BEAUTY & BEAST [CHAPTER 5]

12345678915

Title : Beauty & Beast – Chapter 5

Author : Choi Seung Jin

@AureliaCelline

Genre : Fantasy, Historical, Supernatural, OOC

Ranting : General Audience

Leigth :Chaptered

Main Cast :

EXO in English Name

Supporting Cast :

Evanna Lynch as Amelia (OC)

Jessica SNSD as Jessica

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

Note :

  • CAST TIDAK SEMUA MILIK AUTHOR SEUTUHNYA, TAPI UNTUK CERITA HANYA MILIK AUTHOR SATU-SATUNYA. NO PLAGIAT!!
  • SEMUA MEMBER EXO MEMILIKI UMUR YANG SETARA, YAITU 17 TAHUN!! Buat yang menurut readers gak cocok untuk usia 17 tahun, anggap saja muka mereka itu boros’-‘)
  • Ingatlah English name para member EXO. Karena author akan menggunakan nama itu daripada real name atau stage name mereka.
  • English name para member EXO author dapatkan dari http://ohsehunnie1.com/post/43130943930/exos-english-spanish-and-french-names

****

Annyeong readers^^ Ketemu lagi sama Jinnie, author paling cantik dan imut #plakk.

Kali ini Jinnie kembali dengan Beauty & Beast Chapter 5 *Yeaaaay* Tapi untuk chapter ini, akan menjadi yang paling sedikit, yaitu hanya sekitar 2000 kata saja. Karena di chapter ini tidak ada titik penting untuk alur cerita. Maaf kalau ada typo, kata-kata kurang pas, atau menggunaan bahasa yang sedikit aneh. Jinnie hanya manusia biasa yang tidak pernah sempurna *bahasanya ketinggian*

Seperti biasa, Jinnie butuh kritik dan saran dari readers. Silahkan dikritik di kolom komen dibawah nanti.

Satu lagi, Jinnie mau tanya pendapat readers tentang poster yang Jinnie gunakan untuk chapter ini. Poster ini adalah hasil eksperimen dari sekian banyak percobaan pembuatan poster yang Jinnie lakukan. Kalau readers mau tahu, untuk Beauty & Beast Jinnie sudah membuat sekitar 10 poster dari hasil eksperimen. Tapi entah gimana nasib-nasib poster yang tidak Jinnie gunakan T-T

O iya… Untuk readers yang pernah mampir di tumblr gallery nya Jinnie, Jinnie baru saja mengupload sebuah foto misterius yang akan menjadi clue untuk kelanjutan Beauty & Beast nantinya. Meskipun foto itu sederhana, tapi pentunjuk yang terkandung sangat besar dan mencolok. Jadi untuk readers yang mau tahu bocoran tentang kelanjutan Beauty & Beast, kalian harus mampir ke tumblr galerry Jinnie *sekalian promosi*

 

Happy reading :3

***********

It’s not good.

Perempuan bernama Sulli itu… Dia benar-benar bukan manusia.

“How did you know my name?”

Jika disuruh untuk bersumpah, Leo akan bersumpah bahwa dia tidak mengenal perempuan itu. Bertemu saja tidak pernah. Lalu, bagaimana perempuan itu tahu nama Leo.

“Mudah, kok. Aku sudah mengawasimu sejak kau lahir,” ujar Sulli percaya diri.

“Sejak lahir? Jangan membual!” Hardik Leo. “Bahkan kau dan aku terlihat seumuran. Bagaimana kau bisa mengawasiku sejak lahir?”

Sulli terkekeh. “Seumuran? Memangnya kau kira aku ini gadis berumur 17 tahun seperti?”

“Aku sudah hidup… Jika digabungkan dengan umur asliku, aku berumur 135 tahun.”

Apa?

Perempuan ini berumur 135 tahun. Bagaimana bisa dia hidup selama itu? Dengan wajah yang terlihat sangat muda.

“Amy, berlindung dibelakangku,” bisik Leo seraya menarik lengan Amy ke belakang punggungnya.

Sulli menatap tajam Leo dengan dua mata keemasannya yang lama-kelamaan terlihat mengerikan. Kecantikannya bahkan tidak sanggup menutupi kesan mengerikan padanya.

“Makhluk macam apa kau ini?” Kata Leo.

“Biar kuberi petunjuk. Hidup abadi, minum darah, dan…” Sulli berhenti menggantungkan kalimatnya. Melemparkan padangan pada Amy, tersenyum sinis dan kembali lagi ke Leo.

Kedua mata mereka bertemu, seperti ada tabrakan hebat saat mata mereka saling menatap. Pikiran mereka saling terbuka yang sebelumnya tertutup rapat.

“…membenci werewolf,” Sulli melanjutkan kata-katanya.

Leo berhasil masuk kedalam pikiran perempuan itu entah karena pikiran itu terbuka dengan sendirinya atau sengaja dibuka.

“Vampire,” kata Leo. Dia mendapat banyak penglihatan saat dia berhasil membaca semua isi otak Sulli. Lembaran demi lembaran memori selama seratus tahun masuk begitu saja ke dalam pikiran Leo.

“Nah, kau tahu sekarang. Jika kau tahu siapa aku sebenarnya, apa kau tahu kenapa aku kemari?” Kata Sulli yang semakin membuat pusing dengan terus menguji Leo dan kemampuannya.

“Memakan kami?” Amy berkata, sambil mencekram jaket Leo kuat karena ketakutan.

“Menangkapku,” kata Leo singkat.

Sulli tidak memberi pentunjuk apa jawaban Leo benar atau salah meski memang benar. Menangkap Leo adalah salah satu misinya kali ini. Dia tersenyum lebar, menunjukkan 2 pasang taring tajam yang dimilikinya.

Dia memulai penyerangannya, berlari menuju Leo yang berjarak sekitar 100 meter di depannya.

“AMY, LA–“

Sulli sudah berada dihadapan Leo. Dia berlari secepat kilat. Belum sempat Leo memperingatkan Amy untuk lari, Sulli sudah menyerangnya.

Melempar tubuh Leo kuat hingga menabrak sebatang pohon. Saking kerasnya hingga pohon itu hancur dan tumbang.

Vampire adalah makhluk yang kuat, bahkan sangat kuat. Mereka juga cepat, dapat berlari secepat angin. Mustahil bisa terhindar dari setiap serangan vampire.

Punggung Leo serasa mau patah. Sakit karena menghantam benda keras terlebih sampai benda itu hancur. Dia masih tersungkur diatas salju, menahan sakit luar biasa pada tubuhnya yang seperti remuk. Dia masih membuka matanya, sedikit buram karena kesadarannya hampir hilang.

Sulli berjalan mendekati Leo yang tak berdaya itu. Tersenyum sinis tanda kemenangan.

“Mudah sekali,” Sulli berkomentar. “Ku kira akan sulit.”

Leo tak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya terlalu sakit untuk melarikan diri, membawa dirinya dan Amy menjauh dari Vampire ini.

Ingat perjanjian kita, Leo. Kau tahu kita akan mati jika vampire itu mendapatkan kita.

Xander berbicara pada Leo, mengirimkan telepati. Mengingatkan tentang perjanjian untuk saling melindungi satu-sama lain dari para vampire yang mengincar Mortem sejak lama.

Tidak perduli apa gadis yang bersamamu akan tahu identitasmu, kau tidak dapat melawan vampire itu dengan wujud manusiamu.

Leo memejamkan matanya berusaha berkonsentrasi. Namun gagal. Rasa sakitnya membuatnya tak bisa berkonsentrasi.

Disisi lain, Amy mencoba membantu Leo. Dia berjalan mengendap-endap, membawa patahan sebatang kayu yang jatuh di tanah. Dia melangkah di belakang Sulli tanpa suara sedikitpun agar Sulli mengetahui kedatangannya.

Amy mengayunkan batang itu tinggi , bersiap memberikan pukulan keras pada perempuan yang ada didepannya.

HAPP..

Sulli menangkap kayu itu tepat sebelum menyentuh kepalanya dengan satu tangannya. Dia cepat sekali.

Dengan tangannya yang lain, Sulli meraih leher Amy, mencekiknya dan mengankatnya tinggi hingga kakinya tidak menyentuh tanah. Amy hampir tidak bisa bernafas karena tangan Sulli yang mencekiknya kuat.

“Cih.. Kalaupun aku membunuhmu sekarang, tidak ada gunanya.” Sulli melempar Amy kuat hingga gadis itu terseret berberapa meter jauhnya.

“AMY!!” Leo tidak bisa menerima perlakuan Sulli pada Amy yang kini tengah merasakan sakit.

Leo kembali menutup mata, berkonsentrasi dengan keras. Amarah sudah menguasainya. Cahaya merah menyala memancar dari dua bola mata yang berubah menjadi merah saat kembali terbuka. Dan dalam sekejap sosok Leo bertranformasi menjadi seekor serigala raksasa berbulu coklat dengan mata yang merah, menatap penuh amarah seorang vampire dihadapannya.

“Akhirnya berubah juga,” gumam Sulli, membalas tatapan tajam dengan kedua mata keemasannya.

RAAAAWRRR

Serigala Leo meraung keras, melakukan serangan balasan terhadap Sulli. Menyerangnya seperti layaknya binatang, buas dan liar. Mencoba mencabik-cabik Sulli dengan gigi-giginya yang tajam.

Dengan kekuatannya, Sulli sanggup menahan rahang Leo untuk mencabik-cabiknya. Mencoba untuk mempertahankan dirinya, dia mendorong tubuh Leo dengan sekali dorongan keras.

Sulli melompat ke sebuah pohon terdekat yang dapat dijangkaunya. Kembali melompat menjauh dan melarikan diri karena dirinya belum siap menghadapi Leo yang sudah dapat mengendalikan Mortemnya.

AWOOOOOOOOO

Leo melolong menandakan musuhnya sudah kabur. Dia mengalihkan pandangannya pada sosok Amy yang sudah berdiri, menatapnya terkejut dan tidak percaya namun tidak ada rasa takut.

“Kaing… Kaing…” Dia merintih kesakitan. Rasa sakit kembali menyambar, membuat Leo jatuh ke atas salju. Sebelumnya amarahnya lah dapat meredam rasa sakitnya. Tapi sekarang sakit itu kembali lagi.

“LEO!” Amy berlari ke arah Leo. Mengangkat kepala serigala besar itu dan mengangkatnya ke atas pangkuannya.

Mata Leo perlahan berubah menjadi kecoklatan. Amarahnya sudah mereda sejak vampire itu pergi melarikan diri. Yang sekarang dirasakannya adalah rasa sakit.

Dia menatap Amy dengan tatapan yang khawatir. Namun Amy hanya tersenyum dan berkata, “Aku tidak apa-apa.”

****

AWOOOOOOOOO

Suara lolongan terdengar keras dari kejauhan sampai ke XOXO. Para Wolf Boys yang sedang berkumpul di aula sekolah pun sampai mendengarnya dengan jelas.

“What was that?” Tanya Stephan spontan.

“Itu.. Bukan, kah itu suara serigala?” Kata Alex menganalisa.

Semua bersikap acuh. Mereka berpikir itu hanya lolongan serigala kesepian. Tapi, tunggu! Ini, kan masih siang.

“Satu. Dua. Tiga. Empat. Lima. Enam. Tujuh. Delapan. Sembilan. Sepuluh. Sebelas. Kenapa hanya sebelas?” Kata Richard setelah menghitung jumlah mereka semua.

“Leo!” Seru Edison. “Leo mana?”

Mereka menyadari kalau Leo tidak ada diantara mereka. Itu artinya lolongan tadi adalah… Lolongan Leo.

Kevin secara spontan berlari menuju hutan, disusul yang lainnya. Berlari secepat mungkin ke tempat Leo berada. Pastilah Leo sedang dalam kesulitan. Mereka berlari menelusuri setiap celah pohon yang ada di hutan, menuju lokasi terdekat yang kemungkinan disana ada Leo.

Lokasi Leo berada tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 1-2 km, mungkin. Pak Jim sudah ada disana dengan berberapa perawat dari Rumah Sakit sekolah.

Perhatian 10 dari 11 laki-laki yang baru tiba itu tertuju pada sosok Leo yang baru saja dipindahkan ke atas tandu, tak sadarkan diri. Sedangkan Will, matanya langsung menangkap sosok Amy yang berdiri tidak jauh dari Leo–menatap khawatir laki-laki yang tak sadarkan diri itu– yang menurutnya tidak seharusnya Amy disini.

Kevin menghampiri Pak Jim sebagai sosok yang harus ditanyakan tentang apa yang sedang terjadi.

“Pak, ada apa dengan Leo?”

“Dia baru saja diserang. Tulang punggungnya retak dan nyaris patah akibat menabrak pohon dengan keras,” jawab Pak Jim.

Kevin bisa melihat sebatang pohon yang tumbang yang kemungkinan menjadi tembat terbenturnya Leo sampai tulang punggungnnya hampir patah.

Edison ikut menghampiri bersama yang lain, penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

“Siapa yang menyerangnya, Pak?” Tanyanya.

Pak menarik nafas panjang sebelum ia menjawab pertanyaan Edison barusan. “Yang menyerang Leo adalah…”

“Vampire?” Potong Kevin. Semua pandangan mengarah padanya, bertanya apakah benar.

“Ya, vampire. Bagaimana kau tahu?” Kata Pak Jim.

“Karena Leo pernah mengatakannya padaku.”

Flashback on

“Jadi, bagaimana sosok makhluk yang mengincar kita?” Tanya Kevin serius.

Leo nampak berpikir, seperti mencoba mengingat apa yang didengarnya tadi. “Sesuatu yang mereka sebut The Cold One.”

“The Cold One?” Ulang Kevin.

“Iya. Itu yang dia bilang. As Cold as ice. As Fast as wind. Very strong creature,” ujar Leo.

“Bukan manusia, ya?” Leo mengangguk mengiyakan.

Flashback Off

“Kalau begitu, bagaimana kejadian sebenarnya?” Tanya Kevin lagi.

“Yang bisaku ketahui adalah Leo berubah saat dia diserang. Dan satu-satu orang yang tahu secara spesifik apa yang telah tertadi adalah Amelia,” kata Pak Jim menjelaskan, melirik sosok Amy yang berdiri memandang ke arah Leo –yang dibawa oleh 4 orang perawat laki-laki– dengan ekspresi khawatir.

“Apa itu artinya dia melihat Leo?” Tanya Kevin lagi. Pak Jim mengangguk berat seperti menyayangkan kejadian yang sudah terjadi.

“Bagaimana dengan Leo? Apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Stephan khawatir.

“Kau lupa? Kita punya penyembuh disini.”

****

“Ayo, Will. Kita coba sembuhkan dia.”

Ini saatnya untuk Will menunjukkan kekuatannya. Meskipun awalnya ia enggan, tapi bagaimanapun juga Leo butuh pertolongan pada tulang punggungnya yang nyaris patah.

Para perawat sudah membalikkan posisi Leo ke posisi tengkurap agar Will mudah untuk menyembuhkannya. Dia tidak kunjung sadarkan diri, membuat semua orang menjadi khawatir.

Tak ada waktu lagi, Wil mulai meletakkan kedua tangannya diatas punggung Leo. Cahaya biru yang terang keluar dari telapak tangannya. Butuh waktu berberapa menit untuk menyelesaikan proses ini sampai Will berkata bahwa dia telah selesai.

Setiap ruas tulang yang retak mulai menutup lagi. Bagian-bagian yang hampir patah sudah menyatu kembali. Meski begitu, mata Leo tetap terpejam, masih pingsan.

“Sekarang kita hanya perlu menunggunya sampai sadar.” Pak Jim berpaling dan beranjak meninggalkan Rumah Sakit sekolah.

“Kita harus menginterogasi Amy,” usul Stephan.

“Kata interogasi menurutku terlalu berlebihan. Kita hanya perlu menanyakan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Kevin.

****

Amy masih nampak shock dengan apa yang menimpanya tadi. Dia hanya diam, duduk tepat disebelah Will yang berusaha menenangkannya.

“Siapa  orang yang menyerang Leo?” Tanya Will pelan, tidak ingin terlalu memaksa.

“Namanya Sulli. Dia vampire,” kata Amy pelan dan singkat.

“Dia menginginkan Leo,” tambahnya. “Dan Leo…. Dia… Berubah.”

Ke-11 Wolf Boys yang ada disana tertunduk pasrah. Identitas Leo sudah diketahui. Yang bisa dilakukan sekarang hanya membuat atau meyakinkan Amy agar tidak menceritakan dan menyebarkan apa yang sudah dilihatnya.

“Bagaimana penampilannya?” Tanya Francis serius.

“Kulitnya pucat dan sangat dingin seperti es. Aku bisa merasakannya saat tangannya mencekikku. Dia memiliki sepasang mata coklat keemasan yang bersinar. Sangat menyeramkan,” jelas Amy.

Kevin berdiri dari tempatnya, mendekati Amy. “Amy, aku ingin berjanji. Jangan pernah memberitahu siapapun tentang hal ini, oke?”

Amy hanya bisa mengangguk.

“Baiklah, sudah cukup bertanyanya.” Will beranjak dari tempat dan menarik tangan Amy pergi dari aula.

Berjalan menjauhi gedung sekolah menuju lapangan football, tempat yang biasa menjadi tempat mereka mengahabiskan waktu luang. Memilih bangku yang berada ditengah-tengah, Will dan Amy duduk seperti yang biasa mereka lakukan sebagai sahabat.

“Apa kau marah padaku, Will?” Tanya Amy, menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata laki-laki yang sudah menjadi sahabatnya hampir 8 tahun.

“Kenapa aku harus marah? Aku justru bersyukur kau bisa selamat,” ujar Will. “Apa vampire itu tahu?”

“Tentu saja dia tahu. Mudah sekali diketahui oleh makhluk seperti mereka. Makanya itu dia tidak membunuhku,” kata Amy sedikit lebih relaks dari sebelumnya.

“Leo? Apa dia juga tahu?”

Mereka berdua terdiam sejenak. Sunyi, tak ada suara. Namun pada akhirnya Amy harus membuka suara, memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan Will barusan.

“Tidak. Tentu saja tidak. Dia tidak akan pernah tahu. Hanya kau yang boleh tahu dan Pak Jim,” jawab Amy panjang begitu yakin.

“Hmm.. Ada yang ingin kutunjukkan padamu.” Will turun dari bangku penonton dan berjalan di lapangan.

Amy memperhatikan dengan serius apa yang akan dilakukan Will ditengah lapangan football. Dia memandangi laki-laki itu yang sedang berusaha berkonsentrasi. Dan karena rasa penasarannya, dia ikut turun dari bangku penonton dan berdiri berberapa meter didepan Will.

“Aku harap kau tidak terkejut.”

Amy memandang bingung– pada awalnya. Namun ia mengerti apa yang Will maksudkan saat Will berubah menjadi serigala raksasa berbulu coklat.

“KYAAA!” Amy menjerit kaget. Sahabat yang sudah ia kenal sejak kelas 3 berubah menjadi seekor serigala raksasa. Tak pernah terbayangkan sebelumnya Will juga bisa berubah menjadi serigala seperti itu.

Namun apa yang dilakukan Will bukan seperti binatang liar yang ingin menyerang mangsa. Dia lebih bersikap seperti seekor anjing rumahan raksasa yang duduk sambil menggoyang-goyangkan ekornya. Dia terlihat lucu dan manis ketimbang mengerikan. Bahkan untuk membuat Amy tidak takut padanya, Will sampai berguling berberapa kali diatas rumput lapangan yang masih tertutup oleh salju– sebagian besar.

Amy tertawa melihat tingkah lucu Will sebagai seekor anjing– maksudnya serigala raksasa yang bertingkah manja. Dia tidak merasa takut lagi terhadap Will ataupun Leo yang bisa berubah seperti itu.

“Kau lucu sekali, Will. Apa kau bisa selalu seperti ini kapan saja?” Amy mengusap perlahan puncak kepala serigala Will yang letaknya cukup tinggi.

“Tak kusangka kita ini ternyata dua makhluk yang berbeda, Will.”

To be continue

****

Gimana nih chapter 5 nya? Jinnie tahu pasti readers belum puas atau bahkan tidak puas. Tapi untuk kelajutan ceritanya dijamin akan lebih seru, terlebih untuk readers yang tahu bocoran tentang kelajutan Beauty & Beast.

Inget ya! Bukan kelanjutan chapter, tapi kelanjutan Beauty & Beast!

Tuh, barusan Jinnie kasih bocoran lagi. Heheh^^

Pokoknya tetap setia baca Beauty & Beast yaa…

Terima kasih banyak untuk readers yang sudah membaca Beauty & Beast sejak Prolog sampai chapter 5 ini :’)

Jinnie mau ngasih tau nih… Jinnie mau ulang tahun yang ke-15 tanggal 11 September nanti *gak ada yang nanya* ^^ Cuma mau ngasih tau aja sih heheh

See you in next chapter, readers^^

 

20 thoughts on “BEAUTY & BEAST [CHAPTER 5]

  1. wahh akhirnya amy tau kalau leo dan will itu werewolf
    hahaha,,,will lucu deh masa werewolf guling” manja kayak anak doggy gitu,,hehehe kyeopta🙂

  2. amy penyihir ya? #asal nebak haahahha happy birthday? ( maaf telat ngucapin #digaplok jinnie hahaha woy udh feb thun 2014 bru ngucapin hahaha

  3. Amy itu siapa? vampire??
    kasian, Leo di incar vampire ?? eh ggk, mungkin semua kali ya?😀 *terserah author deh😀
    wah, author jd dongsaeng’ku ni, hihi😄 *walopun Line sama beda bulan #ggknanya😄
    Next Chap ditunggu~🙂

    • Amy itu adalah species makhluk yang lain… Eh, bocor deh😄 Tuh udah Jinnie kasih bocorannya kkk~~ Jinnie juga kasian sama Leo😦 Dia mulu yang kena. Tapi yang lain belum tentu aman heheh.
      Pokoknya tunggu kelanjutannya aja yaaa^^ Terima kasih🙂

  4. Si Amy sebenernya siapa? O_O
    Author pinter bikin orang penasaran bgt.. -_-
    Cieeee thoorr.. Yg uda mau ulang tahun..😄
    Ditunggu kelanjutannya, ya..😀

    • Siapa ya Amy… Hmmm.. Ditunggu aja kelanjutannya heheh^^
      Enak ya bikin orang penasarasn wkwkwkk😄
      Aduh malu nih karena mau ultah /?
      Pokoknya tetep setiap nungguin kelajutannya yaa. Terima kasih ^^

    • Waah makasih ucapan selamat ultahnya^^
      Amy itu siapa yaa.. Dia itu makhluk… Eitsss jangan dikasih tau dulu heheh>< Nanti kalau dikasih tau bakal gak seru nanti.
      Pokoknya ditunggu aja ya kealanjutannya^^ Terima kasiiiih😀

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s