[FICLET] At One Time

AtOneTime PosterTittle:

At One Time

Author:

Ichiyomanza

Cast:

Oh Sehun

Xi Luhan

Gendre:

Sad, Family

Author’s Note:

DON’T BE SIDERS!

DON’T LIKE DON’T READ

Relates Post In : http://exohighschool.wordpress.com/

HAPPY READING!

———————————-

 

Q:“Dan saat waktu tak berpihak padamu? Apa yang kau lakukan?”

A:“Membiarkan semuanya berjalan begitu saja”

————————————

Bocah kecil yang tengah tidur tengkurap sambil menghisap ibu jari mungilnya. Bermaksud menjadikan-nya sebagai botol susunya. Dia tidur di sebuah ranjang kecil bergambar Pikachu. Dan tak lupa piama kecil yang bergambar karakter yang sama. Saat matahari tak kunjung menyibakkan tirai-tirai awan kelabu yang menutupinya, anak ini tak akan terusik. Dia akan tetap merasa ini malam, karena matahari seperti tidak menampakkan sinar. Dia betah tidur, pantas bila sang kakak menjulukinya ‘Pangeran Tidur’.

                PRANGGG!!

Rupanya suara sesuatu yang pecah itu membuat tidur bocah laki-laki itu terusik. Dia mengerjapkan matanya satu ,dua kali kemudian mengucek-ucek matanya, mencoba mengumpulkan kesadaran. Setelah ia rasa kesadaranya mulai menumpuk, bocah itu turun dari kasurnya dengan sedikit susah payah lalu mengambil sebuah kursi dan meletakkanya tepat di depan pintu kamarnya. Ia menaiki kursi itu lalu menggerakan gagang pintu agar terbuka.

                “Berhatsil!”, pekik suara kecil anak itu senang ketika, percobaanya membuka pintu kamar sendiri telah berhasil.

Bocah kecil itu mengembalikan lagi kursi itu ketempatnya semula lalu keluar dari pintu yang sudah terbuka. Ia berjalan dengan langkah-langkah kecilnya menuju kamar ayah dan ibunya. Bukanya lancang, hanya saja bocah kecil ini ingin orangtua-nya tau bahwa percobaanya kali ini telah berhasil. Setelah ia sampai kedepan pintu kamar ia mendorongnya pelan.

                “Tidak dikunci”, gumanya.

Saat ia masuk, ia tidak mendapati kedua orangtuanya ada disana. Bocah kecil itu beranjak dari kamar kedua orangtuanya dan lebih memilih memeriksa halaman depan. Ya mungkin di hari Minggu ini mereka sedang berkebun di taman depan rumah.

 Dan lagi-lagi ia tak mendapati kedua makhlukh itu ada disana.

                “Ittthh… thebenarnya Ayah dan Ibu kemana tih?”, bibir mungilnya mengeluarkan sebuah lontaran kesal dengan aksen cadel yang lucu.

 Bocah kecil itu kembali melangkahkan kakinya. Kali ini ia melangkahkan kakinya menuju dapur. Mungkin di hari Minggu seperti ini mereka sedang memasak. Disibakanya tirai yang menghubungkan antara ruang keluarga dengan dapur.Ketika bocah itu telah masuk kedalam dapur ia melebarkan matanya lalu tanganya yang munggil segera menutup mulutnya yang mengaga lebar.

Saat itu kakinya terasa lemas. Sehingga ia terjatuh, posisinya yang tadi berdiri kini menjadi berlutut. Bulir-bulir airmataturun dari pelupuk mata bocah laki-laki itu. Dia menangis karena ia tak percaya dengan apa yang irirs matanya tangkap sekarang. Mengenaskan. Yaitu mayat orangtuanya. Berlumuran darah dan tergelatak begitu saja.

                “A-ayah…”, Anak laki-laki itu memandang wajah ayahnya. Oh bukan ayak! Tapi mayat ayahnya.

                “I-ibu….”, kini pandanganya beralih pada sosok raga sang ibu yng terbaring tanpa nyawa. Juga.

                “Sehun!”, sebuah suara parau memanggil boch laki-laki bernama Sehun itu, membuatnya menoleh kearah sumber suara.

 Sekarang bocah itu merasa ada sesuatu yang aneh. Hati kecilnya menuduh sosok yang memanggilnya merupakan pembunuh kedua orangtuanya. Kakaknya, ah bukan tapi kakak angkatnya. Xi Luhan. Dia sedang berdiri tapi cara berdirinya itu tidak sempurna. Tangan kananya membawa benda yang menurut boch itu disebut ‘pistol’. Dan baju yang ia kenakan saat ini terkena air berwarna merah. Tidak. Bukan air, mungkin itu memang darah.

                “Ka-kakak, a-apa yang kau la-kukan?”, tanya anak itu dengan seluruh keberanianya.

                “Ka-kakak? Kakak hanya menunggumu bangun Sehun”, ujar sang kakak sambil melukis sebuah senyuman hangat pada si adik.

                “Lalu Ayah dan Ibu?”, tanya bocah itu lagi. Kali ini matanya melirik ka arah mayat kedua orangtuanya.

                “Mereka sedang tidur hari ini. Ayo kita nonton Pikachu”, sebenarnya bocah itu tidk percaya dengan apa yang si kakak katakan tapi kata ‘Pikachu’ membuatnya mengangguk segera. Tanpa memikirkan apa yang terjadi padanya setelah itu.

Sang kakak menggendong tubuh mungil adiknya, dan diajaknya pergi keruang keluarga. Dinyalkanya televisi dan dipencetnya channel 17. Channel faforit sang adik, dimana kartun faforitnya ditAyangkan. Si bocah langsung duduk didepan televisi sambil melihat dengan saksama seluk beluk kejadian dalam tayangan didepanya.

                “Sehun?”, panggil sang kakak dengan suara yang terdengar seperti orang menangis. Sehun-pun menoleh.

            “Eo? Kakak? Kenapa kau menangith”, ujar-nya sambil berlari kearah Luhan dan memeluknya.”Jangan menangith”, ujarnya sambil memasang tatapan penuh arti.

                “Kakak tidak menangis”, ujarnya ‘Tapi mianhae Sehun-ah’ tambahnya dalam hati. “Sudah lihatlah Pikachu-mu sana!”

Entah dirasuki apa Luhan. Ia mengangkat senapanya tadi dan menjejekarkanya hingga selaras dengan posisi kepala bagian belakang bocah kecil itu. Ia menutup mulutnya bermaksud menghentikan suara isakan-isakan yang keluar dari mulutnya.

                “Mi-mianhae Sehun-ah”, ujarnya pelan.

                DOR..!

-END-

“At one time, i die. Because murdered by my brother”

7 thoughts on “[FICLET] At One Time

  1. WOW…. aku speechless banget pas baca bagian terakhirnya. Luhan, OMG!!!
    Aku beneran gak nyngka aja. Luhan bakalan ngelakun itu ke Sehun juga.
    tp ya, siapa sih yg tau kejiwaan seseorg yg sebenernya itu gmn.
    Apalagi Luhan adalah ank angkat ternyata.
    Aku sampe yg mikir klw Luhan udh bunuh ortu nya, dia baklan hidup berdua aja sama adiknya, tapi ternyata cerita berkehendak lain. hehehe.

    terakhir, INI KEREN BANGET.
    hanya sedikit penasaran, disini usia Luhan berapa tahun ya?

    AND KEEP WRITING buat authornya untuk menghasilkan karya2 selanjtnya yg lebih bagus~

  2. Luhan Sadis >.< *timpuk Luhan* *digeplak sendal Luhan* -_-" keren thor, shrus'y da sequel, biar tau motif'y Luhan membunuh Keluarga'y Sehun itu apa? tpi seterah author deh😀. yg penting ini Daebak (y)
    sdikit tpi nylekit (?) .-.

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s