The Reason Why I Love Byun Baekhyun

Untitled-2

TITTLE : THE REASON WHY I LOVE BYUN BAEKHYUN

AUTHOR : DINDONG L.KIM

CAST :
– BYUN BAEKHYUN
– SEO SANG AKH (OC)

LENGTH: ONESHOOT ^_^

GENRE : ROMANCE (MAYBE), SAD, LITTLEBIT HUMOR

RATTING : PG-13 >> PG-15

Words : 3.158

DISCLAIMER :

This story is made by DINDONG L.KIM. Baekhyun itu milik kedua Orang tuanya, tapi saya selaku yeojanya *digamplak* meminjam Baekhyun sebentar buat di jadiin Cast ini ff abal. Sementara OC adalah hasil pemikiran Author ^_^

FF ini pernah di share di FB author ^_^ dan juga blog pribadi Author😀 jadi, author tidak pernah memplagiat ff manapun.

Cakapan Si Author Gaje :

Haloha readersdeul~~~ bertemu pertama kali dengan saya Dindong L.Kim yak ?? maklum, saya baru diangkat jadi Author di wordpress yang amajing ini😀

Ditahap perkenalan ini, saya cuman ingin share ff Oneshoot😀 kalau responnya bagus, saya baru share FF chaptered. Otte ???

!!! WARNING !!! TYPO DAN SEJENISNYA MASIH BERTEBARAN, HARAP MAKLUMI AUTHOR ABAL SATU INI.. OKEH ???

HAPPY READING GUYS~~~~

Di Pagi hari yang agak mendung ini seorang Yeoja yang berprawakan biasa saja sedang berjalan dengan senyum yang mengembang di wajahnya menuju ke sebuah tempat. Sesampainya yeoja itu di tempat tujuannya, ia langsung duduk di sebuah kursi taman yang terletak di bawah Pohon besar.

Dengan senyum yang masih tercecah di wajahnya, yeoja itu sesekali membenahi pakaiannya supaya terlihat lebih rapi. Dilihatnya jam tangan berwarna cream di tangannya yang sudah menunjukan pukul 4 sore. ‘Eodi ??’ gumam yeoja itu setelah melihat jamnya.

Detik demi detik telah berlalu, yeoja itu memain – mainkan kakinya untuk menghilangkan rasa kebosanannya karena orang yang ia tunggu tak kunjung datang Hingga.

“SEO SANG AKH!!” teriak seorang namja sembari berlari ke arah yeoja yang sedang duduk di kursi taman tersebut, sementara orang yang dipanggil hanya bisa mengeluarkan senyum ramahnya

“Mianhae aku telat” tutur Sang namja yang telah berdiri di depan Sang Akh

“Gwenchana” balas Sang akh sembari memberikan tempat duduk untuk namja tersebut

Namja itupun duduk di sebelah Sang Akh. “Ada Apa ?? tidak biasanya kau memanggilku di hari mendung seperti ini” tutur sang Namja sembari melihat ke arah Sang Akh

“wae ?? apa aku tidak boleh memanggil chinguku sendiri ?? apa kau keberatan ??” tanya Sang Akh

“A.. Aniyo. Aku senang, aku senang” balas sang Namja yang berusaha menaklukkan ke kikukannya

Setelah menjawab pertanyaannya, Sang Akh langsung menyenderkan kepalanya di Bahu namja yang berada di sampingnya. “Kau tau, aku menyuruhmu kesini untuk mendengarkan curhatanku tentang Namja yang aku sukai” tutur Sang Akh sementara namja yang di sampingnya tampak terkejut dengan perlakuan Sang Akh yang tiba – tiba saja bersender di bahunya

“Namja, Namja, dan Namja. Kenapa kau selalu menyebut nama Namja, bukan nama aslinya ?? aku sungguh heran padamu” tanya Namja yang berada di samping Sang Akh

Sang Akhpun menegakkan kepalanya dari bahu si Namja, dan menatap namja di hadapannya dengan aneh. “kau mau atau tidak ??” Sungut Sang Akh dengan wajah kusutnya

Namja itupun merasa gemas akan tingkah Sang Akh dan langsung mencubit pipi Sang Akh. “iya iya. Aku mau” ujar si Namja sembari tertawa menyebabkan matanya menjadi Hilang.

Mendengar itu, Sang Akhpun kembali meletakkan kepalanya di bahu namja itu. “kali ini apa topiknya ??” tanya si Namja sembari menikmati hembusan angin yang harum semerbak (?)

“5 alasan kenapa aku mencintai Namja itu” balas Sang Akh yang ikut menutup matanya untuk menikmati hembusan angin. Sungguh, suasana yang sangat romantis, bukan ?? sementara si Namja hanya mengangguk tanda mengerti. “kau boleh memulainya” ungkap sang Namja

“alasan pertamaku karena mencintai Namja itu adalah karena ia bukan tampan dari wajahnya saja, tetapi jauh di lubuk hatinya ia lebih tampan” tutur Sang Akh dengan senyum yang juga menghiasi wajahnya

“O ?? kau tau darimana ??” heran si namja

“kejadian waktu itu” jelas Sang Akh dan beberapa kepingan ingatan Sang Akh terkumpul sehingga terjadilah sebuah FLASHBACK

~FLASHBACK ON~

Seorang yeoja yang membawa dua plastik besar sampah ditangannya sedang berusaha berjalan menuju ke tempat pembuangan akhir sampah. Dengan sekuat tenaga, di seretnya dua plastik sampah yang berat itu. Entah sudah berapa lama ia menyeret sampah – sampah itu karena sedari tadi peluhnya selalu saja mengalir dari pelipisnya. ‘Keep fighting’ gumam yeoja tersebut kepada dirinya sendiri.

“sini, Biar kubantu” tawar seseorang yang berada di belakang yeoja tersebut. Sontak membuat yeoja tersebut berbalik untuk melihat, siapa yang sedang menawarinya bantuan. Dilihatnya setiap lekuk wajah namja itu hingga sebuah kata keramat keluar dari mulut yeoja tersebut “Tampan”

“Mwoya ?? aku tampan ??” tanya namja untuk memastikan pendengarannya

“Eh ?? A.. ani..” sangkal yeoja tersebut

“Jadi, kau ingin ku bantu ??” tanya si Namja lagi

“Eh ?? Bolehkah ?? apa kau tidak merasa keberatan ??” bukannya menjawab si yeoja ikut pula bertanya

“Gwenchana” ucap Namja tersebut dan segera mengambil dua kantung plastik sampah yang ada di tangan yeoja tersebut “Kajja” lanjut si Namja sembari berjalan menuju tempat pembuangan sampah. Sementara si yeoja hanya mengikutinya dari belakang.

Selama perjalanan menuju TPS, tak ada yang bersuara diantara ke dua orang tersebut. Hingga akhirnya mereka sampai di tempat pembuangan sampah. Kemudian si Namja langsung menghempaskan kedua kantung plastik sampah tersebut di atas tumpukan sampah lainnya.

“Gomawo” ujar si yeoja

“Cheonmayo~~” balas si Namja

“Oh iya, perkenalkan. Seo Sang Akh imnida” tutur si yeoja yang ternyata adalah Sang Akh

“O ?? Nde. Perkenalkan aku E—” ucapan namja itu terputus karena matanya tak sengaja melihat seorang nenek baru saja terjatuh.

“eumm, Sang Akh-ssi. Aku pergi dulu, ne ?? Annyeong” pamit si Namja padahal ia belum selesai memperkenalkan dirinya ke Sang Akh

Sang Akhpun mengangguk dan namja itu langsung berlari menuju nenek – nenek yang baru saja terjatuh. Namja itu langsung menjongkok setibanya di depan nenek tersebut. Entah apa yang dikatakan namja itu ke nenek tersebut, hingga si nenek naik ke atas punggung namja tersebut, dia menggendongnya.

Sang Akh yang melihat tingkah Namja tersebut hanya bisa mengeluarkan senyumannya. “Eumm, MR. E, kau memang orang yang baik. Kuharap takdir bisa mempertemukan kita kembali” Gumam Sang Akh yang kemudian pulang menuju rumahnya

~FLASHBACK OFF~

Mengingat kejadian itu, membuat semburat merah jambu terpancar di wajah Sang Akh. Sungguh wal pertemuan yang manis, pikir Sang Akh.

“jadi, alasan keduamu apa ??” Ucap Namja yang menyadarkan Sang Akh dari lamunannya

“Alasan kedua ?? Senyumannya yang Khas membuat mataku tersihir untuk selalu melihatnya” tutur Sang Akh yang masih saja tersenyum manis

“sebuah senyuman ?? semua orang juga memiliki senyuman, kenapa kau malah lebih tertarik untuk melihat senyumnya ??” tanya si Namja

“aku tidak tau apa yang spesial dari senyuman itu. Tapi, setiap aku melihat dia tersenyum. Aku seperti jiwa kosong yang terisi kembali oleh kehangatan sebuah senyuman ” jelas Sang Akh

“kau aneh” ejek sang Namja kepada Sang Akh. Mendengar itu Sang Akhpun kembali menegakkan kepalanya dari bahu Namja yang berada disampingnya. “Anehan mana ?? aku atau dirimu ??” protes Sang Akh kepada si Namja

“Arra Arra. Sekarang coba kau sebutkan alasan ketiga kenapa kau mencintai Namja itu.” Ucap Namja di samping Sang Akh sembari mengangkat kepalanya untuk melihat langit mendung

“alasanku yang ketiga adalah” Sang Akh memberi jeda untuk ucapannya “Dia lebih manis daripada semua makanan manis yang pernah aku makan” lanjut Sang Akh

“Mwoya ?? kau tau darimana kalau dia manis ?? apa kau pernah memakannya ??” lagi – lagi Namja disamping Sang Akh kembali mengejek

“iya, aku sudah pernah memakannya. Wae ?? Wae ?? Wae ??” jawab Sang Akh yang juga berisi pertanyaan karena saat ini moodnya sedang Down karena dari tadi Namja di sampingnya selalu saja mengejeknya.

“hehehe” kekeh Sang Namja “Aku hanya bercanda, jangan kau masukkan ke dalam hati, Ne ??” tutur sang Namja sembari mengacak – ngacak rambut Sang Akh dan membuat mood Sang Akh kembali naik

“kau tau ?? kau baru saja melakukan salah satu prilaku manis yang dilakukan Namja yang kucintai kepadaku” tutur Sang Akh sembari kembali mengukir senyum manisnya

“O ?? Benarkah ??” tanya si Namja dan hanya mendapat jawaban berupa anggukan

“Baiklah, kita sudah melewati 3 alasan. Sekarang kau sebutkan Alasanmu yang ke empat” lanjut Namja sembari mengeratkan jaketnya karena udara yang sudah mulai mendingin

“Alasan ke empat ?? Mungkin ini adalah alasan yang paling Aneh dari ketiga alasan tadi” tutur Sang Akh

“Apa itu ??”

“Dia,, Dia terlalu Lucu ketika mengatakan ‘Mianhae’ ” lanjut Sang Akh

“Mwoya ?? kau pasti bercanda” celoteh si Namja sembari melihat ke arah Sang Akh. Namun orang yang dilihat tampak Hanyut akan FLASHBACKNYA tentang Namja idamannya

~FLASHBACK ON~

Sang Akh baru saja keluar dari rumahnya, untuk kembali ke aktivitas biasanya yaitu pergi ke Sekolahnya. Dengan Headset yang tertempel di telinganya, Sang Akh masih saja bersenandung ria akan lagu yang terputar dari MP3 nya. Karena terlalu hanyut akan lagunya, Sang Akhpun memejamkan matanya agar dapat meresapi setiap arti dari bait lagu tersebut Hingga sebuah suara teriakan membuat matanya kembali terbuka.

“AWASS” Teriak seorang Namja yang sedang menaiki sebuah skateboard dengan arah tak menentu, sementara Sang Akh yang merasa di teriaki tak dapat berbuat apa – apa dan akhirnya

“BRUKK” Sebuah tabrakan antara seorang pemain skateboard amatiran menabrak seorang yeoja pejalan kaki.

“Auww” rintih Sang Akh sembari memegang kepalanya yang sempat terbentur dengan trotoar, sedangkan orang yang menabrak Sang Akh jatuh terjungkal (?) ke dalam semak – semak

Setelah kadar kesadarannya mencapai 79%, Sang Akhpun berdiri dan segera membersihkan seragamnya dari debu – debu yang menempel. Sementara orang yang menabrak Sang Akh berusaha untuk mengeluarkan dirinya dari semak – semak. Karena merasa iba, Sang Akhpun menawarkan diri untuk membantu orang yang terjebak di semak – semak.

Tidak beberapa Lama, akhirnya orang yang menabrak Sang Akh dapat keluar dari semak – semak dengan selamat dan entah ini takdir atau bukan. Ternyata orang yang menabrak Sang Akh adalah namja yang beberapa hari yang lalu telah membantunya untuk membuang Sampah.

“Kau ??” kaget Sang Akh ketika melihat wajah Namja itu

“Eh ?? Sang Akh-ssi. Senang bertemu denganmu lagi” tutur sang Namja sembari menggandeng papan skateboardnya

“hehe, Nado” kekeh Sang Akh

“Oh ?? Mianhae aku sudah membuatmu celaka. Apa kau terluka ?? seberapa parah Lukamu itu ?? apa kau masih bisa berjalan ?? atau,, aku saja yang menggendongmu menuju sekolahmu ?? tapi, bagaimana kalau kita pergi ke rumah sakit dulu untuk memeriksakan keadaanmu ?? Mianhae Sang Akh-ssi, akutidak bermaksud menabrakmu.. Jeongmal Mianhaeyo!! Aku menabrakmu karena aku baru saja di ajarkan Hyungku untuk menaiki skateboard” tutur Namja itu panjang Lebar sementara Sang Akh hanya terkekeh melihat ekspresi khawatir dan lontaran permintaan maaf dari namja tersebut

~FLASHBACK OFF~

“Baiklah, 4 alasan telah kau sebutkan. Sekarang, apa alasan terakhirmu ??” tagih Namja di samping Sang Akh sedangkan Sang Akh baru saja tersadar dari alam Pemflashbackannya (?)

“Alasan kelima ?? ini adalah alasan terbaik dari semua Alasanku untuk mencintainya” tutur Sang Akh sambil memasukkan tangannya ke dalam sweaternya

“baiklah. Karena ini sudah terlalu dingin, bagaimana kalau kau lanjutkan saja alasan itu esok hari ?? aku tidak ingin kau sakit” balas sang Namja sembari melilitkan syalnya ke leher Sang Akh

“Ani, Aku tidak bisa mengundur lagi. Kau harus mendengarkan alasanku yang ini. Karena, belum tentu aku akan bertemu denganmu esok Hari” tolak Sang Akh sembari menggenggam ujung jaket si Namja

“apa maksudmu ?? kau jangan pernah mengucapkan kata – kata itu. Kau harus Kuat SANG AKH!!! Kumohon, jangan mempersulit keadaaan” pinta sang Namja yang tanpa ia sadari bulir – bulir bening telah mengalir di pipi putuh susunya yang tirus itu

“kumohon, tolong dengarkan alasanku yang terakhir ini!!! Mungkin ini permintaan terakhirku” pinta Sang Akh yang masih menggenggam ujung jaket Namja

“kau yakin, kau baik – baik saja ??” tanya sang Namja khawatir akan keadaan Chingunya

“aku yakin. Kumohon, dengarkan alasanku yang terakhir” lagi-lagi Sang Akh meminta kepada Namja dihadapannya dan finally Namja itu menganggukan kepalanya sejurus kemudian kembali duduk di tempat semulanya

“jadi, apa yang terakhir ??”

Sang Akhpun menghembuskan nafas beratnya. “the last reason why i love him is because of” Sang Akhpun lagi – lagi memberi jeda terhadap perkataannya “because of, he take care me everyday and every i need him” *betul g’ englishnya ??* ungkap Sang Akh sembari mengeluarkan air matanya

“Dan sekarang, adalah waktu yang tepat bagiku untuk menyebutkan nama MR. E ku” tutur Sang Akh sambil menghapus air matanya

“kumohon, jangan katakan itu.!!! Kau tau ?? aku tidak ingin semakin sesak!!” jelas Namja di samping Sang Akh

“tapi aku harus”

“ANDWEEEEE” bentak sang Namja yang kemudian langsung berdiri

“Kau tau ?? selama ini, kau selalu menceritakan tentang MR. E atau namja yang kau sukai kepadaku.!! Sementara aku hanya bisa menahan kesesakan ini ?? apa kau tidak pernah menyadari kalau selama ini aku mencintaimu ??” lanjut Namja itu dan langsung pergi meninggalkan Sang Akh di kursi taman.

Namun bukan Sang Akh namanya jika berdiam diri saja. “TUNGGU” teriak Sang Akh “kaupun harus tau.. MR. E yang selama ini selalu kuceritakan adalah” Sang Akh menghirup oksigen sedalam – dalamnya “adalah Kau” ucap Sang Akh lembut namun tetap bisa di dengar oleh pendengaran Namja yang ada di hadapannya

“kau bercanda ??” ejek Namja itu

“aku tidak bercanda BAEKHYUNEYE, Kau tau ?? di awal pertemuan kita ?? kau membantuku membawa 2 kantong plastik sampah.. Apa kau ingat ??” teriak Sang Akh kepada namja yang ada di hadapannya yang ternyata bernama Baekhyun

“huh, lalu. Apa hubungannya MR. E dan aku ??” tanya Baekhyun

“bukankah di awal pertemuan kita, kau memperkenalkan diri dengan huruf E ?? lalu kau langsung saja pergi meninggalkanku untuk membantu nenek – nenek” lanjut Sang Akh

“JDERR” seperti ada petir besar yang menyambar Baekhyun, karena yeoja yang ia cintai –Sang Akh- baru saja jatuh ambruk ke tanah. Dengan secepat mungkin, Baekhyun berlari ke arah Sang Akh, dan meletakkan kepala Sang Akh di pahanya.

“Gwenchana ??” tanya baekhyun dengan khawatir sembari menggenggam tangan Sang Akh

“nan, Gwenchana Baekhyuneye. Sekarang aku lega, aku bisa pergi dengan tenang” ungkap Sang Akh seraya mengelus pipi tirus Baekhyun yang sudah membuat sungai air mata

“Apa yang kau katakan ?? kau tidak boleh pergi!!! Aku tidak akan membiarkanmu pergi” panik Baekhyun yang hendak menggendong badan Sang Akh menuju rumah sakit yang berada di seberang taman namun Sang Akh malah menatap Baekhyun yang seakan mengatakan ‘aku baik – baik saja’

“TESS TESS” (?) titik demi titik air turun dari langit, Hujan. Ya, ini Hujan.

“ayolah, kau harus segera ke rumah sakit. Bukankah kau bilang mencintaiku ?? aku juga mencintaimu. jadi, kumohon” pinta Baekhyun yang sedari tadi air matanya telah banyak terjatuh namun harus terhapus oleh air hujan

“Ani. Aku tidak ingin kau kesusahan karena memiliki yeoja berpenyakitan sepertiku. Selama ini, aku selalu menyamarkan namamu setiap aku bercerita, agar kau tak menaruh perasaan padaku dan tetap menganggap aku mencintai Namja lain ” ucap Sang Akh yang ikut menangis di tengah hujan

“tapi, ternyata aku salah. Perasaan ini tidak bisa selalu kutahan. karena Kemarin, Dokter mendiagnosa kalau penyakitku tidak bisa di sembuhkan lagi dan ia juga telah meminta maaf kepada keluargaku. Dokter itu juga mengatakan kalau aku bisa mati kapan saja, entah hari ini, besok maupun Lusa.” Lanjut Sang Akh yang masih terisak begitupula dengan Baekhyun

“aku yakin. Pasti ada cara agar kau sembuh.. kau juga pasti ingin sembuh kan ??” tanya Baekhyun khawatir dengan air mata yang semakin deras mengalir

“Ani, aku tidak ingin sembuh. Aku menyatakan perasaanku sekarang karena ku yakin, aku tidak akan bisa melihat mentari lagi” tutur Sang Akh menahan rasa sakitnya namun senyumannya tidak pernah pudar

“kumohon, jangan katakan kata keramat itu lagi. Kau pasti bisa sembuh, aku yakin itu”

Tangan Sang Akhpun kembali bergerak untuk mengusap pipi Baekhyun dan menyingkirkan sungai deras yang telah Baekhyun ciptakan disana. “Kau tau ?? bukankah di dunia ini setiap orang memiliki kembaran ?? suatu hari nanti, entah kapan itu. Kau pasti akan bertemu lagi dengan diriku yang lain. Tapi, aku hanya ingin kau bahagia di saat aku tidak ada. Apa kau mampu ??” Ucap Sang Akh lembut

“Ani, Aniyo. Aku tidak bisa.. aku tidak bisa menjalankan hidupku tanpamu!! Tanpa yeoja cerewet yang selama ini kerjanya curhat kepadaku tentang diriku sendiri dan membuat aku tidak tau kalau kau juga mencintaiku” desis Baekhyun

“kau kuat. Kau pasti bisa” ujar Sang Akh sekenanya karena ia merasa kalau paru – parunya sudah tidak mampu untuk menampung oksigen lagi

“My L…Lo..Ve On..Ly… For.. YOU” ungkap Sang Akh yang perlahan – lahan melepaskan tangannya dari pipi Baekhyun, bergitu pula dengan matanya yang lama – kelamaan semakin tertutup

“Sang Akh,, Seo Sang Akh!!! Bangunlah!!!!! Kumohon!!” ucap Baekhyun sembari menepuk – nepuk pipi Sang Akh tidak henti – hentinya begitu pula dengan tangisannya, namun hasilnya Nihil. Tanpa sepenglihatan Baekhyun, Jiwa Sang Akh telah terbang bersama dengan malaikat yang menjemputnya. ‘kau kuat’ batin Sang Akh dan menghilang di telan awan kelam.

~4 Years Later~

Di perusahaan yang megah itu, tampak seorang Namja yang berprawakan terlalu tampan berjalan menuju ruangannya yang berada di puncak. Setiap karyawan yang berpapasan dengannya selalu membungkukkan badannya sekadar memberi tanda hormat dan tak sedkit pula yang berkomentar tentang Namja itu.

“Dia Tampan, tapi Dingin”

“Padahal dia adalah laki – laki idaman. Tapi, kenapa ia belum juga memiliki yeoja chingu ??”

“aku ingin menjadi yeojanya”

“Dia kulkas berjalan”

“model seperti apa tipe yeojanya ?? aku akan melakukan semuanya agar dapat mendapatkan Hatinya”

Begitulah bisikan – bisikan yang selalu terlontar dari beberapa karyawan wanita di perusahaan tersebut. Namun yang dibisikkan malah bersikap acuh tak acuh. Setibanya Namja itu di ruangannya, ternyata ia adalah manager di perusahaan itu dan terpampanglah namanya dengan jelas di papan yang terletak di atas mejanya. Namja itu adalah Byun Baekhyun.

Sesampainya ia di dalam ruangannya, baekhyun langsung duduk di kursinya dan tak lupa melakukan rutinitasnya, yaitu menyapa foto Sang Akh. Ya, foto. Walawpun hanya foto, tapi setiap kali baekhyun melihatnya, ia merasa kalau Sang Akh selalu berada di sisinya. Dan karena itulah ia selalu bersikap dingin terhadap yeoja – yeoja di luar sana, karena hatinya masih belum bisa terbuka untuk menerima hati yeoja yang lain.

“Knock Knock” tiba – tiba pintu ruangan baekhyun berbunyi menandakan kalau ada orang di luar sana

“Nuguya ??” tanya Baekhyun dengan aksen dinginnya

“eummm, aku.. aku.. aku OB baru disini. Aku hanya ingin mengantarkan kopi untuk manager” tutur orang yang mengetuk pintu yang ternyata adalah seorang yeoja

“Degg, suara itu” jantung Baekhyun tiba – tiba berdegup kencang setelah mendengar suara OB yang ingin masuk ke ruangannya

“kau… Masuklah” suruh Baekhyun dan OB yang berada di balik pintu ruangan baekhyun langsung membuka pintu dan tampaklah seorang yeoja yang memakai baju OB berprawakan persis seperti

“SANG AKH ??” Baekhyunpun terkejut karena mendapati seorang yeoja yang mirip sang akh sedang berpakaian OB

“Mwo ?? Sang Akh ?? kau pasti salah orang, manager. Namaku Lee Jin Na” tutur sang OB yang bernama Jin Na itu

“Kau Benar, mungkin aku salah orang” ujar Baekhyun dengan nada yang tidak terlalu dingin sembari tersenyum lembut ke arah Jin Na. ‘Kau Jahat Sang Akh, kalau aku tau akan bertemu lagi denganmu. Aku pasti tidak akan sefrustasi dulu. Aku berjanji, di masa sekarang ini. Aku tidak akan menyia – nyiakan dirimu yang lain’ Batin Baekhyun, sementara Jin Na hanya bisa heran melihat tingkah managernya.

~THE END~

Huaaa~~~ gimana ffnya readersdeul ?? Gaje pake banget yah ?? Mianhae!!! Jeongmal Mianhae buat semua orang baca FF nista ini -_-

Udah, segitu aja cuap – cuap Authornya😀

Keep RCL and don’t Plagiat

ANNYEONG ^_^

4 thoughts on “The Reason Why I Love Byun Baekhyun

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s