The First Love

cover story

Tittle : “The first  Love”

Author :Mutia.R

Twit/fb: @Mrs_Greens / Muetz Sii Cassiez LikeGreen

Genre : Romance

Length :oneshoot.

Rating : T

Cover : Mutia drawing art

Cast : Find it by yourself…

lagi dan lagi…

melukis setiap inci wajahnya bukanlah hal yang membosankan bagiku..

matanya yang sipit,

hidungnya yang mancung,

bibirnya yang tipis,

wajah tampannya,

dan senyumnya yang indah…

aku sangat menyukainya…

seperti sebuah candu yang sudah melekat dalam diriku..

aku tak pernah bisa berhenti untuk menggoreskan tinta hitam ini ke buku gambarku…

Dia…

Laki-laki yang sudah membuatku seperti ini..

Candu akan wajahnya..

Candu akan senyumnya..

Dan candu akan segala hal yang ada pada dirinya..

Aku tau…

Ini kedengarannya gila. Namun mengaguminya selama 8 tahun bukanlah jangka waktu yang pendek bukan ?

Bahkan aku tau semua hal yang ia sukai. Hal yang ia benci. Dan beberapa rahasia tentangnya….

mungkin inilah yang disebut sebagian orang dengan ‘obsessi’..

namun bagiku..  ini bukan sekedar tentang obsessi, tapi lebih dari itu..

aku mencintainya.

__________________________________________________________

ini semua berawal semenjak aku masih duduk di bangku sekolah dasar..

saat itu jiwaku masih kanak-kanak. Yang bisa aku lakukan hanyalah menangis dan menangis setiap kali diganggu oleh anak-anak yang lain…

mereka selalu mengejekku, mengatakan bahwa aku gadis yang aneh..

aku sadar, saat itu aku memang anak yang pendiam. Tak banyak bergaul dengan siapapun.Dan selalu sibuk dengan duniaku sendiri.Melukis.

mungkin karna itulah, sampai sekarang aku tak pernah punya banyak teman..

dan selalu diganggu oleh anak-anak yang nakal.

Suatu hari, aku pernah duduk menyendiri diatas bukit dekat sekolahku.

Menikmati setiap hembusan angin dan suasana sore hari..

Sunset adalah hal yang paling aku tunggu, karna aku sangat menyukainya..

Namun lebih dari itu, menggambarnya adalah kepuasan tersendiri untukku..

Aku tidak tahu..

Jika saat itu sekelompok anak laki-laki tengah memperhatikanku dari belakang.

Dengan gerakan tiba-tiba mereka langsung mengambil buku gambarku..

Merebutnya dari tanganku, dan memainkannya sambil melemparkannya kesana kemari hingga aku kelelahan untuk merebutnya kembali..

Dengan seenaknya mereka lalu membuka tiap lembar buku gambarku dengan kasar.. tak tahu kah mereka ? jika buku itu sangat berharga bagiku..

Aku pun hanya bisa berteriak meminta buku gambarku kembali.

Namun nihil. Mereka tak menghiraukanku sama sekali…

Dan entah dapat keberanian dari mana, tiba-tiba saja aku berinisiatif untuk merebutnya..

namun ternyata, gerakan mereka lebih cepat daripada aku..

salah satu diantara mereka mengacungkannya keatas. Dan memberi aba-aba pada yang lain untuk saling melemparnya lagi..

aku lelah.. aku hanya bisa terduduk melihat tingkah mereka.

Mataku sudah mulai memerah, butiran air bening juga sudah menumpuk di kantung mataku…

Kenapa mereka harus sekejam ini padaku ?

Bahkan bukan hanya itu, mereka lalu melemparnya kedalam danau dekat bukit..

Dan seketika itu juga teriakanku pecah, air mata yang kutahan sudah tak mampu untuk kubendung…

Aku menangis lagi, sambil bertumpu pada kedua lututku..

dan saat itulah ia datang…

menceburkan dirinya kedanau hanya untuk mengambilkan buku gambarku yang berharga..

senyumnya adalah hal pertama yang kulihat..

dan ia mampu memberikan kehangatan untukku hanya dengan kata-katanya..

“jangan khawatir. Bukumu sudah ku ambilkan. Kau bisa mengeringkannya nanti dirumah”

aku tak pernah lupa saat-saat itu.  Saat pertama kali aku berinteraksi dengannya..

saat dimana aku menyadari, aku mulai mengaguminya…

buku gambarku pun kini terisi penuh dengan sketsa wajahnya.

Namun aku sadar, jika sebuah pertemuan juga memiliki sebuah perpisahan pada akhirnya…

Ya,  Sekolah dasar ku berakhir. Begitulah juga pertemuanku dengannya..

Aku tak pernah lagi melihatnya dan juga mendengar kabarnya..

Hidupku kembali seperti semula..

Menjalani masa-masa sekolahku sendirian dan hanya bertemankan dengan pensil dan kuas..

Objek gambarku pun perlahan berubah, bukan ia lagi. Mulai tergantikan oleh objek yang lain…

Namun jujur, posisinyaa dihatiku ternyata tak bisa digantikan dengan apapun.

8 tahun berlalu… ia tetaplah selalu kuingat.

Hingga sekarang takdir mempertemukanku lagi dengannya.

Satu kampus disebuah universitas yang sama.

Ia mungkin lupa denganku. Wajahku pun mungkin ia sudah tak mengenalinya.

Namun aku, sampai kapanpun aku akan tetap mengingatnya.

Karna ia…

‘Cinta pertamaku’.

_______oOo_______

Kututup kembali buku gambarku.

aku teringat jika sebentar lagi dosen akan segera masuk kekelasku.

Aku tak mau terlambat hanya karna terlalu asyik memandangi wajahnya.

Aku juga masih melihatnya. Berpamitan pada temannya untuk masuk kekelas yang sama denganku.

Sudah kubilang kan ? aku ini satu kampus dengannya…

Entah aku yang berjalan lambat atau ia yang terlalu cepat..

Namun jaraknya sekarang semakin dekat denganku…

Sebentar lagi ia akan melewatiku. Oh tuhaaaaaaan ! aku sangat gugup..

“hai Rin ! duluan yaa…” sapanya.

“iya” balasku. Aku tak tahu, apakah aku terlihat kaku dihadapannya.namun yang aku tau sekarang aku sangatlah gugup.

aku bahagia. Senyum yang telah lama hilang dari pandanganku kini kembali hadir.

Kelembutan yang dulu sempat ia berikan padaku ternyata tak pernah berubah, masih tetap sama…

Seperti yang dulu..

Waktu pun berlalu begitu cepat tanpa kurasa..

Dan Jam kuliah ku sudah berakhir. .

Entah kenapa, Tiba-tiba saja terbesit sebuah rindu dalam hatiku.

Aku merindukan tempat itu….

Tempat dimana pertama kalinya aku berinteraksi dengannya.

Tempat pertama kali aku memiliki sebuah kenangan bersamanya.

Dan tempat yang membuatku mulai merasakan rasa itu padanya…..

________________________________________________________________

Aku berjalan diantara ilalang-ilalang yang tumbuh tinggi menjulang diatas bukit

Hawa sejuk dan pemandangan indah yang selalu kusukai ternyata tak pernah berubah…

Tempat ini masih tetap sama…

Damai dan penuh ketenangan…

Perlahan aku berjalan, hingga akhirnya aku menemukan sebuah danau terpampang luas dihadapanku…

Inilah tempat favoritku.. duduk dipinggiran danau, untuk menunggu sunset tiba…

Lagi.. aku mengeluarkan buku gambar dan pensilku…

Ingin rasanya mengabadikan tempat ini..

karna sudah lama aku tak pernah kesini..

tanpa pikir panjang, goresan demi goresan pun terlukis indah dibuku gambarku..

tak terlalu sulit untuk melukis tempat ini, karna tak banyak perubahan yang terjadi…

waktupun berlalu.. aku masih setia berkutat dengan pensil dan buku gambarku…

hingga akhirnya aku mendengar sesuatu yang membuatku untuk berhenti  sejenak dari kegiatanku dan mengalihkan fokusku pada sumber suara..

aku masih bisa melihat, ilalang-ilalang itu bergoyang dengan ritme yang lebih cepat. Membuat rasa takutku kini kembali hadir..

ada apa dibalik ilalang itu ? aku tak tahu…

dan seakan menjawab pertanyaanku, sesosok manusia tiba-tiba saja muncul dari balik sana..

namun aku terkejut dengan apa yang kulihat…

apakah ini juga rencana tuhan ? hingga mempertemukanku lagi dengannya disini ?

ia pun juga sama, terkejut dengan apa yang ia lihat…

mungkinkah sekarang ia mengingatku ?

semoga saja…….

“Baekhyun.. ?”

“eh, Hye Rin … sedang apa disini ?”

“hanya iseng… kau sendiri ?”

“aku merindukan tempat ini” ungkapnya, sambil tersenyum kearahku.

“apa kau sering kesini ?” lanjutnya.

“ya… saat aku masih sekolah dasar” jawabku dan membuatnya tersentak hingga menatapku intens.

“kenapa menatapku seperti itu ?” tanyaku kemudian, karna merasa tak nyaman dengan tatapannya yang seperti…. Entahlah.

Ia pun masih terdiam sambil tetap menatapku intens. Dan beberapa detik kemudian ia malah tersenyum kearahku.

“kau mirip dengan seseorang” ucapnya.

apa ?benarkah yang kudengar barusan ? masih ingatkah dia denganku ?

“benarkah.. siapa ?” tanyaku memberanikan diri.

“seseorang pada masa kecilku” jawabnya “ah.. buku apa itu ?” lanjutnya setelah melihat buku gambar yang kupegangi sedari tadi.

“hanya sebuah buku gambar”

“kau suka melukis ?” tanyanya penasaran, aku pun hanya tersenyum mengiyakan…

“boleh aku melihatnya ?” tanyanya lagi.  bagaimana ini ? bukannya aku tak mau memperlihatkannya.. tapi dalam buku ini penuh dengan sketsa wajahnya..

“baiklah.. kalau kau keberatan, aku tidak memaksa” ucapnya kemudian. Dan kembali tersenyum kearahku..oh tuhan ! tolong aku.. jika terus berlama-lama melihat senyumnya itu mungkin aku akan pingsan  sebentar lagi…

Inilah yang membuatku tak pernah berhenti menyukainya..

Senyumnya..aku sangat menyukainya. Sifat lembutnya yang selalu ia hadirkan, akan membuat siapa saja merasa nyaman didekatnya.

Tak heran, jika semua orang menyukainya… termasuk aku.

Untuk beberapa saat kami pun terdiam.Memandangi sunset yang kini perlahan berubah menjadi jingga.hembusan- hembusan angin sore yang tenang menambah suasana menjadi sejuk, membuat para ilalang ikut bergoyang menyaksikan sang mentari yang kini mulai terbenam…

andai saja..  sang waktu bisa berhenti. Aku ingin terus bersamanya seperti ini…

menyaksikan sunset bersama setiap hari dan selalu disampingnya.

Tapi semua itu hanyalah angan..sampai kapanpun aku takkan pernah berani menyatakan perasaanku padanya.

Cukup. Hanya cukup sebagai pengagum rahasia untuknya….

“hari sudah mulai gelap. Aku harus pulang Baekhyun” pamitku.Aku pun beranjak dari tempat dudukku.  Sekali lagi, ia tersenyum menanggapiku..

Oh tuhaaaan !betapa ramahnya laki-laki yang ada dihadapanku ini….

“tunggu !bagaimana jika kita pulang bersama ?” tawarnya.

“baiklah” jawabku.

Rencana tuhan memang manis. Setelah mempertemukan kami kembali disini hingga membuatku bisa sedekat ini dengannya sekarang.Kami pun pulang bersama.Mulai dari perbincangan ringan diperjalanan menuju halte bus. Hingga ia yang tertidur dipundakku selama beberapa menit didalam bus.

Wajah damainya sarat akan kelelahan. Namun tetap menunjukkan sisi manisnya.

Pikiranku melayang. Membayangkan sebuah masa depan yang selalu kuimpikan bersamanya…

Andai saja impian itu bisa terwujud suatu saat..

_______oOo_______

‘Oh tidak !dimana buku gambarku ?

Aku sudah mencarinya kebukit namun  tidak kutemukan.  Bagaimana ini ?

Apa mungkin tertinggal di bus.. ? oh tuhaaaan ! bagaimana aku mencarinya….’

Sejak awal jam kuliah hingga sekarang aku masih tak bersemangat..

Pikiranku kalut dan tak bisa diajak kompromi..

Rasanya seperti kau kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupmu.

Tentu saja, buku gambar itu sangat berharga bagiku..

Walaupun aku bisa membeli buku gambar yang baru lagi.Namun semua kenangan yang terukir dalam buku gambar itu takkan bisa tergantikan.

Ya.semua kenangan. Semua hal yang kusukai akan ku ukir dalam sebuah buku gambar. Benda itulah yang menjadi saksi bisu kehidupanku.

Hal ini mungkin sama seperti sebuah buku diary dalam kehidupan seseorang.

Dan sekarang, buku gambarku menghilang.Aku tak tahu harus mencarinya kemana lagi.

“hey !kau kenapa ?” aku tersentak saat tiba-tiba saja seseorang menyapaku. Kudongakan kepalaku menghadapnya.Dan alangkah terkejutnya aku saat melihat seseorang yang ada dihadapanku kini.

“aku tidak apa-apa” bohong. Padahal sekarang aku sangat-sangat galau.

“kau yakin ?”

“iya” aku menjawabnya mantap sambil tersenyum palsu. Semoga saja ia tak menyadarinya.

“hmm.. baguslah”

“oiya, Rin… aku menemukan ini kemarin..” ia merogoh sesuatu kedalam tasnya, dan kemudian memberikannya padaku.

Oh tuhan !

itu… itu buku gambarku.. “ kuharap kau tidak marah, karna penasaran aku.. aku membukanya” ucapnya ragu.

“maaf Rin….” Ucapnya menyesal. Namun aku, aku tak tahu apa yg kurasakan sekarang… aku terlalu malu untuk sekedar berhadapannya dengannya.

Bagaimana tidak ?ia pasti telah mengetahui kebiasaan burukku yang selalu melukisnya diam-diam.. dan sekarang, ia pasti telah menganggapku sebagai seorang penguntit. Aku malu..sangat malu….

Tanpa sadar, air mata yang dari tadi terus kutahan..kini mengalir deras tanpa bisa dicegah. Kaki yang sedari tadi mematung, tiba-tiba saja bergerak menjauh darinya… aku berlari. Dan aku tak tahu lagi apa reaksinya setelah melihat sikapku yang seperti ini. Mungkin ia akan membenciku. Mungkin…..

________oOo_________

Aku benci diriku yang bodoh ini..

Bodoh karena selalu saja mudah menangis…

Bodoh karena hatiku yang sangat sensitive..

Dan bodoh karena air mataku yang terus saja mengalir tanpa bisa ku hentikan..

rasa malu ini benar-benar akan membunuhku secara perlahan…

dan aku akan mati dengan bayang-bayang dirinya dalam pikiranku…

haaah.. oke, kurasa kata-kataku ini sudah terlalu hiperbola..

tapi ini kenyataan. Aku benar-benar malu padanya..

kalian tau bagaimana rasanya malu kan ?

nah, begitulah yang kurasakan sekarang…

seperti biasa, bukit belakang sekolah adalah tempat pelarianku.

Menangis sepuasnya pun takkan ada yang mendengar…

Karna tempat ini memang sepi sejak dulu…

Hanya ada hamparan ilalang dan danau yang terpampang luas dihadapanku..

Aku ingin menangis sepuasnya disini..

Semoga saja dengan begini rasa malu ku akan sedikit berkurang….

“Hye Rin !” aku terkejut mendengar panggilan itu.

Dia… dia mengejarku hingga kesini. Oh Tuhan !apa yang ia pikirkan…

Dengan sigap aku pun mengusap sisa-sisa air mata yang tadi sempat membanjiri pipiku…

Aku berdiri mencoba menghindar darinya..

“tunggu !jangan pergi..” cegahnya. Pergelangan tanganku kini dicegat olehnya.

“maaf..” lirih. Itulah yang tertangkap oleh pendengaranku sekarang. Sebegitu kejamnya kah aku hingga ia terdengar lirih seperti itu ?

Oh ayolaaah..bukan maksudku membuatnya seperti itu. Namun aku hanya terlalu malu untuk berhadapan dengannya sekarang.

“ku mohon..” ucapnya lagi…

Dan..BYURRR.

Buku gambarku entah bagaimana caranya bisa terjatuh kedanau..

Padahal aku rasa, tadi aku memegangnya dengan erat..

Aku bingung, apa yang kupikirkan sekarang ?

Yang kulakukan hanya berdiam diri melihat buku gambar itu mulai tenggelam oleh hamparan air….

Kurasa, aku sudah tak bisa berpikir dengan jernih..

Bahkan hanya untuk memerintah tubuhku sekarang.

Mungkin ini karna aku terlalu shock.

Dan entah sejak kapan juga aku merasa pergelangan tanganku sudah tak digenggam olehnya…

Kemana dia ?

Pandanganku mulai berkelana mencarinya, hingga fokusku sekarang hanya tertuju pada satu titik…

Dihadapanku. Kini ia menceburkan dirinya untuk mengambil buku gambarku, lagi…..

Ya.lagi.. karna dulu ia pernah melakukan hal yang sama.

Hal pertama yang membuatku jatuh cinta padanya… aku masih ingat itu.

Aku membungkam mulutku sendiri. Aku tak percaya ini…..

Dewasa ini, ternyata ia masih rela membiarkan dirinya basah hanya untuk mengambil buku gambarku….

Ia  lalu naik dari permukaan air dan kemudian memberikan buku gambar itu padaku..

“jangan khawatir. Bukumu sudah kuambilkan. Kau bisa mengeringkannya dirumah nanti” lagi..kata-katanya, senyumnya, dan kelembutannya.. kini terulang kembali.

Tanpa sadar, mataku mulai menangis….

Bodoh. Kenapa aku menangis lagi.. ? haaah.. entahlah.

Namun tiba-tiba saja… rasa dingin menjalar ketubuhku.Bukan karna angin. Aku yakin !

Tapi…. Ini adalah dingin yang dihasilkan oleh tubuhnya yang sekarang memelukku… ya.ia memelukku ! oh tuhan.. apa aku bermimpi ?

“maaf.. dan kumohon.. tetaplah jadikan aku objek lukisanmu” ia semakin mempererat pelukannya ditubuhku. Dan aku masih tetap kaku, tak berdaya dengan apa yang baru saja kudengar. Apa maksudnya barusan ?

Seseorang tolong jelaskan padaku, siapapun itu..kumohon !

Aku bingung, apa aku harus bahagia karna menemukan sedikit harapan tentang balasan perasaanku ?oh ayolaaah… aku sadar, dan aku tak mau terlalu banyak berharap dari pernyataannya barusan.

“a..apa maksudmu Baekhyun  ?”

“saranghae..”

Dan sunset pun tiba, seiring dengan pernyataannya.

Aku juga mencintaimu Baekhyun, bahkan sejak dulu…..

“kau bercanda ?”

“tidak. Aku serius Hye Rin..”

“tapi… sejak kapan ?”

“sejak aku mengetahui kebiasaanmu yang melukisku”

“mwo.. ? apa itu artinya kemarin ?”

“tidak juga. Tapi… sejak 8 tahun yang lalu”

Aku terdiam. Oke, ku akui kali ini aku agak sedikit lola (?)

Tapi jika ia mencintaiku sejak 8 tahun yang lalu. itu artinya…..

“aku menyukaimu, sejak pertemuan pertama kita ditempat ini. Kau ingat ?”

“saat itu aku melihatmu diganggu oleh sekelompok anak laki-laki.. aku ingin menolongmu, tapi aku tak cukup berani.. akhirnya aku hanya bisa membantumu mengambilkan buku gambarmu yang terjatuh ke danau. Maafkan aku Hye Rin..”

“sejak saat itulah.. aku tertarik untuk terus memperhatikanmu. Yaaa..Bisa dibilang kau adalah cinta pertamaku.sampai aku tahu kebiasaanmu yang suka melukisku diam-diam” ia terkekeh kecil dibalik punggungku yang masih tetap dalam posisinya memelukku.

“apa itu memalukan ?” tanyaku ragu. Ia melepas pelukannya dan kemudian menatapku intens. Cukup lama…

“hey !kenapa diam ?” tanyaku lagi.

“tidak. Itu menyenangkan. Sangaaaat menyenangkan, mengetaui orang yang ku cintai ternyata memiliki perasaan yang sama denganku. Apalagi ia adalah cinta pertamaku. Tapi sekarang aku masih ragu dengannya..huuuft ”  Baekhyun dengan wajahnya yang dibuat kecewa. Menghela napas dihadapanku. Apa maksudnya itu ?

“apa maksudmu ? bukankah kau sudah tau bagaimana perasaanku..”

“tapi kau belum menjawabnya..” rengeknya. Aku berpikir sejenak. Menjawab apa ?

Aaaah..dasar bodoh ! aku baru ingat dengan pernyataannya beberapa waktu yang lalu

“eeeem.. nado saranghae Baekhyun” wajahku menunduk. Oh tidak !ada apa denganku.. aku sangat maluuuu…

CHU..dalam sekejap bibirku tiba-tiba saja terasa basah. OMO !apa ini ? Baekhyun, dia… dia menciumku ?omaygat !help me… help me mom ! first kiss anakmu sudah direnggut oleh kekasihnya…………………………..

——END——

Dan begitulah cinta. Cinta sejati tak pernah mengenal waktu…

Asal kau bersabar, cinta itu akan datang dengan sendirinya.

Karna cinta, maut dan rezeki  sudah ditulis dalam sebuah buku yang dinamakan takdir. Dan itu, hanya Tuhanlah yang tahu…… ^^

2 thoughts on “The First Love

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s