Baby, I’m Sorry (Chapter 1)

jellokey2

Baby, I’m Sorry

 

Tittle                    : Baby, I’m Sorry (Chapter 1)

Author                 : Jellokey

Main Cast            :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Support Cast        :

Kim Taehyung (V of BTS)

Byun Baekhyun (Baek Hyun of EXO)

Oh Sehoon (Se Hun of EXO)

Lu Han (Lu Han of EXO)

Park Jimin (Jimin of BTS)

And others

Length                 : Chaptered

Genre                  : Romance

Rating                  : PG-17

Disclaimer           : cerita ini milik saya. Dilarang plagiat!! Don’t bash my casts!!

Poster                  : G.Lin by http://cafeposterart.wordpress.com

“Kriing.. Kim Jongin, bangun! Saatnya ke sekolah!” Suara alarm nan unik yang hanya dimiliki namja bernama Kim Jongin menggema di kamarnya. Kai, nama keren namja itu, membuka matanya sebentar lalu mengambil handphone yang ada di samping bantalnya.
“Bangunkan aku sepuluh menit lagi.” Kai berucap tepat di layar handphonenya yang canggih. Sepuluh menit berlalu tapi alarmnya tidak berbunyi. Jelas tidak berbunyi karena Kai salah mengambil handphone. Tapi kita harus acungi jempol untuk namja ini. Instingnya bisa bekerja di saat ia tidur. Lima menit kemudian ia bangun. Kai melihat kedua handphonenya yang tergeletak di samping bantal.
“Hei, white! Hubungan kita berakhir karena kau tidak membangunkanku.” Ia mengambil handphone yang berwarna putih lalu berjalan ke tempat aquariumnya berada. Ia memasukkan handphonenya ke aquarium!
“Nemo, kau punya handphone baru.” Namja ini mungkin sedikit gila, sudah tiga handphonenya berada di aquarium karena alarmnya tidak berbunyi. Buang-buang duit padahal itu kesalahannya. Kai melihat jam di kamarnya. Lima belas menit lagi bel masuk sekolahnya akan berbunyi, tapi namja ini malah santai berjalan ke kamar mandi. Kai sudah lima kali terlambat ke sekolah tapi dia tidak pernah dihukum karena wakil ketua kesiswaan (Park Jimin), orang yang biasa berada di gerbang sekolah untuk menghukum murid terlambat adalah temannya. Guru-guru juga tidak ada yang berani menghukumnya karena orang tua Kai adalah satu dari lima donatur terbesar di EXO High School. Mungkin Kai akan memdapat hukuman kalau yang jaga di gerbang sekolah adalah ketua kesiswaan, Kim Taehyung. Dia tidak pandang bulu dalam menghukum siswa.

—————-

Kai menghentikan motor sportnya tepat di depan gerbang sekolah yang sudah ditutup. Bisa ia lihat dua namja yang bernasib sama sepertinya. Kai membuka helmnya. Matanya berubah seperti mata serigala kelaparan begitu melihat seorang yeoja yang menatap tajam padanya. Ia melewatkan yeoja itu tadi. Kai tersenyum miring lalu menghampiri yeoja itu.
“Hai, gadis! Kau terlambat juga?” Kai menatapnya nakal.
“Apa kau tahu berapa menit kau terlambat?” Kai melihat jam tangannya.
“Lima belas menit,” Kai melihat nametag yeoja itu.
“Kang Jeo Rin yang cantik.” Kata Kai diakhiri dengan siulan menggoda. Kai meneliti Jeo Rin dari atas sampai bawah. Walaupun Jeo Rin pakai kacamata, tapi dia tetap cantik.
“Kau kelas dua berapa?” Tanya Kai karena yeoja itu memakai seragam yang sama dengannya.
“Siapa namamu?” Kai tersenyum.
“Kau agresif juga.” Jeo Rin menatap Kai tajam.
“Kim Jongin. Kau bisa memanggilku Kai. Dan satu lagi, jangan pasang wajah seram seperti itu. Kau jadi semakin cantik, membuatku ingin menciummu.” Dua orang siswa yang ternyata hoobae Kai geleng-geleng kepala mendengar itu. Jeo Rin menulis nama Kai di buku yang sejak tadi ia pegang.
“Kelasmu?”
“II-A.”
“II apa? A?” Jeo Rin menatap Kai tidak percaya. Kelas itu kelas unggulan. Tidak mungkin ada siswa yang sering terlambat berada di sana.
“Kau tidak percaya? Aku pintar makanya bisa berada di kelas itu. Jadi kau kelas berapa? Malam ini kau ada waktu? Ayo menghabiskan malam bersama.” Dua hoobae Kai yang kembar itu sama-sama membatin. ‘Setelah ini kau pasti mati, sunbae.’
“Ikut aku.” Perintah Jeo Rin. Ia membuka gerbang sekolah, membuat Kai bingung. ‘Kenapa tidak dibuka dari tadi? Dan di mana Jimin?’ Batin Kai.
“Kalian juga.” Ucap Jeo Rin pada namja kembar bermarga Jo.
“Ne, sunbae.”

—————

“Wah, aku tidak menyangka kau akan menanggapiku secepat ini. Taman belakang? Kita bermain di sini? Pilihan yang bagus, baby.” Kata Kai. Kondisi taman belakang seperti hutan belantara. Rumput tumbuh tinggi di sana. Padahal taman belakang akan terlihat indah kalau dirawat.
“Hei, kalian! Sana masuk kelas! Jangan ganggu kami!” Ucap Kai pada Jo twins dengan gaya sunbae-nya.
“Kalian bersihkan taman ini.” Jeo Rin melepas kacamatanya.
“Mwo?!” Disaat Jo twins terkejut, Kai malah terpana melihat mata cokelat indah Jeo Rin. ‘Aku seperti tidak asing dengan mata itu.’
“Noona, kami baru kali ini terlambat. Itu pun karena mobil kami mogok.” Ucap Jo Kwangmin.
“Jebal, noona. Biarkan kami masuk kelas. Kami tidak akan terlambat lagi.” Kata Jo Youngmin dengan puppy eyesnya.
“Itu mesin pemotong rumputnya.” Jeo Rin menunjuk empat mesin pemotong rumput yang tak jauh dari mereka.
“Noona…” Rengek Jo twins.
“Ppali!!” Dengan tidak rela mereka mengambil mesin pemotong rumput.
“Aku akan mengadukan noona pada appa!” Gerutu Kwangmin. Jeo Rin mengabaikan Kwangmin. Ia melihat Kai yang tidak berkedip dari tadi.
Tik!
Jeo Rin menjentikkan jarinya di wajah Kai, membuat Kai tersadar.
“Waeyo?” Tanya Kai bodoh.
“Ambil mesin itu.”
“Mwo?” Kai masih bodoh.
“Bersihkan taman ini.”
“Mworago?!”
“Ya! Cepat bantu mereka!!” Jeo Rin menunjuk Jo twins.
“Kenapa aku harus membersihkan taman ini? Aku bukan tukang kebun!!”
“Karena kau terlambat.” Ucap Jeo Rin datar.
“Siapa kau? Di mana Jimin? Panggilkan dia!” Kai tidak rela. ‘Yang benar saja. Namja tampan nan sexy sepertiku membersihkan taman? Maldo andwae! EXO PLANET pasti musnah kalau aku memotong rumput.’ Batin Kai kesal.
“Kau tidak tahu aku? Hei, Youngmin! Siapa aku?” Teriak Jeo Rin.
“Sunbae bodoh!” Kai melotot mendengar seorang hoobae mengatainya.
“Noona sok galak itu namanya Kang Jeo Rin, sekretaris ketua kesiswaan. Aku akan menyuruh appa mencopot jabatanmu, noona!” Ujar Youngmin sambil mendorong mesin pemotong rumputnya. Ia sudah membersihkan setengah taman karena kesal pada Jeo Rin. Daebak!
“Baby, aku harus ke kelas. Aku ada ulangan hari ini.” Kai merangkul Jeo Rin. Modus yang tidak berhasil.
“Kau ulangan apa? Singkirkan tanganmu!” Rangkulan Kai terlepas karena tanggapan Jeo Rin.
“Matematika.”
“Siapa guru kelasmu?”
“Mr. Lee. Aku ke kelas, ne? Kau tahu kan, Lee seonsangnim guru paling killer di sekolah.”
“Bersihkan taman ini.” Jeo Rin berbalik.
“Baby! Ya! Kang Jeo Rin!” Kai mendesah berat. Jeo Rin sudah tidak terlihat.
“Kekeke..” Walaupun jaraknya dan Jo twins jauh, Kai masih bisa mendengar kekehan mereka. Ia menatap sengit Jo twins.
“Cepat bersihkan taman ini, agar aku bisa masuk kelas!” Kai berjalan menuju pohon. Ia duduk di bawahnya.
“Yeoja itu.. apa yang ia punya? Kenapa dia kebal sekali. Yeoja lain pasti langsung terpesona melihatku.” Bosan, Kai memainkan ponselnya. Ia sudah tenggelam dalam permainan sampai-sampai ia tidak sadar kalau Jo twins sudah tidak ada di taman lagi.
“Ehem!” Kai masih asyik dengan game-nya.
“Tuan Kim Jongin!” Kai mendongak begitu mendengar suara Jeo Rin.
“Baby..” Ia berdiri.
“Apa yang kau kerjakan?”
“Aku baru selesai memotong rumput.” Kai menggerakkan tangan seperti mengelap keringat di keningnya.
“Jinjja? Dari tadi aku lihat kau hanya duduk di sini.”
“Aku sudah melaksanakan hukumanku. Kalau tidak percaya tanya saja mere..” Kai bermaksud menunjuk Jo twins, tapi apa yang mau ditunjuk? Mereka sudah kembali ke kelas.
“Mana mereka?”
“Mereka sudah kembali ke kelas sejak dua puluh menit yang lalu.”
“Mwo?”
“Kau bersihkan toilet yeoja.”
“Mwo?? Aku tidak salah dengar kan?” Jeo Rin menggeleng.
“Kau belum menjalankan hukumanmu. Kembali ke kelas kalau kau masih mau belajar. Kau bisa membersihkan toilet yeoja sepulang sekolah nanti. Jangan coba-coba kabur.” Jeo Rin meninggalkan Kai yang menganga lebar.
“Apa-apaan ini? Dia pikir dia siapa berani menghukumku?”

—————

“Kau buru-buru sekali, Kai.” Kata Baekhyun yang melihat Kai terburu-buru memasukkan bukunya ke tas begitu bel pulang sekolah berbunyi.
“Aku harus segera pulang, Bacon. Kau lupa apa yang kukatakan saat masuk kelas tadi? Aku harus menjalankan hukuman karena terlambat sepulang sekolah. Dan aku tidak mau. Sudah ya.” Kai berlalu.
“Mau ke mana?” Kai terkejut mendapati Jeo Rin di depannya begitu ia keluar kelas.
“Jeo Rin..”
“Kau tidak lupa hukumanmu kan?”
“Itu.. Aku..”
“Dia siswa yang kau maksud, Rin-ah?” Namja tampan yang sedari tadi berdiri di samping Jeo Rin buka suara. Jeo Rin mengangguk.
“Dia memang tidak pernah mematuhi peraturan sekolah. Cepat laksanakan hukumanmu sebelum aku menyuruhmu membersihkan toilet namja juga.” Kai menatap namja itu tajam.
“Kenapa, Kai?” Lu Han, Sehun, dan Baekhyun menghampiri Kai. Baekhyun terkejut mendapati namja yang mirip dengannya.
“Siapa kau berani menghukumku? Kau tidak tahu siapa aku? Aku bisa membuatmu dikeluarkan dari sekolah ini!” Kai emosi. Satu hari ini ia dipermainkan oleh orang asing.
“Seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu. Kau siswa di sekolah ini bukan sih?”
“Taehyung, kau tidak perlu segalak itu. Mungkin Kai masih merasa murid baru di sini makanya dia tidak mengenalmu.” Ucapan Sehun membuat Kai menatapnya tajam. Bukannya membela Kai malah membenarkan maksud namja yang mirip dengan Baekhyun.
“Dia Kim Taehyung, ketua kesiswaan. Ingat wajahnya baik-baik, Kai. Jangan sampai kau lupa.” Sehun mengenalkan Taehyun. ‘Aku harus bertanya pada eomma. Mungkin Taehyung kembaranku yang dicuri suster jadi-jadian saat di rumah sakit. Dia tampan sepertiku.’ Batin Baekhyun si korban drama.
“Kami mengawasimu, Kai. Dalam waktu lima menit kau tidak sampai di toilet yeoja, hukumanmu bertambah. Kau juga harus membersihkan toilet namja.” Setelah mengatakan itu, Taehyung dan Jeo Rin pergi.
“Shit!”

—————–

Kai keluar dari toilet yeoja dengan ekspresi entah seperti apa. Dia merasa kotor. Kai semakin kesal melihat Baekhyun, Lu Han, dan Sehun yang menertawakannya.
“Arrgh.. Wangi namjaku hilang!” Kai melihat ke arah Jeo Rin dan Taehyung yang tidak terganggu dengan gerutuannya. Matanya melebar melihat jari-jari mereka yang saling bertautan.
“Mereka pacaran?” Tanya Kai entah pada siapa.
“Aku rasa tidak. Pembina organisasi kesiswaan melarang sesama anggota berpacaran dengan alasan mereka tidak fokus pada tugas mereka kalau mereka pacaran.” Kata Sehun yang tahu segala sesuatu tentang sekolah.
“Jeo Rin..” Panggilan Kai membuat genggaman Jeo Rin dan Taehyung terlepas.
“Eo? Kau sudah selesai?” Kai mengangguk malas.
“Kau boleh pulang. Sering-sering terlambat, ne? Sekolah bisa menghemat dana tidak menggaji cleaning service untuk membersihkan toilet.” Mereka meninggalkan Kai dan teman-temannya. Kai mengacak rambutnya. Ada apa dengan harinya? Kenapa menyebalkan?

—————

Kai menghentikan motor di depan rumahnya. Ia sampai di rumah tepat jam lima sore. Kai menatap sekilas orang-orang yang menurunkan perabotan rumah tangga dari truk. Sepertinya ia punya tetangga baru. Kai mengedikkan bahunya tidak peduli. Mau tetangga di samping atau depan rumah, tidak ada bedanya. Kai tidak sempat bersosialisasi karena sibuk. Entah apa kesibukannya.

—————–

“Kai..” Kai berhenti memainkan kunci mobilnya begitu mendengar suara tuan Kim. Appanya selalu pulang tiba-tiba. Padahal Kai sudah bersiapa untuk party.
“Appa? Kapan appa pulang?” Kai basa-basi.
“Baru saja. Kau mau ke mana?”
“Itu.. Eem.. ke rumah teman.” Beginilah Kai. Di depan orang tuanya ia menjadi anak baik.
“Tunggu sebentar. Eomma ingin mengenal seseorang padamu. Dia akan menjadi temanmu di rumah agar kau tidak kesepian.”
“Appa dan eomma mengangkat anak? Aku tidak mau punya saudara, appa. Hanya aku anak appa dan eomma!” Betapa manisnya Kai. Ia sudah duduk di samping appanya.
“Bukan begitu. Dia anak teman appa. Mereka yang akan menempati rumah yang berada di depan rumah kita. Karena rumahnya mau direnovasi, ia menitipkan anaknya pada appa dan eomma.”
“Anak itu pasti akan merepotkanku.”
“Tenang saja. Dia seumuran denganmu.” ‘Sama saja. Aku jadi tidak bebas. Atau appa sengaja menempatkan anak itu di sini untuk mengawasiku.’ Batin Kai kotor.
“Anak eomma yang baik di rumah ternyata.” Nyonya Kim datang dengan seorang di belakangnya.
“Eomma, aku memang selalu di rumah!” Nyonya Kim tersenyum. Walaupun tuan dan nyonya Kim jarang di rumah, ia tahu apa yang dilakukan anak tunggalnya.
“Mulai sekarang kau akan punya teman di rumah, nak.” Kai mengedarkan pandangannya ke mana saja asal tidak melihat appa dan eommanya.
“Nak, lihat orang yang akan menjadi temanmu.”
“Shirreo!”
“Jeo Rin, maafkan sikap anak ahjumma. Dia memang sedikit kekanakan.” Mendengar nama Jeo Rin, kai melihat eommanya. Di sebelah kiri nyonya Kim berdiri seorang yeoja. Kai terkejut.
“Kang Jeo Rin?” Jeo Rin juga terkejut melihat Kai.
“Jongin ingat Jeo Rin? Dia anak Kang ajjushi.” Kai menatap eommanya bingung.
“Dia Jeolin. Kau ingat?”
“Jeolin?”
“Ne, Jeolin-mu.”
“Ahjumma..” Jeo Rin mengingat Kai. Dia adalah bocah yang menjadi teman mainnya saat masih kecil.
“Jeolin..” Kai ingat. Panggilan itu panggilan yang ia berikan untuk Jeo Rin karena ia tidak bisa mengucapkan huruf ‘r’. Mereka bertetangga, tapi saat usia mereka tujuh tahun, Jeo Rin dan keluarganya pindah ke Jepang.
“Aku ingat. Kau tumbuh menjadi gadis yang cantik, Jeolin.” Entah kenapa Jeo Rin tidak suka ucapan Kai barusan.
“Kai, antarkan Jeo Rin ke kamarnya.”
“Di mana, eomma? Apa di kamarku?” Jeo Rin menatap Kai tajam. Ia harus waspada pada teman masa kecilnya.
“Bukan. Kamar di sebelah kamarmu. Setelah membereskan barang-barangmu, kita makan malam bersama. Ahjumma akan siapkan.”
“Gamsahamnida, ahjumma. Tapi aku mau langsung tidur.”
“Kau harus makan dengan kami, Jeo Rin. Setelah makan malam, ahjumma dan ajjushi harus pergi.”
“Ne, ahjumma.” Kai pun mengantarkan Jeo Rin ke kamarnya.

—————-

Tok! Tok!
Jeo Rin membuka pintu kamarnya. Ia melepas kacamata bacanya dan mendapati Kai sedang menatapnya entah seperti apa. ‘Jeolin-ku tumbuh dengan baik.’ Kai terus menatap Jeo Rin yang mengenakan tanktop putih dan hotpants hitamnya.
“Ada apa?”
“Oh.. Ayo makan malam.”
“Kau duluan saja.” Jeo Rin menutup pintu kamarnya. ‘Dia tidak berubah, tetap galak.’

————–

“Jeo Rin, ayo makan.” Ajak nyonya Kim yang melihat Jeo Rin memasuki ruang makan. Kai mendesah berat. ‘Di mana penampilan sexy-nya tadi?’ Batin Kai karena melihat Jeo Rin memakai pakaian yang lebih sopan.
“Mian, ahjumma. Aku tidak bisa membantu ahjumma di dapur karena aku tidak bisa masak.” Ucap Jeo Rin pelan.
“Seharusnya kau memperhatikan eomma. Aku tidak mau punya istri yang tidak bisa masak.” Jeo Rin menatap Kai yang berada di hadapannya sengit.
“Siapa yang mau jadi istrimu?”
“Sudah, cepat makan.” Kata nyonya Kim menengahi, tidak mau mereka beradu mulut.
“Berapa lama rumahmu akan direnovasi, Jeo Rin?” Tanya tuan Kim.
“Aku tidak tahu, ajjushi. Semoga cepat.”
“Kau tidak usah sungkan. Anggap rumah sendiri, ne?”
“Ne, ajjushi.”
“Baik-baik di rumah, Kai. Jaga Jeo Rin. Malam ini eomma dan appa ke Thailand dan tinggal di sana selama satu bulan.”
“Ne, eomma. Aku pasti menjaga Jeo Rin dengan baik.”

—————–

“Akhirnya kau turun juga. Aku pikir kau belum bangun.” Kata Kai melihat Jeo Rin menuruni tangga. Suatu keajaiban bisa melihat Kai bangun cepat. Sekarang 06.30 am. Jeo Rin mengabaikan Kai. Ia berjalan menuju ruang makan.
“Silahkan duduk, tuan putri.” Kai menarik kursi untuk Jeo Rin.
“Aku sudah siapkan sarapan untukmu. Roti selai stroberi. Kau suka itu kan?” Jeo Rin mengangguk lalu duduk. Kai menuju kulkas, mengambil selembar kertas yang sudah ia beri perekat. Dia memposisikan kertas itu di punggung Jeo Rin lalu mengelus punggung Jeo Rin.
“Makan yang banyak. Aku akan buatkan lagi kalau masih kurang.” Kata Kai masih mengelus punggung Jeo Rin.
“Tidak usah. Aku harus cepat sampai di sekolah.” Jeo Rin tidak sadar apa yang telah Kai lakukan padanya.
“Baby, kita berangkat bersama.” Kai mengambil rotinya lalu mengejar Jeo Rin.
“Tidak. Aku dijemput.”

—————–
Bom yang dipasang Kai belum meledak. Orang-orang belum bisa membaca isi kertas Kai karena tertutup ransel Jeo Rin. Kai tidak sabar melihat reaksi Jeo Rin. Ia sedang membayangkan reaksi Jeo Rin kalau tahu kejahilannya. Apakah senang, marah, atau Jeo Rin akan menangis. ‘Kalau menangis tidak mungkin. Jeo Rin yeoja tangguh.’
“Kai..” Panggilan Baekhyun menyadarkannya.
“Lihat ke depan. Yeoja cantik.”
“Jeo Rin? Bukankah dia di kelas khusus?”
“Molla.” Kai melihat Jeo Rin yang sedang memperkenalkan diri.
“Annyeonghaseyo, Kang Jeo Rin imnida. Bangapseumnida.”
“Seharusnya Jeo Rin berada di kelas ini sejak awal semester. Tapi karena dia anggota kesiswaan, jadi dia berada di kelas khusus.” Kelas khusus adalah kelas untuk para anggota kesiswaan. Segala sesuatu yang ada di sana istimewa, baik guru maupun fasilitas. Tidak jarang murid-murid EXO High School beranggapan kalau orang-orang yang berada di kelas khusus sombong. Karena itu, Jeo Rin memutuskan pindah kelas agar pandangan para siswa berubah. ‘Kita memang ditakdirkan bersama Jeo Rin.’

—————-
‘Kenapa orang-orang memandangku aneh? Tidak ada yang salah dengan penampilanku.’ Jeo Rin berusaha mengabaikan tatapan orang-orang setiap ia melewati mereka. Ada yang menatap kagum dan ada yang menatapnya tidak suka.
“Jadi Jeo Rin sunbae? Pantas saja Kai oppa menolakku.” Jeo Rin tidak mengerti dengan ucapan hoobaenya. Apa hubungannya dengan Kai?
“Jeo Rin!” Mendengar namanya dipanggil, Jeo Rin berbalik.
“Hyungie..” Jeo Rin tersenyum melihat Taehyung. Hanya sebentar karena Taehyung tidak membalas senyumannya.
“Ada apa?”
“Kau pacaran dengan Kai?” Taehyung sangat tidak rela mengatakan ini.
“Ani.”
“Kau yakin?” Jeo Rin mengangguk.
“Berbaliklah.” Jeo Rin berbalik walaupun ia bingung. Taehyung menarik kertas yang ditempelkan Kai di punggung Jeo Rin lalu memberikan kertas itu pada Jeo Rin.
“Ige mwoya?!!” Suara Jeo Rin meninggi. Ia terkejut, marah, kesal melihat tulisan tangan yang ada di kertas itu. Niatnya ke kantin batal karena tulisan Kai. Berapa banyak orang yang sudah melihat itu?
“Jeo Rin..” Jeo Rin melangkah cepat menuju kelas II-A. Tidak ia pedulikan panggilan Taehyung. Jeo Rin menuju meja Kai. Bisa ia lihat Kai dan Lu Han yang entah sedang melihat apa di iPad. Braak!!
Jeo Rin menggebrak meja Kai. Membuat perhatian Kai dan Lu Han teralihkan dari iPad. Mereka menatap Jeo Rin.
“Apa maksudnya ini?!”

TBC…

Note: hubungan Jeo Rin dan Taehyung= Teman tapi Mesra.

3 thoughts on “Baby, I’m Sorry (Chapter 1)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s