BEAUTY & BEAST – CHAPTER 8

Beauty & Beast Chapter 8

Beauty & Beast – Chapter 8

Author : Choi Seung Jin @cseungjinnie

Genre : Fantasy, Historical, Supernatural, OOC

Ranting : General Audience

Length : Chaptered

Main Cast :

EXO in English Name

Supporting Cast :

Evanna Lynch as Amelia (OC)

Jessica SNSD as Jessica

Sulli f(x) as Sulli

Minho SHINee as Minho

Henry SJ-M as Henry

Prolog | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7

Note :

  • SEMUA MEMBER EXO MEMILIKI UMUR YANG SETARA, YAITU 17 TAHUN!! Buat yang menurut readers gak cocok untuk usia 17 tahun, anggap saja muka mereka itu boros’-‘)
  • Ingatlah English name para member EXO. Karena author akan menggunakan nama itu daripada real name atau stage name mereka.
  • English name para member EXO author dapatkan dari http://ohsehunnie1.com/post/43130943930/exos-english-spanish-and-french-names

DON’T FORGET TO COMMENT! PLEASE RESPECT!

****

Annyeong readers^^ Akhirnya Jinnie balik lagi setelah hiatus beratus-ratus tahun #lebayy. Maaf ya buat yang udah nunggu chapter 8 ini. Dari kemarin Jinnie sibuk banget ._. Warning for this chapter, chapter ini rada gakje gitu. Tapi setidaknya bakal ada perkenala lebih dalam tentang berberapa supporting cast. Bakal ada kejutan juga di chapter ini.

Udah gak sabar yaa wkwkwk😄 Okey… Happy reading^^

***********

Dengan hilangnya Edison, formasi para Wolf Boys menjadi menjadi pincang karena kekurangan 1 anggota paling berpengaruh diantara mereka. Dugaan buruk yang akan terjadi adalah serangan vampire secara kecil ataupun besar demi mencari Edison. Namun dengan tidak ada Edison diantara mereka, penyerangan itu mungkin akan menjadi sia-sia.

Bagaimanapun juga, mereka harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

Namun keadaan ini membuat keretakan pada mereka bersebelas. Tidak terlihat latihan bersama seperti yang biasa mereka lakukan. Mereka terlihat latihan sendiri-sendiri ditempat yang berbeda.

Kevin terlihat termenung sendiri diatas dahan sebuah pohon pinus di tengah hutan. Mudah untuknya mencapai ketinggian itu hanya dengan sekali lompatan berkat kekuatannya yang bisa terbang. Semenjak hilangnya Edison, Kevin lebih memilih untuk menghabiskan waktunya sendirian.

Dan membuatnya bertambah galau adalah sudah berberapa hari dia tidak bertemu Jessica. Dia memang sedang menjauhkan diri dari Jessica demi keselamatan gadis yang disayanginya itu. Dia tidak bisa bayangkan bagaimana berbahayanya posisi Jessica jika gadis itu tahu jati dirinya yang sesungguhnya. Apalagi jika para vampire itu tahu tentang hubungannya dengan Jessica. Bisa-bisa mereka akan memanfaatkan Jessica untuk sesuatu yang buruk. Apa bisa dia membiarkan hal itu terjadi?

“KEVIN!!!”

Suara yang begitu ia kenal melintas masuk ke dalam indera pendengaran Kevin. Suara yang sudah tidak asing lagi dan hanya ada satu orang yang mempunyai suara manis seperti itu.

Kevin menundukkan jauh melihat ke bawah. Yeoja berambut coklat yang sangat dikenalnya dengan kulit cantik yang memancarkan indah sinar matahari seperti terpantul dari berlian. Jessica sudah berdiri di kaki pohon, mendongakkan kepalanya.

“SEDANG APA KAU DISANA?” Kata Jessica berteriak. Jika dia tidak berteriak, Kevin mungkin tidak bisa mendengar suara manisnya itu.

“KAU SENDIRI SEDANG APA DISINI?” Kata Kevin balik berteriak.

“Bagaimana kau bisa naik kesana? Turun!”

“Sebaiknya kau pergi, Jess.”

Jessica terkejut saat kata-kata itu keluar dari mulut Kevin. Tidak pernah Kevin berkata seperti itu padanya. Pria itu terlihat tidak dalam mood yang baik.

“Ada apa, Vin? Jika kau ada masalah, kita bisa bicarakan itu. Turunlah!” Kata Jessica berusaha memahami situasi Kevin, meski dia tidak tahu apa.

“Percayalah, Jess. Kau tidak akan mau terus berada didekatku,” kata Kevin dingin, mencoba membuat Jessica setidaknya pergi menjauh darinya.

“Apa maksudmu?”

“Kau tidak bisa terus ada didekatku. Jadi sebaiknya kau pergi.”

Kata-kata Kevin terlalu kasar untuk diucapkan kepada perempuan. Begitulah menurut Jessica yang seperti dihujani beribu anak panah yang membuatnya sakit.

“Kevin..”

“Pergilah, Jess!”

“Tapi–”

“AKU BILANG PERGI!!”

Tiga kalimat itu sudah cukup membuat hati Jessica sakit. Tanpa bilang apa-apa lagi, perempuan itu membalikkan wajahnya– menyembunyikan air mata dari laki-laki yang telah membentaknya kasar. Dia melangkah pergi meninggalkan Kevin– yang tidak kalah sakitnya karena harus menyakiti perempuan yang ia cintai.

****

Keadaan semakin sulit bagi para Vampire. Meskipun mereka sudah tahu siapa Black Pearl sebenarnya, tapi masalahnya adalah Black Pearl kini menghilang. Bahkan para Wolf Boys tidak ada yang tahu dia kemana.

Meski begitu, Minho tetap terlihat santai. Tidak ada tanda-tanda wajah frustasi bahkan kesal. Dia sudah punya rencana lain. Setiap ada plan A, pasti ada plan B bahkan plan C. Begitulah menurut Minho.

Dia sudah menyiapkan rencana. Tidak hanya satu tetapi 3 rencana yang akan dilaksanakannya secara bertahap.

“Gadis itu…” Gumam Minho. “Bisa kita jadikan taruhan terakhir kita. Dijamin mereka tidak akan mau mengorbankan nyawa gadis ini. Terlebih pacarnya itu.”

Minho nampak seperti membicarakan seseorang yang menjadi bagian dari rencananya untuk mendapatkan ke-12 kekuatan Mortem untuk mengusai dunia dan membuat kerajaan Vampire di seluruh penjuru dunia.

“Henry, kau tangkap pak tua itu!” Perintah Minho. “Huft.. Kita akan banyak kerepotan dengan sandera yang akan menginap di rumah kita ini!”

Henry menghilang cepat secepat kilat. Kini di ruangan bundar itu hanya tinggal Minho dan Sulli. Seperti Sulli juga akan mendapatkan tugas demi kesuksesan mereka atau lebih tepatnya kesuksesan Minho.

“Baiklah, Sulli. Kau tau apa yang harus kau lakukan? Bongkar identitas Half-Blood itu. Itu akan mempermudah kita memusnahkannya. Dia sangat berbahaya bagi kita,” perintah Minho lagi.

Awalnya Sulli diam. Minho tahu apa yang harus ia lakukan agar perempuan ini berambisi dalam menjalankan misinya, yaitu dengan mengungkit masa lalunya dan menjanjikan masa depan cerah.

“Kau masih mencintai serigala itu, kan? Kau tidak ingin bersama lagi dengannya? Dan ingat karena siapa kau diusir, Sulli. Pada saatnya tiba, Blackhowl bisa kembali padamu dan kau bisa membunuh Fleur yang telah merusak hubunganmu.”

Ruangan itu kini hanya tersisa Minho seiring menghilangnya Sulli yang dengan cepat melaksanakan tugasnya demi masa depan yang selama ini dijanjikan Minho.

****

Waktu ternyata dimanfaatkan Leo untuk bisa lebih dekat dengan Amy. Gadis yang berhasil menarik perhatiannya. Mencari kesempatan dalam kesempitan mungkin ibarat yang tepat untuk Leo saat ini.

“After Edison gone,  I never see you together anymore. Terkadang aku cemas melihatnya,” kata Amy bersimpati.

Leo dan Amy berjalan-jalan di hutan entah arahnya kemana yang terpenting mereka bisa menghabiskan waktu berdua. Diselingi obrolan ringan akan membuat waktu berdua mereka tidak akan terasa membosankan.

“Aku sendiri terlalu pusing untuk memikirkannya. Masalah yang sedang kami pikirkan adalah kami tidak tahu dimana Edison sekarang atau aman kah dia sekarang. Dia bagian penting dari kelompok ini. Jika sesuatu yanh buruk terjadi padanya, tamat lah sudah riwayat kita,” ujar Leo berpendapat, mencurahkan keluh kesahnya.

“Ngomong-ngomong, pacarmu tinggal di London, ya?” Tanya Amy frontal.

“Pacar?” Ulang Leo kaget.

“Ku dengar dari Richard, katanya kau punya pacar dan pacarmu memberikan hadiah natal kemarin. Benar, kan?” Kata Amy mencoba memastikan tentang gosip yang ia dengar dari si Happy Virus, Richard.

“Tidak. Bukan.. Saat yang lain melihat ku membuka kado dari mu, mereka bertanya siapa yang mengirimkan kado. Aku tidak bisa bilang kalau kado itu darimu. Jadi aku bilang saja dari pacarku yang di London, tapi sebenarnya aku tidak punya pacar. Aku berani bersumpah kalau aku tidak punya pacar,” jelas Leo panjang lebar.

Amy tertawa pelan. “Jadi.. Kau bilang aku ini pacarmu?”

Wajah Leo memerah karena menahan rasa malu. Memang.. Secara tidak langsung Leo mengatakan bahwa Amy adalah pacaranya, meskipun tidak ada niatan untuk bilang seperti itu.

“Tidak.. Aku hanya tidak ingin ada salah paham antara aku dan Will. Jadi aku bilang seperti itu.”

“Kenapa harus ada salah paham antara kau dan Will? Kita kan hanya berteman dan Will adalah sahabatku sejak SD. Jadi, salah paham tentang apa?”

Leo tersenyum tipis menyambut setiap kata yang diucapkan oleh gadis itu. Tidak bisa dibantah lagi bahwa dia menyukai Amy. Sayangnya, posisi Amy saat ini sangat membahayakan. Terlebih karena para vampire itu sudah tahu tentang Amy.

“Leo..” Kata Amy pelan. “Ceritakan soal Sulli dong!”

“Sulli? Kenapa tiba-tiba kau menanyakannya?” Tanya Leo.

“Aku penasaran, kenapa wanita secantik dia bisa menjadi seorang vampire yang kejam begitu.”

Sulli. Lahir pada tahun 1807 sebagai putri bungsu Ratu yang menjabat saat itu. Dia sangat terkenal dan seluruh penjuru Inggris menyayanginya.

Suatu hari, dia bertemu werewolf berbulu hitam yang dapat menjelma menjadi manusia ataupun menjadi serigala hitam berukuran raksasa. Pada awalnya dia merasa ketakutan. Namun lama-kelamaan terjalin cinta terlarang antara mereka.

Bukan hanya sang Ratu yang pasti tidak akan suka jika hubungan antara Sulli dan Werewolf bernama Blackhowl sampai ketahuan, tapi kelompok werewolf juga tidak akan setuju. Terlebih werewolf betina pemilik kekuatan Flight bernama Fleur yang telah mencintai Blackhowl selama bertahun-tahun.

Hal tidak diinginkanpun terjadi. Hubungan Blackhowl dan Sulli diketahui oleh Fleur. Fleur menjadi murka dan menyerang kerajaan Inggris bersama dengan werewolf yang lain. Karena hal itu pun Ratu menjadi tahu tentang hubungan terlarang putrinya.

Sang Ratu mengusir Sulli dari kerajaan. Semenjak itu Sulli menghilang dengan rasa dendamnya pada Fleur dan bersumpah ingin menghancurkan semua werewolf. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Minho yang bersedia merubahnya dan membantunya dalam niatnya untuk membalaskan dendam.

Bersama Minho, dia berhasil membunuh kaum werewolf Mortem yang bisa mereka temukan, kecuali 12 Mortem, termasuk Blackhowl dan Fleur.

“Wow..” Gumam Amy. “How did you know that?”

“Aku sempat membaca pikirannya saat penyerangan pertama. Mudah untuk menerobos seluruh ingatannya. Meskipun aku tidak bisa mencerna semuanya,” ujar Leo bangga dengan kekuatannya.

“Jadi.. Fleur itu… Bukankah dia Mortem milik Kevin? Dan Blackhowl adalah milik Edision. Pantas saja mereka selalu terlihat dekat,” ujar Amy.

“Ya, memang. Dendam Sulli kepada Fleur sangat besar, juga rasa cintanya kepada Blackhowl yang sama besar. Minho memanfaatkannya untuk memancing amarah Sulli untuk menyerang kita. Sulli memiliki kekuatan yang mengerikan saat dia marah,” ujar Leo.

“Sudah ku duga.”

Seseorang berdiri tepat didepan Amy dan Leo. Dengan wajah cemburu dan kesal, Will datang mengacau karena dia tidak bisa membiarkan Leo mendapatkan Amy.

“Will!” Seru Amy terkejut saat melihat sosok Will yang sudah ada didepannya. Amy begitu gugup saat melihat wajah Will yang terlihat marah padanya karena sebelumnya dia berbohong pada Will.

“Kau bilang, kau tidak akan pergi kemanapun karena tugas biologi. Tapi yang kutemukan.. Kau malah pergi ke hutan dimana kau seharusnya tetap disekolah,” ucap Will emosi. Dia tidak bisa menahan amarahnya meskipun itu pada sahabatnya sendiri.

“Maaf, Will… Aku..” Kata Amy terbata-bata. Dia merasa sangat bersalah pada Will. Seharusnya dia tidak berbohong kepada laki-laki yang telah menjadi sahabatnya sejak SD itu.

“Kau jangan menyalahkannya. Ini semua salahku. Aku yang mengajaknya.” Leo berusaha membela Amy dengan menjadikan dirinya sebagai orang yang patut Will salahkan.

Will terlihat begitu marah dan kecewa. Baik kepada Amy maupun Leo. “Kau ini memang salah! Sebaiknya kau diam!” Kata Will dengan membentak.

“Will! Sudahlah! Aku yang salah.”

Amy khawatir akan ada perkelahian disini. Dari wajah Will, terbaca jelas ia ingin melayangkap sebuah pukulan keras ke arah wajah Leo.

“Kau masih saja membelanya. Kau berubah sejak ada dia,” kata Will menunjuk Leo. Kecemburuan Will sudah terlampau batas karena rasa cintanya kepada Amy sudah berubah semakin jauh.

“Berubah?” Ulang Amy tak percaya. Matanya sudah berkaca-kaca seperti menahan tangis.

“Ya, kau berubah. Kemana Amy yang selama ini ada disampingku?”

“Tapi…” Air mata Amy sudah menggenang dan siap jatuh. Sekarang ia bingung. Dia tidak pernah menyadari bahwa Will telah menganggapnya berubah atau mungkin Will lah yang telah berubah.

“Kau jangan terus menyalahkannya!” Kini Leo maju untuk membela Amy. Nada bicaranya sudah berubah. Caranya berbicarapun sudah seperti membentak.

“Kau mau membelanya dan bilang bahwa kau yang patut disalahkan? Kau memang salah, Leo. Seharusnya kau tidak pernah datang–”

“WILL!” Kini Amy yang membentak Will, menyuruh laki-laki itu tidak melanjutkan kata-katanya.

“APA? Dia memang tidak seharusnya disini sejak awal. Seharusnya Pak Jim tidak pernah menemukannya!!”

BUGG..

Sebuah pukulan keras mendarat tepat di pelipis Will. Meyisakan memar diatas milky-skin Will. Leo tampak sudah geram dengan setiap kata-kata pedas yang dilontarkan Will.

“SUDAH CUKUP!!” Teriak Leo emosi.

Will melemparkan pandangan tajam pada laki-laki yang telah berani memukulnya keras. Amarahnya tidak kalah tak terkendali. Emosi telah mengusai dan memicu Gregor, Healling Mortem untuk mengeluarkan kekuatannya. Dia berubah menjadi seekor serigala raksasa menyeramkan yang penuh amarah dengan taring-taring tajam yang siap untuk mengoyak-ngoyak daging yang ada didepannya.

“Will! Kumohon kontrol emosimu! Kau tidak perlu berbuah seperti ini,” pinta Amy, tapi Will tidak mendengarkan sama sekali.

“Biarkan, Amy! Jika dia maunya seperti ini, baiklah,” kata Leo yang ingin meladeni tantangan Will yang telah berubah menjadi jelmaan Gregor yang menyeramkan.

“Tidak! Tidak boleh ada perkelahian disini! Leo, kumohon!” Meskipun Amy sudah meminta dengan sangat pada Leo, tapi sudah terlambat karena Leo sudah merubah dirinya menjadi jelmaan Xender dengan tatapan menyeramkan membalas tatapan tajam Will.

Kedua anjing raksasa itu sudah siap untuk menyerang satu sama lain. Geraman mereka terdengar keras diantara sela-sela pepohonan yang tinggi menjulang di dalam hutan. Jarak antara mereka sekitar 10 meter jauhnya dan mereka berdua mulai berlari untuk menyerang satu sama.

Seekor serigala putih melompat dan mendarat tepat diantara jarak Will dan Leo sehingga mereka berdua harus menghentikan langkahnya. Serigala putih itu mengeram marah melihat dua anggota kelompoknya hampir terlibat perkelahian. Jelmaan serigala bernama Fleur terlihat emosi dan kecewa. Dia terus mengeluarkan suara geraman sebagai perintah untuk berhenti.

Kris tidak berhenti meraung keras pada Leo Will yang terus berusaha untuk saling menyerang.

“Berhenti kalian berdua!!” Perintah Kris dengan bahasa serigala yang pasti akan dimengerti oleh Will dan Leo. Leo dan Will diam meski dalam pikiran mereka masih ingin saling menyerang.

“Bukan kalian sudah pernah ku peringatkan? Jangan pernah ada perkelahian di kelompok ini!”

Tidak ada yang berani menjawab Kevin. Kevin tampak lebih mengerikan sangat marah, apalagi saat wujudnya telah berubah.

“Sekarang, kembali pada wujud kalian!”

Meski berat, Will dan Leo kembali pada wujud normal mereka. Mereka masih saling menatap dingin– saling membenci satu sama lain. Hal itu tentu membuat Kevin marah dan kecewa.

“Kenapa kalian ingin berkelahi, huh? Dengan wujud serigala? Apa kalian sudah gila?” Kevin marah dan terus mehujani Leo dan Will dengan kata-kata keras.

Leo dan Will diam, tidak menjawab setiap perkataan maupun pertanyaan Kevin. Bahkan mereka berdua tidak ingin saling menatap satu sama lain.

“Kevin, mereka berkelahi karena aku. Maafkan aku. Seharusnya aku bisa mencegah mereka untuk berkelahi,” kata Amy disela hardikkan Kevin.

“Kalian berkelahi karena perempuan?? Aku sudah bilang kan, jangan sampai berkelahi karena perempuan!” Kevin semakin marah saat ia tahu penyebab kedua anggotanya berkelahi karena satu perempuan. Kevin sangat tidak suka hal itu.

“Perempuan memang membuat masalah, ya?”

Suara mengganggu yang datang dari seorang makhluk dingin yang kedatangannya tak pernah diharapkan. Sulli tersenyum dengan liciknya melihat 2 dari musuhnya sedang berkelahi. Sesuai dengan rencananya, subjek yang ia butuhkan ada ditempat dan ada cukup orang untuk diberitahu sedikit rahasian.

“Kau!” Tunjuk Leo geram saat melihat sosok yang pernah menyerangnya hingga terluka parah berdiri sekitar 100 meter didepannya.

“Tenanglah.. Aku kesini bukan ingin bertarung dengan kalian,” ucap Sulli santai. Dia berjalan perlahan mendekati empat orang dengan kewaspadaan tinggi padanya.

“Lalu apa mau mu?” Tanya Will tegas.

Sulli tersenyum sinis. “Aku ingin bicara pada teman kecil hasil karyaku dulu.”

Will melempar tatapan pada Sulli. Seakan menyuruh wanita itu untuk menutup mulutnya sebelum dia membongkar rahasia yang ingin ia bongkar.

“Maksudmu?”

“Aku ingat malam itu. Saat aku mencicipi darah seorang wanita yang sedang mengandung anak pertamanya–”

“Sebaiknya kau diam, Vampire!” Perintah Will menyuruh Sulli untuk tidak melanjutkan ceritanya. Namun Sulli tidak memperdulikan Will. Dia tetap melanjutkan ceritanya.

“–Karena racunku, wanita itu harus melahirkan bayinya lebih cepat dari seharusnya–”

“CUKUP!! DIAM!!” Will berteriak.

“–Bayi itu lahir berbeda karena racunku dan si wanita mati setelah melahirkan bayi kecilnya yang cantik–”

“KU BILANG DIAM!!”

Will berlari dan seketika berubah menjadi serigala raksasa. Dia menyerang Sulli supaya wanita itu tidak bicara lebih jauh sebelum Leo dan Kevin tahu yang sebenarnya.

Sulli cepat bertindak dengan melompat ke atas dahan pohon yang tidak bisa dijangkau Will. Dia sama sekali tidak ingin meladeni Will. Dia hanya fokus pada misinya membongkar rahasia pada Wolf Boys yang bisa ia bocorkan.

“Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kau menceritakan cerita-cerita mengerikanmu?” Kata Leo berusaha mencari tahu sebenarnya apa yang Sulli maksudkan dari tadi.

Amy yang sedari tadi diam semenjak Sulli datang, sekarang bercucuran keringat dingin. Jantungnya berdebar kencang saat mendengar cerita Sulli. Kekhawatiran telah menyelimuti perasaannya sekarang. Apalagi sampai Sulli menyelesaikan ceritanya.

“Gadis kecil itu telah tumbuh menjadi Half-Blood Vampire hingga sekarang…” Kata Sulli yang menggantungkan perkataannya. Sementara Will terus menggong-gong keras dibawah pohon.

“…dan gadis itu berdiri bersama kalian.”

Will menabrakkan dirinya keras ke batang pohon pinus yang dipijaki Sulli hingga tumbang. Dia berusaha mengejar Sulli dan mengoyak-oyak makhluk jahat itu. Sayangnya Sulli sudah menghilang cepat ditelan kesunyian hutan.

“Amy.. Kau!” Leo menunjuk Amy tak percaya. Kevin tidak kalah terkejutnya.

“Aku… Aku bisa jelaskan–”

“Kau bagian dari mereka?” Ucap Leo menegaskan.

“Tidak, Leo. Aku bukan bagian dari mereka. Aku..”

“Itu sebabnya kau selalu dianggap berbeda oleh orang-orang?” Leo tampak begitu shock saat mengetahui bahwa kenyataan mengatakan Amy adalah Half-Blood Vampire. Mau setengah ataupun satu, menurut Leo itu sama saja. Dia telah membenci vampire dan sekarang… Gadis yang disukai adalah seorang vampire– lebih tepatnya setengah vampire.

“Dia bukan bagian dari mereka!” Kata Will tegas membela Amy. Dia sudah tahu kebenarannya tentang Amy sejak lama dan dia pernah bersumpah untuk menjaga rahasia ini.

“Kau sudah tahu?” Tanya Leo lagi. Dia terlalu banyak tanya karena masih tidak bisa mencerna dengan baik apa yang baru saja terjadi.

“Aku minta maaf, Leo–”

Amy meraih tangan Leo, namun dia menampisnya. Dia begitu kecewa yang bisa terlihat dari bagaimana ia menatap Amy saat ini. Dia berlari pergi meninggalkan Amy yang disusul Kevin dengan keduanya berubah menjadi serigala.

Air mata Amy sudah jatuh saat memandangi sosok Leo yang terlah berlalu meninggialkannya dengan penuh kekecewaan. Meski ada Will yang akan terus disisinya, namun hatinya tetap terasa sakit.

“Maaf aku tidak bisa menemati janjiku,” kata Will pelan. Meski Amy sudah menyembunyikan wajahnya, namun Will masih bisa melihat air mata di wajah cantik itu.

“Tidak apa-apa, Will. Semua rahasia pasti akan ketahuan saja. Hanya saja terkadang waktunya tidak tepat.” Amy berusaha untuk menyenangkan dirinya sendiri dan membuat Will tidak terlalu merasa bersalah.

Dia mengusap air matanya dan mencoba untuk lebih tenang. Namun kesedihan tidak pernah bisa ditutupi.

“Ayo.. Ku antarkan kau pulang.”

To be continue

 

Gimana readers? Makin penasarankah? atau malah makin bosen? ._. Maaf deh kalau ceritanya makin gakje. Terima kasih buat readers yang setia membaca Serial BB ini^^ Terutama yang suka COMMENT🙂

Ditunggu chapter 9 nya. Bakal ada kejadian seru dan mengejutkan yang akan memuaskan hati readers sekalian^^ Jangan lupa untuk COMMENT yaa🙂 Kritik dan saran juga diterima kok disini.

Sekalian… Jinnie mau promote instagram Jinnie hahah… Follow instagram Jinnie di celline_li  ^^ Follback tinggal minta aja heheh.. Jinnie gak pelit follback kok :)

14 thoughts on “BEAUTY & BEAST – CHAPTER 8

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s