(un)HAPPY NEW YEAR !

cry-girl-sad-tears-teddy-bear-Favim.com-115022_large

|| Author : shikshinstrange||Genre : Romance(?) and Sad(!)||Rating : T (Teen)||Length : Ficlet||Main cast : Park Han Ra (OC) ; Oh Sehun (EXO-K) ||

Disclaimer : The casts belong to Allah SWT. I just have the plot and tittle. credit poster : Favim.com

A/N : First of all, aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah diterima menjadi salah satu author di sini😀 I will work hard ! /bow/ By the way, ini sebenarnya adalah ff yang cukup lama sudah saya buat. Enjoy it ! Don’t be SILENT READER , please ! Happy Reading~

———————–00————————–

This is UNhappy new year ever after !

========

Hanra’s POV

“Dasar nappeun namja Sehun itu! Dia itu pacarku atau bukan,sih ? Dia mengajak aku ke sungai Han untuk melihat kembang api di malam tahun baru ini, tetapi dia malah tidak menjemputku. Babo!” gerutuku sendiri di kamar sambil menata rambut dan merapikan pakaianku.

Iya, benar. Malam ini adalah malam tahun baru. Sejujurnya, aku tidak begitu suka dengan tahun baru. Tahun baru seharusnya terjadi di musim panas atau musim semi atau musim gugur saja. Pokoknya selain musim dingin.

Apa enaknya merayakan tahun baru di musim dingin? Rasa dingin menggelayuti seluruh tubuh. Terlebih lagi, perayaan tahun baru dilakukan pada malam hari. Benar-benar menyebalkan. Lebih baik menghangatkan badan di rumah dan menonton film atau drama di televisi ditemani teh hangat atau kopi dan beberapa snack ringan.

Sebenarnya, Sehun sudah tahu kalau aku tidak suka pergi ke luar rumah di malam tahun baru seperti ini. Tetapi, entah apa yang sedang dipikirkannya hingga dia mempunyai ide seperti ini.

Aku hanya bisa pasrah. Karena bagaimana pun juga, Sehun adalah orang yang spesial bagiku.

Setelah aku rasa penampilanku sudah cukup, aku segera menuju pinggir jalan besar untuk naik taksi. “Eomma, appa, aku pergi dulu! Annyeong.”pamitku pada kedua orangtuaku.

Untung saja jarak dari rumahku menuju jalan raya tidak terlalu jauh jadi aku tidak takut kedinginan. Beruntungnya aku. Segera setelah aku sampai di pinggir jalan raya ada sebuah taksi yang sedang menurunkan penumpang. Langsung saja aku naik taksi itu.

Selama perjalanan ke daerah sungai Han, aku menghela nafas berkali-kali. Supir taksi yang sedang menyetir pun hanya bisa melirikku dari kaca spion tanpa bisa berkomentar apa-apa. Astaga, dingin sekali. Awas saja nanti kalau aku sudah bertemu Sehun. Dia akan aku cueki. Huh, salah sendiri tidak mau menjemputku.

“Nona, sepertinya sedang ada kemacetan,”ujar si supir taksi tiba-tiba. “Sepertinya terjadi kecelakaan beruntun.”

“Ah, benarkah? Apakah ini sudah cukup dekat dengan lokasi tujuan saya?”ujarku dengan formal.

“Iya, Nona.”

“Baiklah, saya akan turun di sini saja. Berapa tarifnya?”

“8.000won, Nona.”

“Ah, geurae. Ini dia. Gamsahamnida, ahjussi.”
Cheonmaneyo. Maaf saya tidak bisa mengantar sampai tempat tujuan. Hati-hati terhadap dingin, Nona.”
Ne. Anda juga, ahjussi.”jawabku. Aku segera turun dari taksi.

Aku merasa penasaran tentang apa yang terjadi di kemacetan itu. Walaupun sudah jelas bahwa kemacetan itu disebabkan kecelakaan beruntun. Hanya saja, aku sangat penasaran dengan keadaan TKP itu.

Sudah banyak orang yang berkerumun di sana. Namun ada satu kerumunan yang sangat padat dan membentuk sebuah lingkaran seperti biasa. Entah kenapa, aku memiliki perasaan buruk tentang apa yang dikerumuni itu. Namun, hasrat penasaranku yang sangat tinggi berhasil mengalahkan perasaan buruk yang mempengaruhiku beberapa saat.

Aku mencoba melihat ke pusat perhatian orang-orang itu. Tapi sayangnya badanku terlalu pendek di barisan paling belakang itu. Aku pun mencoba untuk merangsek ke barisan paling depan. Akhirnya aku berhasil berada di barisan paling depan. Tapi…

DEG!

Jiwaku terguncang melihat pemandangan di depan mataku ini. Terdapat sebuah sepeda motor yang kondisinya sudah cukup parah dan seorang pemuda yang terkapar tak berdaya. Dia terluka sangat parah dan sedang diatasi oleh beberapa perawat.

Pemuda itu mengingatkanku kepada seseorang. Sepeda motor itu, helm itu, dan jaket itu sama persis seperti milik seseorang yang aku kenal. Dengan keberanian penuh, aku dekati pemuda itu. Tentu saja!

“Sehun…”ucapku lirih.

Aku berdiri mematung beberapa meter dari pemuda yang kuterka-terka adalah Sehun itu. Dengan langkah terseok-seok aku pun mendekati tubuh Sehun yang tergolek lemah.

Kutatap tubuh lemah itu. Aku jatuh bersimpuh. Disitulah aku mulai menangis sejadi-jadinya.

“Kau jahat! Teganya kau tinggalkan aku sendirian. Aku sudah bilang padamu bahwa aku paling benci merayakan tahun baru. Kenapa kau tidak mau mendengarkanku? Kalau sudah begini apa yang harus aku lakukan?” aku benar-benar kacau. Suaraku parau dan aku semakin lunglai.

Seorang perawat disampingku menepuk pundakku dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Aku masih termenung. Mencoba menelaah hal ini sungguh sulit. Tubuh Sehun telah diangkat ke dalam ambulans. Namun aku sengaja tidak mengikutinya ke rumah sakit karena aku sedang tertarik pada sebuah boneka beruang coklat yang berukuran cukup besar–tergeletak tak terlalu jauh dari motor Sehun.

Boneka itu tergeletak tak jauh dari tempat tubuh Sehun tadi. Aku pegang boneka itu lalu aku peluk boneka itu dengan sangat erat. Air mataku berhasil lolos dari bendungan pelupuk mataku lagi.

Boneka itu. Aku pernah memintanya pada Sehun saat kami sedang jalan-jalan bersama. Boneka ini cukup mahal bagi kantong anak sekolah seperti Sehun. Aku yang notabene termasuk yeoja yang pengertian, waktu itu segera membawa Sehun menjauh dari boneka itu. Aku takut nantinya dia menjadi menyesal kepadaku.

Tak kusangka, boneka itu sekarang berada di pelukanku. Aku tahu, pasti Sehun berkorban cukup banyak untuk boneka ini. Aku dengar Sehun akhir-akhir ini bekerja paruh-waktu, tapi aku tidak tahu untuk apa dia sampai-sampai bekerja paruh-waktu. Tak kusangka dia rela bekerja keras demi sesuatu untukku—yang bahkan sudah aku lupakan.

“Gomawo, Sehun-aJeongmal mianhae selama ini aku sudah merepotkanmu. Semoga kau baik-baik saja di sana, Sehun-aSaranghaeyo.”ucapku sambil menangis di bahu boneka itu.

“Tapi Sehun-a, kenapa kau justru membuatku semakin membenci tahun baru?”batinku. This is UNhappy new year ever after.

———— T H E E N D ————

3 thoughts on “(un)HAPPY NEW YEAR !

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s