[FREELANCE] Love at first sigh s.eo.u.l (just one day)

love jpg

Title: Love at first sigh s.eo.u.l (just one day)
Author:  ikiyou/igiyou
Main Cast: -Byun Baekhyun
-Jung Yena (oc)
-(?)
Genre: Romance, sad(?)
Rating: General
Length: Vignette
Disclaimer: The casts are belong to God and their family, and this Fan Fiction is mine. Pure my imagination.

Summary: – ……Cinta pada pandangan pertama mungkin memang ada tapi apakah selalu begini? Aku jatuh bahkan sebelum aku sempat memulai layaknya seseorang yang kalah sebelum bertarung…….-

Note : this is my first fanfiction so please after read please comment, ok J dan ini sudah pernah di post di blog saya tercinta dan Indonesia fanfiction.

 

My versions

Suara pesawat  terdengar mendarat di dalam bandara. Seorang gadis tampak keluar dari pesawat sebagai salah satu penumpang. Dengan kaos putih yang dipadukan dengan syal berwarna biru bermotif kupu-kupu dan celana jeans panjang. Dia menggunakan heels dengan tinggi 5 cm dan tas selempang coklat yang dilingkarkan di bahunya. Dia terlihat sangat cantik. Dengan dandanan yg sesederhana itu ia tetap terlihat bersinar.

******

Langit tersenyum manis pagi ini. Awan-awan memperlihatkan bahwa mereka menyambut pagi dengan bahagia. Tak ada semburat gelap diwajahnya. Sama sepertiku memulai hari yang cerah ini dengan senyum terbaik. Aku merindukan tempat ini. S.E.O.U.L. kota kelahiranku. Kota yang penuh dengan kenangan.

“omona .. bagaimana mungkin kota ini menjadi sedingin ini setelah 5 tahun”

“hhh” aku menghela nafas dan menghirupnya kembali seperti tak ingin kehilangan pasokan oksigen ku yang sangat berharga. Hari ini aku membawa kamera Polaroid kesayanganku. Banyak gambar yang ku ambil. Tapi ada satu yang menarik perhatian ku selama berjalan-jalan di sepanjang sungai han ini. Seorang anak kecil yang entah kenapa kurasa ia sedang bersembunyi. Aku menunduk sedikit agar lebih dekat kepadanya dan tentunya dengan senyum manisku. Bukan aku terlalu percaya diri hanya saja orang-orang terdekat ku mengatakan senyumku sangat manis. Hahaha sebegitu senang kah aku dipuji ? oh jelas. Baiklah kita kembali ke topik.

“hai kau sedang apa?” aku masih tersenyum dengan sangat manis kepadanya agar dia tak takut padaku kalau-kalu dia menganggapku penculik. Cih bisa hancur reputasi ku dan mana mungkin gadis dengan penampilan casual sepertiku penculik. Baik cukup, lanjutkan.

Hey kenapa dia diam saja. Atau mungkin dia takut padaku. Langsung saja aku mengambil kaca yang ada di tas ku. ku telaah tak ada yang salah dengan wajahku.

“hai, kau sedang apa?” dan aku mengulanginya untuk kedua kalinya. Baiklah aku masih bersabar dengan bocah ini. Tapi hasilnya bibirnya tetap diam tapi ada respon yang dikeluarkannya. Dia menggerakan jarinya agar aku mendekat padanya. Aku sedikit bingung apa maksud anak kecil Ini tapi kurasa ini lebih baik dari pada tak ada respon. Aku lebih mendekatkan tubuh ku kearahnya. Dan.”yakkk …!!!”

Kalian tahu apa yang dilakukan bocah itu hingga aku  berteriak? DIA MENYEMPROTKU DENGAN PISTOL AIR! CAMKAN ITU pistol air, yah itu memang hanya pistol mainan hanya saja dia sudah berlaku tidak sopan padaku untung saja aku tak jatuh bagaimana jika iya aish betapa malunya aku mau taruh dimana mukaku mungkin aku takkan berani kembali ketempat ini. cihh kali ini aku bersiap memarahinya. Tapi setelah aku melihatnya dia hanya tersenyum . kyeopta. Aku jadi tak tega jika berteriak padanya, mungkin saja dia tidak mengerti. Aku melihat kearah sampingnya ia menggenggam sebuah tangan? Kulihat dari bawah hingga keatas. Dia…..

“mianhae dia memang sangat nakal . gwenchana?” ucapnya sedikit khawatir ? mungkin?

“ahh gwenchana” aku tersenyum padanya.

Tapi anak itu malah berlari menemui ibunya. Huft.

“Naega baekhyun, byun baekhyun” dia mengulurkan tangannya kearahku dan tersenyum. Aku suka senyumannya.sangat menawan. Menurutku dia tampan.

“Yena iminida. Jung yena.” Ucapku dan mengulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Tak mungkin bukan aku mengabaikannya. Sungguh tak sopan. “yang tadi benar-benar adikmu ?dia lucu memang, hanya saja menyebalkan.” Ucapku sedikit frontal. Aku tak peduli bagaimana pendapatnya tentangku. Aku sudah terlanjur kesal dengan bocah itu. Biar saja kuluapkan kepada kakaknya yang tampan toh dia tak marah. Tapi tunggu dia memang tak marah tapi dia malah cekikikan tak jelas . MEYEBALKAN. Dasar kakak dan adik sama saja tak ada bedanya senang sekali membuat orang lain merasa jengkel.

“yakkk berhenti tertawa tuan “ ucapku sedikit berpura-pura marah.

“HAHAHAHHAHAHHAHAH” mwo apa yang dia lakukan! Aku hanya diam  melihatnya. Dia terlihat lebih tampan jika tertawa seakan tak ada beban. Bukankah menyenangkan melihat orang lain tertawa karena kita. Entah kenapa aku tersenyum. Entahlah aku tak mengerti kenapa. Dia juga tersenyum. Membalas senyumanku.

Kami mengobrol begitu lama . membicarakan hal yang kurasa tak terlalu penting. Aku terus tersenyum selama perjalanan. Entahlah aku kenapa. Hanya…. aneh. Bahkan aku saja tak mengenal diriku yang sekarang. Nyaman . kurasa kata yang pas mendeskripsikan perasaanku padanya.

*****

“Kau?” dunia sudah gila bagaimana mungkin kami bisa bebicara secara bersamaan dengan kata yang sama. Oh tuhan tolonglah aku entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

“kau duluan”ucapnya sedikit gugup. Dan menggaruk tengkuknya. Aku pastikan itu tidak gatal. “ladies first” tambahnya dengan senyuman yang terukir sangat jelas di wajahnya.

Aku hanya tersenyum untuk sekedar membalas .

“emm apakah kau ingin ice cream?”

“ice cream?” tanyanya sambil mengernyitkan dahinya. “tak buruk kaja” ucapnya dengan riang. Seperti anak kecil. Tanpa terasa dia menggenggam tanganku. Aku sedkit kaget. Lalu dia menarikku ke lapak(?) ice cream.

“Kau mau rasa apa ?”

“coklat”

“ini”

“kamsahamnida”

Banyak hal indah yang kualami hari ini.

Eomma bogosippeo.

Aku melihat hamparan pemandangan yang tersuguh di depanku. Hari sudah larut tentu saja suasana menjadi lebih berbeda. Lebih hangat dan indah. Kilasan bayangan itu muncul lagi dibenakku. Sungguh aku sangat merindukannya. Saat-saat 5 tahun lalu. Saat kami masih bersama, tertawa bahagia dan tak  ada kesedihan seperti saat ini. Aku kembali merindukanmu. Benar kata appa tempat ini hanya akan mengingatkanku padanya. Pada kenangan yg indah maupun menyakitkan. Kadang aku berpikir akan lebih baik jika aku menyusulnya. Tapi aku tahu appa membutuhkanku. Tanpa sadar air mataku jatuh. Aishh aku benci saat-saat seperti ini.

“neo gwenchana?”

Ah benar masih ada orang disampingku . bahkan aku sampai lupa ada oran lain disini bersmaku.

“ah gwenchana. Aku minta karena mengacuhkanmu.aku terlalu sibuk terbang ke masa lalu.” Ucapku dengan nada yang semakin lama semakin melemah.

“kau bisa bercerita padaku jika kau mau” dia tetap tersenyum. Aku dapat menangkap bahwa dia tersenyum tulus padaku.

“dapatkah aku percaya padamu?”

“kau tak boleh percaya padaku..” ucapnya menggantung. Mwo? Apa maksudnya. Bukankah dia sendiri yang mengatakan bahwa aku dapat bercerita padanya. Apakah aku salah memberi pertanyaan?.

“kau tak boleh percaya padaku atau siapapun. Tak ada yang benar-benar jujur di dunia ini” setelah mengatakan kalimat itu dia langsung berjalan meninggalkanku yang masih mematung dengan ucpannya. Aku benar-benar tak mengerti kemana arah pembicaraannya.

Selang beberapa menit tiba-tiba dia membalikan badannya. Dia mentapku sebentar. Aku hanya menatapnya dengan tatapan polosku. Aku benar-benar dibuat bingung olehnya. Aku sedikit mengernyit saat dia tiba-tiba lagi , baiklah ada penekanan di kata-kata “TIBA – TIBA LAGI” tersenyum miring ke arahku. Lalu dengan seenaknya dia membalikan badan kembali dan berjalan seperti tak terjadi apa-apa. Dia membiarkanku mengalami kebingunan sendiri.

“yak tunggu” aku mensejajarkan langkahku dengannya. Aku sedikit menghela nafas akibat jarak kami yg cukup jauh dan aku harus mengejarnya untuk menyamai langkahku dengannya.

Dia berhenti seketika. Aku menatapnya lekat-lekat. Ada apa dengan orang ini? Ini adalah pertanyaan kesekian kalinya yang ku berikan pada hatiku. Memang gila bertanya pada hati yg jelas-jelas tidak akan menjawab. Aku sebal dengan kenyataan itu.

Deg.

Aku rasa ada aliran listrik yang mengalir di tubuhku. Kenapa aku tak dapat bergerak. Tubuhku terasa kaku. Oh tuhan ada apa denganku. Kurasa sekarang pipi ku mulai memanas sperti terbakar. Sungguh aku malu. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya. Mungkinkah love at first sigh itu ada ? seperti yag eonie katakan sebelum aku meninggalkan new York.

Aku menunduk melihat tangannya yg mengenggam tanganku. Lalu aku beralih menatap matanya. Dia hanya tersenyum. Dan mengayunkan tangan kami selayaknya sepasang….. kekasih ? mungkinkah?

Dia berhenti lagi.lagi. dan lagi. Mungkin kalau aku tak salah hitung ini sudah ketiga kalinya dia melakukan hal yang sama. Aku sedikit bosan. Dan aku menunjukkannya dengan memasang wajah kesal.  Entah karena angin apa yg membuat ku berani melakukan hal ini pada orang asing. Tapi ini sungguh, aku merasa nyaman. Aku merasa bahwa aku sudah mengenalnya deangan baik. Kami sudah dekat dalam waktu yg lama.

“lihatlah” baekhyun menunjuk kearah kiri ku.

Cepat saja aku menoleh.

“indah bukan ?” aku tak melihat bagaimana ekspresinya saat mengatakan itu. Aku terlalu fokus dengan apa yg ada dihadapanku. Benar ini indah. Ada begitu banyak lampu malam yg menambah indah tempat ini. Sangat cantik.

Cup.

Aku menoleh dengan sangat cepat mendapat perlakuan seperti tadi.  Aku terlalu terkejut sedangkan dia

TERSENYUM.

Aku membalikkan arah pandangku dan berjalan lurus. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku. Terlalu tiba-tiba. Aku masih gugup, malu , senang dan .. semua perasaan itu bercampur aduk menjadi satu. Aku tak menyadari jika aku ..

Dug

“aakkkkk” sampai menabrak.  aku meringis memegangi dahiku yang sakit akibat kejadian baku hantam dengan pohon.

“kau baik-baik saja?” dia tampak khawatir dengan keadaanku. Jelas saja sampai memerah begini. Dampak baiknya dia memegangi dahiku yg terasa nyeri akibat benturan tadi.

“kau kenapa hah? Bagaiman bisa sampai menabrak pohon?”

“aaa…” aku menggaruk kepalaku yg tak gatal. Bingung ingin menjawab apa.

Aku tersenyum cengengesan dihadapannya “gwenchana” lalu berbalik membelakanginya.

“aish aish aku malu” ucapku dalamhati.

“kau benar-benar tak apa bukan?”

“he..? ne..” balasku dengan sebuah cengiran. Aku masih tak percaya dengan apa yg terjadi.

“kalau begitu ,kaja ! aku lapar”ajaknya menarik tanganku lagi. Sementara aku masih terlalu shock . seketika aku sadar dia telah mencimku . sungguh menciumku. Apakah dia menyukaiku? Aku tersenyum dan merasakan pipiku mulai memanas. Hatiku melompat-lompat serasa ingin keluar. Jantung ku bertalu dengan cepat seakan meminta pertolongan. Oh tuhan pasokan oksigen ku kemana? Aku berteriak sekencang-kencangnya dalam hati. Tentu saja tak ada yg mendengar. Hahahah. Aku senang. Aku bahagia.

“hey.. ye-ya kau mau makan apa?” sambil mngibaskan tangannya di depan wajahku. Tuggu, ye-ya? Dia memanggilku ye-ya ? oh God… stop it yena . kau terlalu berlebihan mungkin saja dia memangilmu seperti itu sebagai bentuk panggilan seorang sahabat pada sahabatnya.

“ah..eemm…..” aku berpikir cukup lama untuk memutuskan apa yang akan ku makan. Ah.. aku menjentikkan jariku.

“seafood”

“chagi”

Ucapku bersamaan dengan apa yg baekhyun  katakan. Kami monoleh satu sama lain dan tertawa. Aku tak terlalu jelas mendengar  apa  yg dia katakan karena suara kami bertabrakan sehingga suara yg terdengarpun tidak jelas.  Aku menoleh ke arah tangannya seperti memanggil seseorang. jelas saja. Dan itu seorang gadis. Aku sedikit tersentak dengan kata terakhir yg dikatakan baekhyun. “chagi” dia memanggil gadis itu dengan panggilan sayang.

“oh nugu?” ucap gadis yg tak ku ketahui namanya itu pada baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk dan tersentyum sambil menoleh kearahku seakan dia memberikan isyarat bahwasanya gadis itu harus memperkenalkan dirinya padaku. Seperti itu kurang lebih tebakanku.

“annyeong han hyera imnida” gadis itu membungkukan badannya kearahku dan tersenyum ramah. Tapi kemudian baekhyun menambahkan dengan singkat.

“dia… “ ucapnya masih menggantung seakan dia bingung memilih kata yang tepat untuk disampaikan padaku.” Aku membutuhkan jawabanmu tuan” ucapku dalam hati

“gadisku” tambahnya cepat. Dia menampilkan senyum kakunya padaku. Dan kalian tahu bagaimana perasaanku. Seperti diterpa angin topan tornado atau bencana yang lebih mengerikan secara tiba-tiba. Meraka siap mempora-porandakan segalanya termasuk hatiku sampai keakar-akarnya. Menghancurkannya sekali tepuk. Sakiiiit sekali. Hancur menjadi berkeping-keping yang takkan pernah bersatu kembali karena tertiup oleh angin itu sendiri. Rasanya aku dihempaskan begitu saja ke dalam dasar jurang dimana ada puluhan besi baja lancip yang menunggu untuk menusuk tubuhku dan terakhir mayatku dikoyak oleh burung gagak. Hancur bukan?

Sekali lagi Eonni juga benar tentang ini. Cinta pada pandangan pertama mungkin memang ada tapi apakah selalu begini? Aku jatuh bahkan sebelum aku sempat memulai layaknya seseorang yang kalah sebelum bertarung. Pecundang. Memalukan. Aku tak dapat menangis disini. Tahan yena kau pasti bisa.

Aku bangun dari tempat dudukku. “jung yena imnida” ucapku mmperkenalkan diri dengan senyum palsuku.

Huuhhhhhhh ……..

Aku menarik nafas panjang dan membuangnya secara perlahan. Akhirnya makan malam terkutuk itu berakhir. Saat perpisahan aku hanya mengucapkan terimakasih pada mereka dan yahh kami berpisah untuk.. selamaya…….. mungkin?

Bahkan sekarang aku berjalan seperti orang mabuk yang tak tahu arah jalan pulang. aku tak tahu sejak kapan cairan bening muncul dari kedua mataku. Rasanya sakit. Bahkan masih sangat sakit.

“Cih apa-apaan air mata ini! ku hapus keluar lagi seperti ingus saja.” Aku mengumpat dalam hati. Aku sudah tak perduli lagi dengan tatapan orang-orang disekitarku. Mungkin mereka mengaggapku gadis gila.  Tak masalah asal mereka tak membawaku kerumah sakit jiwa .

Dug

“ahhhh” pekikku.

“yakkk apa kau tak punya mata hah?” teriakku ke arah manusia yang sudah berani mengganggu singa yang sedang marah. Ada baiknya jika aku melimpahkan kemarahanku padanya toh dia juga tak tahu.

“apa kau berjalan menggunakan mata kakimu hah.. sampai-sampai kau menabrak manusia sebesar ini yang jelas-jelas ada dihadapanmu. Dasar menyebalkan. Untung saja aku tak jatuh bagaimna jika aku terluka hah?” teriakku lebih kencang meluapkan segala amarahku. Kutambahkan sedikit aktingku dengan mengusap lengan kananku, tapi ini tak sungguh-sungguh bohong ini benar sakit.

Aku melotot padanya saat dia memulai membalikan badannya.

“heh nona memangnya ini salahku saja. Kau sendiri jalan seperti orang mabuk dangan kondisi yang err menyedihkan.” Dia melihatku dari atas sampai bawah.

“Kau juga harus menggunakan matamu jangan hanya menangis dijalan . ini bukan tempat yg digunakan untuk me na ngis. “ dia menekankan kata-kata menagis dengan sangat jelas dengan nada sangat sinis padaku. Cihh bedebah orang ini. Ingin sekali aku mencakar rambut keritingnya.

“mwo? Apa urusanmu hah!! Harusnya kau meminta maaf padaku tuan !” aku masih berteriak bahkan semakin lama-semakin keras.

Bukannya meminta maaf dia malah berbalik dan bersiap untuk pergi. Apa-apaan dia. Tidak bertanggung jawab sekali.

“dasar gadis gila” desisnya.

Dan dia berjalan begitu saja.

“heii bodoh apa yang kau katakan. Kau benar-benar memancing emosiku TUAN!” Dengan nada yang semakin meninggi. Aku sudah siap akan menyusulnya dan mencabik manusia itu. Kini aku sudah berubah menjadi singa lapar. Tapi saat aku melangkah aku menginjak sesuatu .

”ouwh apa ini ?”

seketika aku ingat manusia itu. Aku menoleh cepat dan hasilnya  nihil. Dia menghilang tanpa jejak.

“dasar pengecut” teriakku seperti orang frustasi. Lalu aku melihat gantungan kunci yang ku pegang.

“emmm………… hyun?”

“aish kenapa tulisan didepannya tak dapat dibaca. Dasar gantungan kunci lapuk sama seperti pemiliknya.” Lalu aku membalik gantungan kunci itu.

“jadi ini marganya “ aku hanya mengangguk melihatnya.

Ah sudahlah persetan dengan manusia itu.

 

Tomorrow

 

“Eomma aku akan kembali ke new York hari ini juga. Disini terlalu menyakitkan. Appa tak datang bersamaku. Maaf. Dia hanya belum siap kembali ketempat penuh kenangan ini. Kami pergi hanya untuk menghilangkan kenangan menyakitkan. Aku sangat merindukanmu eomma. Tidak bisakah kau datang kedalam mimpiku dan menenangkan hatiku yang sedang terluka ini ? mungkinkah aku tidak benar-benar jatuh cinta pada pandanagan pertama padanya? Mungkinkah tuhan membiarkanku terhempas sebelum memulai karena ia tak ingin aku terluka lebih jauh ? bisakah aku menggunakan kata-kata penghibur itu eomma? Tapi… mana mungkin seperti itu. Sudah ya eomma aku pergi. Sebentar lagi pesawtku berangkat. Saranghae eomma.”

Perlahan aku pergi meninggalkan makam eomma. Aku tak menangis. Aku terlalu lelah untuk menangis.

****

@AIRPORT.

Aku menuruni tangga pesawat bersiap menginjakan kaki di new York kembali.

Brakk

“akkhh..” sepertinya begini cara ku menginjakkan kaki kembali disini. Dengan terjatuh. Dan mungkin seperti inilah juga New York meyapaku, menyambut kehadiranku kembali. Yaitu sebuah hadiah tabrakan yang tepat mengenai bahuku.

“mianhae nona” terdengar suara laki-laki. Dia mengulurkan tangannnya uuntukku. Dan…

“kau”

“kau”

-END-

Mianhae kalo ffnya gaje dan membosankan  dan tetek bengek lainnya yang lebih aneh.  Mohon maaf banget bila ada banyak typo dan gaya penulisan yg tidak sesuai. Ini adalah first ff saya jadi dimohonkan kritik dan sarannnya ya.🙂  ini ff keluarnya dari hasil imajinasi mimpi saya yang tertuang dalam bentuk ff *EAKK #capsjebol .Keep read and comment.:))))))))))))))))))))) and terimakasih juga bwt admin yg udah mau ngepost❤ #salam full color . untuk endingnya yang tambah gak berbentuk saya mohon maaf lagi.…….

One thought on “[FREELANCE] Love at first sigh s.eo.u.l (just one day)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s