My Doll is Real (chapter3)

my doll is real

 

Title                       : My Doll is Real (chapter 3)

Author                  : Shin Ji Sung

                                @julisaagustia

Main Cast            :

·         Oh Sehun

·         Shin Chan Chan (oc)

Other Cast          :

·         All member Exo

·         Park Hye Mi

·         Choi Hyun Ra

Genre                   : Romance, Comedy, School life, Hard

Rating                   : PG-15

Length                  : Chaptered

Disclaimer           : Bahwa sesungguhnya Oh Sehun dan member Exo lainnya adalah milik Tuhan YME beserta Agencynya. Oleh sebab itu, saya meraung-raung di depan gedung SM agar SM mau meminjamkan mereka kepada saya dua untuk menjadi cast dalam ff ini * diamuk masa

Test.. test.. Hello everybody😀 adakah yang masih menunngu lanjutan ff ini? Gak ada ya? ._.? *Plak. Kali ini rada-rada menuju unsur kekerasan dikit.  Soalnya di sini si Chan Chan karakternya tomboy dan suka cari masalah. Kalau ada yang masih bingung sama jalan ceritanya, silahkan baca chapt yang sebelumnya ya J mengenai kimchi di part sebelumnya. Maafkan author yang kurang pengetahuannya atas makanan korea. Salahkan saja otak author yang tidak bisa bekerja sama dengan kenyataan bahwa kimchi itu dibuatnya berbulan-bulan, bukan hanya sehari . Baru tao author *elus jenggot. and.. kalian kapan-kapan bisa berkunjung ke blog aku www.shinjisungatarublog.wordpress.com hehe.. langsung aja deh.. Keep read J

Summary             : Sehun, si pemuda tampan yang selalu digilai oleh yeoja. Suatu hari, ia sedang berkeliling dengan mobilnya menikmati indahnya kota Seoul. Saat di perjalanan, ia melihat seorang nenek yang tengah kesulitan mengambil kucing di atas pohon. Merasa iba, Sehun pun membantu nenek tersebut mengambil kucing dari atas pohon. Sebagai imbalan terima kasih, sang nenek memberikan boneka pada Sehun. Di rumah, Sehun berniat membuang boneka tersebut.

“ Huh, buat apa aku memiliki boneka? Aku kan namja tulen “ Sehun pun membuang boneka tersebut dari atas balkonnya menuju kolam renang yang berada di bawahnya.

JBYURRR…

“ Yak! Siapa yang melemparku ke dalam kolam renang?!! “

“ … “

Chapter 2

“ Aku ingin duduk bersama namja itu “

“ Tidak boleh! Sehun oppa adalah milikku! Ia tidak boleh duduk dengan yeoja mana pun kecuali aku! Lagi pula ia juga sudah memiliki teman sebangku! “

**

“ Ayo cepat katakan Oh Sehun! “

“ Thehun Thuka minum ThuThu Trawberry thaat thiang hari berthama Thong theonthaengnim di thekolah “

**

“ Aku ingin mengajak battle dance Shin Chan Chan. Jika ia menang, ia akan mendapatkan hadiah dariku. Tapi jika ia kalah, sebagai hadiahnya, aku yang akan menggantikan posisinya untuk duduk sebangku dengan Sehun “

“ Ne seonsaengnim, aku menerima tantangannya dengan senang hati “

**

“ Bolehkah aku tidur di sini denganmu? Aku sangat ketakutan “

“ Ne “

“ Ye.. gomawo Sehunnie “

Grep

“ Kyaaa… menyingkir dari tubuhku Oh Sehun…!!! “

Chapter 3

Author pov

“ Kyaaa… menyingkir dari tubuhku Oh Sehun…!!! “ Sehun panik. Tiba-tiba saja lampu kamarnya padam. Saat itu juga ia memeluk Chan Chan yang berada di sampingnya.

“ Chan Chan, kumohon. Kali ini saja izinkan aku memelukmu. Aku takut. Sungguh “ ucap Sehun di sela-sela nafasnya yang menggerayangi leher Chan Chan. Chan Chan terdiam. Seolah tersihir oleh perkataan Sehun. Baru kali ini ia dipeluk oleh seorang pria. Memangnya siapa yang mau memeluk yeoja seperti Chan Chan yang memiliki julukan bak singa yang sedang mengaum mencari mangsanya. * dirajam Chan Chan.

Dieratkannya pelukan pada tubuh Chan Chan. Seolah tidak ingin makhluk tuhan yang satu ini terlepas begitu saja. Chan Chan yang semula terpaku kini tidak diam saja. Ia balik memeluk Sehun. Sehun terlonjak. Tidak percaya dengan yang di perbuat Chan Chan. Seulas senyum kini menghiasi wajah Sehun. Ditariknya selimut di tempat tidurnya untuk menutupi tubuh mereka berdua. Malam ini, mereka berdua tidur dengan penuh kehangatan. Melupakan mimpi buruk mereka mengenai makhluk yang bernama ‘Hantu’.

@ moorning.

Sang mentari kembali muncul menghiasi bumi. Teriakan yang cetar membahana pun kini menghiasi kamar Sehun.

“ Kyaaa..!!! Jangan makan aku! “ teriak Sehun terbangun dari mimpi buruknya. Seorang yeoja menyambut dirinya yang terbangun dari tidurnya. Yeoja itu duduk di samping ranjang Sehun sambil menatap ke luar jendela dari kamar Sehun. Ia pun mengalihkan perhatiannya menuju Sehun saat mendengar teriakan dari Sehun.

“ Chan Chan, jangan makan aku! Ku mohon! “ ucap Sehun sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada. Sedangkan yang di mintai ampun menyerngitkan dahinya.

“ Katakan padaku kau bermimpi apa Oh Sehun? “ jiwa iblis seorang Chan Chan kembali keluar.

“ Aku bermimpi kau menjadi raksasa gendut yang suka memakan orang. Dan aku adalah korban berikutnya yang akan kau makan “ tutur Sehun berkoar-koar. Sebuah bantal kini tepat mengenai wajah tampan Sehun. Chan Ra mengalihkan kembali perhatiannya menuju luar jendela. Ditatapnya pemandangan dari kamar Sehun. Indah. Itulah kata yang keluar dalam benak Chan Chan. Sehun pun bingung melihat kelakuan aneh Chan Chan. Jika biasanya setiap pagi ia akan mendapatkan ucapan selamat pagi dari Chan Chan berupa “ Bangun Oh Sehun! “ kini sekarang tidak. Diperhatikan arah pandangan Chan Chan. Apa sih yang ia lakukan? Batin Sehun yang juga ikut memandangi pemandangan dari kaca jendelanya.

Sehun pov

Aneh sekali yeoja ini. Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Terkadang ia menjadi iblis yang siap mencari pasukannya kapan saja. Tapi terkadang ia seperti malaikait yang selalu siap sedia menolong seseorang yang kesusahan. Benar-benar aneh. Ku dekatkan diriku padanya.

“ Chan Chan apa yang kau pikirkan? “ ia tak bergeming. Apa aku salah jika aku bertanya? Tidak biasanya ia seperti ini. Hening menyelimuti kami. Tiba-tiba ia mengeluarkan suara memecah keheningan pagi.

“ Aku rindu kedua orang tuaku “ oh, jadi ia rindu orang tuanya. Berarti kita sama Chan Chan. Jika kau merindukan kedua orang tuamu karena kau berada jauh darinya. Tapi berbeda denganku. Aku merindukan mereka karena mereka tidak memperhatikanku sama sekali. Tidak pernah meluangkan waktu untukku sedikitpun. Apa itu yang dinamakan orang tua?

“ Biasanya jika pagi hari saat aku ingin berangkat sekolah, eommaku selalu membangunkanku. Dan appa selalu mengantarku ke sekolah. Karena takut jika aku akan membolos nantinya. Bukannya ke sekolah. Dan biasanya aku membawa bekal buatan eommaku untuk di sekoah. Tapi sekarang itu semua tidak akan terjadi. Aku benar-benar menyesal karena tidak menganggap kasih sayang mereka padaku. Sekarang aku harus menyiapkan segalanya sendiri. Aku benar-benar menyesal “ penuturan Chan chan membuatku tersentuh. Baru kali ini aku mendengar pernyataan tobat seorang preman. Tapi aku bisa apa. Mengembalikan hidupnya kembali? Aku bukanlah nenek gayung yang membuatnya menjadi boneka. Kalau pun hidupnya akan kembali, ku rasa hari-hariku mulai membosankan kembali. Benar! Sepertinya aku mulai mencintainya. Mencintai bonekaku sendiri.

***

“ Hey namja yadong! Kau ini namja atau yeoja? Kenapa lelet sekali? “ kakiku pegal sekali. Biasanya jika aku ke sekolah aku selalu menggunakan mobil. Tapi tidak pagi ini. Chan Chan mengajakku untuk sekolah bersamanya dengan jalan kaki. Walau jarak dari rumahku ke sekolah tidak terlalu jauh, tapi tetap saja kakiku ini terasa pegal. Karena tidak terbiasa berjalan kaki ke sekolah.

“ Oh Sehun, aku ingin bertanya padamu “ ia mensejajarkan langkahnya menyamaiku.

“ Kau mau bertanya apa? “ ucapku sesantai mungkin.

“ Kemana orang tuamu? Sejak pertama kali aku berada di rumahmu, aku tidak pernah melihat orang tuamu “ glek. Apa yang ia tanyakan? Mengapa ia bertanya seperti itu? Apa aku harus menjawabnya? Ya, aku harus menjawabnya. Aku tak mau ia mengira kalau aku ini adalah seorang anak yang tak tahu menahu siapa orang tuaku dan sudah menjadi kaya sejak lahir karena harta bergelimang yang aku miliki. Tidak, itu tidak akan terjadi.

“ Orang tuaku sibuk. Mereka jarang berada di rumah. Kalau pun berada di rumah, itu karena mereka harus mengambil beberapa dokumen yang tertinggal. Mereka lebih sering menghabiskan waktu dengan pekerjaan mereka dibandingkan denganku “ jawabku sambil berjalan beberapa langkah di depannya. Ia memandangku. Aku tak mengerti apa arti tatapannya. Apa ia ingin mengejekku?

“ Apa? Kau ingin mengejekku? Silahkan! Aku memang anak yang malang yang kurang kasih sayang orang tua! “ bentakku kasar di hadapannya. Ia terpaku. Apa aku terlalu kasar padanya.

“ Kau sama saja denganku Oh Sehun “ sama? Apa maksudnya?

“ Aku juga dulu seperti itu. Orang tuaku jarang berada di rumah. Bahkan mereka pulang ke rumah hanya seminggu sekali. Itu pun hanya dua hari mereka menghabiskan waktu di rumah. Untung saja ada Kim ahjumma pembantuku. Ia yang merawatku dari kecil hingga besar “ aku masih tidak percaya. Bukankah ia anak yang manja. Saat ia bercerita padaku mengenai betapa rindunya ia pada kedua orang tuanya dan betapa besar kasih sayang orang tuanya padanya.

“ Tapi itu dulu, setelah aku kabur dari rumah beberapa hari karena kekesalanku pada mereka yang tak kunjung berubah hanya demi mementingkan pekerjaan kini semuanya berubah. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Memberikan perhatian lebih padaku. Dan sampai sekarang hal itu masih terjadi “ senyuman lebar terpancar di raut wajahnya. Ternyata ia sama saja denganku.

“ Jadi intinya Oh Sehun, kau harus kabur dari rumah. Baru orang tuamu akan mengerti keadaanmu “ ia menjentikkan jarinya. Apa benar aku harus melakukannya. Sepertinya itu tidak mungkin. Aku mau kabur kemana? Ke rumah D.O hyung? bisa-bisa aku menjadi seorang eomma saat kembali. Ke rumah Lay hyung? Tidak,tidak. Bisa-bisa aku tertular penyakit pikunnya.

“ Tapi sepertinya anak manja sepertimu tidak akan melakukan hal itu “ dimeletkannya lidahnya ke arahku. Oh, jadi ia mengejekku.

“ Yak! Awas kau Shin Chan! “ ku kejar ia yang sedang berlari menghindariku. Setidaknya ini mempercepat laju jalanku untuk sampai ke sekolah.

**

“ Yak! Buat apa itu? “

“ Sudahlah Sehun. Kau diam saja “ dimasukkannya cicak-cicak itu ke dalam tas Hyun Ra. Sepertinya ia melancarkan aksi balas dendamnya. Setelah tau bahwa Hyun Ra lah yang menguncinya. Aku semakin benci pada Hyun Ra. Dan tentu saja aku mendukung aksi balas dendam yang dilakukan oleh pihak korban *red Chan Chan. Beruntung saat ini istirahat. Jadi kami bisa leluasa mengerjai Hyun Ra tanpa takut ketahuan oleh siapa pun. Karena kelas saat ini benar-benar sepi.

“ Dari mana kau mendapatkan cicak-cicak itu? “ kulihat ia terus memasukkan cicak yang jumlahnya mungkin tidak bisa di hitung jari.

“ Aku mendapatkannya dari Baekhyun. Saat aku melewati aula sekolah di belakang kantin. Ku lihat ia sedang memegang kantong plastik berisi cicak. Langsung saja ku rebut cicak-cicak  itu dan segera menuju ke sini “ huh! Jadi gara-gara si Bacon jualan daging itu. Benar-benar kurang kerjaan daging yang satu itu. Aku pun pernah melakukan hal yang sama dengan Baekhyun hyung. Dan alhasil bukan mendapatkan cicak yang banyak malah cicak yang mendapatkanku. Ya! Aku di kerumuni oleh para cicak yang sedang arisan.

“ Hey Hyun Ra datang! “ ku lihat sosok Hyun Ra bersama kedua pengikutnya dari kelas sebelah. Chan Chan langsung menghentikan aksinya dan segera duduk kembali ke tempat duduknya. Aku mengikutinya dari belakang.

Chan Chan pov

Pelajaran Choi seonsaengnim di mulai. Guru berkacamata bulat bak Harry Potter itu kini berada di depan kelas. Choi seonsaengnim terkenal akan ide-ide briliannya yang lain dari yang lain. Ku lihat Hyun Ra mulai membuka tasnya. Saatnya pertunjukkan.

“ Kyaa…!! Cicak! Cicak! “ seketika teriakan melengking ala Hyun Ra menyelimuti kelas. Ia menjauh dari tasnya. Lebih tepatnya kabur dari TKP.

“ Ada apa Choi Hyun Ra? “ Choi seosaengnim menghampiri Hyun Ra yang sedang merinding disco.

“ Itu! itu! “ ucapnya sambil menunjuk ke arah tasnya. Seekor cicak tiba-tiba saja keluar dari dalam tasnya.

“ Siapa yang memasukkan cicak ke dalam tas Choi Hyun Ra? “ huh! Mentang-mentang bermarga sama, Choi seonsaengnim membelanya. Kelas menjadi hening. Tidak ada satupun dari sini yang mengakui perbuatannya. Tentu saja, karena akulah tersangkanya.

“ Bagaimana ini Chan Chan? aku tidak ikut-ikutan jika kau mendapat hukuman dari guru itu “ bisikkan Sehun tidak membuatku gentar. Memangnya aku takut. Walaupun harus di hukum di tengah lapangan sekolah, aku tidak takut. Toh, aku juga sering di hukum di sekolahku yang dulu.

Choi seonsaengnim menggeledah tas masing-masing siswa di kelas ini. Hyun Ra mengekor di belakangnya. Berharap ada barang yang mencurigakan untuk menjadi barang bukti atas perbuatan jahil yang dilakukan pada Choi Hyun Ra. Kini, giliran tasku yang di periksa.

“ Apa ini? Mengapa ada plastik di dalam tasmu? “ aduh! Bagaimana ini? Aku lupa membuang plastiknya.

“ Itu tempatku menaruh uang Choi seonsaengnim “ hening. Apa yang kau katakan tadi Chan Chan?!

“ Tidak mungkin! itu pasti plastik tempat ia menaruh cicak-cicak itu “ Hyun Ra membantahnya. Kau benar sekali Choi Hyun Ra. Tapi aku tidak sebodoh itu untuk menyerah begitu saja.

“ Tidak seonsaengnim. Plastik itu adalah plastik tempatku untuk menaruh uang. Karena kalau di dalam dompet itu sudah terlalu main stream. Lagi pula, jika aku taruh di dalam plastik. Tidak akan ada orang yang mengira bahwa uangku ada di sanakan? Alhasil, aku terhindar dari pencurian “ jawabku sekenanya. Entahlah, pemikiran itu datang begitu saja di otakku.

Tepuk tangan kini kudapatkan dari seorang Choi seonsaengnim.

“ Amazing. Benar-benar amazing ide kamu Shin Chan Chan. Aku baru tahu jika ternyata sebuah benda sepele seperti plastik bisa menghindari sebuah pencurian. Beri tepuk tangan untuk Shin Chan Chan “ Apa? Apa aku tidak salah dengar? Seisi kelas pun memberikan tepuk tangan padaku dengan tampang tak berdosa. Ternyata benar apa yang di katakan Sehun. Guru ini memang berbeda dari yang lain.

“ Tapi mengapa tidak ada uang di dalam plastik ini eoh?! Bukankah kau bilang ini tempatmu menaruh uang? “ ternyata Hyun Ra tidak menyerah juga.

“ Uangnya ku habiskan untuk mentraktir Sehun di kantin “ skak mat kau Choi Hyun Ra! Rasakan itu! Sehun di sebelahku senyam-senyum tidak jelas. Sepertinya ia terserang penyakit cacingan. Hyun Ra kembali ke tempat duduknya. Cicak-cicak itu sudah ia singkirkan. Tentunya dengan susah payah dan nyali yang menggunung.

**

Sepuluh menit kulewati di pinggir jalan ini sendirian. Aku menunggu Sehun dengan Luhan yang sedang membeli buble tea di sekitar sekolah. Mengapa aku menunggunya? Karena aku lupa jalan pulang. Kalau aku nekat untuk kembali ke rumah Sehun, bisa-bisa bukan rumah Sehun yang kuhampiri. Tapi Tempat Pembuangan Sampah. Entahlah, sudah berapa kali aku nyasar ke tempat itu sebelum mengenal Sehun. Salahkan saja instingku yang tidak bisa bekerja sama dengan otakku.

Tin Tin

“ Aw.. “ sebuah sedan merah menyerempetku dari samping.

Author pov

“ Aw.. “ sebuah sedan merah melaju dengan kencangnya melalui Chan Chan. Chan Chan tergeletak terduduk di pinggir trotoar. Sedan itu berhenti menampakkan tiga sosok wanita yang keluar melalui kaca jendela mobilnya.

“ Rasakan itu Shin Chan Chan! “ Choi Hyun Ra beserta pengikutnya tertawa melihat sang korban terjatuh tak berdaya.

“ Awas kau! Aku tak akan tinggal diam! “ Chan Chan membalas perkataan Hyun Ra. Tersangka utama turun dari mobilnya. Menghampiri si korban.

“ Hyun Ra! Sehun datang “ teman Hyun Ra berteriak pada Hyun Ra saat melihat Sehun dari kaca spionnya menuju ke arah mereka berdua. Hyun Ra berlari kembali menuju mobilnya. Takut jika aksi balas dendamnya di ketahui oleh sang pujaan hatinya.

“ Chan Chan, mengapa kau duduk di sini? “ Sehun datang menghampiri Chan Chan. Dilihatnya arah tatapan tajam Chan Chan pada sebuah mobil yang tidak jauh dari mereka.  Sehun tahu pasti itu mobil siapa. Itu adalah mobil Hyun Ra. Sudah terlalu sering bagi Sehun melihat mobil itu saat pulang sekolah dan berhenti di depannya. Ya, Hyun Ra sering mengajak pulang Sehun bersama. Tapi dengan dinginnya Sehun menolak ajakan tersebut.

Diambilnya sebuah batu koral berukuran setelapak tangan yang berada di depannya. Chan Chan melakukan ancang-ancang untuk melemparkan batu itu pada mobil Hyun Ra.

Pluk

Namun naas. Mobil Hyun Ra sudah melaju terlebih dahulu. Sehingga batu yang di lempar Chan Chan malah masuk ke dalam rumah seorang warga di sekitarnya. Hening. Sampai sebuah suara membuat degup jantung mereka bekerja lima puluh kali lipat dari biasanya.

Guk Guk Guk

Suara anjing itu terdengar kasar di telinga mereka berdua. Dari jauh, seekor anjing kini berlari mengarah pada kedua orang tersebut. Sehun segera mengambil ancang-ancang terlebih dahulu untuk memulai garis start. Berbeda dengan Chan Chan. Ia masih terduduk di tempatnya memandang kedatangan anjing bulldog berukuran bantet tersebut.

“ Sehun, tolong aku. Aku tidak bisa berlari. Kakiku sakit sekali “ ucap Chan Chan sambil menarik celana yang dikenakan Sehun sehingga sang pemilik celana harus menaikkan beberapa centi posisi celananya.

“ Naiklah ke punggungku. Cepat! “ Chan Chan segera naik ke punggung Sehun. Setelah Chan Chan berhasil menaiki punggung Sehun, sehun berlari sekencang mungkin menghindari kejaran anjing bantet tersebut. Warga yang melihat Sehun berlari tuggang langgang dari jauh segera masuk ke dalam rumah saat melihat sosok anjing ganas mengekor di belakangnya.

“ Ahjussi! Buka gerbangnya! Cepat buka! “ teriak Sehun saat dirinya tinggal beberapa meter sampai di rumahnya. Ahjussi itu melihat Sehun lari terbirit-birit di kejar oleh anjing kelaparan tersebut segera membuka gerbangnya lebar-lebar. Tanpa waktu lama, Sehun segera mempercepat laju larinya. Dan, sampailah ia di dalam rumahnya. Anjing tersebut menabrak pagar besi yang berdiri megah di kediaman rumah Oh *poor bantet. Anjing itu kembali ke kediamannya yang aman nyaman dan tentram.

Sehun tergeletak tak berdaya di teras rumahnya. Peluh bersimbah kini membasahi tubuhnya. Chan Chan berjalan melewati Sehun yang masih mengatur nafas akibat berlari menghindari anjing bantet tadi serta membawa beban di punggungnya berupa seorang gadis.

“ Kau bilang kau tidak bisa berjalan? “ tanya Sehun saat Chan Chan berada di hadapannya beberapa langkah.

“ Aku tidak menyuruhmu mempercayai kata-kataku “ Chan Chan meninggalkan Sehun yang masih mematung di tempat.

“ Jadi, aku ditipu? “ rutuk Sehun pada dirinya sendiri. Ia tidak marah pada Chan Chan. Karena ia juga menyadari sebuah perbuatan yang pernah ia perbuat dulu pada seseorang. Saat itu ia dengan kesebelas temannya sedang bermain basket di sekitar rumahnya. Tiba-tiba saja ia terjatuh saat ingin memasukkan bola ke dalam ring. Ia kira ia tidak bisa berjalan. Ternyata ia salah. Tapi ia mengaku kepada hyung-hyungnya bahwa ia tidak bisa berjalan. Terlalu malas baginya untuk berjalan pulang ke rumahnya. Jadilah ia meminta Kris untuk menjadi kakinya. Ya, Kris menggendong Sehun di punggungnya dan membawa Sehun menuju rumahnya. Sama halnya dengan Sehun. Krispun  berpeluh simbah saat menggendong Sehun.

“ Apa ini karmaku? “ Sehun sibuk menerka-nerka kejadian yang ia alami barusan.

**

“ Jika ingin kutukan itu hilang, orang yang terkena kutukan tersebut harus melakukan hal baik sebagai balasan atas yang ia perbuat dulu “ ditutupnya buku usang itu oleh Sehun. Buku itu berisi tentang hal mitos di dunia nyata yang mungkin saja tidak akan terjadi di dunia manusia. Bagaimana riwayatnya buku itu bisa berada di tangan Sehun? karena Sehun dan Chan Chan sengaja mengambilnya di perpustakaan. Terlalu  membuang uang jika ia membeli buku tersebut.

“ Apa aku baik Oh Sehun? “ bagaikan tersambar petir milik Chen. Sehun tak kuasa menjawabnya. Bohong jika ia bilang Chan Chan adalah gadis baik-baik. Tetapi ia juga berbohong jika bilang kalau Chan Chan adalah gadis yang kurang baik. Terkadang Chan Chan melakukan hal yang kurang baik untuk dilakukan oleh seorang yeoja. Seperti mengajak anak kecil berantem di sekitar rumahnya. Tapi terkadang ia juga menjadi yeoja yang baik saat melihat orang lain kesusahan. Kemarin ia baru saja menyaksikan kisah yang mengharu biru. Ya, Chan Chan menolong seorang anak kecil yang sedang bermain di tengah jalan dan nyaris saja anak itu tertabrak mobil. Dan alhasil, ia terkena omelan sang pemilik mobil karena orang itu mengira, anak kecil itu adalah adik Chan Chan.

“ Menurutmu? “ tanya Sehun balik. Chan Chan seperti menimang-nimang pertanyaan yang dilontarkan oleh Sehun.

“ Aku adalah yeoja yang baik “ jleb. Sebuah jawaban yang sudah diketahui oleh Sehun. Pasti yeoja itu tidak menyadari sama sekali kelakuannya. Dasar kucing garong! Umpat Sehun dalam hati.

“ Sehun, bagaimana aku bisa terdampar di rumah ini? “

“ Memangnya kau tidak tahu? “ Chan Chan mengedikkan bahunya. Disiapkannya pendengaran telinganya setajam mungkin untuk mendengar dongeng dari seorang Oh Sehun.

“ Begini, saat itu aku sedang berkeliling dengan mobilku. Tiba-tiba saja aku bertemu dengan seorang nenek gothic. Dan ia memberikan sebuah boneka padaku. Malam harinya, ku buang boneka itu melalui balkon kamarku. Terjadilah peristiwa itu. Bukannya boneka itu yang berada di kolam renang, malah kau yang berada di kolam renang “ tanpa jeda Sehun menjelakan peristiwa beberapa hari lalu. Chan Chan bangkit dari duduknya.

“ Apa nenek itu membawa gayung, berpakaian compang-camping, serta tikar kusam yang berada di tangannya? “

“ Bagaimana kau tahu? “ Chan Chan menepuk jidatnya. Sepintas ia ingat kejadian beberrapa hari lalu sebelum ia terdampar di rumah Sehun.

Flashback

Yeoja itu berlari menghindari kejaran beberapa preman di belakangnya. Preman-preman itu mempercepat laju larinya mengejar yeoja itu. Yeoja itu adalah Shin Chan Chan. Ia berusaha menghindari preman itu karena telah membuat preman-preman itu babak belur. Tentu saja dengan sebuah alasan. Karena ia melihat seorang anak kecil sedang dipalak oleh preman itu. Chan Chan langsung menghampiri para preman tersebut dan meninjunya. Otomatis perlakuannya tersebut membuat singa yang sedang memangsa korbannya mengamuk.

Tak sengaja. Saat berlari ia menabrak seorang nenek tua di depannya. Nenek itu pun terjatuh di buatnya. Chan Chan yang panik melihat para preman itu mendekat ke arahnya segera bangkit dan berlari meninggalkan nenek tersebut.

“ Minggir kau nenek sialan! Mengganggu jalan ku saja! “ para preman tersebut membentak nenek tersebut yang masih terjatuh di tempatnya. Sekilas sebuah smirk muncul di wajah keriputnya.

“ Kau akan mendapatkan akibatnya anak muda “ ucap nenek itu sepelan mungkin sampi kerumunan semutpun tak dapat mendengarnya.

Chan Chan merutuki dirinya sendiri saat ia melihat nenek tak bersalah tersebut juga ikut menjadi korban setelah seorang kakek yang membawa cangkul menjadi korban pertamanya.

Flashback End

Masih ingat betul wajah nenek tersebut saat ia tidak sengaja menabrak nenek tersebut. Gayung dari batok kelapa, tikar tenda, serta payung yang sudah rumpang yang di bawa oleh nenek tersebut masih tertanam jelas di ingatannya.

“ Sepertinya kau bukan terkena kutukan, melainkan sebuah azab “

Pletak

Sebuah jitakan manis mendarat di kepala Sehun. sehun mengelus-elus kepalanya lembut. Sudah lebih dari tiga kali ia mendapatkan surprise berupa jitakan dari preman di depannya.

“ Sehun, tanggal berapa kau bertemu dengan nenek itu? “

“ Kalau tidak salah tanggal 12 Juli. Wae? “ dijentikkan jari lentik miliknya.

“ Tepat sekali. Saat itu juga aku bertemu dengannya dan tidak sengaja menabraknya “ setelah mengatakan hal penting tersebut keheningan menyelimuti mereka.

“ Sehun, bantu aku untuk mencari nenek itu. Aku harus meminta maaf padanya agar hidupku bisa kembali lagi “ terbersit kekecewaan di benak  Sehun. Jika ia membantu Chan Chan untuk menemukan nenek tersebut, itu berarti waktu ia bersama Chan Chan akan semakin menipis. Ya, ia tidak ingin kehilangan Chan Chan di saat ia mulai mencintainya. Mencintai bonekanya sendiri. Sehun menganggukan kepalanya pelan. Berharap jika jawabannya benar-benar pilihan yang benar. Bukan pilihan yang membuatnya menyesal nantinya.

“ Tapi kita harus mencarinya dimana Sehun? “ Sehun tampak berpikir-pikir sambil mengelus-elus dagu  runcingnya.

“ Bagaimana di bioskop. Siapa tahu ia sedang menggelar jumpa fans dengan para the Grandma Gayungers setelah menonton Film Nenek Gayung “

Pletak pletak pletak

Tiga buah jitakan mendarat mulus di kepala Sehun. Siapa lagi kalau bukan Shin Chan Chan tersangkanya.

“ Kau tahu? Sudah berapa kali kau menjitakku hari ini huh?! Tiga belas kali huh! Tiga belas! “ dibentak-bentaknya Chan Chan sambil menunjukkan angka satu dan tiga dengan jarinya. Tanpa Sehun sangka, perlakuan Chan Chan kali ini membuatnya tercengang. Chan Chan sedang mengusap-usap lembut kepala Sehun dengan tangannya yang habis terkena aksi anarkisnya dengan lembut.

“ Maafkan aku ne “ eye smile serta lesung pipi di pipi Chan Chan kini timbul di wajahnya. Membuat seorang Oh Sehun kehabisan nafas dibuatnya.

Sehun pov

“ Maafkan aku ne “ omona! Baru kali ini aku melihat seorang Chan Chan meminta maaf padaku. Dan, lihat eye smilenya yang sempurna beserta lesung pipi di pipinya. Tuhan, mengapa kau menciptakan makhluk sesempurna ini. Ku rasakan sesak di dadaku. Bukan sesak saat bertemu dengan nenek gayung saat itu. Aku tak mengerti dengan yang kurasakan sekarang. Entah mengapa saat melihatnya tersenyum bahagia seakan-akan aku juga merasakan kebahagiaan yang ia rasakan. Begitu sebaliknya saat aku melihat ia sedang sedih, aku juga ikut merasakan kesedihan yang ia rasakan. Memangnya seorang Chan Chan bisa galau? Sepertinya aku meragukan hal itu.

Tiba-tiba saja ide jahil terlintas di pikiranku.

“ Mana bisa begitu. Kau sudah terlalu banyak menyakiti kepalaku “ kualihkan pandanganku ke arah lain. Biar saja ia mengira bahwa aku tidak memaafkannya.

“ Lalu apa yang harus kulakukan? “

Grep

Aku langsung memeluk tubuhnya dan menghempaskannya di kasurku.

“ Jadilah gulingku malam ini “ awalnya ia berontak, tapi perlahan ia menghentikan aksinya tersebut. Kulihat sepintas wajahnya yang berada di dadaku. Ia tersenyum? Semburat merah ikut timbul di wajah cantiknya. Apa ini semua karena ulahku? Kuharap begitu. Kehangatan menjalar di tubuh kami. Tak kupedulikan hawa dingin yang menyelimuti kamarku. Karena sekarang aku sudah memiliki pengatur suhu tubuhku. Ya, dialah Shin Chan Chan. Bonekaku.

**

“ Anak-anak, kalian ingatkan jika minggu depan akan diadakan kompetisi dance? “ seluruh siswa menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan dari Song seonsaengnim selaku wali kelasku.

“ Ternyata minggu depan tidak hanya diadakan kompetisi dance, tapi juga kompetisi seperti Sepak bola, Basket, Bola Volly, Modelling, dll. Jika ada yang berminat untuk mencalonkan diri menjadi peserta kompetisi tersebut, harap mendaftarkan diri pada Hye Mi “

Tiba-tiba saja kelas menjadi riuh seperti pasar.

“ Kai, kau ikut kompetisi dance saja bersama Sehun “ Hye Mi mencoba memberi saran pada Kai. Kai pun mengangguk mengiyakan. Tentu saja aku dan Kai akan mencalonkan diri mejadi peserta dalam kompetisi tersebut. Karena memang itulah keahlian kami berdua. Tidak luput si Hyun Ra ikut mendaftarkan diri sebagai calon peserta dalam kompetisi tersebut.

“ Sehun, aku juga ingin ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Ku mohon daftarkan aku untuk mengikuti kompetisi Basket ne “ Chan Chan memohon padaku dengan puppy eyesnya. Baiklah akan kulakukan. Aku segera menuju ke arah kerumunan siswa tersebut untuk mendaftarkan Chan Chan sebagai peserta kompetisi tersebut. Sepertinya, aku harus mengerjai yeojaku dulu. Ya, benar. Ku kerjai ia dulu agar ia jera untuk menjitak kepalaku. Dan membalas perbuatannya kemarin karena ia telah membohongiku. Menmbohongiku kalau ia tidak bisa berjalan.

Chan Chan pov

Sehun segera menuju ke arah tempat Hye Mi dan Kai duduk. Akhirnya aku mengikuti kompetisi ini. Karena saat di sekolah, aku tidak diperkenankan untuk mengikuti kompetisi tersebut karena eomma dan appaku melarangku. Mereka takut jika aku mengikuti kompetisi tersebut, kelakuan namjaku semakin menjadi-jadi. Memangnya aku peduli?

Kerumunan siswa yang memenuhi bangku Hye Mi kini bubar setelah Hye Mi selesai mendata siswa yang akan ikut berpartisipasi dalam kompetisi tahunan sekolah.

“ Baiklah anak-anak, saya akan membacakan kembali nama-nama siswa beserta kompetisi yang akan ia ikuti “  ucap Song seonsaengnim lantang setelah Hye Mi menyerahkan selembar kertas berisi data-data siswa tersebut.

“ Kim Jong In akan mengikuti kompetisi dance “

“ Ne seonsaengnim “ jawab Kai setelah namanya di panggil.

“ Park Hye Mi akan mengikuti dua kompetisi. Yaitu, Bola Volly dan tenis meja “ Hye Mi menganggukkan kepalanya.

“ Shin Chan Chan juga akan mengikuti dua kompetisi “ namaku di panggil.

“ Yang pertama adalah Kompetisi Dance dan yang kedua adalah Kompetisi Modeling “

“ Apa? “

TBC

Emang enak dikerjain?😀 kali ini author bikin si Chan Chan jadi anak malang. Dan sesuai permintaan para reader agar Sehun mencintai Chan Chan author buatlah si cadel mencintai iblis dari Korea *piss. Author ngerjain part yang ini setelah melihat banyaknya pembaca yang antusias membaca ff abal author ini dan segera meminta part selanjutnya. Dan itulah yang membuat author semangat untuk next chaptnya. Kemungkinan next chaptnya author publish di blog author soalnya kalau di sini ngantri😀 author janji akan segera membuat part selanjutnya jika banyaknya coment dan like yang mendukung J sedikit bocoran nih buat part selanjutnya, entar ada member Exo yang mencintai Chan Chan juga. Silahkan kalian tebak siapa orangnya😀 *evil laugh. Kalau ada yang ingin tanya tanya mengenai ff ini, bisa add fb author Julisa Agustia tentunya kalau yang belum berteman😀 Sekian dari author J dan budayakan RCL ne setelah membaca😀

6 thoughts on “My Doll is Real (chapter3)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s