[Prolog] Revolution

Revolution.

a fiction by Xiffryz (@ohfryz)

Revolution

Kim Jongdae – Oh Sehun – Xi Luhan

Action / Friendship / Horror / Mystery


Ini semua berawal dari musim dingin tiga tahun yang lalu.

Saat itu aku berdiri di koridor sekolahku, menatap nanar semua objek yang ada di sana. Hanya terdiam, berdiri membeku di tengah-tengah lorong hingga para murid maupun guru menatapku aneh. Kudengar desas-desus mereka tentangku; aku mempunyai pendengaran yang tajam, tentu saja.

“Lihat, pemuda penerus keluarga Oh itu gila.”

“Oh Sehun dikutuk menjadi patung?”

“Karena terlalu dingin, alam pun sampai membekukannya! Sehun si Patung Es!”

Aku mengabaikan suara mereka, jengah. Aku sudah sering melakukan ini di jalan raya, harusnya mereka sudah terbiasa dengan kelakuanku. Mungkin memang tak semua melihatku pada saat itu, tetapi kuterka mereka pasti pernah membaca beritaku satu atau dua kali—yang dimuat di surat kabar maupun internet.

Aku tetap berdiri, bergeming sampai akhirnya bel masuk berbunyi. Kala itulah, seluruh hidupku berubah. Berbalik 180 derajat; dan aku bersumpah bahwa kehidupanku tak akan terulang lagi. Menyeringai pada benda apapun yang kutemui, tersenyum mengejek pada siapapun yang tak akan kujumpai lagi.

Dan sekarang, kurasa merekalah yang pantas memberiku senyum seperti itu.

Kim Jongdae, orang itu yang sudah menyesatkanku. Kukira hidupku akan berlangsung lebih baik ketika aku menyetujui penawarannya. Sepakat atas kata-kata bujukan setan yang keluar dari bibir liciknya, percaya semua akan baik-baik saja saat kulihat seulas senyum di wajahnya.

Tetapi aku salah besar.

Aku hidup di kehidupan yang lain. Bukan, bukan hidup rukun seperti yang kumau. Bukan juga hidup keji seorang preman yang dulu pernah kuimpikan.

Bahkan, ini jauh lebih parah dari kehidupan seorang psikopat.

Aku hidup di tengah-tengah arwah.

Arwah-arwah penasaran yang senantiasa melolong; menjerit tak terima.

Di tengah-tengah orang mati.

Gilanya lagi, dia, Kim Jongdae, telah merebut tubuhku. Merasukiku secara paksa saat aku mengangguk setuju. Dia menggunakannya untuk hidup kembali. Merebut semua hal yang kumiliki.

Aku benci, memang. Lelaki berambut hitam legam itu begitu licik; licin seperti belut. Kusadari, kala itu mungkin memang akulah yang terlalu polos. Akulah yang terlalu bodoh hingga percaya padanya begitu saja.

Tetapi lihat saja, Jongdae.

Aku yang akan mengalahkanmu, meluluhlantakkan kehidupan licikmu, menguak semua permasalahan ini.

Dan tentu saja,

—dengan cara yang lebih licik.

to be continued.

a/n: Ahaha, setelah mendekam beberapa saat di tengah berlembar-lembar tugas sekolah, akhirnya bisa publish lagi :] dan karena ini fic-ku yang kedua, I need your support :p see ya in the next chapter! :3

7 thoughts on “[Prolog] Revolution

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s