WOLF [1]

wolf

A Story By Shinhyemin

WOLF [1]

EXO’s Member & Many More

Short Story – Restricted – Action, Mystery, Angst, & bit romance

—–

2013, Seoul

Oppa”

Seorang pria menoleh lalu tersenyum untuk gadis yang memanggilnya barusan, “Ya, Hyeri?”

“Jongin Oppa benar akan daftar di Fairy Games tahun ini?”

Jongin – Kim Jongin – tersenyum untuk adiknya Kim Hyeri sambil mengangguk, “Semua anak baik wanita maupun pria yang lahir antara tahun 1989 – 1996 wajib mendaftar di acara itu”

“Bagaimana dengan sekolah Oppa?”

Jongin terkekeh, “Jangan khawatirkan sekolah ku” ucapnya sambil mengacak rambut Hyeri, “Semua yang ada di sekolahku juga ikut acara itu”

Hyeri terdiam sambil menatap keluar jendela. Ia sangat mengkhawatirkan kakaknya, Kim Jongin. Fairy Games bukan lah permainan yang di inginkan semua remaja Korea termasuk Hyeri. Tapi entahlah Jongin, apakah pria itu menginginkan permainan ini atau tidak.

Fairy Games bukan permainan mudah. Sepanjang game itu berlangsung sejak tahun 1998. Tidak ada satupun yang memenangkan permainan itu. semuanya gagal.

Tok! Tok!

“Jongin” seorang wanita paruh baya masuk lalu menghampiri Jongin, ia Ibu Jongin dan Hyeri. Park Sojung.

“Ya Eomma?”

Appa bilang besok kau harus datang ke pusat pemerintahan” sahut Sojung, “Mereka akan mendata semua calon peserta Fairy Games. Tahun ini dari Gyeonggi-do mereka akan mengambil semua peserta dari Seoul. mereka yang dari Incheon tidak di izinkan ikut”

“Begitu ya” sahut Jongin sambil melihat keluar rumah, “Apa Fairy Games benar-benar menakutkan?”

Sojung terdiam lalu duduk di sebuah sofa kecil di ruangan itu, “Tidak benar-benar menakutkan” jawabnya, “Kalian akan dipilih dari seluruh provinsi di Korea. Bersatu dan bertemu di Teluk Hitam. Kalian akan di pasang alat khusus. Seperti sebuah chip yang berfungsi sebagai nyawa. Jadi ketika kalian tersayat benda tajam atau keracunan, kalian akan tetap hidup”

Hyeri menatap Jongin lalu menatap Sojung, “eomma pernah ikut Fairy Games?”

“Tahun 98, Kim Sora, adik eomma ikut acara itu” jawabnya, “Dia gagal, memang tidak meninggal, tapi di punggungnya ada bekas sayatan besar. Setelah diselidiki, ternyata saat Sora tertidur, ada peserta dari Jeju-do mencabut chip nya. Untung saja Sora tidak meninggal”

Jongin menghela nafas panjang, “Tujuan untuk acara itu hanya gadis kecil itu kan?”

“Dia seumuran dirimu” jawab Sojung, “Fairy Games sama saja seperti permainan menyelamatkan seorang putri. Dan para peserta adalah ksatria yang berjuang menyelamatkan putri”

“Apa saja yang ada di Teluk Hitam?” tanya Hyeri, “eomma, haruskah Oppa ikut? Tak bisakah Oppa tinggal?”

Sojung menatap putrinya lalu menggeleng lemah, “Jongin tak bisa tinggal. Jongin harus daftar kompetisi itu, setelah itu, akan diundi 15 orang. Jika Jongin ada dalam daftar 15 orang itu, maka Oppa mu akan jadi peserta tahun ini” ucapnya, “Teluk Hitam hanya seperti Hutan biasa, dengan rawa, tebing, sungai, dan binatang liar. Diseluruh area dipasang CCTV agar panitia bisa memantau permainan”

Jongin menatap Sojung lalu tersenyum kecil, “Aku akan ikut permainan itu”

—–

Next Day, Seoul Government Office

Pagi itu gedung pemerintahan padat oleh remaja-remaja calon peserta Fairy Games. Mereka semua mengenakan seragam sekolah yang beragam. Bukan hanya calon peserta, banyak juga keluarga yang datang untuk melihat siapa peserta yang terpilih. Jongin ada di antara mereka, dengan seragam sekolah abu-abu yang melambangkan sekolahnya, Star Museum Academy.

“Kau juga ikut?”

Jongin menoleh ke sebelahnya lalu tersenyum, “Yo! Luhan”

Xi Luhan berdiri di samping Jongin, “Aku tak menyangka kita akan ikut permainan konyol ini” sahutnya, “Berhari-hari di Teluk Hitam, demi bertemu seorang gadis yang whatever I don’t know her. Dan hanya untuk bertanya ‘apakah kau pembunuh mentri di tahun 1996?’ aneh”

Jongin tertawa kecil lalu menepuk pundak sahabatnya, “Jalani saja permainan ini, menang atau kalah tak perduli” jawabnya, “Ku dengar mereka mendata semua murid di Star Museum”

Luhan mengangguk, “Karena Star Museum sekolah unggulan jadi semua terdata” tambahnya sambil menatap ke arah podium di depan gedung pemerintah, “Itu dia Gubernur”

Seorang wanita tua naik ke atas podium, seketika suasana yang tadinya ramai berubah menjadi hening.

“Selamat Siang warga Seoul” sahut wanita itu, “Seperti yang kita ketahui, hari ini adalah babak awal Fairy Games yang ke 15 diadakan” tambahnya, wanita itu mengambil selembar kertas lalu membaca isinya, “Seoul, akan memilih 12 peserta. Siapapun mereka, mereka harus mentaati permainan ini. Kami akan menjamin para peserta selamat”

Wanita tua yang diketahui sebagai gubernur Korea itu menghampiri sebuah kotak besar di sampingnya. Ia mengambil 12 kertas lalu kembali ke podium.

“Aku sudah mendapatkan pesertanya” Gubernur membuka 12 kertas itu lalu tersenyum, “Semua pria. Dan aku akan membacakan namanya untuk kalian”

Dari kejauhan Jongin mencari-cari sosok keluarganya, akhirnya ia menangkap sosok Sojung dan Hyeri yang sedang menatap gubernur dengan wajah cemas dan khawatir. Jongin menghela nafas lalu kembali menatap Gubernur.

“Baik lah..peserta Fairy Games ke 15” Gubernur tersenyum, “Oh Sehun dan Wu Yifan dari SOPA”

“Kim Joonmyun dan Park Chanyeol dari Arts & Literature School”

“Kim Minseok dan Kim Jongdae dari Seoul National School”

“Zhang Yi Xing dan Huang Zi Tao dari Korean International School”

“Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo dari Baram High School”

Gubernur mengambil dua kertas lagi, “Dua peserta lagi adalah…” sahutnya, ia menghela nafas sejenak lalu tersenyum lagi.

“XI Luhan dan Kim Jongin dari Star Museum High School”

Jongin menatap Luhan begitu pula sebaliknya, setelah itu Jongin menatap ke arah keluarganya, Hyeri menangis di pelukan Sojung. Jongin benar-benar tahu adiknya sangat khawatir pada dirinya.

“Para peserta silahkan berdiri di sampingku”

Tidak butuh lama, nama-nama yang dipanggil itu pun naik ke atas podium termasuk Jongin dan Luhan. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak untuk mereka semua.

Gubernur membalikan badannya lalu menatap ke 12 orang itu serius, “Ini bukan permainan main-main. Bawa nama baik Seoul dan Gyeonggi-do. Kalian mewakili Tim 1. Siapa ketuanya?”

Seorang pria mengacungkan tangannya, “Aku bersedia” sahutnya, “Wu Yifan dari SOPA. Panggil saja Kris”

Gubernur mengangguk, “Baik” jawabnya, “Silahkan masuk ke ruangan yang ada di dalam gedung, orang tua atau teman dekat kalian akan menghampiri kalian”

Ke 12 orang itu masuk ke dalam, sebelumnya Jongin melihat keluar, lalu menghela nafas dan berjalan masuk ke dalam.

—–

Oppa!”

Hyeri langsung berlari dan memeluk kakaknya, Jongin bisa merasakan adiknya menangis. Ia juga melihat Sojung menangis.

Eomma gwaenchana” jawab Jongin, “Aku akan baik-baik saja. Luhan juga bersama ku”

Sojung mengangguk, Jongin menoleh ke arah Pria disamping Sojung. Dialah Ayah Jongin, Kim Jongwoon.

Abeoji semua akan baik-baik saja” sahut Jongin

Jongwoon mengangguk, “Kau sudah besar Jongin, Appa tahu kau pasti mengerti apa yang harus kau lakukan”

Jongin tersenyum, “Hyeri-ya” Jongin menatap adiknya, “Oppa akan baik-baik saja, kalah atau menang Oppa pasti akan pulang”

Hyeri mengusap air matanya lalu menatap kakak satu-satunya dengan perasaan sedih. Tidak lama pintu terbuka, petugas masuk dan memberitahukan bahwa keluarga peserta harus keluar dari ruangan ini.

“Jongin, ingat pesan Appa dulu” sahut Jongwoon sambil menuntun Sojung dan Hyeri keluar dari ruangan itu.

Blam!

Pintu tertutup. Jongin menghela nafas, ia melirik ke arah Luhan yang sedang duduk sendirian di dekat jendela sambil menatap ke luar gedung.

“Orang tuamu tak datang?”

“Mereka masih di China” jawab Luhan singkat, “Sudahlah tak apa, yang penting sekarang kita harus terus bersama”

Jongin mengangguk, lalu duduk di samping Luhan. Setelah ini Jongin tak tahu apa yang akan terjadi padanya. Pada Luhan. Dan juga kepada 10 orang rekan barunya.

—–

“Di tahun 1996, gadis itu dikurung di jeruji emas, Oktober 1996 polisi mencoba meminta keterangan gadis itu tetapi polisi malah terbunuh. Fairy Games diadakan hanya untuk mencari kebenaran dibalik kasus wafatnya mentri. Karena pada saat itu Presiden tidak yakin kalau gadis itu pembunuhnya”

Gubernur menutup dokumen yang dibukanya lalu menatap 12 orang di depannya, “Kalian paham?”

Seorang pria yang dikenal sebagai Kim Joonmyun mengangkat tangan, “Tapi apa hubungannya dengan kami? Bahkan gadis itu bukan bagian dari keluarga kami. Kenapa kami harus dilibatkan? Sampai harus mengorbankan fisik, mental, dan nyawa”

Gubernur menghela nafas, “Kami, para pemerintah selama belasan tahun sudah mencoba untuk mencari kebenaran dibalik kematian mentri. Tetapi hasilnya nihil, untuk itu Fairy Games di adakan. Kami mencari orang yang benar-benar bisa menemukan kebenaran tentang semua ini”

“Kenapa kasus tidak ditutup?” tanya Luhan

“Berita ini sudah menyebar ke luar negri sejak 1996. Kami tidak mungkin menutup kasus tanpa alasan yang jelas” Gubernur berdiri, “Barang-barang kalian akan dikirimkan ke sini, kalian bisa Istirahat di tempat yang kusediakan. Besok kita akan berangkat ke Gyeongsangnam-do dengan pesawat. Lalu menyebrang ke teluk hitam dengan kapal. Persiapkan diri kalian”

Blam!

Pintu tertutup. Kedua belas orang itu masih terdiam di tempatnya.

“Kim Jongin, rasanya kita pernah bertemu”

Jongin menoleh ke sebelah lalu tersenyum kecil, “Huang Zitao. Tentu saja. Di perlombaan Wushu tahun lalu kan?”

“Panggil saja Tao” jawab Tao, “Aku tak menyangka kita akan bertemu lagi disini”

Jongin mengangguk, setelah itu mereka terlibat percakapan yang cukup seru. Begitu pula Luhan, nampaknya ia menemukan orang yang setipe dengannya, Oh Sehun. Malam itu ke 12 orang tersebut menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil menunggu fajar tiba.

—-

Pukul tujuh pagi. Ke 12 orang itu sudah dikumpulkan di bandara Incheon. Semuanya sudah siap dengan barang-barang masing-masing. Mereka dikumpulkan di ruangan khusus sehingga tak ada seorang pun yang boleh mengunjungi mereka.

Annyeong

Seorang wanita dan pria masuk ke dalam ruangan itu. keduanya mengenakan hanbok berwarna hitam dan putih.

“Aku Kwon Boa” sahut wanita ber hanbok putih, “Di sebelahku, Jung Yunho. kami mentor kalian selama 3 hari kedepan hingga Fairy Games dimulai”

Ke 12 orang itu membungkuk memberi hormat kepada kedua orang itu. tidak lama bunyi panggilan keberangkatan ke Gimhae mengudara. Ke 12 orang itu bersiap dengan koper masing-masing dan masuk ke dalam pintu keberangkatan.

—–

Yeosu,  Jeollanam-do

“Jea, kereta sudah datang”

Seorang gadis berambut hitam menoleh ke samping lalu mengangguk lalu mengangkat kopernya menuju peron stasiun.

“Xi Luhan..akhirnya bisa bertemu lagi”

-tbc-

Annyeong

First Part for Wolf. semoga gak mengecewakan ya.

Mungkin disini belum di jelaskan apa maksud dari judul ‘Wolf’ tapi di part berikutnya akan dijelaskan ya.

Keep reading, dont be a siders, please read,comment,and like, gomagoma^^

5 thoughts on “WOLF [1]

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s