START: White start, black finish (PROLOG)

Tittle :

Start

White start, black finish

(PROLOG)

Story & Cover by :

Ichiyomanza

Main Cast :

Do Kyungsoo, Kim Jong In, Im Yonna

Family, Fantasy, Crime, Friendship, Mystery, Absurd (?)

Legth:

Short Story

Rating :

Teens

 COVER_START

DISCLAIMER :

FF ini adalah hasil pemikiran saya dan juga terinspirasi dari beberapa ff yang saya baca.

Cast milih tuhan YME.

Apabila ada fanfic yang sama plot-nya, sungguh itu kesamaan yang tidak disengaja.

Author’s Note:

Annyeong, maaf saya baru nongol (?). Saya memang author yang suka telat ngirim fanfic. Ini ff pertama aku yang aku publish disini. Yang lain masih dalam masa pertumbuhan (?). Karena aku masih amatiran jadi mohon saranya ne ^^ Oya boleh minta visit? Visit blog-ku ne http://allaboutmanza.wordpress.com

With Love –Ichiyomanza-

WARNING!!

AWAS! typo bertebaran! Saya harap readers sekalian bisa jaga diri(?).

AWAS! alur acak-acakan jadi perhatikan keteranganya(now/past)

 

//////START\\\\\

Now……

Author’s P.O.V

                Gadis mungil itu terpuruk di pojok kamarnya. Ia menekuk kedua lututnya dan meneggelamkannya diantara keduanya. Kedua tanganya melingkar di kedua kaki gadis itu. Sesekali iris mata gadis itu melirik kearah jendela, memastikan keadaan diluar.

                Gadis itu berambut panjang nan lurus. Ia sangat cantik bila rambutnya dikuncir seperti itu. Kesan kekanakan timbul dari pipinya yang chubby, dan cara matanya memandang sekeliling. Tak lupa bila gadis itu mem-putkan mulutnya. Siapapun pasti ingin mencubitnya. –Im Yonna- itu nama gadis itu. Gadis yang tengah terpuruk di sudut ruangan ber-cat merah muda yang mendominasi.

                Hari ini, tak ada seorang-pun yang ada dirumahnya. Yonna di rumah sendirian. Bukan karena Yonna takut dirumah sendiri hingga akhirnya gadis itu ‘mengurung’ diri di kamar. Tapi ia takut kalau orangtuanya tak bisa kembali lagi ke rumahnya dalam keadaan baik. Ia bukan seorang anak kecil yang rindu pada orangtuanya sehingga berjuta-juta pikiran aneh mendominasi otaknya. Yang membuat Yonna seperti ini adalah sesuatu yang kalian (jelas) tidak tau.

//////START\\\\\

                Kamar yang sempit, kecil dan sangat tidak layak disebut kamar. Tapi bagaimana bila ruangan seperti itu ditempati? Ruangan itu lembab akibat air yang merebes dari atap bangunan yang bocor, penuh dengan suara-suara tikus yang berlarian, decitan kayu-kayu tua yang menetupi hampir sebagian dinding ruang itu.

                Tergeletak ranjang tanpa kaki disana. Sebuah ranjang yang terbuat dari beberapa kapas kering yang dibalut seprai yang lembab. Jelas aku dan kamu sekalian tak mau tidur ditempat sedemikian rupa.  Tapi tidak dengan pria itu. Pria bernama Do Kyugsoo yang tengah berbaring sambil menatap langit-langit kamar yang basah. Sesekali Jongin menutup matanya bila air berhasil jatuh dari langir-langit kamar yang bocor dan menetes diwajahnya.

                Sungguh sudah biasa mungkin hingga pria tampan sepertinya mau bersahabat dengan yang sedemikian rupa. Ia melakukan semua ini adalah sesuatu yang kalian tidak tau.

//////START\\\\\

                “KIM JOG IN!”,  teriak Park songsaenim memperingatkan anak yang bernama Kim Jongin tersebut.

                “Eh n-ne, ada apa Park songsaenim”, jawab Jongin terbata-bata sambil mencoba membuat senyuman di wajahnya.

                “Kau! Jangan lihat jendela. Di tempat ini kau seharusnya fokus pada-ku!”, ujar Park songsaenim tegas.

                “N-ne mianhaeyo songsa….”, ucap Jongin lirih sambil menunduk dalam.

                Anak itu menatap jendela bukan karena dia malas untuk belajar pelajaran biologi yang notabene adalah pelajaran favoritnya. Hanya saja ada satu alasan yang sama seperti Yonna dan Kyungsoo. Alasan yang kalian tidak tau.

//////START\\\\\

Past…..

                “Kau tak pulang?”, tanya seorang anak perempuan lirih kepada anak laki-laki disampingnya.

                “Ehm…, aku ingin melihat-lihat sebentar” jawab anak laki-laki itu.

                “HEI! TEMAN-TEMAN!”, seru seorang anak kecil lagi sambil berlari kearah dua anak kecil terdahulu.Keduanya menoleh.

                “Wae?” tanya mereka bersamaan.

                “Kita harus berlari dari tempat ini, sebelum sesuatu terjadi pada kita!”, ujar anak itu, membuat kedua temanya mengerutkan kening.

TBC.

One thought on “START: White start, black finish (PROLOG)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s