[FREELANCE] (Lightheaven’s Story) Because of Sasaeng Fans

fix

Title :: (Lightheaven’s Story) Because of Sasaeng Fans

Author :: Sangheera

Cast :: Byun Baekhyun of EXO as himself, Hwang Sera (OC)

Support Cast :: Byun and Hwang Family and Park Jaehyun Ulzzang.

Genre :: Slice of Life, Hurt-comfort and Romance

Lenght :: Oneshoot

Rating :: PG-15

Backsong :: Kim Bokyung – Don’t Think You’re Alone (OST. School 2013),

Various Artist – You Are A Miracle (SBS Gayo Daejun 2014),

K-Will – Like A Star (OST. Man From The Star)

Disclaimer :: Fanfict ini adalah hasil dari kerja keras neuron di otak kanan author sendiri, jadi mohon jangan diplagiat yaaa…

 

Annyeonghaseyoooo, ketemu lagi dengan Baek-Sera. Mmmm, udah baca story-story yang dulu? Kalau belum, silahkan kalau mau baca dulu…

 

Tapi kalau nggak ya nggak papa. Insya Allah, gak bikin bingung walau lum pernah baca Baek-Sera’s Story yang lama. OK! Nggak perlu banyak cin-cong lagi. Silahkan dibaca, reader-dul~

 

—o0o—

 

 

Bucheon, Gyeonggi-do – Baekhyun&Sera’s Hometown…

September 19th, 2013

Sera mengetuk-ngetukkan jarinya kesetir mobil, menatap resah mobil didepannya yang masih tidak bergerak. Bucheon diguyur hujan hari ini. Hujan dipertengahan september, awal musim gugur. Hari ini juga bertepatan dengan perayaan Chuseok, semua orang sepertinya sepakat ingin melewatkan chuseok diluar rumah. Jalanan Bucheon macet, hujan pula. Festival chuseok yang diselenggarakan ditengah kota, entah bagaimana kabarnya.

“Aish! Kita baru akan sampai ketempat Haesoo oppa tengah malam kalau begini…”keluh Sera.

Dijok penumpang sebelahnya, Byun Baekhyun yang setengah mengantuk menyedekapkan tangannya sambil berkata, “Malam Chuseok kan memang selalu macet begini. Lagipula anak-anak pasti juga belum ada yang datang. Tempat karaoke Haesoo hyung sudah kita booking sampai besok pagi kok, tidak masalah jika kita baru sampai disana tengah malam…”

“Enak saja kau bicara,”sungut Sera. “Appa akan membunuh kita berdua jika pulang lewat pukul 12 malam…”

“Aigho, cinderella… kau bisa tidur dirumahku kalau kau mau…”Baekhyun nyengir. Senang dengan idenya.

“Tidak perlu repot-repot, cheonna(pangeran). Hamba bisa menginap di ‘gubuk’ teman hamba…”tolak Sera dengan bahasa halus yang dibuat-buat. “Gubuk teman hamba lebih aman daripada kamar tuanku…”

“Wae?? Karena aku mungkin akan menerkammu saat tidur?”

Sera mengangguk. “Tepat sekali.”

Baekhyun tertawa.

Kemacetan mulai terurai 1 jam kemudian, setelah persimpangan jalan disekitar Hyundai Departement Store. Baekhyun yang setengah jam yang lalu masih cerewet mengoceh, sekarang sudah tertidur pulas di jok mobilnya. Selama setahun ini, hampir setiap hari Baekhyun terikat oleh jadwal kerja yang sangat padat. Pergi pagi buta, pulang lewat tengah malam. Namja yang merupakan member boyband idola dan terfenomenal ditahun 2013—EXO, akhirnya mendapat libur chuseok selama 2 hari.

Sera tentu saja sangat senang Baekhyun bisa pulang kampung, yang artinya kamar diseberang kamarnya sekarang berpenghuni lagi—walaupun hanya selama 2 hari. Tidak banyak orang yang tahu—dan memang diharapkan tidak ada orang yang tahu—bahwa Baekhyun dan Sera adalah tetangga selama 17 tahun, teman sejak kecil dan selama setahun ini Baek-Sera menaikkan status hubungan mereka sebagai pacar. Pekerjaan Baekhyun lah yang membuat mereka harus menyembunyikan hubungan mereka.

Walaupun awalnya mereka berpacaran tanpa kata-kata cinta dan sampai sekarang pun kalimat ‘saranghae’ belum pernah terucap dari bibir masing-masing, tapi bukan berarti mereka berpacaran hanya untuk main-main. Mereka berdua sangat serius. Kalau ditanya, mereka berdua sebenarnya juga sama-sama menyadari kalau rasa cinta itu ada. Tapi entah kenapa sulit sekali mengucapkannya.

Malam ini Baekhyun dan Sera berencana untuk berkaraoke ria bersama teman-teman 92liners-nya. Yuna, Amber, Mirae, Jaehyun, Chaerin, Chanyeol dan Minsoo. Beberapa nama pasti terdengar tidak asing. Ya, Chanyeol adalah member EXO, Yuna adalah salah satu member AOA, Amber adalah Amber yang itu—yap! Member F(x) dan Minsoo—mungkin CAP lebih familiar daripada nama aslinya—adalah member Teentop. Sebenarnya 92liners masih punya anggota lain yaitu Kim Jongdae—Chen EXO, Song Seunghyun FT Island, Noh Lee Young—Eyoung After School, Yoo Ara Hello Venus, Woo Jihoon—Zico Block B, dan Myungsoo—L Infinite, tapi mereka tidak bisa datang ke Bucheon karena sibuk.

Ponsel Sera berdering. Sera memasang handsfree lalu menjawab teleponnya. Dari Yuna.

“Yoboseyo, Yuna-a…”

“Yoboseyo, Sera-chan. Neo eoddini?”

“Aku masih dijalan, 10 menit lagi aku sampai disana…”

“Putar arah!”

“Ne?”

“Lebih baik kau putar arah. Aku bersama Minsoo, Chaerin dan Chanyeol ditempat karaoke Haesoo oppa. Kau pasti tidak percaya ini, tapi banyak sekali fans didepan. Sepertinya sasaeng fans mengikuti Chanyeol dari rumahnya. Akan gawat jika mereka melihat kau dan Baekhyun datang bersama.”

“Mwo?”seru Sera tak percaya.

“Haesoo oppa sudah berusaha menghalangi mereka masuk ketempat karaoke, tapi mereka masih berjaga diluar…”

“Dibawah guyuran hujan seperti ini?”

“Eo. Kau tahu kan betapa keras kepalanya sasaeng fans EXO. Waaah, daebak. Dan mereka benar-benar banyak…”

“Jincha? Ukh… eotteokhaee? Padahal aku dan Baekhyun ingin sekali bertemu kalian semua…”

“Bagaimana pendapat Baekhyun? Mungkin dia bisa memikirkan suatu cara…”

Sera menoleh kesebelah. “Baekhyun tidur,”kata Sera.

“Mmm, coba pikirkan cara. Kita akan menunggu, oke?”

“Ne. Araseo…”

Sambungan telepon putus.

Sera melepas handsfree-nya dan menepikan mobilnya. Dia harus berpikir. Tidak seru kalau sekarang dia putar arah pulang hanya karena sasaeng fans. Para sasaeng itu benar-benar merepotkan. Bukan kali ini saja mereka mengganggu. Beberapa kali, Baekhyun harus membatalkan janji bertemu Sera karena sasaeng fans memblokade pintu keluar dorm-nya atau jalan didepan gedung SM. Membiarkan sasaeng fans mengetahui rahasia member EXO, sama saja menyerahkan hidup mereka untuk dikendalikan oleh fans-fans gila itu. Sasaeng fans tidak akan segan-segan menyebarkan informasi rahasia itu kemedia jika member EXO tidak mau menuruti kemauan mereka.

“Kenapa kita berhenti?”tanya Baekhyun yang rupanya terbangun dari tidurnya. Sambil mengerang tak jelas ia merenggangkan tubuhnya. Tidur dimobil membuat lehernya pegal.

“Ya! Eotteokhae, Baekhyun-a? Didepan tempat karaoke Haesoo oppa sekarang banyak sasaeng fans…”jelas Sera dengan nada panik.

Baekhyun mengeryit. “Sasaeng?”

“Eo. Sasaeng fans EXO. Mereka mengikuti Chanyeol dari rumahnya kesini…”

“Jincha?”

Sera mengangguk.

“Ck, sial! Lagi-lagi, sasaeng fans…”

“Eotteokhae?”

Baekhyun menyandarkan kepalanya kejendela, matanya yang sipit itu menatap jalanan didepan. “Kita tidak usah kesana…”

“Eh? Tidak jadi bertemu teman-teman?”

“Eo. Jika kita memaksakan diri kesana, aku takut mereka akan membuat keributan ditempat karaoke. Aku takut mereka merusak sesuatu yang merugikan Haesoo hyung. Itu akan membuatku merasa tidak enak padanya. Apalagi sekarang tidak ada manajer hyung. Tidak ada yang melindungi kita…”

Sera mendesah pelan. “Hhh.. Kau benar…”

“Aku akan menghubungi Chanyeol. Semoga dia bisa keluar dengan selamat…”

Sera menatap Baekhyun yang sekarang berbicara dengan Chanyeol ditelepon. Dari wajah Baekhyun yang nampak tegang dan tanpa senyum diwajahnya yang selalu ceria itu, Sera tahu Baekhyun sedang kesal. Acara karaoke ini sudah ditunggu-tunggunya karena sudah lama sekali Baekhyun tidak bertemu dengan 92liners. Tapi akhirnya, harus batal dan lagi-lagi karena Sasaeng fans.

Ada banyak cerita buruk tentang perilaku Sasaeng fans EXO. Beberapa kali member-member EXO jatuh dan terluka dibandara karena perilaku mereka yang kasar. Baekhyun bahkan pernah dimaki saat memapah Kai yang terluka dibandara hanya karena posisi Baekhyun yang membuat sasaeng fans tidak bisa memotret wajah Kai. Saat Luhan terjatuh, tidak ada fans yang berusaha menolongnya, mereka malah sibuk berusaha menyentuh Luhan.

Tao bahkan pernah marah-marah diakun jejaring sosialnya karena gerah dengan perilaku sasaeng fans. Foto-foto Tao dan suara gumamannya saat dikamar mandi tersebar diinternet. Bahkan jika ada salah satu member EXO yang pergi kekamar mandi, member lain harus membuat blokade dipintu agar sasaeng fans tidak mengambil foto atau menerobos masuk. Kehidupan yang damai sepertinya jauh sekali dari kehidupan artis idola.

Sera adalah fans BIGBANG yang fanatik. Dia dulu juga pernah menunggui dorm BIGBANG dan sekarang ia juga masih sering ikut nongkrong dengan para VIP didepan gedung YG. Tapi, Sera tahu batas. Menguntit dan bahkan berperilaku kasar adalah tindakan buruk. Bukankah menyakitkan jika idola yang kita cintai membenci kita karena kelakuan kita yang buruk?

Tapi ternyata masalah sasaeng fans menjadi lebih serius.

Paginya, Ayah Baekhyun yang sedang mengambil koran pagi, terkejut melihat ada kerumunan orang dan tenda yang terpasang didepan rumahnya. Saat siang hari, orang-orang itu mulai berteriak-teriak memanggil Baekhyun. Membuat para tetangga mengomel karena suara berisik yang mengganggu. Keluarga Byun yang hendak pergi mengunjungi kakek-nenek Baekhyun di Gangwondo terpaksa menyelinap lewat rumah Sera dan meminjam mobil Sera.

Malamnya, Baekhyun lagi-lagi hanya bisa menghabiskan waktunya dirumah, padahal besok ia sudah harus kembali ke dorm. Fans-fans itu nampaknya tidak akan menyerah sampai mereka bisa bertemu dengan Baekhyun. Manajer Lee Seunghwan menyarankan agar Baekhyun diam-diam berangkat dari rumah Sera saja besok, agar tidak ada keributan.

“Bagaimana dengan member lain? Apa rumah mereka juga didatangi fans?”tanya Sera sambil matanya tak lepas dari layar televisi. Baekhyun dan Sera sedang menonton Master Sun dikamar Sera, ditemani seloyang pizza dan minuman soda.

“Suho hyung tadi mengomel ditelepon karena sasaeng fans menunggui apartemennya. Beberapa malah bisa masuk dan menunggui didepan pintu rumahnya. Sampai-sampai, ayah Suho hyung harus memanggil keamanan…”

Sera mengangguk-angguk. “Hmmm, entah kenapa aku tidak merasa kaget…”

“Terlalu sering mendengar cerita seperti ini ya?”tanya Baekhyun sambil mengambil sepotong pizza.

“Eo. Dulu dari DBSK oppa, kemudian dari Myungsoo L dan sekarang darimu…”jawab Sera.

Tangan Baekhyun yang hendak menyuapkan sepotong pizza kemulutnya terhenti diudara. Selera makannya tiba-tiba lenyap begitu saja mendengar nama DBSK disebut.

“Jaejoong oppa itu benar-benar… Apa sebegitu sibuknya sampai tidak pernah menelepon? Sepertinya dia lupa punya dongsaeng yang sangat cantik di Bucheon, mentang-mentang punya pacar baru,”omel Sera. Jaejoong adalah orang yang sudah Sera anggap kakak sejak kecil, karena semasa Jaejoong masih trainee ia pernah menumpang tinggal dirumah Sera. Seperti yang diketahui oleh banyak orang, Jaejoong adalah artis besar, tepatnya ia adalah ex-member DBSK dan sekarang membentuk grup dengan ex-member DBSK lain—JYJ.

“Mm…”gumam Baekhyun malas menanggapi. Pacar Sera dulu juga member DBSK, itulah kenapa suasana hati Baekhyun berubah begitu mendengar nama DBSK disebut. Baekhyun benci sekali dengan orang itu. Amat sangat benci.

Sera tidak memperhatikan mood Baekhyun yang tiba-tiba berubah, ia asyik mengikuti kisah Tae Gongshil dan Joo Jungwon ditelevisi. Baru saat break iklan, Sera memecah kediaman antara dia dan Baekhyun.

“Kau pulang kan minggu depan?”tanya Sera.

Baekhyun mengangguk. “Tentu saja. Tapi entah manajer mengijinkan aku menginap atau tidak…”

“Kau sudah mempersiapkan lagu yang indah?? Minggu depan pasti akan menjadi hari yang paling membahagiakan untuk Baekbeom oppa dan Yoora unnie. Mama dan Eomma Byun sudah mempersiapkan segala hal dengan sempurna. Ahhh, tidak sabar, ini pernikahan pertama keluarga kita…”Mata Sera berbinar senang. Baekhyun mengusap kepala Sera gemas.

“Dandan yang cantik dan pakailah gaun putih, mungkin orangtua kita akan mempertimbangkan untuk menikahkan kita sekalian…”

“Haha, ogah. Siapa juga yang mau menikah denganmu…”

“Ya!”

At Baekhyun’s Hyung Wedding Party – September 28th, 2013

Hari ini harusnya menjadi hari yang paling membahagiakan, tapi ternyata tidak.

Semua baik-baik saja pada awalnya. Pagi hari itu, seluruh keluarga besar Byun dan Keluarga Hwang berkumpul dihall sebuah gedung yang sudah dihias cantik dengan bunga-bunga dan pita. Nenek dan Kakek Byun jauh-jauh datang dari Yanggu Gangwondo khusus untuk hari ini.

Eomma Byun dan Mama Hwang sibuk mengomandoni pelayan yang sedang menata meja katering. Appa Byun dan Appa Hwang berbincang dengan tamu mereka yang telah datang. Sera daritadi memilih duduk manis dikamar ganti menemani sang mempelai wanita yang sudah ia anggap unnie sendiri. Hwang Haru dan Hwang Yuki—kedua kakak laki-laki Sera yang kembar itu—menemani sang mempelai pria menyambut tamu dipintu masuk hall. Pagi ini, Byun Baekbeom dan Han Yoora akan melangsungkan pernikahan. Suka cita bagi keluarga Byun, yang berarti juga suka cita bagi Keluarga Hwang.

Prosesi pengucapan sumpah dialtar berjalan khidmat. Eomma Byun sampai meneteskan airmata melihat anaknya akhirnya telah melangkah kejenjang kehidupan yang baru. Sayang Baekhyun tidak bisa melihat hyung-nya dialtar, ia baru akan datang nanti saat pertengahan acara setelah menyelesaikan jadwalnya.

Semua berjalan tenang dan lancar. Kedua pengantin dan keluarga tersenyum bahagia.

Tapi keadaan tenang itu berubah saat Baekhyun dan teman-teman EXO-nya datang. Sebetulnya Sera sudah menaruh curiga pada gadis-gadis yang duduk dibangku kursi tamu. Ia merasa tidak pernah melihat orang-orang itu. Namun Sera pikir mungkin mereka adalah teman Yoora—sang mempelai perempuan.

Sayang, seharusnya Sera percaya dengan perasaannya. Orang-orang tak dikenal itu adalah sasaeng fans yang menyelinap dan berpura-pura sebagai tamu. Entah apa yang dilakukan penjaga diluar sana hingga mereka bisa masuk, bahkan duduk dikursi tamu.

Pernikahan yang semula berlangsung khidmat itu mendadak berubah bak acara fanmeeting.

Banyak sekali gadis-gadis remaja yang berjejalan, saling dorong dan berhimpitan disekitar member EXO. Keamanan yang seharusnya menjaga gedung nampak kewalahan dengan ulah para fans karena mereka tidak segan melawan jika dilarang. Baekhyun dan teman-temannya berkali-kali memohon untuk berhenti membuat keributan tapi nampaknya suara mereka tidak didengar.

Sera ternganga menyaksikan acara pernikahan Baekbeom oppa-nya dan Yoora unnie yang indah berubah mengerikan seperti ini. Saat Baekhyun dan Chen menyanyikan lagu persembahan untuk pengantin, para fans ribut memfoto dan berteriak. Ruangan itu sudah seperti panggung Inkigayo saja. Para tamu mengeluh dan banyak diantaranya beranjak pulang walau acara belum selesai.

Puncak dari keributan ini adalah saat acara potong kue dan sesi foto keluarga. Fans-fans mengabaikan kedua pengantin dan memaksa member-member EXO untuk berfoto dan memberikan tanda tangan pada mereka. Berkali-kali Baekhyun dkk bilang ‘kami akan melakukannya nanti’, tapi nampaknya telinga fans-fans brutal itu hanya dipakai sebagai pajangan. Mereka acuh dan terus memaksa.

Hingga akhirnya Baekhyun tidak tahan lagi dan menghardik fansnya, “Ini adalah satu-satunya hyungku dan satu-satunya pernikahannya. Tolong jangan bertindak gila seperti ini!”

Wajah Baekhyun memerah karena marah. Hatinya sakit sekali melihat bagaimana fans yang katanya mencintainya ternyata bisa berbuat seburuk ini. Apalagi saat dilihatnya wajah hyung-nya dan istrinya nampak begitu tertekan dengan keadaan pesta pernikahannya sekarang.

“HENTIKAN!!! KUBILANG HENTIKAN!! HENTIKAN!!”Suara teriakan memecah keributan, menyisakan hening yang menggantung. Sera terengah-engah. Urat lehernya terasa sakit saking kerasnya ia berteriak.

Tatapan mata sebal terarah padanya, tentu saja tatapan dari para sasaeng fans. Sera yang berdiri disamping Baekhyun balas menatap garang.

“Bisakah kalian bersikap lebih manusiawi. Kalian semua diajari kan disekolah bagaimana bersikap sopan santun?! Baekhyun dan yang lainnya bilang kalau kalian bisa meminta foto nanti, saat acara sudah selesai. Kenapa kalian tidak mau bersabar dan malah berdesakan seperti ini? memangnya tubuh kalian tidak sakit apa?”

“YAK! Kau ini siapa?”orang didepan Sera balas berteriak dengan pandangan sinis, yang langsung ditimpali oleh pertanyaan yang sama dari kerumunan dibelakangnya.

“Aku ini…”

“Jangan banyak bicara. Pergi sana!”

Satu orang, tidak… lebih dari 3 orang mengayunkan tangannya ketubuh Sera dan mendorong tubuh gadis itu. Baekhyun terlambat bereaksi. Tubuh Sera terhuyung dan menabrak meja dengan vas bunga besar diatasnya. Membuat vas bunga itu jatuh pecah dan tubuh Sera yang masih kehilangan keseimbangan mendarat keras dilantai. Telapak tangan kanannya tepat mengenai pecahan vas yang tajam.

“Aaaahh!!”

Kejadian itu berlangsung cepat. Jeritan keluar dari bibir Yoora—sang mempelai wanita saat melihat telapak tangan Sera dengan cepat sudah berlumuran darah. Baekhyun yang hendak menolong, tiba-tiba tubuhnya ditarik mundur oleh seseorang—oleh Yuki. Mama Hwang dan Eomma Byun-lah yang dengan segera menghampiri dan membantu Sera berdiri. Appa Sera yang datang terkejut melihat anaknya bersimpah darah langsung tersulut amarahnya.

“Lapor polisi sekarang juga…”katanya dengan nada tegas yang terdengar mengancam.

Appa Baekhyun menyahut, “karena kalian telah melukai orang lain, berarti polisi sekarang yang harus turun tangan menghadapi kalian…”

Terdengar bisik-bisik gumaman bernada gusar dibelakang. Tapi orang yang mendorong Sera, yang berdiri paling depan nampaknya tidak goyah. Gadis itu malah dengan beraninya membalas tatapan Appa Baekhyun.

Sera tidak tahu lagi apa yang terjadi, Mama Sera dan Eomma Baekhyun sudah menggiringnya kedalam ruang ganti. Jaehyun yang hari ini datang sebagai undangan bersama beberapa teman yang lain, tergopoh-gopoh menghampiri dengan kotak P3K ditangan.

“Biar saya saja yang merawat lukanya, ahjumma…”

“Eo. Tolong ya…”

Sera diam menurut. Jaehyun adalah calon dokter, urusan seperti ini tentu mudah baginya. Sejenak Sera menoleh kebelakang, ketempat Baekhyun berada. Matanya tanpa sengaja beradu dengan Baekhyun yang juga sedang menatapnya.

“Kau tahu kan alasan kenapa Yuki hyung menahan Baekhyun agar tidak menolongmu tadi?”tanya Jaehyun.

Sera mengangguk. “Eo. Untuk melindungiku…”

“Bagus.”

Pandangan kekacauan ruang pesta itu lenyap saat Sera masuk keruang ganti yang sepi. Jaehyun memosisikan Sera duduk dikursi. Sementara Jaehyun memilih berjongkok dihadapan Sera untuk mengimbangi tinggi badannya dan memudahkannya mengobati luka Sera. Gaun Sera yang cantik, sekarang penuh noda darah.

Sera mengamati luka ditangannya yang sekarang sedang diberi antiseptik oleh Jaehyun. Airmatanya menetes karena menahan perih. Sera buru-buru menyekanya.

“Sakit?”tanya Jaehyun sambil mendongakkan kepalanya melihat Sera.

Sera mengangguk. “Eo. Sakit…”jawabnya dengan suara bergetar.

Jaehyun tidak bertanya lagi. Laki-laki itu fokus mengobati luka Sera dengan lebih lembut. Sesekali Sera mengeluh dan Jaehyun akan menghentikan sebentar kegiatannya sampai Sera merasakan sakitnya sedikit mereda.

Sera terkadang heran pada pria dihadapannya ini. Jaehyun sangat kasar dan keras kepala. Ia adalah teman yang paling menyebalkan yang pernah Sera kenal. Tapi ketika Sera terluka, Jaehyun berubah begitu lembut. Sama seperti saat ia terjatuh didepan gedung SBS dulu, saat tanpa sengaja tertabrak oleh fans-fans yang berlarian ingin melihat EXO keluar dari gedung.

“Jaehyun-a, gomawo…”ucap Sera setelah Jaehyun selesai membalut tangannya dengan perban.

“Eo. Tidak masalah,”kata Jaehyun singkat.

Sera mendesah pelan. Membebaskan paru-parunya yang terasa terhimpit sesuatu tak kasat mata. Diluar, keributan sepertinya sudah mereda. Entah apa yang dilakukan appa-nya tadi, beliau nampaknya sedang sangat marah. Sera kenal bagaimana perangai appa-nya jika marah, beliau akan nampak begitu mengerikan dan tidak akan segan menggunakan kekerasan jika dirasa perlu. Tapi, baguslah, jika itu berarti beliau bisa mengusir fans-fans pengacau itu dari tempat ini.

“Kau seharusnya jangan bersikap seperti itu pada mereka…”kata Jaehyun setelah beberapa menit membiarkan suasana diruangan itu senyap. Sera mengeryitkan dahinya mendengar kata-kata Jaehyun yang menurutnya aneh.

“Mereka bisa saja membalas dendam padamu suatu saat nanti. Kau tidak takut?”

Sera tertegun. Benar juga. Masalah hari ini, mungkin akan berbuntut panjang dan menjadi masalah dikemudian hari. Sasaeng fans tentu bukan orang-orang yang gampang memaafkan orang lain yang mengusik mereka. Member EXO saja berani mereka ancam, apalagi orang seperti dirinya.

Jaehyun terkekeh. “Kenapa wajahmu seperti itu, eo? Kau nampak seperti akan dicemplungkan ke-sup yang mendidih, Sera-chan. Yak! Bukankah Baekhyun akan melindungimu? Seharusnya kau menjawab pertanyaanku tadi dengan mudah. ‘Aku tidak takut, karena Baekhyun akan melindungiku’, begitu!”

“Kau pikir kita sedang syuting drama! Kau kan tahu mulutku tidak bisa mengucapkan kata-kata picisan seperti itu,”sungut Sera. Kesal karena Jaehyun mengejeknya.

“Ah, benar! Yang keluar dari mulutmu kan biasanya Cuma makian…”

“Itu hanya jika aku bersamamu, aro?”

“Jincha? Sungguh suatu kehormatan untukku…”

Sera mendelik. “Babo!”

“Aku lebih suka melihatmu mengomel daripada cemberut seperti tadi. Aighooo, wajahmu benar-benar jelek saat bibirmu tertarik kebawah seperti ini…”Jaehyun menarik sudut-sudut bibirnya kebawah. Membuat Sera makin kesal.

“YA!”

“Kekeke… Karena kau sudah bisa marah-marah berarti lukamu sudah tidak sakit lagi. Baguslah,”ujar Jaehyun kemudian sambil mengusap kepala Sera lembut.

“Singkirkan tanganmu, Park Jaehyun. Kau merusak tatanan rambutku…”desis Sera.

Jaehyun tersenyum licik, lalu tangannya mengucek kepala Sera kasar. Membuat tatanan rambut Sera benar-benar berantakan sekarang.

“YA! Mwohaneungeoyaa!”jerit Sera. Jaehyun buru-buru keluar ruangan sambil tertawa-tawa senang. “YAK!!!”

Sera mengomel panjang lebar sambil mengusap-usap kepalanya, berharap bisa merapikan rambut bagian atasnya. Setelah dirasa lumayan rapi, masih dengan wajah sebal, Sera keluar ruangan dan memasuki hall tempat pesta. Sudah tidak banyak orang. Sebagian besar tamu-tamu nampaknya sudah pulang. Hanya nampak beberapa orang kerabat Baekhyun, teman-teman kantor Baekbeom oppa, manajer Tak Youngjun dan teman-teman 92liners. Kedua pengantin dan Appa-Eomma Byun juga sudah tidak berada diruangan ini. Sedangkan, Appa Sera nampak berbicara dengan seorang pria berpakaian setelan jas mahal. Dari sikap appa dan pria itu, Sera bisa menduga apa yang sedang mereka bicarakan. Appa-nya pasti sedang mengajukan komplain pada pria itu yang mungkin adalah pengelola gedung ini.

Sera mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Jika Manajer Tak masih disini, Luhan, Kris dan sekutunya mana?

“Kalian melihat anak-anak EXO?”tanya Sera pada Mirae yang masih duduk dikursinya bersama Chaerin.

“Yak! Sera, neo gwaenchana? Bagaimana lukamu?”Mirae malah balik bertanya.

“Sudah oke, tadi diobati Jaehyun. Lihat anak-anak EXO tidak?”ulang Sera.

“Eo. Mereka sudah dibawa manajer Lee kemobil. Kalau Baekhyun, kulihat tadi dia masuk keruangan disamping kanan sana. Sepertinya sedang bicara dengan Appa, Eomma dan kakaknya…”jawab Mirae.

“Kau lihat wajahnya tadi? Wah, baru kali ini aku melihat Baekhyun memerah saking marahnya dia…”tambah Chaerin.

Sera mengangguk. “Eo. Bisa dibayangkan betapa frustasinya dia tadi…”

“Apa anak-anak EXO mengalami hal seperti ini setiap hari ya? Dikerubuti fans seperti itu? Aighooo, kasihan sekali…”Mirae menghembuskan napas berat dengan ekspresi sedih.

“Semua artis idola pasti juga mengalami hal seperti ini…”kata Sera.

“Tapi kurasa ini yang terburuk. Orang-orang itu sudah merusak acara pernikahan kakak Baekhyun. Jahat sekali bukan?”geram Chaerin.

Sera mengedikkan bahu. Tidak mau menanggapi lebih jauh karena jujur ia masih sangat sakit hati dengan perilaku fans-fans EXO tadi. Jika diteruskan, mungkin yang keluar dari mulutnya adalah makian dengan kata-kata paling kasar.

Sera kemudian memutuskan untuk menemui Baekhyun. Ia berjalan keruangan yang tadi disebut Mirae. Ruangan yang dipakai sebagai ruangan khusus untuk keluarga pengantin. Pintu ruangan itu tidak tertutup sempurna. Sebelum Sera masuk, suara isakan menghentikan gerakan tangannya yang hendak membuka pintu. Jantung Sera serasa dicengkeram kuat dan paru-parunya seakan kering saat disadarinya suara isakan itu berasal dari Baekhyun. Buru-buru Sera memosisikan tubuhnya menyandar didinding dan berusaha mendengarkan baik-baik apa yang dibicarakan orang-orang didalam.

“Mianhae, hyung. Karena aku…”suara Baekhyun tertahan oleh sesuatu. Sera mengintip dari celah pintu dan dilihatnya Baekbeom sedang memeluk adiknya itu. Eomma Baekhyun juga larut dalam tangis, wajah beliau tenggelam dibalik sapu tangan. Mata Sera berkaca-kaca. Hidungnya terasa gatal dan wajahnya memanas. Beberapa detik kemudian bulir airmata jatuh dipipinya.

“Astaga, adikku tersayang. Kau pasti mengalami banyak kesulitan selama ini. Jangan merasa bersalah pada hyung. Tidak ada yang salah, semua baik-baik saja…”Baekbeom dengan suara lembutnya berusaha menenangkan Baekhyun.

“Tapi, hyung. Aku yang menyebabkan pernikahan hyung kacau seperti ini. Seharusnya aku tidak usah datang…”

“Ya! Apa maksudmu? Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? Hari ini menjadi hari yang indah karena kau ada disini sekarang bersama hyung…”

Tangisan Baekhyun meledak. “Hyung…”

Sera sudah tidak tahan lagi. Gadis itu berlari keruangan tempat lukanya dirawat tadi dan menangis terisak disana.

Malam turun membungkus Bucheon. Sisa-sisa dari pesta pernikahan sore tadi masih terasa di kediaman Keluarga Byun. Pesta dilanjutkan dirumah. Keluarga Sera juga ikut andil dalam perayaan tersebut.

Selama acara makan malam dan hiburan dari paman dan appa Baekhyun yang lucu. Mata Sera sibuk mengawasi ekspresi wajah Baekhyun yang duduk diseberang mejanya. Karena kejadian sore tadi, Manajer Tak Youngjun mengijinkan Baekhyun untuk menghabiskan malam ini bersama keluarganya. Sementara jadwalnya akan dihandle member lain. Sekarang, laki-laki itu memang nampak seceria biasanya. Tapi, Sera mengenal Baekhyun selama bertahun-tahun. Kesedihan Baekhyun tidak akan hilang secepat itu.

Dibalik sikap lucu dan penuh keceriaannya, Baekhyun sebenarnya adalah orang yang sangat sensitif. Dia begitu perasa terhadap hal-hal yang menurutnya salah dan telah membuat orang lain terluka. Perasaan-perasaan itu akan terendap lama dihatinya dan menjadi beban pikirannya selama berhari-hari. Itulah mengapa Sera layak merasa cemas.

Sera tidak sempat bicara banyak dengan Baekhyun, sampai akhirnya appa-nya ijin undur diri karena ingin memberikan keluarga Byun waktu untuk mereka sendiri. Baekhyun hanya menatap punggung Sera saat gadis itu berjalan melewati pintu pagar yang menjadi penghubung halaman belakang rumah mereka. Walaupun sebenarnya laki-laki itu ingin Sera tetap bersamanya.

Menjelang tengah malam, Baekhyun naik kekamarnya dilantai atas. Baru saja ia menyalakan lampu, telinganya menangkap suara petikan gitar. Suara itu berasal dari luar kamarnya. Dengan langkah-langkah panjang, Baekhyun membuka pintu balkon kamarnya. Senyum pria itu mengembang saat dilihatnya, dibalkon seberang sana Sera sedang memeluk gitar dan tersenyum kearahnya. Porsche, anjing Malamute Alaska kesayangan Sera duduk disamping kaki Sera.

Baekhyun mau tidak mau tertawa, saat Sera buru-buru mematikan audio player-nya dan mereplay intro akustik lagu tadi. Sepertinya Sera ketinggalan momen dimana ia harusnya menyanyi karena melihat Baekhyun muncul di balkon. Lalu gadis itu bergaya penuh percaya diri seolah sedang memetik gitar. Tangannya yang masih dibalut perban digerak-gerakkannya naik turun diatas dawai gitar tanpa menyentuh dawai sama sekali. Sera memang aslinya tidak bisa memainkan gitar. Gitar yang dipakainya adalah milik kakaknya—Haru.

Dalam heningnya malam hari itu. ditemani suara angin dan gerakan ranting-ranting yang ditinggalkan oleh dedaunan di musim gugur, suara Sera mengalun menyanyikan bait demi bait lagu.

지치지 않기 포기하지 않기 어떤 힘든 일에도 늘 이기기
jichiji anki pogihaji anki otton himdeun iredo neul igigi

Jangan merasa lelah, jangan menyerah, kesulitan apapun selalu bisa dimenangkan
너무 힘들 땐 너무 지칠 땐 내가 너의 뒤에서 나의 등을 내줄게
nomu himdeul tten nomu jichil tten nega noye dwieso naye deungeul-lejulge

Saat merasa sangat kesulitan, saat merasa sangat lelah, aku akan meminjamkan punggungku dari belakang
언제라도 너의 짐을 내려놓아도 된다고
onjerado noye jimeul neryonoado dwendago
Kau bisa meletakkan bebanmu kapanpun itu

혼자라고 생각말기 힘들 때면 함께 울기
honjarago senggang malgi himdeuldago ulji malgi

Jangan berpikir kau sendirian, jangan menangis dan berkata itu sulit
너와나 우리는 알잖아
nowana urineun aljana

Kau dan aku, kita tahu itu
니가 나의 등에 기대 세상에서 버틴다면
niga naye deunge gide sesangeso botindamyon

Bersandarlah di punggungku jika kau ingin bertahan di dunia ini
넌 나의 지지 않는 꿈을 준거야
non nege motjin kkumeul jun-goya
Kau akan memberiku mimpi yang hebat

 

오늘과 다른 내일을 기대하며 멈춰 설 수는 없어
oneulgwa dareun neireul gidehamyo momchwo sol suneun obso

Berdoalah hari ini dan esok yang berbeda, Kita tak dapat bertahan dan berhenti

‘우리’라는 건 내가 힘이들때에
uriraneun gon nega himideulteye

Kebersamaan adalah saat aku kesulitan,
같이 아파하는 건
gachi apahaneun gon

kita merasakan sakit bersama

 

Sera menyelesaikan lagunya. Tersenyum menatap Baekhyun yang berada dibalkon seberang sana. Baekhyun begitu diliputi perasaan hangat mendengar lirik lagu yang dinyanyikan Sera. Benar. Ada Sera disana. Gadis yang begitu dicintainya itu dengan senang hati menawarkan penghiburan untuknya.

Sambil tertawa kecil Sera melambaikan tangan, dan menunjuk kearah Baekhyun. Baekhyun membalas senyum Sera dengan senyum canggung, masih belum bisa lepas dari pengaruh magis gadis itu. Baekhyun mengeryitkan dahinya tidak mengerti saat Sera mengusap-usap pipinya sendiri dan membuat ekspresi seperti orang yang menangis.

“Yak!! Neo!”teriak Sera sambil lagi-lagi mengusap pipinya dan menunjuk-nunjuk Baekhyun.

“Na?”balas Baekhyun yang masih setengah tak mengerti. Sera memintaku mengusap pipiku, begitu? Untuk apa…

Eh?

Jemari Baekhyun terasa basah.

Sera yang menyandarkan dagunya dipegangan balkon, memandangi Baekhyun yang mengusap-usap pipi kanan dan kirinya. Lalu dengan wajah tertegun, Baekhyun memandangi telapak tangannya seperti baru pertama kali melihat air yang keluar dari mata. Lelaki itu pasti tidak sadar kalau selama mendengarkan Sera menyanyi, matanya terus-menerus mengeluarkan cairan bening yang orang-orang sebut air mata itu.

“Kau membuatkku menangis, Sera-chan…”kata Baekhyun sembari tertawa.

“Mian. Aku tidak sengaja,”ujar Sera dengan cengiran lebar dibibir.

Baekhyun tertawa lagi melihat ekspresi wajah Sera.

Lalu tiba-tiba…

“YA! HIME-SAMA (TUAN PUTRI) APA YANG KAU LAKUKAN MALAM-MALAM BEGINI, HAH?!”

Suara gelegar amarah ayah Sera terdengar sampai kebalkon seberang. Membuat Sera dan Baekhyun menjengit kaget.

Sera meringis, lalu melambaikan tangan pada Baekhyun,”Tidur yang nyenyak, Byunbaek~”teriaknya sebelum berlari masuk kedalam kamarnya, diikuti Porsche. Sera masih sempat melambaikan tangan saat menutup pintu dan gorden balkonnya.

Baekhyun yang masih berdiri dibalkon menatap kamar Sera yang sudah tertutup rapat. “Mwoya? Hanya itu saja?”gumamnya.

Lelaki itu lalu menutup pintu balkonnya dari luar dan dengan sigap menuruni rangkaian besi berbentuk kotak-kotak yang sebenarnya dipakai sebagai tempat melilitkan batang tanaman sulur hias. Rangkaian besi itu mirip tangga dan lumayan kuat untuk pijakan. Sehingga, sejak kecil Baekhyun memakainya untuk naik turun dari taman belakang kekamarnya atau sebaliknya. Karena rumahnya adalah perumahan yang dibangun dengan tipe-tipe bentuk rumah yang sama dengan rumah lain dikompleknya, jadi bukan hanya kamar Baekhyun yang punya ‘tangga sulur’ seperti itu, rumah Sera juga.

Setelah melintasi pintu pagar belakang rumah yang dibuat appa-nya dan appa Sera 15 tahun yang lalu. Pintu pagar itu dibuat sebagai penghubung halaman belakang rumah kedua keluarga yang bersahabat tersebut. Baekhyun menyeberangi halaman belakang rumah Sera. Dirinya lalu memanjat ‘tangga sulur’ ke balkon kamar Sera.

“Sera-chan,”panggil Baekhyun dengan suara yang ia setel minimum sambil mengetuk pintu Sera pelan. Tidak lucu kalau appa Sera memergoki dia sekarang. Appa Sera tidak akan segan-segan melaporkan Baekhyun sebagai pencuri kekantor polisi. Tidak peduli Baekhyun anak siapa.

Nampak siluet seseorang mendekat kearah pintu, dan wajah Sera muncul dibalik korden yang dibuka. Mata Sera membulat. Lalu terdengar suara kunci dan pintu ditarik membuka.

“Ya! Apa yang kau lakukan?”

Tanpa mengucapkan sepatah katapun, bahkan tanpa merasa perlu membiarkan Sera menarik napas terlebih dulu, Baekhyun meraih tubuh Sera dan memeluknya erat. Membuat gadis itu merasakan tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang.

“Yaa~! Baekhyun-a…”

“Chamkkan (sebentar), aku ingin memelukmu…”bisik Baekhyun ditelinga Sera.

Mau tak mau, wajah Sera memanas karena perlakuan Baekhyun padanya. Dan jantung yang ada disarang sana, entah bagaimana begitu kuat memompa darah hingga suaranya serasa hingga ketelinga Sera. Sera takut suara debaran jantungnya itu terdengar juga sampai ketelinga Baekhyun.

“Tadi kau bilang kau akan membolehkan aku bersandar padamu jika aku sedih…”lanjut Baekhyun.

“Ini memeluk, bukan bersandar, baka…”sungut Sera. “Yak! Baekhyun-a! Sekarang kau baik-baik saja kan? Tidak sedih lagi?”

“Mmm…”gumam Baekhyun sambil mengangguk kecil.

“Jincha?”

“Mmm…”gumam Baekhyun lagi, kali ini sambil mencium lembut rambut Sera.

“Syukurlah…”Sera meremas kaos dibagian punggung Baekhyun. Kelegaan luar biasa merambati dadanya.

“Kau harus selalu ingat ini, Baekhyun. Jangan menganggap semua fans-mu sama menyebalkannya seperti mereka tadi, itu hanya sebagian kecilnya. Ada lebiiiiih banyak lagi fans yang mencintaimu dengan cara yang benar dan tulus. Yang selalu mendoakan yang terbaik bagimu walau jauh. Yang mendoakan kesehatan dan kebahagian untukmu setiap hari. Yang membeli albummu tanpa mengharapkan kau akan membalas cinta mereka secara personal. Fansmu yang baik benar-benar banyak diluar sana, Baekhyun-a. Kau bisa melihat dan menemukan mereka setiap hari. Biarkan mereka yang mencuri perhatianmu, bukan malah sasaeng fans. Memperhatikan sasaeng fans akan membuatmu berpikir negatif pada semua fans-mu…”

“Hhh, ya kau benar….”

Selama ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak fans yang membuat Baekhyun merasa tertekan. Merasa berat menjalani hidup sebagai artis. Tapi ada pula saat dimana fans begitu menguatkannya. Setiap kali Baekhyun berdiri diatas panggung dan mendengar teriakan dari fansnya ia merasa bahagia karena dicintai oleh sebegitu banyaknya orang. Bahkan bukan hanya orang-orang dari Korea tapi juga dari luar Korea. Selama dia adalah Byun Baekhyun EXO, dia tidak akan bisa lepas dari fans-fansnya.

“Fans-fansmu akan tumbuh dewasa seiring dengan bertambah dewasanya EXO. Lama-lama sikap mereka akan lebih baik dan mereka akan lebih sadar kalau idolanya itu juga manusia yang butuh kenyamanan.”

“Sepertimu?”

“Eo. Kau tahu. Kalau kita mengantar oppadeul BIGBANG ke Bandara, kita juga masih sering ribut. Tapi, ketika oppadeul menyuruh kita berhenti mengikuti mereka, ya kita semua langsung balik kanan bubar jalan…”

“Jincha?!”tanya Baekhyun tak percaya.

“Iya. Makanya oppadeul BIGBANG pernah curhat divariety show. Mereka heran dengan perilaku kita, mereka pikir kita sudah tidak tertarik lagi dengan mereka, hehehe…”

“Waahhh, betapa enaknya kalau bisa seperti itu…”

“Ditunggu saja, kita perlu waktu setidaknya 3 tahun untuk bisa lebih membebaskan oppadeul BIGBANG seperti itu. Itu pun juga karena berkali-kali kita dapat masalah dan dimarahi manajer oppadeul. Walaupun memang masih tetap ada sasaeng fans. Kalian bahkan belum genap 2 tahun, kan? Sabar saja dan jangan lelah memberikan nasihat pada fans-fans kalian.”

“Eo. Apalagi kita tidak bisa bertanggung jawab pada masa depan mereka. Aku prihatin dengan mereka yang bahkan rela meninggalkan sekolah demi kami…”

“Benar sekali. Kebanyakan fans EXO masih remaja, dan mereka labil sekali…”Sera tersenyum. “Ngomong-ngomong, kita punya kebiasaan buruk, Baekhyun-a. Mengobrol sambil berpelukan begini…”

Baekhyun mengeratkan pelukannya. “Tidak apa-apa. Ini nyaman sekali…”

“Tapi Porsche sepertinya cemburu melihat kau memelukku…”

“Biarkan saja dia. Pemilikmu yang sebenarnya kan aku…”

“Heishh…”

Baekhyun dan Sera membiarkan keheningan selanjutnya melingkupi mereka berdua. Entah siapa yang memulai, perlahan kaki mereka melangkah. Kekiri kekanan kekiri kekanan dan membuat gerakan pelan seperti sedang berdansa. Benar kata Baekhyun, ini nyaman sekali.

Hingga akhirnya, Baekhyun merenggangkan pelukannya untuk menatap wajah Sera. “Kau pasti tidak tahu, seberapa banyak aku bersyukur pada Tuhan karena telah mengijinkanku memilikimu selama ini…”ucap Baekhyun lembut.

Sera membeku. Matanya memanas mendengar kata-kata Baekhyun. Tidak. Yang seharusnya bersyukur itu aku. Bukankah kau yang sejak dulu menyerahkan segalanya untukku, Baekhyun-a.

“Dan aku akan lebih bersyukur lagi jika diperbolehkan memilikimu untuk 50 tahun—ah, tidak, 100 tahun yang akan datang…”Baekhyun merengkuh pipi Sera, menatap manik mata Sera dalam. “Hanya kau yang kubutuhkan…” Perlahan kepala Baekhyun mendekat. Bibirnya hendak mencapai bibir Sera untuk segera melumatnya dan menyalurkan rasa cintanya.

Tapi, sayang, padahal tinggal setengah senti lagi, suara ketukan dipintu membuat Sera buru-buru menjauhkan tubuhnya.

“Hime-sama, apa kau sudah tidur?”

Sera yang masih belum mampu menata degup jantungnya yang menggila, menjawab dengan gugup. “E-eo appa, aku belum tidur…”

“Kalau begitu bisa keruang kerja appa sekarang? Sepertinya ada yang salah dengan komputer appa… Tolong lihat, mungkin ada yang eror,”kata Appa Sera dari balik pintu.

Sera menatap pintu dan Baekhyun bergantian sebelum akhirnya menjawab, “E-eo, appa. Aku segera kesana.”

Sera membuka pintu, melihat appa-nya sudah berjalan menuju ruang kerja, Sera kembali melihat kearah Baekhyun yang masih berdiri dikamarnya. “Ya! Kembali kekamarmu!”usir Sera dengan suara pelan. Baekhyun hanya mengedikkan bahunya. Sera merengut lalu hilang dari balik pintu yang tertutup.

Baekhyun tersenyum geli, mengingat bagaimana wajah Sera memerah seperti tomat karena kata-katanya. Sera-chan itu manis sekali. Sera akan membeku seperti ikan asin kalau disentuh olehnya.

Porsche yang menggeram disamping Baekhyun menarik perhatian Baekhyun. Laki-laki itu berjongkok sambil mengusap-usap bulu anjing yang dulu ia temukan di Petshop itu. Kini Porsche sudah sangat besar, tingginya sudah setengah tubuh Baekhyun dan beratnya pasti lebih dari berat Sera.

Hari ini adalah hari yang sangat berat bagi Baekhyun, tapi berakhir dengan sangat manis karena Sera. Jadi sekarang, Baekhyun tahu kemana tempat yang bisa ia tuju ketika sedih. Tempat itu pastilah tempat dimana Hwang Sera-nya berada.

15 menit kemudian, pintu kamar Sera terbuka. Membuat kepala Porsche dan Baekhyun tertoleh karena kaget. Sera berdiri disana, menutup pintu kembali.

“Kenapa belum pulang?”

“Porsche tidak membolehkanku pulang…”jawab Baekhyun bohong.

Sera memandangi Baekhyun yang bermain-main dengan Porsche, menggelitiki belakang kuping Porsche yang nampak senang sekali. Baekhyun tidak sadar ada yang aneh pada tatapan mata Sera. Mata yang berbinar-binar tadi entah pergi kemana.

“Kau mau bermalam disini?”tanya Sera.

“Ahaha, tidak-tidak… Aku akan pergi sekarang. Kali ini kau tidak perlu menyianyiakan tenagamu untuk mengusirku dan memukulku dengan sepatu, Sera-chan. Aku akan mundur dengan damai…”ujar Baekhyun sambil berdiri dan membalikkan tubuhnya menuju pintu balkon. “Jangan lupa mengunci pintu balkonnya…”

Tangan Sera tergerak, menahan lengan baju Baekhyun membuat lelaki itu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Sera. Kata-kata Sera selanjutnya membuat Baekhyun terkesiap.

“Jangan—jangan pergi…”ujar Sera. “Kali ini, aku ingin bersamamu…”

“Ne?”

“Bermalam saja disini. Jangan pulang…”

“Yak! Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba…”

Kata-kata Baekhyun terhenti saat Sera menarik kaosnya. Lalu dirasakannya sesuatu yang hangat dan lembab menyentuh bibirnya dan wajah Sera begitu dekat dengan wajahnya. Hanya sekejap, lalu Sera melepas ciumannya dan menatap Baekhyun.

“Seperti yang kau bilang tadi, kita akan bersama-sama selama 100 tahun tanpa ada yang bisa memisahkan kita…”ujar Sera.

Baekhyun mengeryitkan dahinya, rasa-rasanya tadi kata-katanya tidak begitu. Tapi sejurus kemudian ia mengangguk. Dibelainya kepala Sera penuh sayang. “Eo. Bahkan sasaeng fans-pun tidak akan bisa menghentikan kita…”

Sera tertawa. Saat tawanya reda, Sera selangkah lebih mendekat kearah Baekhyun. “Bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi?”

“Hmm? Kau sekarang sudah berani menggodaku duluan, eo?”Baekhyun melingkarkan tangannya ketubuh Sera.

“Eo. Kau kira yang bisa melakukannya hanya dirimu?”

Baekhyun menyunggingkan smirknya,”Baiklah. Kita lihat bagaimana kau bisa menghandle ini, hime-sama…”ujarnya sebelum kemudian melumat bibir Sera.

Disaat aku terjatuh dan merasa terpuruk, kau memberiku kekuatan….

Jika ada kau disampingku, rasa-rasanya dunia pun bisa aku taklukkan dan tidak ada penderitaan…

Aku akan meraih mimpiku, tidak peduli dengan rintangan yang menghadang…

Menjadi seorang Byun Baekhyun yang besar dan dilimpahi cahaya…

Jadi suatu hari nanti, kau akan menjadi wanita paling bangga didunia karena bisa memilikiku…

 

You’re already doing it, just by being in the world
You are already someone’s miracle, a beautiful miracle
You will make someone smile today
We already know what we need to love
It is beginning in all the places you set your eyes on
Tomorrow will be even more dazzling
Because of you – there can be no greater love

 

— FIN (?) —

Eotte, yeoreobun?? Ada yang aneh? Mmm, author akan senang sekali jika kalian merasa ada yang aneh dan sadar kalau ada hal-hal yang nggak dijelaskan di-efef ini. Itu sebenarnya semacam sinyal untuk efef berikutnya, hehe^_^. Jadi, mungkin akan terjawab di’story yang lain?

RCL juseyooo…

Gamsahamnida en mianhae jika gak bisa bales komen kalian satu-satu…

4 thoughts on “[FREELANCE] (Lightheaven’s Story) Because of Sasaeng Fans

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s