[FREELANCE] After a Long Time -한참 지나서- (Songfic)

Image

 

Title : After a Long Time ( 한참 지나서 )

Author : Hyuuga Ace

Genre : Songfic , Romance

Length : Ficlet

Rating : G

Web : cynicalace.wordpress.com

 

 

Main Cast :

You can find it after read this story..

 

Summary :

“After a long time, I am here right now… If I wait here, will I be able to see you? Then will I be able to tell you, how I feel right now?”

 

 

 

Author’s note :

FF ini terinspirasi dari lirik lagu After a Long Time nya Baek Ji Young. Author suka bgt ama lirik lagu ni maka’a pngen nyoba” bkin ff bergenre songfic dri lagu ni.. Kekeke.. Hope u all like this story. ^^

 

PS : mian, poster songfic ini bener” jelek.. Huhuhu.. Author ga bisa bkin poster *plak

 

Happy Reading all ^^

 

 

_____

 

 

Aku menghirup udara di sekitarku. Sudah musim gugur. Musim gugur dimana daun- daun dari pepohonan akan berguguran dan berececeran di jalanan.

 

Aku menyukai musim gugur, karena dengan melihat daun yang berjatuhan. Aku mengingat dirimu. Kenangan terakhir sebelum kau pergi meninggalkanku.

 

Musim gugur 3 tahun yang lalu.

 

Aku masih mengingatnya dengan sangat jelas, saat tanganmu yang melambai ke arahku. Kita berpisah di ujung jalan ini.

 

Saat itu, sedetik pun aku tidak pernah berpikir bahwa hari itu adalah pertemuan terakhir kita. Aku selalu berpikir besok kau dengan wajah ceriamu akan menghampiriku dan kita akan menyusuri jalan ini bersama seperti hari- hari sebelumnya.

 

Namja itu, aku sering sekali bertemu dengannya saat melewati jalan ini. Aku mengetahuinya bahwa dia tidak memiliki sekolah yang sama denganku dari seragamnya, sempat aku berpikir bahwa dia mungkin saja lebih tua dariku. Hingga suatu saat, saat ia menghampiriku dan mengajakku berkenalan dan aku mengetahuinya. Dia memiliki umur yang sama denganku.

 

Saat itu musim dingin, aku lupa membawa jaketku dan rupanya dia juga memerhatikanku. Ketika tubuhku menggigil karena dingin. Kemudian dia selangkah lebih dekat padaku dan memberikan jaketnya untuk kukenakan.

 

Aku masih mengingatnya dengan jelas, pembicaraan pertama kami. Dan bagaimana senyum cerianya menyapaku.

 

Semenjak itu, kami mulai dekat dan tanpa disadari aku selalu menunggunya di jalan ini, setiap harinya. Kami berjalan bersama melewati jalanan ini, sampai di ujung jalan aku harus berpisah dengannya.

 

Aku merasakan kehampaan saat berpisah di ujung jalan dengannya, tapi aku selalu memiliki keyakinan bahwa aku pasti akan bertemu lagi dengannya esok hari, di jalan ini.

 

Dan sedikit demi sedikit aku mulai menyukainya, menyukai segala cerita yang diceritakannya sepanjang jalan. Menyukai bagaimana aku bisa tertawa lepas ketika bersamanya.

 

Aku menyukai bagaimana kami berbagi cerita, bahkan cerita di mana hanya kami yang mengetahuinya.

 

Aku menyukainya. Namun aku tidak mempunyai keberanian untuk mengutarakannya.

 

Aku takut, jika aku mengatakannya dia akan pergi meninggalkanku. Karena kurasa dia hanya menganggapku sebagai teman.

 

Hingga suatu saat aku menyesalinya, aku terlambat.

 

Dia benar- benar menghilang. Dia pergi entah kemana. Tapi aku bodoh, aku masih saja terus menunggunya di jalan ini.

 

Berharap dia datang dan tersenyum dengan caranya sendiri kepadaku. Berharap kami dapat menciptakan kenangan yang lebih banyak lagi.

 

Aku mencari tahu keberadaan orang itu di sekolahnya. Tapi dia tidak memunculkan batang hidungnya juga.

 

Mungkin dia pindah sekolah? Pindah rumah? Ya, aku terus saja berspekulasi.

 

Tapi ada satu spekulasi yang benar- benar menghantuiku. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Aku takut aku benar- benar tidak akan bisa bertemu lagi dengannya.

 

Hingga saat ini, aku masih berada di tempat yang sama. Langit gelap menemaniku, tapi bintang- bintang itu menghiburku di atas sana. Tapi aku menangis.

 

Kehidupan tanpamu, semua penuh dengan

penyesalan. Tanpa dirimu, aku merasakan banyak kehampaan.

Hari inipun langkah kakiku merindukan tempat

ini, tak dapat beranjak dan memanggilmu.

 

Sepertinya aku tak dapat menghapus,

membuang, dan melupakannya. Aku mengedarkan pandangan ke jalan cukup

lama. Kenangan yang kusukai saat melewati jalan ini terus menerus muncul sehingga menghentikan

langkah kakiku.

 

Aku merindukan masa itu, hingga tanpa sadar

aku memikirkan kehidupan saat itu

Karena dirimu yang terus menerus melangkah di

mataku.

 

Kenangan saat-saat menghabiskan waktu

bersama seperti bintang bertaburan, namun

bagaimana dengan dirimu? Kau dimana? Apa kau baik- baik saja? Tahukah dirimu setelah 3 tahun aku terus saja merindukanmu.

 

Ya, aku benar- benar merindukanmu, bodoh. Aku merindukanmu, bahkan lebih

merindukanmu.

 

Orang-orang terlihat bahagia

Hanya aku yang sepertinya dibiarkan sendiri, kesepian.

Tak ada kepura-puraan, aku terus memikirkanmu.

 

Aku terduduk di pembatas itu, pembatas yang memisahkan jalan ini dengan sungai kecil di sebelahnya. Sama seperti dulu.

 

Aku tersenyum pahit ketika menyadarinya.

 

Jika aku menunggu lebih lama. Dapatkah kau melihatku, saat aku menantimu di

sini?

 

Dapatkah nantinya aku menyatakan perasaanku?

 

Orang- orang yang melewatiku melihatku dengan tatapan aneh. Hari ini pun aku menangis lagi.

 

“Kim Jongdae, aku merindukanmu. Bisakah kau kembali? Hanya sekali, aku berjanji. Aku hanya ingin melihatmu sekali lagi.” Aku mendudukan kepalaku, mengigit bibir bawahku sekeras mungkin.

 

Namun kata- kata itu tetap terlontar begitu saja.

 

Aku bisa merasakannya saat orang- orang mulai menghentikan langkah mereka dan melihatku. Mungkin sekarang aku sudah disangka orang gila.

 

Aku menyeka kasar air mata wajahku dan mulai mengangkat wajahku.

 

Aku melihatnya, ya.. Benar. Orang itu, setelah sekian lama aku bisa melihatnya. Dia berada di antara kerumunan orang itu. Aku tidak bisa melihat yang lain, mataku hanya terarah padanya.

 

Dia menatapku kaget, sama sepertiku.

 

Kemudian dia melangkahkan kakiknya selangkah lebih maju dari kerumunan orang- orang itu.

 

Mataku benar- benar tidak bisa berpaling dari wajahnya, wajah seseorang yang selalu kurindukan.

 

Sampai dia tersenyum. Senyum dengan caranya sendiri. Dan aku sudah lupa caranya bernapas.

 

Dia.. Kembali.

 

Jongdae, dia kembali.

 

“Kau.. Masih disini?” Pada akhirnya sekali lagi aku bisa mendengar suaranya.

 

“Aku masih menunggumu.” Aku tersenyum di balik air mataku yang makin menderas.

 

Dia berlutut dan menyeka air mataku.

 

“Jongdae, sebentar saja. Aku mohon kau jangan menghilang, berikanku waktu hanya 1 menit. Aku ingin mengutarakannya.” Aku mengambil napasku dan melihat jauh ke dalam matanya.

 

“Aku menyukaimu, bahkan setelah 3 tahun aku masih menyukaimu.” Aku menundukan kepalaku dan segera bangkit berdiri.

 

“Aku tahu.” Ujarnya tenang seraya menarikku dalam pelukannya.

 

“Kau masih orang yang sama seperti yeoja yang selalu menghiasi mimpiku beberapa tahun ini.”

 

“Mian, aku pergi meninggalkanmu. Setelah sampai lagi di kota ini, aku segera mencarimu. Dan benar seperti dugaanku. Aku bisa menemukanmu di tempat ini.” Dia membisikan kata- kata itu tepat ditelingaku. Membuat wajahku benar- benar panas. Tapi air mata terus saja mengalir.

 

Terima kasih, karena aku masih bisa melihatmu. Aku benar- benar bahagia sekarang.

 

“Aku merindukanmu.”

 

 

THE END

 

One thought on “[FREELANCE] After a Long Time -한참 지나서- (Songfic)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s