang terletak sembarangan lalu mulai menggores punggung Suho dengan uang logam -_-

“A.. a.. a… pelan-pelan Baekhyun. Appo~~”

BRUUUUUUUUUUTTTT

“Aish hyung kau jorok sekali!!” Baekhyun memukul pundak Suho lalu menutup hidung.

Kai dan Luhan saling memandang dengan memasang ekspresi seperti orang yang bersiap-siap muntah. Mereka segera pergi meninggalkan Baekhyun dan Suho.

1 jam kemudian…

BRUUUUUUUUUUUUUUTTTTTT…

“Aish hyung!!” entah untuk keberapa kalinya Suho memosting angin topannya itu hingga ia harus mendapat hadiah berupa hantaman di pundaknya.

“Sudah Baekhyun-a. Terima kasih ya.” Suho memakai kaosnya lalu bangkit.

“Hyung mau kemana?” Baekhyun memasang tampang seperti anak anjing yang kehilangan induknya. Matanya berkaca-kaca sambil menatap Suho dengan posisi duduk sementara Suho berdiri.

“Aku? Tentu saja ke kamar. Kau juga kembalilah ke kamarmu!”

Baekhyun menggeleng-geleng dan matanya semakin berkaca-kaca terutama mengingat sikap penolakan Chanyeol padanya tadi. “Aku tidak berani hyung! Channie…Channie… marah.. padaku..”

Suho memijit pelipis saat mendengar ucapan Baekhyun. Melihat dua orang yang menurutnya ‘gila’ini berkelahi terlalu membosankan. Sudah terlalu sering terjadi. Bahkan mereka bisa berkelahi hanya karena hal-hal sepele seperti Ipad, menentukan rasa es krim, bahkan menentukan suhu pemanas ruangan, astaga, apa mereka benar-benar lahir di tahun 1992?

Suho menarik lengan Baekhyun berdiri. Awalnya, Baekhyun berontak saat Suho menariknya menuju kamar tidur, namun karena tenaganya yang kalah dari sang leader, akhirnya Baekhyun hanya bisa pasrah. “Sudah masuk sana!!” Suho mendorong tubuh Baekhyun yang terlihat lebih tinggi sedikit dibanding dirinya itu masuk. “Chanyeol, kau dengar aku? Jangan macam-macam pada Baekhyun, atau kau akan lihat akibatnya besok, arasseo?” yang dipeeringatkan hanya diam, kukuh dengan posisinya yang membelakangi pintu.

Dan ternyata, Suho tidak menunggu respon apa pun dari Chanyeol. Begitu ia menyelesaikan kata-katanya, Suho segera menutup pintu. Tidak mempedulikan nasib Baekhyun di dalam ‘kandang buaya’ itu. Apakah Baekhyun akan dicabik-cabik, dicakar-cakar, atau bahkan ditelan hidup-hidup sepertinya Suho benar-benar tidak mau tau.

Baekhyun masih diam di ambang pintu. Matanya masih saja berkaca-kaca menatap punggung Chanyeol yang sedang tidur memunggunginya. Sekarang, ia dan Chanyeol harus berbagi kamar dengan Xiumin dan Tao, dan ia yang tidur seranjang dengan Chanyeol.

Baekhyun berjalan pelan bermaksud untuk tidak mengusik Chanyeol. Baekhyun bahkan mengganti pakaiannya sangat hati-hati. Ia berusaha keras agar setiap gerakannya tidak menimbulkan sedikit pun suara. Bahkan, saat meletakkan tubuhnya di kasur pun, Baekhyun begitu pelan. Ia tak ingin membuat tempat tidur berderit, ataupun membuat Chanyeol merasakan pergerakannya di atas ranjang.

Baekhyun meletakkan kepalanya ke bantal lalu segera tidur. Ia memunggungi Chanyeol dan dengan sangat hati-hati, Baekhyun berusaha keras agar tidak bergerak sama sekali.

d>_<b~BaekYeol~d>_<b

                KRIIIIING~~~~~~KRIIIIIIING~~~~

BRUKK

Chanyeol kembali menutup wajahnya dengan selimut sedetik setelah jam beker berhenti berdering karena ditendang oleh kaki panjangnya. Namun sepertinya Chanyeol memang sudah tidak bisa lagi menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan alam mimpinya karena setelah jam beker sudah tidak berdering, suara cempreng Chen lah yang mengganggu keperawanan telinga Chanyeol.

“CHANYEOOOOOOOOOLLLLLLLLLLLLLLLLL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Chanyeol yang mendengar namanya dialunkan dengan begitu tidak elit mengernyit menahan bunyi berdengung di telinga. Ia bahkan sudah menutup telinganya, tapi suara Chen masih saja terdengar menggelegar.

Chanyeol menyerah. Ia segera bangkit duduk walaupun dengan dahi berkerut. Ia menguap berkali-kali lalu segera bersiap-siap ke kamar mandi untuk melakukan kegiatan rutin. Ada tiga hal  yaitu, cuci muka, gosok gigi, dan boker tentunya. Menurut teori yang entah milik siapa, boker di pagi hari sehat untuk pencernaan, dan Chanyeol menganut teori itu. 0_0

Selesai dengan kegiatan rutinnya, Chanyeol segera keluar kamar. Kaki panjangnya ia langkahkan menuju dapur. Insting mengikuti bau sedap masakan D.O eomma dan Lay mama. Chanyeol membuang sembarangan bokongnya ke atas kursi. Untung saja tadi D.O tidak jadi meletakkan supnya di sana. Bagaimana kalau D.O benar-benar menaruhnya di sana? Sudah dipastikan Chanyeol akan mendapatkan bekas yang jelek di bokong, dan dia tidak akan memakan sup lagi seumur hidupnya.

“Ya, Park Chan Yeol!! Kenapa kau belum mengganti bajumu?” Suho berteriak sementara D.O menatapnya dengan ekspresi khas 0_0

Chanyeol menunduk melihat penampilannya. Dan benar saja! Kostum yang ia pakai untuk comeback kemarin masih melekat. Chanyeol menghela nafas sebentar lalu beranjak bangkit.

Baekhyun melirik Chanyeol, namun saat Chanyeol ikut meliriknya, Baekhyun segera menyembunyikan wajahnya di balik punggung Luhan. Detik berikutnya Baekhyun kembali melirik Chanyeol yang kini sudah masuk ke dalam kamar. Baekhyun menunduk. Dia meratapi nasibnya yang sedang berselisih paham dengan Chanyeol. Baekhyun sebenarnya tidak ingin, tapi dia sudah terlanjur takut karena sikap Chanyeol padanya kemarin malam.

Saat Chanyeol kembali bergabung di meja makan, Baekhyun terus saja menunduk mencermati setiap inci makanan yang tersaji di atas meja. Hal itu juga berlaku pada Chanyeol. Namja bersuara berat itu diam sepanjang menikmati sarapannya. Mengambil lauk yang ia perlukan, lalu mengunyahnya dalam diam. Tak seperti biasanya. Ya, karena biasanya sarapan di dorm EXO selalu rusuh dan dilanda hujan lokal. Akan terjadi polusi audio, visual, dan kehigenisan makanan dijamin hilang kalau member EXO yang lain tidak menjaga makanan mereka  dengan baik. Karena biasanya Chanyeol dan Baekhyun akan memancing keributan, bercanda sambil mengunyah makanan mereka hingga nasi mereka tak jarang mendarat di mangkuk member lain atau bahkan di wajah mereka. Mereka yang biasanya duduk bersebelahan kini duduk berjauh-jauhan. Sepuluh pulau memisahkan alias mereka duduk dari ujung ke ujung.

Suasana sarapan pagi berubah canggung. Suho yang biasanya akan merepet sepanjang hari karena makanan Baekyeol yang mendarat di mangkuknya tiba-tiba merasa janggal saat tak mendapat serangan fajar itu. Ia memandang Chanyeol dan Baekhyun bergantian kemudian mengehela nafas. Chanyeol makan dengan wajah cuek dan Baekhyun makan dengan ekspresi murung.

“Aku selesai.” Ucap Baekhyun dan Chanyeol bersamaan. Member EXO yang lain terkesiap. Mereka yang tadinya menunduk menikmati makanan mendongak bersamaan melihat Baekhyun dan Chanyeol bergantian. Bahkan saat sedang berkelahi pun, mereka bisa sekompak itu.

Baekhyun melirik Chanyeol lalu segera menunduk saat pandangannya bertemu iris kelam Chanyeol. Chanyeol hanya memandangnya datar lalu bangkit dari meja makan. Chanyeol berjalan kembali ke kamar sementara Baekhyun lebih memilih diam di tempatnya.

Chanyeol menutup pintu pelan. ‘Aishh, kenapa jadi dia yang menghindar? Kan seharusnya aku!!’ Chanyeol mengerucutkan bibirnya lalu kembali melanjutkan langkah ke kamar mandi. Chanyeol memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu.

Skip time>>>>

Entah pertanda apa Chanyeol tidak tau. Saat ia keluar dari kamarnya, ia tak sengaja berpapasan dengan Baekhyun. Mereka bertemu pandang sejenak sebelum Baekhyun akhirnya membalikkan badan sambil menunduk. Nampaknya namja berambut merah itu masih tidak mau bertatapan dengan Chanyeol dalam waktu yang sedikit lebih lama. Niatnya untuk mengambil ponsel di kamar batal. Dia kembali berjalan ke ruang tv bergabung dengan Tao dan Kris.

Chanyeol memandang punggung Baekhyun lekat. Bahkan ia tetap mengikuti siluet itu saat Baekhyun memlih duduk di samping Kris. Chanyeol memandang tidak suka pada Baekhyun dan Kris. ‘Arrrggggghhhh.. kenapa jadi dia yg menghindar sih??????’ usai Chanyeol mengerutu ia segera berjalan ke ruang tv bergabung dengan member EXO yang lain. Ia duduk di samping Luhan.

“Bakkie-ya!!” Luhan melambaikan tangannya ke arah Baekhyun membuat Baekhyun otomatis menoleh. Luhan mengisyaratkan agar Baekhyun mendekat ke tempatnya. Hampir saja Baekhyun bangkit, namun semua batal karena mata kecilnya  terlalu cepat menangkap sosok Chanyeol yang duduk di sebelah Luhan. Namja itu menggeleng kemudian kembali duduk di sebelah Kris.

Chanyeol sadar akan sikap Baekhyun dan ia hanya bisa menggeram karenanya. Kenapa Baekhyun yang menghindarinya? Dalam situasi ini siapa marah pada siapa sebenarnya? Bukankah seharusnya Baekhyun mendekati Chanyeol dan minta maaf karena telah membuatnya kesal? Tapi kenapa semua terlihat seolah-olah Chanyeol yang sudah menyakiti Baekhyun?

Mata bulat Chanyeol beralih menatap Baekhyun yang sekarang sedang heboh tertawa melihat animasi yang sedang ditayangkan di tv mereka. Chanyeol tersenyum miring saat di kepalanya muncul sebuah ide untuk memancing Baekhyun agar berbicara padanya.

Ia merebut remote yang sedang dipegang Kai lalu segera mengganti saluran tv. Otomatis semua mata mengarah pada Chanyeol. ‘ayo Baekhyun suruh aku mengganti acaranya!!’ Chanyeol berdoa dalam hati namun wajah yang ia tampilkan di luar masih saja sok stay cool.

“Hyung kenapa kau mengganti acaranya? Tidak lihat kami sedang menonton? Hyung kalau mau nonton cari tv hyung sendiri!” Chanyeol hanya memandang remeh ke arah Sehun. Ia sama sekali tidak mengharapkan respon apa pun dari si magnae cadel ini.

Beralih dari Sehun, Chanyeol melirik sekilas pada Baekhyun hanya bermaksud melihat responnya. Pandangan mereka memang bertemu sebentar, tapi detik berikutnya Baekhyun segera menunduk. ‘KESAAAAAAAAAALLLLLLLLL!!!!!!!!!!’

Chanyeol melempar remote sembarangan lalu pergi berlalu. Ia masuk ke kamar dan tidak lupa membanting pintu sekuat yang ia bisa.

Semua mata mengarah ke pintu yang baru saja dihempaskan Chanyeol. Dan bisa kita lihat, mata polos Baekhyun kembali berkaca-kaca. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas sikap Chanyeol sekarang. Hanya karena dia, semua orang di dorm kena imbasnya. Walaupun sebenarnya Baekhyun tidak tau sama sekali apa salahnya pada Chanyeol. Dan ia tidak mau bertanya apa pun mengenai hal itu karena ia terlanjur ‘takut’ untuk memulai percakapan.

Hampir saja Baekhyun menangis, namun ia kembali dikejutkan oleh Chanyeol yang lagi-lagi membuka pintu kuat dari dalam. Chanyeol memandang Baekhyun. Chanyeol dengan pandangan putus asa bercampur kesalnya sedangkan Baekhyun dengan ekspresi siap menangis.

Baekhyun segera menghapus setitik air mata di pelupuknya saat melihat Chanyeol berdiri di ambang pintu. Baekhyun kembali menunduk dan ini semakin membuat Chanyeol frustasi. Seharusnya Chanyeol bisa sedikit egois dalam keadaan ini karena bagaimana pun Baekhyun lah yang bersalah (setidaknya menurut Chanyeol). Seharusnya Chanyeol tidak mempedulikan Baekhyun lagi setelah apa yang didapatnya dari namja itu beberapa hari ini. Seharusnya ia membiarkan Baekhyun menyadari kesalahannya.

Chanyeol menjatuhkan dirinya hingga ia terduduk di lantai. Ia menutup seluruh permukaan wajahnya dengan tangan lalu kakinya menendang-nendang udara. “HUWEEEEE Hiks hiks… hiks hiks.. kenapa Baekkie jadi cuek begitu pada Channie? Memangnya Channie salah apa pada Baekkie? Hiks hiks..” Chanyeol terisak membuatnya kembali menjadi pusat perhatian, termasuk Baekhyun. Chanyeol merengek seperti seorang anak kecil  yang tidak dibelikan permen oleh ibunya.

Baekhyun terkejut melihat Chanyeol. Tadi namja ini begitu dingin, kenapa sekarang malah merengek seperti anak kecil begitu? Mata bulatnya mengerjap tidak percaya namun detik berikutnya, tangan besar Kris segera menariknya berdiri mengisyaratkan agar Baekhyun mendekati Chanyeol.

Baekhyun masih memandang tidak percaya pada pemandangan yang dilihatnya, namun ia terus mendekati Chanyeol hingga kini ia sudah berjongkok di depan namja tinggi itu. “Channie kenapa?”

Chanyeol makin mengeraskan volume isakannya. “Kenapa Baekkie mengabaikan Channie? Padahal Channie sudah menyiapkan kursi untuk Baekkie, tapi kenapa Baekkie malah duduk di samping Luhan hyung? Kenapa Baekkie mengabaikan Channie terus? Kenapa Baekkie hanya menghabiskan waktu dengan Luhan hyung?” Baekhyun diam mendengar penuturan Chanyeol. Ternyata ini yang membuat namja ini murung beberapa hari ini.

“Padahal kalau kita berkelahi menentukan rasa es krim, Channie selalu mengalah untuk membeli rasa strawberry kesukaan Baekkie, Channie juga mengalah kalau Baekkie mau memasang pemanas di kamar, tapi kenapa Baekkie mengabaikan Channie? Channie salah apa?”

Tangan Baekhyun bergerak melepas tangan Chanyeol dari permukaan wajahnya. Ia menatap polos mata bulat Chanyeol yang sekarang sudah basah. “Maafkan Baekkie. Baekkie tidak tau Channie merasa begitu. Nanti Baekkie lebih sering main sama Channie. Nanti juga kalau kita beli es krim kita beli rasa pisang saja kesukaan Channie. Nanti malam juga di kamar kita tidak usah dipasang pemanas. Bakkie bisa pakai selimut agar tidak kedinginan.”

Kedua mata polos itu bertatapan sebentar namun Chanyeol kembali terisak. “Hiks. Hiks.. tapi, Channie tidak suka warna rambut Baekkie!!”

“ Nanti Baekkie ganti.”

“Channie juga tidak mau Baekkie jauh-jauh dari Channie.”

“Baekkie akan selalu di dekat Channie.”

Chanyeol menghentikan isak tangisnya. Ia menatap Baekhyun lalu segera menghapus sisa-sisa air matanya. “Janji?” Chanyeol menyodorkan kelingkingnya dan langsung disambut semangat oleh Baekhyun.

“Tapi Channie juga janji jangan cuek lagi seperti tadi. Baekkie takut~~” bibir plumnya mengerucut lucu.

Chanyeol segera mengangguk.

“Hiks.. hiks..hiks..” Kris yang sejak tadi menjadi penonton yang budiman segera merebut serbet yang kebetulan bergelantungan bebas di pundak D.O lalu mengusapnya ke wajah. Leader EXO-M itu terharu.

“Kurasa aku akan menjadi Baekyeol shipper sekarang. “ Kai mengeluarkan ingus di hidungnya pada serbet yang dipakai Kris tadi.

“My twin~~~~ kau mau mengganti warna rambutmu? Lalu bagaimana denganku?” Luhan merengek.

“Apa sih hyung. Kau juga harus mengganti warna rambutmu. Warna pelangi sepertiku lebih bagus.” Kali ini Sehun.

“Bagus darimana? Rambut seperti kemoceng itu kau bilang bagus?” mata bulat D.O melotot sinis tidak setuju dengan opini Sehun.

“Kami pergi dulu ya, dah!!” semua mata mengalihkan pandangan pada Baekhyun dan Chanyeol yang kini sudah saling berangkulan dan melenggang meninggalkan dorm.

“Ya!! Kalian jangan lama-lama. Hari ini kita masih punya banyak jadwal!” Suho berteriak dan hanya dijawab oleh lambaian jempol Chanyeol dari ambang pintu masuk dorm.

END

How? Jelekkah? Wajar! -_-

Ini beneran lho, kok aku ngerasa Baekyeol uda gak seeksis kemaren2 ya? Mereka itu kyak lagi berantem. Hadeuh… pusing nih saya sebagai shippernya. Ok, saya tau ini garing tapi tolong kalo uda terlanjur baca dikomen ya!!

9 thoughts on “I am still a kids

  1. huwaa.. hiks.. hiks..😥 aku disangka gila gara2 senyum-senyum + ketawa-ketawa sendri pas baca ff ini.. >.< hehehe🙂

    Daebak Thor, aku suka ceritanya. berhasil bikin aku disangka gila..hehehhe😀 dua jempol deh d^^b
    KEREN😀

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s