JUST A WORD

cover just a word

Author: RynKyo

Cast : Park Chanyeol

            OC (imagine that yeoja is you)

Type : Oneshot

Enjoy reading…^_^

I don’t need anything…beacuse, my world is You

***

“hhh….hhh…”

Seorang yeoja terbangun dari tidurnya. Rambut panjangnya menutupi sebagian wajahnya yang sudah dipenuhi keringat. Dia terduduk di atas tempat tidur, berusaha untuk menormalkan nafasnya yang memburu. Di liriknya jam yang ada diatas nakas. Jarum pendeknya masih menunjuk angka 3.

Dia lalu turun dari tempat tidurnya, karena dia tidak akan mungkin untuk tertidur lagi. Perlahan kaki telanjangnya menapaki lantai yang dingin. Suasana agak remang di luar kamarnya. Di tatapnya sebuah pintu yang terletak di depan kamarnya. Perlahan dia memutar kenop pintu kemudian mendorongnya pelan. Walaupun hanya diterangi oleh cahaya lampu yang ada di atas nakas, yeoja itu masih bisa melihat sosok yang terbaring di atas ranjang dengan jelas. Kakinya melangkah pelan mendekati sosok itu, berusaha untuk tidak membuat sosok itu terbangun.

Helaan napas keluar dari mulut yeoja itu saat matanya melihat pahatan sempurnya yang sedang tertidur dihadapannya. Seolah beban yang menghimpit dadanya menghilang seketika, membuatnya merasa lega.

Yeoja itu kemudian berjongkok di samping tempat tidur, menatap sosok itu dari samping.

“Chanyeol…”gumam yeoja itu pelan.

Sosok yang tertidur itu memutar tubuhnya ke samping, membuat wajahnya berhadapan dengan yeoja yang sedang berjongkok itu. cahaya lampu semakin memperlihatkan garis-garis ketampanan yang tercetak jelas di wajah namja itu.

“aku terkadang iri dengan para fansmu, mereka bisa dengan leluasa meluapkan rasa cinta mereka padamu. Saat mereka bisa menatapmu dari dekat, aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Saat mereka bisa menyentuhmu secara nyata, aku hanya bisa menyentuhmu dalam mimpi. Saat mereka bisa mengatakan dengan lantang perasaan mereka, aku hanya mampu berteriak dalam hati. Saat mereka bisa memberikan hadiah untukmu, aku hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu memberimu kebahagiaan. Saat…”

Yeoja itu menarik napas pelan, menahan air mata yang tiba-tiba menggenang di pelupuk matanya.

“saat mereka bisa berada di sampingmu saat kau sakit, aku hanya bisa menangis dan berdoa akan kesembuhanmu. Mianhae…. Tidak ada hal berguna yang bisa aku lakukan untukmu. Terkadang aku berpikir, aku tidak pantas untuk dirimu. Terlalu banyak kekurangan yang aku miliki, untuk bisa bersama dengan sosok sempurna sepertimu. Setiap malam sebelum aku menutup mata, aku selalu meminta pada Tuhan agar saat aku membuka mata nantinya ini bukanlah mimpi. Tapi… kalau memang ini hanyalah mimpi, aku tidak akan menyesal pernah memimpikan seorang namja sepertimu, Chanyeol…”

Setetes air bening mengalir membasahi pipi yeoja itu. yeoja itu lantas mengusap pelan matanya. Berusaha untuk membuat aliran itu terhenti.

“ah…kalau kau melihat ku menangis saat ini, kau pasti akan menertawanku. Katamu, aku tidak cocok menangis. Padahal sebelum aku mengenalmu, air mata adalah sahabat terbaik yang aku miliki. Saat aku merasa kesepian, hanya air mata yang menemaniku melewati saat-saat seperti itu. dan orang yang memisahkan aku dengan sahabat ku adalah, kau…”

Park Chanyeol

ada sebuah kehangatan yang menyelimuti hatinya, setiap kali mulutnya mengucapkan nama itu.

“Namja menyebalkan yang tiba-tiba muncul dalam kehidupan ku. Kau tahu… saat pertama kali aku melihatmu, aku berpikir bahwa kau adalah seorang iblis. Hahaha… ku harap kau tidak marah. Habisnya, kau sangat dingin padaku. Tapi setelah aku mengenalmu lebih dalam, kau sangatlah hangat. Sebenarnya… aku berbohong padamu, bahwa aku sedang sakit  saat kau ingin memelukku. aku takut… aku tidak bisa melepas pelukan hangatmu, dan aku terlalu malu untuk memelukmu duluan…”

Sebuah rona merah muncul dipipi yeoja itu.

“dan…aku tidak bermaksud untuk menghindari bersentuhan dengan mu. Hanya saja, setiap kali aku merasakan sentuhan mu dikulitku, jantungku berdetak sangat cepat, dan itu benar-benar membuatku tidak bisa berkutik. Jangankan menyentuhmu, menatapmu saja aku tidak mampu. Bahkan menatapmu saat tertidur pun, sanggup membuatku berdebar. Huh…aku benar-benar payah”

Yeoja itu menunduk pasrah.

“alasan kenapa aku menolak untuk berjalan bersamamu, bukan karena aku membencimu. Hanya saja aku merasa tidak pantas untuk berjalan disampingmu. Bahkan kalau pun aku ini seorang pelayanmu, aku lebih memilih berjalan di belakangmu. Aku takut tatapan orang-orang akan berubah saat melihat mu berjalan bersama ku. Aku takut kehadiranku akan menganggumu. Lebih baik aku pergi, dari pada harus menganggu kehidupan mu dengan kehadiranku. Tidak masalah bagiku… kalaupun nantinya aku hanya bisa menatapmu dari jauh, selama itu membuatmu bahagia. sekalipun kau harus bersama orang lain…aku…akan melakukannya…”

Air mata kembali mengalir, di wajah yeoja itu. namun kali ini, dia hanya membiarkannya. Kedua tangannya terkepal erat di atas kedua lututnya.

“aish…kenapa aku mudah sekali menangis. Aku benar-benar payah… Minahae, kalau aku membuatmu mimpi buruk dengan mendengar ocehanku. Selamat tidur, Chanyeol… terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk merasakan indahnya kebahagiaan saat mengenal dirimu. Sepertinya aku salah mengira bahwa kau adalah iblis. Karena kau lebih mirip seorang malaikat bagiku…gamsahamnida…”

Sebuah senyuman mengakhiri kalimat yeoja itu. dia lantas berdiri dari posisinya. Perlahan dia membalikkan tubuhnya, tapi belum sempat dia melangkah seseorang menarik tangannya. Membuatnya terhempas ke atas tempat tidur.

Brughh…

“Cha…Chanyeol…” mata yeoja itu membulat saat melihat sosok yang tadi ditatapnya kini berada tepat di bawahnya, menatapnya dengan mata indahnya.

“setelah menganggu tidurku, kau ingin pergi begitu saja, ehm?” tanya Chanyeol dengan suara beratnya. Bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja, mampu membuat tubuh yeoja itu menegang.

“…mi…mianhae…a..aku…i..itu” yeoja itu tidak bisa mengeluarkan kalimat dengan benar, wajah Chanyeol yang begitu dekat membuat pikirannya berantakan.

“apa sekarang jantungmu berdebar-debar, hmm?” ujar Chanyeol dengan tenang. Sepertinya dia sangat menikmati setiap ekspresi yang terukir di wajah yeoja yang sedang berada dalam dekapannya.

“i…itu…” Yeoja itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap dada bidang Chanyeol yang hanya terbalut singlet tipis.

blushhh

dan sepertinya itu adalah tindakan yang salah. Kini, wajahnya sudah memerah dengan sempurna.

Chanyeol memanggil yeoja itu dengan lembut “Seharusnya kau tidak perlu iri pada mereka karena kau tidak hanya bisa menyentuhku, tapi kau memilikiku…”

Chanyeol membelai pipi yeoja itu dengan lembut. Memberikan sengatan-sengatan kecil pada jantungnya, tiap kali tangan Chanyeol menapak di kulitnya.

“kau bisa menatapku kapanpun kau mau, karena aku milikmu…”

Chanyeol mengangkat dagu yeoja itu dengan jarinya, membuat wajah yeoja itu tepat berada di depan wajahnya.

“kau tidak perlu mengatakan persaanmu, karena aku sudah tahu. Kau tidak perlu memberiku hadiah, karena dirimu adalah hadiah yang sangat berharga untukku…”

“…Chanyeol”

“jangan pernah berpikir kalau kau tidak pantas untukku. Karena tidak ada yang bisa berada disampingku selain dirimu. Yang aku inginkan hanya dirimu. Yang aku inginkan berada disampingku saat aku senang, sedih, sakit…hanya dirimu. Betatapun sempurnya orang memandang diriku, aku hanya akan merasakan kehampaan jika tidak ada dirimu disampingku”

“Chanyeol…” ucap yeoja itu sambil terisak pelan. Bibirnya beergeta pelan saat memanggil nama namja yang tengah menatapnya dengan lembut.

“aku lebih suka melihat senyummu, dari pada melihatmu menangis, sekalipun itu untukku. Karena setiap tetes air matamu itu, seperti jarum yang menusuk hatiku…” ucap Chanyeol sambil mengusap air mata yeoja itu dengan ibu jarinya.

“mianhae…”ucap yeoja itu lirih.

“kau tidak perlu meminta maaf… apapun akan ku lakukan untuk membuatmu bahagia, kau adalah pusat kehidupanku. You are my heart…”

Perlahan wajah Chanyeol mendekat, detik berikutnya bibir mereka telah menyatu. Membuat rasa hangat menyelimuti hati keduanya. Tangan Chanyeol bergerak melingkari bahu dan pinggang yeoja itu. menarik yeoja itu semakin merapat padanya. Memastikan yeoja itu tidak akan pernah lepas dari pelukannya.

“kau tahu hal yang paling aku inginkan di dunia ini?” ucap Chanyel sambil mengusap pelan rambut yeoja itu.

“apa?”

“aku ingin terus bersamamu, hingga waktu berhenti berdetak”

***

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s