[ONESHOOT] School Festive’s Miracle (Bag.1)

 

Cover ff School Festive’s Miracle_副本4

 School Festive’s Miracle

 

Author  : Hayati (@noya_siinoor)

Main Cast  : Park Chanyeol, Park Hyo Jin

Other Cast :  Member EXO , Manager dan Member Shinee

Gendre         : ? cari tahu sendiri aja ya ^^

Rating :  PG-17

Leght  : OneShoot (Bag.1)

 

 

“Eh!” ucap Hyo Jin.

“Bubar?!” kata Hye Mi Songsangnim.

 

Hyo Jin bertanya-tanya tentang kenapa dia harus berhenti menyanyi.

“Maaf Hyo Jin” kata Lee Hyun Songsangnim.

“Maaf sekali” lanjut Hye Mi Songsangnim.

“Eh.. Tapi festivalnya tinggal sebentar lagi, bukan?” tanya Hyo Jin.

“Justru itu! Karena ini festival terakhir kita, kita harus menampilkan konser terbaikkan?” Sahut Lee Hyun Songsangnim

“Iya, aku juga ingin begitu! Makanya, ayo sama-sama….” belum sempat Hyo Jin selesai bicara, perkataannya harus di potong oleh Hye Mi Songsangnim.

“Kami sudah meminta Shin Yeong untuk menjadi vokalis.” Kata Hye Mi Songsangnim.

 

Hyo jin keluar dari ruang audisi. Ia berkata “Bagaimana kalau di buat trio pasti lebih seru kan?”

“Kupikir 2 orang saja juga sudah cukup seru. Jangan cemas.” Jawab Kibum.

“Hyo Jin….” kata Taemin.

“Ah! Aku harus kerja sampingan. Tidak sabar lihat kalian, selamat berjuang!” ucap Hyo Jin memyemangati Kibum dan Taemin.

 

Hyo Jin mengakhiri perbincangannya bersama Kibum dan Taemin. Jejak bayangannya pun seiring menghilang.

“Kerja sampingan….?” tanya Taemin.

“Yang kudengar seperti itu. Orang tuanya sedang sakit, makanya dia bekerja..” jawab Kibum

“Disaat seperti ini, kita malah menyudutkannya.” Kata Taemin merasa bersalah.

“Apa boleh buat, kita terlanjur melontarkannya.” Jawab Kibum.

 

______ ooOOoo ______

 

Diperjalanan menuju tempat kerja, batin Hyo Jin bergumam “Apa boleh buat.. Sainganku Shin Yeong.. penampilan, wajah, dan kemampuannya jauh diatasku.”

 

Tiba-tiba Hyo Jin berhenti di depan toko CD. “…. Beli album terbaru EXO saja, deh..”

 

Dalam hati Hyo Jin berkata “Akhir-akhir ini.. aku kurang beruntung..” lanjutnya setelah melihat poster EXO terpajang disana “KEREN! Jadi sedikit semangat.”

 

Kedua pengunjung berdiri di belakang Hyo Jin. salah satu pengunjung berkata “Eh, lihat berita tadi pagi tidak?”

“Ah! Soal anggota EXO yang mengalami kecelakaan motor itu, kan?” jawab seorang lagi disana.

 

Hyo Jin tersentak kaget mendengar berita itu. Lalu sorang pengunjung kembali berkata “Apa dia baik-baik saja?”

“Katanya  dia mengalami patah tulang di bagian kaki.” Jawab seorang pengunjung. Kedua pengunjung itu berbincang sambil mengiringkan kakinya keluar dari toko.

 

Hyo Jin PoV

Sudah kurang beruntung, hidupku juga seperti ini. Mudah menyerah.. juga membiarkan hal-hal kecil terjadi begitu saja. Selalu begitu, dari dulu sampai sekarang. Tapi sebenarnya… aku tidak mau berkahir dengan cara seperti ini saja. Aku merasa kalau aku bisa berbuat sesuatu yang hebat. Sesuatu yang luar biasa.

 

Langkah kakinya terhenti saat melihat bagunan besar dihadapannya. Dengan nada yang terkagum-kagum ia berkata “Ini.. Soungso Apartement… Wah..” lanjutnya “Mulai hari ini hingga sebulan kedepan, aku akan bekerja disini…”  

 

‘Aku percaya itu’ batin Hyo Jin.

 

_______ ooOOoo ______

 

Tok..Tokkk….

Klek…

 

“Selamat siang! Aku utusan dari Alice Housekeeping service. Park Hyo Jin…” kata Hyo Jin mengenalkan dirinya kemudian tersentak kaget saat melihat seorang pria yang membukakan pintu tersebut. Pria tinggi, putih bersih seperti porselen, memakai kacamata itu membukakan pintu seiring dengan tangannya melepaskan kacamata dari wajahnya. Pandangannya seakan tak pernah lepas dari wajah pria itu.

 

‘Ta.. tampan sekali..!’ batinnya.

 

“Kau pengurus rumah tangga…!” tanya lelaki itu.

“Iya…! Mohon bantuannya!” ucap Hyo Jin sambil membungkukkan badannya.

 

‘Tunggu dulu, orang ini…’ batin Hyo Jin.

“Maaf… Jangan-jangan, kau anggota EXO, Chan…Chanyeol…?” tanya Hyo Jin dengan nada terbata-bata.

“Benar…” jawab Chanyeol.

 

‘Astaga… aslinya ke..keren sekali!! Benar-benar tinggi’ batin Hyo Jin.

“Ah! Maaf…” kata Hyo Jin.

 

‘Jadi yang terluka itu ternyata Chanyeol… chanyeol yang biasanya hanya kulihat dari kejauhan saat di konser. Sekarang ada di depan mataku…!!’ batinnya.

 

“Aku sangat suka EXO….! Baru saja aku membeli CD EXO. Aku selalu nonton konser EXO… aku betul-betul fans berat kalian….” lanjut Hyo Jin.

“Yah…. Kalau begitu, lebih baik kamu pulang saja.” Jawab Chanyeol dengan dingin.

 

Hyo Jin melangkah mundur sampai akhirnya berdiri tepat di depan pintu masuk. Namun kemudian Chanyeol berkata “Itu seragam SMA Annyang, kan? Kalau kamu tahu siapa aku, akan sangat beresiko kalau aku membiarkan SISWA SMA sepertimu masuk ke rumahku. Iya kan?”

“Tunggu.. maksudmu…?” tanya Hyo Jin yang tak mengerti.

“Maksudku, kalau kamu memotretku dan menyebarkan gosip-gosip aneh. Aku juga nanti yang menerima imbasnya, kan?” kata Chanyeol serasa ingin menelan Hyo Jin. lanjutnya “Bisa-bisanya agensi itu mengirim bocah SMA sepertimu untuk bekerja.”

“Ah….. soal itu..” lagi-lagi perkataan Hyo Jin di potong Chanyeol.

“Aku cari agensi lain saja. Sampaikan pada atasanmu, kalau kontraknya batal.” Sahut Chanyeol.

 

‘Begitu seram… Tapi kenapa jadi begini? Dan mana mungkin aku pulang begitu saja.’ batin Hyo Jin heran.

 

“Silahkan pulang.” Kata Chanyeol.

“To..tolong tunggu sebentar…..!” ucap Hyo Jin sambil memegang pintu kemudian melanjutkan dengan nada memohon “walaupun masih dibawah umur, tapi aku bersedia menyamar atau apapun itu kalau memang perlu! Bagaimanapun, mohon perkenankan aku berkerja….”

“….. Kamu mati-matian memaksa seperti itu karena kamu nge-FANS berat, ya?” tanya Chanyeol.

“Bukan… Ah! Aku memang nge-FANS, Tapi….” jawab Hyo Jin yang terpotong kembali.

“Kalau memang ingin mendapat uang saku, kamu bisa bekerja di tempat lain. Aku tidak suka sama orang yang tidak mau bekerja dengan serius” lanjut Chanyeol.

“Aku jamin, aku tidak akan seperti itu. Bagaimana kalau lihat dulu hasil kerjaku? Kalau memang tidak layak, aku akan menyerah… Aku mohon!” Hyo Jin memohon.

“Pulang sana.” Chanyeol membanting pintu.

 

‘Ah! Padahal aku pikir dia orangnya ramah. Saat di depan kamera dan fans sepertinya dia begitu senang. Begitu ceria, begitu ramah. Tapi kenapa sifatnya berbeda? Sama sekali tidak terpikir akan jadi seperti ini’ batin Hyo Jin.

 

Kring….

Ponsel Hyo Jin berdering, dan ternyata… Amma Hyo Jin menelepon.

“Ah! Amma! Aku sekarang sudah di tempat kerja. Hanya saja… aku ditolak karena tuan rumah merasa kurang cocok.. tapi tidak apa, jangan cemas! Aku pasti bisa diterima bekerja di tempat lain! Aku akan menggantikan amma sampai kondisi amma membaik.. Iya! Makanya amma istirahat saja. Iya. Iya! Sudah dulu, ya!” jawab Hyo Jin pada amma dan menjelaskan semuanya lewat telepon.

“Ah! Entahlah… sekarang aku harus bilang apa pada agensi….” keluh Hyo Jin.

 

Tiba-tiba dari belakang Hyo Jin. Chanyeol memanggilnya.

“Hei…” panggil Chanyeol menggelengkan kepalanya ke dalam rumah, ia memberi aba-aba Hyo Jin untuk masuk ke dalam.

 

‘Boleh? Ada apa sebenarnya?’ batin Hyo Jin bertanya-tanya.

 

“Kamu hebat juga.” Kata Chanyeol.

“Eh? Bi..biasa saja, ah!” Jawab Hyo Jin.

“Ini bukan simpati.” Ucap Chanyeol sambil memakan permen.

“Ah! Iya…” kata Hyo Jin.

“Pertama, jangan bersikap seperti seorang fans.” Chanyeol memberi peraturan.

“…”

“Kedua, rahasiakan kamu bekerja di tempatku. Yang terakhir.. dan ini yang paling penting, aku sedang menggarap sebuah lagu baru. Jadi pastikan jangan menggangguku” lanjutnya.

“Baik..” kata Hyo Jin sambil mengangguk.

“Kalau kamu memang serius ingin bekerja, sudah sewajarnya aturan-aturan tesebut ditaati, kan?” kata Chanyeol.

“Kalau begitu, mohon bantuanmu selama sebulan ini” ucap Hyo Jin.

“Baik!” sahut Chanyeol.

“Terima kasih!” kata Hyo Jin.

“Untuk hari ini, bersih-bersih dan siapkan makan malam saja seadanya. Aku akan mengurung diri di ruang kerja.” Perintah Chanyeol.

“Baik…!” jawab Hyo Jin.

 

‘Dia memang tidak ramah, tapi dia baik hati.. syukurlah… aku pasti akan berjuang dengan serius!!’ batin Hyo Jin.

 

______ ooOOoo _______

 

Hyo Jin sedang berbenah rumah. Tiba-tiba alunan gitar Chanyeol terdengar Hyo Jin mengalihkan semua pikirannya pada pekerjaan.

 

‘Tadinya begitu niatku.. tapi sulit memendam rasa ingin tahuku sebagai seorang fans. Dia sedang membuat lagu. KEREN!’ batin Hyo Jin.

 

“Benar-benar tidak bisa…” ucap Chanyeol lalu meletakkan gitar disampingnya.

 

Hyo Jin jadi salah tingkah saat Chanyeol keluar dari ruang kerja.

“Hei.. sudah langsung mau melanggar perjanjian?” kata Chanyeol dengan muka serius.

“Ma..Maaf!” jawab Hyo Jin sambil tersenyum. Lanjutnya “Ini.. dari tadi, ponsel di ruang tamu ini tidak bisa berhenti bergetar…”

“Ah… paling telepon untuk mengingatkan deadline pembuatan lagunya sudah lewat.. aku telepon kembali sebentar. Bereskan kamar disana.” Kata Chanyeol sambil menunjuk kamar sebelah kamar mandi.

“Baik..” sahut Hyo Jin.

 

_______ ooOOoo _______

 

15 menit kemudian….

 

Saat didapur Hyo Jin memasak sambil melantunkan sebuah nada.

 

‘Melodinya enak. Chanyeol memang hebat. Hm.. sudah tidak sabar menunggu lagu barunya rilis’ batin Hyo Jin.

 

Posisi Hyo Jin yang sedang memasak tersentak kaget dengan suara Chanyeol yang memanggilnya.

“Hei.. kenapa kau tahu lagu itu…?” tanya Chanyeol.

“Maaf! Tadi sewaktu membereskan lembaran partitur, aku mengintipnya sedikit…” jawab Hyo Jin.

“Partitur…” kata Chanyeol heran.

“Iya..” jawab Hyo Jin.

“Kamu.. Main musik?” tanya Chanyeol kembali.

“…” Hyo Jin hanya mengangguk. Hyo Jin mengatakan semua tentangnya yang ikut klub musik disekolah.

“Oh, jadi kamu ikut klub musik…” kata Chanyeol.

“Ah! Tidak terlihat ya.. gini-gini aku vokalis, dan aku sangat suka main gitar.” Jawab Hyo Jin dengan percaya diri.

“Kau juga tampil di konser?” tanya Chanyeol lagi yang penasaran.

“Iya.. Ini konser pertamaku…” kata Hyo Jin.

 

‘Astaga… Tuhan, kenapa aku bicara seperti itu? Tidak seharunya aku mengatakannya…’ batin Hyo Jin.

 

“Kenapa tiba-tiba jadi murung?” tanya Chanyeol.

“Ah, tidak… rencananya mau tampil di konser pertamaku di acara festival sekolah. Tapi tidak jadi…” jawab Hyo Jin.

“Tidak jadi?” tanya Chanyeol yang bingung.

“Aku… aku ditolak oleh para anggota yang tadinya akan tampil bersamaku.. ha..” kata Hyo Jin sambil tersenyum kecil.

 

‘Padahal aku sudah berpikir akan impianku ini.. akan segera terwujud…’ batinnya.

 

“.. Kalau begitu tampil sendirian juga bisa, kan?” kata Chanyeol.

“Ma..mana bisa! Suaraku pas-pasan.. lagi pula, menyanyi sambil main gitar.. levelku belum pantas untuk tampil sendirian di depan banyak orang..” jawab Hyo Jin dengan ragu-ragu.

“Meskipun begitu, ada baiknya kamu coba.” Ucsp Chanyeol memberi semangat.

“Yang benar saja… tolong jangan bicara semudah itu.. Chanyeol kan jenius… mana mungkinbisa mengerti kegelisahanku.” Sahut Hyo Jin.

“Aku jenius….? Atas dasar apa kamu bicara seperti itu? Kamu tidak tahu apa-apa tentang diriku. Justru kamu yang jangan bicara semudah itu!” Tanya Chanyeol kembali.

 

Suasana seakan menjadi senyap, hening tanpa suara apapun. Ketegangan, penyesalan dan kegelisahan menghampiri Hyo Jin dan Chanyeol.

 

“Maaf..” kata Hyo Jin.

“Terserah kamu bilang apa, tapi aku tegaskan satu hal. Aku sama sekali bukan orang jenius. Aku hanya belajar sungguh-sungguh melakukan apa yang ada di depanku dan tidak mencoba untuk lari. Kerena itu, aku tidak pernah terima alasan kerna malu atau kerena tidak bisa melakukannya sendirian. Bagiku, kamu sekarang hanya terlihat sedang melarikan diri.” Sahut Chanyeol.

 

Hyo Jin serasa mengalami hujatan yang cukup melukai hatinya. Perasaannya seakan tertoreh pisau yang amat tajam. Bibir tipisnya tak mampu mengatakan sepatah kalimat untuk membela dirinya.

 

_______ ooOOoo _______

 

Malam pun tiba..

 

Didalam kamar, Hyo Jin duduk diatas kasur dan memaikan gitarnya. Ia teringat kembali dengan perkataan Chanyeol “Kamu sekarang hanya terlihat sedang melarikan diri.”

 

“Astaga.. lagi-lagi noise…” ucap Hyo Jin, lalu melanjutkan “Apalagi kalau harus menyanyi sambil memainkan gitar…”

 

‘Ternyata memang susah sekali… aku masih belum bisa palm muting’ batinnya.

 

Tiba-tiba dibalik pintu, amma memnaggil Hyo Jin.

“Hyo Jin?” panggil amma.

“Ah, amma!” jawab Hyo Jin menoleh pada seorang ibu yang sudah setengah baya itu.

“Belum tidur?” tanya amma.

“Iya, sebentar lagi.” Jawab Hyo Jin dengan lembut.

 

Tak lama setelah itu Hyo Jin merapikan semua perlengkapannnya. Lalu ia kembali ke atas kasur dan matanya lambat laun tertutup.

 

Keesokkan paginya…

 

“Bagaimana kalau berhenti kerja saja?” tanya amma.

“Eh!” Hyo Jin kaget mendengar perkataan amma.

“Tidak usah mencemaskan amma. Konsentrasi saja pada klubmu” lanjut amma.

“Tidak! Kerja sampingan itu sangat membantuku. Berkat kerja sampingan itu, aku berpikir untuk selalu mencoba berjuang” sahut Hyo Jin menenangkan amma.

 

‘Maka dari itu, kalau memang ingin melakukannya, lebih baik pakai lagunya EXO saja’ batin Hyo Jin.

 

_______ ooOOoo _______

 

Hyo Jin membereskan semua kertas-kertas yang berserakkan di ruang kerja Chanyeol sambil menari-nari.

 

‘Dia juga bilang, walaupun susah, apapun bisa dilakukan kalau serius’ batin Hyo Jin.

 

“Perlahan jari-jemariku sudah bisa merasakan. Sepertinya aku mulai mengerti tekniknya..” ucap Hyo Jin yang tak menyadari kehadiran Chanyeol.

“Hm..”

 

Hyo Jin tersentak kaget dan berbalik ia telah menemui Chanyeol berdiri tepat di belakangnya. Dengan persaan malu telah melakukan hal konyol ia hanya tersenyum dan berkata “Ada apa….?”

“Ternyata kau punya nyali juga untuk meniruku.” Kata Chanyeol.

“Ah… aku Cuma latihan sedikit” sahut Hyo Jin mencobak mengelak.

“Coba mainkan sebentar.” Kata Chanyeol memaksa.

“Eh! Mana bisa…” elak Hyo Jin.

“Sudah, coba saja.” Kata Chanyeol menyerahkan gitarnya.

 

Dengan perasaan ragu Hyo Jin akhirnya mengambil gitar milik Chanyeol.

 

‘Astaga, mimpi apa aku malam tadi, ya… ini gitar milik Chanyeol… tapi…’ batin Hyo Jin.

 

Jreng….

Belum selesai Hyo Jin memainkan sebuah lagu dari gitar itu, Chanyeol menyuruhnya berhenti, dan berkata “Berhenti… begitu gampangnya, nilaimu 45.”

 

‘Eh! Rendah sekali!’ batinnya.

 

“Ah! Nilai 45 itu terlalu rendah, kan..? padahal aku memainkannya dengan serius…” kata Hyo Jin membela dirinya.

 

Tanpa Banyak Komentar, Chanyeol langsung mengambil gitarnya. Saat Chanyeol memainkan sebuah lagu, Hyo Jin tak pernah mengedipkan matanya dan air matanya menggenang. Terpesona…. itulah yang dapat digambarkan dari wajah Hyo Jin saat melihat Chanyeol.

 

‘Sejenak, aku tertarik dalam dunia itu. Sekuat apa harus kukerahkan tenagaku agar bisa menggapainya’ batin Hyo Jin.

 

“Seperti ini baru 100.” Lirik Chanyeol pada Hyo Jin dan melanjutkan “Itu tanggisan kesal?”

“Maaf… Aku terharu…. ter.. ternyata Chanyeol memang jenius..” kata Hyo Jin.

 

‘Meskipun hanya sedikit, aku ingin mendekati levelnya’ batinnya.

_____________________________________________________________________________

 To be continued >> Part 2

 

 

 

 

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s