(OneShoot) Rainbow Of Love

Cover ff Rainbow of love_副本123

 

Tittle : Rainbow Of Love
Author : Hayati (Hayati Yeoja ExoticShawol   /@noya_siinoor)
Genre : Romance and School Life
Type : oneshoot
Main Cast : Do Kyung Soo a.k.a Kyung Soo
Choi Eun Hae a.k.a Eun Hae
Other Cast : Kim Jong Dae a.k.a Jong Dae
Byun Baekhyun a.k.a Baekhyun

 

 

Rainbow of Love

 

 

Author PoV
Unik dan menarik, satu hal yang membuat penasaran adalah sosoknya yang berbeda dari wanita seusianya kebanyakkan. Tipe gadis yang periang dan murah senyum itu memiliki karisma dan inner beauty nya terpancar.. Tak ada yang memungkiri kenyataan itu karena ini bukan pendapat Kyung Soo saja melainkan pendapat para sahabatnya juga. Dan menurutnya, Eun Hae tipe gadis yang cerdas serta memiliki multi talenta.
“Namaku Kyung Soo”. Pernah terlintas dalam benaknya akan berkenalan dengannya sambil mengulurkan tangan menyebut namanya. Namun tak pernah tercapai, mungkin karena banyak faktor lain.
Kyung Soo PoV
Sama sekali aku tak pernah berbicara dengannya, apakah dia sombong? Sama sekali tidak. Tapi… jangan sampai juga dia menyangka aku yang sombong, jangan. Itu sangat tidak adil. Inilah sifatku yang sedikit terkesan kurang peduli, tapi bagaiumanapun juga jangan salah mengartikan semuanya. Aku pernah baca sebuah buku, orang yang memiliki sifat seperti itu biasanya tipikal orang yang ingin setia. Sama adanya sepertiku.
Karena aku punya prinsip sendiri. Satu prinsip yang berbeda, aku tidak akan menukar harga diri lekakiku dengan label “norak” yang terkesan berlebihan didepan mereka. Aku tidak akan menukar wibawaku. Jadi menurut mereka aku terkesan judes dimata para gadis. Itu lah gambaran mereka tentang diriku. Tetapi saat melihat Eun Hae,sulit bagiku untuk tidak tersenyum padanya walaupun sedikit.sampai akhirnya aku tak dapat memungkiri persaanku sendiri, Eun Hae selalu ada dalam benakku setiap waktu. Atau mungkin karena aku terlalu mengaguminya.
Author PoV
Kyung Soo berusaha menepis semua keindahan tentang Eun Hae. Berusaha bagaimana melupakan Eun Hae mungkin mnejadi ujian terberat yang pernah ia alami. Untuk mengalihkan semua pikirannya, Kyung Soo mencoba resep makanan baru. Menghilangkan Eun Hae dari benaknya lewat memasak.
“Eun Hae… lagi lagi Eun Hae, kenapa selalu dia?” Kata Kyung Soo yang menghela napas panjang sesat kemudian melanjutkan memasaknya.
Hari mulai berganti minggu dan bulan. Meski berat Kyung Soo tak pernah memikirkan lagi tentang Eun Hae. Seorang penari latar yang cantik membbuat aku tak bisa berkonsentrasi. Semakin Kyung Soo memikirkannya maka ia semakin dirundung penderitaan yang panjang.

Tak ada pilihan lain.. selain melupakan Eun Hae. Banyak yang mencari perhatiannya, dan para teman-teman Kyung Soo sering memanggilnya “Gadis Idaman” atau “Dewi fortuna”. Biarlah mereka berargumen sendiri. Tidak ada yang salah, jika semua siswa di SMA Gamseong mengganggap kalau Eun Hae itu bagaikan mutiara yang terpendam diantara ribuan kerikil yang berserakan disana.

Anak jurusan vokal berkumpul di aula, Kyung Soo,Jong Dae dan Baekhyun duduk bersebelahan samabil memahami materi improvisasi nada yang benar. Mereka bertiga sekarang berdiri di depan dinding kaca samping pintu masuk. Tak berapa lama kemudian sekelompok anak-anak kelas 2 Bahasa melintas, tentu saja disana ada Eun Hae dan keempat teman gang cantiknya Soo Hyun, Jae In, Hyo Ji, Ah Ri berjalan untuk mengambil beberapa peralatan yang akan dijadikan alat untuk pementasan drama.
“Kyung Soo, lihat. Mereka cantik-cantik ya!” Bisik Baekhyun.
“Apalagi Eun Hae” sahut pelan Jong Dae pada Kyung Soo.
“Lumayan”. Ucap Kyung Soo.
“Apa? Lumayan kamu bilang?” Tanya Baekhyun yang terkejut, hingga ia setengah berteriak..
Seisi ruangan aula menoleh kearah Baekhyun dan sekelompok anak kelas 2 Bahasa itu pun juga ikut tertuju pada mereka bertiga.
“Apa kamu minus Kyung Soo?” Tanya kembali Jong Dae dengan nada yang pelan sambil mennggaruk kepala karena malu akibat suara Baekhyun tadi.
“Santai saja, tidak usah seperti itu. Malu tidak, makanya kalau di aula jangan berisik!” Tukas Kyung Soo pada Baekhyun dan Jong Dae.
Baekhyun hanya diam tak berkutik. Gang cantik itu senyum-senyum pada mereka bertiga.

Kyung Soo PoV
Eun Hae?Aku membenarkan penilaian Baekhyun dan Jong Dae tentang sosok gadis cantik yang saat ini dengan mata kepalaku sendiri berada dihadapanku. Gawat! Semua yang telah aku lakukan bisa-bisa gagal untuk melupakan Eun Hae.

Author PoV
“Gawat!” Ucap Kyung Soo.
“Apanya yang gawat, Kyung Soo!” Tanya Baekhyun dengan ekspresi bingung.
“Apa kau…” Sahut Jong Dae yang langsung dipotong Kyung Soo.
“Tii.. Tidaak… Maksudku gawat.. gawat kalau kitatidak paham materi ini”. Jawab Kyung Soo yang sedikit panik mencari alasan untuk menutupi perasaannya.
“Ah! Begitu.” Kata Baekhyun.
“Aku tak percaya.” Ucap Jong Dae yang merasa aneh dengan sikap Kyung Soo saat itu.

Skip >>>

Keesokkan harinya di kelas…

“Kemana aja sih kalian bertiga? Di cariin dari tadi juga”. Tanya Jong In pada Baekhyun, Jong Dae dan Kyung Soo.
“Memangnya kenapa?” Tanya Kyung Soo kembali.
“Aku barusan dapat undangan dari panitia Festival nanti.” Jawab Jong In.
“Untuk apa?” Tanya Kyung Soo.
“Tak biasanya mereka mengundang kita di acara itu.” Sahut Baekhyun yang bingung.
“Mana aku tahu, baca saja sendiri”. Jawab Jong In.
“Oh! Terima kasih ya”. Ucap Kyung Soo pada Jong In.
Setelah Jong In menjauh dari mereka bertiga barulah Kyung Soo membuka surat itu.
Panitia Festival mengundang dalam rapat bersama untuk membicarakan agenda hiburan. Dalam memeriahkan Festival, kami mengundang kalian bertiga untuk tampil di acara itu tanggal 18 September 2013. Kalau kalian bertiga bersedia, hubungi personalia kami.
“Bagaimana menurut kalian?”
“Sebaiknnya…”
“Sebaiknya kita ambil saja tawaran ini.”
“Iya, hitung-hitung menambah pengalaman kita nanti.”
“Baiklah… Kalau begitu akan aku hubungi badan personalia mereka”. Ucap Kyung Soo yang bergegas menelepon.
Setelah Kyung Soo menelepon badan personalia tersebut. Mereka bertiga kembali kekelas. Dan saat yang bersamaan loceng bertanda istirahat telah selesai pun terdengar.
TEETTT….TEEETTTTT……

Auhtor PoV

Dalam perjalanan menuju kelas Kyung Soo, Baekhyun dan Jong Dae di panggil keruang guru oleh guru vokal yang mengajari mereka.

“Hyung..” Teriak Sehun anak kelas satu memanggil mereka bertiga.

Mereka bertiga berbalik dan menatap Sehun dengan amat dalam.

“Ada apa?” Tanya Jong Dae.

“Aku hanya disuruh menyampaikan kalau kalian dipanggil oleh Dong Guk Sesangnim di ruangannya”. Jawab Sehun yang terburu-buru.

“Baiklah!” Jawab Kyung Soo.

Sehun lekas pergi menjauhi mereka. Antara kesal dan bingung itulah yang dirasakan mereka, antara menemui Dong Guk Sesangnim atau pergi ke kelas.

“Ayo, kita ke kelas!” Ajak Kyung Soo.

“Sebaiknya kita menemui Dong Guk Sesangnim”. Jawab Baekhyun dengan nada setengah tinggi.

“Aahh! Kalian ini bertengkar lagi. Zaman modern begini masih bingung”. Kata Jong Dae dengan santai.

“Maksud kau?” Sahut Kyung Soo dan Baekhyun secara bersamaan.

“Hmm… Apa kalian tidak punya ponsel? Tunggu sebentar aku mau kirim pesan dulu pada Hye Ri”.

Baekhyun dan Kyung Soo merasa malu dengan sikap mereka berdua yang seperti kekanakan. Ditambah dengan sikap bodoh meraka yang seperti manusia purba yang tinggal di pedalaman. Seakan-akan pekerjaan yang berat itu selalu di anggap berat, padahal zaman semakin maju dengan gadgetgedget yang dilengkapi dengan fitur-fitur canggih.

”Sudah, kita bisa langsung ke ruangan Dong Guk Sesangnim.” Ucap Jong Dae yang dengan sigap menarik kedua tangan Kyung Soo dan Baekhyun.

Skip >>>

 

Didepan ruang Dong Guk Sesangnim.

Tok.. Tok.. Tok…

“Permisi sesangnim”. Kata Baekhyun.

“Silahkan masuk.” Sahut Dong Guk Sesangnim.
“Ada apa sesangnim mencari kami bertiga?” Tanya Kyung Soo penasaran.

“Aku sudah mendengar tentang kalian diundang dalam acara festival nanti.” Kata Dong Guk sesangnim seperti seorang polisi yang mengintrogasi penjahat.

“….” Kyung Soo, Jong Dae, dan Baekhyun diam terkejut.

“Tampilkan yang terbaik nanti.” Ujar Dong Guk sesangnim kembali.

“Tentu saja sesangnim”. Sahut Baekhyun.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin”. Kata Jong Dae.

“Kami tidak akan menyi-nyiakan kesempatan ini”. Kata Kyung Soo.

“Kalau begitu, apa kami bisa kembali ke kelas?” Tanya Jong Dae.

“Ah! Tentu saja. Kalian bisa kembali sekarang”. Sahut Dong Guk Sesangnim dengan sedikit senyuman menghiasi bibirnya.

“Kami permisi sesangnim”. Saht mereka bertiga sambil membungkukkan badannya.

Dengan perasaan yang jauh lebih damai dari sebelumnya mereka bertiga keluar dari ruangan Dong Guk Sesangnim.

“Senang rasanya untuk hari ini”. Ucap Baekhyun dengan gembira.

“Yah, semua seakan memberi kejutan pada kita hari ini”. Ujar Jong Dae dengan santai.

“Yang terpenting sekarang, kita harus benar-benar fokus dalam mempersiapkan vokal untuk acara ini”. Kata Kyung Soo dengan tegas.

“Sekarang ayo kita pergi ke kelas”. Ajak Baekhyun.

Mereka bertiga pergi menuju kelas dengan raut wajah berseri-seri. Mungkin matahari kalah saat itu.

Skip >>>

 

Mata pelajaran berganti, dan Dong Guk sesangnim yang masuk….

Hi, Class… Hm.. Apa kalian sudah mendengar berita?” Kata Dong Guk sesangnim.

“Berita apa?” tanya salah satu siswa.

“Kyung Soo, Baekhyun dan juga Jong Dae diundang dalam acara Festival minggu depan”.

“Izin bicara” Ji Hoo menyela “Kenapa Cuma mereka?” lanjutnya.

“Terima kasih untuk pertanyaannya. Untuk memperjelas lagi, mereka bertiga diundang sebagai bintang tamu Festival.”. Jawab Dong Guk sesangnim.

“Apa tidak ada pendaftaran untuk mengikuti festival itu?” Sahut Dae Hyun.

“Joon Myeon?” Ujar ong Guk sesangnim menunjuk Joon Myeon.

“Saya selaku anggota panitia festival mewakili panitia ingin mengatakan kalau pendaftaran terakhir jum’at ini. Dan kami telah menyebarkan brosur tentang ini, jadi yang tidak mengetahuinya bisa baca di mading sekolah.”

“Joon Myon, apa kamu ikut sebagai pengisi acara?”

“Kalau aku ikut atau tidaknya, ada pengaruhnya buat kalian?” Ucap Joon Myeon mencairkan suasana, akhirnya seisi kelas tertawa ringan. Lalu joon Myeon menjawabnya kembali “Sepertinya tidak, aku takut sewaktu acara berlangsung nanti akan terjadi bentrok waktu.”

“Bagus-bagus!” Sahut anak-anak nyaris bersamaan.

Bel pertanda pualng sekolah telah bergumam dengan keras memenuhi seantera sekolah. Waktu seakan cepat berjalan, pembelajaran menjadi nyaman dan tanpa berasa dilalui. Namun, bagi Baekhyun dan Jong Dae hari ini belum berakhir, mereka berdua harus mengikuti acara rapat untuk festival nanti.

“Sebaiknya kita menuju ruang rapat.”

“Semoga saja kita tidak terlambat”.

“Tapi jam berapa sekarang?” Ucap Jong Dae yang melirik pada jam tangan di sebelah tangan kanannya.

“Ya sudahlah, ini rapat penting. Jangan banyak protes!”

“Kyung Soo saja tidak ikut. Jadi kau saja ya.. yang mewakili kita bertiga.”

“Dia sedang tidak sehat, sedangkan kau… Ayo!” Kata Baekhyun yang merangkul pundak Jong Dae dan menariknya ke ruang rapat.

Rapat dimulai, semua ketua seksi memberikan nama-nama peserta yang mendaftar dan juga nama-nama yang diundang untuk memeriahkan acara festival nanti yang akan dikirim dan semua sudah siap. Rapat ditutup kemudian agenda selanjutnya penetapan para peserta yang jadwal latihannya telah diatur.

Skip >>>

Keesokkan harinya…

Cahaya sang mentari bergitu indah, memantulkan sinarnya pada sebuah kaca yang diam. Baekhyun dan Joon Myeon berada diantara Eun Hae dan keempat teman gang-nya didepan mading. Pengumuman perihal acara festival telah diterpampang disana. Kyung Soo yang melihat ddari jauh tak tahu apa yang mereka diskusikan, tampak serius mereka berbincang. Namun saat diperhatikan baik-baik seperti ada ekspresi penolakkan dari Eun Hae, beberapa kali gadis itu menggelengkan kepalanya. Sementara Baekhyun bersama Joon Myeon masih berbicara serius bahkan tampak seperti memohon. Dan apa yang mereka bicarakan saat itu yang ada dalam benak Kyung Soo.

Aku dan Jong Dae pergi berjalan terlebih dahulu menuju ruang vokal.

“Kyung Soo, apa kau sudah memilih lagu-lagu yang aku rekomendasikan  malam tadi?”

“Sudah! Ini print out lirik lagu yang akan kita nyanyikan nanti.”

Baekhyun tergopoh-gopoh berlari dan dengan panik dan berkata “Kyung Soo mana Kyung Soo?”

“Ada apa Baekhyun? Masuklah dahulu!” Jawab Kyung Soo dengan wajah datar.

“Gawat! Gawat banget!” Ucap Baekhyun sambil mendekati Kyung Soo.

“Maksudmu?” Tanya Jong Dae penasaran.

“Huh..huh… Eun Hae dan siswi kelas bahasa bersedia ikut pementasan drama nanti”. Kata Baekhyun berbisik diantara Kyung Soo dan Jong Dae, ia khawatir kalau Eun Hae dan yang lain mendengarnya.

Kyung Soo PoV

Aku tersenyum.. Ini bukan barita buruk namanya, justru sebaliknya. Ini adalah berita yang spesial bagi Baekhyun. Hm.. aku baru sadar kenapa dia mau membantu joon Myeon membujuk mereka ikut pementasan drama di depan mading tadi. Lihat saja ekspresi wajahnya seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru. Senang sekali. Aku memakluminya, karena Baekhyun sangat mencintai Jae In, teman Eun Hae satu gang.

 

Author PoV

Hari “H” semua persiapan menjelang acara sudah sembilan puluh persen. Kyung Soo, Baekhyun dan Jong Dae telah mempersiapkan penampilan mereka ini sebulan yang lalu sebelum mendapat undangan acara ini. Karena memang hanya tinggal pemantapan dan menyesuaikan panggung, waktu tiga hari cukup bagi mereka bertiga menguasai panggung. Sedangkan teman-teman yang lain juga semua sudah siap.

Untuk pementasan drama. Eun Hae dan teman-temannya yang berperan penting dan juga termasuk Kyung Soo dan Baekhyun yang mengisi back song dalam pementasn nanti. Dari kemarin sore sampai tadi malam glady resik sangat mengesankan.

“Bagus. Hanya persiapan mental yang sepuluh persen sisanya”. Begitulah kata Hye Mi sesangnim, guru kesenian yang membidangi kesuksesan pementasan drama. Beliau juga sekaligus mentor Kyung Soo dalam bidang seni lukis. Dan kekurangan yang perlu diperhatikan untuk lukisan Kyung Soo adalah pemberian efek vigneting pada sisi-sisinya untuk memberikan kesan lebih menarik dari perpaduan warna.

Tak tanggung-tanggung pembukaan festival malam hari ini di halaman sekolah, dihadiri oleh ketua yayasan dan istrinya dan segenap jajarannya, Luar biasa ramai, sebagian panitia sibuk mengatur parkir, umbul-umbul dan lampu sorot memeriahkan acara tersebut. Acara ini memang selalu jadi event yang paling bergengsi dalam menonjolkan bakat masing-masing. Setelah pembukaan usai langsung penampilan Kyung Soo, Baekhyun, dan Jong Dae, dan setelah itu para siswa lainnya..

Kyung Soo PoV

Huff rasanya panas dingin akan disaksikan ribuan tamu. Mereka bersorak sorai dari penampilan demi penampilan tersebut. Penampilan kesatu, dan kedua telah usai. Makin kencang berdebar jantung ini. Sabar-sabar. Santai! Semua akan baik-baik saja aku membesarkan hati. MC menyuarakan di depan stage hiburan.

 

Author PoV

“Baik hadirin yang kami hormati acara semakin seru tampaknya maka tiba saatnya penampilan 3Boys Flower, berikan tepuk tangan yang meriah!!!”

Ok giliran kami yang adu kebolehan.

Kyung Soo PoV
Gebrakan awal adalah saat mereka memasuki panggung.. Benar kataku semua penonton tepuk tangan dan ada yang menjerit histeris, dengan wajah yang seolah membunuh itu kami mampu menghipnotis penonton. tanpa membuang kesempatan satu persatu kami keluarkan suara dan kemampuan kami dalam menyani. Suara penonton hiruk pikuk gagap gempita tak kami hiraukan yang kami fokuskan adalah memberi yang terbaik dalam kesempatan itu. Sempat sekilas aku melihat Eun Hae dengan gaun jingga yang amat menawan berteriak “Ayooo… Kyung Soo!” bagiku teriakkan Eun Hae merupakan suplay energi luar biasa dan senyumnya menerangi hatiku melebihi lampu sorot. Aku makin semangat.

Auhtor PoV

Penoton semakin riuh, setelah Kyung Soo, Baekhyun, dan Jong Dae menunjukan secara maksimal suara dan penampilan, semakin bergaya diri Kyung Soo ada Eun Hae disana.

Mereka berhasil malam ini. Kyung Soo terkecoh senyum Eun Hae, hingga Baekhyun mendorong Kyung Soo, ia terpental menahan sakit. Nafasku sesak sekali ”Awas Kyung Soo!!” suara Eun Hae jelas. Di dekat ku ada sebuah sorot lampu maut yang tergeletak disampingku. Rasa cinta ini menghilangkan semua rasa sakit daridorongan Baekhyun tadi.

Kali ini merupakan penampilan yang spektakuler, Kyung Soo, Baekhyun dan Jong Dae pemenangnya. Salam penghormatan mengakhiri penampilan mereka dengan Standing Uplous segenap para undangan dan para penonton yang tak henti-henti. Kyung Soo senang bukan buatan. Ekspresi diri yang dahsyat!
Saat turun dari panggung, Kyung Soo membuka ponsel ada pesan masuk nomor baru.
“Keren penampilanmu malam ini” dalam pesan tersebut.

Skip >>>

Di dalam kamar sebelum tidur..

Setiap hari akan ada kompetisi selama seminggu. Sementara Kyung Soo harus  memaksimalkan untuk penampilannya besok, melukis. Cat dan kain kanvasnya kupilihkan yang terbaik sengaja pesan dari luar Seoul. Kontras lukisan dan warna gelap terangnya harus diseimbangkan. Vigneting harus pas sesuai arahan dari Hye Mi sesangnim kemarin.

Skip >>>

Keesokkan harinya…

Kyung Soo PoV

Hari ini aku melukis harus maksimal, waktu lima jam kupergunakan dengan baik dari jam delapan pagi sudah mulai sampai jam satu siang. Banyak penonton yang juga hadir disini, teman-teman, dan semua yang telah memberi support tak henti-hentinya. Akhirnya selesai juga. Dan syukurnya semua berjalan lancar.

Author PoV

 
“Kyung Soo…” Panggil Baekhyun.

“Hai, bagaimana hari ini?”

“Berjalan lancar. Kalian dari mana?”

“Aku Cuma mau kasih tahu. Nanti malam Eun Hae akan tampil lagi, aku sporter yang paling berpengaruh untuk kesuksesan Eun Hae” Ucap Baekhyun membanggakan diri sendiri.

“Hmm.. Mulai narsis lagi kan, memang siapa kamu?”

“Terakhir aku tahu itu nomor Eun Hae tadi sore, dia sms lagi “Aku harap kamu datang Kyung Soo”. Papar Kyung Soo pada kedua temannya.

Kyung Soo PoV
Siapa sangka nomor telepon yang dulu aku idamkan, malah kali ini tanpa aku yang memintanya ia telah menyapaku terlebih dahulu, bahkan setelah penampilan malam itu Eun Hae selalu mengirim pesan singkat. Ada saja alasan dia untuk bisa ber-sms-ria denganku. Ah, kacau misiku benar-benar gagal. Tapi jujur aku senang. Malam ini penampilan Eun Hae, aku yakin Eun Hae akan menunjukkan talenta besarnya dalam olah pentas seni drama

Author PoV.

Baekhyun yakin Jae In begitu elok malam ini. Dan saatnya dia membalas rasa malu yang tempo hari membuat Baekhyun ingin katakan sejujur-jujurnya perihal perasaannya itu. Sementara Jong Dae, wanita idamannya adalah Soo Hyun, dia yakin Soo Hyun-lah orang yang tepat. Dan rencananya sama dengan rencana Baekhyun. Rasa cinta itu akan ia utarakan malam ini juga.

Sementara Kyung Soo? Begitulah terkadang sikap cowok, susah-susah gampang untuk ditebak. Dan tidak semua pria bisa mengutarakan perasaannya, buktinya Kyung Soo harus memikirkan matang akan hal ini. Dan ia tak tahu apakah ia termasuk kualifikasi di antara sekian banyak tipe pria yang menjadi idaman Eun Hae. Meski hampir 2 tahun Kyung Soo menyukai Eun Hae dan terkadang muncul tenggelam dalam hatinya, tapi jujur Eun Hae adalah cinta pertamanya yang masih gelap.
“kenapa tidak dia balas? Pokoknya kamu harus datang. Titik!” Upps.. sms Eun Hae yang tadi juga belum Kyung Soo balas.

Lima menit kemudian.
“Aku tak janji datang, Eun Hae” Jawab Kyung Soo

Skip >>>

Malam penutupan festival

Kyung Soo PoV

 Cover ff Rainbow of love_副本123

Kugunakan lagi baju terbaikku pada malam penutupan ini, tak cukup tiga puluh menit di depan kaca, menghabiskan waktu tujuh menit untuk menyisir rambut.. Rambut adalah mahkota terpenting bagi para pria, jadi tidak boleh asal-asalan. Wajahku? Ah, ok lah.

 Cover ff Rainbow of love_副本123

Author PoV

Kali ini malam penutupan yang menentukan, Eun Hae dan temannya menjadi pembuka malam itu, baginya serasa ada yang hilang, tapi apa?

“Oh ya Eun Hae…. aku tak melihatnya dimana dia sekarang?”. Tanya Baekhyun.

“Jangan-Jangan-jangan Eun Hae menipuku supaya aku datang tapi ia tidur dCover ff Rainbow of love_副本123i rumah. Apa dia tiba-tiba sakit, atau mungkin dia lupa dialognya. Ah amat sangat mustahil, dia sudah profesional dalam urusan itu. Tapi kemana dia?”Ucap Kyung Soo. Sesaat kemudian ponselnya berbunyi sms dari Eun Hae.
“Dari tadi kamu mencari siapa?” Tanya Eun Hae.
“Maksudmu?” Kyung Soo pura-pura tak paham
“Ah! mengaku sajalah, terus kenapa kamu celingak-celinguk begitu? Hihi”. Kata Eun Hae sedikit mencairkan suasana.
Kyung Soo jadi malu, rupanya sejak tadi Eun Hae memperhatikannya, tapi dimana dia? Di kursi depan sana sekumpulan penari dan pemain drama lainnya, Kyung Soo tak dapat mengenali wajah mereka satCover ff Rainbow of love_副本123u persatu.
“Memangnya Eun Hae dimana?” Tanya Baekhyun.

“Apa warna kostum yang dia di pakai?” Tanya Jong Dae penasaran.
“Hmm.. Kalian ini mau tau aja apa mau tahu banget? Lihat saja nanti pas dia tampil, ok?”
“ok. Lah kalau begitu”.

 “Perasaanku mulai nervous lagi.” Bisik Jong Dae.

“Jangan terlalu tegang”. Jawab Baekhyun.

“…” Kyung Soo hanya diam.Cover ff Rainbow of love_副本123

Kyung Soo, Baekhyun dan Jong Dae duduk bersebelahan di belakang pemain drama dan penari. Pembawa acara memanggil peserta nomor urut tampil satu, itu artinya Eun Hae maju terlebih dahulu. Mengurangi rasa penasaran pandangan kami tak lepas dari segerombolan orang yang duduk di depan diantara para penari tersebut. Eun Hae dan temannya berdiri untuk maju. Wow.. Kyung Soo berdecak dalam hati, “aku hampir tak mengenalinya, Eun Hae menggunakanCover ff Rainbow of love_副本123 kostum biru bermotif bunga-bunga halus mengkilat, sulaman benang berwarna silver kemerlapan semakin menantang cahaya lampu sorot, diselipkan rangkaian bunga mawar terbuat dari kain kuning di atas songket berwarna emas hingga menyerupai putri-putri kerajaan”.

Bahkan Kyung Soo masih tak percaya kalau dia adalah Eun Hae, semacam putri raja yang jarang keluar istana apalagi berjemur panas. Cantik sekali dia malam ini Kyung Soo rasa Cinderella dari negeri dongenCover ff Rainbow of love_副本123g pun akan minder berada di dekatnya.

Agena demi adegan itu mereka peragakan tanpa sedikitpun rasa canggung dan dia sangat yakin dengan penampilannya.Mereka menampilkan sebuah drama  90’an dengan gaya modern , biasanya ditampilkan dengan alat musik tradisional gayageum, kali ini musik pengiringnya orgen dan rytem.

 Cover ff Rainbow of love_副本123

Para undangan dan pengunjung sangat menikmati keindahan seni draCover ff Rainbow of love_副本123ma yang dilahirkan tahun 90’an yang mengurat nadi ini hampir tak tersentuh lagi oleh generasi sekarang. Pesan moral dari setiap adengan adalah sebuah ajaran makna keluhuran seseorang yang melekat erat dengan kehidupan. Tepuk tangan penonton mengakhiri penampilan Eun Hae dan yang lainnya.

Usai penampilan Eun Hae dan Kyung Soo pergi ke ruang pameran lukisan, Eun Hae ingin melihat karya Kyung Soo.

“Bagus! Ternyata kamu orang yang serba bisa yah” puji Eun Hae.

“…” Kyung Soo hanya tersenyum.Cover ff Rainbow of love_副本123

Kyung Soo dan Eun Hae jalan berdua mengelilingi berbagai pameran dan juga bazar buku di festival itu. Kemudian mereka minum jus alpukat bahkan mereka tak memperdulikan kostum yang masih dipakaniy. Eun Hae bertanya benyak hal terutama penampilannya tadi, Kyung Soo hanya katakan semuanya bagus. Eun Hae tersenyum semakin cantik. Detak jantung Kyung Soo berdegup kencang nyaris tak dapat bicara, bingung seperti orang buta memegang gajah, lidahnya kelu dan berat. Di depan Eun Hae, Kyung Soo adalah rakyat jelata yang menghadap putri istana.
“Eun Hae” Kata Kyung Soo yang mencoba serius.
“Ya?”
“Hm..” Kyung Soo deg-degan “Dalam hidup ini apa yang tak kamu harapkan hilang darimu?” Lanjutnya setelah berfikir sejenak.
“Pelangi” Jawab Eun Hae.Cover ff Rainbow of love_副本123
“Alasannya?” Kata Kyung Soo.
“Karena pelangi adalah sebuah ungkapan agung sang pencipta, dimana ia baru muncul setelah hujan terkadang badai, dan disambut dengan sinar matahari maka akan memantulkan cahaya, pelangi merupakan fenomena optik dan meteorologi yang menghasilkan spektrum cahaya. Issac Newton adalah orang pertama yang menyelidiki hal ini, aku menyukainya karena pelangi memilki falsafah yang amat dalam bagiku”
Kyung Soo mendengarkan secara seksama menjelajahi cakrawala kecerdasan Eun Hae tentang pelajaran eksak, padahal ia sastra tidak belajar tentang IPA. Sementara dari jauh MC terus memanggil para peserta yang belum tampil satu persatu. Mereka berdua terbuai oleh suasana yang langka ini, bisa berbicara seperti itu dengan Eun Hae adalah hal yang penting bagi Kyung Soo. Tak penting bagi mereka berdua tentang penampilan mereka sebelumnya. Dunia serasa milik mereka berdua yang lain cuma mengungsi..
“Dalam hidup ini suka dan duka seumpama sepasang kekasih yang tak pernah mungkin terpisahkan, pelangi juga memberikan warna keindahan pada dunia. Aku ingin menjadi pelangi yang memberikan keinCover ff Rainbow of love_副本123dahan dalam kehidupan sekitar, tidak untuk diri sendiri saja tapi untuk banyak manusia. Dan aku yakin semua manusia pasti menyukai pelangi”. LCover ff Rainbow of love_副本123anjut Eun Hae.

Kyng Soo hanya mengangguk. Apapun yang diungkapkan Eun Hae benar adanya. Memang begitulah kehidupan yang terkadang suka dan duka akrab menghampiri kita.
“Kalau kamu Kyung Soo, apa yang tak ingin hilang dalam kehidupanmu?”
“Cinta” kata Kyung Soo simpel. Tampak Eun Hae bertanya-tanya dengan alasan yang akan Kyung Soo berikan nanti.
“Ya, cinta” kata Kyung Soo lagi.
“Bisa beri alasan kenapa cinta?”
“Cintaku padamu, Eun Hae. Dan pandangan matamu sudah menjelaskan semua itu!”
“…” Eun Hae nyaris tak dapat bicara, air mukanya cerah malu.
“Menurutmu kalau aku cinta padamu apakah itu sebuah kesalahan?” Tanya Kyung Soo dengan ragu-ragu.
Eun Hae menggeleng sambil membenarkan posisi duduknya yang sedikit salah tingkah.
“Eun Hae, aku mencintaimu”
Tak berapa lama setelah pengakuan cinta Kyung Soo terlontarkan, Eun Cover ff Rainbow of love_副本123Hae mengangguk pelan sambil tersenyum simpul, senyum termanis yang pernah Kyung Soo saksikan.
“Aku juga mencintaimu Do Kyung Soo”.

                                                                                                    Cover ff Rainbow of love_副本123        -END-

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s