[Two-Shoot] You Don’t Know Love (Part 1)

YouDon'tKnoqLoveposter

 

Written by Ichiyomanza

Poster by Ichiyomanza

———————-

Gendre:

 Sad | Romance

Cast(s):

Park Chanyeol | Lee Ho Jung | Jung Soo Jung

Leght:

Two-Shoot (Part 1= 1.144 words)

Rating:

PG+13

Author’s Note:

Haiiii……, aku bawa sebuah ff absurd lagi. Kali ini terinspirasi dari lagu dan juga mv-nya K-Will yang terbaru yaitu You Don’t Know Love. Maaf kalau banyak typo bertebaran, saya kan juga manusia, jadi mohon dimaklumi. Ok! RCL-nya ne!

——————————-

Kamu berkata bahwa aku berubah. Bahwa aku tidak mengerti apa yang kukatakan. Bahwa cintaku mendingin tapi sebenarnya bukan itu…

Yeol….”, panggilnya pelan.

Hmmm…”, aku merespon panggilanya tanpa menoleh kearahnya.

“Kau berubah”, mendengar apa yang ia ucapkan aku-pun menoleh padanya sambil mengerutkan dahi.

Dia-pun menoleh kearah-ku. Seakan mengerti apa maksud kerutan didahiku ia segera berdiri. Dan menghembuskan sebuah nafas pelan. Aku yang semakin bingung hanya ikut berdiri.

“Kau jadi dingin, kau tak pernah semanis dulu lagi Yeol…”, katanya dengan wajah dan nada yang datar.

Aku lalu mengalihkan pandangan wajahku. Mengalihkanya melihat hamparan danau luas didepan mata. Ya, memang benar Dia-Lee Ho Jung-Kekasihku sudah kuperlakukan dingin, datar dan jika dilihat dari luar memang sepertinya hatiku telah membeku. Tapi sebenarnya tidak, bukan itu….

————————–

Aku hanya lelah, akankah kau membiarkanku pergi hanya untuk hari ini?
kenapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri….

“Siapa itu?”, tanyanya datar sambil melipat tangan didepan dadanya.

“Soo Jung, memangnya kenapa?”, tanyaku balik sambil menyandarkan bahuku ke pohon egg besar yang selalu menjadi tempat aku dan Hojung bersama.

“Gadis itu lagi…, kau pasti kerja kelompok kan?”, tanyanya lagi sambil membuat sebuah seringaian kecil yang sangat menyebalkan.

Ne…” ujarku pelan sambil memasang tatapan dingin kepadanya.

“Baiklah…, kalau kau pergi maka aku akan pulang sekarang. Kencani saja Soo Jung sekalian”, ujarnya sambil memberikan kunci motorku dengan cara yang tidak sopan.

Ohh.. ayolah Ho Jung-ah bisakah kau berhenti memikirkan dirimu sendiri? Berpikirlah yang jernih, kau lupa aku? Kekasihmu?

—————————

Kamu tidak tahu cinta, kamu hanya tahu dirimu sendiri, hentikan rengekanmu yang manja Kamu tetap tidak tahu tentang cinta, kamu hanya tahu dirimu sendiri, haruskah kukatakan itu agar kamu sadar?

“Kau tak paham Ho Jung-ah!”, bentak-ku padanya.

“Kau yang tak paham!”, balasnya tak kalah sengit.

“Kau hanya bisa merengek kapan kau bisa jadi dewasa ha.. hentikan rengekanmu itu Ho Jung-ah!”, bentak-ku lagi sampil mencoba mendekati dirinya yang terus mundur.

“Aku tak mere-“

“Kau tak mengerti Ho Jung-ah”, racauku  sambil mengacak rambutku frustasi.

Kapan kau akan mengerti Ho Jung? Taukah kau selama ini kau hanya memikirkan dirimmu sendiri? Merasakah dirimu bahwa kau tak mengerti apa itu cinta? Rasa yang sudah kita bangun bersama-sama? Ingat?

Bukan itu, mengapa kamu menjadi sangat kuno? Bukan itu apa yang kumaksudkan…

Aku membuatmu menangis tanpa menyadarinya, aku tahu..

“Aku mengerti! Kau dingin padaku! Kau membenciku!”, ujarnya sambil menujuk-nunjuk dadaku. Matanya berlinang airmata. Sungguh…, aku tak tahan melihatnya menangis.

“Tidak….. bukan itu Ho Jung-ah..”, ujar-ku lirih sambil mencoba menghentikan sungai airmata dipipi mulusnya. Namun ia menolaknya.

“Kau jahat Yeol ! Kadang aku berpikir masih pantaskah kau kupanggil dengan panggilan sayang ‘Yeol’ ?”, aku menunduk, aku tak kuasa menahan airmataku. Oh Park Chanyeol kau sungguhlah menyedihkan.

—————————

Mengapa kamu menjadi sangat kuno? kata-kata itu keluar begitu saja sebelum kusadar,Apa yang harus kulakukan? tolong biarkan aku pergi kali ini…

“De-dengrkan a-aku kumohon Ho Jung-ah…”, racauku sambil memegang bahunya namun ia segera mengelaknya.

“Sudah kubilang kan? Pergi dari sini!”

“Kau kuno sekali! Kau tak mengerti apa yang aku bicarakan! Kau bodoh!”

Usai ia mendengar bentakanku. Ia membalikan badan kearahku, pipinya kini basah oleh airmata. Aku tahu hatinya pasti robek karena kalimat itu memang menyakitkan.

—————————

Ayo berpisah,akhiri semua disini–kamu mengatakan semua itu dengan mudahnya…
Aku tidak mengerti, aku tahu kamu hanya sedikit bingung-tolong berhentilah..
Mengapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri?

“Ayo berpisah, kita akhiri saja semuanya”,  ujarmu tanpa beban sedikitpun. Aku hanya menatapmu tak percaya.

“Kau?”

“Ya, aku sudah tak tahan berpacaran dengan pria dingin sepertimu Chanyeol-ssi!”, bentaknya sambil menunjuk-nunjuk-ku kasar.

“Hey! Aku tak dingin! Hanya kau saja yang keras kepala!” elak-ku sambil berjalan mundur. Aku membuang muka darinya.

Ia menolek bahuku, aku hanya menoleh dengan sebuah ekspresi datar.

“Ini milikmu, kita sudah selesai sekarang.”, katanya sambil memberikan cincin itu…, cincin yang kuberikan padanya saat pertamakali kita memulai hubugan ini.

Kemudian ia pergi, aku hanya bisa menatap punggungnya yang semakin menjauh dengan sebuah tatapan marah, benci, sedih arrgghhh… ini susah didefinisikan menjadi kata-kata. Ho Jung-ah apa kau sungguh-sungguh tak mengerti cinta?

Aku melempar cincin yang ‘dahulu’ merupakan miliknya itu. Biarkan saja rubah memakanya, atau malaikat kematian memakainya aku tak peduli. Aku mengacak rambutku frustasi. Tidak, kau tak mengerti cinta Ho Jung-ah ini bukan akhir yang aku harapkan.

—————————

Aku mungkin terlihat acuh tak acuh, tapi dalam hatiku hanya kamu..hanya kamu..Kamu tidak tahu cinta, kamu hanya tahu dirimu sendiri, hentikan rengekanmu yang manja.

Jam weker-ku berbunyi nyaring. Sangat malas untuk bangun hari ini. Aku mengambil ponselku. Hanya sebuah pesan lama dari Ho Jung kemarin. Aku hanya menghembuskan napas beratku lalu segera berlalu ke kamar mandi.

“Hey, Ho Jung-ah, sekarang apa yang kau lakukan ha?”, baiklah aku mungkin terlihat seperti orang gila karena telah berbicara dengan sebuah kaca didepanku.

Aku hanya merengut lalu segera menuangkan pasta gigi ke sikat gigi dan aku-pun mulai membersihkan gigi putihku agar semakin putih. Hahahaha… aku akui aku tak bisa terlihat ‘normal’ tanpa Ho Jung.

—————————

Aku pergi ke dapur. Mengambil sepasang roti dan membuat segela susu. Kunyalakan alat panggangnya lalu kumasukan kedalamnya roti itu.

TINGGG…

Rotinya sudah siap, ku ambil dan kugigit roti itu asal. Setelah membuat roti itu berkurang sedikit aku letakkan lembaran roti itu keatas gelas susuku yang masih panas. Aku akui aku tidak pandai membuat susu-_-

Aku duduk disofa apartemen-ku sambil mengambil remot. Aku nyalakan bongkahan televisi didepanku dan jari-jariku mulai bergerak liar memencet-mencet tombol remot. Membosankan. Karena aku bosan aku-pun menulis sebuah rangkaian lagu………….. Lagu untuknya. Lee Ho Jung. Mantan kekasihku.

Byeonhaedaneun mal yeonghoni eobdan ne mal
Sarangi sigeoda geugeon aniya
Pigonhae geurae ddag oneulman chamajulae
Wae neoman saenggakhae

Gakkeum amu maldo an haedo geunyeong isseojullae
Geuge geureohke eoryeo-ungeoni?
Geuman jom nal goerobhigo sum swil su ittge mandeureojwo

Sarangeul molla neon neobagge jal molla eorinae gateun tujeongeun geuman hae jullae
Neon yeojeonhi sarangeul molla neon neobakke jal molla ggog malhaejwo yeonae mameul algeni

Geuge anindae chonseureobge naege wae irae nae mareun geureon ddeusi anindae
Nado moreuge neoreul ulge mandeureo nado jal aneunde
Cheonseureobge jakku waeirae saenggakboda mali deo ppareuge nawa eotteokhae hanbeonman nungamajwo

He-eojijan mal ggeutnaeja haneun geu mal cham swibge hajiman
Ihaega andwae tujeonginjeon aljiman jebal geumanhaejwo wae neoman saenggakhae

Gakkeum amu maldo na haedo geunyang isseojullae geuke gereohke eoryeoungeoni?
Geuman jom nal gwirobhi go sum swil su ittge mandeureojwo

Sarangeul molla neon neobagge jal molla eorinae gateun tujeongeun geuman hae jullae
Neon yeojeonhi sarangeul molla neon neobakke jal molla ggog malhaejwo yeonae mameul algeni

Geuge anindae chonseureobge naege wae irae nae mareun geureon ddeusi anindae
Nado moreuge neoreul ulge mandeureo nado jal aneunde
Cheonseureobge jakku waeirae saenggakboda mali deo ppareuge nawa eotteokhae hanbeonman nungamajwo

Musimhan deuboyeodo nae maeumeun neo ppuniya neo ppuniya
Hangsang nega dahneun georeoe nan yeogie ittneunde

Sarangeul molla neon neobagge jal molla eorinae gateun tujeongeun geuman hae jullae
Neon yeojeonhi sarangeul molla neon neobakke jal molla ggog malhaejwo yeonae mameul algeni

Geuge anindae chonseureobge naege wae irae nae mareun geureon ddeusi anindae
Nado moreuge neoreul ulge mandeureo nado jal aneunde
Cheonseureobge jakku waeirae saenggakboda mali deo ppareuge nawa eotteokhae hanbeonman nungamajwo

-TBC-

2 thoughts on “[Two-Shoot] You Don’t Know Love (Part 1)

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s