Baby, I’m Sorry (Chapter 4)

jellokey2

Baby, I’m Sorry

 

Tittle                           : Baby, I’m Sorry (Chapter 4)

Author                       : Jellokey

Main Cast                  :

Kim Jong In (Kai of EXO)

Kang Jeo Rin(OC)

Support Cast            :

Kim Taehyung (V of BTS)

Byun Baek-hyun (Baek Hyun of EXO)

Oh Se-hoon (Se Hun of EXO)

Lu Han (Lu Han of EXO)

Park Chan-yeol (Chan Yeol of EXO)

Park Jimin (Jimin of BTS)

And others

Length                        : Chaptered

Genre                         : Romance

Rating                         : PG-17

Disclaimer                 : Cerita ini milik saya. Dilarang plagiat dan copy paste. Don’t bash!

Poster                        : G.Lin by http://cafeposterart.wordpress.com

 Don’t be sider!!

“Jangan tinggalkan aku.” Kai memeluk Jeo Rin erat.

“Aku menyukaimu. Aku mencintaimu sejak dulu. Mungkin kau tidak percaya, tapi perasaan anak-anak tidak pernah bohong, Jeolin.” Jeo Rin mengelus punggung Kai. Apa Kai sungguh-sungguh?

“Jangan tinggalkan aku lagi. Sudah cukup kau membuatku menunggu.” Lirih Kai.

“Aku tidak akan ke mana-mana. Aku tidak meninggalkan Korea lagi. Ayo masuk ke kelas.” Jeo Rin mendorong Kai. Ia berjalan di depan Kai. ‘Bukan itu maksudku, Jeo Rin. Kalaupun kau tidak di Seoul, aku pasti bisa menemukanmu. Aku sudah dewasa sekarang. Aku bisa pergi ke tempat di mana pun kau berada. Aku ingin kau terus di sampingku. Menjadi milikku. Hanya milikku seorang.’ Kai terus menatap punggung Jeo Rin.

 

—————–

 

Kai langsung menghampiri Jeo Rin begitu bel pulang sekolah berbunyi.

“Kita pulang bersama.” Kata Kai pada Jeo Rin yang sedang memasukkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas.

“Aku ada rapat, Kai.” Jeo Rin memakai ranselnya.

“Aku akan menunggumu.”

“Aku pulang dengan Taehyung.” Kai menatap tajam Jeo Rin karena menyebut nama Taehyung.

“Mulai sekarang kau berangkat dan pulang sekolah denganku, Jeo Rin.”

“Tapi−“

“Aku tidak mau tahu. Kau harus selalu bersamaku.” Kalimat itu membuat Jeo Rin bungkam. Ia berjalan keluar kelas. Meninggalkan Kai yang sibuk dengan pikirannya.

 

—————-

 

Sudah empat puluh menit Kai berdiri di samping pintu ruang rapat kesiswaan. Terkadang Kai mengetukkan sepatunya di lantai, meniup poninya karena bosan menunggu Jeo Rin. ‘Lama sekali. Apa yang mereka rapatkan sih?’ Kai menganggap anggota kesiswaan hanya sekelompok siswa yang sok sibuk. Ia tidak mengerti apa tujuan mereka melakukan rapat yang hampir setiap hari dilaksanakan. Kai berjongkok. Ia benar-benar bosan. ‘Kenapa Jeolinku harus menjadi sekretaris ketua?’ Kai mendesah berat.

“Hei, apa yang kau lakukan di sini?” Kai mendongak. Mendapati Chanyeol sedang menatapnya.

“Aku menunggu Jeo Rin.” Kai berdiri.

“Apa rapatnya sudah selesai?”

“Sudah.” Satu per satu anggota kesiswaan keluar dari ruang rapat. Chanyeol sudah berlalu. Kai memfokuskan pandangannya di pintu, menunggu Jeo Rin keluar.

“Kau menunggu Jeo Rin?” Tanya Jimin yang baru keluar.

“Ne. Kenapa dia lama sekali?” Sudah banyak anggota kesiswaan yang melewatinya.

“Di mana Jeo Rin?” tanya Kai lagi.

“Dia bersama ketua. Aku duluan ya.” Jimin meninggalkan Kai yang terpaku.

“Bersama ketua?” Kai langsung masuk ke ruang rapat. Tangannya terkepal melihat Taehyung memeluk Jeo Rin dari belakang. Jeo Rin sedang menyusun kertas bahan rapat mereka tadi.

“Kim Taehyung, jauhkan dirimu dari Jeo Rin!” Suara Kai keras. Dia benar-benar mengingat nama Taehyung. Namja yang berani mendekati yeojanya. Kali ini ia tidak akan tinggal diam. Taehyung hanya menoleh. Memberikan seringaiannya pada Kai. Dan yang membuat Kai sakit, Jeo Rin sama sekali tidak berusaha melepaskan diri dari Taehyung. Ia fokus pada kertas.

“Keluar! Kau bukan anggotaku.” Ucap Taehyung dengan wajah datarnya. Panas, Kai berjalan menuju Jeo Rin dan Taehyung, menarik Jeo Rin, membuat kertas yang Jeo Rin susun berserakan.

“Kim Jongin!” Jeo Rin marah. Ia menatap Kai tajam.

“Ayo pulang!” Kai menarik Jeo Rin.

“Lepaskan aku!” Kaki Jeo Rin menapak kuat di lantai. Tidak mau Kai berhasil menariknya.

“Lepas! Kau merusak pekerjaanku!” Jeo Rin menghempaskan tangan Kai.

“Aku tidak peduli. Ayo pulang!” Kai menarik tangan Jeo Rin lagi.

Plak!

Kai menatap Jeo Rin tidak percaya sambil memegang pipi kirinya, bekas tamparan Jeo Rin. Sedangkan Taehyung tersenyum. Ia sangat mengenal Jeo Rin. Jeo Rin akan sangat marah kalau ada orang yang merusak pekerjaannya. Walaupun hal itu sepele. Seperti yang baru saja dilakukan Kai.

“Aku menggunakan ketelitianku untuk menyusun kertas itu agar tidak terlipat dan kotor. Dan kau membuatnya sia-sia karena kertas itu berserakan di lantai.” Jeo Rin yakin kertas yang ia susun tadi kotor terkena debu di lantai.

“Kau menamparku karena kertas? Kertas itu sangat berharga rupanya.”Kai tersenyum sinis. Baru kali ini dia bertemu orang seperti Jeo Rin. Maksud Kai, Jeo Rin yang sekarang berbeda dengan Jeo Rin yang ia kenal dulu. Jeo Rin-nya berubah.

“Jeo Rin, kertas ini tidak kotor atau pun terlipat.” Ujar Taehyung sambil mengumpulkan kertas.

“Hentikan, Hyungie. Biar dia yang mengumpulkan.” Kai tidak mengerti Jeo Rin. Dia bisa sangat lembut pada Taehyung tapi kenapa dengannya tidak?

“Cepat kumpulkan kertas-kertas itu. Jangan membuatnya terlipat atau pun kotor.” Perintah Jeo Rin.

“Kau anggap apa aku, Jeo Rin? Kau mempermalukan namjachingumu di depan selingkuhanmu.” Ucap Kai dingin. Ia menatap tajam Jeo Rin. Lidah Jeo Rin keluh, ia tidak bisa membalas ucapan Kai. Apa ia terlihat sedang berselingkuh? Yeojachingu hanya status, ia tidak menyukai Kai. Lebih tepatnya belum menyadari perasaannya.

“Jangan bermimpi, Kim Jongin. Jeo Rin tidak menyukaimu.” Taehyung menyeringai pada Kai.

“Jinjja? Oh, aku lupa. Dia hanya menganggapku teman masa kecilnya.” ‘Kai tahu?’ batin Jeo Rin. Tapi, Jeo Rin bingung dengan perasaannya.

“Bersenang-senanglah dengan Taehyung, Jeo Rin. Kalau kau mau, ajak dia ke rumah agar aku kenyang melihat kalian bermesraan.” Kai pergi setelah mengucapkan kata-kata tajam itu.

“Apa maksudnya, chagi?” Taehyung tidak mengerti.

“Aku tinggal di rumah Kai.” Ucap Jeo Rin pelan. Perasaannya sakit mendengar kata-kata Kai.

“Mwo?!”

“Orangtuanya teman appaku, Hyungie. Aku sudah pernah bilang padamu.” Jeo Rin menatap Taehyung.

“Tapi kau tidak bilang tinggal dengan Kai.” Jelas sekali Taehyung cemburu. Ia berpikir Jeo Rin akan menyukai Kai karena mereka tinggal bersama.

“Aku juga baru tahu setelah menginjakkan kaki di rumahnya. Jangan berpikir negatif. Bantu aku mengumpulkan kertas-kertas ini.” Taehyung menghela nafas lalu membantu Jeo Rin.

 

—————–

 

Jeo Rin ragu membuka pintu rumah Kai. Dia merasa bersalah karena menampar Kai. Mungkin berlebihan, tapi Jeo Rin memang tidak suka ada orang yang merusak pekerjaannya. Jeo Rin menghela nafas lalu membuka pintu. Ia akan minta maaf pada Kai nanti. Jeo Rin berjalan pelan menuju tangga. Ia berhenti di anak tangga ketiga karena melihat Kai yang terburu menuruni tangga dengan tas ransel di punggungnya.

“Jongin-ah.” Jeo Rin terkejut karena Kai melewatinya begitu saja. Biasanya Kai menyapa atau menjawab panggilannya. Jeo Rin mendesah berat, merasa bersalah.

 

—————-

 

“Wow! Lihat siapa yang datang.” Kai menangkap nada mengejek Baekhyun begitu ia membuka pintu kamar Lu Han.

“Kau bilang tidak mau bergabung dengan kami.” Ucap Lu Han. Baekhyun dan Sehun menginap di rumah Lu Han sejak dua hari yang lalu. Mereka juga mengajak Kai tapi ditolak. Alasannya, Kalian tidak punya kegiatan yang lebih manly dari itu? Seperti yeoja saja.

“Istriku selingkuh.” Kai melempar ranselnya pada Baekhyun yang sedang berkaca. Ia baru selesai memakai eyeliner.

“Kalau sampai Min Young tidak memuji eyelinerku malam ini, aku akan merebut istrimu, Hitam.” Baekhyun berkaca lagi. Dia bernafas lega karena eyelinernya sudah kering sebelum tas Kai mengenai wajahnya.

“Istrimu yang mana, Kai?” Tanya Sehun setelah Kai duduk diantaranya dan Lu Han.

“Kang Jeo Rin! Memangnya istriku ada berapa?!” Kai emosi.

“Kapan kau menikah? Lucu sekali. Baru kali ini aku mendengar anak SMA menikah.” Kai menatap Sehun tajam. ‘Bagus, Oh Sehoon. Terus pancing aku marah. Kau bisa menjadi korban pelampiasanku.’ Batin Kai jahat.

“Sebentar lagi aku akan mengirim undangan pernikahanku ke rumahmu, Sehun. Tunggu saja.” Kai melipat tangannya di dada.

“Ya! Jeo Rin selingkuh dengan siapa, Kkamjong?” Tanya Baekhyun setelah menyimpan cerminnya.

“Jangan pura-pura tidak tahu. Ketua di sekolahmu.” Jawab Kai malas.

“Kim Taehyung maksudmu? Bukannya kau yang merebut Jeo Rin dari kembaranku?” Kai menatap Baekhyun marah.

“Dengar, ya. Jeo Rin milikku. Aku hanya mempertahankan apa yang memang mutlak milikku. Dan satu lagi, Taehyung bukan kembaranmu. Berhenti mengkhayal, Bacon. Kalian beda marga.” Baekhyun terdiam karena tiga kalimat terakhir Kai. Tersinggung. Mereka sangat mirip.

“Haah.. Aku bingung.” Sontak Lu Han, Sehun, Baekhyun memperhatikan Kai.

“Kenapa Jeo Rin tidak bisa manis seperti Min Young?” Kai menerawang, mengingat perlakuan Jeo Rin padanya.

“Kai.” Sehun menggeram.

“Jangan salah paham, Sehun-ah. Aku hanya iri. Kenapa kalian selalu mesra?” Sehun tersenyum penuh arti.

“Baek, ayo pergi. Jomblo seperti kita tidak ada gunanya di sini.” Kata Lu Han.

“Kajja, kita ke kamar Min Young.” Ajak Baekhyun pada Lu Han.

“Ya! Jangan temui Minyoung-ku!” Kai langsung menahan Sehun yang hendak menyusul Baekhyun dan Lu Han.

“Sehun-ah, tolong beritahu trikmu. Aku bisa mati kalau terus-terusan melihat Jeo Rin bersama Taehyung.” Kai memelas.

“Simpel, Kai. Kami saling menyukai. Aku tidak punya trik apa pun.” Sehun menepuk pundak Kai lalu beranjak menuju kamar Min Young. Kai termenung.

“Apa Jeo Rin tidak menyukaiku?”

 

——————

 

“Chagi, Sabtu ini kita nonton, ya?” Kata Taehyung setelah menelan burgernya. Ia terus berceloteh tanpa berpikir Jeo Rin mendengarnya atau tidak.

“Setelah nonton kita menikmati sore di Sungai Han,…..” Jeo Rin hanya fokus pada dua hal, milkshake yang sedang ia minum dan Kim Jongin yang duduk semeja dengan seorang yeoja. Kai juga menatap Jeo Rin. Sekilas Jeo Rin melihat Kai menatapnya tajam lalu tatapan itu berubah menjadi sendu.

“Oppa!” Suara centil dari yeoja yang bersama Kai terdengar oleh Jeo Rin. Kai langsung mengalihkan pandangannya pada yeoja yang bersamanya. Selama satu minggu ini Kai tidak berada di rumah. Jeo Rin tidak tahu Kai menginap di mana. Perasaan bersalah terus menghinggapi Jeo Rin. Dan satu lagi yang Jeo Rin tidak mengerti, ia merasa kehilangan Kai. Ada yang kurang kalau dalam satu hari Jeo Rin tidak melihat Kai di rumah.

“Chagi?” Taehyung menggerakkan tangannya di depan wajah Jeo Rin, membuat Jeo Rin tersadar.

“Ne?” Jeo Rin menatap Taehyung.

“Kau tidak mendengarkanku.” Taehyung menatap Jeo Rin kecewa.

“Mian. Aku hanya merindukan eomma. Sabtu ini kita nonton?” Jeo Rin hanya menangkap itu.

“Ne. Setelah itu kita-“ Taehyung berhenti karena Jeo Rin mencium pipinya.

“Arrayo. Kita kencan?” Pertama kali Jeo Rin menggunakan kata kencan pada Taehyung.

“Kau mau kencan denganku?” Tanya Taehyung tidak percaya. Hubungan mereka tanpa status.

“Ne. Kau senang?” Jeo Rin tersenyum.

“Eum. Gomawo.” Kai hanya bisa mengepalkan tangannya melihat dua orang yang sedang ia perhatikan sekarang.

 

—————–

 

Jeo Rin bingung mau melakukan apa. Dia tidak punya pr, pekerjaan kesiswaannya juga tidak ada. Ia beranjak dari tempat tidur, teringat sesuatu. Kai tidak ada di rumah. Bagaimana keadaan ikan Kai? Jeo Rin melangkahkan kakinya menuju kamar Kai. Ia mendapati kamar Kai yang rapi begitu membuka pintu.

“Kalian baik-baik saja?” Ucap Jeo Rin sambil membungkuk, melihat ikan di aquarium.

“Tuan kalian pergi entah ke mana. Sudah seminggu.” Mata Jeo Rin menangkap tabung kecil bertuliskan ‘makanan Nemo’. Ia mengambil tabung itu, membuka penutupnya lalu menaburkannya di atas air. Kelima ikan badut Kai langsung berenang ke atas dan memakan butiran-butiran kecil berwarna cokelat yang terapung di air.

“Kalian pasti lapar sekali.” Jeo Rin memperhatikan ikan-ikan itu.

“Tapi, mana di antara kalian yang bernama Nemo? Kalian mirip semua.” Jeo Rin bingung, hanya sebentar. Sekarang ia tersenyum memandangi para Nemo yang makan dengan cepat.

“Apa yang kau lakukan di kamarku?” Jeo Rin menegakkan tubuhnya karena suara itu. Ia mendapati Kai berdiri di hadapannya begitu berbalik.

“Kai..”

“Apa yang kau lakukan?” Kai menatap Jeo Rin tajam.

“Aku hanya memberi makan ikan-ikanmu. Mereka kelaparan.” Jawab Jeo Rin.

“Nemo, kalian baik-baik saja?” Kai mengalihkan pandangannya ke aquarium.

“Mian, aku melupakan kalian.” Kai memandangi ikan-ikannya khawatir. Jeo Rin takjub melihat Kai. Ternyata ia penyayang hewan.

“Kai, mianhae.” Kini Kai menatap Jeo Rin dengan alis bertaut.

“Mianhae? Untuk apa?”

“Karena aku menamparmu.” Jeo Rin menunduk. Kai mendengus. Tamparan Jeo Rin tidak sakit di pipinya, tapi di hatinya. Kai ingat betul senyuman mengejek dari Taehyung saat Jeo Rin menamparnya.

“Pergilah. Aku sudah memaafkanmu.” Kai melewati Jeo Rin menuju tempat tidur dan duduk di sana. Jeo Rin masih mematung di tempatnya. Ia merasa Kai belum memaafkannya.

“Bisakah kau keluar? Aku mau istirahat.” Apa yang dilakukan Kai sekarang benar-benar membuat Jeo Rin terkejut. Kai membukakan pintu untuknya. Mengusirnya. Hal yang tidak pernah Jeo Rin duga. Kai selalu memperlakukannya dengan baik.

“Tunggu apa lagi?” Sebenarnya Kai ingin memeluk Jeo Rin. Ia sangat merindukan yeoja itu. Tapi ia harus menahan diri. Mengikuti saran Baekhyun untuk sedikit dingin pada Jeo Rin.

“Jongin-ah..” Jeo Rin menatap Kai. Tatapan memohon. Ia masih ingin melihat Kai.

“Aku lelah, Jeo Rin. Biarkan aku istirahat.” Perlahan Jeo Rin melangkahkan kakinya. Ia berhenti tepat di depan Kai. Kai menaikkan sebelah alisnya. Ia bingung melihat Jeo Rin yang malah menutup pintu kamar.

“Jeo.. Jeolin.” Kai gugup karena Jeo Rin menghimpitnya. ‘Apa ini? Saran Baekhyun membuat Jeolin-ku jadi agresif. Jeo Rin tidak boleh agresif, cukup aku saja yang agresif!’ Jerit Kai dalam hati. Nafas Kai memburu merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit Jeo Rin. Jeo Rin merasa aneh. Apa yang ia lakukan sekarang diluar kendalinya. Pikirannya tidak menginginkan apa yang terjadi sekarang. Jeo Rin memeluk Kai.

“Jeolin..”

“Kenapa kau meninggalkanku sendiri di rumah?” Kai semakin bingung. Apa Jeo Rin sedang bermanja padanya?

“Bogoshipo..”

“Mwo?” ‘Apa aku sedang bermimpi? Tidak. Aku bisa mendengar sorakkan Nemo dari aquarium.’ Batin Kai bersorak. ‘Thanks, Baek. Aku tidak menyangka orang yang tidak pernah pacaran sepertimu ahli dalam hal ini.’

“Wae? Aku tidak boleh merindukanmu? Aku yeojachingumu.” Ucap Jeo Rin pelan di kalimat terakhirnya.

“Aku juga merindukanmu.” Kai balas memeluk Jeo Rin.

“Kau pergi dari rumah karena marah padaku?”

“Ani. Aku ada bisnis dengan teman-temanku.” Bohong Kai. Kai kecewa karena karena Jeo Rin melepas pelukan mereka.

“Aku senang kau kembali. Kau boleh istirahat.” Kai mencegah Jeo Rin yang hendak membuka pintu.

“Kau tidak mau menemaniku?” Jeo Rin menggeleng.

“Aku juga mau istirahat. Kita bisa istirahat bersama.” Kai tersenyum polos.

“Tidak. Kita bukan anak-anak lagi, Kai.” Jeo Rin membuka pintu. Kai mendesah berat.

“Paling tidak Jeo Rin sudah mengakui dirinya sebagai yeojachinguku.”

 

—————–

 

“Morning!” Sapa Kai pada Jeo Rin yang sedang sarapan.

“Morning. Tumben tidak terlambat?” Jeo Rin menyodorkan roti selai cokelat pada Kai yang duduk di sebelahnya.

“Aku tidak mau membuatmu malu dan aku tidak mau dihukum.” Jeo Rin mengangguk. Ia fokus pada rotinya.

“Yeobo.” Jeo Rin menoleh dan mendapati Kai tersenyum penuh arti padanya.

“Morning kiss.” Jeo Rin menggeleng.

“Ayolah. Satu menit saja.” Kai memaksa.

“Ya!!”

“Kau bilang mau jadi yeojachingu yang manis.” Kai mengerucutkan bibirnya seperti bebek. Jeo Rin menghela nafas.

“Geurae. Tapi di pipi.”

“Shirreo. Aku maunya di bibir.” Ucap Kai manja.

“Ya sudah kalau tidak mau.” Kai menahan Jeo Rin yang hendak beranjak.

“Aku mau. Ia merapatkan kursinya ke kursi Jeo Rin,” mengambil handphone dari saku celananya.

“Poppo.” Jeo Rin pun mencium pipi Kai dan,

Klik!

Kai melihat puas foto yang baru saja ia ambil. ‘Upload ke sosial media tidak ya?’ Batin Kai. Ia membuka akun me2day-nya. Walaupun ia membenci Taehyung, tapi mereka berteman di me2day. Tentu saja Kai punya tujuan. Ia ingin tahu apa yang Taehyung lakukan melalui akunnya. Like stalker. Dan hal itu sangat memuakkan. Taehyung selalu membuat status tentang Jeo Rin. Semuanya berhubungan dengan Jeo Rin.

Proses penguploadan foto dengan title With my Jeo Rin. I love you, baby! ^^ sukses.

Kai menyeringai. ‘Kena kau, Kim Taehyung.’ Kai yakin Taehyung melihat foto itu. Si ketua selalu update status setiap pagi.

“Kai, aku duluan.” Kai tersentak. Ia memasukkan handphonenya ke saku celana lalu meminum susunya dalam sekali teguk.

“Chagi, tunggu aku!” Kai mengejar Jeo Rin.

“Kita berangkat bersama.” Jeo Rin mengangguk. Ia menoleh pada Kai.

“Bersihkan bibirmu setelah makan atau minum, Kai. Jangan seperti anak-anak.” Jeo Rin mengambil tissue-nya lalu membersihkan sisa susu yang ada di bibir atas Kai.

“Kau hanya boleh melakukan ini padaku.” Kai menahan tangan Jeo Rin. Ia menatap Jeo Rin serius.

“Ne.” jawab Jeo Rin setelah lama bertatapn dengan Kai.

“Ayo berangkat.”

 

——————-

 

Kai terus menggenggam tangan Jeo Rin menuju kelas mereka. Tugas Jeo Rin yang seminggu lagi berjaga di gerbang sekolah kini digantikan oleh Jimin. Kai yang memaksa. Dengan alasan, namja-namja yang terlambat itu pasti ketagihan terlambat karenah yang jaga di gerbang yeoja cantik sepertimu. Hanya aku yang boleh menikmati kecantikanmu, chagi. Jeo Rin menyetujuinya karena malas berdebat dengan Kai. Kai punya sejuta alasan kekanakan yang dapat membuat Jeo Rin bungkam.

“Kita pasangan ter-hot di sekolah ini, baby. Mengalahkan Sehun dan Min Young.” Jeo Rin tidak mempedulikan Kai. Kelas mereka sudah dekat. Ia bisa melihat Taehyung berada di depan kelasnya, menatapnya dan Kai tajam. Sementara itu, Kai tersenyum dengan sangat manis. Ia merasa sudah menjadi namja sempurna karena bisa berjalan beriringan dengan Jeo Rin menuju kelas mereka, ditambah Taehyung tidak akan mengganggu Jeo Rin lagi.

“Pagi, ketua! Apa kau sedang menyambutku? Ah.. Kau tak perlu melakukannya. Tapi, terima kasih. Aku cukup terharu.” Ucap Kai begitu mereka berdiri di hadapan Taehyung. Tatapan tajam Taehyung tidak berpengaruh padanya.

“Kang Jeo Rin, apa-“

“Kau ada urusan dengan yeojachinguku? Kau bisa membicarakannya melalui aku.” Ucapannya yang dipotong Kai membuat Taehyung kesal. Ia tidak ada urusan dengan Kai. Ia hanya butuh penjelasan dari Jeo Rin.

“Apa maksud foto ini?” Taehyung tidak bisa menahan diri. Ia menunjukkan foto yang tidak ingin ia lihat dari me2daynya pada Jeo Rin.

“Itu-“

“Bukankan sudah jelas? With my Jeo Rin. I love you baby! Apa kau tidak tahu artinya?” Lagi-lagi Kai memotong ucapan orang. Taehyung mengabaikan Kai. Satu hal yang ia yakini, Kai licik kalau menyangkut Jeo Rin.

“Baiklah. Sepertinya kau tidak tahu artinya. Bersama Jeorinku-“

“Diam!!” Taehyung menarik tangan kiri Jeo Rin. Membuat Jeo Rin berdiri di sampingnya.

“Singkirkan tanganmu dari Jeo Rin, Taehyung!” Kai menarik tangan kanan Jeo Rin. Bisa kalian bayangkan posisi Jeo Rin? Dua namja sedang memperebutkannya dan saling melemparkan tatapan tajam. Jeo Rin terlihat santai walaupun mereka jadi pusat perhatian sekarang, bahkan murid di kelasnya keluar melihat kejadian langkah itu. Tapi ketahuilah, di dalam hati Jeo Rin mengumpat kesal karena tindakan kekanakan dua namja populer di sekolahnya.

“Bisa kalian lepaskan aku?” Ucap Jeo Rin datar, masih menahan emosinya. Ia tidak mau image-nya hancur seperti saat ia menggebrak meja Kai. Yeoja galak.

“Kim Jongin, Kim Taehyung.” Desis Jeo Rin. Dua namja itu masih beradu pandang. Tidak mempedulikan Jeo Rin yang kesal.

“Ya!!” Jeo Rin menghentakkan tangannya. Tapi apa yang terjadi? Genggaman tangan kedua namja itu tidak lepas. Membuat Jeo Rin memperhatikan mereka bergantian.

“Kim Taehyung, lepas!” Jeo Rin menatap lekat Kai yang baru saja berucap datar. ‘Namja ini kalau sedang marah menyeramkan juga.’ Batinnya.

“Kau yang lepas! Jeo Rin milikku!” Kai tersenyum sinis karena ucapan Taehyung.

“Milikmu? Aku rasa kau bermimpi. Jeo Rin milikku. Dia yeojachinguku!” Ucap Kai penuh penekanan.

“Tapi dia tidak menyukaimu.” Taehyung menyeringai.

“Cukup!!” Teriak Jeo Rin. Ia tidak mau jadi pusat perhatian dengan kejadian memalukan seperti ini.

“Lepaskan aku!” Percuma. Genggaman mereka di tangan Jeo Rin semakin erat.

“Kami tinggal serumah.” Jeo Rin mengumpat dalam hati karena ia jadi topik pembicaraan sekarang. Tinggal dengan Kai. Orang pasti berpikir yang tidak-tidak tentangnya.

“Aku tahu.” Balas Taehyung tenang.

“Geurae? Baguslah. Kami sering mengerjakan pr bersama.” Kai berusaha memanasi Taehyung.

“Aku tidak peduli.” Taehyung masih tenang.

“Jinjja? Bagaimana dengan ini? Kami pernah mandi bersama.” Bang! Taehyung merasa iblis cinta menembakkan peluru panas menembus hatinya. Sakit. Kai menyeringai karena genggaman Taehyung lepas.

“Kim Jongin!” Kai tersenyum pada Jeo Rin yang menatapnya tajam.

“Wae, yeobo? Itu benar. Aku sudah merasakan lembutnya kulitmu. Kita sudah saling menyentuh.” Ucap Kai tanpa beban.

“Hyungie, Kai bohong. Kami tidak pernah melakukan itu.” Taehyung menyentak tangan Jeo Rin yang menahannya.

“Hyungie..” Taehyung sudah pergi. Jeo Rin menatap Kai sengit.

“Akhirnya tidak ada pengganggu dalam hubungan kita.” Kai tersenyum lebar.

“Aku membencimu, Kim Jongin.”

 

TBC…

Sikap si Jeo Rin itu aku terinspirasi dari temanku. Dia teliti banget. Tapi aku lebihin dikit. Gk sampe nampar orang lah. Komen juseyo ^^

6 thoughts on “Baby, I’m Sorry (Chapter 4)

  1. joe rin msh plin plan ya…. dia milih siapa sie….
    jd gregetan bacanya…..
    thor, kalo boleh tanya soal sehun n min young ada cerita sendiri g?
    soalnya reader baru….

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s