[FREELANCE] My Hyper Girl (1/2)

My Hyper Girl 1

Title : My Hyper Girl

Author : NadyKJI

Web : http://cynicalace.wordpress.com/

Genre : Comedy (a little?!), romance, friendship, School Life

Length : Two Shoot

Rating : G

Maincast:

  • Oh Sehun
  • Lee Ria (OC)

Other : Luhan, Nichkhun Find it, just around Clumsy Me ^^

Disclaimer : FF ini murni ide-ide khayalan author yang kelewat tinggi, dilarang meniru dengan segala cara apapun, jika tidak ff ini tidak akan dilanjutkan lagi. Terima Kasih.

Author’s Note :

Annyeonghaseyo,

Selamat bertemu di ff author lagi ^^

Berikut ya My Hyper Girl ini enggak tau bisa di anggap sekuelkah?

Yang ada di otak author cuman Ria Sehun itu harus di kasih kisahnya sendiri? Ehehehe – berhubung banyak momment mereka juga di Clumsy Me *numpang promosi

Dan always gomawo buat admin yang publish ff ini #deep bow

Sekian dulu saja….

Happy reading ya ^^

___

-:Sehun:-

“YAA! Aku ingin coklat, Oppaaa!”

Aku melirik gadis yang ada di sebelahku itu,

Ada apa dengannya?

Sepertinya Ria menyadari tatapan anehku.

“Kenapa? Emang tidak boleh ya aku ingin coklat?” matanya melotot melihatku.

“Tidak.” Aku tertawa, membuatnya mendelik marah ke arahku.

Hubunganku dengan Ria menjadi dekat sejak aku mulai berbicara dengannya hari itu. Semakin dikenal, gadis ini menarik. Ia memiliki badan yang mungil, tapi bawel, berkahayalan tinggi, dan suka seenaknya yang penting ia senang. Ia juga keras kepala, dan suka sekali berdebat untuk mempertahankan pendapatnya. Dengan mengenal gadis ini hidupku sedikit memiliki warna, sama seperti saat aku mengenal Kai. Mungkin karena itu aku mau berteman dengan Kai yang pada dasarnya sangat berbeda denganku dulu, ia membuat hidupku menarik. Lee Ria, kau menambah warna dalam hidupku. Ya, aku suka perbedaan. Perbedaan itu bagus.

-:Ria:-

Kurasakan pipiku memerah melihat Sehun tertawa. Kubalikkan badanku membelakanginya, menepuk kedua pipiku. Dia sangat tampan dan lucu disaat yang bersamaan. Kebiasaannya memeletkan lidahnya sangat kusukai. Aigoooo! Dia sangat…. ahhhhh!

Gwaechana?” Sehun menepuk pundakku.

“Aaa, gwaenchana.”

_

Aku menyeruput susu vanilla yang kupesan di kantin. Hari sudah sore, kantin sepi, aku duduk di kursi sendirian. Naraya – dia sudah di antar Kai, enaknyaa. Aku pikir Naraya tidak akan pacaran – setidaknya tidak akan mendahuluiku, tapi kenyataanya dia mendahuluiku. Sekarang ia malah meninggalkanku. Hueeee!

-:Sehun:-

Woahh!

Leherku pegal sekali, Minho-seongsaengnim menyuruhku memeriksa ulangan fisika yang di adakannya minggu lalu. Padahal sekarang hari Jumat, harusnya pulang pagi, yah memang sudah nasib.

Merasa haus aku menyempatkan diriku ke kantin. Kulihat Ria, ia sendirian duduk di meja paling pojok. Senyumku merekah. Setelah membeli bubble tea aku menghampiri gadis yang sedang mengaduk-aduk minumannya asal.

“Ria-ah, belum pulang?”

Gadis itu mendongak kepadaku yang sudah duduk di depannya.

Ani, aku malas. Di rumah aku juga tidak ada kerjaan.”

“Kau ada kerjaan sekarang?”

“Tidak sih…”

Hening, aku mencari akal.

“Hmm, ayo ikut aku saja. Kita ke mall, aku juga tidak ada kerjaan.”

“EH?”

“Aku bawa mobil, nanti kuantar pulang. Kajja!”

Mata gadis di depanku ini berbinar bersemangat.

Kajja!”

Melihat semangatnya aku langsung menggandeng tangan gadis itu ke tempat parkir.

_

“Sekarang kita ke mana?”

Gadis di sebelahku bertanya setelah keluar dari lift.

“Bagaimana pum it up? Dan masih banyak lainnya?”

“Oke!”

Ria mengembungkan pipinya dan mengacungkan jempolnya.

_

“Ya! Aku pasti kalah lagi! Kau terlalu ahli!”

Ria mengomel di sebelahku, kakinya sudah mengijak step pum dengan kelabakan.

Ani, coba konsentrasi. Kau juga pasti bisa… Aku juga belajar dari Kai, dia lebih jago lagi untuk urusan dance. Intinya aku hanya terbiasa.”

GAME OVER.

“Mau main lagi?”

“Boleh – tapi kau diam. Aku saja, mari coba saranmu. Aku ingin berkonsentrasi.”

“Hehehe.”

Aku berdiri diam, menonton Ria yang mencoba bermain sendiri. Pertama-tama wajahnya masih mengerut kesulitan, namun perlahan-lahan raut wajahnya itu berangsur membaik. Pada sisa lagu, ia sudah tersenyum senang menikmati irama lagu.

FINISHED

“Ya! Aku bisa! Sehun aku berhasil.”

Gadis itu langsung melompat padaku, memelukku. Awalnya aku terkejut, namun kemudian aku membalas pelukannya.

Ne. Bisa kan?!”

“Iya! Ayo sekarang bermain denganku lagi. Semangatku terisi kembali.”

“Hahaha, ayo!”

Setelah beberapa ronde bermain pum, merasa bosan kami mencari permainan lain. Wajah Ria terlihat senang dan bersemangat sepanjang sisa hari itu.

-:Ria:-

Begitu pulang aku langsung masuk kamar, merebahkan diriku di ranjang. Memeluk gulingku erat. Pergi bersama Sehun, seperti mimpi saja. Setelah sedikit sadar aku mengambil ponselku.

To : Naraya

Waaa!

Naraya, aku pergi bersama Sehun.

Kami bermain pum it up, akhirnya aku bisa memainkannya!

Ehehehe ^^

Rasanya seperti mimpi saja, aku memejamkan mataku, mengulang kejadian tadi sore. Aish!

-:Sehun:-

Sabtu pagi, saking senangnya aku bahkan tidak bisa tidur dengan damai dan berakibatlah jam 7 pagi aku sudah bangun. Padahal sekolah baru jam 9. Karena tidak ada kegiatan aku menghempaskan diriku di sofa.

Ting Tong….

Siapa yang pagi-pagi berkunjung?

Dengan malas aku bangkit, padahal baru saja aku menikmati empuknya sofa.

Hyung?!”

Aku terbelalak kaget, di balik pintu berdiri Luhan, sepupu jauhku dari China.

“Hmm… Kau tidak suka melihatku?”

Ia menjawab dengan bahasa korea yang lancar, mungkin wajar saja karena ia pernah  menjalani pertukaran pelajar di korea.

Ani, bukankah kau sedang liburan ke Amerika?”

“Baru saja pulang, namun aku memutuskan tinggal sebentar di Korea. Hehe.”

Aku menganggukan kepalaku mempersilahkan ia masuk.

Eomma! Luhan-hyung datang.”

Eomma yang sedang memasak di dapur melongokkan kepalanya.

“Luhan! Masuk saja. Kamarmu bersih dan rapi. Eomma memasak dulu ya..”

Begitu saja, dan eomma sudah menghilang lagi bersama masakkannya.

Seperti kata eomma Luhan memiliki kamar di rumah ini, khusus untuk Luhan yang sering sekali datang. Mungkin karena aku dan Luhan-hyung yang sangat dekat.

“Ehehe, ini, aku bawa oleh-oleh.”

Luhan-hyung menyodorkan kantung plastik putih. Aku lagsung mengambilnya. Menggeratak isinya di meja ruang keluarga. Isinya makanan, ada coklat, beberapa cookies

Aku mengambil satu batang coklat, milk chocolate. Entah aku langsung mengingat  Ria yang ingin coklat tempo hari. Semoga saja ia masih ingin.

“Hyung, kau memberikan oleh-oleh yang tepat.”

Wae?”

“Nanti aku kenalkan pada penyebabnya.”

“Kutunggu.”

“Oh iya, hyung aku sekolah dari jam 9 sampai jam 12. Gwaenchana?”

Gwaenchana, memang kenapa? Tidak masalah bagiku.”

“Aku tidak enak saja tidak bisa segera mengajakmu jalan-jalan.”

“Tenanglah, aku baru datang. Masih butuh istirahat.”

_

Kegiatan eskul terasa sangat lama hari ini. Untunglah sekarang sudah berakhir. Aku bermaksud mencari Ria hari ini.

“SEHUN! KAI! PPALI, kalian lama sekali.”

Kudengar teriakkan seorang yeoja dari ambang pintu, tentu saja Ria dan di sebelahnya ada Naraya.

Aku dan Kai langsung menghampiri kedua yeoja itu.

“Ayo!”

Tanpa basa-basi Kai menggandeng tangan Naraya ke tempat parkir. Mengabaikan aku dan Ria, hebat! Sekarang kami sebagai sahabat di abaikan begitu saja. Mungkin Naraya masih lebih baik, melambai kepada Ria. Kai? Sepertinya namja itu kelabakan sekali tidak bisa melihat Naraya – terlalu khawatir. Sepertinya ia masih sedikit trauma dengan kejadian rafting.

Sekarang tersisa aku dan Ria.

“Dasar pasangan itu. Mau temani aku? Ada cafe dekat sini.”

“Yang di belokan itu?”

Eoh, kau tau?”

“Tentu, cafe itu terkadang menjadi tempatku menghabiskan waktu.”

“Kalau begitu ayo!”

_

Blended Matcha.”

Milkshake vanilla.”

“Tentu, pesanan akan segera di antarkan.”

Pelayan itu kemudian pergi.

Ah, aku hampir lupa.

Ku buka tasku, mengambil coklat.

“Kau masih ingin coklat?”

Aku menayakannya.

“Tentu, sejak saat itu aku belum makan coklat.”

Aku menyodorkan coklat itu padanya.

“Sepupu jauhku yang membawakannya. Ia baru pulang dari America.”

“Woah, daebak.”

“Dia memang sering bepergian. Kau terlihat tertarik, kapan-kapan akan kukenalkan. Ia sedang singgah sebentar di Korea. Ku harap kau tahu tempat-tempat bagus, aku sudah hilang akal mau mengajaknya kemana lagi.”

“Lotte?”

“Mana mungkin dua orang namja pergi ke lotte. Kurang cocok.”

“Hehe, sekarang bisa. Aku akan ikut!”

“Tentu, besok, ne?”

Ne!”

Ria menganggukan kepala senang.

Seorang pelayan membawakan pesanan kami lalu pergi.

“Ria, aku penasaran…”

Nde?”

“Kenapa kau menambahkan oppa saat berteriak tempo hari. Bukankah kau bisa beli sendiri? Atau kau ingin punya kakak seperti Naraya?”

Ani… masa kau tidak tahu?”

Aku tersenyum…

“Kalau begitu panggil aku oppa. Aku kan yang memberimu coklat.”

Ria menghentikan kegiatannya yang sedang membuka bungkus coklat, melongo.

Nan, niga joahae. Aku tahu ini tiba-tiba. Tapi maukah kau mempertimbangkan untuk menjadi yeojachingu-ku?”

Hening, namun kulihat pipi Ria mulai memerah. Membuatku tersenyum.

Gadis di depanku ini hanya mengangguk, tapi cukup membuatku merasa bahagia. Gadis di depanku ini, yang sudah menambah warna dalam hidupku, sekarang menjadi yeojachingu-ku.

-:Author PoV:-

Hari minggu.

Tin! Tin!

Ria yang masih berkutat di depan kaca terjolak. Cepat-cepat yeoja itu turun.

Eomma, appa! Annyeong!”

Begitu keluar, di lihatnya Sehun bersandar di kap mobil. Seorang namja lain berada di sebelahnya. Namja itu terlihat lebih kekanak-kanakan dari Sehun, bahkan Sehun lebih tinggi dari namja itu.

“Sehun-oppa!”

Ria memberikan senyum hangatnya yang di balas juga oleh Sehun. Seyuman Ria membuat jantung Sehun berdetak tak karuan begitu pula sebaliknya.

“Eum, Luhan-ssi?”

Ria mengahlikan pandangannya yang canggung kepada namja di sebelah Sehun.

“Ah, hampir lupa. Ria perkenalkan ini Luhan-hyung. Hyung ini Ria… yeojachingu-ku.”

Sehun memperkenalkan Ria pada Luhan. Wajah malu Sehun membuat Ria kembali berfantasi – betapa segalanya namjachingu-nya itu.

“Lee Ria imnida.”

“Xi Luhan imnida.”

Ria dan Luhan berjabat tangan.

“Ke mana kita hari ini?”

Luhan yang sangat hobi bepergian menanyakan kepada dua tour guide-nya(?).

“Lotte! Luhan-ssi, kau harus mengakui kalau Lotte tidak kalah menyenangkannya dengan Tokyo Disneyland, Universal Studio, Hongkong Disneyland…. umm tentu jika kau pernah kesana.”

Eoh, aku tentu pernah ke semua tempat itu. Kalau tidak hancur reputasiku sebagai penjelajah. Kajja, buktikan seberapa hebatnya Lotte itu.”

“Pasti! Ayo Oppa. Ppali! Kita akan membuat Luhan-ssi mengakuinya!”

“Hehehe…”

_

“WOAH! DAEBAK!”

Mwo? Kau pernah kesini bukan?”

Eoh, tapi tetap saja.”

Sehun yang melihat betapa  bersemangatnya Ria gemas, tanpa sadar ia membelai kepala gadis itu.

Luhan yang sedang mengantri – melihat Sehun membelai kepala Ria, hanya tersenyum. Akhirnya, dongsaeng-nya mendapatkan gadis yang spesial di hatinya.

“Ya! Ayo main roler coaster!”

“Ria, tunggu sebentar. Aku haru menenangkan diriku dulu.”

Sehun mendudukan dirinya di kursi di ikuti Luhan.

Begitu mereka masuk Ria hanya mengajak kedua namja itu untuk bermain permainan yang menguras adrenalin. Namun gadis periang di depan mereka masih terlihat sehat – kelewat bersemangat. Malahan gadis itu mengajak mereka bermain roler coaster sebagai puncaknya.

“Ya sudah, aku beli minum dulu ya.”

Setelah Ria berlari ke konter minuman di sebrang mereka Luhan angkat bicara.

Yeojachingu-mu bersemangat sekali. Kau tidak salah pilih? Sifatnya bertolak belakang sekali denganmu yang kalem.”

“Hehe, dia begitu menggemaskan. Hyung aku tidak salah pilih, hanya dia yang memenuhi pikiranku. Berada di sisinya membuatku lebih bersemangat.”

“Ya, selalu saja menyukai perbedaan. Kuharap kau bahagia.”

Sehun tidak melepaskan pandangannya dari yeojachingu-nya itu.

“Ria!”

Suara namja yang memanggil Ria membuat mata Sehun beralih. Seorang namja berlari ke arah Ria yang baru saja membeli minuman. Namun Sehun hanya bisa menunggu, percakapan setelahnya tidak tertangkap telinganya.

Sementara itu…

Sunbae?” Ria melongo melihat sunbae-nya saat masih SMP itu.

“Hehehe, kesini bersama siapa?”

“Rahasia!”

Namja yang berada di depan yeoja itu mengeryit.

“Bercanda, ayo kukenalkan.”

Ria dengan riangnya menggandeng sunbae-nya ke tempat Sehun dan Luhan berada. Seketika mata Sehun mengernyit tidak senang ke arah tangan Ria.

“Sehun –oppa, Luhan-ssi. Lihat siapa yang aku temui!”

Masih dengan polos Ria berbicara kepada Sehun dan Luhan, sedikitpun tidak menyadari Sehun yang sangat tidak suka melihat Ria dekat dengan namja lain.

Nugu?”

“Hehehe, perkenalkan dia Nichkhun. Dia tetangga sekaligus sunbae-ku – lebih tepatnya ajusshi. Saat aku SMP dia sudah SMA, dan melanjutkan pendidikannya ke luar. Dia yang pertama mengajakku ke Lotte ini. Dan Nichkhun ini Sehun namjachingu-ku dan Luhan sepupunya.” Ria berbicara tanpa jeda.

Sehun merasa sangat tidak suka, ternyata namja ini juga yang pertama mengajak Ria ke Lotte. Kenyataan yang sangat menganggunya – begitu dekat Ria dengan namja itu. Namun dengan Ria memperkenalkannya sebagai namjachingu gadis itu, dirinya merasa lebih baik. Sepertinya tidak ada hubungan apapun antara Ria dan namja itu.

Setelah berkenalan dan mengobrol singkat, Nichkhun berpamitan.

“Ya, aku pergi dulu. Teman-temanku pasti mencariku. Senang bertemu dengan kalian.”

Annyeong Nichkhun!”

Ria melambaikan tangan.

“Kalian dekat?” walaupun Sehun percaya tapi entah kenapa ia ingin memastikannya.

“Tentu, ia sudah seperti kakak.”

Setelah itu Ria kembali merengek ingin naik roler coaster. Sehingga kedua namja yang masih lelah tersebut berjalan menuruti kemauan gadis itu.

_

Gomawo, hari ini menyenangkan. Hehe.”

“Tentu kau suka nona, kau yang mengusulkan.”

Oppa!”

Ria merengut ke arah Sehun, dan berbalik menghadap Luhan.

“Ah, bagaimana Luhan-ssi?”

“Aku akui menyenangkan. Kau sukses membuatku mengakuinya.”

“Ya tentu saja!”

Ne, kau sudah puaskan? Hehehe, masuklah, sudah malam.”

Sehun yang berada di samping Ria mengecup pipi gadis itu, kemudian masuk ke pintu kemudi.

Eoh.”

Ria yang masih tersipu hanya menjawab singkat.

_

“NARAYA!”

Ria yang keesokan harinya bertemu yeoja itu di depan gerbang menerjangnya.

“Woah! Ada apa ini?”

“Hehehehe, kau yang kemana sama sekali tidak memberikan kabar!”

Mian, aku kehabisan pulsa, malas isi.”

“Kebiasaan!”

“Ehehehe, terus ada apa? Tidak mungkin tidak ada apa-apa kau menerjangku ganas begitu!”

“Tentu saja! Ehem…”

“Ria-ah!”

Belum sempat Ria mengumumkan hubungannya dengan Sehun, namja itu datang – panjang umur.

Oppa!”

Naraya mengernyit.

“Ria, Sehun seumuran dengan kita kan?”

“Tentu saja babo. Coba-coba…”

Belum sempat Naraya beraksi, Sehun yang mendekat sudah merangkul Ria – dan mencium pipi sahabatnya itu. Membuat mata Naraya seketika melotot.

“Sehun sekarang adalah namjachingu-ku. Oppa-ku.”

Ria dengan senangnya mengumumkan.

Naraya yang berada didepan Ria masih melongo. Baru pacaran sudah skinship seberani itu – tidak bisa dipercaya.

“Ada apa ini?”

Kai datang menghampiri Naraya.

“Eh, Kai…”

Nde?”

“…”

YA! Ada apa?”

Tangan Naraya menunjuk Sehun dan Ria.

Kai dengan teliti melihat dari atas sampai bawah.

“Kalian pacaran?”

Ne!” Sehun menjawab Kai.

Chukkae!”

Naraya yang masih belum terbiasa hanya diam. Rupanya yeoja ini lupa Kainya itu dulunya playboy yang sudah terbiasa mungkin melihat orang pacaran?

_

Sekolah baru saja bubar, halaman masih penuh dengan murid-murid. Semua mata tertuju pada seorang namja yang bersandar di kap mobilnya. Namja itu keren, memakai kacamata hitam.

Sedangkan kedua couple : NaKai dan RiHun, berjalan bersama menuju gerbang.

Tiba-tiba saja namja yang sedari tadi diam bagai patung dewa yunani itu bergerak, menghampiri kedua couple itu. Pada awalnya keempatnya terbengong-bengong. Tapi bagi Ria dan Naraya semuanya jelas setelah namja itu membuka kaca matanya.

“Nichkhun-ssi?”

“Nichkhun!”

“Haha, bagaimana kabarmu Naraya? Kita bertemu lagi Ria.”

Namja itu melipat kacamatanya, tersenyum.

“Baik, kenapa Nichkhun-ssi bisa ada di Korea?”

“Aku sedang cuti kuliah, rindu rumah.”

Naraya menganggukan kepala mengerti, “Ria, kapan kau bertemu dengannya?” katanya mengingat kalimat kedua Nichkhun.

“Kemarin, kami bertemu di Lotte.”

“Sejak kapan kau ke Lotte?”

“Sejak Oppa mengajakku, sekalian untuk menemani sepupunya.”

Ne, sekarang kau ikut aku. Tunjukkan aku perubahan apa saja yang terjadi selama aku pergi.”

Nichkhun langsung saja menyeret Ria pergi bersamanya. Tidak menghiraukan ketiga orang yang membelalakan mata tidak percaya – khususnya Sehun.

“Apa-apaan dia? Naraya kau kenal?” Sehun mengomel.

Eoh, dia dulu teman bermain, waktu kecil eomma kami suka menitipkan kami pada Nichkhun-ssi. Lebih tepatnya supaya ada yang menjaga.”

“Tapi sedekat itukah kalian?”

“Tidak denganku, namun dengan Ria iya. Nichkhun-ssi menyukai Ria…”

Hening, Naraya melirik Sehun, wajah namja itu kaku seketika.

“Dari mana kau tahu?”

“Eum, Nichkhun-ssi pernah menyatakan pada Ria, sebelum ia pergi. Aku tidak sengaja menguping.”

Dengan begitu skakmat bagi Sehun, tanpa pikir panjang namja itu pergi begitu saja.

Naraya dengan polosnya menoleh ke arah Kai.

“Aku salah ya?”

“Sayang sekali, tapi iya. Kau salah, chagiya.”

Naraya mengeplak jidatnya, merasa sangat bersalah.

“SEHUN! TAPI RIA MENOLAKNYA!” yeoja itu cepat-cepat menambahkan.

Namun apa daya, Sehun sudah menghilang di tengah kerumunan.

“Huaaaa, apa yang aku lakukan….”

-:Ria:-

YA! Kau mau bawa aku ke mana? Sehun bagaimana? Masa kau tinggal sih! Berbalik!”

Aku yang sudah berada di mobil menggerutu. Namun Nichkhun tidak menghiraukan omelanku, melainkan memacu mobilnya semakin cepat.

“Bisakah kau tidak memikirkan orang lain saat bersamaku? Setidaknya jangan namja itu…”

Nichkhun membalasku dengan dingin.

Mwo? Dia kan namjachingu-ku! Sekarang kau bawa aku kemana?!”

Aku membalasnya tak mau kalah.

“Sungai  Han… Aku merindukan tempat itu.”

Nadanya seketika melunak. Terlihat senyum sendu di wajahnya. Tapi aku tidak repot-repot peduli, apalagi ia baru saja menyeretku paksa hari ini.

_

“Ya, pemandangan di sini memang indah, apalagi saat malam. Tidak banyak berubah.”

Aku melihat kagum ke arah air yang hitam berkilauan.

“Oh iya, Nichkhun sekarang ada festival kembang api lho, di hari-hari tertentu!”

“Apakah hari ini salah satunya?”

Molla, aku lupa. Mungkin karena sering ke sini aku tidak terlalu memperhatikan.”

Aku hanya berjalan diam di samping Nichkhun, sepertinya namja di sebelahku ini tidak berniat bicara. Begitu juga aku, aku masih sedikit kesal ia menculikku dan membuatku meninggalkan Sehun.

TRING…

Aku mengambil ponselku dari tas.

Yeobseo? Oppa!”

“Ria, kau di mana?” suara cemas Sehun terdengar dari seberang.

“Ah, aku – …”

Sebuah tangan mengambil ponselku mematikannya. Kulihat sang pelaku – Nichkhun.

YA! Apa yang kau lakukan? Kembalikan!”

Sirreo! Sudah kubilang, jangan menyebut namja itu jika bersamaku, apalagi menghubunginya!”

“Kau aneh!”

“Aku tidak peduli. Sekarang temani aku…”

Mataku terbelalak, Nichkhun merangkul pundakku. Berjalan menyusuri sungai Han. Aku hanya menunduk, namja ini kenapa – aneh.

DAR!!

Suara keras itu membuatku mendongak, di langit sudah tercipta beberapa kembang api yang indah. Memantulkan cahayanya di wajahku.

“Lihat kembang api!”

-:Sehun:-

Aku melihat layar ponselku. Khawatir. Tadi tiba-tiba telepon terputus, dan setelahnya aku tidak bisa menghubungi Ria.

Sekarang sudah malam, ke mana Ria…

Kuharap ia sudah berada di rumah, kali saja ponselnya habis baterai dan tertidur. Kuharap…

_

“Ria! Kemana saja kau kemarin? Saat kutelepon tiba-tiba saja terputus, aku tidak dapat menghubungimu lagi setelahnya. Ada apa?”

Aku langsung bertanya kepada Ria begitu aku sampai ke kelas. Tidak tahukah dia aku sangat khawatir – apalagi ia pergi dengan namja itu, pikirku dingin.

Oppa! Mianhae! Sungguh! Kemarin Nichkhun membawaku ke sungai Han – aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Juga… saat kau meneleponku, dia malah mengambil ponselku. Saat aku memintanya ia tidak mengembalikkannya sampai pulang… Mian…”

Hatiku mencelos mendengarnya, sebenarnya apa hubungan yeojachingu-ku dengan namja bernama Nichkhun? Seberapa dekatkah mereka dulu? Baru saja aku mendapatkannya, tapi mengapa harus ada pengganggu?

“Setidaknya kau baik-baik saja. Aku sangat khawatir.”

Oppa, aku tidak akan mengkhawatirkanmu lagi. Aku janji. Sebisanya aku akan memberitahukan kemana aku pergi. Janji?”

Ria mengeluarkan jari kelingkingnya yang langsung saja aku sambut.

“Janji! Kalau kau melanggar janjimu akan kuhukum!”

-:Author PoV:-

Nichkhun kembali berada di depan sekolah, tapi kali ini bukanlah Ria tujuannya. Melainkan namja bernama Oh Sehun. Melihat bahwa namja itu sangat berarti di mata Ria – yeoja yang masih di cintainya. Walaupun yeoja itu sudah pernah menolaknya kali ini dia tidak akan menyerah semudah itu.

“Nichkhun! Ada apa kau ke sini lagi? Kali ini aku tidak akan ikut denganmu!”

Suara yeoja yang sangat di kenalnya itu membuyarkan pikirannya.

Ani. Aku ke sini bukan untukmu. Ke mana Sehun?”

Dilihatnya hanya ada Ria, Naraya, dan namjachingu Naraya. Kenapa orang yang dicarinya justru tidak ada?

“Ah, Oppa sedang di panggil sebentar untuk keperluan eskul.”

“Kapan dia akan selesai?”

Molla. Ya sudah kami pulang dulu saja ya. Semoga orang yang ingin kau temui segera datang!”

Ria menepuk pundak Nichkhun bersemangat – khas Ria.

Ria sudah berlalu, tetapi dua orang lagi belum. Mereka masih berdiri di depannya.

“Nichkhun-ssi, tolong jangan dekati Ria lagi… Dia sudah memiliki Sehun…”

Naraya berkata lirih, kemudian berlalu bersama Kai.

_

Nichkhun melirik jam di dasbor mobilnya – sudah sore sekali.

Namun bibirnya membentuk senyuman – orang yang di nantikannya baru saja menampakan diri.

Di sisi lain Sehun baru saja melangkahkan kakinya keluar gedung. Dari kejauhan ia lihat seseorang datang menghampirinya. Begitu mereka sudah berhadapan, keduanya memberikan wajah tidak bersahabat.

“Apa maumu?” Sehun memulai.

Ani, hanya bertemu denganmu.”

“Katakanlah aku tidak suka basa-basi.”

“Yah, seakan aku mau saja.”

“Lalu?!”

“Melihat sikapmu sepertinya kau sudah tahu bahwa aku menyukai Ria. Jadi aku langsung saja. Walaupun dia sekarang adalah yeojachingu-mu aku tidak akan menyerah. Bersiaplah aku akan merebutnya darimu.”

TO BE CONTINUE…

4 thoughts on “[FREELANCE] My Hyper Girl (1/2)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s