[FREELANCE] School Clinic

T131288364290a14b8f2f619c7a85db2a285da5d72e6

 

School Clinic a ficlet by ainayanf|

With EXO-K’s Oh Sehun and OC’s Park Hyein|

fluff, friendship and romance Genre|

Oneshot Length|

and Teenager Rating|

[already post in ainayanf.wordpress.com]

—–

“Park Hyein,” Aku yang sedang membereskan beberapa alat di Ruang Kesehatan pun menoleh, mencari sumber suara itu.

 Kakiku serasa berat untuk melangkah, walaupun hanya berjalan tiga langkah untuk membuka pintu Ruang Kesehatan.

“Ya?” tanyaku seraya berpegangan di gagang pintu.

Qian Seonsaengnim rupanya.

“Ada murid dari kelas dua belas yang sakit,”

geu­-geundae waktu berjaga saya sudah habis. Saya harus pulang Seonsaengnim,”

Aku seorang murid kelas dua belas juga, tapi kadang aku ditugaskan untuk menjaga ruang kesehatan dan menjadi petugas kesehatan—–kadang.

“uh, tolonglah. Mukanya pucat sekali, kau akan kuberi nilai tambah saat pelajaran Bahasa China. Bagaimana?” tawar Qian Seonsaengnim.

Astaga, Qian Seonsaengnim. Ia tahu sekali bahwa aku sangat lemah dalam pelajaran bahasa china. Tapi, badanku lebih lemah sekarang.

Aku meringis, bingung.

“Qian Seonsaengnim! Seonsaengnim dipanggil oleh Sunyoung Seonsaengnim,” Seru Seseorang dari luar, aku seperti mengenali suaranya, Kim Jong-In?

Pintu Ruang Kesehatan kembali terbuka, ada sosok Kim Jong-In disana, Ia tengah membopong seseorang.

Yaa, Park Hyein, lihat namjamu ini! Mukanya sudah persis mayat hidup! Obati dia! Ppali!

mwo? namja? namja mwoya?

“Iya! Oh Sehun! Namjamu yang bandel itu,” Jong-In segera menaruh Sehun di kasur Ruang Kesehatan.

“sudah dulu ya! Rawat dia baik-baik, doakan dia, peluk dia, berikan kecupan hangat—–“

“Sana pergi! dasar otak yadong!” Aku segera memotong ucapan Jong-In dengan nada kesal dan tangan yang mengibas—–mengusir.

Aigoo, kenapa dia bisa panas sekali?” Aku meniti langkah menuju lemari, mengambil thermometer.

Aku sudah benar-benar tidak memedulikan rasa sakit di kepalaku yang semakin menjadi-jadi.

“Astaga, 38,5 derajat?” Aku menatap tak percaya thermometer di tangan kananku sekarang.

Setelah mengompresnya, aku memerhatikan wajahnya baik-baik, wajah yang kukagumi selama ini, wajah yang polos saat tertidur.

“Cepat sembuh Oh Sehun,” gumamku pelan.

Ia tertidur, maka aku putuskan untuk tidur juga, siapa tahu bisa meringankan rasa sakitku.

—–

Author Side.

eodiga?” Oh Sehun mengerjap sedikit, tiba-tiba wangi khas obat-obatan menyeruak masuk di indra penciumannya.

Yang Sehun ingat tadi Ia masih berada di ruang menari dan kepalanya terasa pening. Dan setelahnya..Ia tidak tahu.

Sehun merasa ada sebuah tangan yang menggenggamnya. Ia menoleh ke samping kanannya.

Terlihat seorang Gadis yang tengah tidur di pinggir tempat tidur yang tengah Sehun baringi, anak rambutnya terlihat menutupi pipi putihnya. Sehun sangat mengenali model rambutnya. Sangat-sangat, Sehun kan sering memperhatikannya..diam-diam.

“Park Hyein,” gumam Sehun pelan. Ia mengeratakn genggaman tangannya dan Hyein. Tunggu, Ia merasa hangat? Bukan hangat, panas malah.

Tangan Sehun tergerak menyentuh kening Hyein, panas.

Ini tanganku yang panas atau dahi Hyein yang panas?

Sehun menyentuh pipinya, Ia merasakan suhu badannya sudah stabil. Berarti suhu tangannya juga stabil kan?

Sehun menggeleng Apa Hyein demam?

Pucat. Wajah Park Hyein pucat, bibir merah jambunya agak memutih.

Sehun segera mengambil kompres di lemari. Gantian. Kini Hyein yang terbaring lemah di tempat tidur.

“Sehun-ah, cepat sem..buh,” racau Hyein dalam tidurnya.

“Astaga,” Sehun yang kaget menjatuhkan antibiotic dan thermometer yang Ia ambil barusan akibat racauan Hyein.

“Hyein-ah,”

“Park Hyein,”

Hyein perlahan membuka matanya, Bukankah tadi posisinya sedang duduk? Kenapa tiba-tiba ia terbaring?

Ada Sosok Oh Sehun di kursi samping tempat tidur, tempatnya tadi tertidur.

“eum, kau minum antibiotic dulu,” ujar Sehun pelan.

Eo, aku minum sendiri saja,”

Sehun malah menolak “kau masih lemah Park Hyein.” Ia menuangkan antibiotic di sendok obat, lalu mendekatkan sendok itu ke mulut Hyein.

“Sini! Biar aku saja,” Hyein berusaha meraih sendok obat tersebut.

Ani. Cepat minum,”

Hyein pun akhirnya meminum antibiotic tersebut, Ia bukannya tidak mau disuapi Sehun, sungguh, siapa yang mau menolak disuapi oleh orang yang disukainya? Ia..Ia hanya malu.

“kau sudah sembuh? demammu sudah turun?” Hyein reflek menyentuh kening Sehun. Membuat keduanya seperti terserang sengatan kecil.

Sehun berdiri, menyelimuti tubuh mungil Hyein. “eung, kau istirahatlah,”

gomapta, Oh Sehun,”

—–

“Sehun-ah,” tidak ada balasan.

“Oh Sehun,” tidak ada balasan juga.

Sehun ternyata tidur. Wajahnya saat tidur terlampau polos, membuat Hyein tersenyum kecil ”kyeopta,”

“Sehun-ah, kau tau? A-aku merasa aneh saat berdekatan denganmu.”

“A-aku merasa tak sanggup untuk menatap wajahmu itu, atau..eum aku tak tahu harus berkata apa jika di dekatmu.”

“Aku aneh ya?”

“Padahal..aku tak pernah merasa seperti ini dengan laki-laki lain. Tidak dengan Jongin, Baekhyun ataupun Myungsoo.”

“Aku bisa dengan mudahnya menatap mereka, atau mengobrol dengan mereka. Tapi, tidak pernah bisa jika itu denganmu,”

 “ah, molla. Geundae, kalau jantungku sering berdetak cepat jika di dekatmu itu bukan cinta lalu itu apa?”

Saranghae Oh Sehun,” Hyein dengan perlahan mengusap rambut Sehun.

“k-kau tidak tidur?!” pekik Hyein kaget, ketika melihat Sehun sudah kembali duduk tegap—–setelah pernyataan ‘aku mencintaimu’nya tadi.

“eum, terbangun saat kau memanggilku,” ujarnya santai.

“Kenapa tadi tidak menjawab?”

“memangnya harus?”

“eung, a..a..ani, geu..geun..geundae,”Hyein menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Salah tingkah.

“Jadi kau mendengar yang tadi?” Hyein menundukkan kepalanya, malu.  Ketahuan sudah mengungkapkan perasaannya.

“aku mendengar semuanya.”

NDE?!”

“Iya, aku mendengar se-mu-a yang kau ucapkan,”

“a..anu abaikan saja yang tadi. Itu..itu”

Sehun tersenyum kecil melihat rona merah di pipi putih Hyein.

Tanpa izin apapun, Sehun memeluk tubuh mungil Hyein. “Aku juga mencintaimu Park Hyein,” bisiknya lembut.

nde?” tanya Hyein masih tak percaya.

Nado Saranghae Park Hyein,”

Perlahan-lahan tangan Hyein juga membalas pelukan hangat Sehun. “terimakasih sudah mencintaiku Oh Sehun,”

Oh Sehun mengusap pucak kepala Park Hyein sayang, lalu mengecup puncak kepala yeoja bermarga Park itu, mungkin nantinya akan berubah marga menjadi Oh. “apapun untukmu Park Hyein,”

END

Please don’t be a silence reader and please leave your comment. Cause readers comment is nai spirit. Don’t bash, plagiarism, take the idea of nai story. Mianhae also Gomawo *bow

 

 

 

 

 

4 thoughts on “[FREELANCE] School Clinic

  1. Woahhh another sweetest fluff story ever wkwk, simpel bgt… Hahahaha seneng dah baca sehun yg ngalem ajaa haha so sweet2 gtuu wkwk daripada jd badboy duluu, hadeehh-_-
    Haha keren thor!!
    Keep writing^,^9

    • huahahah~ jinjja? sehun sweet? wkwkXD sequel? rencananya nai mau bikin seri gitu dengan cast luhan-chanyeol dan kris. tapi masih project gitu sih.. doain dan tunggu aja:_) makasih udah baca dan comment!

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s