[ONESHOOT] FEELING

feeling poster

“Apa kau merasakannya?”–>

  FEELING

                 

AUTHOR:LISTIANI CLARA ROWA

TITLE: FEELING

GENRE:ROMANCE,SCHOOL LIFE,SAD, FAMILY,FRIENDSHIP,DLL.

CAST: IM YOONA AKA YOONA SNSD

      XI LUHAN AKA LUHAN EXO

      KIM JONGIN AKA KAI EXO

      JUNG SOOJUNG AKA KRYSTAL F(X)

:     IM JOOHE (OC)  (Adiknya yoona masih berumur 10 tahun)

      IM SOOMAN (Ayahnya yoona)

RATING: TEEN

DISCLAIMER: FF INI MURNI HASIL KARYA SAYA CHINGU ^_^. KALAU ADA KEKURANGANNYA MOHON MAAF YA, KARENA SAYA HANYALAH MANUSIA BIASA YANG BANYAK KEKURANGANNYA. WARNING!!!! JANGAN SAMPAI ANDA MUAL KARENA CERITA SAYA YANG NGGAK NYAMBUNG INI. GHAMSAHANIDA ^_^

Oh ya…. Ff ini sudah pernah saya publish di blog saya sendiri ini alamat blognya: claralaluchaipark.wordpress.com ^_^

SUMARY: Yoona adalah gadis yang supel dan ceria namun berotak bodoh, berasal dari keluarga biasa biasa saja. Hinggah, suatu saat yoona bertemu seorang namja yang mengubah dirinya dari bodoh menjadi pintar dan juga membuatnya merasakan apa itu cinta.

 

“Apa kau merasakannya?” Tanya yoona

 

                           _FEELING_

 

“Im Yoona!!!!!!!!” Teriak guru Park seorang guru matematika yang sangat bengis.

“Ne,seosangnim!!!!!” Teriak Yoona. “Ada perlu apa denganku? Mau perlu atau perlu banget?” Sambung Yoona.

“Ini yang dinamakan murid ha?! Ini sudah berulang ulang Yoona, otakmu ini mungkin otak udang ha?! Kau tahu, ini sudah kesekian kalinya kau mendapatkan nilai 30!!!” Omel guru Park.

“Miane,seosangnim aku akan segera memper…….” Belum sempat melanjutkan kata katanya guru Park memotong perkataan Yoona.

“Sudah, keluar kau dari ruanganku. Aku mau ada tamu!” Ucap guru Park dengan ketus.

“Gomawo seosangnim” ucap Yoona seraya membungkukkan badan lalu keluar dari ruangan itu, sambil memegang kertas ujian miliknya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Hei!!! Yoona pasti kau dapat nilai jelek lagi kan? Hahahhahah!!!” Tertawa Kai mengejek Yoona.

Yoona tidak menghiraukan perkataan Kai, dia terus berjalan menuju kelasnya.

“Aku tidak habis pikir kenapa begini?”keluh Yoona

“padahal aku sudah belajar” gumam Yoona sambil tertunduk.

“Yeoja bodoh!!! Jangan tidur dikelas, aku tahu kau pasti dapat nilai tak memuaskan lagi ya? Kasihan sekali!” Ejek Krystal yang notabene murid terkaya no.4 di sekolah Yoona.

“Diam kau, yeoja genit dan centil! Aku tidak mau diganggu!”balas Yoona yang masih tertnduk.

“Apa kau bilang? Kau ini bisa bisa aku mengeluarkanmu dari sekolah ini sekarang!”  Krystal mulai naik darah.

“Coba saja! Aku juga sudah muak dengan sekolah materialis ini!” Tantang Yoona pada Krystal, kini Yoona sudah berdiri dari tempat duduknya.

“Baiklah!!!” Krystal sambil berjalan ke ruang guru.

“Sudah hentikan!” Ucap seorang namja dengan suara yang merdu dan lembut sambil mencegah Krystal dengan mencekat tangannya.

“Siapa kau! Jangan ikut cam……” Krystal tidak bisa melanjutkan kata katanya. Dia takjub dengan namja di hadapannya kini, sangat tampan keren tinggi dan sangat cute, membuat hati Krystal dan semua yeoja meleleh melihat wajah nan tampan namja itu.

Berbanding balik dengan Yoona. Kenapa di saat seperti ini ada orang yang mencegah Krystal untuk mengeluarkannya dari sekolah ini? Yoona jengkel.

“Hei!!! Siapa kau? Biarkan yeoja genit itu pergi mengeluarkanku dari sekolah ini!” Teriak Yoona dari dalam kelasnya

Namja itu berbalik dan dia lansung memperkenalkan dirinya pada Yoona.

“Kau Im Yoona kan? Perkenalkan aku Xi Luhan, anak Ji Jin Hee!” Ucap Luhan sambil tersenyum dan sekali lagi membuat para yeoja histeris termasuk Krystal.

“Mwo? Kau kenal aku?” Tanya Yoona tak percaya sambil menunjuk dirinya, mana mungkin orang di luar sekolah ini mengenalnya.

“Ne, aku anaknya bibi Jinhee” ucap Luhan.

“Anak bibi jinhee?!” Yoona kembali mengingat ingat nama itu. Aha!

Seorang konglomerat wanita dimana tempat Yoona dulu bekerja menjadi tukang cuci di rumahnya yang besar itu, dan mana mungkin bibi Jinhee mengutus anaknya mencari dirinya, aneh satu kata melintas di pikiran Yoona.

Luhan berbalik ke Krystal dan tersenyum lalu berkata,

“Sudah hentikan ini. Jangan berseteru lagi” ucap Luhan dan sekali lagi membuat hati Krystal seperti di panaskan api yang bisa melelehkan hatinya.

“Oo, ne” Krystal gugup.

Luhan pun berjalan meninggalkan depan kelasnya Yoona menuju ke ruang guru.

“Namja itu sangat keren! Dia harus menjadi milikku!” Batin Krystal dalam hati.

Sementara dari jauh Kai melihat pemandangan yang tidak mengenakkan baginya, seharusnya dia yang menolong Yoona bukan namja baru itu, batin Kai.

 

SAAT PULANG SEKOLAH

“Hei!!! Kenapa kau mengikutiku?” Yoona karena merasa terganggu dengan Luhan yang terus mengikutinya dari belakang.

Luhan tak menggubris perkataan Yoona dan masih terus mengikuti Yoona, sehinggah Yoona berbalik menghadap Luhan.

“Kenapa kau mengikutiku? Kau perlu apa denganku?” Yoona mulai kesal.

‘Dimana rumahmu?” Tanya Luhan dengan wajah polosnya.

“Hah?!” Yoona kaget bukan main, baru ia tahu orang yang ia tak kenal sama sekali lansung bertanya rumahnya dimana.

“Errr, maksudku bibi Jinhee yang menyuruh ku” Luhan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Ooo, ne kalau begitu ikuti aku, sepertinya kau kelihatan seperti orang yang belum pernah datang ke Korea”, ucap Yoona kemudian berbalik dan berjalan.

“Kenapa ia bisa tahu?” Tanya Luhan pada dirinya sendiri

Memang Luhan baru tiba pertama kali di korea dua hari lalu.

“Heeei!!!! Kenapa melamun ayo jalan!!!” Teriak Yoona yang sudah sampai di gerbang sekolah.

“Oooh! Ne!” balas Luhan kemudian berlari menyamai Yoona.

DI RUMAH YOONA

“Annyeong, appa ada orang aneh”.

“Dia bilang dia anaknya bibi jinhee” ucap Yoona saat memasuki rumah diikuti oleh Luhan.

“Mwoooo??? Luhan!!!” Teriak ayah Yoona gembira.

“Ne,ini aku paman sooman”ucap Luhan sambil membungkuk hormat.

“Aigoo, Luhan kau sudah besar!” Ucap ayah Yoona masih takjub menatap Luhan.

“Appa kenal dia?” Tanya Yoona kepada ayahnya.

“Ne, apa kenal dia soalnya dulu saat dia masih kecil appa yang merawatnya” jawab ayah Yoona.

“Jadi, kenapa dia bisa ada disini?” Tanya Yoona lagi.

“Dia akan menginap disini” jawab ayah Yoona.

“Mwo??? Dia kan anak konglomerat kenapa mau menginap di rumah super kusam ini?” Ucap Yoona tak percaya.

“Sudahlah, Yoona jangan banyak tanya lagi, appa mau mengantar Luhan ke kamarnya, kau temani Joohe sana!” Perintah ayah pada Yoona.

“Baiklah” Yoona masih terkaget, kemudian menaikki tangga.

^^^^^^^^^^^^^^^^

“Kau sedang buat apa Joohe?” Yoona menghampiri adiknya yang sedang menatap kalung bulan yang di dalamnya ada bintang.

“Unnie! Kalung ini indah sekali bukan begitu, unnie?” ucap Joohe sambil menunjukkan kalung itu pada Yoona.

“Lumayan, kau dapat dari mana?” Yoona mengambil kalung itu dari tangan Joohe.

“Aku menemukannya disini unnie!” Joohe membawa sebuah kotak kayu yang berdebu dan sudah mulai rapuh.

Yoona mengambil kotak itu dari Joohe kemudian sedikit mengusap debu yang menutupi kotak itu dengan tangannya.

“Kotak yang bagus, ada terukir gambar seorang anak laki-laki dan perempuan yang berpegangan tangan” Yoona meraba- raba ukiran itu.

“Unnie coba buka dalamnya, bagus sekali” Joohe menunjuk sebuah perekat pada kotak itu.

Yoona mengikuti perkataan Joohe, ia membuka kotak itu. Dia melihat berbagai macam foto seorang anak laki-laki dan perempuan.

Mulai dari foto mereka sedang di pantai, di taman, di rumah, dan berbagai macam foto lainnya, ada sebuah benda yang membuat Yoona tertarik.

Ia menarik secarik kertas kecil berwarna pink. Kemudian membacanya,

“AKU BERHARAP KAU AKAN CEPAT KEMBALI ^_^ KARENA KAULAH YANG MEMBUATKU MERASAKANNYA”

“Apa maksudnya?” Yoona tidak mengerti maksud dari kata-kata di dalam secarik kertas itu.

“Unnie!” Joohe menepuk pundak Yoona secara tiba tiba.

“Wae???” Yoona berbalik ke Joohe.

“Kalung ini untuk unnie saja, aku sudah malas” Joohe meletakkan kalung itu di tangan Yoona.

Yoona menerima pemberian adiknya itu. Ia melihat kalung itu sejenak.

“Tidak terlalu buruk pakai sajalah” Yoona memakai kalung itu.

^^^^^^^^^^^^

“Nah,Luhan ini kamarmu” ucap ayah Yoona seraya membukakan pintu untuk Luhan supaya masuk.

“Maaf terlalu sederhana, dan tidak memuaskan” sambung ayah Yoona.

“Terima kasih paman” ucap Luhan sambil tersenyum melihat lihat kamar barunya itu.

“Kalau begitu aku tinggal dulu” ayah Yoona berbalik lalu melangkah meninggalkan Luhan.

“Tunggu paman! Ada yang ingin aku katakan!” Cegah Luhan agar ayah Yoona tidak pergi.

“Kenapa, luhan?” ayah Yoona berbalik berhadapan dengan Luhan.

“Paman, apakah Yoona sudah melupakannya?” tanya Luhan .

“Mungkin, semenjak kecelakaan itu, Yoona mengalami benturan di kepalanya” terang ayah Yoona.

“Mungkin alasan nyonya Jinhee menyuruhmu datang ke sini untuk itu, mengembalikan memorinya” ucap ayah Yoona sambil berlalu pergi.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Yoona yang sedari tadi menguping pembicaraan ayahnya dengan Luhan dari ruangan sebelah pun kaget.

“Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia bertanya tentang aku sudah lupa atau tidak? Apa hubungannya dengan appaku?” Yoona melontarkan pertanyaan kepada dirinya sendiri.

“Yoona apa yang sedang kau lakukan disini?” ayah Yoona tiba-tiba berdiri di belakang Yoona.

“Waaaahhhhhh!!!!!!” Yoona berteriak kaget. “Appa ingin membuatku kena serangan jantung apa?” Yoona kesal pada ayahnya.

“Habisnya tadi Appa lihat kau berdiri disini seperti detektif” Ayah Yoona memasang wajah layaknya seorang detektif.

“Appa tidak lucu, aku sedang bermain petak umpet dengan Joohe -__-“ bohong Yoona kepada ayahnya.

“Baiklah kalau begitu lanjutkanlah” ayah Yoona berjalan pergi meninggalkan Yoona.

^^^^^^^^^^^^

Di dalam kamarnya Luhan sedang berbaring menatap langit langit kamar yang hampir lapuk.

Ia menatapnya kemudian memejamkan matanya, mengingat kenangan-kenangannya bersama Yoona di masa lalu.

FLASHBACK ON>>>>>>>>>

“Yoonie!!!! Yoonie!!!! Sadarlah!!!!!” teriak Luhan kecil sambil membantu mendorong Yoona kecil yang sedang terbaring di sebuah tempat tidur beroda.

Bukan hanya dia yang mendorong kursi itu, seorang laki laki parubaya dan beberapa perawat membantu mendorong dengan memegang sebuah kabel dan alat bantu pernapasan.

“Maaf silahkan tunggu disini” salah satu perawat menutup pintu ruangan gawat darurat.

Luhan kecil pun menangis lalu duduk di salah satu kursi penunggu pasien di samping ayah Yoona.

“Paman, Yoonie akan baik-baik saja kan?” Luhan menatap ayah Yoona dengan tatapan pilu.

“Dia pasti baik-baik saja Luhan. Kita harus berdoa agar Yoonie selamat” ayah Yoona berbalik menatap Luhan.

Luhan langsung menutup matanya dengan mengatupkan kedua tangannya.

 

3 JAM KEMUDIAN

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya ayah Yoona kepada dokter yang baru keluar dari ruangan.

“Yoona selamat, ia baik-baik saja. Hanya saja….” Dokter tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Hanya saja apa dok?” ayah Yoona penasaran.

“Dia kehilangan semua ingatannya. Kepalanya terbentur keras, mungkin butuh waktu lama untuk mengembalikan pikirannya” terang sang dokter kepada ayah Yoona.

Mata ayah Yoona berkaca-kaca mendengar penuturan sang dokter. Bagi ia jika Yoona kehilangan ingatannya tidak apa-apa, tapi bagaimana perasaan Luhan nantinya?

Luhan yang juga mendengar penuturan dokter, mulai mengeluarkan air mata. Ia jatuh terduduk.

“Padahal aku ingin bermain bersama Yoonie, tapi kenapa dia bisa kehilangan ingatannya?” Luhan menangis.

Dia datang dari China untuk bersama Yoona lagi malah Yoona kehilangan ingatannya.

Ayah Yoona menatap iba Luhan, ia kasihan terhadap anak laki-laki itu. Anak itu sangat menyayangi Yoona.

Ayah Yoona pun menghampiri Luhan, menjongkokkan dirinya agar bisa sejajar dengan Luhan.

“Luhan! Sebagai lelaki jangan menangis, kau ini! Jika ingin Yoona mengingatmu kembali, bantulah dia untuk mengembalikan ingatannya” ayah Yoona menepuk-nepuk bahu Luhan

“Terima kasih paman” Luhan tersenyum dan mengahapus air matanya.

“Kau tidak mau melihat Yoona?” ayah Yoona mengajak Luhan untuk melihat Yoona.

“Iya, paman” Luhan berjalan dengan ayah Yoona masuk dalam ruangan tempat Yoona dirawat.

FLASHBACK OFF<<<<<<<

“Hei!!!! Bangunlah, ini sudah jam 5 sore!” teriak Yoona sambil mengguncang-guncangkan tubuh Luhan.

Luhan membuka sedikit matanya, cahaya sunset membuat matanya agak silau. Ia melihat Yoona berdiri cakar pinggang di hadapannya.

“Hei!!!! Ayo bangunlah, kau ini masih sengaja seperti main drama. Sok sok-an membuka mata lalu menyipitkannya karena terkena cahaya” ejek Yoona.

Luhan bangkit dari tidurnya, ia duduk di atas tempat tidur.

“Cepatlah mandi, ini sudah jam 5 sore” Yoona beranjak keluar dari kamar Luhan.

“Baiklah” Luhan beranjak dari tempat tidurnya.

 

MALAM HARINYA

 

“Haduh! Kenapa pr fisika ini sulit dikerjakan ya?” Gumam Yoona kesal.

“Mau ku bantu?” Tanya Luhan yang tiba tiba berada di belakang Yoona.

“Heei!! Kau ini mau membuatku jantungan?” teriak Yoona dengan nada kesal.

“Maksudku bukan begitu, aku hanya ingin membantumu mengerjakannya” Luhan tersenyum.

“Tidak perlu, kau kira aku ini bodoh?” Ucap Yoona lalu mulai mencoba mengerjakan pr fisika lagi.

“Tapi tadi kau yang bilang PR fisika ini sulit dikerjakan” ucap Luhan dengan memasang tampang polos.

“Kau ini, sudah ku bilang aku ini bisa mengerjakannya sendiri” balas Yoona agak kesal

“Hei! Yoona lebih baik kau terima bantuan Luhan, mungkin karena melihat wajahmu itu, dia tahu kau bodoh makanya dia mau membantumu!” Teriak ayah Yoona dari ruang keluarga.

“Appa!!!! Shireo!!!!!” Teriak Yoona tidak terima, kemudian ia melirik ke Luhan

“Sudahlah kalau kau mau kerja silahkan!” Ucap Yoona ketus sambil memberikan buku PR miliknya kepada Luhan.

Padahal dalam hatinya ia senang bukan main ada orang yang mau mengerjakan pr miliknya tanpa diminta, hehehehheehhe.

10 MENIT KEMUDIAN

“Sudah selesai” ucap Luhan sambil menyerahkan buku PR milik Yoona yang sedang menonton TV.

“Mwoo!!!! Cepat sekali dan kau mengerjakannya dengan rapi dan bersih!” Ucap Yoona takjub sambil melihat isi buku PR miliknya,

Kemudian ia menatap luhan dengan mata berbinar binar.

“Terima kasih, tapi boleh kau mengajariku?” Tanya Yoona.

“Boleh, asalkan kau mau” ucap Luhan sambil tersenyum lagi.

“Mwo? Aku mau mau!” Ucap yoona semangat.

“Baiklah” balas luhan.

 

 

^^^^^^^^^^^^

 

“Jadi, jika kedua skala vector di gabungkan………..” ucap Luhan sambil menerangkan terhadap Yoona.

“Jadi hasilnya -15 kan?” Jawab Yoona.

“Tepat sekali! Nampaknya kau cepat mengerti” Luhan menepuk tangannya.

“Siapa dulu anaknya seorang Im Sooman!” Ucap Yoona sambil bergaya layaknya seorang foto model.

“Hahahhaha”tawa Luhan melihat gaya Yoona.

 Yoona yang melihat Luhan pun ikut tertawa.

 

Semenjak malam itu Luhan dan Yoona menjadi akrab.

Di tambah lagi Luhan juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Yoona, malah satu kelas dengan Yoona.

Berkat Luhan yang mengajarinya setiap malam dan membantunya mengerjakan PR Yoona dapat memperbaiki semua nilainya yang sangat rendah menjadi di atas rata rata dan satu yang paling penting Luhan berhasil membuat Yoona merasakan apa itu cinta.

 

^^^^^^^^^^^^

 

Hinggah suatu hari…….

 

“Luhan bisakah kita bicara sebentar?” Ajak Krystal pada Luhan yang sedang menjalankan tugasnya sebagai ketua sastra yaitu menyusun mading sekolah.

“Krystal? Dimana kita akan bicara?” Tanya Luhan lembut.

“Bisakah di atap sekolah?” ucap Krystal pada Luhan.

“Ne” balas Luhan.

Luhan dan Krystal pun berjalan menuju atap sekolah.

Setelah ia dan Krystal sampai di atap sekolah, Krystal menundukkan kepalanya lalu berkata,

“Luhan aku menyukaimu, maukah kau menjadi namjachinguku?” Ucap Krystal secara spontan pada Luhan.

Mendapat pengakuan langsung dari Krystal, Luhan menjawabnya.

“Maafkan aku, Krystal. Aku tidak bisa menerimamu,” ucap Luhan.

Krystal menatap Luhan tidak percaya, sejauh ini belum pernah ada seorang namja manapun yang menolak Krystal bahkan malah mengejar ngejar dia kembali.

“Wae?” Tanya Krystal.

“Aku sudah menyukai seseorang” jawab Luhan.

“Siapa itu?” Tanya Krystal penasaran.

“Aku menyukai Im Yoona, bukan menyukai tapi sangat sangat mencintainya” ucap Luhan kemudian pergi meninggalkan Krystal yang berdiri kaku mendengar penuturannya.

^^^^^^^^^^^^^^

“Dimana luhan?” Gumam Yoona sambil mencari cari Luhan.

“Yoona! Bisa kita bicara sebentar?” Teriak Kai pada Yoona.

“Hei! Tidak usah pakai berteriak Kai!” Balas Yoona kesal.

“Hehehehe, mian! Kajja!” Ucap Kai langsung menarik Yoona ke taman belakang sekolah.

“Sudah, cepat kau mau omong apa, tuan Jongin?” Ucap Yoona, dalam hatinya ia berpikir pasti Kai ingin meledeknya lagi, tapi Yoona kaget mendengar perkataan Kai. 

“Aku menyukaimu,”ucap Kai pada Yoona.

“Mian Kai, aku sudah menyukai seseorang” ucap Yoona.

“Kalau begitu, sudahlah tapi kita bisa menjadi teman kan?” Tanya Kai sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

“Ne, gomawo” Yoona melingkarkan jari kelingkingnya di jari Kai.

Setelah itu, Yoona langsung berjalan mencari Luhan lagi.

^^^^^^^^^^

“Heei hei! Krystal menyatakan cinta pada Luhan!” Ucap salah satu murid wanita yang sedang bergosip.

“Mwoo? Kau tahu darimana?” Sambung murid wanita lainnya.

“Katanya lagi, Luhan menerimanya!!!!!” Ucap murid wanita itu.

Yoona kaget sekaligus sakit hatinya saat mendengar perkataan itu.

“jadi ini yang dinamakan bertepuk sebelah tangan seperti ini rasanya?” Batin Yoona.

Di kelas Luhan tidak ada, jadi selama 3 jam pelajaran Luhan tidak masuk.

“Dimana kau, Luhan?” Yoona gelisah karena tidak melihat Luhan yang duduk di sampingnya.

^^^^^^^^^^^^^^

Saat pulang sekolah, Yoona berjalan cepat-cepat agar tidak bertemu Luhan.

Teeet teeet!!! Suara klakson mobil mengagetkan Yoona.

“Luhan?” Ucap Yoona tak percaya.

“Masuklah!” Perintah Luhan,

“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” Sambung Luhan lagi.

Sebenarnya Yoona ingin menolak tapi, sudahlah. Yoona masuk ke dalam mobil.

^^^^^^^^^^^^

“Ha? Kau mengajakku ke sungai Han?” Ucap Yoona tak percaya.

Yoona takjub dengan pemandangan malam sungai Han yang indah sekali.

“Duduklah!” Luhan mempersilahkan Yoona duduk di sampingnya.

Luhan dan Yoona hanya saling berdiam diri memandangi Sungai Han.

Hinggah akhirnya Yoona angkat bicara

“Kau merasakannya?” Tanya Yoona pada Luhan yang sedang menatap sungai.

“Apa?” Tanya Luhan tak mengerti sambil berbalik menatap Yoona.

“Apa kau merasakan jantungmu berdegup kencang saat bersama seseorang?” Tanya Yoona was was terhadap Luhan.

Luhan memandang Yoona dan berkata,

“Ne aku merasakannya saat bersamamu” ucap Luhan .

“Mwooo?” Yoona kaget mendengar penuturan Luhan

 

“Kau punya ini?” Luhan memperlihatkan kalung bulan yang di dalamnya ada bintang.

“Aku punya!” Yoona juga memperlihatkan kalung yang sama pada Luhan.

“Kau ingat?” Tanya Luhan.

Seketika itu memory masalalu hinggap dipikiran Yoona.

FLASHBACK<<<<<<<<<ON

“Yoonie! Ini untukmu” ucap Luhan kecil sambil menyerahkan sebuah kalung pada Yoona kecil yang sedang menangis.

“Ingat aku ya, Yoonie! Kau punya satu dan aku punya satu itu tandanya kita tak terpisahkan! Jangan menangis Yoonie aku pasti akan kembali!” Ucap Luhan kecil seraya naik mobil menuju bandara untuk menaiki penerbangan ke China pagi itu.

Sesudah mobil yang dinaiki Luhan kecil berjalan, Yoona kecil mengejarnya lalu berkata “sharanghaeyo Luhanie! Aku akan menunggumu!” Teriak Yoona kecil dari kejauhan

Luhan yang berada di dalam mobil pun tersenyum dan berkata dalam hatinya,

“aku juga”batin Luhan kecil

 

FLASBACK>>>>>>>>>>> OFF

 

“Aku ingat” ucap Yoona sambil memegang kalungnya dan menatap Luhan.

Kelihatannya ingatannya telah kembali.

Luhan pun menatap yoona dan berkata,

“Aku mencintaimu”

“Aku juga sama” balas Yoona dengan mantap.

Mereka berdua tertawa bahagia bersama dengan munculnya kembang api yang sangat indah menambah suasana indah di sungai Han malam itu.

^^^^^^^^^^^^^^^

“Perasaan dan suatu ikatan yang erat hubungannya tidak akan pernah terlupakan meskipun terpisah jarak dan waktu. Suatu saat pasti kalian akan merasakannya kembali”

 

                 _   FEELING   _

           akhirnya selesai tapi anehnya jadi longshoot -__-. mian comment ya! terima kasih                   

 

THE END 

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s