[FREELANCE] My Last Request (Chapter 3-END)

exo-ff2

Title : My Last Request

Author : esyyoung

Main Cast : Huang Zi Tao – Tao Exo-M

Other Cast : Other member Exo-K and Exo-M

Genre : Friendship

Rating : G

Length : Chaptered

Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME, milik mereka sendiri dan orang tua mereka. Fict ini asli milik author tanpa plagiat dan semacamnya. Jika menemukan fict yang mirip, itu hanya ketidaksengajaan author.

Note : akhirnya ff gaje ini end juga ^^ *ending Thor? *iyee.. sebenarnya mau beberapa chap lagi, tapi author kuatnya cuman 3 *nape Thor cuman 3? *lagi sibuk L *huu, so sibuk :p

Aku juga mau terima kasih sama Admin yg udh post ini ff gaje.. huhuhu, MiMin yang baik hati, aku jadi terharu *lebay deh*

Dan alur bisa dibilang lambat kaya siput yang ada di sawah (lho?) *ga ada yg lain apa selain siput? author makin parah -_-“ * Oke, bersiaplah untuk menerima ke-gaje-an dari ff ini>.<

~*~

Kelima member Exo-M baru saja menemui dokter yang menangani Tao, mereka semua sudah mendapatkan penjelasan dari dokter tersebut tentang keadaan Tao. Dan saat ini mereka tengah berjalan tergesa-gesa menuju ruangan Tao berada.

“aargh, aku tidak percaya ini..”pekik Xiumin. Chen dengan sabar terus menenangkan Xiumin.

Brakk..

Pintu itu terbuka cukup keras dan menampakan seorang Tao..

~*~

Di Pesawat menuju China..

Dengan susah payah member Exo-K membujuk managernya untuk membatalkan semua jadwal. Dan akhirnya sekarang mereka sudah ada di pesawat menuju China.

Pikiran mereka hanya tertuju pada Tao. Mereka semua sedang menyesali perbuatan mereka pada Tao.

Sehun menangis didekat Suho, ia terus menyesali kejadian kemarin saat Tao minta untuk ikut dengannya bersama Luhan.

“sudahlah jangan menangis” ujar Suho menenangkan. “tapi, hyung.. aku sudah berbuat salah padanya”kata Sehun dengan air mata yang masih berurai.

Duo BaekYeol yang berada di kursi yang berbeda juga menyesali perbuatannya “saat itu kita mengacuhkannya..pasti Tao sangat sakit hati pada kita” ujar Baekhyun penuh sesal “benar, aku merasa bersalah” kata Chanyeol yang tak kalah menyesal.

Dua kejadian diatas juga sama terjadi di kursi yang di tempati Kyungsoo dan Jong In. “padahal dia sudah membantu ku mencuci piring, tapi aku malah membentaknya. Itu karena mu” ujar Kyungsoo pada Jong In.

“apa? Kau menyalahkan ku?” Tanya Jong in. “tentu saja. Seandainya jika kau tidak membuatku kesal, aku tidak akan emosi dan membentak Tao” ujar Kyungsoo. “YA!! kau juga membuat ku emosi saat itu!” kata Jong In yang kembali emosi.

Oke.. Skip Time aja deh..

~*~

Enam namja ini berlarian di lorong rumah sakit mencari sebuah kamar yang ditempati oleh Tao, setelah berada di China mereka langsung pergi ke rumah sakit yang diberitahukan oleh Chen.

“benarkah ini kamarnya?”Tanya Jong In saat mereka berhenti di depan sebuah pintu. “iya, kata Chen, Tao di rawat di ruang No. 0154. Dan ini lah ruangannya”jawab Suho. “ya sudah, ayo cepat masuk”perintah Baekhyun.

Brakk.

Pintu pun terbuka dan mereka melihat Tao yang sedang terbaring lemas dengan jarum infus yang menancap pada lengannya.

Semua mata saling menatap. “benarkah? Apa benar kanker? Leukemia?”Tanya Suho. Member Exo-M saling menatap dan mengangguk lemah.

Air mata enam orang namja ini sudah tak tertahankan. “kenapa ini harus terjadi padanya..”gumam Suho.

“enggh, kalian disini?” Tanya Tao yang baru terbangun. Member Exo-K mengangguk sebagai jawabannya.

“Tao..maafkan aku..”ujar Baekhyun seraya menangis. Baekhyun dan Chanyeol mendekati Tao dan memeluknya. “aku minta maaf karena kemarin mengacuhkan mu” kata Chanyeol menyesal. Tao hanya mengangguk dan tersenyum.

Setelah Duo BaekYeol, sekarang Kyungsoo dan Jong In yang memeluk Tao. “maaf saat di dapur kami membentak mu”ujar Jong in menyesal. Kyungsoo melepaskan pelukannya dan berkata “kami sangat menyesal”. Tao juga hanya mengangguk dan tersenyum.

Sehun yang tak kalah menyesal mendekati Tao untuk minta maaf. “aku salah padamu karena tidak mengajak mu berjalan-jalan bersama Luhan-gege” kata Sehun. “tak apa” ucap Tao dengan tersenyum.

Sekarang semua mata tertuju pada Suho yang belum berkata apa-apa pada Tao ‘aku harus bilang apa? Memangnya aku berbuat apa pada Tao?’ pikir Suho.

Suho pun mendekati Tao dan menepuk pundaknya, Suho tak kunjung bicara. Lama berpikir akhirnya Suho tersenyum dan berkata “kau harus sembuh”

“tentu..”ucap Tao masih dengan senyum yang tak pernah lepas.

“mmm, aku.. boleh kah aku minta sesuatu pada kalian?”Tanya Tao pada semua member Exo-K. “tentu saja. Kau mau apa?” Tanya Suho.

“aku hanya ingin kalian selalu menemani ku, disini..” jawab Tao “jika seandainya aku mati, aku ingin melihat kalian di detik-detik terakhir ku” lanjut Tao. Tidak ada yang curiga kenapa Tao bisa bicara bahasa Korea cukup lancar.

Semua member Exo-K terlihat berpikir, bagaimana mungkin mereka selalu bersama Tao tapi jadwal mereka sangat padat di Korea.

“itu permintaan terakhirku. Apa kalian tidak mau?”Tanya Tao sedih.“mungkin saja besok aku akan mati” lanjut Tao dengan wajah yang masih terlihat sedih.

“iya iya, kami akan melakukannya. aku akan mengurus jadwal-jadwal kami bersama manager, kami akan membatalkannya. Kau tenang saja” jawab Suho menenangkan. “hyung…”panggil Kyungsoo. “tidak apa-apa” ujar Suho pada Kyungsoo.

~*~

Tiga hari berselang akhirnya Tao sudah diizinkan pulang dari rumah sakit, tiga hari itu juga member Exo-K tetap berada di China untuk menemani Tao, lebih tepatnya memanjakan Tao.

‘aku ingin itu..’

‘aku ingin ini..’

‘aku ingin begini..’

‘aku ingin begitu’ *berasa lagunya doraemon ya? #abaikan

Begitulah saat Tao berada di rumah sakit, benar-benar banyak permintaan.. dan jika tidak dituruti pasti ia akan berkata ‘mungkin saja besok aku akan mati…’ yap, begitulah permintaan Tao dengan mudahnya dituruti oleh semua member Exo.. ah tidak, hanya member Exo-K. Catat : “hanya member Exo-K”

Dan hari ini, Tao meminta untuk pergi piknik, katanya ia ingin liburan bersama-sama. Tentu saja dengan kata-kata ‘mungkin saja besok aku akan mati’ nya, permintaannya itu di turuti dengan mudah.

Saat ini semuanya sedang sibuk menyiapkan perlengkapan ‘piknik dadakan’ nya Tao. Baekhyun, Suho, Luhan, dan Chen sedang sibuk menyiapkan barang-barang yang harus di bawa piknik, karena yang pergi piknik 12 orang, tentunya barang-barang yang harus di bawa juga cukup banyak.

Sementara itu, di dapur Kyungsoo dan Lay juga sedang sibuk. Mereka berdua sedang menyiapkan bahan makanan untuk 12 orang. Mereka juga di bantu oleh Jong In dan Sehun, walaupun tidak cukup membantu, setidaknya akan cepat selesai jika di kerjakan berempat.

Di tempat lain, lebih tepatnya di mobil van yang akan mereka gunakan untuk piknik, ada Kris, Chanyeol, dan Xiumin yang sedang memeriksa keadaan mobil. Seperti memeriksa ban, mesin dan lain-lain untuk menanggung keselamatan mereka.

Tao sendiri? Dia hanya duduk santai memperhatikan yang lainnya bekerja, saat ini ia benar-benar dimanjakan.

~*~

“Kau yakin kita akan pergi ke Tianjin?” Tanya Kris pada Tao saat ia sedang menghidupkan mobil. Ya, kali ini tidak ada supir yang mengantarkan mereka, tidak ada manager juga yang ikut bersama mereka, hanya 12.. 12 orang yang Tao inginkan.

“aku yakin.. di sana ada pantai yang indah, tempat yang cocok untuk berpiknik” jawab Tao yang duduk di kursi penumpang tepat dibelakang Kris. “tapi kan, itu cukup jauh..” ujar Kris.

“turuti saja. Masih untung dia hanya minta ke pantai. Bagamana jika dia minta pergi ke pegunungan Everest yang ada di Tibet, itu malah merepotkan” ujar Lay yang duduk di kursi penumpang samping Kris.

“ah, kau benar Yixing-gege. Kita ke Tibet saja, disana…”perkataan Tao terputus.

“TIDAK…” teriak semua yang ada di mobil. “kita kepantai saja, oke?” kata Kris lalu menginjak pedal gas mobilnya dengan cepat, Kris tidak mau Tao keburu bicara ‘mungkin saja besok aku akan mati’ nya sebagai alasan pergi ke tempat yang tidak-tidak.

Seperti biasa duo BaekYeol selalu membuat suasana menjadi ramai seperti di pasar, sepanjang perjalanan mereka berdua sama sekali tidak bisa diam, ada yang terganggu, dan juga ada yang biasa-biasa saja.

~*~

“wah, pantainya indah bukan?” Tanya Tao sambil menatap pantai, tidak ada yang menjawab. Tao pun menoleh untuk melihat apa yang kesebelas member Exo-M dan K lakukan sampai-sampai tidak menjawab Tao.

Dan ternyata, mereka semua tengah sibuk mengeluarkan barang bawaan dari dalam mobil. Entah ada angin apa (mungkin angin laut) Tao hanya menyeringai menatap mereka tanpa ada niat untuk membantu sedikit pun *what’s wrong with you, Tao?*

Akhirnya semuanya sudah rapih dan beres, mereka semua duduk melingkar di atas pasir yang sudah beralaskan tikar. Ada yang menikmati pemandangan pantai, ada yang menikmati angin pantai, ada juga yang menikmati makanan (lho?) tentu saja, mereka membawa makanan untuk dimakan, bukan?

“hey Tao.. cepat, kau harus katakan pada mereka sekarang” bisik Xiumin yang duduk di samping kiri Tao. “kenapa harus sekarang?” Tanya Tao dengan berbisik juga. “tentu saja harus sekarang, memang mau sampai kapan kau akan menyimpannya?” ujar Kris yang mendengarkan bisikan Xiumin dan Tao.

“kalian ini membicarakan apa?” Tanya Baekhyun yang duduk di samping kanan Tao, rupanya ia mulai curiga dengan gelagat mereka.

“begini.. Tao akan mengatakan sesuatu, dengarkan lah..”ujar Kris pada semuanya. Semua yang ada disana pun menatap Tao dengan penuh tanda Tanya. “gege..”panggil Tao, dia sudah memasang wajah memohon+memelas. “sekarang!!”perintah Kris tegas.

Tao menghela nafas sebentar lalu mulai bicara.. “sebenarnya.. aku.. aku tidak sakit kanker darah atau leukemia”

Pengakuan Tao membuat mereka melebarkan mata dan mulutnya tanda kaget, lebih tepatnya hanya member Exo-K saja yang begitu karena member Exo-M sudah mengetahuinya.

“Sebenarnya begini…” Kris yang memulai cerita.

Flashback

Brakk

Pintu ruangan tempat Tao dirawat terbuka dengan keras. Xiumin berjalan dengan cepat menghampiri Tao yang sudah sadarkan diri, lalu Xiumin pun menjitak kepala Tao tanpa ampun.

“Ya!! apa yang kau lakukan?”Tanya Tao kaget sambil mengusap kepalanya yang sakit akibat Xiumin. “kau.. kenapa kau bilang kalau kau mengidap kanker?”Tanya Xiumin tidak sabar. “memangnya kenapa?”Tanya Tao heran.

“tenangkan dirimu dulu..”ujar Chen sambil mengusap punggung Xiumin. Xiumin pun menghela nafas beratnya, sekarang ia sudah mulai tenang.

“memangnya kau tahu dari mana jika kau itu sakit kanker?”kali ini Luhan dengan sabarnya bertanya.

“aku tahu dari dokter yang ada di Korea, saat itu aku pergi ke rumah sakit sendirian”jawab Tao. “Ya!! sudah ku bilang jangan pergi sendirian, kenapa kau nekat sekali!!” ujar Kris yang sudah menjatuhkan jitakan pada kepala Tao.

“Ya! kepala ku sakit” ringis Tao. “lalu apa yang dokter itu katakan?” Tanya Luhan yang masih dengan sabarnya.

Tao terlihat berpikir untuk mengingat-ingat perkataan dokter “hmm, aku memang kurang mengerti bahasa Korea, tapi ada kata-kata dokter yang terdengar seperti kata Leukemia. Ya sudah, aku pikir aku memang sakit Leukemia karena kondisi tubuhku yang seperti ini juga” jelas Tao.

Kali ini Chen yang kehilangan kesabaran karena mendengar penjelasan Tao, ia pun ikut menjitak kepala Tao. “kenapa kau juga ikut menjitak ku?”Tanya Tao sambil memasang tampang penuh tanda Tanya.

“harusnya telinga mu itu ikut diperiksa juga” ujar Chen. “apa maksudmu?” Tanya Tao.

“kau itu..”

“tidak, jangan menjitaku..”ujar Tao memotong perkataan Lay yang sedang berjalan mendekatinya.

“siapa yang mau menjitakmu?! Aku mau menjelaskan sesuatu”kata Lay yang hampir saja kesabarannya habis. “oouhh”ucap Tao.

“Dengarkan aku..sepertinya telinga mu itu bermasalah, kau tidak sakit Leukemia.. kau itu sakit kekurangan darah atau Anemia, A-N-E-M-I-A”ujar Lay yang pada kata terakhirnya dieja agar jelas.

“apa? Bagaimana mungkin?”Tanya Tao yang semakin heran. “tentu saja mungkin.. kau ini masih belum mengerti bahasa Korea tapi sudah nekat menemui dokter yang berkebangsaan Korea. Dan kata Leukemia itu kau pasti salah dengar” ujar Kris.

“bahkan Anemia mu itu hanya anemia ringan karena kau terlalu kelelahan. Aissh, kau bilang akan mati?! Kau hampir membuat jantungku copot” kata Xiumin.

Tao yang  mengetahui itu merasa senang karena ia hanya sakit anemia dan tidak sakit kanker, tapi dilain sisi dia sudah membuat kekacauan diantara mereka.

“maafkan aku, aku tidak tahu kalau aku salah dengar.. aku tidak tahu kalian bisa jadi marah begini karena diriku” ucap Tao menyesal dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Mereka berlima tidak menyangka melihat Tao yang hampir menangis, mereka sama sekali tidak bermaksud untuk memarahi Tao. Melihat Tao yang seperti itu mereka jadi merasa bersalah.

“tidak.. kami sama sekali tidak marah, kami hanya.. hanya khawatir..”ujar Kris. Tao pun tersenyum mendengar Kris “terima kasih karena kalian khawatir pada ku” kata Tao sambil menatap satu per satu dari lima orang di hadapanya itu. Mereka semua tersenyum dan mengangguk.

“nah, sekarang kita harus berpikir apa yang harus kita katakan pada member Exo-K yang sedang menuju kemari” ujar Kris pada semuanya. “benar juga.. bagaimana ini?”Tanya Luhan.

“itu.. aku ingin melakukan sesuatu pada mereka” ujar Tao tiba-tiba. “melakukan apa maksudmu?”Tanya Chen heran.

Seringaian evil pun keluar dari wajahnya..sepertinya ia tertular evilnya Changmin saat tabrakan di kantor SM #abaikan

“biarkan mereka tahu kalau aku sakit kanker. Aku ingin mengerjai mereka, dan kalian harus membantuku” ujar Tao dengan seringaian evil yang belum menghilang.

“apa? Mengerjai mereka? Kenapa?” Tanya Xiumin.

“karena mereka sudah mengacuhkanku… harusnya kalian juga menyalahkan mereka atas kesalahpahaman penyakit Leukemia dan Anemia ini. Mereka semua sibuk sendiri dan tanpa memperdulikan diriku, itu yang membuatku pergi ke rumah sakit tanpa ada yang mengantar” jelas Tao #berniat balas dendam, eoh?

“lalu kami harus ikut andil dalam permainanmu ini?”kali ini Chen yang bertanya. “tentu saja. Kalian juga tidak ada saat aku akan pergi  ke rumah sakit, jadi sebagian kesalahan ada pada kalian juga” jawab Tao.

Mereka berlima menghela nafas, pasrah..sepertinya mereka harus mengikuti ‘permainan’ dari Tao yang sudah terkontaminasi oleh virus evil maknae yang entah datang dari mana, mungkin datang dari Changmin #oke, berhenti bahas Changmin.

Pertama-tama Tao minta diajarkan beberapa kalimat dalam bahasa Korea agar ia lebih mudah menjalankan aktingnya. Tao juga meminta member lainnya untuk berakting seolah-olah Tao memang sakit kanker, dan seterusnya masih banyak permintaan Tao pada kelima member itu agar ‘permainannya’ berjalan sempurna.

“nanti kau harus mengakui perbuatanmu ini”pesan Kris. “tentu saja, aku tidak mungkin berakting terus kan”ucap Tao.

“sebentar lagi mereka datang…”ujar Xiumin.

Flashback end

Sekarang member Exo-K sudah dibuat geram karena Tao. “Huang ZiTao..kau benar-benar..”perkataan Baekhyun terputus saat melihat Tao sudah tidak ada di sampingnya.

“kemana dia?”Tanya Baekhyun. “dia sudah melarikan diri”jawab Kris sambil menunjuk kearah Tao yang sedang berlari menuju bibir pantai. “hey.. kau!!” teriak Baekhyun sambil berdiri lalu berlari mengejar Tao.

“aku merasa dibodohi” geram Chanyeol yang juga ikut berlari mengejar Tao.

“kita juga harus mengejarnya.. ayo”ajak Sehun dengan menarik lengan Jong In. “hey, jangan menarik ku”ujar Jong In. “ah, ayo.. kita akan tertinggal” kata Sehun yang masih tetap menarik lengan Jong in.

Tersisalah Kyungsoo dan Suho bersama member Exo-M di sana. Kyungsoo dan Suho cukup tenang dalam menanggapi semua itu.

“kalian tidak ikut mengejarnya?”Tanya Lay. “untuk apa mengejar yang sudah berlari”jawab Kyungsoo santai.

Member Exo-M hanya menatap heran pada Kyungsoo.

“hyung.. apa kau berpikir hal yang sama dengan ku?”Tanya Kyungsoo pada Suho. “sepertinya begitu” jawab Suho, terlihat seringaian dari wajah mereka berdua.

“apa yang kalian pikirkan?”Tanya Chen yang mulai curiga. “begini.. sepertinya kami tidak perlu lelah-lelah mengejar Tao yang sudah berlari. Menangkap komplotan yang sudah ada di hadapan kami pun itu sudah cukup” ujar Suho.

“KALIAN!!!”teriak Kyungsoo dan Suho bersamaan. “TIDAK!!”

Dan ini berakhir dengan aksi kejar-kejaran seperti anak kecil..yang awalnya kejar-kejaran itu berasal karena kesal, tapi sekarang kejar-kejaran mereka sudah menghasilkan tawa yang lepas dari mereka berdua belas..

~FIN~

*Udh nih? *iye udah.. *gajee deh *iyee.. sangat gaje >.<

Oke, Se-gaje apapun ni fict, author yang masih belia (?) ini membutuhkan kritik dan saran supaya bisa bikin fict yang ga lebih gaje lagi ^^

One thought on “[FREELANCE] My Last Request (Chapter 3-END)

  1. Banyak yang harus diperbaiki.semangat terus chingu (•̀_•́)ง
    Tapi aku sempet2 deg2an takut tao beneran mati

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s