[FREELANCE] Just 5 days for rain

Title: Just 5 days for rain
Author: Hyoyena17
Main Cast: Xi Luhan Exo
Kim Hyoyeon GG
Support Cast: no one
Genre: sad, romance
Rating: pg 13+
Length: Oneshot
Disclaimer: mian kalo ffnya jelek ini pertama kali buat ff. and dont copy my fanfiction

Percakapan dimulai hari ini

16:47

Alifia Zahwa Arthana Putri

Hari pertama

” Ah, hujan ” gumam yeoja cantik berambut blonde dan muka sedikit blasteran.

Dia meratapi dirinya yang hari ini benar2 tak beruntung karena dia sekarang sedang ada di perpustakaan yang sebentar lagi juga akan tutup, sampai dia keluar dan hujan dia pun lupa membawa payung.

” Chogi, apakah kau mau menumpang ? ” Datang seorang namja dengan memegang sebuah payung besar berwarna kuning itu.

” Mian, neo nuguya ? ” Tanya yeoja itu yang tak lain adalah Hyoyeon dan nada bicaranya sedikit ketakutan.

” Tidak usah takut ” ucap namja itu sambil tersenyum.

” Luhan, Xi Luhan ” ucapnya sambil mengulurkan tangan.

” Hyoyeon, Kim Hyoyeon ” jawab Hyoyeon dan menjaabat tangan Luhan.

” Jadi, kau mau menumpang ? ” Tanya Luhan lagi.

” Bolehkah aku ? ” Tanya Hyoyeon.

” Tentu saja ” jawab Luhan sambil tersenyum.

Hyoyeon pun mulai mendekat dengan Luhan sementara Luhan pun memegang pundak Hyoyeon agar dia sama sekali tidak terkena hujan.

Mereka pun mulai berjalan menuju halte bus untuk sampai ke rumah mereka ber2 sama tapi bedanya Luhan harus ke arah utara sementara Hyoyeon ke barat.

” Aku antar sampai sini saja ya ” ucap Luhan tersenyum.

” Baiklah ” ucap Hyoyeon. Dia pun mulai berlari menuju rumahnya.

Dia pun sekarang berada di kamar sambil menatap jendela setelah selesai mandi tadi.

” Aku harap besok bertemu Luhan lagi ” ucapnya sambil memikirkan wajah Luhan

~~~~~~~~ Hari kedua

” Ah, kenapa hujan lagi ! Hari ini aku sepertinya tidak beruntung lagi ” gumam Hyoyeon kesal sambil menatap langit.

” Kenapa setiap aku ingin pulang pasti akan selalu hujan ” lanjutnya lagi.

” Karena hujan itu menangisi mu jika kau pergi dari perpustakaan ini ” ucap namja yang tiba2 datang membawa payung besar kuningnya lagi.

” Luhan ” panggil Hyoyeon seraya tersenyum lagi.

” Lupa membawa payung lagi ? ” Tanya nya.

Hyoyeon pun hanya mengangguk dan mempoutkan bibirnya, Luhan pun yang menganggap Hyoyeon sangat lucu segera mencubit pipi kiri Hyo gemas.

” Yah, appo ” ringis Hyo.

” Habisnya kau lucu sekali ” ucap Luhan yang berhasil membuat pipi Hyo memerah.

” Kau memerah Hyo ” goda Luhan.

” Aishh ” ucap Hyo kesal.

” Baiklah, ayo kuantar sampai rumahmu lagi ” ucap Luhan tersenyum.

” Apakah tidak apa2 ? ” Tanya Hyo.

” Gwenchana ” ucap Luhan.

Luhan pun mulai mengalungkan lengannya di pinggang Hyoyeon hingga jarak mereka sangat dekat.

Di depan rumah Hyoyeon,tiba2 ada sebuah mobil melaju dengan cepat dan melintasi genangan air yang berada di tepi jalan dan otomatis genangan air itu mengenai tubuh Hyoyeon tapi dengan cepat Luhan memeluk Hyoyeon dan bertukar posisi dengan Hyoyeon jadi genangan air itu sekarang mengenai Luhan.

” Luhan, gwenchana ? ” Tanya Hyo yang masih berada di dekapan Luhan.

” Ne ” jawab Luhan.

” Tapi bajumu basah. Bagaimana kalau kau masuk dulu ?” Ajak Hyo.

” Gwenchana Hyo-ah ” ucap Luhan.

” Tidak mungkin, sudah lah ayo ” Hyoyeon pun menarik tangan Luhan sehingga sekarang Luhan berada di rumah besar milik Hyoyen ini.

” Tunggu sebentar ya ” ucap Hyo menyuruh Luhan duduk sementara dia pun berlari menuju kamarnya.

Setelah 5 menit, Hyoyeon datang lagi dengan membawa satu setel baju lengkap untuk namja.

” Pakailah ini ” ucap Hyo seraya mengasih baju itu ke Luhan.

Luhan pun menatap aneh Hyoyeon dengan tatapan apakah-ini-milikmu, Hyoyeon pun yang mengerti tanda itu segera menjawab.

” Tidak, itu punya oppaku. Tenang saja ” ucap Hyo menjelaskan.

Luhan pun hanya mengangguk dan mulai berjalan menuju kamar mandi.

Luhan pun sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang tadi dikasih oleh Hyoyeon.

” Aku pulang ya karena ini sudah malam ” ucap Luhan.

” Tapi kan masih hujan diluar ” ucap Hyo khawatir.

” Gwenchana ” ucap Luhan lalu mengacak rambut Hyoyeon.

” Aku pulang ne ” ucap Luhan lalu pergi keluar sementara Hyoyeon segera berlari ke kamarnya.

~~~~~~~~~~ Hari ketiga

Hujan turun lagi dan seperti biasa Hyoyeon lupa membawa payung.

” Kenapa hujan lagi ? Padahal ini baru jam 6 sore dan sekarang hujan lagi ! Apakah nasib ku selalu buruk ?” Ucap Hyo kesal sambil menatap langit.

” Kau sengaja tidak membawa payung atau karena kau ingin bertemu dengan ku ? ” Goda seorang namja yang sekarang sedang mendekati Hyoyeon.

” Di dalam mimpimu Xi Luhan ” ucap Hyo kesal sementara Luhan pun hanya terkekeh mendengar ucapan Hyoyeon.

” Apakah kau mau menemaniku ? ” Tanya Luhan.

” Kemana ? ” Tanya Hyo.

” Ke cafe dekat sini ” ucap Luhan.

” Baiklah ayo ” ucap Hyo sambil tersenyum dan menarik tangan Luhan.

Sekarang mereka berdua pun sudah sampai di cafe dan sedang menunggu pesanan mereka, setelah makanan sampai mereka pun mulai memakan itu saking laparnya Hyoyeon pun memakannya dengan lahap membuat Luhan tertawa pelan.

” Kenapa kau tertawa Xi Luhan ? ” Tanya Hyoyeon polos.

” Kau ” jawab Luhan.

” Kenapa dengan aku ? ” Tanya Hyoyeon polos.

” Kau makan lahap sekali ” ucap Luhan yang membuat Hyoyeon malu.

” Sebentar ” ucap Luhan.

Luhan pun mulai mendekati wajah Hyoyeon dan mengambil sisa makanan yang berada di mulut Hyoyeon menggunakan tangannyaa.

” Sudah ” ucap Luhan.

” Gomawo ” ucap Hyo memerah.

” Kau memerah Kim Hyoyeon ” goda Luhan.

” Yah ! Xi Luhan ” ucap Hyoyeon kesal.

Mereka pun sekarang sudah selesai makan dan bersiap untuk pulang padahal di luar masih hujan walau tak terlalu deras.

” Gomawo Luhan ” ucap Hyoyeon setelah sampai di depan rumahnya.

” Untuk apa ? ” Tanya Luhan bingung.

” Untuk segalanya ” ucap Hyoyeon sambil tersenyum.

” Aku masuk dulu ” ucap Hyoyeon tapi sebelum masuk dia mencium pipi kanan Luhan dan berlari meninggalkan Luhan yang membeku.

” Apakah dia menciumku ? ” Tanya Luhan sambil memegang pipi kanan yang tadi dicium oleh Hyoyeon.

~~~~~~~~~ Hari keempat

” Ah, hujan lagi. Bagaimana ini malah ini sudah hampir jam 7 malam lagi ” ucap Hyoyeon kesal.

” Lupa membawa payung lagi nona kim ? ” Tanya seorang namja yang tiba2 datang entah darimana.

” Ne ” ucapnya lirih.

” Sepertinya kau memang suka ya jika bertemu denganku ” ucap Luhan PD.

” kau ini PD sekali ” ucap Hyo merehmekan.

” Sudah tau ingin hujan tapi lupa membawa payung. Apalagi kalau bukan mencari kesempatan ” ucap Luhan.

” Yah ! Mana aku tahu kalau malam ini hujan karena tadi pagi sampe sore matahari masih sangat cerah ” elak Hyo.

” Sudahlah kau ini cerewet sekali, mau pulang tidak ? ” Tanya Luhan.

” Ne ” ucap Hyo semangat.

” Ayo ” ajak Luhan.

Hyoyeon pun seperti biasa mendekat kearah Luhan sementara Luhan mengalungkan lengannya di pinggang kecil Hyoyeon.

Tinggal beberapa jarak lagi untuk sampai di rumah Hyoyeon, tiba2 payung yang dipakai oleh Hyoyeon & Luhan terbang terbawa angin.Otomatis mereka pun sekarang basah kuyup karena kehujanan.

” Luhan, ayo kita lari ” ajak Hyo seraya menggenggam tangan Luhan.

” Tidak usah, biarkan kita basah kuyup ” ucap Luhan.

Mereka berdua pun berjalan santai menuju rumah Hyoyeon, sampai di depan Hyoyeon.

” Hyoyeon ” panggil Luhan.

Hyoyeon pun menengok dan betapa terkejutnya dia ketika mengetahui Luhan sekarng.Sedang menciumnya tepat di bibir.

” Saranghaeyo, jawablah besok di perpustakaan biasa ” ucap Luhan tepat di telinga Hyoyeon lalu berlari pergi pulang meninggalkan Hyoyeon yang membeku.

~~~~~~~~~ Hari kelima

Hyoyeon sekarang sedang berdiri di depan perpustakaan biasa ia kunjungi.

Hari ini dia terlihat sangat cantik dengan rambut blondenya yang dikepang ke samping, saambil menggunakan dress putih selutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya.

Dan hari ini langit juga tidak terlihat akan hujan karena banyak sekali bintang bertebaran.

” Dimana Luhan ? ” Tanyanya karena sekarang sudah hampir jam 7 malam dan dia sudah menunggu selama 45 menit.

” Permisi, apakah anda nona Kim Hyoyeon ? ” Tiba2 datang seorang namja paruh baya dan bertanya pada Hyoyeon.

” Ne, ada apa ahjussi ? ” Tanya Hyo sopan.

” Oh ternyata kau, tidak salah tuan Luhan menyukaimu. Oh ya, ini ada surat dari tuan Luhan ” ucap pak tua itu lalu mengasih sebuah surat ke Hyoyeon.

” Maaf ahjussi, tapi darimana anda tau Luhan ? ” Tanya Hyoyeon penasaran.

” Siapa yang tidak tahu tuan Luhan ! Dia adalah pemilik dari perpustakaan ini ” ucap pak tua itu.

” Dan darimana anda tahu dia menyukaiku ? ” Tanya Hyo bingung.

” 1 tahun lalu kau sering sekali kesini bukan sampai akhirnya 6 bulan yang kemarin kau jadi tidak pernah kesini lagi dan selama 1 tahun itulah tuan Luhan selalu melihatmu lalu tertarik kepada mu ” ucap namja tua itu.

” Jinjja ? ” Tanya Hyoyeon tidak percaya.

” Ne ” jawab namja tua itu tegas yang membuat Hyoyeon tersenyum sendiri.

” Sekarang dimana dia ? ” Tanya Hyoyeon. Tapi seketika namja paruh baya itu sudah tidak mengembangkan senyuman melainkan kesedihan.

” Ahjussi dimana dia ? ” Tanya Hyoyeon khawatir.

” Dia………..sudah disana ” ucap namja tua itu sambil menunjuk ke atas langit.

” Apa maksudmu ahjussi ? ” Tanya Hyoyeon polos.

” Dia sudah tidak ada, dia sekarang tenang diatas sana ” ucap namja tua itu dengan berat hati.

Seketika jantung Hyoyeon berhenti berdetak, lututnya serasa kaku dan tidak bisa bergerak.

Dia pun mulai meninggalkan perpustakaan dengan langkah berat dan…

Tik.

Tik.

Tik.

Hujan pun turun disaat yeoja cantik itu meneteskan air matanya di wajah malaikatnya itu.

Tidak terasa dia sudah sampai di depan rumah dan mulai masuk ke dalam rumah dengan basah karena tadi dia lupa membawa payung.

Dia sekarang sudah keluar dari kamar mandi setelah tadi hujan-hujanan diluar dan dia mulai duduk di tepi jendela sambil menatap ke luar jendela yang masih basah karena hujan.

” Di hari ini seharusnya aku menjawab mu dengan jawaban ‘iya’ tapi sepertinya kau tidak akan pernah mendengar itu ” gumamnya kecil sambil mengalirkan air matanya, yeoja cantik itupun mulai membuka surat yang dibuat oleh Luhan itu.

Dear Hyoyeon

Hai, apa kabar ?Aku harap kabar mu selalu baik karena itu pasti mencerminkan sifat kau yang baik. Kau membaca surat ini tapi aku sudah tidak ada disamping mu lagi tapi jangan khawatir aku pasti akan selalu menjagamu dari atas sini. Aku harap kau tidak lupa dengan ucapan ku kemarin kalau kau menjawab ‘tidak’ aku senang karena saat kau menolakku aku sudah tidak ada didunia lagi, tapi jika kau menjawab ‘iya’ aku sangat menyesal sekali sekarang karena aku tidak bisaa mencium dan memelukmu lagi, hehe. Aku harap saat aku tidak ada didunia lagi kau jangan sampai lupa membawa payung karena sampai kau lupa pasti wajah cantik mu itu akan basah. Dan jangan menangis lagi aku harap kau segera melupakan kenangan kita yang hanya lima hari itu karena setiap kau menangis pasti dunia akan ikut menangis karena bidadarinya menangis dan akibat nya pasti akan turun hujan. Maaf aku tidak pernah bercerita tentang penyakit kanker ku selama ini, kalau aku cerita aku takut kau akan menjauhi ku mangkanya aku selama ini selalu merahasiakannya darimu mian Hyo-ah. Aku harap kau menemukan namja yang lebih baik dari diriku.

Sarangahaeyo

From Luhan

” Aku akan selalu mengingat kenangan kita yang hanya 5 hari itu dan hanya 5 hari untuk hujan karena setelah hari itu hujan tidak akan turun lagi karena cintaku itu seperti hujan yang turun juga hanya 5 hari ” ucap Hyo lirih

-THE END-

2 thoughts on “[FREELANCE] Just 5 days for rain

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s