[FREELANCE] My Last Request (Chapter 2)

exo-ff2

Title : My Last Request

Author : esyyoung

Main Cast : Huang Zi Tao – Tao Exo-M

Other Cast : Other member Exo-K and Exo-M

Genre : Friendship

Rating : G

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME, milik mereka sendiri dan orang tua mereka. Fict ini asli milik author tanpa plagiat dan semacamnya. Jika menemukan fict yang mirip, itu hanya ketidaksengajaan author.

Note: walaupun chap sebelumnya ga ada yang koment dan bikin aku ga semangat juga, aku tetep punya rasa tanggung jawab buat nglanjutin ini. Sebelumnya, aku mau minta maaf sama admin yang sangat baik hati ini, huhuhu, maaf Min ff ku ini jelek dan mengecewakanL

Sekedar info.. di chapter ini ada Changmin DBSK yang jadi cameonya *just little* ga masalah kan? Dan alur masih lambat selambat siput di depan rumah aku (lho?)

~*~

Author’s POV

Setelah pulang dari rumah sakit, Tao langsung mengurung diri di kamar.

Tao terduduk di tempat tidurnya dengan pandangan yang kosong. Ia benar-benar takut dengan penyakit yang ada pada tubuhnya yang ia pikir adalah penyakit leukemia.

“mungkin saja besok aku akan mati” gumamnya. “jika seandainya besok aku mati, aku tidak memiliki waktu banyak untuk bersama yang lainnya” kembali gumamnya –yang Tao maksud ‘yang lainnya’ adalah member Exo-

“setidaknya aku harus memanfaatkan hari ini untuk selalu bersama mereka” lagi-lagi ia bergumam.

“benar!! Aku harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin” katanya setengah berteriak, ia pun langsung keluar dari kamarnya untuk mencari member Exo.

Orang pertama yang Tao temui adalah Luhan dan Sehun. “kalian berdua mau kemana?”Tanya Tao yang melihat Luhan dan Sehun sudah berpakaian rapih.

“kami mau keluar untuk membeli bubble tea dan berjalan-jalan sebentar” jawab Luhan. “bolehkah aku ikut. Aku ingin sekali bersama kalian”pinta Tao.

Luhan menatap Sehun dan bertanya “Tao ingin ikut bersama kita. Boleh tidak?”

“tidak” jawab Sehun dengan cepat. “kenapa?”Tanya Tao.

“ini acara ku bersama Luhan-gege. Kau tidak boleh mengganggu kami” ujar Sehun. Tao hanya diam mendengarnya karena ia kurang mengerti dengan perkataan Sehun.

“Sehun bilang hanya ingin berdua dengan ku. Maafkan aku” kata Luhan menyesal. Tao hanya menangguk lemas.

“gege, ayo cepat” ajak Sehun sambil menarik Luhan. Mereka berdua pun pergi meninggalkan Tao.

Tao beranjak pergi ke dapur, siapa lagi yang akan ia temui? Tentu saja Kyungsoo. Ia melihat Kyungsoo yang sedang mengepel lantai dapur. ‘cocok sekali jadi ibu rumah tangga’ batin Tao.

“Kyungsoo-hyung..”panggil Tao. “eh, ada apa?”Tanya Kyungsoo.

“apa aku bisa, emm, membantu mu?” Tanya Tao. “tentu saja. Tolong cuci piringnya” kata Kyungsoo menunjuk piring-piring kotor di washtafle. Tao mengangguk dan tersenyum lalu berjalan menuju washtafle untuk menuci piring.

“tidak biasanya sekali dia ingin membantuku” gumam Kyungsoo.

Tao terus tersenyum selama mencuci piring, dalam hatinya ia berkata ‘beramal sebelum mati lebih baik, bukan?’

“YA!! Kim Jong In, apa yang kau lakukan!?” teriak Kyungsoo. Itu membuat Jong In yang sedang mengambil minum di dapur kaget. “memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya Jong In heran.

“lihat lah, kau menginjak lantai yang baru aku pel” ujar Kyungsoo. “apa? Benarkah?” Tanya Jong in sambil melihat lantai. “ah, maaf. Aku tidak melihat” kata Jong In sambil nyengir tanpa dosa.

“tidak melihat bagaimana? Jelas-jelas aku sedang mengepel. Apa kau tidak melihat ku?” Tanya Kyungsoo dengan emosi. “kau ini, aku sudah minta maaf. Kenapa kau marah-marah begitu?!” ujar Jong in yang tersulut emosinya.

“hey, sopan sedikit pada hyung mu”ujar Kyungsoo. “bagaimana aku bisa sopan jika kau terus marah-marah?!” kata Jong In yang semakin membuat Kyungsoo emosi.

Tao yang sudah menyelesaikan cucian piringnya hanya menatap heran pada dua namja yang sedang beradu mulut. “kalian kenapa?” Tanya Tao heran.

“DIAM KAU” bentak Kyungsoo dan Jong In serempak. Tao sangat kaget dibentak begitu, ia memilih pergi meninggalkan mereka berdua yang masih asik beradu mulut.

‘ada apa dengan mereka? Bisa-bisanya mereka membentakku’ batin Tao.

Tao pun pergi menuju ruang tengah, sepertinya ruang tengah ini menjadi favorit duo BaekYeol. Tao kembali menemukan duo BaekYeol yang sedang duduk di sofa, tentunya sekarang bukan tidur. BaekYeol benar-benar menonton TV.

“bolehkah aku bergabung?”Tanya Tao. “kenapa harus bertanya? Tentu saja boleh” jawab Chanyeol. Tao tersenyum dan duduk di samping Baekhyun.

Saat ini, duo BaekYeol sedang menonton acara music yang kebetulan di hadiri oleh SNSD dan Super Junior. Tentu saja terjadi keributan diantara mereka, yang satu Sone dan satunya lagi ELF. Dan dari awalnya juga mereka memang biang keributan, sudah dipastikan terjadi suasana gaduh di ruang tengah.

Dan Tao? Dia di kacangin abis-abisan oleh Duo BaekYeol. ‘Oh God..kenapa ini terjadi padaku?’ tanyanya dalam hati.

“hey.. Xiumin-gege, Yixing-gege, dan Chen-gege. Dimana mereka?” Tanya Tao pada Duo BaekYeol. “tidak tahu” jawab Baekhyun singkat.

“aargh” geram Tao. Ia pun beranjak dari duduknya dan kebetulan Kyungsoo dan Jong In sedang lewat, ternyata mereka sudah damai.

“hey, Xiumin-gege, Yixing-gege, dan Chen-gege. Dimana mereka?” Tao menanyakan hal yang sama pada Kyungsoo.

“aku minta mereka bertiga untuk pergi berbelanja bahan makanan yang hampir habis”jawab Kyungsoo. “apa?”kembali Tanya Tao. “belanja” jelas Kyungsoo. “ya sudah, kami berdua mau keluar sebentar, ya?” pamit Jong In sambil menarik Kyungsoo.

Tao semakin geram dengan semua member Exo ‘sebentar lagi aku akan mati, tapi mereka mengacuhkan ku begini’ batin Tao, rasanya ia ingin menangis saat itu juga.

Tiba-tiba Suho datang menghampiri mereka, Suho merasa heran dengan raut wajah Tao. “Tao..kau kenapa?”Tanya Suho.

“tidak” Karena terlalu kesal Tao hanya menjawab singkat lalu pergi meninggalkan ruangan itu. *NO, Suho padahal lagi nganggur, kenapa ditinggal. Poor Tao..

Tentu saja itu membuat Suho heran. “hey, kalian apakan anak itu?” Tanya Suho pada duo BaekYeol yang masih gaduh. “tidak hyung”jawab Chanyeol.

“ooh, ya sudah. Hey, kemarikan remote TVnya. Cari acara yang lebih menarik” kata Suho sambil mencoba merebut remote TV dari tangan Baekhyun.

“jangan Hyung, acara ini sudah menarik” cegah Chanyeol. “menarik apanya? Acara ini hanya membuat kalian berteriak tidak jelas dan membuat seisi dorm gaduh”ujar Suho yang sudah berhasil merebut remote TV.

Suho pun mulai mencari acara TV yang menurutnya menarik, dan tentu saja tidak menarik bagi BaekYoel.

*kita cari sang tokoh utama, kemanakah mata panda pergi?

~*~

Karena kesal dengan semua orang yang ada di dorm, Tao pun melarikan diri (?) ke tempat dimana ‘Kris-gege’nya berada.

Saat ini ia sedang berjalan di lorong gedung SM. Karena matanya sibuk mencari Kris,  Tao jadi tidak focus untuk melihat ke depan dan…

Bruukk..

“aww..” pekik Tao setelah bertabrakan dengan seorang namja jangkung. “eh, Changmin Dong Bang Shin Ki?” kata Tao saat menyadari siapa orang yang ia tabrak. “maafkan aku” ucap Tao sambil membungkukan tubuhnya.

“ne, tidak apa-apa” ujar Changmin. “kau member Exo dari China, bukan?”Tanya Changmin. Tao mengangguk dan tersenyum ramah. Changmin juga ikut mengangguk dan berkata “senang bertemu dengan mu”

Changmin pun berlalu meninggalkan Tao, sesaat kemudian Tao memanggilnya kembali.. “hyung..”

“ne?” Tanya Changmin. “emm, apa kau melihat Kris-gege. Maksud ku Wu Fan, emm, leader Exo?” Tanya Tao.

“tadi aku melihatnya di depan ruangan manager. Coba cari saja” jawab Changmin sambil tersenyum. “Ohh, terima kasih”kata Tao. Changmin mengangguk dan kembali berlalu.

Baru saja Tao berbalik, Kris sudah ada tak jauh dari hadapannya. “gege..”teriak Tao sambil menghampiri Kris.

“kau kemari rupanya? Ada apa?” Tanya Kris. “aku hanya bosan berada di dorm, mereka semua mengacuhkanku” cerita Tao dengan raut wajah sedihnya.

“benarkah?”kembali Tanya Kris. Tao mengangguk mengiyakan. “ya sudah, sekarang kau sudah bersama ku. Aku tidak akan mengacuhkanmu” ujar Kris sambil tersenyum, melihat senyum Kris, Tao jadi ikut tersenyum.

Mereka berjalan berdampingan sepanjang lorong. “wajah mu masih terlihat pucat. Apa kau sudah ke rumah sakit?”Tanya Kris. Mata Tao membulat sempurna mendengar pertanyaan Kris.

‘aku harus jawab apa? Apa aku harus bilang aku sakit leukemia?’ Tanya Tao dalam hatinya.

“kenapa diam?”Tanya Kris heran. “a..aku.. aku sudah ke rumah sakit” jawab Tao. “lalu?”kembali Tanya Kris. “lalu.. emm, kata dokter aku baik-baik saja”jawab Tao bohong.

“benarkah?”lagi-lagi Kris bertanya. Tao hanya mengangguk untuk menjawabnya.

 “hmm.. o iya, sore ini kita sudah harus kembali ke China. Besok ada Show yang harus kita datangi” kata Kris. “Apa? Kita baru datang ke Korea kemarin malam, kenapa sore ini sudah harus kembali?”Tanya Tao kaget.

“ini tuntutan pekerjaan”ujar Kris santai. “tapi aku masih ingin lebih lama bersama member Exo-K. walaupun tadi mereka mengacuhkan ku, tetap saja aku ingin bersama mereka” kata Tao sedih.

“kan masih ada lain waktu”ujar Kris menenangkan.

‘bagi mu masih ada lain waktu, tapi bagaimana dengan ku yang sebentar lagi akan mati? Apakah masih ada kata lain waktu?’batin Tao. Air matanya hampir saja menetes jika ia tidak langsung menghampusnya.

“ada apa?”Tanya Kris heran, Tao hanya menggeleng sebagai jawaban.

“gege.. jika aku mati, apa gege akan bersedih?”Tanya Tao tiba-tiba, ia bahkan tidak mengetahui kenapa ia harus bertanya seperti itu.

“apa yang kau bicarakan?”Tanya kris heran “jawab saja pertanyaan ku”pinta Tao. Kris terlihat berpikir lalu ia berkata “kau adalah maknae yang harus aku lindungi, jika terjadi sesuatu pada mu aku pasti sangat bersedih. Apalagi jika kau pergi untuk selamanya, aku sama sekali tidak bisa membayangkan itu terjadi”

Tao hanya menundukan kepalanya mendengarkan jawaban Kris, sebenarnya air matanya juga sudah tak tertahankan. Bukan cengeng, tapi Tao memiliki perasaan yang lembut, tersentuh sedikit saja air matanya bisa dengan mudah mengalir.

“sebenarnya apa yang ada dipikiran mu sehingga kau bertanya begitu?”Tanya Kris, ia merasa heran dengan tingkah Tao. “tidak ada” jawab Tao berusaha agar suaranya tidak bergetar.

Sesaat kemudia Tao sudah mengangkat kepalanya, ia sudah bisa mengendalikan air matanya.

Tiba-tiba terdengar suara aneh diantara mereka, seperti suara perut nagih makan.

“suara apa itu?”Tanya Kris. “itu, pasti suara perut ku” jawab Tao menahan malu. “perutmu?” Kris semakin heran.

“sejak tadi pagi aku belum sarapan”kata Tao yang masih menahan malu akibat perutnya itu. “apa? Bagaimana mungkin? Aissh, kau bisa sakit” ujar Kris penuh khawatir.

“memangnya Kris-gege juga sudah sarapan? setahu aku gege pergi sebelum sarapan, kan?” Tanya Tao. “aku memang belum sarapan. ya? kenapa jadi kau yang bertanya pada ku?” Tanya Kris.

“kris-gege juga bisa sakit karena belum sarapan” ujar Tao tanpa memperdulikan pertanyaan Kris yang dilontarkan padanya.

“tadi aku sudah makan roti, jadi tidak apa-apa. Ya sudah, sebelum pulang ke dorm, kita mampir ke kafe dulu untuk sarapan. hmm, lebih tepatnya makan siang” ujar Kris yang disambut anggukan oleh Tao.

~*~

Esok Harinya..

“Tao..bangunlah, sudah jam 7.00. kita akan terlambat”ujar Kris yang tengah membangunkan Tao. Saat ini mereka sudah kembali ke China untuk memenuhi kontrak mereka.

“engghh, gege…”Tao menggeliat di balik selimutnya, tubuhnya sudah dibasahi oleh keringat dingin, wajahnya pun sudah sangat pucat.

Kris baru menyadari dengan apa yang terjadi pada Tao “astaga? Ada apa dengan mu?” Tanya Kris panik. “gege…”Tao hanya mengumam tidak jelas.

“ada apa dengan kalian? kenapa lama sekali?” Tanya Lay yang datang dari arah pintu. “ada apa?”Tanya Lay heran yang melihat raut wajah Kris.

“aku tidak tahu, Tao.. dia..” kata Kris terputus karena ia tidak tahu harus berkata apa. Lay yang masih heran mendekati Kris dan Tao dan melihat apa yang terjadi pada Tao.

Lay menyentuh kening Tao, matanya membulat merasakan suhu tubuh Tao yang tinggi. “astaga.. bagaimana ini?!”teriak Lay lebih panik.

Mendengar teriakan Lay, 3 member lainnya pun mendatangi kamar Tao dan melihat apa yang terjadi. “ada apa? Kenapa berteriak?”Tanya Chen. “Tao sakit..” kata Lay singkat. Dengan dua kata itulah 3 member itu menjadi ikutan panik.

“engghhn. Gege..” perlahan Tao membuka matanya, ia melihat member Exo-M sudah berdiri tak jauh dari tempat tidurnya, dan Kris ada di sampingnya.

“gege…”panggil Tao pada Kris. “kita ke rumah sakit sekarang, ya?” ajak Kris, Tao menggeleng tanda menolak ajakan Kris.

“gege.. aku sakit..” ujar Tao dengan air mata yang sudah siap mengalir. Rasa sakit sudah menyerang sekujur tubuhnya, Tao hanya bisa menahan rasa sakit itu.

“kau memang sakit, jadi kita ke rumah sakit, ya?” ajak Luhan.

“tidak.. aku.. sakit..aku.. mengidap kanker..leukemia” jawab Tao dengan susah payah. Semua mata membelalak lebar, mereka tidak percaya akan hal itu.

“sebentar lagi aku akan mati…”ujar Tao dengan air mata yang sudah lolos dari pelupuk matanya.

“tidak.. apa yang kau bicarakan? Tidak mungkin..sekarang kita ke rumah sakit” kata Kris yang sekarang semakin khawatir.

“tidak, gege.. aku tidak membutuhkan rumah sakit, aku hanya membutuhkan mereka, Exo-k” ujar Tao. “apa maksud mu? Mereka tidak ada disini” ujar Xiumin heran.

“aku tahu.. mungkin ini permintaan terakhir ku, aku hanya minta mereka untuk ada di sampingku. Aku ingin mereka menemaniku di akhir hidupku”pinta Tao.

Semua mata saling menatap, akhirnya Kris ambil keputusan.. “baiklah, mereka akan kesini. Tapi kau mau ke rumah sakit, ya?” Tanya Kris, Tao berusaha untuk tersenyum dan mengangguk.

“cepat.. hubungi mereka!” perintah Kris, entah perintah pada siapa yang jelas siapa saja yang ada disana.

Kebetulan Chen sedang memegang ponselnya, ia pun langsung menelepon Suho.

“halo..” ucap Chen saat ponselnya sudah tersambung

‘halo.. ada apa?’ Tanya orang disebrang sana yang tak lain adalah Suho.

“kalian harus segera kemari, ke China” ujar Chen.

‘Mwo? Bagaimana mungkin. Jadwal kami sangat padat, kami tidak bisa’ tolak Suho.

“tapi ini penting, ini menyangkut Tao” kata Chen sambil melirik kearah wajah Tao yang benar-benar sudah memucat.

‘ada apa dengannya?’ Tanya Suho.

“telepon manager, kita harus membawa Tao ke rumah sakit” kembali perintah Kris. Dengan sigap Xiumin mengambil ponselnya lalu menghubungi manager.

‘ada apa disana? Kenapa berisik sekali?’tanya Suho.

“sudah lah jangan banyak tanya. Sekarang aku minta kalian segera kemari” pinta Chen dengan tidak sabar.

‘apa sepenting itu? Alasan apa yang harus kami berikan untuk membatalkan jadwal-jadwal kami?” Tanya Suho yang nada bicaranya terdengar semakin heran.

“dengar.. Tao, dia sakit. Dia bilang, sakit kanker, leukemia. Dan sekarang dia meminta kalian untuk menemaninya. Dia ingin kalian ada disini” jelas Chen.

‘apa? Baiklah, aku akan memberitahu yang lain. Aku akan mencoba membujuk manager untuk pergi menemui kalian’ kata Suho yang nada bicaranya sudah berubah menjadi panik.

“iya, sekarang kami akan membawanya ke rumah sakit. Nanti aku akan memberitahukan alamat rumah sakitnya”ujar Chen lalu menutup sambungan teleponnya.

“manager sudah menunggu di bawah, dia akan mengantar kita ke rumah sakit. Ayo..”kata Xiumin pada yang lainnya.

Kris membantu Tao untuk bangun, badan Tao sangat lemas dan Tao kesulitan untuk bangun. Xiumin pun membantu Kris, mereka berdua memapah Tao dengan hati-hati.

“sepertinya Tao sudah tidak kuat untuk berjalan, lebih baik aku menggendongnya” ujar Kris pada Xiumin, Xiumin mengangguk dan menahan tubuh Tao karena Kris sudah melepaskannya untuk berjongkok di hadapan Tao.

Tao pun berpindah ke punggung Kris. “terima kasih” gumam Tao sangat lemah. Walaupun dengan suara lemah Kris masih bisa mendengarnya, tanpa ia sadari air matanya mengalir begitu saja ‘aku tidak ingin kau pergi’ batin Kris.

Saat ini mereka sudah berada di dekat mobil van mereka, Luhan membukakan pintu untuk Kris dan Kris mendudukan Tao dengan hati-hati.

Tao duduk di tengah diantara Luhan dan Kris, dan di barisan belakang ada Lay, Xiumin dan Chen. Manager mereka yang duduk di samping kemudi menoleh untuk melihat keadaan Tao.

“dia sangat pucat” gumam manager. “tetap jaga kesadarannya, jangan sampai dia hilang kesadaran” perintah Sang manager yang di sambut anggukan oleh yang lainnya. Mobil pun melaju sangat kencang.

“kau masih bisa mendengar ku?”Tanya Luhan, dengan susah payah Tao mengangguk untuk menjawabnya.

Tao memang masih sadar, tapi matanya terlihat sayu dan lemah. Saat ini ia sangat lemah.

“ge..ge..”panggil Tao entah pada siapa. “ada apa?” Tanya Kris.

“sakit.. aku lelah..”ujar Tao dengan lemah. “tidak, bertahanlah..”pinta Kris, Kris terus menggenggam tangan Tao dengan erat.

“tidak bisa.. aku lelah.. aku ingin istirahat.. aku ingin tidur…”ujar Tao dengan suara yang semakin lemah. Tao menjatuhkan kepalanya pada bahu Kris. Matanya tertutup, wajahnya yang pucat terlihat begitu damai.

“hey.. Tao..”panggil Kris yang semakin panik. Semua mata tertuju pada Tao, mata yang mengisyaratkan ketakutan dan kekhawatiran.

“Tao.. Huang ZiTao…”kembali panggil Kris, tidak ada jawaban..

“tidak.. cepatkan mobilnya…”

To be continued…

~*~

3 thoughts on “[FREELANCE] My Last Request (Chapter 2)

  1. makasih buat komentnya..
    jadi semangat lg nih.. hihihiihi😀

    tunggu ya chap 3 nya, dijamin gx lama (soalnya udh selesai >.<)
    hehehe, gomawo🙂

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s