Autumn In Love

Cover ff Autumn In Love_副本1

Title : Autumn In Love
Author : Hayati (@noya_noor)
Genre : Sad, Romance, School life
Rating : General
Type : OneShoot
Main Cast :
 Oh Sehun, Yoon Da Young (OC)
Other Cast :
 Luhan, Kim Joon Myun, Kim Min Seok , Byun Baekhyun

 
Author note : 
Ini semua murni buatan aku… Jadi harap dimaklumi kata-katanya kalau masih ada typo atau sejenisnya. Main cast dan other castnya milik Tuhan semata-mata. saya hanya meminjam namanya saja. Mohon Komentar yang membangun. Kalian bisa kunjungi fb saya ada beberapa ff yang belum di posting ke sini https://www.facebook.com/profile.php?id=100006595411443&refid=23 .
 

Prolog

Cinta bisa bersemi pada musim apa saja, kapan saja dan dimana saja. Cinta tidak memandang arti sebuah kecantikan dan ketampanan ataupun pintar atau bodohnya seseorang. Tapi apakah terlambat, jika aku mencintai seseorang untuk sekian kalinya. Apa aku terlambat untuk memberikan cinta ini kepada dia?

Autumn In Love

Auhor PoV
Awal musim semi tahun lalu…
 
Musim dingin akan segera berakhir, karena bunga plum tidak sabar ingin bermekaran. Sehun melihat keluar jendela, ada banyak remaja seumurannya pergi keluar rumah untuk menikmati hangat matahari pagi. saudara-saudaranya yang tinggal di panti asuhan yang sama pun banyak keluar dari kamar mereka. Lalu seorang salah seorang saudaranya mengajak Sehun untuk keluar dari kamarnya…
“Sehun, ayo keluar. Saljunya mulai cair.” Ajak Luhan.
“Apa harus keluar?” tanya Sehun
“Ayolah….” Luhan menarik lengan Sehun.
“Baiklah.” Dengan wajah yang masih memalas Sehun mau keluar.
Sehun tersenyum tipis dan segera keluar dari kamarnya. Setelah keluar dari panti Sehun melihat saudara-saudaranya berjalan di sekitar panti asuhan. Sehun mengamati di sekelilingnya, lalu tak ketinggalan Sehun melihat seorang gadis sebayanya melihat indahnya mentari awal musim semi. Dia Yoon Da Young. Anak nelayan yang tinggal di dekat panti asuhan ini. Dia berasal dari keluarga miskin dan mengontrak rumah yang tidak layak untuk dihuni. Dia juga bekerja dengan yayasan panti asuhan tempat Sehun tinggal. Kadang-kadang dia membantu membagikan makanan kepada anak panti setiap ada dermawan yang datang kesini. Terkadang kalau ada sisa makanan yang masih ada, kepala panti kami memberikannya kepada Da Young. Tapi tidak ada yang tahu banyak tentang kehidupan Da Young, anak-anak dan ibu panti hanya melihatnya saat mereka membutuhkannya…
 
“Hyung… Ayo kita main”. William mengajak Sehun bermain.
“Aniya..” Sehun menolak ajak anak kecil itu.
“Hyung… hyung….” Bujuk William pada Sehun
“Jangan tunjukkan wajah seperti itu, hm… baiklah”. Sehun mulai luluh pada William.
“Oppa baik deh… sekarang oppa yang jaga ya.” William terlihat senang. Namun ia malah mengerjai Sehun.
“Aku… hei, tunggu… seharusnyakan kau yang jaga..hei..” Sehun mulai terlihat kesal, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa pada anak kecil ini.
“….” William langsung berlari bersembunyi tanpa mendengarkan perkataan sehun.
 
Sehun masih sibuk mencari tempat persembunyian William. Sementara anak-anak panti asuhan yang lainnya juga sedang asyik bermain disana. Namun, karena tak kunjung dapat menemukan William akhirnya Sehun menyerah. William mengagetkan Sehun dengan berdiri dibelakangnya.
“Oppa.. Kau terlihat lelah hari ini?” William mengagetkan Sehun dari belakang.
“Ini semua karena dirimu” Sahut Sehun dengan napas tersengal-sengal.
“Mianata.. Oppa” Ucap William yang menyesal.
“Baiklah.. Ayo kita keluar. Semua orang sedang menikmati hangatnya sang mentari”. Ajak Sehun pada anak laki-laki kecil itu.
 
_________ ooOOoo _________
 
Keesokkan harinya….
 
“Sehun-ssi, ayo bangun.” Joon Myeon membangunkan Sehun.
“Apa sudah pagi?”Jawab Sehun dengan mata terpejam.
Mata yang masih mengantuk, Sehun masih tidur di kamarnya, sedangkan para saudaranya terus membangunkannya dari tidur.
“Kamu tidak mau sekolah ya. Hari ini hari pertama masuk sekolah.” Joon Myeon masih mencoba membangunkan Sehun.
Tak berapa lama setelah mendengar perkataan Joon Myeon Sehun langsung terduduk kaget.
 
“Benar hari ini, hari pertama aku masuk SMA. Aaiissshhh!!!! Kenapa aku sampai lupa seperti ini?” batin Sehun.
 
Author PoV
Sehun bergegas  ke kamar mandi lalu bersiap-siap pergi ke sekolah. Tahun ini adalah tahun pertama dimana ia masuk SMA, Sehun masuk di SMA dengan beasiswa dari pemerintah. Tapi ia beruntung karena semua saudara-saudara sepanti asuhan satu sekolah dengannya. Mereka sangat dekat dengan Sehun, sejak mereka kecil mereka selalu bersama. Mereka seperti saudara kandung baginya, ada Myeon Joon si pemberani. Kalau Sehun dan saudara-saudaranya diganggu sama anak-anak nakal sewaktu SMP, dia-lah yang menyelamatkan Sehun dan yang lainnya. Dia seperti ibu bagi Sehun. Ada Min Seok yang suka kimchi dan dia pandai dalam taekwondo. Ada Luhan, dia yang selalu ada saat Sehun membutuhkannya. Dia pintar dalam menulis puisi sedih, setiap kali membaca puisi ciptaannya bisa membuat orang menangis terharu. Yang terakhir adalah Baekhyun, sifatnya seperti anak kecil, wajahnya juga manis. Dia selalu menjadi pelerai kalau kami berkelahi dan juga seperti pemberi warna dalam keseharian Sehun. Mereka sangat menyayangi Sehun dan begitu juga sebaliknya Sehun sangat menyayangi mereka.
 
_________ ooOOoo __________
 
 
“Wah, kita sekelas!” ucap Joon Myeon dengan wajah yang merona.
Aku sangat senang bisa sekelas dengan Luhan dan Suho, tapi Min Seok dan Baekhyun berada di kelas yang ada di samping kelas Sehun.
“Yah. Kita tidak sekelas lagi.” kata Baekhyun seperti tak terima.
“Tidak apa, toh kelas kita bersebelahan, kita bisa makan siang sama-sama di kelasku.” Sahut Sehun dengan santai namun menenangkan hati Baekhyun.
“Wah… idemu bagus juga, Sehun.” Luhan menjawab dengan penuh semangat.

“Walaupun tidak sekelas, kami tetaplah teman dan berharap kami bukan hanya berlima, tapi memiliki lebih dari kami. Teman-teman baru di masa SMA ini” Gumam Sehun dalam hati.
 
Author PoV
Saat Sehun memasuki kelasnya, di dalam sana sudah banyak murid-murid baru yang sudah duduk di bangku yang mereka pilih masing-masing. Sehun dan Luhan duduk bersama. Joon Myeon ada di belakang mereka, tapi teman sebangkunya belum datang. Tak lama seorang guru masuk ke kelas kami. Dia sudah tua, tapi bukan setua itu juga. Umurnya sekitar 50 tahun, dengar-dengar dia guru senior di sekolah ini. Lalu langkahnya tertuju pada sebuah meja yang berada di depan para murid. Dia menaruh sebuah buku tipis dan duduk menghadap para murid.
“Selamat pagi.”
Suara seperti kepala panti asuhan Sehun, dia adalah wali kelasnya. Beliau bernama Park Hyun Jae. Dia pun mengawali hari pertama mereka sekolah adalah tentang tata tertib di sekolah ini.
 
Tiba-tiba pintu terbuka…
“Maaf, Pak saya terlambat.” Ucap seorang gadis.
Sehun, Luhan dan Joon Myeon mata mereka tertuju ke arah wajah yang tak asing itu, wajah yang sering kulihat di hari pertama musim semi. Ya, dia adalah Da Young.
“Tahu ini jam berapa?”
“Maaf, Songsangnim.”
Dia membungkukkan badannya sebagai tanda permintaan maaf…
“Sudah, duduk di kursi yang masih kosong.”
Dia ingin melangkah ke arah kursi di samping Joon Myeon. Tapi langkahnya dihentikan oleh Hyun Jae Songsangnim…
“Yoon Da Young, belum tahu tata tertib di sekolah ini?”
“Belum Songsangnim.”
“Sebagai murid di sekolah yang amat disiplin ini, dilarang mengeluarkan baju di dalam area sekolah.”
Wajah Hyun Jae Songsangnim menjadi menyeramkan…
“Silahkan keluar kelas dan perbaikin bajumu.”
“Tapi Songsangnim…”
“Sudah, keluar sana!”
Langkah itu langsung berbalik arah, baru saja menginjak kelas barunya sudah disuruh keluar lagi…
“Itu contoh buat kalian yang melanggar tata tertib sekolah ini. Jadi, sampai mana tadi…”
 
Hyun Jae Songsangnim kembali melanjutkan penjelasan tentang tata tertib sekolah ini. Shun melihat gadis misterius itu sekelas dengannya membuat Sehun melihat akan seseorang yang sudah lama ia lupakan. Dia cinta pertama Sehun dimasa SMP dulu. Sehun menyukai gadis itu sejak kelas satu SMP, tapi perasaannya pun kian berlalu ketika Sehun jadi bahan ejekan oleh teman-temannya karena menyukai gadis itu. Tapi sekarang yang ada hanyalah rasa sakit, ketika mereka berlainan sekolah sekarang. Sehun sudah melupakannya berkat teman-teman dan saudara-saudaranya disini…
 
_________  ooOOoo __________
 
Sebulan kemudian…

Tak terasa bunga plum telah digantikan oleh bunga cherry blossom yang indah. Di sepanjang jalan menuju sekolah bunga cherry blossom berguguran menjadi suasana yang sangat romantis kalau bersama orang yang disukai atau disayangi. Sehun masih ingat ketika ia bertemu cinta pertamanya di sebuah pohon cherry blossom yang berguguran bunganya. Mulai saat itu Sehun sudah menyukainya, tapi saat ia lihat salju musim dingin menjadi pohon itu sebagai yang gundul dan ditutupi oleh salju.
Lalu di tengah perjalanan Sehun bertemu dengan Da Young, tapi dia bersama teman-temannya yang murid-murid berandalan di sekolah Sehun. Sehun pun memanggil Da Young, tapi dia tidak mendengarnya…
“Da Young!!!”
Tak lama datang para saudara-saudara Sehun, mereka berlari-lari mengejarnya…
“Sehun…”
Sehun berpaling ke arah belakang dan tersenyum manis. Ia hanya melambaikan tangannya dan menanti kedatang mereka…
“Ha… lelahnya!!!” ucap Baekhyun.
“Min Seok sih, pakai acara terlambat bangun.” Sahut Luhan.
“Maaf.” Min Seok
Di tengah acara marah-marah Joon Myeon, Sehun berpaling ke arah belakang. Sosok Da Young telah menghilang, mungkin dia sudah pergi.
“Sehun, kau lihat siapa?” tanya Luhan.
Sehun tersentak kaget “Hah, tidak  lihat siapa-siapa.”
Sehun tertawa kecil dan melanjutkan perjalanan kami ke sekolah…
 
Sesampai di kelas…
“Apa itu?” tanya Luhan.
Luhan tersentak kaget melihat tulisan di papan tulis. Sehun dan Suho melihat tulisan tersebut dan Sehun kaget melihat namanya bersama Da Young.
“Da Young LOVE Sehun!” Ucap Luhan.
Joon Myeon sangat kesal dan membentak orang-orang yang ada disana…
“Siapa yang menulis itu? Siapa yang mengejek saudaraku.” Bentak Joon Myeon.
Sehun pun langsung menenangkan Luhan…
“Sudahlah. Itu cuma tulisan. Biar kuhapus.” Kata Sehun dengan tenang.
Sehun melangkah menuju papan tulis dan mengambil sebuah penghapus yang ada di dekat papan tulis itu. Tiba-tiba penghapus papan tulis itu dirampas oleh Da Young…
“Sini!”
Orang itu berada di sebelahnya, dia menghapus dengan cepat dan bertenaga. Saat itu Sehun terus melihat wajahnya yang sangat datar dan dingin.
 
Sehun PoV
Apakah dia marah? Ya, aku tahu bagaimana rasanya jika perasaan dipermainkan seperti itu…
Saat ini aku tahu kalau cinta itu bisa berubah, aku tahu saat musim semi datang bunga cherry blossom sekarang bermekaran. Ya, aku akan memulai semuanya dari awal, dari itu cinta sampai harapanku bersama orang yang sekarang itu. Aku menyukai Da Young.
 
_________ ooOOoo _________
 
Di panti asuhan…
Sehun menatap banyak remaja seumurannya berjalan bersama orang tua mereka. Sedangkan dirinya hanya bisa menatap dari jendela saja. Seharusnya musim semi bisa piknik dengan ayah dan ibu tapi tidak halnya dengan Sehun. Ayah dan ibunya meninggal sewaktu ia berumur lima tahun dalam kecelakaan mobil. Lalu setelah mereka meninggal seluruh keluarga dari ayah maupun ibu Sehun semuanya tidak ada yang mau merawatnya dan tidak hanya itu semua harta warisan yang seharusnya menjadi biaya hidup Sehun, semua lenyap entah kemana. Sewaktu Sehun ditinggalkan di panti ini, dia hanya mendapat sebuah surat permintaan maaf dan baju yang dia pakai sewaktu ditinggalkan di panti ini…
“Hei, melamun saja.” Ucap Baekhyun.
“Bikin kaget saja, kenapa?” Sahut Sehun. 
“Kepala panti mengajak kita piknik di bawah pohon cherry blossom di taman kota.” Luhan menjelaskan kedatangannya.
“Iya. Aku siap-siap dulu ya.” Jawab Sehun.
“Iya, cepat ya.” Luhan menjawab sambil meninggalkan kamarnya Sehun.
 
Sehun PoV
Ya, mungkin inilah hidupku sekarang, bahkan sekarang aku lupa wajah kedua orang tuaku, paman bibiku serta kakek nenekku. Sekarang aku hanya ingat para saudara sepanti asuhanku dan ibu-ibu pengurus panti ini, keluarga besarku yang baru.
 
Auhtor PoV
Sesampai ditaman…
“Anak-anak kalian jangan nakal.” Ibu Panti memberi pesan pada anak-anak.
“Baik, Bu.” Jawab anak-anak panti.
Mereka semua sangat senang dan membuat kelompok piknik masing-masing. Jelas sekali Sehun bersama Luhan, Min Seok, Baekhyun dan Joon Myeon dan tentunya seorang anak laki-laki kecil yang selalu mengikuti Sehun, William. Lalu William melihat seseorang yang sangat mereka kenal…
“Bukannya itu nouna Yoon Da Young ya?” tanya William.
Mereka semua melihat ke arah tujuan William, dan itu benar memang Da Young.
“Min Seok, aku tidak suka dengan gadis seperti itu.” Joon Myeon membuka pembicaraan tentang dia.
“Kenapa kau tidak suka sama dia?” tanya Sehun.
“Aduh, Sehun!! Dia itu penidur. Kau tidak lihat apa sewaktu jam pelajaran dia tidur terus. Aku malas duduk sama orang kaya gitu.” sahut Joon Myeon.
Luhan melanjutkan “Kata teman-teman sekelas kita, dia itu anak nakal. Temannya saja orang berandalan di sekolah. Kasihan ayah dan ibunya punya anak seperti itu.”
Lalu di tengah pembicaraan mereka, beberapa orang menghampiri mereka. Orang-orang itu adalah teman sekelasku, ada Kyung Soo, Jong In, dan Lay.
“Aahhh!!! piknik ya. Boleh ikutan?” tanya Kyung Soo.
“Iya, ayo duduk.” Ajak Baekhyun.
Sehun dan yang lainnya menyambut mereka dengan hangat dan gembira…
“Asyik juga ya ternyata piknik di bawah pohon cherry blossom.” Kata Lay.
“Iya. Apalagi sama pacar. Wah… romantis banget.” Sahut Jong In yang mulai berangan-angan lagi, dia memang suka mengkhayal seperti itu…
“Ngomong-ngomong, kau nggak jalan sama Da Young?” tanya Kyung Soo.
“Sama dia? Ngapain?” Tanya balik Sehun.
“Astaga! Kami kira kau pacaran sama dia.” Jawab Jong In.
“Eh, memamngnya bisa seperti itu. Kapan aku pacaran sama dia?” Tanya Lay.
Wajah Sehun jadi dingin mendengar kata-kata Kai. Merusak suasana hati Sehun.
“Ada gossip tentang kalian, katanya Da Young menyukaimu. Kami kira dia menembakmu.” ucap Kyung Soo.
“Hah, aku tidak tahu tentang itu.” Jawab Sehun dengan bingung.
 
Batin Sehun berkata “Jantungku berdebar dengan kencang, aku merasakan sesuatu yang mengganjal di dalam hatiku. Apa benar itu? Kalau saja itu benar, apakah perasaanku terbalaskan?”
 
_________  ooOOoo __________
 
Musim panas dimasa SMA ini…
 
Author PoV
Beberapa hari ini cuaca sangat panas, dan musim panas pun menyapa kota Seoul ini. Seharusnya menyambut musim ini dengan bersenang-senang, tapi Sehun malah uring-uringan karena memikirkan seseorang yang beberapa hari ini tidak masuk sekolah.
“Sehun, jangan uring-uringan seperti ini. Da Young tidak masuk beberapa hari saja sudah wajahmu sedih begitu.”Ucap Min Seok.
“Eh! Siapa yang uring-uringan gara-gara dia.” Elak Sehun.
“Jangan bohong, cinta itu bagaikan teka-teki. Walaupun mulut berkata tidak tapi hati berkata ya. Jangan bohongi perasaanmu.” Luhan mu
“AKU TIDAK SUKA SAMA DIA. Sudahlah kalian menggangguku saja.”
Sehun jadi kesal dengan Luhan dan Xiumin yang dari tadi mengatakan tentang gossip itu. Tapi memang benar adanya Sehun jadi penasaran dengan gossip dan kehidupan Da Young. Rasa suka yang dirasakan Sehun semakin dalam tapi semakin juga ia sembunyikan…
 
Seminggu kemudian…

“Sehun, ada berita buruk!” Baekhyun tersegal-sengal menuju kelasnya tempat Sehun berkumpul makan siang.
“Ada apa?” tanya Sehun
“Ayah Da Young meninggal!” lanjut Baekhyun dengan suara terbata-bata.
“Apa? Kapan?” Sehun tersentak balik bertanya.
“Hari ini pemakamannya.” Jawab Baekhyun.

‘Kejadian sebelas tahun yang lalu… Aku hanya menangis di mobil yang hampir meledak. Aku hanya menangis melihat ayah dan ibuku sudah tidak bernyawa. Dan sekarang kesedihan itu kembali lagi karena ayah dari orang yang kusukai ini telah tiada. ‘ gumam Sehun.

“Kau kenapa, Sehun?” tanya Luhan.
Sehun meneteskan air matanya, teringat dengan kejadian sampai dia kehilangan kedua orang tuanya.
“Aku tahu bagaimana rasa.. kehilangan orang tua.” Sahut Sehun dengan dingin.
“Sudahlah, Sehun” Luhan menenangkan Sehun.
Para saudaranya menenangkannya dan di dalam hatinya terus terpanjatkan doa untuk selalu menabahkan hati orang ini…
 
Siangnya…
Pintu rumah Da Young tertutup rapat. Luhan, Baekhyun dan Min Seok pergi memasuki panti asuhan, sekarang di depan panti asuhan tertinggal hanya Sehun dan Joon Myeon…
“Sudahlah, tanpamu dia bisa menjalankan kehidupannya. Jangan terlalu khawatir ya.” Sahut Joon Myeon.
“Joon Myeon-ssi. Kau tahu?” tanya Sehun.
“Hm, tapi aku tidak akan beritahu mereka dan yang lainnya. Tenang aja.” Ucap Joon Myeon meyakinkan Sehun ia tidak akan membocorkan rahasianya.
“Gomawo” kata Sehun
“Ayo masuk.” Ajak Joon Myeon.
Di setiap langkah Sehun, matanya selalu tertuju pada rumah yang mungkin sudah tidak ada penghuninya lagi. Pintu dan jendela telah tertutup rapat.
 
___________  ooOOoo  __________
 
Musim gugur pun tiba…
  
Sehun PoV
Setelah apa yang telah terjadi, aku melihatnya termenung di tempat duduknya. Sepertinya dia masih mengingat kematian ayahnya. Wajah lesu, suram dan sedih itu terpampang jelas di wajahnya. Dan wajah itu apa akan menghilang dari hadapanku?
 
Auhor PoV
Sepulang sekolah…
Langkah mereka sama. Di sepanjang jalan menuju panti asuhan dan rumahnya, Sehun berada di belakang gadis itu mengiringi jalannya. Sehun terus berpikir “Bisakah aku membantumu?”. Setiap langkah Sehun daun kekuningan berguguran. Seperti saat dimana detik-detik gadis itu akan menghilang dari hadapannya…
“Kau mengikutiku ya?” tanya Da Young.
Sehun tersentak kaget kembali “Tidak! Aku mau pulang.”
“Jangan menyukaiku atau pun membantuku. Aku tidak perlu bantuanmu.” Ucap Da Young mematahkan perasaan Sehun.
Langkah Sehun terhenti. Saat itu secara tidak langsung Sehun telah ditolak oleh Da Young. Di bawah pohon dedaunan yang terus berguguran dia terus melangkah dan melangkah menjauh dari Sehun.
Setelah kejadian itu, Sehun kehilangan semangat dan keceriaannya. Dimana Sehun berharap bisa membantu Da Young dan menjadi kekasihnya adalah hal yang ingin Sehun lakukan untukknya, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Da Young tidak menyukai Sehun dan tak ingin menerima bantuan dari Sehun…
 
________  ooOOoo ________
 
Tiga hari kemudian…
Sehun memegang tas sekolahnya dengan erat dan masih teringat akan kata-kata Da Young waktu itu. Terus melangkah dan melangkah pergi ke kelas, tapi terhenti karena ia melihat banyak murid yang berdesak-desakan melihat sesuatu di papan pengumuman sekolahnya. Mereka melihat hasil ujian akhir musim ini, tapi Sehun sama sekali tidak tertarik dengan hasil ujian itu.
 
Tiba-tiba, seorang murid membaca salah satu murid yang tidak lulus ujian…
“Wah, Yoon Da Young tidak lulus ujian.” Kata Kyung Soo.
“Lalu hasil ujiannya juga jelek. Dia bisa tidak naik kelas.” Sahut Jong In.
Orang-orang yang berbicara tentang Da Young itu berjalan ke arah Sehun. Dan pikiran Sehun pun kembali kacau. Sehun pun menghampiri mereka…
“Maaf, apa itu hasil ujian untuk kenaikan kelas?” Tanya Sehun.
Mereka beraling ke arah Sehun dan agak terkejut melihat Sehun.
“Hah, soal hasil ujian itu, sepertinya hanya hasil ujian sementara.” Jawab Lay.
Lalu Kyung Soo yang menyambung “Mungkin ujian untuk menentukan kenaikan kelas nanti akan diadakan awal musim dingin nanti.”
“Apa kalau tidak mengikuti ujian itu bakal tinggal kelas?” Tanya Sehun kembali.
“Sepertinya, murid yang bernama Yoon Da Young itu tidak mengikuti ujian kemarin pasti sudah dia tidak naik kelas.” Ucap Lay.
“Mungkin kalau saja dia mendapat nilai sempurna di ujian nanti mungkin dia bisa naik kelas.” Sahut Jong In kembali.
Sehun terdiam, mereka pun melanjutkan langkah mereka dan pergi entah kemana. Lalu para saudara Sehun datang.
“Oh Sehun, kenapa kau? Sakit?” tanya Myeon Joon.
“Tidak.” Jawab Sehun.
Sehun pun tanpa sadar meninggalkan saudaranya pergi ke kelas. Sehun sangat kepikiran tentang Da Young. Dalam pikiran Sehun “Kenapa dia mempunyai kehidupan yang rumit seperti itu?”
 
________  ooOOoo _________
 
Sepulang sekolah…
“Permisi.” Sehun beberapa kali mengetuk pintu rumah Da Young, tapi tidak ada satu pun yang membukakak pintunya. Sehun tadi tidak melihat Da Young hari ini, dia juga tidak masuk kelas hari ini, dan tidak melihatnya bersama teman-temnannya hari ini. Jadi Sehun memutuskan pergi ke rumahnya. Tapi pintu rumahnya tidak ada yang membuka.
 
Tak lama kemudian…
“Percuma saja kau datang kemari!” Jawab Kakek dari seberang rumah Da Young.
“Maksud kakek apa?” tanya Sehun.
“Rumahnya, baru saja dikosongkan.” Seorang kakek menghampiriku dan memberitahuku kalau rumahnya itu baru saja dikosongkan.
“Dikosongkan? Kenapa?” Sehun masih saja bertanya.
“Katanya mereka punya hutang banyak, sehingga tidak bisa bayar uang kontrakan. Tadi semua barang-barang mereka dilempar keluar. jahat sekali pemilik rumah itu” Kata Kakek itu menjelaskan perkara yang terjadi pada Da Young.
Dalam hati Sehun menggumam “Dia telah pergi, kemana dia?”
“Maaf, Kek. Apa kakek tahu mereka dimana?” Tanya Sehun.
“Kalau itu dia saya tidak tahu. Permisi.”  Jawab Kakek itu langsung pergi, langkahnya begitu cepat. ketika Sehun memintanya untuk berhenti sebentar, kakek itu sudah menghilang…
 
_________ ooOOoo _________
 
Hampir setiap hari Sehun mengurung dirinya di kamar. Sepulang sekolah Sehun langsung duduk di samping jendela kamarnya, dan terus berpikir dimana dia sekarang. Sehun begitu merindukan Da Young, di sekolah Sehun tidak melihatnya begitu juga dengan rumah yang sudah tidak berpenghuni itu.
“Aku begitu rindu, sangat rindu…”gumam Sehun.
 
Beberapa menit berlalu…
 
“Sehun-ssi” Teriak Luhan.
Joon Myeon, Min Seok, Baekhyun dan Luhan menghampiri Sehun. Mereka duduk di samping Sehun, tapi ia tidak menghiraukannya.
“Sehun, ayo kita makan malam. Sudah beberapa hari ini kamu tidak ikut makan malam.” Ajak Baekhyun.
Luhan sangat khawatir dia mengajak Sehun untuk ke ruang makan tapi aku tetap dia saja.
“Sehun, jangan terus begini nanti kamu sakit. Besok ada ujian kenaikan kelas. Kamu nggak bisa terus begini.” Sahut Min Seok.
Tiba-tiba Sehun menitikkan air mata…
“Sekarang aku merasakannya lagi. Kenapa setiap menyukai seseorang mereka malah menghilang dan menjauh.” Ungkap Sehun tentang perasaannya.
“Sehun…” ucap Joon Myeon.
“Aku menyukainya dan ingin bersama melewati hari suramnya. Tapi dia bilang dia tidak membutuhkan itu semua.” Lanjut Sehun.
“Sudahlah, Da Young bukan gadis yang baik.” Sahut Joon Myeon.
“Sekarang, aku harus melangkah sendiri lagi?” tanya Sehun.
Suho langsung memeluk Sehun. “Anggap saja kau tidak mengenal Da Young. Dia pasti akan lebih senang kalau kau menjauhinya.”
“Tapi dia bilang dia menyukaiku, terus kenapa sekarang dia yang membenciku?” keluh Sehun semakin menjadi dalam pelukkan Joon Myeon.
“Gadis sepertinya hanya memberikan harapan palsu. Jangan mengingatnya lagi.” Jawab Joon Myeon.
Sehun menangis dipelukan Joon Myeon. Hangat seperti pelukan seorang ibu. Lalu Luhan, Min Seok dan Baekhyun juga ikut memeluk Sehun.
 

Gumam Sehun dengan tegar ‘Sekarang mungkin memang benar, saatnya aku harus melupakan Da Young.’
 
________ ooOOoo _________

Author PoV
Musim dingin…
“Ahhh!! Ujiannya kali ini susah juga ya.”  Semua murid di sekolah Sehun mengeluh dengan soal ujian yang susah. Mereka sangat cemas dan takut, kalau hasil ujian mereka jelek maka mereka tidak naik kelas. Di awal musim dingin ini, Sehun kembali melihat Da Young mengikuti ujian. Tapi dia sama sekali tidak pernah berkumpul atau bersama teman-teman sekelasnya. Dia begitu tertutup, wajah sedih dan lesunya masih terlihat jelas. Mungkin dia masih sedih dengan kematian ayahnya…
 
Lalu beberapa hari setelah mengikuti ujian, hasilnya keluar di satu hari sebelum liburan musim dingin…
“Wah, Sehun kita berlima naik kelas.” Ucap Sehun dengan gembira.
Teman sekelas Sehun dan para saudaranya sangat senang dengan hasil ujian mereka. Mereka semua naik kelas. Sehun bisa merasakan hasil kerja mereka yang terbalaskan dengan baik. Sehun pun senang dengan hasil ujiannya kali ini.
 
Lalu seseorang berjalan di belakang Sehun.…
“Hah, itu Da Young!!” Kata Luhan melihat Da Young pergi keluar sekolah. Mereka pun termasuk Sehun langsung melihat ke arah Da Young.
“Apa dia naik kelas?” tanya Joon Myeon.
“Entahlah Joon Myeon, tidak ada yang tahu.” Jawab Luhan.
Sehun pun langsung mengejar Da Young. Mungkin inilah kesempatan terakhirnya bisa bicara dengan Da Young.
“Da Young, kau naik kelas?” tanya Sehun.
Langkah itu terhenti, dan berpaling ke arah Sehun. “Tidak.” Jawab Da Young.
“Apa kau akan mengulanginya lagi? Di kelas satu!” tanya kembali Sehun.
 
Da Young hanya diam dan kembali melangkah. Dia pergi keluar gerbang bersamaan dengan murid-murid yang keluar dari gerbang membawa hasil ujian mereka. Dia menghilang di keramaian para murid-murid itu. Di dalam hati aku bisa mengucapkan…
“Selamat tinggal. Mungkin ini yang terbaik dan semoga kau sadar dengan apa yang terjadi sekarang. Selamat tinggal musim gugur-ku.”
 
__________ ooOOoo __________
 
Sesampai di panti Sehun terus mengurung dirinya dan menangis. Sehun tidak bisa bersamanya dan dia harus sendirian menjalani hari-hari yang berat ini…
“Sehun” Luhan memnaggil Sehun.
“Aku baik-baik saja. Jangan khawatir.” Ucap Sehun.
“Dari pada kau terus begini, mungkin lebih baik kau meluapkan semuanya melalui tulisan atau semacam. Carilah kesibukan, kami akan bantu kamu melupakannya. Kau pasti mendapatkan gadis lebih baik daripada Da Young.” Baekhyun memberi saran.
 
Sehun PoV
Kini aku kembali menitikkan air mata, aku bersyukur memiliki teman dan keluarga seperti mereka. Tuhan terima kasih, walaupun dia jauh disana aku tahu Engkau selalu memberikan yang terbaik untukku dan untuknya…

-END-

 

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s