Peterpan

peterpan

 

Judul                 :   Peterpan

Author              :   jiyeonjung

Cast                   :

  • Oh Sehun
  • Jung Jiyeon

Genre               :   Sad, Angst

Length              :   Oneshot

Rating               :   PG-13

Disclaimer      :   All characters belong to God, agency and their parents. But the OC and storyline belongs to me. Please don’t plagirism and bash. Bila terjadi kesamaan tokoh, tempat, kejadian,  itu merupakan kebetulan belaka.

Poster : wolveswifeu @ http://highschoolgraphics.wordpress.com

DON’T BE SIDERS, DON’T BE PLAGIATOR, LEAVE COMMENTS AFTER READ! THANK YOU J

 

Annyeong~ author abal-abal ini kembali lagi menyapa pemirsah sekalian *dadah-dadah gaje* mmm.. author kembali dengan membawa berita yang buruk *apasih thor? Gajelas dah*  yaitu FF yang ‘When Flower Bloom’ folder nya hilang semua tanpa berbekas L *mampus lo thor!* jadi dengan sangat terpaksa, saya harus membuat semua ulang L  Baiklah! Daripada kita buka konsultasi ff ilang, mending kita langsung otw ke cerita nya yak! Here is it! *kue bolu ala chef jiyeon*

 

There’s a time when I want to go back to the past

Change our history so it will not end like this

But money can buy a time machine

I’m sorry… my love….

 

PETERPAN

 

“Kalau begitu, pergi saja dengan yeoja itu! Pergilah! Aku tidak membutuhkanmu!” teriakan yeoja itu dapat terdengar bahkan sampai keluar kamar apartemen.

“Iya! Aku akan pergi! Kau juga pergilah dengan namja itu! Aku bahkan tak kau panggil ‘Oppa’. Tapi lihat namja itu! Kau dengan bebasnya memanggil dia oppa!” teriakan si yeoja juga dibalas dengan teriakan seorang namja.

“Sudah tidak ada lagi alasan kita bersama! Lebih baik kita bercerai!” sang yeoja sudah sangat terbawa emosi.

“Ya! Akan kudatangi kau dengan membawa surat cerai! Tunggu saja!” setelah mengucapkannya, sang namja keluar dari apartemen dan membanting pintu kasar.

Setelah pintu tertutup, si yeoja perlahan jatuh terduduk di lantai sambil mengeluarkan air mata yang sudah daritadi ia tahan.

“Sehun-ah, wae? Wae aku harus melihatmu mencium yeoja itu? Wae?”

 

Flashback

Sekretaris Jang, sajangnim ada dimana?” tanya yeoja itu.

“sajangnim ada di ruangannya nyonya Oh. Mari saya antar”

–Sampai didepan pintu ruang kerja Sehun—

Dari luar sudah terdengar suara desahan-desahan. Untuk membuktikan firasat nya yang mulai berpikiran negative, sang yeoja segera membuka pintu. Dan ia melihat dengan mata kepala nya sendiri, sang suami—Oh Sehun—sedang berciuman panas dengan seorang yeoja yang ia ketahui merupakan client Oh Sehun. Tanpa dapat diperintah, air matanya jatuh begitu saja. Ia segera meninggalkan ruangan Sehun dan kembali ke apartemen mereka. Dan sampailah saat mereka tadi bertengkar hebat.

Flashback Off

 

5 Years Later…

Sehun POV

Saat ini aku berada di depan pintu apartemen lamaku dengan yeoja itu, Jung Jiyeon. Bertahun-tahun sudah aku hilang kontak dengannya, sejak peristiwa perceraian itu. Tanpa berlama-lama, aku segera melangkahkan kaki ku ke dalam apartemen. Oh! Pasti kalian bertanya-tanya bagaimana caraku dapat masuk ke apartemen ini? Sekarang apartemen ini dipakai berdua oleh Jiyeon dan adiknya. Dan atas persetujuan adiknya, aku mendapat akses kembali ke apartemen ini. Saat sudah ada di dalam, masih dapat kucium aroma nya. Bunga mawar, madu dan mint. Kuakui aku sangat merindukan kehadirannya. Rambutnya yang panjang berwarna coklat melambai-lambai, bibirnya yang hampir setiap hari kusentuh, terutama suara desahannya yang sangat sexy saat—Oh Sehun! Jangan berpikiran mesum! –Namun serius aku merindukan semua yang ada pada dirinya. Perlahan, kulangkahkan kaki ku menuju kamar kami yang sekarang menjadi kamarnya seorang diri, karena adiknya tidur di kamar tamu. Oh, disini aroma nya sangat kuat. Membuat ku semakin merindukannya. Perlahan kulangkahkan kedua kaki ku menuju meja kecil yang terdapat di samping tempat tidur. Dan kubuka laci pertama meja itu. Di dalamnya, terdapat foto album sewaktu kami masih bersatu menjadi power rangers satu kesatuan di hadapan Tuhan. Buku yang berjudul Journey of my love. Perlahan kubuka halaman pertama. Terdapat foto saat kami masih berpacaran dulu. Saling menggenggam tangan satu sama lain, tertawa bersama dibwah sinar matahari yang menyinari bumi. Terdapat tulisan di bawah foto, With my love, Oh Sehun. Tanpa sadar aku tersenyum sendiri. Rasanya seperti pencuri yang dengan lancang masuk ke kamar orang lain. Namun kutepis perasaan itu. Lalu kubuka halaman selanjutnya. Masih foto dengan tema yang sama, saat kami berpacaran. Ternyata ia sangat pintar memfoto. Bahkan saat aku tertidur di dalam bus pun ia abadikan. Aku menangis terharu. Ia masih mencintaiku. Aku pun begitu. Kubuka halaman per halaman hingga akhirnya sampai di halaman pernikahan kami. Aku mulai menangis deras. Terdapat foto saat pastor menyuruh kami mengucapkan janji pernikahan. Untuk selalu hidup bersama sampai maut memisahkan kami. Namun apa? Kami telah mengecewakan Tuhan. Sambil tersenyum miris, aku membuka halaman lain. Aku semakin tersenyum miris dan air mata ku semakin turun deras. Foto-foto saat acara resepsi kami tertata sempurna di halaman itu. Foto saat kami saling memberikan toast, saat memotong kue pengantin, bahkan saat akan melempar bunga pada hadirin yang datang. Lalu aku sampai di halaman selanjutnya, yaitu saat kami melaksanakan honeymoon di Maldives. Bergandengan tangan bersama, berjalan di sepanjang pantai. Masih kuingat juga, setelah pulang jalan-jalan, dia memakai celana pendek sepaha yang membuatnya menjadi perhatian bule-bule yang ada di pantai. Karena kesal, kulepas jaketku dan kusampirkan di lingkar pinggangnya. Setidaknya untuk menutupi pahanya itu. Lalu terdapat foto-foto saat awal-awal kami menjalani kehidupan rumah tangga. Akhirnya aku sampai di halaman terakhir album foto kami. Namun aku tak berani membukanya. Segera ku hapus air mata ku. Kuputuskan untuk menjelaskan sema nanti padanya. Sementara meunggunya pulang kerja, aku menonton televise di ruang keluarga. Aku cukup kaget mendapati foto pernikahan kami masih menempel di dinding tembok ruang keluarga. Setelah menunggu hampir 2 jam menonton televisi, aku mulai bosan. Kumainkan games yang ada di dalam handphoneku. Setelah 1 jam bermain, ada yang menelpon apartemen. Kuangkat saja.

“Annyeonghaseyo, benar dengan kediaman nona Jung Jiyeon?” terdengar suara bass seorang namja di seberang sambungan.

“Ne, benar. Ini siapa ya?”

“Ah, tuan, nona Jung barusan mengalami kecelakaan. Beliau tertabrak truk tronton saat akan menyebrang ke seberang jalan. Sekarang ia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit International Seoul.”

“Ne. gomawo beritanya” ucapku dengan suara bergetar.

Segera kumatikan telpon dari namja tadi. Dengan singkat kuketik sms ke adiknya.

Seoul International Hospital. Sekarang! Segera. Jiyeon kecelakaan.

Aku segera keluar dari apartemen dan berlari menuju tempat parkir mobil. Kunyalakan mesinnya dan ku kendarai dengan kecepatan di atas rata-rata. Pikiran ku saat ini hanya terfokus pada Jiyeon. Akhirnya aku sampai di rumah sakit. Segera aku berlari menuju ruang Unit Gawat Darurat. Disana sudah ada adiknya, yang sedang terisak. Kudekati ia dan kutanyakan bagaimana keadaan Jiyeon. Ia hanya terisak dan menggelengkan kepalanya, sambil menunjuk kedalam ruangan berpintu putih. Ku langkahkan kaki ku masuk. Di dalamnya, kulihat sesosok tubuh yang terbungkus kain putih dan mesin jantung yang sudah datar. Aku menahan tangisku. Ku dekati ia. Ku buka kain yang menutupi wajahnya. Kulihat ia tersenyum. Perasaan bersalah dulu telah menyelingkuhinya kembali menyergapku. Mengikatku, tak membiarkan ku lepas. Kutundukkan kepala ku dan kucium lembut keningnya yang mulai dingin. Lalu aku keluar ruangan tersebut dan seketika tangisku pecah. Kami—adiknya Jiyeon dan aku—menangis bersama sepanjang malam itu. Namun mau mengeluarkan air mata sampai berliter-liter pun tak akan merubah keadaan.

I’ll go looking for you to Neverland by following Tinkerbell, who was sent by the memories

At that place, you and I are looking at each other, smiling

I’m your eternal peterpan, your man who was stopped in time

I may be clumsy but I loved you so much and I will run to you

 

 

—Epilog—

 

Author POV

 

Oh Sehun, namja itu berjalan riang sambil membawa bunga mawar putih di tangan kanannya. Ya, saat ini ia berada di area pemakaman mantan istri yang sebenarnya masih sangat dicintainya—Jung Jiyeon. Ini adalah satu tahun Jiyeon diambil Tuhan.

“Jiyeon-ah, nah aku datang lagi hari ini. Oh, ingatkah kau ini sudah satu tahun kau di atas sana? Tahu tidak aku sangat sangat sangat merindukanmu. Nih, kubawakan kau sebuket bunga mawar putih. Seperti yang kau suka. Bahkan kamar mandi kita pun harus bernuansa mawar putih. Kkkk… hah hari ini aku masih banyak perkerjaan Yeon-ah. Mian tidak bisa lama-lama. Aku pergi dulu ne? Baik-baiklah disana. Sooner or later, we’ll meet each other and until that time come, I can’t wait, hahaha. Baiklah annyeong”

Tepat saat itu Sehun mendengar suara teriakan seorang gadis kecil

“AAAHHHH”

Refleks, Sehun menolehkan kepalanya kearah teriakan gadis kecil tersebut. Ia lihat sang gadis ada di tengah jalan dengan mobil dengan kecepatan tinggi bergerak kearahnya. Sehun pun berlari untuk menyelamatkan gadis itu. Namun naas, Sehun yang menyelamatkan gadis itu malah tertabrak mobil tadi. Saat sudah di rumah sakit, denyut nadi Sehun sudah tidak berdenyut-denyut. Namun bisa dilihat, senyum yang terukir indah di wajahnya.

 

You were prettier than Wendy or Cinderella

The one person who made my heart pound

As soon as I felt you, my eyes shone

Our story is not be over

Because we will meet again

 

 

 

THE END

 

 

Gimana bacanya ders??? Nangis gak? Pasti gak. Feelnya dapet gak? Semoga dapet ya kkk… baiklah author Jiyeon say goodbye dulu dan leave comment yak! Gomawooo^^

3 thoughts on “Peterpan

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s