[FREELANCE] Love is Confusing, Right? (Chapter 1)

PhotoGrid_1379657338135

Love is Confusing, Right?

fans fiction present by. Jevinda Do

Main cast :

• Lee Hye Soo

• Hwang Ra Eol

• Do Kyung Soo

• Park Chan Yeol

Other cast :

• All member EXO

• DongHyun

• MiRa

• HyeMi

Genre : romance, school life

Rating: T

Disclaimer: Semua yang ada disini milik Tuhan dan keluarganya. Tentu juga milik SME. Kecuali eomma D.O dan appa Kris baby Tao juga. Mereka cuma milik saya #tepuktepukdada *abaikan*

Warning: typo dimana- mana~

n.b : sebenernya, cerita ini sebagian besar dari kehidupan asmara aku sendiri.. tapi apa dayaa ada sedikit yang aku ubah.. *curcol* dahhh

happy reading ^^

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Author POV-

“Ahh kita sekelas!” Pekik yeoja manis berkacamata itu kepada sahabatnya, RaEol.

“Ne, HyeSoo-ah.. Akhirnya sekelas lagi denganmu” Ujar RaEol antusias.

Mana disangka? Ketika mereka masuk Seoul International Senior High School ini mereka memang sekelas, tapi ketika naik kelas 11 kelas mereka pun terpisah. Dan sekarang? Tepat! Di kelas 12 mereka bersatu kembali.

“Hey, sebenarnya aku bosan sekelas denganmu, RaEol-ah.” Ucap HyeSoo tanpa dosa.

“Mwo? Aku juga begitu!” Pekik RaEol kesal.

“Ha? Lantas kenapa tadi kau begitu antusias?”

“Molla”

“Cih yeoja aneh.” Bisik HyeSoo.

“Yak Lee Hye Soo aku mendengarmu!! Tapi, aku senang bisa sekelas dengan Park Chan Yeol” Ucap RaEol.

“Hey, kau menyukainya? Omo!”

“Molla”

“Ish jinja kau sungguh menyebalkan!” Bisik HyeSoo lagi.

“Mwo? Lagi-lagi aku mendengarnya LEE HYE SOO!!” Teriak RaEol tepat di telinga HyeSoo.

Ya, begitulah keseharian dua insan ini. Selalu penuh dengan cekcokan. Meski begitu, HyeSoo sudah menganggap RaEol sebagai adiknya .

ChanYeol POV

Akhirnya aku sekelas dengannya. Sungguh aku menyukainya dan aku telah mengincarnya sejak aku kelas 11.

Bahkan aku sampai punya nomor handphonenya. Entah mengapa aku menjadi pengecut begini. Sebenarnya bukan pengecut, tapi aku sadar, HyeSoo adalah “mantan sahabat” Kim Eun Gi Yeoja yang sangat aku benci. Mantan sahabat? Sesuatu yang sangat konyol sebenarnya.

Tapi mau dikata apa lagi? Jelas-jelas Kim Eun Gi telah merusak hubungan HyeSoo dengan Kris gege. Aku tak tahu apakah dia masih punya urat malu dilehernya. Aku tidak menjamin. Sungguh aku membencinya. Jangankan bertemu dengannya. Mendengarkan namanya saja aku sudah muak.

#flashback#

“ChanYeol-ah.. Maaf aku tak bisa melanjuti ini semua.” Ujar SeRa yang berhasil membuyarkan konsentrasiku pada soal fisika yang sedangku kerjakan.

“Mwo?” Tanyaku bingung

“Aku tidak mencintaimu lagi.” Kini SoRa memperjelas kata-katanya.

Bagai petir di siang bolong. Sungguh aku tak menyangka. Kisah yang aku rajut berdua dengan SoRa kini kandas di tengah jalan.

“Apa maksudmu? Kau tak tau seberapa rasa cintaku kepada mu eoh? Jeongmal saranghae SoRa-ya”

Kurengkuh tubuh mungilnya. Kurasakan kemeja seragamku mulai basah dan tubuh mungilnya bergetar hebat.

 

 

Ada apa ini?

“Aku rasa, aku bukan yeoja yang pantas untukmu. Selamat tinggal.”

Kulihat tubuh kecil yang rapuh itu perlahan pergi meninggalkanku. Sungguh mataku menjadi panas, bulir-bulir itu tak bisa lagi menahannya.

Ya, kau tau? Yeoja gila bernama Kim Eun Gi itu yang meminta agar aku dan SoRa putus. Pabo nya lagi, SoRa lebih mementingkan sahabat gilanya daripada aku. Sungguh aku kecewa denganmu Kang SoRa.

#flashback end#

Author POV

Pagi itu, HyeSoo awali dengan duduk termenung di bangku kantin. Sudah satu bulan ia menjadi siswi kelas 12-3. Banyak kenangan yang terlintas di dalam kehidupannya ketika ia duduk di bangku kelas 10. Dan waktu terus berjalan seakan tak pernah berhenti.

Tanpa ia sadari sekarang ia telah menjadi siswi kelas 12. Dan, di kelas 12 ini pun banyak sekali peristiwa dan tentunya juga kenangan yang ia lewati. Banyak sekali kejadian yang sama sekali tak terduga.

“HyeSoo! Apa yang sedang kau lamunkan?” Sebuah suara lembut yang terdengar oleh HyeSoo.

“Aniyo , HyeMi-ah” jawab HyeSoo sambil tersenyum.

“Ani! Kau melamun sampai-sampai tak mengetahui kalau aku datang!” Oceh HyeMi sambil memonyongkan bibirnya.

“Masa sih? Hahaha mian chagi..” Canda HyeSoo sambil mencubit pipi HyeMi.

“Yak apa yang kau lakukan? Pipiku bisa hilang tingkat ke-chubby-annya!”

Sejenak HyeSoo terdiam, kemudian mengangkat alis sebelah kanannya

“Hei? Bahasa apa itu? Apakah semacam kudeta? Yang menjadikan kontroversi hati dan statusiasi kemakmuran? Hahhaaaa!” Oceh HyeSoo panjang lebar.

“Ish jinja kau membuatku kesal Lee Hye Soo! Kau mau ikut denganku tidak? Atau kau mau menunggu RaEol?”

“Seperti biasa. Aku mau menunggu RaEol.”

“Ya sudah. Bye”

“Ne”

HyeSoo POV

“HyeSoo-ah Ku duluan saja ke ruang IPS! Aku masih mengurusi mading ini. Jangan lupa sisakan bangku di sebelahmu untuk ku!” Suara nyaring itu memekakkan gendang telingaku.

“Ne arra. Jangan teriak di telingaku, ne? Jarakmu dengan jarakku hanya sejah 1meter.” ucapku kesal.

“Hehe mian chagi” Ucap RaEol sambil tersenyum kecut.

-Di ruang IPS-

“Di sebelahmu kosong? Boleh kan kalau aku duduk di situ?” Suara bass itu berhasil menghentikan lamunanku. Ya, kau tau siapa dia? Siapa yang tak mengenalnya kecuali aku? Awalnya ku tak mengenal siapa dia. Park Chan Yeol, namja berkulit putih, tampan, pintar, dengan tingginya 187cm, putra tunggal dari seorang pengusaha terhormat se-Seoul.

“Hello. Aku berbicara kepadamu HyeSoo-ssi”

“Mwo? Mian. Tapi ini tempat sahabatku” Jawabku sekenanya.

“Ah, mian. Bolehkah aku duduk di belakangmu?” Tanyanya lagi.

“Ne tentu saja” Jawabku sambil tersenyum.

Tak lama kemudian sahabatku, RaEol datang.

2 minggu kemudian

Author POV

-istirahat-

“Aku bingung dengan sikap ChanYeol padaku” Ucapku memecah keheningan.

“Wae?” Tanya RaEol penasaran.

“Molla. Ia terlihat aneh. Ia menitipkan pensil yang telah sedikit rusak ke tempat pensilku, setiap menit ia harus memeriksa ke tempat pensilku, memastikan apakah barang itu ada di tempat pensilku ada atau tidak. Kau tahu? Itu membuatku gila. Ia selalu duduk di dekatku, merangkulku, memainkan rambutku, dan memukul kepalaku. Hahhhhhhhhh” Oceh HyeSoo panjang lebar kepada empat sahabatnya -RaEol, HyeMi, MiRa dan DongHyun-

“Mungkin Park Chan Yeol menyukaimu” Ucap DongHyun histeris.

“Sssssssttttt tidak usah teriak-teriak DongHyun-ah! Kau mau uri HyeSoo ditindas oleh penggemar ChaYeol?” Potong RaEol sambil memasukkan sepatunya ke mulut DongHyun.

“Hmptt mihang RaHeoul-ah. Holong kefualkanh sefatohmfu dhalie mufutkuh.” Ucap DongHyun kesusahan.

“Yak kalian berdua kenapa sih? Buat malu sajaaa!! Jinja!” Omel MiRa kesal.

“Lama-lama akan ku jodohkan kau, DongHyun dan RaEol” Umpat HyeMi kesal.

“Shireo!!” pekik keduanya.

“Lihat, betapa kompaknya kalian. Neomu kyeopta! aigoo” Goda HyeSoo sambil mengeluarkan aegyonya.

“Terserah kau!” Lagi-lagi mereka

mengucapkannya bersamaan.

“Aigoooooo” Ucap HyeSoo, HyeMi, dan MiRa bersamaan.

Krriiiiinnnggggggggg

“ah, sudah ne.. aku duluan yaaaaa.. kajja RaEol!” Ucap HyeSoo sambil menarik tangan RaEol.

“Ne. Kajja!”

Saat itu juga, HyeSoo dan RaEol bertemu dengan ChanYeol di tangga.

“HyeSoo-ya. Kau sudah makan?” Tanyanya sambil tersenyum.

“Sudah. Wae?” Tanyaku singkat.

“Ani. Aku duluan yaa.”

“Ne”

“Jinja, namja aneh. Tapi aku menyukainya.”Komentar RaEol.

“Hah? Apa tadi kau bilang? Aigoooooooo. Kau mau kemanakan si DongHyun?” Tanya HyeSoo dengan tatapan jahilnya.

“Omo! Aku keceplosan. Sudah lah tak usah

dipikirkan. Dan kau. Jangan mencoba-coba menjodohkan aku dengan namja idiot plus autis itu!” Ucap RaEol tenang.

“Ne. Arra “

Hari ini begitu singkat, tak terasa bel pulang sudah berbunyi.

“Kajja RaEol” Ucap yeoja mungil itu kepada sahabat kesayangannya.

“Kau duluan, ne? Aku mau piket” Jawab RaEol.

“Ish jinja” Gerutu HyeSoo.

Anak tangga demi anak tangga ia turuni, langkahnya terhenti ketika ia melihat seorang namja dengan postur tubuh mungil untuk anak sebayanya, tapi cukup tinggi untuk bersanding dengan seorang yeoja seperti HyeSoo.

“Kau mau pulang bersamaku noona?” Tanya KyungSoo.

HyeSoo hanya tersenyum.

“Aigo! Uri eomma mengajak HyeSoo noona pulang bersama!” Histeris JongIn tepat di sebelah HyeSoo.

Refleks HyeSoo menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya yang mungil.

“Hey JongIn-ah. Pergi kau!” Usir KyungSoo.

“Ne, ne aku akan pergi. Bye! Selamat menikmati kencanmuu” Ucap JongIn dengan evil smirknya.

“Kajja kita pulang.” Ucap HyeSoo sambil menggengam tangan KyungSoo.

Dua insan itu langsung menuju tempat di mana mobil sport hitam nan mewah milik KyungSoo terparkir.

Setelah mereka meninggalkan tempat parkir, dari kejauhan, tampaklah seorang yeoja.

“Mian HyeSoo-ah. Naeun chuae Park Chan Yeol” Ucapnya lirih.

KyungSoo POV-

Jinja! Aku sangat senang hari ini. Bagaimana tidak? Akhirnya, di jok mobil sebelahku ini ada seorang yeoja yang sangat kucintai.

#flashback#

“Hey KyungSoo-ah. Kau ajak HyeSoo pulang ne? Kau menyukai HyeSoo kan?”

Blussshhhh

Kata-kata terakhir RaEol noona membuat wajahku memerah bak kepiting rebus.

“Baiklah. Ada apa dengan kalian? Kalian bertengkar?” Tanyaku

“Ani. Hanya saja ……”

#flashbackoff#

Tak sadar aku menyunggingkan senyumanmanisku.

“Kau tampak seorang namja gila” Ucapnya.

“Tapi aku menyukaimu noona” Ucapku spontan. Kulihat pipinya yang merah merona sekarang.

-hening-

“Yak kita sudah sampai.” Ucapku memecahkan keheningan.

“Kau mau mampir?”

“Ani. Lain kali saja ne noona? Tak apa kan?”

“Ne tak apa. Gomawo KyungSoo-ah”

“Ne noona” Jawabku sambil tersenyum.

Langsung kutancap gas menuju apertemenku.

ChanYeol POV-

Dimana dia? Huft aku hilangan bayangan tubuhnya.

“Mencari siapa hyung?” Tanya JongIn.

“Lee Hye Soo.” Jawabku singkat masih mengamati tangga yang biasanya digunakan HyeSoo untuk turun.

“Mwo? Tadi aku bertemu mereka. Aku kira mereka berkencan!” Ucap JongIn.

“Mereka?”

“Ne! Uri eomma dengan Lee Hye Soo.” Kini Baekhyun ikut-ikutan bicara.

“Aigoo.. Uri eomma sudah besar tenyataaaaa..” Komentar Kris sambil menunjukkan aegyonya.

Deg!

Seakrab itu kah mereka?

-Esoknya-

Author POV-

“Kau mau berlibur kemana HyeSoo-ah?” Tanya ChanYeol antusias.

“Molla. Pulau Jeju mungkin” Jawab HyeSoo sambil tersenyum.

“Yak. Bagaimana kau ini?” Ucap ChanYeol mengacak-acak rambut HyeSoo.

“Hentikan ChanYeol-ah! Kau merusak rambutku!” Bentak HyeSoo sambil memonyongkan bibirnya.

Dalam hati, HyeSoo hanya bisa tersenyum.

Jauh dilubuk hatinya, ada sedikit perasaan yang muncul untuk ChanYeol. HyeSoo

bimbang. Mengingat RaEol sahabatnya yang menyukai ChanYeol. Tapi, HyeSoo tak mengerti apa perasaan itu.

“HyeSoo, kau berkencan dengan KyungSoo?” Tanya ChanYeol. Matanya sendu, terlihat di sana bahwa ia sama sekali tak ingin melihat HyeSoo pergi dengan namja lain

“Ani. Wae? Jawab HyeSoo.

“Ku lihat kau kemarin pulang bersamanya.”

“Ia hanya mengantarku.”

“HyeSoo-ah………”

TBC

Hoho.. selesai jugaa chapter ini >< chapter selanjutnya mungkin ada sesuatu huahahhha #ketawabarengD.O yasudahhhhh dari pada aku ditimpuk, ditunggu komennya ne ^^

2 thoughts on “[FREELANCE] Love is Confusing, Right? (Chapter 1)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s