[FREELANCE] Goodbye Summer (Songfic)

gs

 

A story by Janey (@_yxing) | Song fic | Romance | General | ficlet | f(x)’ Krystal/Jung Soojung and EXO’s Kai/Kim Jong In

f(x) – Goodbye Summer (Amber+Luna+Krystal) (Feat. D.O. of EXO-K)

“Apa kau benar-benar tak bisa tinggal?” Soojung tertawa kecil melihat ekspresi serius pemuda itu. Entah berapa kali ia mengulang pertanyaan yang sama sedari pagi.

Soojung menggeleng. “Kita sudah bicara tentang ini berulang kali, Jong In-a. Aku harus menemani kakakku di Amerika.”

Jong In terdiam lalu mengangguk dengan arti yang sulit terbaca. Ia mengeluarkan ipod miliknya dan menyerahkannya pada Soojung.

“Lihat satu-satunya video disana jika kau merasa bosan dipesawat.”

Soojung tersenyum sebelum akhirnya berlalu masuk ke dalam boarding gate dan hilang ditengah kerumunan penumpang lain.

“Sampai jumpa lagi… Kim Jong In.”
—-

I remember when we were yelled at in the halls. I don’t know why it was so fun even when we were being punished. After that day (yeah yeah) stuck together like the astro twins, you were me and I was you.

Soojung meregangkan kakinya yang terasa pegal setelah hampir dua jam ia berdiri di lorong depan kelasnya bersama pemuda itu.

Ia memegangi perutnya yang sudah berontak minta diisi. Ia mengembungkan pipinya kesal karena harus mendapatkan hukuman seperti ini bahkan di hari pertamanya menginjakkan kaki di sekolah ini.

“Kau lapar?” Pemuda itu menendang-nendang pelan sepatu Soojung yang dibalas tatapan tajam gadis itu.

Ia mengeluarkan sebungkus roti dari saku celananya dan memberinya pada Soojung. “Makanlah.”

Gadis itu berfikir sejenak lalu mengambil roti itu ragu-ragu sebelum melahapnya. Pemuda itu hanya tertawa kecil melihat Soojung memakan roti pemberiannya dengan lahap.

Soojung mengerucutkan bibirnya sebal lalu tersenyum. “Terima kasih.” Ucapnya sambil mengacungkan roti yang setengahnya sudah ia makan tadi.

Pemuda itu tertawa lagi. Sedikit lebih keras kali ini. “Lebih baik kau tersenyum seperti itu daripada menekuk wajahmu terus menerus.”

Soojung mendengus kesal. Pemuda itu tertawa lagi dan mengulurkan tangannya kehadapan gadis itu.

“Jong In. Namaku Kim Jong In.”
—-

You cried so much on the day before graduation. You held it firmly since you’re a guy. Just like that hot summer when we couldn’t say what we wanted. Goodbye… 

Jong In dan Soojung duduk diatap sekolah, membiarkan terik matahari musim panas menerpa wajah mereka. Hal yang biasa mereka lakukan setiap jam istirahat tiba.

Sejak mereka dihukum waktu itu, mereka selalu menempel seperti ini. Mereka menemukan banyak kesamaan-kesamaan yang membuat mereka seperti cermin untuk satu sama lain. Bukan hubungan seeksplisit yang orang lihat. Mereka mengklaimnya sebagai hubungan persahabatan biasa. Walaupun sebenarnya lebih kompleks.

Tidak terasa besok mereka akan meninggalkan sekolah ini. Menanggalkan seragam mereka dan membiarkannya tergantung di lemari. Kelulusan…

“Tidak bisakah kau tinggal?” Jong In melirik Soojung yang duduk di sampingnya.

Soojung menatap lurus ke depan tidak benar-benar fokus dengan apa yang dilihatnya. Pandangannya juga sedikit kabur dengan air mata yang mendesak untuk keluar. Ia memeluk lututnya dan meletakan dagunya disana.

“Aku pasti akan merindukan tempat ini.” Ucap Jong In yang terdengar lebih seperti bisikan. Ia mendongakkan wajahnya menahan tangis.

Perasaan yang sama merasuki hatinya. Perasaan senang, sedih dan takut yang bercampur aduk. Dan ia tidak tahu mana yang lebih dominan. Banyak sekali hal yang ada dipikirannya saat ini.

Perasaan senang karena akhirnya dia bisa menyelesaikan pendidikannya. Sedih karena banyak hal yang harus ia tinggalkan dan banyak hal pula yang tak dapat ia utarakan.

Dan kehilangan…
—-

Soojung membungkuk sopan pada pramugari yang membantunya memasang sabuk pengaman. Ia mengistirahatkan kepalanya pada sandaran kursi. Menutup rapat matanya merilekskan semua otot-otot tubuhnya.

Tiba-tiba hatinya terasa sakit dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat ia mengingat semua memori 2 tahun terakhir hidupnya di Korea.

Mengingat tentang pertama kalinya ia menginjakan kakinya di sekolahnya. Dihukum karena terlambat bersama Jong In dan saat pertama kali mereka bertemu sebelum akhirnya mereka tak terpisahkan seperti itu.

Soojung mengeluarkan ipod pemberian jong in dari tasnya. Menyumpalkan earphone ke telinganya memutar lagu secara acak. Pemuda itu selalu punya selera musik yang sama dengannya.

The feelings I’ve hidden still remain as a painful secret memory. The photos that can’t define our relationship is a heartbreaking story. I’m sorry, summer, now goodbye yeah.. 

Ia mulai membuka folder demi folder dan mendapati banyak fotonya bersama Jong In. Memory di otaknya terus memutarkan semua hal yang telah ia lakukan dua tahun belakangan bersama pemuda itu.

Soojung merasakan dadanya makin sesak saat ia sadah bahwa selama ini ia telah berbohong pada dirinya sendiri. Menyangkal semua perasaannya dan menjadikannya kenangan yang menyakitkan.

What do I say, we didnt have to play no games. I should’ve took that chance. I should’ve asked for you to stay. And it gets me down the unsaid words that still remain. The story ended without even starting. 

Soojung memijit dahinya yang mulai terasa sakit. Dia tidak pernah betanya mengapa jong in selalu bertanya pertanyaan yang sama padanya.

‘Tidak bisakah kau tinggal?’

Dia tidak pernah berfikir apakah pemuda itu sedang mencoba untuk menahannya. Jika iya, dia akan sangat menyesal karena telah mengabaikannya. Dia bahkan tak mengucapkan selamat tinggal dan dengan begitu cerita berakhir tanpa pernah dimulai.

Your song in the last day of the school festival, the flickering summer sea. Our feelings that precious because we were together like the deepening night sky. Goodbye… 

Air mata Soojung jatuh begitu saja saat ia memutuskan untuk membuka video yang Jong In minta untuk dibukanya. Dalam video itu Jong In menyanyikan lagu yang sama yang ia nyanyikan saat festival musim panas terakhir sebelum kelulusan.

Kilasan-kilasan memori tentang saat itupun kembali memenuhi kepalanya. Saat ia dengan hebohnya menyemangati Jong In yang demam panggung. Ia tersenyum mengingatnya. Juga saat Jong In membawanya ke halaman belakang sekolah sesudah festival, melihat bintang memenuhi langit malam kota Seoul kala itu, bicara tentang banyak hal hingga ia tertidur di pundak pemuda itu.

Baby oh no oh oh… Im sorry that this is a monologue. Oh, actually, I love you, yeah… If only our long-time hidden secrets were revealed. I would hold you in my arms. 

Ia menggigit kerah kemejanya untuk meredam suara isakannya yang semakin keras. Ribuan kupu-kupu terbang dalam perutnya namum diwaktu yang sama ribuan pisau pula menghujam jantungnya.

Sebuah pengakuan yang tak pernah bisa diungkapkan langsung oleh pemuda itu padanya kini terdengar nyaring dan lebih parahnya lagi ia sudah tidak dapat kembali.

“Soojung-a,” Jong In menggaruk kepalanya yang mungkin tidak terasa gatal. Ia tersenyum canggung.

“Ada yang ingin aku katakan padamu. Sejak dua tahun lalu sebenarnya tapi aku takut aku akan merusak segalanya.” Ia mengerang frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.

“Baiklah. Jung Soojung, aku… Mencintaimu. Bukan sebagai sahabatmu tapi sebagai laki-laki.” Jong In menyembunyikan wajahnya dibalik telapak tangannya sebelum menyelesaikan kalimatnya.

“Tadinya ku kira kau akan tinggal tapi ternyata kau tetap pergi juga. Aku tidak bisa menahanmu tetap disini jadi… Aku pasti akan meneyusulmu. Itu pasti. Aku janji.” Pemuda itu mengeluarkan senyuman khasnya.

Soojung ikut tersenyum lalu mengangguk. Mungkin bagi penumpang lain yang melihatnya, ia akan disangka gila dan mungkin itulah adanya. Dia terlalu gila dengan hanya menonton sebuah video yang merubah hidupnya.

“Akanku tagih janjimu Kim Jong In. Kau harus datang menemuiku karena aku… Juga mencintaimu.”

~END~

A/N: Annyeong ^o^ Janey’s back! Heung, I’m drowning on D.O’s and Krystal’s voice in this song and the lyrics is so eum I don’t know how to explain but, yeah I like it soooooo much.

Aku suka sama teaser KaiStal di album Pink Tape dan kebetulan aku rasa teasr foto itu cocok sama lagunya. So, enjoy! Visit my site also guys! Creamyunicorn.wordpress.com for more fanfics xixi ^o^v

2 thoughts on “[FREELANCE] Goodbye Summer (Songfic)

  1. uye…nemu Kaistal lagi, I Shipper of them. ceritanya pendek tapi bagus, aku suka cerita persahabatan yang begini. menyakitkan tapi berakhir manis.

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s