[FREELANCE] Heart Chocolate

heart-chocolate

Author : Little Maknae (@LMaknae)

Tittle : Heart Chocolate

Cast : Yoon Eun Rim (OC), Oh Sehun

Genre : Romance, Fluff, School Life

Length : Vignette

Rate : T

Poster by marel || High School Graphics

2014 © Little Maknae

***

Ini adalah hari ke dua-puluh-delapan setelah aku menjadi pengikutnya. Mungkin lebih tepatnya, setelah aku dipaksa menjadi pengikutnya. Sampai detik ini, aku tak tahu apa alasannya memaksaku seperti itu. Dan bodohnya, aku mau-mau saja melakukannya.

Tunggu. Ini bukan pemaksaan juga, sih. Yang jelas, waktu itu ia mengatakan seperti ini, “Kau harus mengikutiku kemanapun sesuai kemauanku. Kau harus melakukan apapun yang ku perintah. Dan kau harus memberikan apapun yang ku mau.”

Lalu aku mengiyakannya. Setelah beberapa detik, aku baru mengerti apa maksudnya. Saat aku akan mengajukan penolakan,dia lebih dulu menyela, “Aku tak akan menerima jawaban keduamu.”

Terlambat. Maka mulai saat itu, aku menjadi pengikutnya. Terkadang aku merutuki kapasitas otakku yang terlampau rendah untuk cepat tanggap dalam suatu hal. Bahkan aku tak bisa mengandalkan otakku disaat genting sekalipun.

Dia bukan artis terkenal. Dia bukan anak Presdir yayasan tempatku bersekolah. Dia bukan atlet bahkan model terkenal. Dia bukan raja Lee Hwon yang hidup di zaman Joseon.

Dia adalah Oh Sehun, teman sekelasku yang tampan luar biasa. Hampir sembilan-puluh-empat persen siswi disekolahku mengidolakannya. Parahnya, aku termasuk dalam kumpulan gadis-gadis itu.

Well, ku pikir aku jauh lebih beruntung dari yang lain. Karena aku bisa selalu berhadapan dengannya. Bisa puas bercengkrama dengannya. Juga bisa mengagumi ketampanan luar biasanya dalam jarak yang dekat.

Terimakasih, Tuhan. Aku mensyukuri ini.

***

Aku melihat dan mendengarnya dengan jelas. Gadis berkuncir dua itu menyatakan cintanya pada Sehun dengan suara bergetar, mungkin antara takut dan grogi.

Ini berakhir sama seperti sebelum-sebelumnya. Yaitu sebuah penolakan. Lalu Sehun dengan ringannya melangkah menjauhinya–kemudian diikuti olehku dibelakangnya, seperti biasa. Dia tak tahu saja bahwa gadis tadi langsung menangis dan mengadu kepada temannya, persis seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan gula-gula oleh ibunya. Aku sempat melihatnya sebelum benar-benar menyusul Sehun.

Dan kami sampai dikelas. Sehun meletakkan sekotak cupcake cokelat diatas mejaku. Itu adalah kotak yang diberikan oleh gadis berkuncir dua tadi.

“Untukku lagi?” tanyaku.

“Aku takut dia memasukkan ilmu hitam ke dalamnya agar aku bisa menyukainya.”

Sialan kau, Oh Sehun.

Well, semenjak aku menjadi pengikutnya, laki-laki itu selalu memberikan sesuatu dari para fansnya untukku. Yang ku ingat, Sehun pernah memberiku kotak bekal berisi daging asap pada tiga-puluh hari yang lalu, setangkai mawar putih pada sembilan-belas hari yang lalu, sebuah kaset video game terbaru pada empat-belas hari yang lalu, sebuah cake cokelat pada delapan hari yang lalu, sebatang cokelat Swiss pada lima hari yang lalu, dan sekarang ia memberiku cupcake cokelat–lagi. Gila. Sepertinya dia ingin melihatku terserang diabetes.

Baiklah, semua itu pemberian gadis-gadis yang menyukainya, minus aku tentunya. Lalu ia mengalihkannya padaku. Sepertinya sekarang aku telah menjadi tempat sampah pribadinya.

Aku hanya berdecak dan menatapnya kesal. Lalu kekesalanku lenyap seketika setelah guru Jung memasuki kelasku. Astaga! Aku lupa hari ini ada ujian fisika! Matilah kau, Eun Rim!

***

“Ini untukmu, Sehun!”

“Sehun, aku membuatkannya untukmu!”

“Ini juga buatanku, Sehun!”

“Sehun, aku menyayangimu!”

“Sehun, selamat hari valentine, ya!”

“Sehun…”

“Sehun…”

“Sehun…”

Cukup. Aku bisa mengalami gangguan pendengarankalau tetap disini. Dan aku juga tak bisa membiarkan keributan ini terus berlanjut. Jalan satu-satunya, menarik Sehun dari kerumunan fans-nya dan pergi meninggalkan tempat ini. Dan itu yang baru saja ku lakukan.

“Aku tak menyangka mereka akan seperti tadi.” Kataku. Kini kami berada didalam kelas, satu-satunya tempat yang ku pikir berhasil untuk menghindari terjangan para gadis menakutkan itu.

“Mereka lebih agresif dari sebelumnya.” Kata Sehun seraya menghilangkan bercak ke-merah-muda-an di pipinya. Aku sempat melihat bahwa tadi ada gadis yang dengan brutalnya mencium pipi Sehun.

“Mungkin karena ini hari valentine.”

“Tak ada hubungannya, bodoh!”

“Tentu ada. Barangkali mereka ingin menunjukkan rasa sayang padamu dihari spesial ini.”

“Eh? Kau tahu sekali. Apa kau juga ingin menunjukkan rasa sayangmu padaku hari ini?”

Aku diam. Ternyata sudah tertebak. Sebenarnya aku sudah menyiapkan cokelat didalam tasku. Apa ku berikan sekarang saja, ya? Atau nanti?

“Kenapa diam? Jadi, apa benar kau ingin menyatakan rasa sayangmu padaku? Kau suka padaku, ya?”

Keputusannya sekarang berubah. Aku tak akan memberikan cokelat itu padanya. Tidak-akan.

“Siapa bilang? Aku tak suka padamu!”

“Lihat saja nanti.”

Sehun tersenyum. Itu bukan senyum biasa. Melainkan, lebih mengarah pada sesuatu yang disebut licik. Sial. Kalau sudah seperti ini, dia pasti sedang merencanakan sesuatu.

***

Di hari lain, ini adalah taman biasa. Lalu dimalam valentine ini, sang taman menjelma menjadi luar biasa. Ini sangat indah. Ini sangat ramai. Ini sangat menyenangkan.

Sehun baru saja membawaku pergi dari rumah. Tampak seperti penculikkan. Ku kira, dia membawaku ke rumahnya seperti kemarin. Tapi aku salah. Ternyata ia membawaku ke taman yang dihiasi gemerlap lampu malam ini. Sangat indah.

“Tumben sekali mengajakku ke sini.” Sindirku.

“Karena kita akan merayakan valentine disini.”

Oke. Tak perlu bercermin. Aku sudah tahu bagaimana bodohnya wajahku saat ini.

“Untukmu.”

Sehun memberiku sebuah kotak berbentuk hati yang dihias dengan pita merah muda. Sepertinya itu sebuah cokelat. Baiklah. Pasti itu dari salah satu fans-nya.

“Kali ini dari gadis yang mana?” candaku seraya menerima kotak itu.

“Itu dariku.”

Sudah ku bilang. Itu pasti dari…

Tunggu. Dariku? Darinya?

“A-apa?”

“Itu dariku, nona Yoon. Selamat hari valentine!”

Aku tak salah dengar, ‘kan?

“Sehun, kau sakit, ya? Kenapa tumben sekali?”

“Ini terakhir kalinya ku jelaskan. Cokelat itu dariku dan kita akan merayakan valentine disini.”

“Baik. Aku mengerti. Ayo, rayakan bersama!”

Setelah itu hening. Sungguh, aku tak tahu harus bicara apa padanya. Dia juga sama diamnya denganku. Padahal biasanya ia selalu memulai dengan percakapan ringan seperti, “Hari ini aku menggunakan dalaman putih.”

Yeah. Ringan tapi mengena.

“Eun Rim, aku menyukaimu. Aku menyayangimu. Sekarang kau milikku. Kita harus pacaran.”

Demi Neptunus, dia berbicara dalamkecepatan di atas rata-rata. Tapi, aku masih bisa menangkap kemana arah pembicaraannya.

“Wow, kau keren! Apakah itu pernyataan cinta?”

“Ya. Dan itu untukmu.”

Astaga. Kini aku terpukau. Ku kira ia bercanda. Perlu waktu beberapa detik untuk bisa memperbaiki mimik wajahku saat ini.

“Sehun menyukaiku?”

“Tentu saja! Kau pikir kenapa aku menjadikanmu pengikutku? Dan kenapa juga aku menolak setiap pernyataan cinta yang datang padaku?”

Oh. Kenapa aku baru tahu sekarang?

Aku tak menjawab apapun. Ku pikir, tak ada yang perlu ku jawab lagi. Untuk melakukan penolakan pun rasa nya sangat disayangkan.

Aku memalingkan wajahku yang suhunya sudah naik berkali lipat dari batas yang sewajarnya.

“Kenapa tidak berbicara? Kau menyukaiku tidak, sih?”

“Tentu. Aku menyukaimu.”

“Jadi, kita berpacaran, ‘kan?”

“Sepertinya begitu.”

Lalu Sehun memelukku sangat erat serta mengecup keningku.

“Ayo, beli permen kapas!”

Dan kami pun berakhir seperti dongeng-dongeng pengantar tidur biasanya. Dimana sang puteri bahagia bersama pangeran-nya. Jangan tanyakan siapa yang memulai awal dari hubungan kami ini. Karena ku rasa kami berada di langkah yang sama. Tak ada yang saling mendahului. Ini tampak seperti berjalan melewati puluhan labirin dan berhasil menemukan jalan keluarnya. Menyenangkan.

FIN

3 thoughts on “[FREELANCE] Heart Chocolate

Leave a comment ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s