[FREELANCE] Encounter

encounter

Title : Encounter

Author : Evangeline

Main Cast : -Xi Luhan –Kim Ri Young

Support Cast : cari sendiri di ceritanya

Genre : Romance(?) dikit banget sekali /eh?/

Rating : PG15

Length : Ficlet ; 867 words

Disclaimer : FF ini tercipta ketika saya berniat selingkuh dari Sehun /slapped/ dan murni dari imajinasi saya. maaf klo bahasanya jelek atau kurang rapi karena saya buatnya pas tengah malem insomnia terus sambil dengerin lagu XOXO.lagunya bagus semua terutama heart attack!!<–OK abaikan kalimat terakhir.

WARNING! Typo (mungkin) bertebaran.

‘Let it go, let it roll right off your shoulder

Don’t you know the hardest part is over?

Let it in, let your clarity define you

In the end we will only just remember how it feels’

Little Wonder – Rob Thomas

…ENCOUNTER…

     “huft” aku menghela nafas kesal.

     Oh ayolah, siapa sih yang idak kesal jika idolamu sedang tampil dan kau mempunyai  tiket untuk menontonnya tapi tiba-tiba sahabatmu memohon kepadamu untuk memberikan tiketmu kepada pacarnya.

     “dasar Jae Hyun bodoh”

     Ah! Dan satu lagi. Sahabat yg meminta tiketmu untuk pacarnya itu adalah orang yang kau sukai diam-diam selama hampir 2 tahun. Kurang apa penderitaanku? Hidup memang tidak adil.

     “We are one, We are Exo”

     Semboyan itu… seharusnya aku juga ikut berteriak dengan fans lainnya. Konsernya sudah selesai, dan aku baru saja melewatkan moment-moment indah yang ada di depan mataku. Yup, tepat di depan mataku. Lebih tepatnya di gedung yang saat ini ada didepanku. Aku tidak ingin membuat diriku menjadi menyedihkan, tapi inilah kenyataanya.

   Sejak penonton memasuki gedung itu sampai aku melihat mereka berhamburan keluar, aku hanya menunggu disini. Di belakang gedung itu, sendirian.

     “aku memang bodoh, Kim Ri Young benar-benar bodoh” gumamku tak jelas ketika angin malam tiba-tiba berhembus.

        “aish, dingin sekali”

Dingin.

      Entah kenapa aku bersyukur untuk angin dingin yang barusaja menerpaku, sehingga aku sedikit melupakan betapa bodohnya diriku.

    Ah tidak, tidak lagi. Aku baru ingat jika jaket ‘EXO’ ku tadi kupinjamkan ke Soon Hae, kekasih Jae Hyun.

    “EXO oppad-deul mianhae” aku menghela nafas lagi sebelum melanjutkan “maaf kan aku karena lebih mementingkan kebahagiaan orang yang kusukai daripada kalian”

     Sungguh saat ini aku tak peduli apakah aku akan mati beku jika terus berada disini, mungkin itu lebih baik daripada aku harus pulang bersama mereka dan kemudian menjadi obat nyamuk berjalan.

     “wah~ kau benar2 sangat baik”

      Suara siapa itu? Apakah ia sedang berbicara padaku?

     Aku menoleh kekanan kiri , tpi tidak ada orang sama sekali. Kemudian aku berbalik ke belakang dan tetap tidak ada tanda2 orang yg muncul.

     “itu perbuatan yg sangat baik, tapi kurasa itu justru akan melukai dirimu”

     Suara itu… ada dibalik punggungku. Aku berbalik lagi keposisi semula, dan tiba2 sebuah wajah yg sangat tampan terpampang jelas didepanku.

     “a..kau..apakah aku bermimpi”

     “emm, tidak kurasa. apa aku perlu mencubitmu utk membuktikannya?”

     “su sungguh? Ha..akkhhmm”

     Apa yg dia lakukan? Membungkam mulutku? Tangannya menyentuh wajah ku!! Oh tidak, sepertinya aku ingin pingsan.

  “sstt, jangan teriak. aku tidak ingin ada orang yg mengenaliku” aku mengangguk, sedikit bingung sebenarnya.

     “aku tidak ingin teriak, aku hanya ingin bilang. haruskah aku meminta tanda tanganmu?”

    Dia menunduk, tapi kemudian dia menatap mataku sehingga aku tercekat. Lagi…
Oh Tuhan selamatkan aku, sepertinya aku telah tenggelam di pupil mata gelapnya itu.

 “aku tidak bawa spidol dan kertas, apa kau membawanya?” tanyanya membuatku tersadar seketika.

   “oh? apa? spidol? aku tidak membawanya. tapi aku bawa poster sehun”

   Oh tidak, apa yg barusaja kulakukan sehingga dia lagi2 menatapku seperti itu? bedanya kali ini ia menyipitkan matanya.

   “sebenarnya kau ini fans siapa?”

 “oh? eh kau ini berkata apa? tentu saja aku fans EXO” jawabku sambil menggaruk belakang telingaku yg tiba2 terasa gatal.

  “personally?” tanyanya lagi.

  “eung, Sehun” jawabku tanpa pikir 3 kali.

  “ah~ sudah kuduga”

  “kau bilang apa?”

  “tidak, bukan apa2. emm kau punya poster EXO united?”

  Aku menggeleng, dan dia tampaknya mendesah kecewa. Apa aku baru saja melakukan sesuatu yg membuatnya marah?

 “eung, sebenarnya tadi aku memakai jaket EXO, tapi sudah kuberikan ke temanku” dia menatapku lagi, kali ini dengan ekspresi bingung. Kulihat dahinya mengernyit kecil.

  “kenapa kau berikan? apa kau sudah tidak mencintai EXO lagi?”

 “ani, aku masih mencintai EXO. sangat mencintai EXO. tapi dia pacar temanku” kulihat ekspresinya tidak berubah.

  “teman? orang yg kau sukai?”

  Aku terhenyak, bagaimana dia bisa tahu? Apa dia bisa membaca pikiran? Bukankah kekuatannya itu telekinesis? Tapi pada akhirnya aku hanya mengangguk kecil.

 “yah~ sebenarnya tadi aku mendemgarmu mengatakan bahwa kau memilih mengorbankan EXO utk orang yg kau sukai. tapi menurutku itu menyakitkan”

  Dia mendengarku? Oh baiklah dia memang muncul setelah aku mengucapkan kalimat itu. Tapi sejak kapan dia ada disekitarku?

  “aku tau apa yg kau rasakan, pasti kau merasa hari ini adalah hari terburukmu iyakan?!”

  Untuk kesekian kalinya aku terhenyak, dia benar2 bisa membaca pikiranku. Dan kali ini aku benar2 mengangguk tanpa ragu. Setidaknya masih ada orang yg mengerti aku.

  “kau, sudah sejak tadi pagi. aku membeli jaket official sehun tapi paket yg kuterima malah jaket official Luhan. mau tidak mau aku harus memakainya, tapi walalupun aku terpaksa memakainya sebenarnya aku tidak rela meminjamkannya kepada pacar temanku” ujarku panjang lebar dan entah apakah aku mengatakan hal yg salah lagi. hingga dia kembali menatapku dalam2 dengan mata sipitnya.

  “kau menyesal membeli jaket official Luhan?!”

  “eh? ah! tidak, tidak juga. yah~ sedikit sih. Tapi toh Luhan-ssi kan couplenya Sehun juga kan”

  “kau menyesal memakai jaket dengan inisal nama ku?”

  “aniyo Luhan-ssi. aku tidak bermaksud”

  “ah~ sudahlah. aku ingin segera pulang saja, sampai jumpa”

  Dia berdiri berbalik kemudian melangkah menjauh. tapi belum sampai 6 langkah ia menapaki, Luhan berbalik menghadapku lagi.

  “hey, kau boleh memakai jaketku. tenang saja, nanti aku katakan ke stylist klo tadi jaketku kulempar kepada fans. ini, tangkaplah!”

  Hap, dalam hitungan detik jaket Luham sudah ada dipelukanku. Aku memandangnya dan dia hanya tersenyum samar.

 “sudah pulang saja sana, kau tidak akan mati jika hanya berdiam disini sepanjang malam. kau justru akan demam atau flu, jadi pulanglah! sampai jumpa di fan signning besok! kau akan datang kan? kau harus datang!” ujarnya panjang lebar dan aku hanya menga-nga kecil.

Dia, Xi Luhan. Sepertinya aku akan mengganti biasku.

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s